39192 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PASAL 92 AYAT (1) DAN (2) PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG ADAPTASI KEBIASAAN BARU DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISEASE-19 TERHADAP PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DALAM PANDANGAN FIQH SIYASAH (Studi di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Pandemi Coronavirus Disease-19 atau Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya
penyakit coronavirus. Wabah covid-19 pertama kali dideteksi di kota Wuhan, provinsi
Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh
Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 11 Maret 2020. Dalam menghadapi
permasalahan tersebut Kelurahan Gedong Air melakukan upaya-upaya untuk
mengatasinya, salah satunya dengan diberlakukannya sanksi bagi para pelanggar protokol
kesehatan, diberikannya sanksi tersebut guna mengurangi angka kasus covid yang terjadi
di Kelurahan Gedong Air .
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sifat penelitian ini
bersifat deskriptif analisis kualitatif. Penelitian ini bersumber dari data primer yang
diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder
diperoleh melalui studi pustaka (libarary research) berupa, Al-quran, peraturan
perundang-undangan, jurnal, dokumen serta buku dan karya ilmiah lainnya. Sedangkan
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pasal 92 Ayat (1)
dan (2) Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Adaptasi
Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease-19 Terhadap
Pelanggar Protokol Kesehatan. Dan juga untuk mengetahui bagaimana pandangan Fiqh
Siyasah terhadap Implementasi Pasal 92 Ayat (1) dan (2) Peraturan Daerah Provinsi
Lampung Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Adaptasi dan Pengendalian Coronavirus
Disease-19 Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan.
Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pasal 92 Ayat (1)
dan (2) Peraturan Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Adaptasi dan
Pengendalian Coronavirus Disease-19 Terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan di
Kelurahan Gedong Air sudah berjalan namun belum maksimal, sehingga setelah
diterapkannya sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan seluruh masyarakat telah
menerapkan protokol kesehatan yang telah dibuat oleh Pemerintah Daerah namun
terdapat hambatan yang dihadapi hambatan tersebut diantaranya kurangnya kesadaran
masyarakat, kurangnya partisipasi masyarakat dan kurangnya anggaran Covid-19. ABSTRACT
The Coronavirus Disease-19 or Covid-19 pandemic is an event of the spread of the
corona virus disease. The Covid-19 outbreak was first detected in Wuhan City, Hubei
Province, China on December 1, 2019, and was declared a pandemic by the World Health
Organization on March 11, 2020. In dealing with this problem, Gedong Air Village has
made various efforts to overcome it, one of which is by imposing sanctions on violators
of health protocols, these sanctions are given to suppress the number of Covid cases that
occur in Gedong Air Village.
This type of research is field research, the nature of this research is descriptive
qualitative analysis. This research is sourced from primary data obtained through
observation, interviews, and documentation, while secondary data is obtained through
library research in the form of the Koran, laws and regulations, journals, documents and
books and other scientific works. The purpose of this study is to determine how the
Implementation of Article 92 Paragraph (1) and (2) of the Lampung Provincial
Regulation Number 3 of 2020 concerning Adaptation of New Habits in the Prevention
and Control of Corona Virus Disease-19 against Violators of Health Protocols. And also
to find out what the Fiqh Siyasah view is on the Implementation of Article 92 Paragraph
(1) and (2) of the Lampung Provincial Regulation Number 3 of 2020 concerning
Adaptation and Control of Corona Virus Disease-19 against Violators of Health
Protocols.
The results of the study can be concluded that the Implementation of Article 92
Paragraph (1) and (2) of Lampung Provincial Regulation Number 3 of 2020 concerning
Adaptation and Control of Coronavirus Disease-19 Against Violators of Health Protocols
in Gedong Air Village has been running but has not been optimal, so that after the
implementation of sanctions for violators of health protocols, the entire community has
implemented the health protocols that have been made by the Regional Government, but
there are obstacles faced, including lack of public awareness, lack of public participation
and lack of Covid-19 budget
IMPLEMENTASI AKAD SYIRKAH DALAM KERJA SAMA BAGI HASIL ANTAR PEMILIK KONTER DENGAN TEKNISI HANDPHONE DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
Manusia sebagai makhluk sosial cenderung hidup berkelompok
dan bekerja sama, termasuk dalam bidang ekonomi. Dalam Islam, kerja
sama difasilitasi melalui akad yang sah seperti syirkah, yaitu kolaborasi
usaha dengan prinsip saling menguntungkan. Di Way Jepara, Lampung
Timur, kerja sama syirkah terjadi antara pemilik konter dan teknisi
handphone, di mana pemilik menyediakan tempat dan sparepart,
sedangkan teknisi menyumbang alat service. Keuntungan dibagi 40%
untuk pemilik dan 60% untuk teknisi, tanpa gaji tetap, berdasarkan
jumlah handphone yang diperbaiki tiap bulan. Namun, muncul dugaan
teknisi tidak jujur dalam pelaporan harga sparepart yang mendapat
potongan, sehingga memperoleh keuntungan pribadi tanpa sepengetahuan
pemilik.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Yaitu penelitian
yang bersifat deskriptif analisis. yang bertujuan untuk menggambarkan
dan menganalisis fakta-fakta di lapangan berdasarkan perspektif hukum
ekonomi syariah. Data dikumpulkan melalui wawancara, serta melalui
dokumentasi yang relevan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan
(field research). Sumber data berasal dari data primer yang diperoleh
melalui wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan data sekunder
berasal dari literatur yang terkait dengan penelitian.
Hasil penelitian bahwa praktik kerja sama antar pemilik konter
dengan teknisi handphone di Konter Barra Cell dilakukan dengan akad
secara lisan dan tanpa adanya saksi hanya didasari kepercayaan kedua
belah pihak. Dalam hal ini adanya ketidaksesuaian dalam praktik kerja
sama, kerja sama antar pemilik konter dan teknisi handphone sama sama
mengeluarkan modal tetapi pembagian hasil tidak sama rata. Dan
pelaksanaan dilapangan menunjukan adanya penyimpangan dari teknisi
yang tidak jujur dalam melaporkan potongan harga sparepart dan
menetapkan harga diluar kesepakatan awal. Hal ini melanggar prinsip
amanah dan keterbukaan dalam akad, yang dapat merugikan salah satu
pihak. Kerja sama ini tidak sesuai dengan hukum Ekonomi Syariah
dikarenakan teknisi handphone melakukan indikasi mencari keuntungan
di atas akad yang telah disepakati yang menyebabkan akan merugikan
salah satu pihak. Hal ini melanggar prinsip-prinsip dasar syirkah, tidak
adanya akad tertulis dan tanpa saksi, adanya unsur ketidak jujuran
(gharar), Oleh karna itu, kerja sama ini belum sepenuhnya sesuai dengan
ketentuan hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT
Humans, as social beings, tend to live in groups and collaborate,
including in economic activities. In Islam, economic cooperation is
facilitated through legitimate contracts such as syirkah, a business
partnership based on mutual benefit and compliance with Islamic principles.
In Way Jepara, East Lampung, a syirkah-based partnership exists between a
mobile phone shop owner and a technician, where the owner provides the
premises and spare parts, while the technician contributes service tools.
Profits are shared at a ratio of 40% for the owner and 60% for the
technician, with no fixed salary, based on the number of phones repaired
each month. However, there are indications that the technician may not be
fully transparent in reporting discounted spare part prices, thereby gaining
personal profit without the owner's knowledge.
His research is a qualitative study, characterized by descriptive and
analytical methods. It aims to describe and analyze field facts from the
perspective of Islamic economic law. Data were collected through interviews
and relevant documentation. This study is categorized as field research. The
sources of data consist of primary data obtained through interviews,
observations, and documentation, as well as secondary data derived from
literature related to the research topic.
The partnership practice between the owner of Barra Cell and the
mobile phone technician is conducted through an oral agreement, without
any written contract or the presence of witnesses. This agreement is solely
based on mutual trust between both parties. However, the implementation of
this partnership reveals several inconsistencies with the principles of Islamic
business ethics. Although both parties contribute capital, the profit-sharing
arrangement is not distributed equally. Furthermore, field findings indicate
dishonest behavior from the technician, such as failing to report spare part
discounts and setting service prices without adhering to the initial agreement.
These actions violate the principles of amanah (trustworthiness) and
transparency, which are fundamental in Islamic contractual agreements. This
indicates that the technician is attempting to obtain personal gain beyond
what was agreed upon, which potentially causes harm to the other party.
Such practices contradict the essential principles of syirkah in Islamic law,
particularly due to the absence of a written contract, the lack of witnesses,
and the presence of gharar (uncertainty or dishonesty). Based on these
findings, it can be concluded that the existing partnership has not fully
complied with the legal and ethical guidelines established in Islamic
jurisprudence. Therefore, it is necessary to restructure the partnership in
accordance with Islamic principles to ensure justice, clarity, and mutual
benefit
PENGARUH BAHAN AJAR HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS IV MIN 4 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar
Handout untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran ppkn
kelas IV MIN 4 Bandar Lampung. Penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan menerapkan metode quasi eksperimen. Penelitian ini
membuktikan dengan bahan ajar Handout dapat membantu
meningkatkan hasil belajar peserta dididk, sehingga dalam proses
pembelajarannya peserta dididk dapat mengikuti pembelajaran
denganmenyenangkan dan memperoleh nilai yang lebih baik.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, tes
dan dokumentasi data awal permasalahan diperoleh dari hasil
wawancara pendidik. Sedangkan data hasil belajar peserta didik
diperoleh dari penilaian pendidik pada saat pembelajaran. Semua data
tersebut merupakan instrumen untuk mengetahui pengaruh bahan ajar
Handout untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran ppkn
kelas IV MIN 4 Bandar Lampung.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukandapat di
simpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Handout memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar pada
pembelajaran ppkn kelas IV MIN 4 Bandar Lampung. Hal ini di
dukung dengan hasil uji normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol
dengan jumlah 55 peserta didik di dapati hasil terkait, pada hasil
belajar peserta didik setelah menggunakan bahanajar Handout dengan
hasil Sig >0,05 pada jenis tes pretest eksperimen sebesar 0,075 > 0,05
dan pada jenis tes postest eksperimen sebesar 0,116 > 0,05 sedangkan
pada jenis tes pretest kontrol sebesar 0,070 > 0,05 dan pada jenis tes
postest kontrol sebesar 0,082 > 0,05 yang mana dikategorikan normal
atau yang berarti hipotesis H0 diterima. Jadi, disimpulkan bahwa data
berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis yang telah dilakukan pada
kelas eksperimen dan kelas kontrol maka didapatkan nilai Sig = 0,000
< α = 0,05 yang berarti H0 ditolak H1 diterima. Berdasarkan hasil
perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
bahan ajar Handout untuk meningkatkan hasil belajar pada
pembelajaran PPKN kelas IV MIN 4 Bandar Lampung.
Kata kunci: Bahan ajar Handout, dan hasil belajar
ii
ABSTRACT
This research aims to determine the effect of Handout teaching
materials to improve learning outcomes in class IV Civics learning at
MIN 4 Bandar Lampung. This research is quantitative research using
quasi-experimental methods. This research proves that Handout
teaching materials can help improve student learning outcomes, so
that in the learning process students can take part in learning with fun
and get better grades.
Data collection techniques were carried out using interviews,
tests and documentation of initial problem data obtained from the
results of teacher interviews. Meanwhile, data on student learning
outcomes is obtained from educators' assessments during learning. All
of this data is an instrument to determine the effect of Handout
teaching materials to improve learning outcomes in class IV Civics
learning at MIN 4 Bandar Lampung.
Based on the results of the research that has been carried out,
it can be concluded that the use of Handout teaching materials has a
significant influence on improving learning outcomes in class IV
Civics learning at MIN 4 Bandar Lampung. This is supported by the
results of the normality test for the experimental class and control
class with a total of 55 students. Related results were found, in the
learning outcomes of students after using Handout teaching materials
with Sig results > 0.05 in the experimental pretest type of 0.075 > 0.05
and in the experimental posttest test type it was 0.116 > 0.05, while in
the control pretest type it was 0.070 > 0.05 and in the control posttest
test type it was 0.082 > 0.05 which was categorized as normal or
which means the H0 hypothesis was accepted. So, it is concluded that
the data is normally distributed. The results of the hypothesis test that
was carried out in the experimental class and control class obtained a
value of Sig = 0.000 < α = 0.05, which means that H0 was rejected
and H1 was accepted. Based on the results of these calculations, it can
be concluded that there is an influence of Handout teaching materials
to improve learning outcomes in PPKN class IV MIN 4 Bandar
Lampung learning.
Keywords: Handout teaching materials, and learning outcome
PERAN PENGURUS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN IBADAH JAMAAH DI MAJELIS TAKLIM BAITUL QURAN KECAMATAN WAY HALIM
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya
jamaah Majelis Taklim Baitul Qur’an Kecamatan Way Halim yang
kurang memahami tata cara ibadah mahdhah, seperti membaca AlQur’an, shalat, wudhu, mandi wajib, dan doa. Kondisi ini berdampak
pada praktik ibadah sehari-hari yang belum maksimal. Oleh karena
itu, penelitian ini difokuskan pada pertanyaan utama: Bagaimana
peran pengurus dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan
ibadah jamaah di Majelis Taklim Baitul Qur’an Kecamatan Way
Halim.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan
teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus berperan
sebagai edukator, motivator, fasilitator, dinamisator, dan advokator
dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ibadah jamaah.
Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada fokus kajian
terhadap peran pengurus secara langsung, bukan hanya lembaga
majelis taklim, serta melibatkan jamaah lintas usia (anak-anak,
remaja, dan dewasa). Analisis penelitian ini juga mengintegrasikan
fungsi manajemen dan teori peran sosial-keagamaan, sehingga
menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Dengan
demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan pengurus
majelis taklim berperan signifikan dalam membentuk kualitas
keberagamaan jamaah serta memberikan kontribusi baru bagi
pengembangan literatur tentang majelis taklim di Indonesia. ABSTRACT
This study is motivated by the fact that some members of the
Majelis Taklim Baitul Qur’an in Way Halim District still lack proper
understanding of fundamental Islamic practices such as Qur’an
recitation, prayer, ablution, ritual bathing, and supplication. This
limited understanding affects their daily worship practices. Therefore,
this research focuses on the main question: How do the administrators
contribute to enhancing the understanding and practice of worship
among the congregation of the Majelis Taklim Baitul Qur’an in Way
Halim District?
The study employed a qualitative descriptive method. Data
were collected through interviews, observations, and documentation,
and were analyzed using the Miles and Huberman model, which
includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data
validity was ensured through source and technique triangulation. The
findings show that the administrators act as educators, motivators,
facilitators, dynamizers, and advocates in improving the
congregation’s understanding and practice of worship.
The novelty of this research lies in its focus on the direct role
of administrators rather than merely the institution of the majelis
taklim, as well as its inclusion of a multi-age congregation (children,
teenagers, and adults). This study also integrates management
functions and socio-religious role theory, providing a more
comprehensive understanding of how administrators enhance
religious knowledge and practice. Thus, the study highlights that
effective leadership of majelis administrators plays a significant role
in shaping the religious quality of congregants and contributes new
insights to the literature on majelis taklim in Indonesia
RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAKWAH SALAFUS SHALIH DI DUSUN 2 DESA WAY HUWI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Resepsi Masyarakat terhadap Dakwah
Salafus Shalih di Dusun 2 Desa Way Huwi Kecamatan Jati Agung
Kabupaten Lampung Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan bagaimana masyarakat Dusun 2 merespons dakwah
Salafus Shalih, baik melalui penerimaan maupun penolakan. Dakwah
Salafus Shalih dipahami sebagai upaya pemurnian Islam yang
berlandaskan Al-Qur‘an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi awal
umat Islam (salafus shalih). Kehadirannya kerap menimbulkan dinamika
sosial, khususnya ketika bersentuhan dengan tradisi keagamaan lokal
yang sudah lama dipraktikkan oleh masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
pendekatan penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan
melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Angket
melibatkan 25 responden sebagai gambaran umum resepsi masyarakat.
Data primer diperoleh dari wawancara dengan tokoh agama, jamaah
Salafus Shalih, dan masyarakat setempat, sedangkan data sekunder
berasal dari literatur dan dokumen yang relevan. Analisis dilakukan
dengan pendekatan sosiologis, fenomenologis, dan psikologis untuk
memahami resepsi masyarakat dalam konteks sosial, budaya, dan
pendidikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi masyarakat Dusun
2 Desa Way Huwi terhadap dakwah Salafus Shalih dipengaruhi oleh
beberapa faktor penting. Tingkat pendidikan memberikan perbedaan
dalam cara menerima dakwah: masyarakat dengan pendidikan menengah
ke atas cenderung menafsirkan dengan lebih kritis, sementara masyarakat
dengan pendidikan dasar lebih menerima secara praktis. Faktor sosial dan
budaya juga berperan, terutama tradisi keagamaan seperti tahlilan dan
yasinan yang masih dijaga sebagian masyarakat sehingga memunculkan
sikap negosiasi bahkan penolakan terhadap dakwah Salafus Shalih. Di
sisi lain, pengaruh media dakwah baik melalui kajian langsung maupun
media sosial mendorong sebagian masyarakat untuk lebih mudah
menerima ajaran yang disampaikan.
Dengan demikian, resepsi masyarakat terbagi dalam tiga bentuk,
yaitu penerimaan penuh terhadap dakwah Salafus Shalih, penerimaan
dengan penyesuaian terhadap tradisi lokal, dan penolakan karena
dianggap tidak sejalan dengan budaya keagamaan yang sudah ada.
Temuan ini menunjukkan bahwa faktor pendidikan, sosial, dan budaya
menjadi penentu utama dalam membentuk sikap masyarakat terhadap
dakwah Salafus Shalih di Dusun 2 Desa Way Huwi. ABSTRACT
This research, entitled “Community Reception toward the
Da„wah of Salafus Shalih in Dusun 2, Way Huwi Village, Jati Agung
District, South Lampung Regency”, aims to describe how the
community of Dusun 2 responds to the da„wah of Salafus Shalih,
either through acceptance or rejection. The da„wah of Salafus Shalih
is understood as an effort to purify Islam based on the Qur‟an and
Sunnah in accordance with the understanding of the earliest
generations of Muslims (salafus shalih). Its presence often creates
social dynamics, especially when it encounters local religious
traditions that have long been practiced by the community.
This study employed a qualitative descriptive method with a
field research approach. Data were collected through questionnaires,
interviews, observation, and documentation. The questionnaire
involved 25 respondents to provide an overview of community
reception. Primary data were obtained from interviews with religious
leaders, Salafus Shalih congregation members, and local residents,
while secondary data came from relevant literature and documents.
The analysis applied sociological, phenomenological, and
psychological approaches to understand community reception within
its social, cultural, and educational contexts.
This study found that the reception of the community in Dusun
2, Way Huwi Village, towards the da‟wah of Salafus Shalih is
influenced by several key factors. The level of education creates
differences in response: those with higher education tend to interpret
the teachings more critically, while those with lower education accept
them more practically. Social and cultural traditions, especially
rituals such as tahlilan and yasinan, also shape the reception, leading
to negotiation or even rejection of the da‟wah. On the other hand, the
role of da‟wah media, both through direct sermons and social media,
encourages wider acceptance among some community members.
Therefore, the community‟s reception can be categorized into
three forms: full acceptance of the da‟wah of Salafus Shalih, selective
acceptance with adjustments to local traditions, and rejection due to
incompatibility with established religious practices. These findings
indicate that education, social, and cultural factors are the main
determinants of how the community perceives the da‟wah of Salafus
Shalih in Dusun 2, Way Huwi Village
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MENGIKUTI PENGAJIAN DI MAJELIS TAKLIM NURUL HUDA DESA BRAJA YEKTI KECAMATAN BRAJA SELEBAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
ABSTRAK
Majelis taklim merupakan salah satu sarana penting dalam
pembinaan keagamaan masyarakat, terutama di lingkungan
pedesaan. Namun, minat dan semangat jamaah untuk mengikuti
pengajian tidak selalu stabil, sehingga diperlukan peran aktif
pengurus dalam membangkitkan antusiasme tersebut. Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interpersonal
sebagai kunci dalam membina hubungan yang harmonis antara
pengurus dan jamaah, serta sebagai upaya untuk meningkatkan
partisipasi jamaah dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini
bertujuan mengetahui Bagaimana Komunikasi Interpersonal
Dalam Meningkatkan Partisipasi Mengikuti Pengajian Di
Majelis Taklim Nurul Huda Desa Braja Yekti Kecamatan Braja
Selebah Kabupaten Lampung Timur dan Bagaimana Faktor
penghambat Komunikasi Interpersonal Dalam Meningkatkan
Partisipasi Mengikuti Pengajian Di Majelis Taklim.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam dengan pengurus dan jamaah,
serta dokumentasi. Subjek penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling sehingga mendapatkan informan 4 Pengurus
dan 7 anggota Majelis Taklim.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi
interpersonal yang terjalin antara pengurus majelis taklim dan
jamaah, baik secara verbal maupun nonverbal, mampu
menciptakan suasana kekeluargaan dan keterbukaan. Hubungan
yang harmonis ini mendorong peningkatan partisipasi jamaah
dalam mengikuti pengajian secara rutin. Faktor-faktor yang
mendukung antara lain: kedekatan emosional, intensitas
interaksi, serta keteladanan para pengurus. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa komunikasi interpersonal yang
efektif berperan signifikan dalam mendorong partisipasi jamaah,
dan menjadi strategi penting dalam pengembangan kegiatan
keagamaan di lingkungan masyarakat desa
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Partisipasi, Pengajian,
Majelis Taklim, Desa Braja Yekti
ABSTRACT
Majelis taklim is an important tool in fostering the
religious development of the community, especially in rural
areas. However, the interest and enthusiasm of the congregation
to attend the recitation is not always stable, so it requires an
active role of the management in arousing that enthusiasm. This
research is motivated by the importance of interpersonal
communication as a key in fostering harmonious relationships
between administrators and congregants, as well as an effort to
increase congregation participation in religious activities. This
study aims to determine how the Interpersonal Communication
of the Management in Increasing the Spirit of the Congregation
to Follow the Recitation at Majelis Taklim Nurul Huda, Braja
Yekti Village, Braja Selebah District, East Lampung Regency.
This study employed a qualitative approach with
descriptive methods. Data collection techniques included
observation, in-depth interviews with administrators and
congregation members, and documentation. Purposive sampling
was used to select four members of the board, and seven
members of the Majelis Taklim (Islamic study group).
The results indicate that interpersonal communication
between the Majelis Taklim administrators and the
congregation, both verbally and nonverbally, fosters a sense of
camaraderie and openness. This harmonious relationship
encourages increased congregational participation in regular
Koranic study sessions. Supporting factors include emotional
closeness, intensity of interaction, and the role models of the
administrators. The study concludes that effective interpersonal
communication plays a significant role in encouraging
congregational participation and is an important strategy for
developing religious activities within the village community.
Keywords: Interpersonal Communication, Participation,
Koranic Study, Majelis Taklim, Braja Yekti Villag
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEPUASAAN WALI SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL – HIKMAH KEDATON
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya Pondok Pesantren
Al-Hikmah Bandar Lampung untuk meningkatkan efisiensi
pengelolaan data santri dan mempererat komunikasi dengan wali
santri melalui penerapan sistem informasi manajemen berbasis digital.
Aplikasi Pesantren Smart Digital (PSD) digunakan sebagai sarana
utama dalam administrasi dan pelaporan untuk mempermudah akses
informasi serta mempercepat pelayanan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi
terhadap staf administrasi, admin TU, dan wali santri. Keabsahan data
diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis mengacu pada
model keberhasilan sistem informasi DeLone dan McLean, yang
mencakup lima dimensi: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas
layanan, penggunaan sistem, dan kepuasan pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PSD
berjalan efektif. Dari aspek kualitas sistem, aplikasi mudah
digunakan dan stabil. Kualitas informasi dinilai akurat, lengkap,
dan real-time. Kualitas layanan tergolong baik dengan dukungan
admin yang responsif. Pada penggunaan sistem, admin TU dan
wali santri aktif mengakses aplikasi setiap hari, sementara staf
administrasi
menggunakannya secara berkala. Secara
keseluruhan, tingkat kepuasan pengguna tinggi karena sistem
mempermudah pengelolaan administrasi dan komunikasi antara
pondok dan wali santri.
Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen, Pesantren Smart Digital,
DeLone dan McLean, Pondok Pesantren, Kepuasan Wali Santri.
ii
ABSTRACK
This study is motivated by the efforts of Pondok Pesantren Al
Hikmah Bandar Lampung to improve the efficiency of student data
management and strengthen communication with parents through the
implementation of a digital-based management information system.
The Pesantren Smart Digital (PSD) application is used as the main
tool for administration and reporting to simplify information access
and accelerate services.
This research employs a descriptive qualitative approach using
interviews, observations, and documentation involving administrative
staff, the head of administration (TU), and student guardians. Data
validity was tested using source triangulation, while data analysis
referred to the DeLone and McLean information system success
model, which includes five dimensions: system quality, information
quality, service quality, system use, and user satisfaction.
The results show that the implementation of PSD has been
effective. In terms of system quality, the application is easy to use and
stable. Information quality is considered accurate, complete, and real
time. Service quality is rated good, supported by responsive
administrative assistance. Regarding system use, administrative staff
and parents actively access the application daily, while other staff use
it periodically. Overall, the level of user satisfaction is high because
the system simplifies administrative management and enhances
communication between the institution and parents.
Keywords: Management Information System, Pesantren Smart
Digital, DeLone and McLean, Islamic Boarding School, Parent
Satisfaction
ETIKA SEKSUAL DALAM KITAB FATHUL IZĀR KARYA KH ABDULLAH FAUZI PASURUAN
ABSTRAK
Etika seksual memiliki pedoman tersendiri dalam
penerapannya. Saat individu mampu mengendalikan dorongan mereka
dan bertindak dengan cara yang menghargai diri sendiri serta orang lain,
mereka bisa dianggap etis dalam mengelola keinginan mereka. Realitas
seksualitas sekarang tidak lagi mempertimbangkan aspek moral hanya
sebatas nafsu semata. Ini mengindikasikan bahwa persoalan seksualitas
tidak ada kaitan sama sekali dengan agama, padahal agama memiliki
nilai etis dalam mengatur seksualitas. Salah satu karya yang penting
dalam konteks ini adalah Fathul Izar karya KH. Abdullah Fauzi
Pasuruan, sebuah kitab berbahasa Arab Pegon yang secara khusus
membahas adab dan tuntunan hubungan seksual dalam pernikahan
menurut ajaran Islam. Kajian terhadap kitab ini belum banyak
dilakukan secara mendalam dari sudut pandang etika Islam, khususnya
dalam pendekatan etika normatif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kepustakaan (library research), dan analisis data
dilakukan secara deskriptif-analitis. Kerangka teori yang digunakan
adalah etika normatif Islam, khususnya gagasan etika dari Murtadha
Muthahhari, yang mencakup tiga dimensi etika: individual, sosial, dan
spiritual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Fathul Izar
menekankan etika seksual yang berpijak pada nilai-nilai moral Islam
seperti kesucian, tanggung jawab, kasih sayang, dan pengendalian
nafsu. Etika dalam kitab ini bersifat normatif-religius, di mana
seksualitas diposisikan sebagai bagian dari ibadah yang bernilai
spiritual jika dilakukan sesuai syariat dan adab yang diajarkan. KH.
Abdullah Fauzi tidak hanya memuat aspek teknis hubungan seksual,
tetapi juga mengaitkannya dengan tujuan moral dan kemuliaan rumah
tangga. Dengan Demikian, penelitian ini menegaskan bahwa agama
mengatur prihal seksualitas.
Kata kunci: Etika, Seksual, Fathul Izar
iv
v
ABSTRACT
Sexual ethics has its own guidelines for implementation. When
individuals are able to control their impulses and act in a manner that
respects themselves and others, they can be considered ethical in
managing their desires. The reality of sexuality today no longer
considers the moral aspect merely as lust. This suggests that the issue
of sexuality has no connection whatsoever with religion, even though
religion holds ethical values in regulating sexuality. One important
work in this context is Fathul Izar by KH. Abdullah Fauzi Pasuruan, a
book written in Pegon Arabic that specifically discusses the manners
and guidance of sexual relations within marriage according to Islamic
teachings. In-depth studies of this book from the perspective of Islamic
ethics, particularly using a normative ethical approach, are still few.
This study uses a qualitative method with a library research
approach, and data analysis is conducted descriptively-analytically. The
theoretical framework used is Islamic normative ethics, specifically the
ideas of ethics from Murtadha Muthahhari, which include three
dimensions of ethics: individual, social, and spiritual.
The results of the study show that the Fathul Izar book
emphasizes sexual ethics based on Islamic moral values such as purity,
responsibility, affection, and self-control/restraint of desire. The ethics
in this book are normative-religious, where sexuality is positioned as an
act of worship that holds spiritual value if performed in accordance with
the Shari'a (Islamic law) and the taught manners. KH. Abdullah Fauzi
not only includes technical aspects of sexual intercourse but also
connects them to the moral goals and dignity of the household. Thus,
this research affirms that religion regulates the matter of sexuality.
Keywords: Ethics, Sexual, Fathul Izar
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DI SMPN 8 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pendidikan sesungguhnya mempunyai makna sebagai suatu proses
pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik, serta dapat
menciptakan kondisi atau situasi tertentu dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan, baik
formal maupun non formal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan
mendeskripsikan konsep implementasi pendidikan agama Islam dan budi
pekerti dalam membentuk karakter religius di SMPN 8 Bandar Lampung.
Kajian ini meliputi bentuk implementasi, evaluasi dan hasil pendidikan
agama Islam dan budi pekerti dalam membentuk karakter religius di
SMPN 8 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode
pendekatan berbentuk deskriptif yaitu etnografi dan jenis penelitian
kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
di SMPN 8 Bandar Lampung.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan
penelitian ini adalah :
1) Implementasi pendidikan karakter religius di SMPN 8 Bandar Lampung
dilakukan melalui empat strategi utama: pembelajaran (teaching),
keteladanan (modelling), penguatan (reinforcing), dan pembiasaan
(habituation). Strategi pembelajaran mengintegrasikan nilai-nilai religius
ke dalam mata pelajaran, didukung oleh motivasi, serta guru yang
memberikan keteladanan dan penerapan pembiasaan dalam kegiatan
sehari-hari. 2) Evaluasi program dilakukan secara komprehensif,
mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, menggunakan metode
seperti observasi atau pengamatan, penilaian diri, portofolio, wawancara
atau diskusi, dan tes tertulis.
3) SMPN 8 Bandar Lampung berhasil membentuk karakter religius
peserta didik yang konsisten menerapkan nilai-nilai religius dalam
kegiatan sehari-hari, peran keteladanan pendidik menjadi kunci penting
dalam pembinaan akhlak dan pembentukan karakter religius peserta didik.
Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam, Budi Pekerti, Karakter
Religius, Sekolah
vi
ABSTRACT
Education essentially carries the meaning of a process of shaping
the character and abilities of students, and can create certain conditions
or situations in social life. Character formation can be carried out
through educational institutions, both formal and non-formal. The
purpose of this study is to analyze and describe the concept of
implementing Islamic Religious Education and Character Education in
shaping religious character at SMPN 8 Bandar Lampung. This study
covers the forms of implementation, evaluation, and results of Islamic
Religious Education and Character Education in shaping religious
character at SMPN 8 Bandar Lampung. This research uses a descriptive
approach in the form of ethnography and is classified as qualitative
research. Data were collected through observation, interviews, and
documentation at SMPN 8 Bandar Lampung.
Based on the research findings, the conclusions of this study are: 1)
The implementation of religious character education at SMPN 8 Bandar
Lampung is carried out through four main strategies: teaching, modeling,
reinforcing, and habituation. The teaching strategy integrates religious
values into subjects, supported by motivation, as well as teachers who
provide role models and apply habituation in daily activities. 2) The
evaluation of the program is conducted comprehensively, covering
cognitive, affective, and psychomotor domains, using methods such as
observation, self-assessment, portfolios, interviews or discussions, and
written tests. 3) SMPN 8 Bandar Lampung has successfully shaped the
religious character of students who consistently apply religious values in
their daily activities. The role of teachers as role models is a key factor in
character development and the shaping of students' religious character.
Keywords : Islamic Religious Education, Character Education,
Religious Character, School
vii
ُ ُ ة َصلاُلخا
ُُ ِ ما َ اُسُُو
ُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشماُ ُلي ِك ْشَ ج
.
َُّ ه َأُ َ كَمُ، ِ و ِ ثا َ رْدُكُ ِ ة َ ي ِمْنَث َ وُ ِبِ ما َّطماُ ِ ة َّ ي ِصْ َ شَُ ِلي ِك ْشَت ِ مُ ًة َّ ي ِ ل َ عَُ ِنِْؼ َ يُ ِ و ِ تَلي ِ ل َحُ ِفُِ َيمِ ل ْؼَّتماُ َّن ّ ا
ُ ِ ة َّ ي ِغا َ م ِ ت ْح ِلِاُ ِ ةا َ يَلحاُ ِفُِ ِ ةَ ن َّ ي َؼ ُ لماُ ِتا َّ ي ِ ؼ ْضَ وماُ ِوَأُ ِ فو ُ رُّظماُ ِ داَيج ّ اُ ِفِ
.
ُ ُنِكْ مُ ي َ و
ُ ٍ ة َّ ي ِ ْسَْ رُ َ ْيَْؿُ ْ وَأُ ًة َّ ي ِ ْسَْ رُ ْتَه َ كَُ ٌ ءا َ و َ سُ، ِ ة َّ ي ِ يم ِ ل ْؼَّتم اُ ِتا َ اَّ سَؤ ُ لماُ ِل َ لاِخُ ْنِ م
ُ َ لَ ّ اُ ُثْحَ بماُا َذٰىُ َفَدَى
ُ َّ ي ِ ك َ لاْخَلأاُ ِ ة َ يِب ْ َّتَّما َ وُ ِ ّ يِ م َ لاْ س ّ لِاُ ِ ني ِ ّلاُ ِ يمِ ل ْؼَثُ ِ قيِب ْطَثُ ِ موُيْفَمُ ِ فْ صَ و َ وُ ِ لي ِ لْ َ تَ
ُ ِ ه ِذٰىُ ُلَ م ْشَ ج َ و
.
ُ ِلي ِك ْشَ جُ ِ فُِ ِ ة
ؽْهو ُ ب ْم َ لُِ ْ رَدْه َ بَُ ِفُِ ِ ةَن ِ ماَّثماُ ِ ة َّ ي ِ مو ُكُلحاُ ِ ة َطِ ّ سَ وَت ُ لماُ ِ ة َ سَ رْد َ لماُ ِفُِ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشما
ُ ِلي ِك ْشَ جُ ِ فُِ ِ ق َ لا
ُْخَلأا َ وُ ِ ّ يِ م َ لاْ س ّ لِاُ ِ ني ِ ّلاُ ِ يمِ ل ْؼَثُ َ جِ ئاَتَه َ وُ ، ِ يمِي ْلَّتما َ وُ ، ِقيِب ْطَّتماُ َ ْ كَْشُ ُ ة َ سا َ رِ ّلا
.
ُ َ ِلِٰ ذ َ وُ، ٍ ّ يِ ّ َ كُ ٍدي ِدْ َ تَُ َ لاِبُا ًّ ي ِ ف ْ صَ وُا ًجَ ْنَْمُ ُثْحَ بماُا َذٰىُ َ ع َ بَّث ِ ا
ُ ِ ة َّ ي ِ ف ْ ي َكماُ ِثوُحُ بماُ ِعا َ وْه َأُ ُدَحَأُ َ وُى َ وُ، ِ ّ ِفِا َ رْؾوُنْج ّ لِاُ ِبوُ ل ْ سُلأاُ ِ ما َدْخِ ت ْ س ِبَ
ُ ِ ة َ سَ رْد َ لماُ َ ْلِْ ثُ ِفُِ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشما
و
ُ َ
.
ؽْهو ُ ب ْم َ لِ
ُ ْ
رَدْه َ بَ
.
ُ ْنِ مُ ِتَنَا َ ي َ بماُ ُ عْ َجََُّ َ تَُ ْدَك
ُ ِفُِ ِ ةَن ِ ماَّثماُ ِ ة َّ ي ِ مو ُكُلحاُ ِ ة َطِ ّ سَ وَت ُ لماُ ِ ة َ سَ رْد َ لماُ ِفُِ ِقي ِ ج ْ وَّتما َ وُ، ِ َ لََ باَل ُ لما َ وُ، ِ ة َ بَكا َ ر ُ لماُ ِل َ لاِخ
ُ
:
ُ ٍ ة َّ ي ِ اي ِ ئ َ ر
َُّ َ تَ
)
١
:(
ُ ِفُِ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشماُ ِ يمِ ل ْؼَثُ ُقيِب ْطَث
ُ ٍتا َّ ي ِجي ِ ثاَ ِتَّ ْ ساُ ِ عَ ب ْ رَأُ ِل َ لاِخُ ْنِ مُؽْهو ُ ب ْم َ لُِ ْ رَدْه َ بَُ ِفُِ ِ ةَن ِ ماَّثماُ ِ ة َّ ي ِ مو ُكُلحاُ ِ ة َطِ ّ سَ وَت ُ لماُ ِ ة َ سَ رْد َ لما
ُ ِجَم َنَْ َبَماُ ُيمِي ْلَثُ ىَ رْ ُ يج
)
٢
.(
ُ ِلَ يُ َ كَمُ ُوَت َصَلاُخُ َّن ّ اَفُ، ِثْحَ بماُ ِجِ ئاَتَهُ َلََػُ ً ءا َ نِب َ و
ُ َح
.
ُ ًةَموُغْدَمُ، ِ ة َّ ي ِ سا َ رِ ّلاُ ِ ّدا َ و َ لماُ ِفُِ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ َ يمِ لماُ ُ جْمَدَُّ َ تَُ ُثْ ي
ُ ِ ة َّ ي ِ م ْ و َ يماُ ِ ة َط ِ شْ و َلأاُ ِ فُِ ِ دي ِوْؼَّتماُ ِ قيِب ْطَث َ وُ ، ِ ِ ّ لَُّؼ ُ لماُ ِ جَذو ُ مَه َ وُ ،ِزِ فاَلح ِبَ
ُ ِدي ِوْؼَّتما َ وُ،ِزيِزْؼَّتما َ وُ، ِ ة َ وْدُلما َ وُ، ِ ُّ لَُّؼَّتما
َُلْث ِ مُ ُبي ِ ما َ سَأُ ِ وي ِ فُ ُمَدْخَت ْ اُس َ وُ،َّ ِكِ َ رَلحا َ وُ، َّ يِ ف ِطا َؼما َ وُ،َّ ِفِِرْؼ َ لما
ُ ِ ّ ِباَت ِكماُ ِ را َ ب ِ تْخالاَ وُ ، ِ َ لََ باَل ُ لما َ وُ ، ِ ّفل َ لما َ وُ ، ِتا َّلذاُ ِ يمِي ْلَث َ وُ ، ِ ة َ بَكا َ ر ُ لما
ُ َلا َجَ لماُ ُلَ م ْشَس َ وُ،ٍلِ ما َشُ ٍ ْكَْشِب
)
٣
(
ُ ُ ة َ سَ رْد َ لماُ ِ تَح َ نَ
ُ َني ِ َّ لذاُ، ِب َّ لاُّطل ِ نُ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشماُ ِلي ِك ْشَ جُ ِفُِؽْهو ُ ب ْم َ لُِ ْ رَدْه
ُ ِ ة َّ ي ِ م ْ و َ يماُ ُ م ِتَِط ِ شْ وَأُ ِفُِ ٍرا َ رْ م ِ ت ْ س ِبَُ َة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ َ يمِ لماُ َنوُلِ ّ ب َطُ ي
ُ َ بَُ ِفُِ ُ ةَن ِ ماَّثماُ ُ ة َّ ي ِ مو ُكُلحاُ ُ ة َطِ ّ سَ وَت ُ لما
ُا ًّ ي ِ سا َ سَأُا ًحاَتْف ِ مُ ٍ ة َ وْدُل َ كُ ِ ِ ّ لَُّؼ ُ لماُ ُ ر ْ وَدُ ُّدَؼُ ي َ و
.
ُِب َّ لاُّطل ِ نُ ِ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ِ ة َّ ي ِصْخَّشماُ ِلي ِك ْشَ ج َ وُ ِق
ُ ُ ة َ سَ رْد َ لماُ، ُ ة َّ ي ِ ني ِ ّلاُ ُ ة َّ ي ِصْخَّشماُ، ُق َ لاْخَلأاُ، ُ ة َّ ي ِ م َ لاْ س ّ لِاُ ُ ة َ يِب ْ َّتَّما
ُ َ لاْخَلأاُ ِ ءا َ نِبُ ِفِ
:
ُ ُ ة َّ ي ِحاَتْف ِ لماُ ُتا َ م ِ َكَم
A N A L I S I S S I Y Ā S A H TANFIŻIYYAH T E R H A D A P I M P L E M E N T A S I KEPUTUSAN KEPALA DESA TENTANG PEMBENTUKAN TIM RELAWAN PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN (Studi Di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan)
ABSTRAK
Kebakaran adalah suatu peristiwa nyala api baik kecil maupun besar
pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat
merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Kebakaran juga
merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerusakan harta benda,
korban jiwa, dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Oleh karena itu,
diperlukan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Latar belakang
penelitian ini adalah pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam
melindungi masyarakat dari bencana kebakaran, sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan serta ajaran Islam yang menekankan
kemaslahatan umat.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana
implementasi Keputusan Kepala Desa Tentang Pembentukan Tim Barisan
Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Pemberdayaan Masyarakat
Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran di Desa Kunjir
Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. 2) Bagaimana analisis
Siyāsah Tanfiżiyyah terhadap implementasi Keputusan Kepala Desa Tentang
Pembentukan Tim Barisan Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,
Pemeberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan
Kebakaran di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi keputusan
dan memahami perspektif Siyasah Tanfiżiyyah terkait pencegahan kebakaran
di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.Penelitian
ini termasuk kedalam penelitian lapangan (field research) data primer
diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan
dengan cara pemeriksaan data dan sistematis data. Analisis data dilakukan
dengan cara analisis deskriptif.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan tim
relawan pemadam kebakaran dan pemberdayaan masyarakat di desa Kunjir
bahwa pada implementasinya belum dilaksankan secara optimal, karena tim
relawan hanya memeberikan sosialisasi kepada masyarakat. Akan tetapi pada
beberapa tugas seperti membentuk pemetaan daerah rawan kebakaran di
lingkungan sekitar dan piket jaga di pos pemadam atau pos terpadu lingkungan
masimg-masing belum sepenuhnya dilaksanakan. Dengan demikian, hasil
analisis siyāsah tanfiżiyyah pada penelitian yang sudah dilakukan belum
memberikan kontribusi terhadap pemahaman siyāsah tanfiżiyyah lebih
tepatnya pada prinsip siyāsah tanfiżiyyah karena kebijakan ini belum
dilaksanakan secara optimal. Sehingga kebijkan ini belum dapat memberikan
kemaslahatan bagi kehidupan masyarakat. ABSTRACT
Fire is an event of a flame, either small or large, in an
unwanted place, situation and time that is detrimental and generally
difficult to control. Fire is also a serious threat that can cause property
damage, loss of life, and disruption to community activities. Therefore,
effective preventive measures are needed. The background of this study
is the importance of village government involvement in protecting the
community from fire disasters, as regulated in laws and regulations and
Islamic teachings that emphasize the welfare of the community.
The formulation of the problem in this study is 1) How is the
implementation of the Village Head's Decree on the Formation of a
Volunteer Firefighting and Rescue Team, Community Empowerment in
Fire Prevention and Handling in Kunjir Village, Rajabasa District,
South Lampung Regency. 2) How does Siyasāh Tanfiziyyah analyze the
implementation of the Village Head's Decree on the Establishment of a
Volunteer Firefighting and Rescue Team, Community Empowerment in
Fire Prevention and Handling in Kunjir Village, Rajabasa District,
South Lampung Regency. The purpose of this study is to determine the
implementation of the decision and understand the perspective Siyasah
Tanfiziyyah regarding fire prevention in Kunjir Village, Rajabasa
District, South Lampung Regency. This study is included in field
research (field research) primary data is obtained from the results of
interviews and documentation. Data management is done by means of
data examination and data systematic. Data analysis is done by means
of descriptive analysis.
The results of this study conclude that the formation of a
volunteer firefighting team and community empowerment in Kunjir
village have not been optimally implemented, because the volunteer
team only provides information to the community. However, several
tasks, such as mapping fire-prone areas in the surrounding
environment and guard duty at fire stations or integrated posts in each
neighborhood, have not been fully implemented. Thus, the results of the
analysis of siyāsah tanfiżiyyah in the research that has been conducted
have not contributed to a more accurate understanding of siyāsah
tanfiżiyyah, specifically the principles of siyāsah tanfiżiyyah, because
this policy has not been implemented optimally. As a result, this policy
has not been able to provide benefits for the community