Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    ANALISIS UJI KINERJA BANK SYARIAH MENGGUNAKAN MAQASHID SYARIAH INDEX DAN ISLAMICITY PERFORMANCE INDEKS (Studi Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Tahun 2021-2024)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia dengan pendekatan Maqashid Syariah Index (MSI) dan Islamicity Performance Index (IPI) sebagai alternatif pengukuran yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam menganalisis data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan 13 Bank Umum Syariah yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar bank menunjukkan kemajuan dalam dimensi profitabilitas dan transparansi, masih terdapat kelemahan signifikan pada indikator edukasi, riset, dan distribusi sosial menandakan belum optimalnya pelaksanaan prinsip-prinsip syariah secara menyeluruh. BPD NTB Syariah secara konsisten menempati peringkat tertinggi dalam sebagian besar indikator sebagai BUS terbaik dalam pencapaian Maqashid Syariah Index (MSI) pada periode 2021-2024 yaitu 37,39%. Didukung dengan pencapaian2 BPD NTB Syariah yang memiliki nilai rata-rata tinggi 31,55%, Sedangkan bank-bank kecil cenderung mengalami kesenjangan dalam implementasi nilai tujuan syariah. Bank Aladin Syariah diidentifikasi sebagai BUS terbaik berdasarkan IPI secara keseluruhan dengan rata-rata 40,12%. Temuan ini menegaskan urgensi adopsi sistem pengukuran yang berorientasi pada maqashid dan integritas syariah dalam strategi manajerial dan regulasi perbankan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan integrasi MSI dan IPI sebagai kerangka evaluasi standar kinerja bank syariah untuk mendorong tercapainya keberlanjutan ekonomi, spiritual, dan sosial dalam industri perbankan Islam. ABSTRACT This study aims to examine and compare the performance of Islamic commercial banks in Indonesia with the approach of Maqashid Syariah Index (MSI) and Islamicity Performance Index (IPI) as an alternative measurement that integrates the spiritual, social, and economic dimensions in accordance with the principles of Sharia. A descriptive quantitative approach was used in analyzing secondary data obtained from the annual reports of 13 Islamic commercial banks registered with the Financial Services Authority (OJK) during the period 2021-2024. The results showed that although most banks showed progress in the dimensions of profitability and transparency, there were still significant weaknesses in education, research, and social distribution3 indicators indicating that the implementation of sharia principles as a whole was not optimal. BPD NTB Syariah consistently ranks highest in most indicators as the BEST BUS in the achievement of the Maqashid Syariah Index (MSI) in the 2021-2024 period of 37.39%. Supported by the achievement of bpd NTB Syariah which has a high average value of 31.55%, while small banks tend to experience gaps in the implementation of Sharia objective values. Bank Aladin Syariah was identified as the BEST BUS based on Overall IPI with an average of 40.12%. The findings underscore the urgency of adopting maqashid-oriented measurement systems and Sharia integrity in banking managerial and regulatory strategies. Therefore, this study recommends the integration of MSI and IPI as a framework for evaluating the performance standards of Islamic banks to encourage the achievement of economic, spiritual, and social sustainability in the Islamic banking industry

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI OBJEK WISATA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

    No full text
    ABSTRAK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI OBJEK WISATA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Oleh: Alfia Kurnia Shinta Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi daerah. Kabupaten Lampung Selatan termasuk salah satu kabupaten yang memiliki potensi wisata yang baik, terdiri dari wisata alam, budaya, sejarah, maupun buatan. Keterbatasan informasi terkait objek wisata dan belum adanya sistem rekomendasi berdasarkan preferensi wisatawan menimbulkan kesulitan dalam menentukan objek wisata yang sesuai keinginan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam memberikan rekomendasi objek wisata di Kabupaten Lampung Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sistem ini dikembangkan dengan pendekatan model waterfall yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi sistem, dan pengujian menggunakan metode blackbox testing untuk memastikan sistem bekerja sesuai fungsinya. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem rekomendasi objek wisata berbasis web yang mampu memberikan rekomendasi sesuai dengan kriteria pengguna. Sistem ini secara efektif membantu wisatawan memilih objek wisata yang sesuai preferensi, serta memberikan informasi yang akurat dan relevan. Dengan demikian, ii penerapan metode SAW dalam sistem pendukung keputusan ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi wisata, mempermudah proses pemilihan tujuan wisata, dan turut mendukung pengembangan potensi sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan. Kata Kunci :Sistem Pendukng Keputusan (SPK), Objek Wisata, Metode Simple Additive Weighting (SAW). ABSTRACT SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI OBJEK WISATA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) By: Alfia Kurnia Shinta Tourism is one of the sectors that influences regional economic development. South Lampung Regency boasts significant tourism potential, encompassing natural, cultural, historical, and man-made attractions. Limited informbation on tourist attractions and the lack of a recommendation system based on tourist preferences make it difficult to identify the right destinations. This research uses a qualitative approach with the Simple Additive Weighting (SAW) method to design a Decision Support System (DSS) in providing tourist attraction recommendations in South Lampung Regency. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. This system was developed using the waterfall model approach, which includes the stages of requirements analysis, system design, system implementation, and testing using the blackbox testing method to ensure the system functions as intended. The result of this research is a web-based tourist attraction recommendation system that can provide recommendations according to user criteria. This system effectively helps tourists choose tourist attractions that match their preferences, as well as providing accurate and relevant information. Thus, the application of the SAW method in this decision support system is capable of improving the quality of tourist information services, facilitating the process of selecting tourist destinations, and contributing to the development of the tourism sector potential in South Lampung Regency. Keywords : Decision Support System (DSS), Tourist Attraction, Simple Additive Weighting (SAW) Method

    PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 DI MAN 1 LAMPUNG TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Era Society 5.0 membawa tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembinaan akhlakul karimah remaja. Perkembangan teknologi dan akses informasi yang tanpa batas menyebabkan menurunnya kontrol sosial dan melemahnya nilai-nilai moral di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembinaan akhlakul karimah yang diterapkan di MAN 1 Lampung Timur dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah strategi pembinaan akhlakul karimah remaja dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Subjek penelitian terdiri dari Wakil kepala bidang kesiswaan, guru PAI, guru BK, dan siswa. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ta‟lim digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dengan materi pelajaran dan media digital. Metode pembiasaan diterapkan dalam bentuk rutinitas seperti salat berjamaah, budaya salam, dan pengawasan sikap harian siswa. Metode latihan diwujudkan melalui praktik keagamaan dan kegiatan keorganisasian yang melatih pengendalian diri serta kerja sama. Sedangkan metode mujahadah dilaksanakan melalui pembinaan rohani, kegiatan muhasabah, dan penguatan spiritual dalam menghadapi tekanan digital dan sosial. Keempat metode ini saling mendukung dalam menanamkan akhlak mulia secara berkelanjutan. Kata Kunci : Pembinaan Akhlakul Karimah, Era Society 5.0, Pendidikan Islam v ABSTRACT The Society 5.0 era presents significant challenges for the field of education, particularly in fostering noble character (akhlakul karimah) among adolescents. The rapid development of technology and unlimited access to information have led to a decline in social control and a weakening of moral values among students. This study aims to describe the strategies used in cultivating akhlakul karimah at MAN 1 Lampung Timur in response to the challenges posed by the Society 5.0 era. This research employs a qualitative approach with a descriptive qualitative research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The focus of this study is on the strategies for developing students‟ noble character in facing the challenges of the Society 5.0 era. Information was obtained from individuals directly involved in the character development process, such as the Vice Principal for Student Affairs, Islamic education teachers, guidance and counseling teachers, and students. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using triangulation techniques to ensure data validity. The results of the study show that the ta‟lim method is used to convey moral values through learning processes integrated with subject matter and digital media. The habituation method is applied through routines such as congregational prayers, the culture of greetings, and daily behavior monitoring. The training method is implemented through religious practices and organizational activities that train self-control and cooperation. Meanwhile, the mujahadah method is carried out through spiritual development, reflection activities (muhasabah), and spiritual strengthening to deal with digital and social pressures. These four methods work synergistically to continuously instill noble character in students. Keywords: Character Development, Society 5.0, Islamic Education. vi صخولما ٠٫٥ عتملمجا صرغ في ةيبترما وخاوث ىلد ةيمركها قلاخلأا ةينمح لامج في ةضاخ ،ةيربك تيادتح ةباكرما افؼضأ دك تامووؼلما لىإ لوضوما لةويسو ايحومونكخما روعث نإف .بلاعما فضو لىإ ثحبما اذى فديه .بلاعما ينب ةيكلاخلأا يملما عحارح لىإ ياّدأو ةيغتماحالا يجيثاترسا ف ي ةيملاسلإا رويمح ڠوڤملا ١ نام ةسردم في ةلبعلما ةيمركها قلاخلأا ةينمح تا ٠٫٥ ،يموؼخما ةليرظ :هيو ،ةي سيئر قرظ عبرأ لىػ يزكترما عم ، ةدىالمجا ةليرظو ،بيردخما ةليرظو ،دوؼخما ةليرظو عتملمجا صرغ تيادتح ةجهاوم ،ا ً يفضو ا ً يغوه ا ًجنهم ثحبما مدخخ سا . ثحبما ةنيغ توشمو .قئثاوماو ،ةلمؼلما تلاباللماو ،ةظحلالما للاخ ن ت م .بلاعماو ،داشرلإا يموؼمو ،ةيملاسلإا ةيبترما يموؼمو ،بلاعما نوؤشم ةسردلما ليكو تاخاتنخ سالا صلاخخ ساو ،ايضرغو ،تناايبما صيولث تاينلث للاخ نم تناايبما ليوتح ص ح نم قلحخون ةيثوثلما بووسأ مادخخ سبا م تناايبما تؼ م جُو . تناايبما ة ي موؼخما ةليرظ نأ ئجاخنما تريظأ لئاسوو ةي سارلدا داولما عم جمدنلما لمؼخما للاخ نم ةيكلاخلأا يملما سرغ في مدخخ سم ج ،ملاسما ةفالجو ،ةػالجما ةلاض لثم ينثور للاخ نم دوؼخما ةليرظ قبعم ثو .ةيقمرما ملاػلإا م بيردخما ةليرظ ذفنم ثو .ميويما بلاعما كووس ةبكارمو لشش ة ةينيلدا تاسرمالما للاخ ن للاخ نم سرمامتف ةدىالمجا ةليرظ امأ .نواؼخماو سفنما طبض ززؼث تيما ةييمظنخم ا ةعشولأاو طوغضما ةجهاوم في حيورما بهالجا ةيولثو ،ةيثالذا ةب سالمحا تاسوخو ،حيورما ويحوخما ي مركها قلاخلأا خي سرح في عبرلأا قرعما هذى لمكاخثو .ةيغتماحالاو ةيقمرما ةيملاسلإا ةيبترما ، ٠٫٥ . مادخ سم عتملمجا صرغ ،ةيمركها قلاخلأا ةينمح :ةيحاتفلما تماكله

    PREVALENSI DAN DETEKSI PARASIT Anisakis simplex PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis ) DI BEBERAPA PANGKALAN PENDARATAN IKAN DI TELUK LAMPUNG.

    No full text
    ABSTRAK PREVALENSI DAN DETEKSI PARASIT Anisakis simplex PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis ) DI BEBERAPA PANGKALAN PENDARATAN IKAN DI TELUK LAMPUNG Oleh Farida Ayu Lestari Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit Anisakis simplex dan tingkat prevalensi cacing Anisakis simplex pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) dan pengaruh panjang badan dan berat badan ikan terhadap prevalensi. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada PPI Lempasing, PPI Gudang Lelang dan PPI Rangai Tritunggal, Lampung Selatan. Sampel yang digunakan sebanyak 150 ekor ikan tongkol, yang terdiri dari 50 ikan tongkol pada masing – masing PPI. Pemeriksaan parasit dilakukan melalui pembedahan saluran pencernaan dan hati, kemudian diidentifikasi mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Anisakis simplex pada ikan tongkol di PPI Lempasing adalah 54% (27 dari 50 ekor) dengan total 69 ekor cacing ditemukan, dan intensitas infeksi sebesar 2,5 ekor per ikan terinfeksi. Sedangkan di PPI Gudang Lelang, prevalensi infeksi sebesar 32% (16 dari 50 ekor), dengan total 40 ekor cacing ditemukan dan intensitas infeksi sebesar 2,6 ekor per ikan. Terakhir di PPI Rangai Tri Tunggal dengan Prevalensi sebesar 28% , (14 dari 50 ekor), dengan total 33 ekor cacing ditemukan dan intensitas infeksi sebesar 2,36 ekor per ikan. Hasil ini menunjukkan bahwa ikan tongkol di ketiga lokasi PPI teridentifikasi parasit Anisakis simplex dengan tingkat infeksi sedang. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan kualitas ikan laut yang diperjual belikan serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai risiko konsumsi ikan mentah untuk mencegah penularan zoonosis. Kata kunci: Anisakis simplex, prevalensi, Euthynnus affinis, pangkalan pendaratan ikan iii. ABSTRACT PREVALENCE AND DETECTION OF Anisakis simplex PARASITES IN MACKEREL TUNA (Euthynnus affinis) AT SEVERAL FISH LANDING BASES IN LAMPUNG BAY By Farida Ayu Lestari This study aims to identify the parasite Anisakis simplex and determine the prevalence rate of Anisakis simplex worms in mackerel tuna (Euthynnus affinis), as well as the effect of fish body length and weight on prevalence. The method used was a survey with a quantitative descriptive approach at PPI Lempasing, PPI Gudang Lelang, and PPI Rangai Tritunggal, South Lampung. A total of 150 mackerel tuna were sampled, consisting of 50 fish from each PPI. Parasite examination was conducted by dissecting the digestive tract and liver, followed by microscopic identification. The results showed that the prevalence of Anisakis simplex infection in mackerel tuna at PPI Lempasing was 54% (27 out of 50 fish), with a total of 69 worms found and an infection intensity of 2.5 worms per infected fish. At PPI Gudang Lelang, the infection prevalence was 32% (16 out of 50 fish), with a total of 40 worms found and an infection intensity of 2.6 worms per fish. Lastly, at PPI Rangai Tritunggal, the prevalence was 28% (14 out of 50 fish), with a total of 33 worms found and an infection intensity of 2.36 worms per fish. These results indicate that mackerel tuna in all three PPIs were infected with Anisakis simplex, with a moderate level of infection. Therefore, quality control of marketed marine fish and public education regarding the risks of consuming raw fish are necessary to prevent the transmission of zoonotic diseases. Keywords: Anisakis simplex, prevalence, Euthynnus affinis, fish landing base iv

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM PEMBAYARAN UTANG BERDASARKAN POTONGAN HARGA BUAH KELAPA (Studi Di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin)

    No full text
    ABSTRAK Perkebunan kelapa menjadi sektor penopang utama perekonomian desa tersebut serta berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan yang bergantung pada sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan sumber daya manusia. Namun demikian, ketergantungan penuh pada komoditas kelapa menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika musim dan harga pasar tidak stabil, yang mempengaruhi pendapatan petani. Hal ini mendorong petani untuk berutang kepada pengepul kelapa, yang dalam praktiknya menimbulkan masalah baru berupa potongan harga yang merugikan petani. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini ialah 1. Bagaimana sistem pembayaran utang berdasarkan potongan harga buah kelapa di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin? 2. Bagaimana analisis hukum ekonomi syariah terhadap sistem pembayaran utang berdasarkan potongan harga buah kelapa di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin? Penelitian yang digunakan adalah penelitas kualitatif, penelitian lapangan digunakan untuk mengetahui terjadinya sesuatu sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan juga Penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun tenik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi, dan dokumentasi, kemudian analisa data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan penyajian hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini ialah sistem pembayaran utang melalui potongan harga buah kelapa yang terjadi di Desa Muara Sungsang menempatkan petani dalam posisi yang lemah dan kurang menguntungkan. Petani yang membutuhkan modal untuk bertani terpaksa menerima pinjaman dari pengepul dengan syarat menjual hasil panennya dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan sebagian besar keuntungan yang seharusnya bisa mereka peroleh, sehingga memperburuk kondisi ekonomi merek, sistem ini lebih menguntungkan pengepul dibandingkan petani. Pengepul mendapatkan kelapa dengan harga lebih rendah dari pasar, yang berarti mereka memperoleh margin keuntungan lebih besar saat menjualnya kembali. Dari perspektif hukum ekonomi Islam, akad ini tidak sah karena mengandung unsur riba dan tidak memenuhi syarat sahnya akad. Kondisi petani yang terpaksa menerima harga jual rendah akibat ketergantungan pada pinjaman modal dari pengepul menunjukkan tidak adanya unsur kerelaan (ridha). Padahal, dalam fiqih muamalah sahnya akad jual beli mensyaratkan adanya kesepakatan sukarela tanpa paksaan. Transaksi semacam ini lebih menyerupai akad qardh (pinjaman) yang dipersyaratkan dengan jual beli hasil panen di bawah harga wajar, sehingga bertentangan dengan prinsip syariah. ABSTRACT Coconut farming serves as the main economic pillar of the village and plays an essential role in sustainable development, depending on natural resources, environmental quality, and human resources. However, full dependence on coconut commodities faces several challenges, especially when weather conditions and market prices become unstable, affecting farmers' incomes. This condition pushes farmers to take loans from coconut collectors, which in practice leads to unfair price deductions that harm the farmers. The findings show that the debt repayment system through coconut price deductions places farmers in a weak and disadvantaged position. Farmers are forced to accept loans from collectors with the condition of selling their harvests below market prices, leading to reduced profits and worsening their economic conditions. The system benefits collectors more, as they obtain coconuts at lower prices and gain higher profit margins. From the perspective of Islamic economic law, this contract is considered invalid due to elements of riba and failure to meet the necessary conditions of a valid contract. When farmers are forced to accept lower selling prices due to loan dependency, the element of mutual consent (ridha) in the contract is not fulfilled. In Islamic jurisprudence (fiqh muamalah), a valid sale and purchase contract must be based on mutual willingness and free from coercion

    MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH

    No full text
    ABSTRAK Mental disorder dalam penelitian ini merupakan gangguan jasmaniah yang dialami seseorang sehingga mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan stress berlebihan. Apabila tidak dikenali gejalanya sejak awal maka seseorang akan mengalami mental disorder. Dalam kitab tafsirnya Muhammad Quraish Shihab menekankan secara komprehensif dan memadukan antara prinsip ajaran agama dengan pemahaman tentang jiwa manusia. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian library research, dengan pendekatan kualitatif. Data primernya ialah Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi dengan menggunakan metode maudhu‟i. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yakni menjelaskan kembali informasi menggunakan bahasa penulis, tanpa harus mengubah maknanya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penafsiran Muhammad Quraish Shihab tentang mental disorder menekankan bahwa meskipun fenomena ini tidak disebutkan secara jelas di dalam Al-Qur‟an, ajaran Islam memberikan prinsip-prinsip relevan untuk membantu seseorang menghadapi kebigungan dan kecemasan. Ia menghubungkan ayat-ayat yang menyampaikan pesan tentang kesabaran, keteguhan, dan tawakal kepada Allah. Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan mengaitkannya pada konteks kehidupan modern dan teori psikologi kontemporer, sehingga ia memberikan pandangan yang relevan dan aplikatif. Dengan demikian, ajaran Al-Qur‟an dapat menjadi pedoman dalam menjaga mental disorder dan keseimbangan emosional di tengah tantangan zaman. Menurut Muhammad Quraish Shihab, penanggulangan mental disorder dapat dicapai melalui pendekatan spiritual yang mencakup dzikir, shalat, dan kesabaran. Kata Kunci: Mental Disorder, Penanggulangan, Tafsir Al-Misbah. ii ABSTRACT Mental disorder in this research refers to physical and psychological disturbances experienced by an individual, leading to anxiety, depression, and excessive stress. If the symptoms are not recognized early, a person may develop severe mental illness. In his commentary, Muhammad Quraish Shihab emphasizes a comprehensive approach that integrates religious principles with an understanding of the human psyche.This study is categorized as library research with a qualitative approach. The primary data source is Tafsir Al-Misbah by Muhammad Quraish Shihab. The method of data collection used in this study is documentation, complemented by the maudhu’i method. The collected data are analyzed using content analysis techniques, which means restating the information in the researcher’s own words without altering its meaning.The findings show that Muhammad Quraish Shihab’s interpretation of mental disorder stresses that although this phenomenon is not explicitly mentioned in the Qur’an, Islamic teachings provide relevant principles to help individuals face confusion and anxiety. He connects Qur’anic verses that convey messages about patience, steadfastness, and reliance on Allah (tawakkul). Quraish Shihab interprets these verses by linking them to the context of modern life and contemporary psychological theories, thus offering relevant and applicable insights. Consequently, the Qur’an can serve as a guide in maintaining mental health and emotional balance amid today’s challenges. According to Muhammad Quraish Shihab, overcoming mental disorder can be achieved through a spiritual approach, including dhikr, prayer, and patience. Keywords: Mental Disorder, Coping, Tafsir Al-Misbah

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 4

    No full text
    ABSTRAK Penelitian dilator belakangi oleh permasalahan yang terjadi yaitu peserta didik pada saat melakukan proses belajar mengajar masih berbasis berorientasi pada tingkat kemampuan berfikir tingkat rendah dan belum berorientasi pada tingkat kemampuan berfikir tingkat tinggi seperti problem solving, yang dimana saat proses evaluasi, alat ukur atau soal yang di gunakan unntuk mengukur kemampuan berfikir tingkat tinggi belum di implementasikan terutama pada matapelajaran IPA, sehingga pada saat proses belajar mengajar pendidik hanya memfokuskan pada latihan-latihan melalui buku materi yang tersedia dan belum berbasis Problem Solving. Jenis penelitian yang akan di lakukan adalah penelitian dan pengembangan atau R&D (Reseach and Development). Penelitian ini mengacu pada model Borg and Gall yang dibatasi menjadi 7 tahapan dari 10 tahapan semula, yang meliputi potrnsi masalah,pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk, dan revisi desain. Instrumen yang di gunakan yaitu berupa skala penilaian untuk mengetahui kelayakan produk dan untuk mengetahui respon pendidik dan peserta didik terhadap kelayakan dan kemenarikan produk dengan mengumpulkan skala likert. Analisis data yang di lakukan yaitu mengumpulkan data hasil validasi ahli materi dan ahli media, pendidik dan peserta didik di MI Instrumen tes soal latihan berbasis Problem Solving mata palajaran IPAS kelas IV yang di kembangkan “sangat layak dan sangat menarik” untuk di jadikan alat ukur bagi peserta didik dalam melatih kemampuannya berfikir tingkat tinggi. Prolehan tersebut di peroleh berdasarkan validasi dari para ahli. Hasil penilaian dari ahli media mendapat kategori “sangat layak” dengan nilai presentase 90%. Hasil penilaian dari ahli materi mendapat kategori “sangat layak” dengan persentase 90%. Kata Kunci : Instrumen Tes, Problem Solving, IPAS iii ABSTRACT The research is driven by the problems that occur, namely that students when carrying out the teaching and learning process are still oriented to the level of low-level thinking ability and have not been oriented to the level of high-level thinking ability such as problem solving, where during the evaluation process, measuring tools or questions used to measure high-level thinking ability have not been implemented, especially in science subjects, So that during the teaching and learning process, educators only focus on exercises through available material books and are not yet based on Problem Solving. The type of research that will be carried out is research and development or R&D (Research and Development). This research refers to the Borg and Gall model which is limited to 7 stages from the original 10 stages, which include problem planning, data collection, product design, product validation, product revision, product trial, and design revision. The instrument used is in the form of an assessment scale to determine the feasibility of the product and to find out the response of educators and students to the feasibility and attractiveness of the product by collecting the Likert scale. The data analysis carried out is to collect data from the validation results of material experts and media experts, educators and students at MI The test instrument for practice questions based on Problem Solving for the science science class IV subject which was developed is "very feasible and very interesting" to be used as a measuring tool for students in training their ability to think at a higher level. The prolehan was obtained based on validation from experts. The results of the assessment from media experts received the category of "very decent" with a percentage value of 90%. The results of the assessment from material experts received the category of "very feasible" with a percentage of 90%. Keywords: Test Instruments, Problem Solving, IPA

    MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SMP NEGERI 11 OGAN KOMERING ULU, SUMATERA SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Manajemen tenaga pendidik merupakan proses memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan satuan kerja dalam lembaga pendidikan menjadi efektif dan efesien. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adalah nilai pada rapot pendidikan, sehingga hal ini mengarah pada kinerja guru yang akan mempengaruhi potensi terhadap perkembangan kompetensi guru. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perencanaan tenaga pendidik, pengorganisasian tenaga pendidik, pelaksanaan tenaga pendidik, dan pengendalian tenaga pendidik di SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini manajemen tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi guru di SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan dengan sumber penelitian, kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Obsevasi, Wawancara dan Dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan ruduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai pada karakter siswa SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu sempat mengalami penurunan yang berpengaruh pada rapot pendidikan, namun kepala sekolah melakukan perkembangan terhadap kompetensi guru untuk bisa mencapai peningkatan pada angka nilai siswa, maka kepala sekolah dengan melakukan yaitu: (1) perencanaan tenaga pendidik dilakukan dengan menentukan tujuan, penentuan tujuan pengelolaan tenaga pendidik dilaksanakan dengan musyawarah, menyusun program kerja tahunan, dan tindakan pencapaian tujuan dilakukan dengan pengawasan langsung, (2) pengorganisasian tenaga pendidik dilakukannya kegiatan MGMP latihan workshop, dan seminar untuk meningkat kinerja tenaga pendidik, (3)Pelaksanaan tenaga pendidik dalam pembinaan kompetensi guru dilaksanakan dengan Penempatan tenaga pendidik, secara keseluruhan sudah sesuai dengan studinya, dan sistem evaluasi, memberikan penghargaan kepada guru yang iii berprestasi sebagai bentuk apresiasi, (4) Pengendalian tenaga pendidik yaitu dilakukannya supervisi dan monitoring sebagai penilaian kompetensi kemudian pengevaluasian dalam forum rapat pembinaan kinerja tenaga pendidik. Serta Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung dalam Pelaksanaan Kompetensi Guru SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu. Kata Kunci: Manajemen Tenaga Pendidik, Kompetensi Guru iv ABSTRACT Management of teaching staff is a process of integrating educational resources so that they are centralized with the aim of making work units in educational institutions effective and efficient. The problem in this study is the value of the educational report card, so that this leads to teacher performance which will affect the potential for the development of teacher competence. The purpose of this study is to determine the planning of teaching staff, organizing teaching staff, implementing teaching staff, and controlling teaching staff at SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu, South Sumatra. This research is qualitative descriptive, the subject of this research is the management of teaching staff in improving teacher competence at SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu, South Sumatra with research sources, principals, curriculum vice principals, and teachers. Data collection techniques used are Observation, Interviews and Documentation. The validity test of data in this study uses source triangulation. Data analysis used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study that the value of the character of students of SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu had experienced a decline which had an impact on the educational report, but the principal made developments to teacher competencies to be able to achieve an increase in student grades, the principal did the following: (1) planning of teaching staff was carried out by determining objectives, determining the objectives of teaching staff management was carried out through deliberation, compiling annual work programs, and actions to achieve objectives were carried out through direct supervision, (2) organizing teaching staff carried out MGMP activities, workshop training, and seminars to improve the performance of teaching staff, (3) Implementation of teaching staff in developing teacher competencies was carried out by placing teaching staff, overall in accordance with their studies, and an evaluation system, giving awards to teachers who excel as a form of appreciation, (4) Control of teaching staff, namely by carrying out supervision and v monitoring as an assessment of competency and then evaluating it in a meeting forum for developing teaching staff performance. As well as Inhibiting Factors and Supporting Factors in the Implementation of Teacher Competencies of SMP Negeri 11 Ogan Komering Ulu. Keywords: Management of Educator Staff, Teacher Competenc

    INVESTIGASI BERBASIS LITERATURE TERHADAP MODEL BRAIN BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA

    No full text
    Abstrak : Tujuan dari Artikel ilmiah ini yaitu untuk mengetahui gambaran umum dari model pendidikan yang berfokus pada cara kerja otak (BBL) yang digunakan dalam sistem pembelajaran IPA. Metode yang diterapkan adalah systematic literature review menggunakan model PRISMA, dengan memanfaatkan berbagai database seperti google shoolar melalui aplikasi publish or perish, garuda, dan scopus. Systematic literature review digunakan untuk menyimpulkan dan memberikan rekomendasi yang relevan dengan isu terkait gambaran umum dari model pembelajaran BBL yang diterapkan pada pembelajaran IPA dari tahun 2020-2024. Hasil penelitian ini yaitu penerapan model BBL berdampak positif pada pemahaman pelajar mengenai gagasan dan keterampilan berpikir analitis, khususnya di Biologi dan Fisika. Minat terhadap BBL sempat menurun pada 2022-2023, namun meningkat lagi pada 2023. Model ini lebih dominan diterapkan di SMA, meski di SD juga efektif untuk meningkatkan daya ingat siswa. Secara geografis, BBL lebih optimal di Indonesia Barat dan Tengah, sementara wilayah Timur menghadapi tantangan terkait fasilitas dan pelatihan guru. BBL berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, namun membutuhkan perhatian lebih pada pelatihan guru dan penyediaan fasilitas. Kata Kunci: Brain based learning ; model pembelajaran ; systemtik literature review ; pembelajaran IP

    PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA TEROTOMASI UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 15 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan di perpustakaan yang bertujuan untuk melakukan pengaturan bahan pustaka yang tersedia agar dapat disimpan di tempatnya menurut susunan tertentu serta mudah ditemukan dan digunakan oleh pengguna perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan bahan pustaka terotomasi untuk meningkatkan layanan di Perpustakaan SMAN 15 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ditemukan bahwa penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi lapangan atau pengamatan, dan terstruktur terhadap 2 informan pengelola perpustakaan SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Fokus permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan SMA Negeri 15 Bandar Lampung dengan subfokus pengolahan bahan pustaka terotomasi. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa proses pengolahan bahan pustaka di perpustakaan SMAN 15 Bandar Lampung sudah menerapkan sistem otomasi dengan menerapkan SLiMS dalam proses pengolahan bahan pustaka dimulai dari pengadaan, inventarisasi, dan pengolahan anggota. Selain itu dengan adanya sistem otomasi di perpustakaan SMAN 15 Bandar Lampung proses pengolahan bahan pustaka menjadi lebih cepat, akurat, dan dapat meningkatkan layanan di perpustakaan SMAN 15 Bandar Lampung Kata Kunci : Layanan Perpustakaan, Sistem Otomasi, Pengolahan Bahan Pustaka. ii ABSTRACT Processing library materials is one of the activities in the library which aims to organize available library materials so that they can be stored in a certain place and are easy to find and use by library users. This research aims to determine the automated processing of library materials to improve services at the SMAN 15 Bandar Lampung Library. The method used in this research was that it was found that this research was descriptive in nature with a qualitative approach. The data collection technique was carried out by conducting field observations or structured observations of 2 informants managing the library at SMA Negeri 15 Bandar Lampung. The focus of the problems studied in this research is related to the processing of library materials in the library of SMA Negeri 15 Bandar Lampung with a subfocus of automated processing of library materials. The results of data analysis show that the library material processing process in the SMAN 15 Bandar Lampung library has implemented an automation system by implementing SLiMS in the library material processing process starting from procurement, inventory and member processing. Apart from that, with the automation system in the SMAN 15 Bandar Lampung library, the processing of library materials becomes faster, more accurate, and can improve services at the SMAN 15 Bandar Lampung library. Keywords : Library Services, Automation Systems, Library Material Processing

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇