39192 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PASAL 13 PERATURAN BUPATI PESAWARAN NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG PERAN KEPALA DESA TERHADAP BADAN USAHA MILIK DESA PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYYAH (Studi Kasus Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran)
ABSTRAK
BUMDes adalah instrumen strategis pembangunan ekonomi
desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) dan
kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal. Pasal 13
poin (1) dan (2) Peraturan Bupati Pesawaran Nomor 52 Tahun 2016
menyatakan: (1) Penasehat sebagai komisaris sebagaimana dimaksud
Pasal 11 ayat (1) huruf a dijabat secara ex officio oleh Kepala Desa.
(2) Penasehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkewajiban: a.
Memberikan nasihat kepada Pelaksana Operasional dalam
melaksanakan pengelolaan BUMDesa; b. Memberikan saran dan
pendapat mengenai masalah penting bagi pengelolaan BUMDesa; dan
c. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUMDesa.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
implementasi Pasal 13 Peraturan Bupati Pesawaran Nomor 52 Tahun
2016 tentang peran kepala desa terhadap BUMDes di Desa Mulyosari;
dan (2) Bagaimana perspektif Siyasah Tanfidziyyah terhadap
pelaksanaan peran kepala desa sebagai penasihat ex officio dalam
pengelolaan BUMDes. Penelitian menggunakan metode kualitatif
lapangan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
penelitian terdiri dari Direktur, Sekretaris, Bendahara BUMDes,
Pengurus Unit Gas, Pengurus Unit AMDK, Mitra BUMDes, serta
masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan implementasi Pasal 13 di Desa
Mulyosari belum optimal. Arahan kepala desa bersifat umum,
pengawasan kurang intensif, rapat jarang, dan evaluasi tidak
terstruktur. Hal ini melemahkan fungsi BUMDes, sehingga unit usaha
berjalan sendiri tanpa sinergi dengan pemerintah desa. Dari perspektif
Siyasah Tanfidziyyah, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya
pelaksanaan amanah kepemimpinan. Dari perspektif Siyasah Maliyah,
pengelolaan dana dan aset belum transparan dan akuntabel, sehingga
tujuan peningkatan ekonomi masyarakat tidak tercapai.
Kata Kunci: Peraturan Bupati Pesawaran Nomor 52 Tahun 2016,
BUMDes, Kepala Desa, Siyasah Tanfidziyyah. ABSTRACT
Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa or
BUMDes) serve as strategic instruments for rural economic
development, aiming to increase Village Original Revenue
(Pendapatan Asli Desa or PADesa) and improve community welfare
through the management of local potential. Article 13, points (1) and
(2) of Pesawaran Regent Regulation No. 52 of 2016 stipulates: (1)
The advisor acting as commissioner, as referred to in Article 11
paragraph (1) letter a, is held Ex Officio by the respective Village
Head. (2) The advisor as referred to in paragraph (1) is responsible
for: a. Providing advice to the Operational Executives in managing
the BUMDes; b. Offering suggestions and opinions on matters
considered important for BUMDes governance; and c. Supervising
the implementation of BUMDes management activities.
The research questions in this study are: (1) How is Article 13
of Pesawaran Regent Regulation No. 52 of 2016 implemented
regarding the Village Head’s role in BUMDes in Mulyosari Village?
and (2) What is the perspective of Siyasah Tanfidziyyah on the
implementation of the Village Head’s role as an Ex Officio advisor in
BUMDes governance? This study employs a qualitative field research
method using interviews, observation, and documentation. The
research informants consist of the Director, Secretary, Treasurer of
BUMDes, Gas Unit Manager, AMDK Unit Manager, BUMDes
partners, and the community. The data were analyzed using a
descriptive qualitative approach.
The findings indicate that the implementation of Article 13 in
Mulyosari Village has not been optimal. The Village Head only
provided general directions without intensive supervision, while
official meetings were rarely held and evaluations were not well
structured. This condition weakened the institutional function of
BUMDes, causing the business units to operate independently without
synergy with the village government. From the perspective of Siyasah
Tanfidziyyah, this reflects weak execution of leadership
responsibilities. From the perspective of Siyasah Maliyah, financial
and asset management were neither transparent nor accountable, thus
failing to achieve the goal of improving the village economy.
Keywords: Pesawaran Regent Regulation No. 52 of 2016, BUMDes,
Village Head, Siyasah Tanfidziyyah
DAMPAK BANK PLECIT TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA TAMBAHREJO KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU
ABSTRAK
Kehadiran lembaga keuangan informal seperti Bank Plecit di Desa
Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, merupakan
fenomena sosial yang mencerminkan kesenjangan akses masyarakat terhadap
layanan keuangan formal. Bank Plecit menawarkan pinjaman tanpa agunan
dengan proses cepat, namun dengan bunga tinggi dan sistem penagihan yang
intensif. Kondisi ini menarik minat masyarakat yang mengalami tekanan
ekonomi, terutama pasca pandemi. Namun, praktik ini tidak hanya
berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menimbulkan perubahan dalam
kehidupan sosial masyarakat, seperti menurunnya partisipasi dalam kegiatan
sosial, meningkatnya rasa malu dan isolasi sosial, serta muncul nya stigma
negatif terhadap para peminjam. Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah Bagaimana Keberadaan Bank Plecit Pada Masyarakat Desa
Tambahrejo? dan Bagaimana Dampak perubahan Sosial Pada Masyarakat di
Desa Tambahrejo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
keberadaan Bank Plecit mempengaruhi perubahan sosial masyarakat di Desa
Tambahrejo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni penelitian yang
berfokus pada penggambaran dan pemahaman mendalam tentang suatu
fenomena, situasi, atau objek penelitian apa adanya, tanpa manipulasi
variabel dengan sifat deskriptif yakni hasil penelitian berupa uraian kalimat
yang menjelaskan pemahaman tentang objek atau fenomena penelitian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis yakni mengkaji suatu
objek (fenomena sosial) dari sudut pandang masyarakat, dengan fokus pada
interaksi sosial, pola organisasi, dan struktur sosial yang ada di
dalamnya.Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam,
dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari
kepala desa, ketua RT/RW, tokoh agama, serta warga yang menjadi nasabah
Bank Plecit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Bank Plecit di
Desa Tambahrejo merupakan respons atas sulitnya akses keuangan formal,
terutama sejak 2017 dan meningkat saat pandemi. Praktik ini tidak hanya
didorong oleh alasan ekonomi, tetapi juga oleh nilai sosial, emosi, dan
kebiasaan, sesuai teori tindakan sosial Max Weber. Ketergantungan warga
pada pinjaman cepat ini memicu konflik sosial, beban psikologis, serta
menurunnya solidaritas dan keharmonisan masyarakat. Meski membantu
kebutuhan mendesak, Bank Plecit justru memperkuat siklus utang dan
kerentanan sosial jangka panjang. Bank Plecit di Desa Tambahrejo
menyebabkan penurunan kualitas hubungan sosial, meningkatnya konflik,
dan keterasingan warga akibat tekanan utang. Budaya gotong royong tergeser
oleh pola hidup konsumtif dan individualistik. Praktik tanggung renteng
memicu konflik antarwarga, bahkan dalam keluarga. Jika dibiarkan, kondisi
ini dapat memperdalam disorganisasi sosial. Solusinya adalah edukasi
keuangan dan akses ke lembaga keuangan legal.
Kata Kunci: Dampak, Bank Plecit, Perubahan Sosial. ABSTRACT
The presence of informal financial institutions such as Bank Plecit
in Tambahrejo Village, Gadingrejo Subdistrict, Pringsewu Regency, is a
social phenomenon that reflects the gap in public access to formal financial
services. Bank Plecit offers unsecured loans with fast processes, but with high
interest rates and intensive debt collection systems. This condition attracts
communities facing economic pressure, especially in the post-pandemic
period. However, this practice not only impacts the economic aspect but also
causes changes in the social life of the community, such as decreased
participation in social activities, increased feelings of shame and social
isolation, as well as the emergence of negative stigma toward borrowers. The
research problem formulation is How is the existence of Plecit Bank in the
Tambahrejo Village community? and How is the impact of social change on
the community in Tambahrejo Village? The purpose of this research is to
determine how the existence of Plecit Bank influences social change in the
community in Tambahrejo Village.
This research uses a qualitative method, namely research that
focuses on the description and in-depth understanding of a phenomenon,
situation, or object of research as it is, without manipulation of variables
with a descriptive nature, namely the results of the research in the form of a
sentence description that explains the understanding of the object or
phenomenon of research. This research uses a sociological approach, namely
studying an object (social phenomenon) from the perspective of society, with
a focus on social interactions, organizational patterns, and social structures
within it. Data collection techniques include observation, in-depth interviews,
and documentation. Research informants were selected purposively,
consisting of village heads, RT / RW heads, religious leaders, and residents
who are customers of Bank Plecit.
The research findings indicate that the presence of Bank Plecit in
Tambahrejo Village is a response to limited access to formal financial
institutions, particularly since 2017 and increasingly during the pandemic.
This practice is driven not only by economic factors but also by social values,
emotions, and habitual behavior, in line with Max Weber’s theory of social
action. Residents’ dependence on quick loans has triggered social conflicts,
psychological burdens, and a decline in community solidarity and harmony.
While it addresses urgent financial needs, Bank Plecit actually reinforces
cycles of debt and long-term social vulnerability. Bank Plecit has also led to
a deterioration in social relationships, rising conflicts, and social isolation
among residents due to debt pressure. The spirit of mutual cooperation has
been replaced by a more consumerist and individualistic lifestyle. The group�loan (tanggung renteng) system often sparks disputes between residents, even
within families. If left unaddressed, this situation may deepen social
disorganization. The recommended solutions are financial literacy education
and improved access to legal financial institutions.
Keywords: Impact, Bank Plecit, Social Change
ii
IMPLEMENTASI LAYANAN ADMINISTRASI KETATAUSAHAAN DI MTS NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Implementasi merupakan suatu tindakan atau unjuk kerja yang di
laksanakan dengan prilaku kerja yang baik terutama dalam
ketatausahaan sekolah, penelitian mendeskripsikan standar kualitas
pelaksanaan administrasi ketatausahaan di Madrasah Tsanawiyah
Negeri 2 Bandar Lampung, dalam administrasi guru, administrasi
kesiswaan dan kepegawaian yang telah berjalan dengan baik tetapi
pelaksanaan administrasi masih sedikit belum maksimal.
Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis
deskriftif, informasi dan penelitian ini adalah staf bagian tata usaha
dan kepala tata usaha Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar
Lampung,teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,
observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan
tringulasi seumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk
pelayanan administrasi di MTS Negeri 2 Bandar Lampung sudah
menggunakan system pelayanan terpadu satu pintu atau PTSP,
dimana untuk setiap tamu yg datang akan diberikan kartu pengenal
tanda tamu untuk masuk ke lingkungan sekolah.
Masih ada beberapa kendala dalam pelayanan administrasi dalam
penglolaan itu seringnya terlambat informasi, karena banyaknya sub
sub nya, untuk itu koordinasi harus lebih di tingkatkan lagi,dan masih
kurangnya kesadaran guru dalam ketentuan yang telah di tetapkan
oleh staf tata usaha Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung.
Unttuk surat menyurat dan arsip masih ada kendala dimana data itu
seharusnya bukan bentuk file mentah, harus tersistem dalam
komputer, kendalanya karena terkadang SDM kurang memahami, dan
koordinasi.
Adapun Faktor penghambat pelaksanaan administrasi di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung terdapat beberapa
kendala
secara
internal.
Untuk kendala internal yaitu
kemampuan/kompetensi dalam menyelesaikan pekerjaan, dengan
solusi merotasi jabatan personil yang kurang mampu mengemban
tanggung jawab dari sekolah, sehingga dalam penyelesaian pekerjaan
tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan sekolah.
Kata kunci: Implementasi dan Ketatausahaan
ii
ABSTRACT
Implementation is an action or performance carried out with good
work behavior, particularly in school administration. This research
describes the quality standards of administrative implementation at
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung, specifically in
teacher administration, student affairs, and staffing. Although the
administration has been running well, its implementation is still not
fully optimal.
This study employed a descriptive qualitative approach. The
informants of this research were the administrative staff and the head
of administration at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar
Lampung. Data were collected through interviews, observations, and
documentation studies. The validity of the data was tested using
source triangulation. The results of the study show that administrative
services at MTs Negeri 2 Bandar Lampung have already implemented
the One-Stop Service System (PTSP), where each visitor is provided
with a guest identification card to enter the school environment.
Nevertheless, several obstacles remain in administrative services.
Information is often delayed due to the large number of sub-sections,
thus requiring improved coordination. In addition, teachers’
awareness of complying with the regulations set by the administration
staff is still lacking. In correspondence and archiving, problems occur
because some data are still stored as raw files instead of being
systematized into computer databases, mainly due to limited human
resource capacity and coordination.
The inhibiting factors in the implementation of administration at
Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung are mostly internal.
These include the lack of competence in completing tasks. As a
solution, the school rotates staff members who are less capable of
carrying out responsibilities, so that administrative tasks can be
completed in accordance with the school’s expectations.
Keywords: Implementation, School Administratio
IMPLEMENTASI INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) No.35 TENTANG PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN ENTITAS BERORIENTASI NON LABA PADA MASJID AGUNG KALIANDA
ABSTRAK
Masjid merupakan salah satu entitas non laba yang dalam penyusunan
laporan keuangannya menggunakan pedoman dari Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) 35. Tujuan dari penelitian ini adalah
melakukan analisis terkait kesesuaian penyusunan laporan keuangan
Masjid Agung Kalianda dengan ISAK 35. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif, dan data diperoleh dari hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi pada Masjid Agung Kalianda. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan Masjid Agung
Kalianda belum sesuai dengan ISAK 35. Penyusunan laporan
keuangan Masjid Agung Kalianda hanya berupa pencatatan kas keluar
dan kas masuk. Laporan keuangan Masjid Agung Kalianda sesuai
ISAK 35 terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan
Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan
Catatan Atas Laporan Keuangan.
Kata Kunci: Masjid, Laporan Keuangan, ISAK 35 ABSTRACT
Mosques are non-profit entities that use guidelines from Financial
Accounting Standards Interpretation (ISAK) 35 in preparing their
financial statements. The purpose of this study is to analyze the
compliance of the financial statements of the Kalianda Grand Mosque
with ISAK 35. The research method used is qualitative, and data was
obtained from observations, interviews, and documentation at the2
Kalianda Grand Mosque. The results of this study indicate that the
financial statements of the Kalianda Grand Mosque are not yet in
accordance with ISAK 35. The preparation of the financial statements
of the Kalianda Grand Mosque only consists of recording cash
outflows and inflows. Financial statements of the Kalianda Grand
Mosque that comply with ISAK 35 consist of a Statement of Financial
Position, a Statement of Comprehensive Income, a Statement of
Changes in Net Assets, a Cash Flow Statement, and Notes to the
Financial Statements.
Keywords: Mosque, Financial Statements, ISAK 3
PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI: STUDI TAFSIR SHAFWAH Artikel Ilmiah
Abstrak
Menyusui merupakan tahap awal yang esensial dalam
mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi anak. Namun,
sebagian ibu, khususnya dari kalangan sosialita dan ibu muda
generasi Z, enggan menyusui karena kekhawatiran terhadap
perubahan bentuk tubuh, terutama peningkatan berat badan, sehingga
memilih untuk memberhentikan penyusuan dan menjadikan susu
pabrikan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
secara mendalam perilaku ibu yang enggan menyusui dengan alasan
tersebut, melalui pendekatan kitab Shafwah At-Tafāsīr terhadap ayatayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pemberian ASI. Artikel ini
menggunakan metode tafsir maudhū‟ī (tematik) dengan pendekatan
studi pustaka (library research). Pengumpulan data dengan berbagai
sumber literatur seperti Al-Qur’an, kitab tafsir, buku ilmiah, jurnal,
dan skripsi yang relevan. Sumber-sumber yang telah dirujuk
kemudian dianalisis melalui proses membaca dan mengutip untuk
merumuskan kesimpulan penelitian. Hasil dari penelitian ini
menyimpulkan bahwa menyusui selama dua tahun merupakan wujud
tanggung jawab dan kasih sayang ibu yang sebaiknya tidak
dihentikan secara sepihak tanpa persetujuan suami serta
mempertimbangkan kemaslahatan anak, terutama bukan sematamata karena alasan estetika tubuh. Menyusui justru memberikan
manfaat kesehatan bagi ibu, seperti menurunkan risiko kanker dan
mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan.Abstract
Breastfeeding is an essential early stage in achieving a
healthy and prosperous life for children. However, some mothers
particularly from the socialite circle and Generation Z young
mothers are reluctant to breastfeed due to concerns about changes in
body shape, especially weight gain. As a result, they choose to stop
breastfeeding and opt for formula milk as an alternative. This study
aims to examine in depth the behavior of mothers who are unwilling
to breastfeed for such reasons, through the lens of Shafwah AtTafāsīr and the interpretation of Qur’anic verses related to
breastfeeding. This article uses the maudhū‟ī (thematic) method of
Qur’anic interpretation with a library research approach. Data were
collected from various literature sources such as the Qur’an, tafsir
books, academic texts, journals, and relevant theses. These sources
were then analyzed through reading and quoting processes to
formulate the research conclusions. The results of this study
conclude that breastfeeding for two full years is a form of maternal
responsibility and affection that should not be discontinued
unilaterally without the husband's consent and without considering
the child's best interest especially not solely for aesthetic reasons. In
fact, breastfeeding provides health benefits for mothers, including
lowering cancer risks and accelerating postpartum recovery
ENGARUH ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE, CAPITAL INTENSITY, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP TAX AVOIDANCE ( Studi Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Tahun 2019 – 2023)
ABSTRAK
Perbedaan kepentingan menimbulkan kecenderungan wajib
pajak untuk mengurangi pajak yang dibayarkan baik yang dilakukan
secara ilegal maupun legal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh islamic corporate governance, Capital Intensity dan Ukuran
Perusahaan terhadap tax avoidance pada Bank Umum Syariah Di
Indonesia yang terdaftar di ojk tahun 2019-2023.
Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapatkan
dari data laporan annual report bank umum syariah di Indonesia yang
terdaftar OJK tahun 2019-2023. Dengan sampel yang berjumlah 14
bank dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data
yaitu studi pustaka dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu
analisis regresi berganda dengan software SPPS versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukan secara parsial bahwa DPS,
kepemilikan manajerial, kepemilikan institusioanl, dewan komisaris,
komite audit dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap tax
avoidance. Hal ini menunjukan DPS hanya bertugas mengawasi tata
kelola perusahaan tidak termasuk teknis perpajakan. Kepemilikan
saham oleh manajemen maupun investor institusional tidak
menentukan keputusan perusahaan dalam melakukan tax avoidance.
Jumlah komisaris dan komite audit juga hanya berperan dalam
pengawasan umum, tidak termasuk teknis perpajakan. Selain itu
kualitas audit baik dari KAP Big Four maupun Non Big Four mampu
mempengaruhi tax avoidance. Sedangkan capital intensity berpengaruh
positif terhadap tax avoidance dan ukuran perusahaan berpengaruh
positif terhadap tax avoidance. Perusahaan dengan aset tetap yang
tinggi dan ukuran perusahaan yang besar cenderung memiliki sumber
daya dan peluang yang besar untuk melakukan tax avoidance. DPS
bertugas mengawasi tata kelola perusahaan agar sesuai dengan prinsip
islam, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S At-Taubah ayat 105 yaitu
pengawasan yang diawasi oleh Allah dalam bentuk peraturan dan
ketentuan yang membatasi.
Kata kunci : Islamic Corporate Governance, Capital Intensity,
Ukuran Perusahaan
ANALISIS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA APLIKASI CHATBOT DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penerapan chatbot dalam pembelajaran Pendidikan Agama
Islam (PAI) menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik. Perkembangan teknologi digital, khususnya
Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan
dalam dunia pendidikan salah satunya di SMA Negeri 13 Bandar
Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
penggunaan aplikasi chatbot dalam pembelajaran PAI? Dan
bagaimana respon peserta didik terhadap penggunaan chatbot dalam
proses pembelajaran PAI?
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dan
bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang
yaitu 1 oramg Wakil Kepala Sekolah, 1 orang Guru PAI, dan 8 orang
peserta didik SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan
data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa
data dengan reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa Penggunaan Artificial
Intelligence (AI) dalam aplikasi chatbot untuk pembelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 13 Bandar Lampung
dapat memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan
efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Artificial Intelegent (AI) pada
aplikasi chatbot membantu peserta didik mengakses informasi
tentang akidah, ibadah, sejarah Islam, hadis, dan tafsir Al-Qur'an
secara cepat dan akurat. Interaksi dengan teknologi membuat peserta
didik lebih semangat karena pembelajaran terasa lebih modern dan
menarik. Respon peserta didik dalam penggunaan Artificial
Intelligence (AI) pada aplikasi chatbot dalam pembelajaran
Pendidikan Agama Islam sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan
peserta didik di SMA Negeri 13 Bandar Lampung merasa chatbot
membantu mereka memahami konsep-konsep PAI secara lebih
mendalam, terutama dalam menjawab pertanyaan seputar akidah dan
ibadah. Beberapa peserta didik menyatakan chatbot mempermudah
mereka mengakses informasi kapan saja, tanpa perlu menunggu guru.
Peserta didik merasa antusias dan termotivasi menggunakan chatbot
karena tampilannya menarik dan responsnya cepat.
Kata kunci : Artificial Intelektual (AI), Chatbot, Pembelajaran
PAI.
ii
ABSTRACT
The application of chatbots in Islamic Religious Education
(PAI) learning is an innovative alternative to improve student
understanding. The development of digital technology, especially
Artificial Intelligence (AI), has brought significant changes in the
world of education, one of which is at SMA Negeri 13 Bandar
Lampung. The formulation of the problem in this study is how to use
the chatbot application in PAI learning? And how do students respond
to the use of chatbots in the PAI learning process?
This research is a field research and is descriptive. The
informants in this study numbered 10 people, namely 1 Vice Principal,
1 PAI Teacher, and 8 students of SMA Negeri 13 Bandar Lampung.
Data collection techniques with interviews, observations, and
documentation. Data analysis techniques with data reduction, data
display, and drawing conclusions.
The results of the study stated that the use of Artificial
Intelligence (AI) in the chatbot application for Islamic Religious
Education (PAI) learning at SMA Negeri 13 Bandar Lampung can
have a positive impact, especially in increasing the effectiveness and
efficiency of learning. Artificial Intelligence (AI) in chatbot
applications as interactive tools that help students learn. Artificial
Intelligence (AI) in chatbot applications helps students access
information about Islamic Religious Education materials quickly and
accurately. The response of students in the use of Artificial
Intelligence (AI) in chatbot applications in Islamic Religious
Education learning is very good. This is evidenced by students at SMA
Negeri 13 Bandar Lampung who feel that chatbots help them
understand Islamic Religious Education concepts more deeply,
especially in answering questions about faith and worship. Students
feel enthusiastic and motivated to use chatbots because they have an
attractive appearance and fast responses.
Keywords: Artificial Intelligence (AI), Chatbot, Islamic Religious
Education Learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII DI MTS NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pada zaman modern seperti sekarang, pendidikan menghadapi
banyak perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan
masyarakat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah
berkembang pesat. Perubahan ini mempengaruhi secara signifikan
bidang pendidikan, sehingga pendidik diharapkan dapat memberikan
kontribusi untuk menciptakan generasi yang unggul dan berkualitas di
masa depan. Kualitas generasi mendatang dapat dicapai melalui proses
pembelajaran dalam sistem pendidikan yang efektif. Variasi dalam
penerapan model pembelajaran dapat mempermudah peserta didik
dalam mengembangkan potensi diri, khususnya di era modern yang
terus berkembang. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Games
Tournament (TGT) merupakan salah satu pendekatan yang
menggabungkan unsur permainan dan pembelajaran secara
menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan motivasi serta
keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada
mata pelajaran Fikih kelas VII di MTs Negeri 2 Bandar Lampung serta
pengaruhnya terhadap motivasi dan keaktifan belajar siswa. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament
(TGT) pada mata Pelajaran Fiqih di kelas VII B. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) serta metode
yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan tes. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan
reduksi data dan triangulasi data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Team Games
Tournament (TGT)
dapat menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan, mendorong kerja sama antar siswa, serta meningkatkan
pemahaman terhadap materi pelajaran Fikih. Penerapan model Team
Games Tournament (TGT) secara efektif menumbuhkan partisipasi
aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan berkelompok
dan kompetisi edukatif yang sehat. Hal ini berdampak positif pada
x
peningkatan hasil belajar siswa, baik secara kognitif maupun afektif.
Dengan demikian, model pembelajaran Team Games Tournament
(TGT) dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam
rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih di jenjang
pendidikan menengah pertama.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Team Games
Tournament (TGT), Mata Pelajaran Fiqih.
xi
ABSTRACT
In modern times like now, education faces many changes that occur
in various aspects of people's lives. Advances in science and technology
have developed rapidly. These changes significantly affect the field of
education, so educators are expected to contribute to creating a
superior and quality generation in the future. The quality of future
generations can be achieved through the learning process in an
effective education system. Variations in the application of learning
models can facilitate students in developing their potential, especially
in the modern era that continues to develop. Team Games Tournament
(TGT) type cooperative learning model is one of the approaches that
combines elements of games and learning in a fun way, so as to increase
motivation and active involvement of students in the learning process.
This study aims to determine the application of the Team Games
Tournament (TGT) type cooperative learning model in Jurisprudence
class VII at MTs Negeri 2 Bandar Lampung and its effect on student
motivation and learning activeness. The purpose of this study was to
determine the planning, implementation, and evaluation of the Team
Games Tournament (TGT) type cooperative learning model in Fiqh
subjects in class VII B. This research uses the type of field research and
the method used is qualitative research with a descriptive approach.
Data were collected through observation, interviews, documentation,
and tests. The data were analyzed qualitatively using data reduction
and data triangulation, as well as drawing conclusions.
The results showed that the Team Games Tournament (TGT) model
can create a fun learning atmosphere, encourage cooperation between
students, and increase understanding of Jurisprudence subject matter.
The application of the Team Games Tournament (TGT) model
effectively fosters active student participation in the learning process
through group activities and healthy educational competition. This has
a positive impact on improving student learning outcomes, both
cognitively and affectively. Thus, the Team Games Tournament (TGT)
learning model can be used as an alternative learning strategy in order
to improve the quality of Fiqh learning at the junior secondary
education level.
xii
Keywords : Cooperative Learning Model, Team Games Tournament
(TGT), Fiqh Subject
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI MOTION GRAPHIC UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PJOK KELAS IV SD/MI
ABSTRAK
Penelitian dan pengembangan ini dilakukan berdasarkan
masalah yang ditemukan oleh peneliti diketiga sekolahan. Penelitian dan
pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui validitas produk e-modul
pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)
berbasis animasi motion graphic, untuk mengetahui respon pendidik dan
peserta didik terhadap produk e-modul pembelajarn Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis animasi motion graphic dan
untuk mengetahui efektivitas produk e-modul pembelajarn Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) berbasis animasi motion
graphic untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Penelitian
ini
mengguakan
metode
penelitian
dan
pengembangan Reseach and Development dengan menggunakan model
Robert Maribe Branch yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis
(analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi
(implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrument pengumpulan
data pada penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket yang
diberikan kepada tim validator, pendidik, dan peserta didik untuk
mengetahui kelayakan produk. Setelah produk diuji cobakan dan
dinyatakan layak selanjutnya produk dilakukan pengukuran pada
aktivitas produk dalam meningkatkan motivasi belajar dengan
menggunakan angket.
Hasil penelitian dan pengembangan menunjukan bahwa nilai
kelayakan produl ahli media sebesar 94,2%, ahli materi 91,6%, dan ahli
bahasa 95,5%, angket respon pendidik skala kecil 91% dan angket
respon skala besar 90% dan 91%. Hasil post test peserta didik skala kecil
memperoleh nilai 89,9% dan hasil post test peserta didik skala besar
memperoleh 89,5% dan 90%.
Kata Kunci: E-modul Pembelajaran, Animasi Motion Graphic, Motivasi
Belajar PJOK
iii
ABSTRACT
This research and development was conducted based on the
problems found by researchers in the three schools. This research and
development aims to determine the validity of the motion graphic
animation-based Physical Education, Sports and Health (PJOK)
learning e-module product, to determine the response of educators and
students to the motion graphic animation-based Physical Education,
Sports and Health (PJOK) learning e-module product and to determine
the effectiveness of the motion graphic animation-based Physical
Education, Sports and Health (PJOK) learning e-module product to
increase students' learning motivation.
This study uses the Research and Development method using the
Robert Maribe Branch model which consists of five stages, namely
analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data
collection instrument in this research and development uses a
questionnaire given to the validator team, educators, and students to
determine the feasibility of the product. After the product was tested and
declared feasible, the product was then measured on product activity in
increasing learning motivation using a questionnaire.
The research and development results showed that the product
feasibility score for media experts was 94.2%, for material experts
91.6%, and for language experts 95.5%. The small-scale educator
questionnaire responses were 91%, and the large-scale questionnaire
responses were 90% and 91%. The post-test results for small-scale
students were 89.9%, and the post-test results for large-scale students
were 89.5% and 90%.
Keywords: Learning E-module, Motion Graphic Animation,
Motivation for Physical Education Learnin
PENGARUH INVESMENT OPPORTUNITY SET, ISLAMIC CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, DAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP FIRM VALUE (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2020-2024)
ABSTRAK
Nilai Perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan
oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran pasar
modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja
perusahaan Oleh karena itu, perusahaan memiliki tujuan utama yaitu
untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Penelitian bertujuan untuk
mengetahui pengaruh Invesment Opportunity Set, Islamic Corporate
Social Responsibility, dan Intellectual Capital terhadap Firm Value
pada perusahaan yang terdaftar di Jakarat Islamic Index 2020-2024
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Jenis data
yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di
peroleh dari data perusahaan laporan Annual Report dan sustainability
Report perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun
2020-2024. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive
sampling yaitu berdasarkan kriteria tertentu. Jumlah perusahaan yang
menjadi sampel penelitian ini adalah 8 perusahaan yaitu perusahaan
manafaktur yang terdaftar di JII tahun 2020-2024 . Analisis data
dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis
regresi data panel.
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan
Invesment Opportunity Set, Islamic Corporate Social Responsibilty,
dan Intellectual Capital berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan. Secara parsial Invesment Opportunity Set berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan secara parsial Islamic
Corporate Social responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan dan secara persial Intellectual Capital tidak berpengaruh
terhadap Nilai perusahaan. Simpulan penelitian ini adalah Invesment
Opportunity Set berpengaruh terhadap Nilai perusahaan sedang kan
Islamic Corporate Social Responsibility dan Intellectual Capital tidak
berpengaruh terhadap Nilai perusahaan ABSTRACT
The value of the company is the company's performance
reflected in the stock price formed by the demand and supply of the
capital market, which reflects the public's assessment of the
company's performance. Therefore, the company has the main
objective of maximizing the company's value. The research aims to
determine the influence of the Investment Opportunity Set, Islamic
Corporate Social Responsibility, and Intellectual Capital on Firm
Value in companies listed on the Jakarta Islamic Index from 2020 to
2024.
This research uses a quantitative research type. The type of
data used in this study is secondary data obtained from company
reports, specifically the Annual Report and Sustainability Report of
companies listed on the Jakarta Islamic Index (JII) from 2020 to 2024.
The sample was taken using purposive sampling technique based on
specific criteria. The number of companies that are samples in this
study is 8 companies, specifically manufacturing companies listed on
the JII from 2020 to 2024. Data analysis in this study uses descriptive
analysis and panel data regression analysis.
The results of the hypothesis test indicate that simultaneously
the Investment Opportunity Set, Islamic Corporate Social
Responsibility, and Intellectual Capital have a significant effect on
company value. Partially, the Investment Opportunity Set has a
significant effect on company value, while the Islamic Corporate
Social Responsibility has no effect on company value, and Intellectual
Capital also has no effect on company value. The conclusion of this
study is that the Investment Opportunity Set affects company value,
while Islamic Corporate Social Responsibility and Intellectual Capital
do not have an effect on company value