Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGARUH BOARD GENDER DIVERSITY, TAX TRANSPARENCY, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK PADA BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2020-2023 PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    ABSTRAK Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya didalam pelaksanaan Pembangunan. Penghindaran pajak merupakan praktik yang memanfaatkan celah hukum dan kelemahan sistem perpajakan yang ada. Meskipun tidak melanggar secara hukum, namun secara moral tidak dapat dibenarkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui board gender diversity, tax transparency, dan kepemilikan institsional terhadap penghindaran pajak. Metode penelitian bersifat kuantitatif data atau informasi dengan cara membaca atau mengutip, dan menyusunnya berdasarkan data-data yang telah diperoleh yang berasal dari data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan bank umum syariah. Sampel terdiri dari 9 bank umum syariah periode 2020-2023. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS.24 terdiri dari uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi data panel, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Board Gender Diversity tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak pada bank umum syariah. Tax Tranparency tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak pada bank umum syariah. Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Board gender diservity, tax transparansi ,dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak pada bank umum syariah. Dalam pandangan Islam, penghindaran pajak dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum Islam karena dekat dengan niat buruk. Perbuatan buruk untuk menghindari pajak merugikan negara. Niat/motivasi untuk menghindari pajak adalah manifestasi dari kejahatan (bukan kebaikan). Kata Kunci: Board Gender Diservity, Tax Transparansi ,Dan Kepemilikan Institusional, Dan Penghindaran Pajak. ABSTRACT Taxes have a very important role in the life of the state, especially in the implementation of development. Tax avoidance is a practice that utilizes legal loopholes and weaknesses in the existing tax system. Although it does not violate the law, it is morally unjustified. The purpose of this study was to determine board gender diversity, tax transparency, and institutional ownership of tax avoidance. The research method is quantitative data or information by reading or quoting, and compiling it based on the data that has been obtained from secondary data obtained from the financial statements of Islamic commercial banks. The sample consists of 9 Islamic commercial banks for the period 2020-2023. The data analysis technique was carried out with the help of SPSS.24 consisting of descriptive statistical tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests, and hypothesis testing. The results showed that Board Gender Diversity has no effect on tax avoidance in Islamic commercial banks. Tax Tranparency has no effect on tax avoidance in Islamic commercial banks. Institutional ownership affects tax avoidance, the higher the Audit committee in Islamic commercial banks, the more supervision will increase so as to minimize activities in tax avoidance. Board gender disservity, tax transparency, and institutional ownership have no effect on tax avoidance in Islamic commercial banks. In the view of Islam, tax avoidance is considered an act that is contrary to Islamic law because it is close to bad intentions. Bad actions to avoid taxes harm the state. The intention/motivation to avoid taxes is a manifestation of evil (not good). Keywords: Board Gender Disservity, Tax Transparency, and Institutional Ownership, and Tax Avoidance

    INOVASI PENDIDIKAN BAHASA ANAK USIA DINI: MENYONGSONG ERA DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAHASA

    No full text
    ABSTRAK Inovasi pendidikan bahasa anak usia dini menjadi semakin penting di era digital, terutama untuk meningkatkan kompetensi mereka. Seiring perkembangan teknologi, pembelajaran bahasa dipandang perlu disesuaikan dengan memanfaatkan alat digital guna menarik minat anak dan mendukung perkembangan linguistik mereka. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan media digital dalam pembelajaran bahasa anak usia dini di TK Al Kautsar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan utama terdiri dari guru kelas, guru laboratorium komputer, dan anak-anak kelompok B2 usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional, seperti ceramah dan penggunaan buku, masih efektif tetapi memiliki keterbatasan dalam memvisualisasikan konsep abstrak. Penggunaan media digital, seperti video interaktif dan aplikasi edukasi, terbukti meningkatkan antusiasme anak dalam belajar bahasa serta memperkaya kosakata mereka. Guru juga merasakan manfaat media digital dalam menjelaskan konsep secara lebih konkret dan menarik. Namun, keseimbangan dengan interaksi langsung tetap diperlukan untuk aspek sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, kombinasi metode digital dan konvensional menjadi strategi ideal dalam pembelajaran bahasa anak usia dini. Kata Kunci: Inovasi pendidikan, kompetensi bahasa, anak usia dini, era digital 1 ABSTRACT Innovation in early childhood language education is becoming increasingly important in the digital era, particularly in enhancing children's language competence. With rapid technological advancements, language learning needs to adapt by incorporating digital tools to engage children and support their linguistic development. This study explores the use of digital media in early childhood language learning at TK Al Kautsar. It employs a descriptive qualitative approach with primary informants consisting of classroom teachers, computer lab teachers, and children in group B2 aged 5–6 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that conventional methods, such as lectures and books, remain effective but have limitations in visualizing abstract concepts. The use of digital media, such as interactive videos and educational applications, has been proven to enhance children's enthusiasm for language learning and enrich their vocabulary. Teachers also acknowledge that digital media help explain concepts more concretely and engagingly. However, maintaining a balance with direct interaction is essential for children's social and emotional development. Therefore, integrating digital and conventional teaching methods is the ideal strategy for early childhood language education. Keyword: Educational innovation, language competency, early childhood, digital era © 2025, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tarbiyah Dan Kegurua

    STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK USIA DINI

    No full text
    ABSTRAK Kurangnya pemahaman anak usia dini terhadap keberagaman budaya dan bahasa menjadi kendala utama dalam pembentukan keterampilan komunikasi anak di lingkungan multikultural. Hal ini disebabkan keterbatasan kosakata dan rendahnya kepercayaan diri saat berbicara. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas strategi pembelajaran bahasa multikultural dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak usia dini pada kelompok usia 5-6 tahun, melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Strategi yang diterapkan mencakup bernyanyi, bercerita, mendongeng, tanya jawab, dan media visual dalam tiga bahasa: Lampung, Jawa, dan Indonesia. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam enam aspek komunikasi anak termasuk penguasaan kosakata, keberanian berbicara, dan kemampuan menyimak. Temuan ini menegaskan kebaruan model intervensi yang menggabungkan pendekatan multibahasa dan budaya lokal melalui metode pembelajaran aktif. Penelitian ini memperluas kajian pendidikan multikultural dari ranah pembentukan karakter ke pengembangan keterampilan komunikasi anak secara menyeluruh. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Bahasa Multikultural, Komunikasi Anak Usia Dini Kata Kunci : strategi pembelajaran,bahasa multikultural, komunikasi, anak usia dini. 1 ABSTRACT The lack of understanding of early childhood towards cultural and linguistic diversity is a major obstacle in the formation of children's communication skills in a multicultural environment. This is due to limited vocabulary and low self-confidence when speaking. This study aims to examine the effectiveness of multicultural language learning strategies in improving the communication skills of early childhood in the 5-6 year age group, through a descriptive qualitative approach. The strategies implemented include singing, storytelling, question and answer, and visual media in three languages: Lampung, Javanese, and Indonesian. The results showed a significant increase in six aspects of children's communication including vocabulary mastery, speaking courage, and listening skills. These findings confirm the novelty of the intervention model that combines multilingual and local cultural approaches through active learning methods. This study expands the study of multicultural education from the realm of character formation to the development of children's communication skills as a whole. Keywords : learning strategies, multicultural language, Early childhood communicatio

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NASABAH PADA INVESTASI EMAS MELALUI APLIKASI PEGADAIAN DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (Studi Pada Nasabah Pegadaian di Unit Pegadaian Cabang Pahoman Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRACT In today's digital age, investing is no longer limited to conventional physical instruments, but also through digital platforms that facilitate access and management. This study aims to analyze the factors that influence customer interest, experience and knowledge in investing in gold through the Pegadaian application from an Islamic business perspective. The method used is descriptive qualitative with direct field research at the Unit Pegadaian Cabang (UPC) Pahoman Bandar Lampung and literature studies which include interviews, observations, and literature analysis. Data were collected through purposive sampling techniques from customers who use the Pegadaian Digital Service (PDS) application as well as through documentation studies and related literature. The results showed that knowledge, experience, perceived ease of use, and Islamic business values such as transparency and fairness have a good influence on interest in investing in gold through the Pegadaian application. In addition, trust in transaction security and financial factors are also key determinants. This finding confirms that the integration of sharia aspects and ease of technology is an important factor in encouraging customer interest in investing in gold digitally through the Pegadaian application. Keywords: Customer Interest, Gold Investment, Pegadaian Application, Islamic Business. ABSTRAK Dalam era digital saat ini, investasi tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional dengan instrumen fisik, tetapi juga melalui platform digital yang memudahkan akses dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat, pengalaman dan pengetahuan nasabah dalam berinvestasi emas melalui aplikasi pegadaian dari perspektif bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penelitian lapangan secara langsung di Unit Pegadaian Cabang (UPC) Pahoman Bandar Lampung dan studi kepustakaan yang meliputi wawancara, observasi, dan analisis literatur. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dari nasabah yang menggunakan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) serta melalui studi dokumentasi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, pengalaman, persepsi kemudahan penggunaan, serta nilai-nilai bisnis Islam seperti transparansi dan keadilan memiliki pengaruh yang baik terhadap minat investasi emas melalui aplikasi Pegadaian. Selain itu, kepercayaan terhadap keamanan transaksi dan faktor keuangan juga menjadi penentu utama. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi aspek syariah dan kemudahan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong minat nasabah untuk berinvestasi emas secara digital melalui aplikasi Pegadaian. Kata Kunci: Minat Nasabah, Investasi Emas, Aplikasi Pegadaian, Bisnis Islam

    ANALISIS PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN ZAKAT REVENUE TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI SUMBAGSEL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2018-2024

    No full text
    ABSTRAK Kemiskinan merupakan isu global yang dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia begitupun dengan Indonesia. Pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,22 juta orang, yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di negara ini masih cukup tinggi. Kondisi ini juga terjadi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (SUMBAGSEL), di mana tingkat kemiskinan di beberapa provinsi masih di atas rata-rata nasional. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah desentralisasi fiskal, kinerja keuangan daerah dan zakat revenue berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di SUMBAGSEL tahun 2018-2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap tingkat kemiskinan. Dengan metode penelitian kuantitatif, populasi studi mencakup laporan yang terkait dengan semua variabel sebanyak 5 provinsi di SUMBAGSEL. Metode sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sedangkan teknik analisis data yang dipergunakan adalah data panel dengan menggunakan perangkat lunak EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di SUMBAGSEL, sedangkan kinerja keuangan daerah dan zakat revenue berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Kata Kunci : Kemiskinan, Desentralisasi Fiskal, Kinerja Keuangan Daerah, Zakat.ABSTRACT 2 Poverty is a global issue faced by many countries around the world, including Indonesia. In 2024, the number of poor people in Indonesia will reach 25.22 million people, which shows that the poverty rate in this country is still quite high. This condition also occurs in the South Sumatra region (SUMBAGSEL), where the poverty rate in several provinces is still above the national average. The problem raised in this study is whether fiscal decentralization, regional financial performance and zakat revenue affect the poverty rate in SUMBAGSEL in 2018-2024. The purpose of this study is to determine the effect of these three variables on the poverty rate. With a quantitative research method, the study population includes reports related to all variables in 5 provinces in SUMBAGSEL. The sampling method used is saturated sampling, while the data analysis technique used is panel data using EViews 10 software. The results of the study indicate that fiscal decentralization has no effect on the poverty rate in SUMBAGSEL, while regional financial performance and zakat revenue have a negative and significant effect on poverty. PENDAHULUAN Keywords: Poverty, Fiscal Decentralization, Regional Financial Performance, Zakat

    ETIKA LINGKUNGAN DALAM TRADISI RUWAT BUMI (Studi di Desa Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan)

    No full text
    ABSTRAK ETIKA LINGKUNGAN DALAM TRADISI RUWAT BUMI (Studi di Desa Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan) Oleh Panca Hariabuana Krisis lingkungan hidup yang semakin meningkat menuntut pemikiran ulang terhadap relasi antara manusia dan alam. Tradisi lokal yang mengandung nilai-nilai ekologis perlu dikaji sebagai alternatif pendekatan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai etika lingkungan yang terkandung dalam tradisi Ruwat Bumi di Desa Sumur Kumbang, Kabupaten Lampung Selatan. Tradisi ini merupakan ekspresi kultural masyarakat agraris yang diyakini sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan penjaga keseimbangan kosmis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tokoh adat, juru kunci, perangkat desa, pemuda, dan masyarakat setempat. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah Land Ethic dari Aldo Leopold, yang menekankan pentingnya memperluas komunitas moral untuk mencakup tanah, air, tumbuhan, dan hewan sebagai bagian dari komunitas ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwat Bumi mengandung berbagai nilai etika lingkungan, seperti rasa syukur terhadap alam, pelestarian ekosistem, tanggung jawab kolektif, kesadaran ekologis, dan spiritualitas kosmis. Tradisi ini tidak hanya merupakan ritual tahunan, tetapi juga merepresentasikan cara pandang holistik terhadap hubungan manusia dan alam yang bersifat timbal balik dan berkelanjutan. Nilai-nilai seperti gotong royong, penghormatan terhadap leluhur dan makhluk hidup lain, serta sikap hidup harmonis dengan alam menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik Ruwat Bumi. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal dalam tradisi Ruwat Bumi dapat diposisikan sebagai bentuk praksis etika lingkungan yang kontekstual dan relevan dalam menjawab tantangan krisis ekologi global saat ini. Kata Kunci: Etika Lingkungan, Ruwat Bumi, Kearifan Lokal, Land Ethic, Ekologi, Tradisi.ABSTRACT ETIKA LINGKUNGAN DALAM TRADISI RUWAT BUMI (Studi di Desa Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan) Oleh Panca Hariabuana The escalating environmental crisis demands a rethinking of the relationship between humans and nature. Local traditions that contain ecological values need to be examined as alternative approaches to environmental ethics. This study aims to analyze the values of environmental ethics embodied in the Ruwat Bumi tradition in Sumur Kumbang Village, South Lampung Regency. This tradition represents a cultural expression of agrarian communities and is believed to be a form of reverence for nature and a guardian of cosmic balance. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data collection techniques include in-depth interviews, participant observation, and documentation. Interviews were conducted with traditional leaders, ritual guardians, village officials, youth leaders, and local residents. The theoretical framework used is Aldo Leopold’s Land Ethic, which emphasizes the moral expansion of the community to include land, water, plants, and animals as integral parts of the ecological community. The results show that the Ruwat Bumi tradition contains various environmental ethical values such as gratitude to nature, ecosystem preservation, collective responsibility, ecological awareness, and cosmic spirituality. This tradition is not merely an annual ritual but represents a holistic worldview regarding the reciprocal and sustainable relationship between humans and nature. Values such as mutual cooperation, respect for ancestors and living beings, and harmonious coexistence with nature are integral to the practice of Ruwat Bumi. These findings affirm that local wisdom embodied in the Ruwat Bumi tradition can be positioned as a contextual form of environmental ethics praxis, offering a relevant response to today’s global ecological challenges.Keywords: Environmental Ethics, Ruwat Bumi, Local Wisdom, Land Ethic, Ecology, Tradition

    ANALISIS SIYASAH TANFIDZIYYAH SYAR’IYYAH DALAM IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN DI LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi siyasah tanfidziyyah syar’iyyah dalam perlindungan pekerja migran asal Lampung, dengan fokus pada peran Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Siyasah tanfidziyyah syar’iyyah merujuk pada kebijakan publik yang diterapkan oleh pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam untuk mencapai maslahah (kebaikan) dan keadilan. Di era globalisasi ini, pekerja migran menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap eksploitasi dan pelanggaran hak-hak pekerja. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi terkait perlindungan pekerja migran, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaannya, terutama dalam konteks pengawasan dan pemberian perlindungan di negara tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, yang merupakan salah satu provinsi pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan, kepala bidang, staf, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, pekerja migran, dan berbagai pihak terkait, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan perlindungan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung telah menjalankan beberapa kebijakan berbasis siyasah syar’iyyah, seperti penyuluhan kepada calon pekerja migran, verifikasi agen penyalur tenaga kerja, dan kerjasama dengan negara tujuan. Namun, masih ada kekurangan dalam hal pengawasan yang lebih ketat terhadap agen tenaga kerja ilegal dan perlindungan pekerja migran setelah kepulangan mereka. Kebijakan yang ada perlu lebih mengedepankan prinsip keadilan sosial dan pengawasan yang efektif untuk memastikan perlindungan yang maksimal bagi pekerja migran. Penelitian ini menyarankan agar Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung memperkuat koordinasi antar lembaga, meningkatkan pelatihan keterampilan, dan memperhatikan pendampingan hukum untuk pekerja migran di luar negeri. Dengan demikian, implementasi siyasah tanfidziyyah syar’iyyah dapat lebih optimal dalam memberikan perlindungan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Kata kunci: Siyasah Tanfidziyyah Syar’iyyah, Perlindungan Pekerja Migran, Dinas Tenaga Kerja, Lampung, Maslahah, Keadilan ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of siyasah tanfidziyyah syar’iyyah in the protection of migrant workers from Lampung, focusing on the role of the Lampung Provincial Manpower Office. Siyasah tanfidziyyah syar’iyyah refers to public policies implemented by the government based on Islamic principles to achieve maslahah (public benefit) and justice. In the era of globalization, migrant workers are among the most vulnerable groups to exploitation and violations of their rights. Although Indonesia has regulations regarding migrant worker protection, challenges remain in their implementation, particularly in monitoring and ensuring protection in destination countries. This research uses a qualitative approach with a case study method in Lampung Province, one of the largest migrant worker-sending regions in Indonesia. Data was collected through interviews with officials from the Lampung Provincial Manpower Office, migrant workers, and related stakeholders, as well as document studies of existing protection policies. The findings indicate that the Lampung Provincial Manpower Office has implemented several policies based on siyasah syar’iyyah, such as providing counseling for prospective migrant workers, verifying labor agencies, and cooperating with Indonesian in destination countries. However, there are still gaps in terms of stricter supervision of illegal labor agencies and post-return protection for migrant workers. Existing policies need to prioritize social justice and effective monitoring to ensure maximum protection for migrant workers. This study suggests that the Lampung Provincial Manpower Office should strengthen inter-institutional coordination, enhance skills training, and provide legal assistance for migrant workers abroad. In doing so, the implementation of siyasah tanfidziyyah syar’iyyah can be optimized to provide protection in line with Islamic principles. Keywords: Siyasah Tanfidziyyah Syar’iyyah, Migrant Worker Protection, Lampung Provincial Manpower Office, Maslahah, Justic

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V DI SDN 1 WAY HUWI LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK karena Kemampuan berpikir kreatif sangat penting bagi peserta didik, mampu mendorong kemajuan dalam penelusuran, pengembangan, dan penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan ini memungkinkan peserta didik menghasilkan ide, menemukan hubungan, berimajinasi, serta memiliki sudut pandang yang beragam terhadap suatu masalah. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif dapat menyulitkan peserta didik dalam memevahkan permasalahan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan desain penelitian penelitian Pretest-Postest Contol Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V sebanyak 48 peserta didik. Sampel pada penelitian ini yaitu Kelas VA Dan VB di SDN 1 Way Huwi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes yang berbentuk uraian (Essay), dan dokumentasi. Sebelum melakukan penelitian instrumen tes di uji coba dan dihitung, validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan uji daya pembeda. Kemudian uji hipotesis penelitian menggunakan uji-t (uji sampel t test), sebelum dilakukan uji t data di uji prasyarat analisisnya terlebih dahulu yaitu menggunakan uji N Gain, uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan pengelolaan data dari hasil uji normalitas dan homogenitas yang dihitung menggunakan SPSS 25, diperoleh bahwa data hasil tes dari kedua sampel tersebut normal dan homogen sehingga untuk pengujian hipotesis dapat digunakan uji hipotesis. berdasarkan hasil uji hipotesis dengan kesimpulan bahwa HO ditolak, maka dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Think Pair Share dalam perhitungan uji hipotesis, didapatkan nilai sig (2tailed) sebesar 0,008 yang memiliki nilai lebih kecil dari kriteria α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Think Pair Share terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajarn IPAS kelas V di SDN 1 Way Huwi Lampung Selatan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Pair Share, Kemampuan Berpikir Kreatif ii ABSTRACT Creative thinking ability is very important for students because it can drive progress in exploration, development, and discovery in the fields of science and technology. This ability enables students to generate ideas, find connections, imagine, and have diverse perspective on a problem. Low creative thinking skills can make diffcult for students to solve learning problems. This study uses a quantitative approach with an experimental method, specifically a Quasi Experimental design with a Pretest Posttest Control Group Design. The population in this study consisted of 48 fifth-grade students. The sample included Class VA and VB at SDN 1 Way Huwi, South Lampung. The sampling technique used was saturated sampling. Data collection techniques used observation, essay tests, and documentation. Before conducting the research, the test instruments were trialed and analyzed for validity, reliability, difficulty level, and discrimination power. The hypoyhesis testing used an independent t-test. Prior to the t-test, prerequisite analyses were conducted, including N-Gain, Normality, and Homogeneity tests. Based on data analysis from normality and homogeneity tests calculated using SPSS 25, the test results from both samples were found to be normal and homogeneous, allowing for hypothesis testing. The hypoyhesis tests results conculated the the null hypothesis (HO) was rejected. The Think Pair Share Learning model obtained a significance value (2-tailed) of 0,008, which is less than the criterion α = 0,05. This indicates that there is a significant effect of the Think Pair Share learning model on student’s creative thinking ability in fifth-grade IPAS learning at SDN 1 Way Huwi, South Lampung. Keywords: Think Pair Share Learning Model, Creative Thinking Skills

    PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI MIN 7 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRACT This study aims to examine the effect of the Discovery Learning model assisted by interactive media on students’ critical thinking skills in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning at MIN 7 Bandar Lampung. Teaching in education is intended to explore students’ potential and improve understanding, which can be enhanced through effective instructional strategies. One such strategy is Discovery Learning, which encourages students to actively think critically through problem-solving and argument analysis.The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The quantitative approach is used to test hypotheses by examining the relationships between variables using structured instruments, yielding numerical data. The study involved an experimental class using the Discovery Learning model with interactive media and a control class using Problem Based model Learning model. The results showed a significant improvement in critical thinking skills in the experimental class compared to the control class. This was supported by the hypothesis test result, which showed a Sig(2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating that the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. Therefore, it can be concluded that the Discovery Learning model assisted by interactive media has a significant positive effect on students’ critical thinking in IPAS learning at MIN 7 Bandar Lampung. Keywords: Discovery Learning, interactive media, critical thinking, IPAS learning ii ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model Discovery Learning berbantuan media interaktif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di MIN 7 Bandar Lampung. Pengajaran dalam pendidikan bertujuan untuk menggali potensi dan meningkatkan pemahaman peserta didik, yang dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi tersebut adalah Discovery Learning, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis secara aktif melalui pemecahan masalah dan analisis argumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis dengan meneliti hubungan antar variabel menggunakan instrumen yang terstruktur, sehingga data yang diperoleh berupa angka. Penelitian melibatkan kelas eksperimen yang menggunakan model Discovery Learning berbantuan media interaktif dan kelas kontrol yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media poster. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini diperkuat oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning berbantuan media interaktif berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di MIN 7 Bandar Lampung. Kata kunci: Discovery Learning, media interaktif, berpikir kritis, pembelajaran IPA

    A Bayesian Approach to Spatio-Temporal Extreme Rainfall Modeling: Insights from West Java

    No full text
    The increasing phenomenon of extreme rainfall due to global climate change poses a serious challenge to hydrometeorological disaster risk management. Spatio-temporal modeling has proven to be a practical approach to understanding the distribution and intensity of extreme rainfall; however, its implementation still faces methodological obstacles, primarily due to the complexity of spatial and temporal data structures and limitations in the flexibility of grid-based spatial zoning. This study proposes the development of a Bayesian-based spatio-temporal model specifically designed to estimate extreme rainfall in West Java Province, a region with complex topographical conditions and high vulnerability to disasters. Three types of models were built, namely linear models with time trends, additive models without interaction, and additive models with spatial-temporal interaction. Spatial effects were modeled through the Conditional Autoregressive (CAR) approach, while parameter estimation was performed using the Integrated Nested Laplace Approximation (INLA) method. Evaluation results using RMSEP and DIC metrics show that the additive model with spatial-temporal interaction has the most optimal performance in predicting extreme rainfall. Longitude and latitude factors are identified as the dominant determining variables, which reinforces the critical role of geographical aspects in spatial estimation. This research not only expands the application scope of Bayesian methods in climate modeling but also provides a strong scientific basis for the development of early warning systems and data-driven disaster mitigation strategies. This approach can potentially be adapted for use in other regions and combined with Internet of Things (IoT) technologies to produce more precise and adaptive real-time extreme rainfall predictions

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇