Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGARUH RASIO EARLY WARNING SYSTEM TERHADAP TINGKAT SOLVABILITAS PADA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2020 - 2024

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio Early Warning System (EWS) terhadap tingkat solvabilitas pada perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia selama periode 2020 – 2024. Rasio EWS yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rasio beban klaim dan rasio retensi sendiri. Tingkat solvabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban finansialnya yang diukur melalui pendekatan Risk Based Capital (RBC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel. Sampel penelitian terdiri dari 26 perusahaan asuransi jiwa syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan secara konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode pengamatan. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji chow, uji hausman dan uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, rasio beban klaim dan retensi sendiri memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat solvabilitas. Secara simultan, kedua rasio tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas. Temuan ini sejalan dengan teori sinyal, yang menyatakan bahwa rasio – rasio keuangan dapat memberikan sinyal kepada pemangku kepentingan terkait kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan manajemen risiko dan peningkatan transparansi laporan keuangan di industri asuransi jiwa syariah. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Early Warning System (EWS) ratio on the solvency level of sharia life insurance companies in Indonesia during the period 2020 - 2024. The EWS ratios used in this study include the claims load ratio and the selfretention ratio. The level of solvency is an important indicator in assessing the ability of insurance companies to meet their financial obligations, measured through the Risk Based Capital (RBC) approach. This research employs a quantitative approach with panel data analysis methods. The sample consists of 26 sharia life insurance companies registered with the Financial Services Authority (OJK) that consistently publish annual financial reports during the observation period. The analysis techniques used include descriptive statistical tests, Chow tests, Hausman tests, and hypothesis tests (t-tests and Ftests). The research results indicate that partially, the claim load ratio and self-retention ratio have a significant effect on the level of solvency. Simultaneously, both ratios also significantly affect solvency. These findings are in line with signaling theory, which states that financial ratios can provide signals to stakeholders regarding the financial condition of the company. This research is expected to contribute to strengthening risk management and improving the transparency of financial reports in the Islamic life insurance industry

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN POP-UP BOOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS IV MATA PELAJARAN IPAS DI MIN 10 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    Abstract: (English) This study aims to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by pop-up book media on the critical thinking skills of fourth-grade students in the IPAS subject. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a posttest-only control group design. The sample consisted of two classes: the experimental group, which used the PBL model with pop-up book assistance, and the control group, which used the cooperative Think Pair Share method. The research instrument was a multiple-choice test based on indicators of critical thinking skills. The data analysis revealed a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups. The experimental group achieved higher learning outcomes, indicating that the combination of PBL and visual media such as pop-up books effectively enhances students’ critical thinking skills. The novelty of this research lies in the integration of a problem-based learning model and visual media in IPAS instruction, particularly for fourth grade students who had never used such media before. This approach has proven to encourage active student engagement and provide a more enjoyable and meaningful learning experience. Keywords: Problem-Based Learning, pop-up book, critical thinking, IPAS, elementary school students Abstrak: (Indonesia) 2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media pop up book terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe posttest only control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL berbantuan pop-up book dan kelas kontrol yang menggunakan metode kooperatif Think Pair Share. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis. Hasil analisisdata menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest peserta didik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa kombinasi antara pendekatan PBL dan media visual seperti pop-up book mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis secara efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara model pembelajaran berbasis masalah dan media visual dalam pembelajaran IPAS, khususnya untuk peserta didik kelas IV yang belum pernah menggunakan media serupa sebelumnya. Pendekatan ini terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Kata Kunci: Problem-Based Learning, pop-up book, berpikir kritis, IPAS, peserta didik sekolah dasar

    PENGARUH HERDING BEHAVIOR DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI PADA PASAR MODAL SYARIAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh herding behavior dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi pada pasar modal syariah, dengan fokus pada masyarakat di Kota Bandar Lampung. Perkembangan pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang sesuai prinsip syariah menuntut pemahaman yang baik dari para investor, baik secara rasional melalui literasi keuangan maupun secara emosional melalui fenomena herding. Herding behavior merujuk pada kecenderungan individu mengikuti keputusan kelompok tanpa mempertimbangkan informasi atau analisis pribadi. Di sisi lain, literasi keuangan mencerminkan kemampuan individu dalam memahami dan mengelola keuangan serta mengambil keputusan investasi secara bijak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat Bandar Lampung yang pernah atau sedang berinvestasi di pasar modal syariah. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herding behavior memiliki signifikasi sebesar 0,000, dan thitung sebesar 11.165 taraf sig. Kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) yang berarti Herding Behavior berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi, yang mengindikasikan masih adanya kecenderungan investor dalam mengikuti arus mayoritas. Sementara itu, literasi keuangan memiliki signifikasi sebesar 0,000, dan thitung sebesar 4.246 yang berarti literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, yang menandakan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin rasional pula keputusan investasi yang diambil. Berdasarkan uji simultan menunjukan nilai sig. 0,000 < 0,05 dan nilai fhitung 138.435 yang berarti secara simultan Herding Behavior dan Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Investasi. ABSTRACK This study aims to analyze the influence of herding behavior and financial literacy on investment decisions in the Islamic capital market, with a focus on the community in Bandar Lampung City. The development of the Islamic capital market as an investment alternative that complies with Islamic principles requires a good understanding from investors, both rationally through financial literacy and emotionally through the phenomenon of herding. Herding behavior refers to the tendency of individuals to follow group decisions without considering personal information or analysis. On the other hand, financial literacy reflects an individual's ability to understand and mange finances and make wise investment decisions. This study uses a quantitative approach with a survey method. Data was collected through the distribution of questionnaires to the people of Bandar Lampung who have invested or are currently investing in the Islamic capital market. The analysis technique used was multiple linear regression to determine the simultaneous and partial effects of independent variables on the dependent variable. The results of the study show that herding behavior has a significance of 0.000 and a t-value of 11.165 at the 0.05 significance level. Less than 0.05 (0.000 < 0.05), indicating that herding behavior significantly influences investment decisions, suggesting that investors still tend to follow the majority trend. Meanwhile, financial literacy has a significance level of 0.000, and a t-value of 4.246, which means that financial literacy also has a positive and significant effect on investment decisions, indicating that the higher the level of financial literacy, the more rational the investment decisions made. Based on the simultaneous test, the sig. value is 0.000 < 0.05 and the f-value is 138.435, indicating that Herding Behavior and Financial Literacy simultaneously have a significant impact on Investment Decisions

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMPERTAHANKAN AKREDITASI A DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KOTA AGUNG

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan penelitian ini berangkat dari sekolah swasta yang ada di pedesaan yang mampu mempertahankan akreditasi A sampai saat ini. Keberhasilan ini dibuktikan dengan perolehan dua sertifikat akreditasi A berturut-turut yaitu periode 2017-2022 dan 2022-2027 dengan nilai 91. Meskipun telah meraih predikat tertinggi, tantangan untuk mempertahankan akreditasi A tidaklah mudah, hal ini dikarenakan standar mutu pendidikan terus berkembang dan dinamika internal yang perlu dikelola. Hasil dari pra- penelitian ditemukan fakta bahwa dari total 33 pendidik dan tenaga kependidikan hanya 6 orang yang telah memiliki sertifikat pendidik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa dari 33 pendidik dan tenaga kependidikan hanya 6 orang yang surah tersertifikasi. Dengan demikian penelitian ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perumusan strategi, implementasi strategi dan evalusi strategi kepala sekolah dalam mempertahankan akreditasi A di SMA Muhammadiyah 1 Kotaagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, staf tata usaha, serta komite sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap sesuai teori manajemen strategis Fred R. David: perumusan strategi (penyusunan dan revisi visi misi), implementasi (komunikasi intensif, pengelolaan keuangan transparan, promosi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru), serta evaluasi (melibatkan seluruh pihak berdasarkan capaian prestasi siswa dan mutu sekolah). Keberhasilan SMA Muhammadiyah 1 Kotaagung mempertahankan akreditasi A membuktikan bahwa penerapan strategi manajemen yang terencana, partisipatif, dan adaptif sangat berperan dalam menjaga mutu pendidikan dan keberlanjutan akreditasi sekolah. Kata Kunci: Strategi, Akreditasi A, Pendidik dan Tenaga Kependidikan ii ABSTRACT This research problem stems from a private school in a rural area that has maintained its A-level accreditation to date. This success is evidenced by the achievement of two consecutive A-level accreditation certificates, for the 2017-2022 and 2022-2027 periods, with a score of 91. Despite achieving the highest standard, maintaining A-level accreditation is challenging, due to the constant development of educational quality standards and the need to manage internal dynamics. Pre-research revealed that out of a total of 33 educators and educational staff, only six hold teaching certificates. This raises the question of why only six of these 33 educators and educational staff are certified. Therefore, this research merits further study. The purpose of this study was to determine and analyze the strategy formulation, implementation, and evaluation of the principal's strategy in maintaining A-level accreditation at SMA Muhammadiyah 1 Kotaagung. This study used a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Research informants included the principal, vice principal for curriculum, teachers, administrative staff, and the school committee. Data were analyzed through reduction, presentation, and verification, and their validity was tested using source and technique triangulation. The results showed that the principal's strategy was systematically implemented through three stages, in accordance with Fred R. David's strategic management theory: strategy formulation (developing and revising the vision and mission), implementation (intensive communication, transparent financial management, school promotion, and teacher competency improvement), and evaluation (involving all parties based on student achievement and school quality). The success of Muhammadiyah 1 Kotaagung High School in maintaining its A-level accreditation demonstrates that the implementation of a planned, participatory, and adaptive management strategy plays a significant role in maintaining educational quality and sustaining school accreditation. Keywords: Strategy, A-Level Accreditation, Educators and Education Personne

    KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENANGANI TRAUMA PADA ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK (LPA)TULANG BAWANG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Kekerasan seksual merupakan semua tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tindakan seksual atau tindakan lain yang diarahkan pada seksualitas seseorang dengan menggunakan paksaan tanpa memandang status hubungannya dengan korban. Klien yang ada di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Kabupaten Tulang Bawang Barat mayoritas menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual. Klien korban kekerasan seksual membutuhkan penanganan yang tepat untuk menangani trauma dan membantu mengembalikan kondisi fisik maupun psikis klien. Maka dari itu Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Kabupaten Tulang Bawang Barat melakukan salah satu kegiatan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy untuk membantu menangani trauma pada anak korban kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy untuk membantu menangani trauma pada anak korban kekerasan seksual di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini jumlah keseluruhan 16 korban kekerasan seksual namun penulis mengambil sampel 4 korban kekerasan seksual dan 1 konselor atau pendamping. Sehingga keseluruhan data dari penelitian ini berjumlah 5 orang. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh buku dan internet. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy melalui beberapa tahapan: 1) Tahap Awal, pada tahap ini konselor berusaha untuk menciptakan hubungan yang baik kepada klien, konselor memberikan respon yang baik kepada klien sehingga klien merasa di hargai dan klien dapat menceritakan masalahnya dengan terbuka ii kepada konselor. 2) Tahap Pertengahan, tahap pertengahan (tahap kerja) ini merupakan tahap untuk penggalian masalah klien lebih dalam dan konselor memberikan perlakuan terhadap masalah klien melalui terapi cognitive behavior therapy. CBT merupakan terapi tingkah laku yang menghubungkan dengan pikiran, emosi dan perilaku. di mana konselor dan klien menyepakati tentang kontrak yang telah ditetapkan di awal konseling. Proses CBT melalui beberapa tahapan, yaitu; melakukan assesment dan diagnosa awal, melakukan pendekatan kognitif, fokus konseling dan pencegahan relapse. 3) Tahap Akhir, pada tahap ini konselor melakukan evaluasi dari hasil dan proses konseling. Proses konseling yang berjalan 3 sampai 4 kali pertemuan didapatkan bahwa ada perubahan yang lebih positif pada klien atau korban dalam memulihkan trauma yang dialaminya akibat kekerasan seksual yang terjadi. Konselor mengajak klien untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang positif dan terakhir konseling mengakhiri proses konseling dengan mengucapkan terimakasih dan berdoa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy untuk menangani trauma pada anak korban kekerasan seksual berhasil dilakukan dan mendapatkan efek positif pada klien. Kata kunci : Konseling Individu, Pendekatan CBT dan Trauma iii ABSTRACT Sexual violence is any act committed with the aim of obtaining sexual acts or other acts directed at a person's sexuality by using coercion regardless of their relationship status with the victim. Clients at the Child Protection Agency (LPA) in West Tulang Bawang Regency are mostly victims of sexual harassment or violence. Clients who are victims of sexual violence need proper treatment to deal with trauma and help restore the physical and psychological condition of the client. Therefore, the Child Protection Agency (LPA) in West Tulang Bawang Regency carries out one of the individual counseling activities with a cognitive behavioral therapy approach to help deal with trauma in children who are victims of sexual violence. The purpose of this study was to determine the individual counseling process with a cognitive behavioral therapy approach to help deal with trauma in child victims of sexual violence at the Child Protection Agency (LPA) in West Tulang Bawang Regency. This type of research is field research which is qualitative descriptive. The data source of this research is a total of 16 victims of sexual violence but the author took a sample of 4 victims of sexual violence and 1 counselor or companion. So that the total data from this study amounted to 5 people. Secondary data sources in this study were obtained from books and the internet. The selection of informants used purposive sampling techniques. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques in this study consisted of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that individual counseling activities with a cognitive behavioral therapy approach go through several stages: 1) Initial Stage, at this stage the counselor tries to create a good relationship with the client, the counselor gives a good response to the client so that the client feels appreciated and the client can tell their problems openly to the counselor. 2) Middle Stage, this middle stage (work stage) is a stage for exploring the client's problems deeper and the counselor provides treatment for the client's problems through iv cognitive behavioral therapy. CBT is a behavioral therapy that connects thoughts, emotions and behavior. where the counselor and client agree on a contract that has been set at the beginning of counseling. The CBT process goes through several stages, namely; conducting an initial assessment and diagnosis, conducting a cognitive approach, focusing on counseling and preventing relapse. 3) Final Stage, at this stage the counselor evaluates the results and process of counseling. The counseling process that runs 3 to 4 meetings found that there were more positive changes in the client or victim in recovering from the trauma they experienced due to the sexual violence that occurred. The counselor invites the client to change the mindset and positive behavior and finally the counselor ends the counseling process by saying thank you and praying. The conclusion of this study is the individual counseling process with a cognitive behavioral therapy approach to dealing with trauma. Keywords: Individual Counseling, CBT Approach and Traum

    MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KEMAKMURAN JAMAAH MASJID AL-BAROKAH JAGABAYA II KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Manajemen Strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran dalam organisasi untuk mencapai tujuan. Pengurus masjid Al-Barokah dalam memakmurkan masjid ini telah menggunakan beberapa strategi, yang seharusnya Masjid Al-Barokah Jagabaya IIlebih ramai jama„ah dalam segala kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk menunjang kemakmuran masjid. namun faktanya masjid ini belum sepenuhnya berfungsi secara maksimal, masih terkesan hanya untuk tempat melaksanakan ibadah shalat bagi warga setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari sumber data primer (Pengurus Masjid Al-Barokah Jagabaya II dan Jama„ah) dan sumber data sekunder (observasi, wawancara, dokumentasi), Setelah data terkumpul selanjutnya peneliti menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion (penarikan kesimpulan). Dari hasil penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan bahwaDalam menerapkan strategi manajemen masjid, pengurus masjid Al-Barokah Jagabaya II menerapkan strategi manajemen masjid melalui beberap tahapan yakni analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Tahapan ini yang diterapkan oleh pengurus masjid dalam mengatur strategi manajemen masjid dalam meningkatkan kenyamanan jamaah masjid dan masyarakat.Setiap organisasi memilki faktor pendukung dalam menjalankan roda organisasi sebagaimana yang terjadi di masjid AlBarokah Jagabaya II diantaranya faktor pendukung yang terjadi pada masjid Al-Barokah Jagabaya II yakni kerjasama dan komunikasi pengurus yang bagus, adanya dukungan dari jamaah apabila pengurus memiliki program yang ingin dijalankan sehingga jamaah merespon baik pada saat pengurus melaksanakan program tersebut dan juga didukung dengan anggaran keuangan yang cukup sehingga program yang ingin dilaksanakan dapat berjalan sesuai yang diinginkan. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Kemakmuran Jamaah ii ABSTRACT Strategic Management is a process or series of fundamental and comprehensive decision-making activities, accompanied by the determination of how to implement it, which is made by the leadership and implemented by all levels in the organization to achieve goals. The management of the Al-Hidayah mosque in prospering this mosque has used several strategies, which should make the Al-Barokah Jagabaya II Mosque more crowded with worshipers in all religious activities aimed at supporting the prosperity of the mosque. but in fact this mosque has not fully functioned optimally, it still seems to be only a place to perform prayers for local residents. This study uses a qualitative approach. Research data were obtained from primary data sources (Management of the Al-Barokah Jagabaya II Mosque and Congregation) and secondary data sources (observation, interviews, documentation). After the data was collected, the researcher used the Miles and Huberman data analysis model, namely data reduction, data display, and conclusion. From the results of the study, the author can conclude that in implementing the mosque management strategy, the management of the Al-Barokah Jagabaya II mosque implemented the mosque management strategy through several stages, namely environmental analysis, strategy formulation, strategy implementation and strategy evaluation. These stages are applied by the mosque management in arranging the mosque management strategy in improving the comfort of the mosque congregation and the community. Each organization has supporting factors in running the organization as happened in the Al-Barokah Jagabaya II mosque, including supporting factors that occurred in the Al-Barokah Jagabaya II mosque, namely good cooperation and communication between the management, support from the congregation if the management has a program that they want to run so that the congregation responds well when the management implements the program and is also supported by a sufficient financial budget so that the program that is to be implemented can run as desired. Keywords: Strategic Management, Congregation Prosperit

    POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK DI KELURAHAN SUMUR BATUTELUK BETUNG

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan isi skripsi berjudul "Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pembentukan Akhlak Anak di Kelurahan Sumur Batu Teluk Betung Utara" karya Alifa Rahmaditya, berikut adalah versi abstrak yang dapat digunakan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tua dalam membentuk akhlak anak di Kelurahan Sumur Batu, Teluk Betung Utara. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dibangun dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap perkembangan akhlak anak usia 7–10 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di masyarakat yang menunjukkan bahwa akhlak anak-anak di wilayah tersebut masih perlu perhatian, seperti perilaku kasar, tidak sopan, serta kurangnya penghormatan terhadap orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 kepala keluarga dan anak-anak mereka yang berusia 7–10 tahun di RT 016 Kelurahan Sumur Batu. Analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua cenderung bersifat demokratis, terbuka, dan edukatif. Komunikasi dilakukan dengan pendekatan lembut namun tegas, memberikan nasihat secara rutin, serta memberi teladan akhlak terpuji. Orang tua juga memberikan pemahaman tentang perbuatan baik dan buruk melalui dialog, cerita, dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekitar yang positif turut mendukung proses pembentukan akhlak anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang baik dan konsisten dari orang tua memiliki pengaruh besar dalam membentuk akhlak anak menjadi lebih terpuji, serta membantu mereka membedakan perilaku yang baik dan buruk sejak usia dini. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Orang Tua, Akhlak Anak, Pendidikan Keluarga, Komunikasi Edukatif. iii ABSTRACT Based on the contents of the thesis entitled "Parental Communication Patterns in the Formation of Children's Morals in Sumur Batu Village, North Teluk Betung" by Alifa Rahmaditya, here is an abstract version that can be used: This study aims to determine how parental communication patterns shape children's morals in Sumur Batu Village, North Teluk Betung. The main focus of this study is to describe the form of communication built in the family and its influence on the development of children's morals aged 7-10 years. This study was motivated by a phenomenon in society that shows that children's morals in the area still need attention, such as rude behavior, impoliteness, and lack of respect for parents. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of 10 heads of families and their children aged 7-10 years in RT 016, Sumur Batu Village. Data analysis was carried out using data reduction, data presentation, and conclusion drawing methods. The results of the study showed that the communication patterns used by parents tend to be democratic, open, and educative. Communication is carried out with a gentle but firm approach, providing advice regularly, and providing examples of commendable morals. Parents also provide an understanding of good and bad deeds through dialogue, stories, and real examples in everyday life. A positive environment also supports the process of forming children's morals. This study concludes that good and consistent communication patterns from parents have a major influence in forming children's morals to be more commendable, and helping them distinguish between good and bad behavior from an early age. Keywords: Communication Patterns, Parents, Children's Morals, Family Education, Educational Communication.ABSTRAK Berdasarkan isi skripsi berjudul "Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pembentukan Akhlak Anak di Kelurahan Sumur Batu Teluk Betung Utara" karya Alifa Rahmaditya, berikut adalah versi abstrak yang dapat digunakan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tua dalam membentuk akhlak anak di Kelurahan Sumur Batu, Teluk Betung Utara. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dibangun dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap perkembangan akhlak anak usia 7–10 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di masyarakat yang menunjukkan bahwa akhlak anak-anak di wilayah tersebut masih perlu perhatian, seperti perilaku kasar, tidak sopan, serta kurangnya penghormatan terhadap orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 kepala keluarga dan anak-anak mereka yang berusia 7–10 tahun di RT 016 Kelurahan Sumur Batu. Analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua cenderung bersifat demokratis, terbuka, dan edukatif. Komunikasi dilakukan dengan pendekatan lembut namun tegas, memberikan nasihat secara rutin, serta memberi teladan akhlak terpuji. Orang tua juga memberikan pemahaman tentang perbuatan baik dan buruk melalui dialog, cerita, dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekitar yang positif turut mendukung proses pembentukan akhlak anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang baik dan konsisten dari orang tua memiliki pengaruh besar dalam membentuk akhlak anak menjadi lebih terpuji, serta membantu mereka membedakan perilaku yang baik dan buruk sejak usia dini. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Orang Tua, Akhlak Anak, Pendidikan Keluarga, Komunikasi Edukatif. iii ABSTRACT Based on the contents of the thesis entitled "Parental Communication Patterns in the Formation of Children's Morals in Sumur Batu Village, North Teluk Betung" by Alifa Rahmaditya, here is an abstract version that can be used: This study aims to determine how parental communication patterns shape children's morals in Sumur Batu Village, North Teluk Betung. The main focus of this study is to describe the form of communication built in the family and its influence on the development of children's morals aged 7-10 years. This study was motivated by a phenomenon in society that shows that children's morals in the area still need attention, such as rude behavior, impoliteness, and lack of respect for parents. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of 10 heads of families and their children aged 7-10 years in RT 016, Sumur Batu Village. Data analysis was carried out using data reduction, data presentation, and conclusion drawing methods. The results of the study showed that the communication patterns used by parents tend to be democratic, open, and educative. Communication is carried out with a gentle but firm approach, providing advice regularly, and providing examples of commendable morals. Parents also provide an understanding of good and bad deeds through dialogue, stories, and real examples in everyday life. A positive environment also supports the process of forming children's morals. This study concludes that good and consistent communication patterns from parents have a major influence in forming children's morals to be more commendable, and helping them distinguish between good and bad behavior from an early age. Keywords: Communication Patterns, Parents, Children's Morals, Family Education, Educational Communication

    EFEKTIVITAS KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN AIR KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ZPT PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.)

    No full text
    ABSTRAK Produksi kacang panjang di Indonesia menurun drastis dari 2021 hingga 2024, sementara kebutuhan masyarakat meningkat, menyebabkan kesenjangan produksi dan konsumsi. Limbah kulit bawang merah yang melimpah berpotensi sebagai sumber nutrisi tanaman, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula pupuk alami dari kulit bawang merah untuk meningkatkan pertumbuhan kacang panjang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah kombinasi konsentrasi air kulit bawang merah (10%, 20%, 30%) dan lama perendaman (6 jam, 12 jam, 18 jam), ditambah dengan perlakuan kontrol (0% konsentrasi dan 0 jam perendaman). Total terdapat 9 perlakuan dan 1 kontrol, masing-masing diulang 5 kali, sehingga total 50 unit percobaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyemprotkan larutan ZPT ke daun setiap 3 hari sekali dan mendokumentasikan pertumbuhan serta jumlah daun setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi dan lama perendaman air kulit bawang merah berinteraksi secara signifikan dan memberikan pengaruh nyata secara simultan terhadap seluruh variabel pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Kombinasi konsentrasi 20–30% dengan lama perendaman 12–18 jam terbukti paling efektif dalam meningkatkan jumlah cabang, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, serta bobot polong secara signifikan dibandingkan dengan kontrol. Selain itu, perlakuan konsentrasi 30% dengan lama perendaman 18 jam menghasilkan kadar vitamin C tertinggi pada polong kacang panjang, menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor tersebut juga mendukung peningkatan kualitas hasil tanaman. Kata kunci: Allium cepa L., Kacang Panjang, Konsentrasi, Kulit bawang merah, Perendaman, Pertumbuhan, Vigna sinensis L., ZPT Alami. ABSTRACT Long bean production in Indonesia declined drastically from 2021 to 2024, while community needs increased, causing a gap in production and consumption. The abundant waste of shallot peels has the potential to be a source of plant nutrition, so this study aims to develop a natural fertilizer formula from onion peels to promote the growth of long beans. This research method uses a quantitative experimental approach with a complete random design (RAL). The factors tested were a combination of onion peel water concentration (10%, 20%, 30%) and soaking time (6 hours, 12 hours, 18 hours), plus control treatment (0% concentration and 0 hours of soaking). There were a total of 9 treatments and 1 control, each repeated 5 times, for a total of 50 experimental units. Data collection was done by spraying ZPT solution onto the leaves once every 3 days and documenting the growth and number of leaves each week. The results showed that the interaction between concentration and soaking duration of onion peel extract had a significant and simultaneous effect on all growth and yield variables of yardlong beans. The combination of a 20–30% concentration with a soaking duration of 12–18 hours was the most effective in significantly increasing the number of branches, leaves, flowers, pods, pod length, and pod weight compared to the control. Moreover, the treatment with a 30% concentration and an 18-hour soaking duration produced the highest vitamin C content in yardlong bean pods, indicating that the interaction of both factors also contributed to improved crop quality. Keywords: Allium cepa L., Concentration, Growth, Long bean, Natural plant growth regulator, Onion skin, Soaking duration, Vigna sinensis L

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI DESA JABUNG KECAMATAN JABUNG LAMPUNG TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal di Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Pelestarian budaya lokal menjadi penting sebagai upaya mempertahankan identitas dan warisan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, aparat desa, dan pelaku budaya, serta dokumentasi kegiatan kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui penguatan kapasitas kelompok seni tradisional, pelatihan generasi muda dalam seni budaya lokal, serta dukungan kelembagaan dari pemerintah desa dan lembaga adat. Faktor kunci keberhasilan pemberdayaan adalah partisipasi aktif warga, kepemimpinan lokal yang peduli budaya, serta integrasi antara program pelestarian dengan kegiatan ekonomi kreatif berbasis budaya. Namun demikian, tantangan masih ditemui, seperti minimnya dana dan kurangnya regenerasi pelaku budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian budaya lokal akan efektif bila dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial budaya. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, budaya lokal, pelestarian. iii ABSTRACT This study aims to examine the forms and strategies of community empowerment in preserving local culture in Jabung Village, Jabung District, East Lampung Regency. The preservation of local culture is crucial as an effort to maintain cultural identity and heritage amid the currents of modernization and globalization. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with community leaders, village officials, and cultural practitioners, as well as documentation of cultural activities. The findings show that community empowerment is carried out through strengthening the capacity of traditional art groups, training the younger generation in local arts and culture, and institutional support from the village government and traditional institutions. Key success factors of empowerment include active citizen participation, culturally concerned local leadership, and the integration of preservation programs with culture-based creative economic activities. Nevertheless, several challenges remain, such as limited funding and the lack of regeneration among cultural practitioners. The study concludes that the preservation of local culture will be effective if conducted in a participatory and sustainable manner through synergy between the community, the government, and socio-cultural institutions. Keywords: community empowerment, local culture, preservation

    RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L. R. Wilczek) YANG DIBERI PUPUK KOTORAN KELELAWAR DAN PUPUK KOTORAN SAPI DI DESA SETIA BUMI KECAMATAN SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Pupuk organik padat merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi pupuk kimia. Salah satu pupuk yang memiliki banyak keunggulan adalah pupuk organik padat. Keunggulan tersebut diantaranya unsur hara cukup tinggi dan kandungan mikroorganismenya juga tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan konsentrasi pupuk kotoran kelelawar dan pupuk Kotoran sapi untuk pertumbuhan kacang hijau. Metode yang digunakan pada penelitian ini rancangan acak kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1(100g pupuk kotoran kelelawar), P2 (200g pupuk kotoran kelelawar), P3 (300g pupuk kotoran kelelawar), P4 (100g pupuk kandang), P5 (200g pupuk kotoran sapi), P6 (300g pupuk kotoran sapi), P7 (50g pupuk kotoran kelelawar+ 50g pupuk kotoran sapi), (P8: 100g pupuk kotoran kelelawar+ 100g pupuk kotoran sapi), P9 (150g pupuk kotoran kelelwar+150g pupuk kotoran sapi). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menujukan pada perlakuan P5 (200g pupuk kotoran sapi) hasil parameter tinggi tanaman, kemudian pada perlakuan P6 (300g pupuk kotoran sapi) hasil parameter jumlah polong, kemudian pada perlakuan P6 (300g pupuk kotoran sapi) hasil parameter berat biji pertanaman, pada parameter waktu muncul bunga pertama memiliki umur berbunga relative berdekatan kecuali pada perlakuan P3 menunjukan perbedaan yang nyata dari pada perlakuan yang lainnya. Kata kunci: Pupuk Kotoran Kelelawar, Pupuk Kotoran sapi,Tanaman Kacang Hijau. ii ABSTRACT Solid organic fertilizer is an alternative to reduce chemical fertilizers. One of the fertilizers that has many advantages is solid organic fertilizer. These advantages include high nutrient content and high microorganism content. The purpose of this study was to compare the concentration of bat manure and cow manure for the growth of green beans. The method used in this study was a randomized block design with 9 treatments and 3 replications, namely P1 (100g bat manure), P2 (200g bat manure), P3 (300g bat manure), P4 (100g manure), P5 (200g cow manure), P6 (300g cow manure), P7 (50g bat manure + 50g cow manure), (P8: 100g bat manure + 100g cow manure), P9 (150g bat manure + 150g cow manure). Data analysis in this study used the ANOVA test and was continued with the Duncan test. The results of the study showed that in the P5 treatment (200g of cow dung fertilizer) the results of the plant height parameter, then in the P6 treatment (300g of cow dung fertilizer) the results of the number of pods parameter, then in the P6 treatment (300g of cow dung fertilizer) the results of the seed weight parameter per plant, in the parameter of the time of the first flower appearance had a relatively close flowering age except in the P3 treatment which showed a significant difference from the other treatments. Keywords: Bat Dung Fertilizer, Cow Dung Fertilizer, Mung Bean Plants

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇