Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP NARASI PERSELINGKUHAN DAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA FAKTOR KETURUNAN PADA PODCAST GRITTE AGATHA

    No full text
    ABSTRAK Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga merupakan permasalahan serius yang bertentangan dengan tujuan perkawinan dalam hukum keluarga Islam, yaitu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Seiring perkembangan media digital, persoalan rumah tangga tersebut kerap disampaikan kepada publik melalui podcast dalam bentuk narasi personal, salah satunya pada podcast Gritte Agatha, yang banyak mengaitkan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga dengan faktor keturunan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana analisis hukum keluarga islam terhadap narasi perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga sebagai faktor keturunan dalam podcast Gritte Agatha, dan bagaimana pandangan penonton terhadap narasi perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga sebagai faktor keturunan pada Podcast Gritte Agatha ditinjau berdasarkan hukum keluarga islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga sebagai faktor keturunan dalam podcast Gritte Agatha serta pandangan penonton terhadap narasi tersebut ditinjau dari perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif deskriptif. Sumber data primer berupa rekaman dan transkrip podcast Gritte Agatha serta komentar penonton, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur hukum keluarga Islam. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum keluarga Islam, faktor keturunan tidak dimaknai sebagai pewarisan genetik atau biologis terhadap perilaku perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga, melainkan sebagai proses pembentukan karakter yang dipengaruhi oleh pola asuh, interaksi keluarga, dan lingkungan sosial. Selain itu, pandangan penonton menunjukkan bahwa mayoritas memaknai faktor keturunan sebagai hasil pembelajaran sosial dalam keluarga, bukan sebagai pewarisan biologis. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya tanggung jawab individu, perlindungan anak, dan perbaikan lingkungan keluarga sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan dalam kehidupan rumah tangga. ABSTRACT Infidelity and domestic violence are serious problems that contradict the objectives of marriage in Islamic family law, namely the realization of a family that is sakinah, mawaddah, and rahmah. Along with the development of digital media, domestic issues are increasingly conveyed to the public through podcasts in the form of personal narratives, one of which is the Gritte Agatha podcast, which often associates infidelity and domestic violence with hereditary factors. The formulation of the problems in this research includes the following how does Islamic family law analyze the narratives of infidelity and domestic violence (KDRT) as hereditary factor in Gritte Agatha’s podcast, and and how the audience views the narrative of infidelity and domestic violence as hereditary factors on the Gritte Agatha Podcast as reviewed based on Islamic family law. This study aims to analyze narratives of infidelity and domestic violence as hereditary factors in the Gritte Agatha podcast, as well as viewers’ perspectives on these narratives from the perspective of Islamic family law. This research is a library research using a qualitative descriptive method. Primary data consist of recordings and transcripts of the Gritte Agatha podcast and viewers’ comments, while secondary data are obtained from books, journals, and literature on Islamic family law. The results show that, from the perspective of Islamic family law, hereditary factors are not understood as genetic or biological inheritance of infidelity and domestic violence behavior, but rather as a process of character formation influenced by parenting patterns, family interactions, and the social environment. From the perspective of maṣlaḥah mursalah, narratives of infidelity and domestic violence may have educational value if understood as efforts to raise public awareness; however, they may cause harm if interpreted as inherent traits that cannot be changed. In addition, viewers’ perspectives indicate that the majority interpret hereditary factors as the result of social learning within the family rather than biological inheritance. Therefore, this study emphasizes the importance of individual responsibility, child protection, and the improvement of the family environment as efforts to achieve public welfare in family lif

    PRAKTIK UPAH MENGUPAH BERDASARKAN PENDAPATAN DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Upah merupakan hak penting bagi setiap pekerja yang harus diberikan secara adil sesuai dengan kesepakatan. Dalam Islam, akad upah (ijārah) menuntut adanya kejelasan terkait bentuk, sifat, dan besaran upah agar tidak menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Namun, dalam praktik di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy Bandar Lampung, sistem pengupahan dilakukan hanya melalui perjanjian lisan tanpa penjelasan rinci. Hal ini menimbulkan ketidakjelasan, seperti adanya pemotongan upah tanpa pemberitahuan, tidak diberikannya bonus meskipun target penjualan tercapai, serta perubahan nominal upah ketika penjualan sepi. Kondisi tersebut menunjukkan belum terpenuhinya prinsip keadilan dalam akad ijārah, sehingga tidak sesuai dengan ketentuan Hukum Ekonomi Syariah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Praktik Upah Mengupah Berdasarkan Pendapatan di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy dan Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Praktik Upah Mengupah Berdasarkan Pendapatan di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy Bandar Lampung Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Praktik Upah Mengupah Berdasarkan Pendapatan di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy dan untuk mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Praktik Upah Mengupah Berdasarkan Pendapatan di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy Bandar Lampung. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field risearch), yang bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui wawancara. Menggunakan metode kualitatif. Setelah data terkumpul maka peneliti melakukan analisis kualitatif dengan menggunakan metode dengan cara berfikir deduktif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Di Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy, sistem upah dilakukan secara lisan tanpa perjanjian tertulis yang jelas. Hal ini menimbulkan ketidakjelasan, seperti pemotongan upah tanpa pemberitahuan, tidak adanya bonus meski target tercapai, dan perubahan upah dari Rp60.000–70.000 menjadi Rp50.000 saat penjualan sepi dan dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Praktik tersebut tidak sesuai dengan Hukum Ekonomi Syariah karena syarat ijārah tentang kejelasan upah tidak terpenuhi. Dalam Islam, upah harus dijelaskan bentuk, sifat, dan ukurannya agar ada kesepakatan yang adil antara kedua belah pihak. ABSTRACT Wages are an essential right for every worker that must be provided fairly in accordance with the agreement. In Islam, the wage contract (ijārah) requires clarity regarding the form, nature, and amount of wages so that neither party is harmed. However, in practice at Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy in Bandar Lampung, the wage system is carried out only through verbal agreements without detailed explanations. This creates ambiguity, such as wage deductions without prior notice, the absence of bonuses despite achieving sales targets, and changes in wage amounts when sales decline. Such conditions indicate that the principle of justice in the ijārah contract has not been fulfilled, thus making it inconsistent with the provisions of Islamic Economic Law. The research problems in this study are: (1) How is the practice of wage payment based on income at Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy, and (2) How is the perspective of Islamic Economic Law on the practice of wage payment based on income at Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy in Bandar Lampung. The objectives of this study are: (1) To examine the practice of wage payment based on income at Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy, and (2) To analyze it from the perspective of Islamic Economic Law. This research is a field study with a descriptive approach. The data sources used are both primary and secondary data. Data were collected through interviews and analyzed using a qualitative method. After the data were collected, the researcher conducted qualitative analysis using a deductive reasoning approach. Based on the findings of this research, at Pecel Lele Bengkel Perut Mas Edy, the wage system is carried out verbally without a clear written agreement. This creates ambiguity, such as wage deductions without prior notice, the absence of bonuses despite meeting sales targets, and wage reductions from Rp60,000–70,000 to Rp50,000 when sales are low. From the perspective of Islamic Economic Law, such a practice is not in accordance with Sharia principles, as the requirement of ijārah regarding wage clarity is not fulfilled. In Islam, wages must be explicitly defined in terms of form, nature, and amount to ensure a fair agreement between both parties

    UPAYA TOKOH AGAMA DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA DI KELURAHAN KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Tokoh agama memberi peran penting dalam kehidupan social masyarakat demikian upaya dalam masyarakat sangat menentukan perubahan dinamika sangat besar dalam berproses nya remaja agar tidak terjerumus kedalam kenakalan remaja sehingga melakukan kegiatan pembinaan keagamaan pada remaja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya tokoh agama dalam pembinaan keagamaan remaja dalam majelis taklim Al-Mubtadi’in halnya di Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung, Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian merupakan penelitian field research yaitu penelitian lapangan .Sifat penelitian deskriptif kualitati. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian yaitu melalui ,wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu Mile & Huberman melalui, reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan upaya tokoh agama dalam pembinaan keagamaan remaja di Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung adalah dengan memberikan dorongan untuk belajar mengenai agama, hal tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama islam dengan menjadikan remaja memiliki etika dan akhlak yang baik serta dapat menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan dengan upaya pembinaan keagamaan remaja di mulai dengan membiasakan yakni sholat berjamaah di masjid, pengajian dan membaca Al Qur’an dan setelah setiap pelaksanaan upaya tokoh agama melakukan pendekatan dengan memberikan materi pembinaan keagamaan yakni keimanan (aqidah), syariat dan aklakul karimah sehingga dapat membantu para remaja untuk mengetahui, mengenal dan memahami keadaan dirinya sehingga menerima segala kekurangan dan kelebihannya dan dapat membantu remaja menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehingga dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kata kunci; Upaya Tokoh Agama, Pembinaan Keagamaan ii ABSTRACT Religious leaders play a crucial role in social life. Therefore, their efforts within the community significantly influence the dynamic changes in adolescent development, preventing them from falling into delinquency. This research focuses on religious guidance activities for adolescents. The purpose of this study is to examine the efforts of religious leaders in fostering religious education for adolescents within the Al-Mubtadi'in Islamic study group (Majelis Taklim) in Kangkung Village, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. This research method employed qualitative methods. This study is field research. The research method is descriptive qualitative. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is Mile & Huberman, through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that religious leaders' efforts in fostering religious education for adolescents in Kangkung Village, Bumi Waras District, Bandar Lampung City include encouraging them to learn about religion. This aims to instill Islamic values by fostering good ethics and morals in adolescents, equipping them for life. Religious education for adolescents begins with the habit of praying in congregation at the mosque, studying the Koran, and reading the Quran. After each religious leader's efforts, they engage in religious education by providing materials on faith (aqidah), sharia, and noble character. This helps adolescents identify, understand, and accept their strengths and weaknesses. They can also help adolescents resolve problems and develop their potential. Keywords: Religious Leaders' Efforts, Religious Educatio

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK HANDAYANI 2 DESA UJANMAS KECAMATAN SUNGAI ARE

    No full text
    ABSTRAK Kecerdasan interpersonal merupakan aspek fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, serta membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitar. Namun, pada praktik pembelajaran di taman kanak-kanak, banyak anak cenderung belajar secara individual sehingga keterampilan sosial mereka kurang terlatih secara optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan anak dalam berkomunikasi, berbagi, maupun bekerja sama dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mendorong anak untuk lebih aktif dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kolaboratif dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Handayani 2 Desa Ujanmas, Kecamatan Sungai Are. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak usia 5–6 tahun di TK Handayani 2 Desa Ujanmas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran anak, serta dokumentasi pendukung berupa catatan kegiatan dan foto aktivitas. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai efektivitas penerapan pembelajaran kolaboratif dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif efektif dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini. Hal ini tercermin dari meningkatnya kemampuan anak dalam berkomunikasi secara efektif, berbagi peran, menunjukkan empati, menyelesaikan konflik sederhana, serta bekerja sama dengan teman sebaya. Guru berperan penting sebagai fasilitator dengan merancang berbagai aktivitas yang mendorong interaksi sosial anak serta memberikan bimbingan dalam menghadapi permasalahan yang muncul selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kolaboratif dapat menjadi strategi yang tepat untuk menumbuhkan kecerdasan interpersonal anak dan membantu mereka beradaptasi serta berpartisipasi positif di lingkungan sosial yang lebih luas. Kata kunci: Anak usia dini, Kecerdasan interpersonal, Pembelajaran kolaborasi iii ABSTRACT Interpersonal intelligence is a fundamental aspect of early childhood development as it is directly related to the ability to interact, cooperate, and build positive social relationships with the surrounding environment. However, in kindergarten learning practices, many children tend to learn individually, resulting in underdeveloped social skills. This condition affects their ability to communicate, share, and cooperate with peers. Therefore, a learning model that encourages children to be more active in social interactions is needed. This study aims to examine how the implementation of a collaborative learning model can develop interpersonal intelligence in children aged 5–6 years at TK Handayani 2, Desa Ujanmas, Sungai Are District. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. The research subjects included teachers and children aged 5–6 years at TK Handayani 2, Desa Ujanmas. Data were collected through interviews with teachers, direct observation of children’s learning activities, and supporting documentation such as activity notes and photos. Data analysis was conducted in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions to gain an in-depth understanding of the effectiveness of collaborative learning in developing children’s interpersonal intelligence. The results of the study indicate that the implementation of a collaborative learning model is effective in developing interpersonal intelligence in early childhood. This is reflected in the children’s improved ability to communicate effectively, share roles, demonstrate empathy, resolve simple conflicts, and cooperate with peers. Teachers play a crucial role as facilitators by designing activities that encourage social interaction among children and providing guidance in addressing problems that arise during the learning process. Therefore, the collaborative learning model can be considered an appropriate strategy for fostering children’s interpersonal intelligence and helping them adapt and participate positively in broader social environments. Keywords: Collaborative learning, Early childhood, Interpersonal intelligenc

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELLECTUAL TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISTEM EKSKRESI KELAS VIII DI MTsN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual terhadap kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional peserta didik kelas VIII di MTsN 1 Bandar Lampung. Penelitian ini dilandasi oleh rendahnya kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional peserta didik yang diketahui melalui nilai pra-penelitian. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif peserta didik, sehingga diperlukan inovasi kontekstual untuk meningkatkan keterlibatan yang lebih aktif, bermakna, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain posttest-only control design. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik menggunakan teknik cluster random sampling, melibatkan dua kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model Somatic, Auditory, Visual, Intellectual, dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan model Discovery Learning. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal essay kemampuan metakognitif dan angket kecerdasan emosional. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0.000 < 0.05, yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional peserta didik di MTsN 1 Bandar Lampung. Dengan demikian, model pembelajaran Somatic, Auditory, Visual, Intellectual efektik digunakan untuk meningkatkan kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Kemampuan Metakognitif Model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) iii ABSTRACT This research aims to determine the effect of the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual learning model on the metacognitive ability and emotional intelligence of eighth-grade students at MTsN 1 Bandar Lampung. This study was driven by the low metacognitive ability and emotional intelligence observed among students, as indicated by pre-research scores. This condition was mainly influenced by conventional learning processes that lacked active student participation, thus necessitating a contextual innovation to enhance more active, meaningful, and sustainable engagement. The research method used was a quasi-experimental approach with a posttest-only control design. The research sample was obtained using cluster random sampling, involving two classes, namely class VIII A as the experimental class, which implemented the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual learning model, and class VIII B as the control class, which applied the Discovery Learning model. The instruments used in this study consisted of essay questions to measure metacognitive ability and a questionnaire to assess emotional intelligence. The data analysis technique employed was the Independent Sample T-Test. Based on the hypothesis testing results, the Sig. (2-tailed) value obtained was 0.000 < 0.05, indicating that the implementation of the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual learning model had a significant effect on improving students’ metacognitive ability and emotional intelligence at MTsN 1 Bandar Lampung. Therefore, the Somatic, Auditory, Visual, Intellectual learning model is effective in enhancing metacognitive ability and emotional intelligence. Keywords : Emotional Intelligence, Metacognitive Ability, SAVI Model (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual

    KONTEKSTUALISASI ETIKA DAKWAH RASULULLAH SAW PADA ERA DIGITAL (Studi Komparasi Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Misbah).

    No full text
    Abstract The development of da„wah in the digital sphere presents new dynamics that are not only related to media transformation but also closely linked to ethical issues in the delivery of religious messages. Phenomena such as the commercialization of da„wah, polarization of religious discourse, and the rise of popular preachers on social media indicate a shift in da„wah practices that may deviate from the ethical values of the Qur‟an. This condition highlights the need for a study that places the ethics of the Prophet Muhammad‟s da„wah as a normative framework in responding to digital realities. This study aims to analyze and compare the concept of da„wah ethics in Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab and Tafsir al-Maraghi by Ahmad Mustafa al- Etika Dakwah Rasulullah SAW Dalam Tafsir Al-Qur’an (Kontekstualisasi Pada Era Digital) Mauriduna: Journal of Islamic Studies, Vol. 5, No. 1, 2025: 1-21 | 2 Maraghi, and to contextualize these ethical principles within contemporary digital da„wah practices. The research employs a qualitative method using a library research approach and comparative analysis of Q.S. An-Nahl [16]:125, Q.S. Ali Imran [3]:104, and Q.S. Fussilat [41]:33. The findings reveal that both mufassirs emphasize wisdom (ḥikmah), good exhortation (mau„izhah ḥasanah), and courteous dialogue (mujādalah billatī hiya aḥsan) as the foundational principles of da„wah ethics across time. The distinction lies in their emphasis on social context and communicative approaches. This study concludes that Qur‟anic da„wah ethics remain highly relevant in the digital era as long as they are contextualized appropriately without diminishing their essential values. Keywords : Contextualization, Comparative Study, Digitalization. Abstrak Perkembangan dakwah di ruang digital menghadirkan dinamika baru yang tidak hanya berkaitan dengan media, tetapi juga menyentuh aspek etika penyampaian pesan keagamaan. Fenomena komersialisasi dakwah, polarisasi wacana keagamaan, serta munculnya pendakwah populer di media sosial menunjukkan adanya pergeseran praktik dakwah yang berpotensi menjauh dari nilai-nilai etis Al-Qur‟an. Permasalahan ini mendorong perlunya kajian yang menempatkan etika dakwah Rasulullah SAW sebagai kerangka normatif dalam menghadapi realitas digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep etika dakwah dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi, serta mengontekstualisasikannya dalam praktik dakwah digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis komparatif terhadap penafsiran Q.S. An-Nahl [16]:125, Q.S. Ali Etika Dakwah Rasulullah SAW Dalam Tafsir Al-Qur’an (Kontekstualisasi Pada Era Digital) Mauriduna: Journal of Islamic Studies, Vol. 5, No. 1, 2025: 1-21 | 3 Imran [3]:104, dan Q.S. Fussilat [41]:33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir menekankan prinsip hikmah, nasihat yang baik, dan dialog santun sebagai fondasi etika dakwah lintas zaman. Perbedaannya terletak pada penekanan konteks sosial dan pendekatan komunikatif. Penelitian ini menegaskan bahwa etika dakwah Qur‟ani tetap relevan di era digital sepanjang dikontekstualisasikan secara tepat tanpa menghilangkan substansi nilainya. Kata Kunci: Kontekstualisasi, komparai tasfir, Digitalisasi

    PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis multirepresentasi terhadap penguasaan konsep fisika Peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah Peserta didik kelas XI di salah satu SMA di Lampung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menerima perlakuan dengan model PjBL berbasis multirepresentasi, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes penguasaan konsep fisika dalam bentuk pilihan ganda yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan rata-rata N-gain antara kedua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan penguasaan konsep fisika antara Peserta didik yang belajar dengan model PjBL berbasis multirepresentasi dan Peserta didik yang belajar dengan metode konvensional. Rata-rata N gain kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning berbasis multirepresentasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguasaan konsep fisika Peserta didik. Kata kunci: Project Based Learning, Multirepresentasi, Penguasaan Konsep, Fisika iii ABSTRACT This study aimed to determine the effect of implementing the multirepresentation-based Project Based Learning (PjBL) model on students' physics concept mastery. This research employed a quasi experimental method with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of eleventh-grade students at a high school in Lampung, selected through purposive sampling. The experimental group received treatment using the multirepresentation-based PjBL model, while the control group used conventional learning methods. The data collection instrument was a validated multiple-choice test on physics concept mastery. Data analysis was conducted using a t-test to examine the difference in the average N-gain between the two groups. The results indicated a significant difference in the improvement of physics concept mastery between students taught with the multirepresentation based PjBL model and those taught with conventional methods. The average N-gain of the experimental group was significantly higher than that of the control group. It is concluded that the multirepresentation-based Project Based Learning model has a positive and significant effect on students' physics concept mastery. Keywords: Project Based Learning, Multirepresentation, Concept Mastery, Physic

    PEMBACAAN RUTINAN ASMĀ’UL HUSNĀ (Studi Living Qur’ān di Masjid al-Fajar Sukarame II Bandar Lampung),

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan rutinan Asmā‘ul Husnā di Masjid Al-Fajar Sukarame II, Bandar Lampung, yang dilaksanakan setiap pukul 8 malam setelah salat Isya. Berlandaskan kajian Living Qur‘ān dan menggunakan teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim, penelitian ini menganalisis pemaknaan, proses transmisi, dan transformasi dari rutinitas tersebut. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research), berlokasi di Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga metode utama: observasi untuk mengamati langsung praktik yang berlangsung, wawancara mendalam dengan para tokoh dan jamaah yang terlibat, serta dokumentasi yang relevan. Fokus penelitian ini adalah menelusuri pemaknaan, proses transmisi, dan transformasi dari kegiatan rutinan tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembacaan Asmā‘ul Ḥusnā di Masjid Al-Fajar Sukarame II memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam. Berdasarkan teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim, praktik ini secara objektif memperkuat solidaritas sosial dan silaturahmi jamaah, secara ekspresif menjadi wujud penghambaan serta pendekatan diri kepada Allah, dan secara dokumenter telah membentuk identitas religius masyarakat setempat. Secara historis, praktik ini ditransmisikan melalui KH. Amjad Al- Ḥāfiẓ—pendiri Majelis Mujahadah Asmā‘ul Ḥusnā kepada KH. Selamet Bunyamin di Sukarame II, yang kemudian ditransformasikan menyesuaikan bentuknya agar lebih kontekstual: dari pembacaan 1.000 kali menjadi 33 kali. Meskipun jumlah bacaan berbeda, keduanya berakar pada sumber yang sama, yakni al-Qur‘ān, hadis, dan tradisi ulama, serta memiliki tujuan serupa taqarrub ilallāh dan penguatan spiritual jamaah melalui dzikir yang penuh kesadaran, kekhusyukan, dan keistiqamahan sebagai hasil dari proses transmisi dan transformasi amalan keagamaan yang berkesinambungan. Kata Kunci: Pembacaan Asmā’ul Husnā, Living Qur’ān ii iii ABSTRACT This study examines the practice of routine recitation of Asmā’ul Husnā at the Al-Fajar Sukarame II Mosque, Bandar Lampung, which is carried out every 8 pm after the Isha prayer. Based on the Living Qur'an study and using Karl Mannheim's Sociology of Knowledge theory, this study analyzes the meaning, transmission process, and transformation of this routine. This research method is qualitative with a field research approach, located in Sukarame II Village, West Teluk Betung District, Bandar Lampung City. Data collection was carried out using three main methods: observation to directly observe the ongoing practice, in-depth interviews with figures and congregations involved, and relevant documentation. The focus of this study is to trace the meaning, transmission process, and transformation of this routine activity. The data collected was then analyzed using qualitative descriptive techniques to understand the phenomenon comprehensively. The results of the study show that the recitation of Asmā’ul Husnā has several meanings. Objectively, this activity is understood as a means of solidarity between congregations and an effort to strengthen ties among residents. Expressively, the congregation interprets it as a form of devotion to Allah, an introduction to prayer that strengthens faith and maintains manners, and a form of dhikr worship that is essential for bringing Allah into everyday life. Meanwhile, the documentary meaning reveals that this routine has developed into a religious culture that is deeply rooted in the mosque environment, forming a distinctive characteristic of the local community's religious practices. The process of transmitting this practice began with the initiation of Mr. Selamet Bunyamin, which was based on the legalization of the Qur'an and Hadith and discussions with Mrs. Suwarsih. This transmission was strengthened by obtaining a formal diploma from K.H. Amjad al-Hafidzh, the compiler of the book nazam Asmā'ul Husnā, which provided legitimacy and encouraged the continuation of the activity. The transformation of this practice reflects the evolution of the art of da’wah since the time of the Prophet, with the nazam of Asmā’ul Husnā used in the Al-Fajar Mosque as part of the expansion and adaptation of this routine, showing how religious practices continue to develop and adapt over time. Keywords: Recitation of Asmā’ul Husnā, Living Qur’ān

    PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK DALAM PEMILIHAN KARIR PESERTA DIDIK SMA SWASTA TAMAN SISWA TELUK BETUNG UTARAPELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK DALAM PEMILIHAN KARIR PESERTA DIDIK SMA SWASTA TAMAN SISWA TELUK BETUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Pemilihan karir merupakan salah satu tugas perkembangan penting bagi peserta didik SMA yang memerlukan bimbingan dan pendampingan secara sistematis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara, ditemukan bahwa sebagian peserta didik kelas XI masih mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan karir. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap potensi diri, minimnya informasi pendidikan lanjutan dan dunia kerja, faktor ekonomi keluarga, serta rendahnya dukungan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan yang mampu membantu peserta didik memahami diri dan merencanakan karir secara matang, salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok dalam membantu pemilihan karir peserta didik di SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research (penelitian lapangan). Subjek penelitian terdiri atas satu guru bimbingan dan konseling serta sepuluh peserta didik kelas XI yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Pada tahap kegiatan, Teknik Diskusi Kelompok digunakan untuk mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam bertukar pendapat, mengungkapkan pengalaman, serta membahas berbagai alternatif pilihan karir. Guru bimbingan dan konseling berperan sebagai fasilitator dengan menerapkan keterampilan dasar konseling seperti attending, listening, dan focusing. Pelaksanaan layanan ini memberikan dampak positif, yaitu meningkatnya pemahaman peserta didik terhadap potensi diri, kejelasan tujuan karir, motivasi, serta kesiapan dalam menentukan pilihan karir sesuai dengan minat dan kemampuan. ii iii Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok terbukti efektif dalam membantu peserta didik mengembangkan perencanaan dan pemilihan karirnya. Penelitian ini merekomendasikan agar guru bimbingan dan konseling mengoptimalkan penggunaan Teknik Diskusi Kelompok secara berkelanjutan sebagai strategi layanan karir di sekolah. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik Diskusi Kelompok, Pemilihan Karir, Peserta Didik, SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara. ABSTRACT Career selection is one of the important developmental tasks for senior high school students that requires systematic guidance and assistance. Based on a preliminary study conducted at SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara, it was found that many eleventhgrade students still experienced difficulties in determining their career choices. This condition was caused by limited self-understanding, lack of information regarding further education and the world of work, economic factors, and insufficient environmental support. Therefore, appropriate guidance services are needed to help students understand themselves and plan their careers effectively, one of which is group guidance services using the Group Discussion Technique. This study aimed to describe the implementation of group guidance services using the Group Discussion Technique in assisting students’ career selection at SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research method. The research subjects consisted of one guidance and counseling teacher and ten eleventh-grade students who experienced difficulties in choosing a career. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of group guidance services using the Group Discussion Technique was carried out through four stages: formation, transition, activity, and termination. During the activity stage, the Group Discussion Technique encouraged students to actively participate in exchanging ideas, sharing experiences, and discussing various career alternatives. The guidance and counseling teacher acted as a facilitator by applying basic counseling skills such as attending, listening, and focusing. The implementation of this service had a positive impact on students, including increased self-understanding, clearer career goals, higher motivation, and improved readiness to determine career choices in accordance with their interests and abilities. Thus, group guidance services using the Group Discussion Technique were proven to be effective in helping students develop career planning and career selection. This study recommends that guidance and counseling teachers optimize the use of the Group iv v Discussion Technique on an ongoing basis as a career guidance strategy in schools. Keywords: Group Guidance, Group Discussion Technique, Career Selection, Students, SMA Swasta Taman Siswa Teluk Betung Utara

    PENGARUH DESENTRALISASI DAN SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Pada PT Perkebunan Nusantara 1 Regional VII)

    No full text
    ABTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kinerja manajer dipengaruhi oleh desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fakta bahwa keduanya sangat penting untuk menerapkan struktur organisasi yang terdesentralisasi dan sistem akuntansi manajemen yang tepat dalam upaya untuk meningkatkan kinerja manajer dan pengambilan keputusan dalam perusahaan. Teori yang digunakan yaitu teori kontijensi dengan metode kuantitatif melalui pengumpulan data berupa quisioner. Populasi penelitian berjumlah 32 orang dengan Teknik sampling jenuh (sensus) peneliti menggununakan sampel sebanyak 32 responden karena populasi relative kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desentralisasi berpengaruh Positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, desentralisasi memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan kondisi dilapangan. Sistem akuntansi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Penerapan sistem akuntansi manajemen membantu manajer dalam merencanakan, mengendalikan, mengevaluasi, serta membuat kuputusan dengan lebih efektif. Desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,760 yang berarti 76% variasi kinerja manajerial dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dalam perspektif islam, penerapan desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen sejalan dengan nilai-nilai musyawarah (ijma’a) keadilam,transparansi, kejujuran. ABSTRACT The purpose of this research is to examine how manager performance is influenced by decentralization and management accounting systems. The background of this research is based on the fact that both are crucial for implementing a decentralized organizational structure and an appropriate management accounting system in an effort to enhance manager performance and decisionmaking within the company. The theory used is contingency theory with a quantitative method through data collection in the form of questionnaires. The research population consists of 32 people with a saturated sampling technique (census), and the researcher uses a sample of 32 respondents because the population is relatively small. The research results indicate that decentralization has a positive and significant effect on managerial performance; decentralization allows for faster, more accurate decision-making that is appropriate for on-the-ground conditions. Management accounting systems also have a positive and significant impact on managerial performance. The implementation of management accounting systems assists managers in planning, controlling, evaluating, and making decisions more effectively. Decentralization and management accounting systems simultaneously have a positive and significant effect on managerial performance. The results show a coefficient of determination (R2) value of 0.760, which means that 76% of the variation in managerial performance can be explained by these two variables. From an Islamic perspective, the implementation of decentralization and management accounting systems aligns with the values of consultation (ijma’a), justice, transparency, and honesty

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇