39192 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGATASI PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA PESERTA DIDIK DI SMA ADIWANGSA BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Fenomena perilaku seksual berisiko yang sedang marak terjadi
pada peserta didik menjadi permasalahan serius dalam dunia
pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang terindikasi
kecenderungan melakukan perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual
berisiko pada peserta didik, seperti berpacaran dengan intensitas yang
berlebihan, melakukan kontak fisik yang tidak sesuai norma, hingga
keterlibatan dalam aktivitas seksual pranikah, merupakan
permasalahan yang dapat berdampak buruk pada perkembangan
pribadi dan hubungan sosial peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah
untuk meningkatkan kemampuan asertif peserta didik dalam
menghadapi situasi yang berpotensi memicu perilaku seksual berisiko.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasi
menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan
pengujian keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi.
Responden dalam penelitian ini adalah 5 (lima) peserta didik kelas XI
yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu
penentuan responden berdasarkan kriteria tertentu yang relevan
dengan tujuan penelitian.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan bahwa implementasi layanan konseling kelompok
dengan teknik assertive training dalam mengatasi perilaku seksual
berisiko pada peserta didik di SMA Adiwangsa Bandar Lampung yang
dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling, yaitu : 1) Tahapan
perencanaan layanan konseling kelompok, meliputi identifikasi
permasalahan peserta didik yang terindikasi melakukan perilaku
seksual berisiko, dilanjutkan dengan penetapan tujuan untuk
perubahan perilaku positif menggunakan teknik assertive training
melalui penyusunan rencana pelaksanaan layanan (RPL); 2) Tahapan
pelaksanaan layanan konseling kelompok, meliputi tahapan dalam
strategi assertive training diantaranya, yaitu tahap diskusi, tahap
modeling (pembentukan model), tahap role playing (bermain peran)
dan tahap feedback (umpan balik). Berdasarkan strategi tersebut Guru
Bimbingan dan Konseling dapat membantu peserta didik dalam
mengembangkan perilaku asertif untuk meningkatkan komunikasi
interpersonal, serta dapat mengatasi situasi yang memicu perilaku
seksual berisiko.
Kata Kunci: Konseling Kelompok, Assertive Training, Perilaku
Seksual Berisiko.
iii
ABSTRACT
The phenomenon of risky sexual behavior that is currently
prevalent among students has become a serious problem in education,
especially at the high school level. This study was motivated by the
fact that students have been found to have a tendency to engage in
risky sexual behavior. Risky sexual behavior among students, such as
excessive dating, inappropriate physical contact, and involvement in
premarital sexual activities, is a problem that can have a negative
impact on students' personal development and social relationships.
The purpose of this study is to improve students' assertiveness in
dealing with situations that have the potential to trigger risky sexual
behavior.
The research method used in this study was descriptive
qualitative. Data and information collection techniques used
observation, interviews, and documentation, with data validity testing
conducted using triangulation techniques. Respondents in this study
were five eleventh-grade students selected using purposive sampling,
which is the determination of respondents based on certain criteria
relevant to the research objectives.
Based on the results of the research conducted, it shows that the
implementation of group counseling services using assertive training
techniques in overcoming risky sexual behavior among students at
Adiwangsa High School in Bandar Lampung, carried out by Guidance
and Counseling Teachers, is as follows: 1) The planning stage of
group counseling services, which includes identifying students who
are indicated to be engaging in risky sexual behavior, followed by
setting goals for positive behavioral change using assertive training
techniques through the preparation of a service implementation plan
(RPL); 2) The implementation stage of group counseling services,
including stages in the assertive training strategy, namely the
discussion stage, the modeling stage, the role-playing stage, and the
feedback stage. Based on this strategy, guidance and counseling
teachers can help students develop assertive behavior to improve
interpersonal communication and overcome situations that trigger
risky sexual behavior.
Keywords: Group Counseling, Assertive Training, Risky Sexual
Behavior
PRAKTIK KERJASAMA BAGI HASIL USAHA TELUR AYAM DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi di Usaha Telur Ayam Bapak Man Desa Kotabumi Kabupaten Lampung Utara)
ABSTRAK
Bedasarkan hasil penelitian, sistem kerjasama yang diterapkan
dalam usaha telur ayam di desa Kotabumi Kabupaten Lampung Utara
dilakukan secara lisan, tanpa adanya akad tertulis yang memuat rincian
hak dan kewajiban masing-masing pihak, ketidak jelasan ini
menyebabkan ketidak pastian hak dan kewajibannya dan akad harus jelas
dari awal perjanjian , dan tidak transaparanisi dalam keuangan seperti
pengelolah tidak mencatat penjualan harian atau laporan keuangan tidak
lengkap, tidak ada dokumntasi atau kontrak tertulisnya, seperti akad yang
dilakukan secara lisan,
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1)bagaimana praktik
kerjasama bagi hasil usaha telur ayam di desa Kotabumi Kabupaten
Lampung Utara, dan 2) bagaimana Tinjauan Hukum ekonomi syari’ah
terhadap praktik kerjasama bagi hasil usaha telur ayam di desa Kotabumi
Kabupaten Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara,observasi, dan studi dokumentasi terhadap pelaku usaha telur
ayam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kerjasama yang
diterapkan dalam usaha tersebut dilakukan secara lisan, tanpa adanya
akad tertulis yang memuat rincian hak dan kewajiban masing-masing
pihak, ketidak jelasan ini menyebabkan ketidak pastian hak dan
kewajibannya dan akad harus jelas dari awal perjanjian,dan tidak
transaparanisi dalam keuangan seperti pengelolah tidak mencatat
penjualan harian atau laporan keuangan tidak lengkap, tidak ada
dokumntasi atau kontrak tertulisnya, seperti akad yang dilakukan secara
lisan dan Ditinjau dari prespektif hukum ekonomi syariah, kerja sama
bagi hasil usaha telur ayam termasuk dalam kategori akad mudharabah,
tergantung pada pembagian peran modal dan tenaga. Secara prinsip,
praktik tersebut di perbolehkan (halal) selama memenuhi unsur keadilan,
kerelaan, dan kesepakatan yang jelas antara kedua pihak. Apabila akad
atau perjanjian tidak jelas secara tertulis, berpotensi menimbulkan
ketidakjelasan (gharar) dan perselisihan di kemudian hari. Oleh karna itu,
agar sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah, kerja sama bagi hasil
tersebut sebaiknya dibuat dengan akad yang jelas, transparan, dan disertai
pembagian keuntungan serta tanggung jawab yang di sepakati bersama
secara adil. ABSTRACT
Based on the research results, the cooperation system implemented
in the chicken egg business in Kotabumi Village, North Lampung
Regency, is conducted verbally, without a written agreement detailing the
rights and obligations of each party. This lack of clarity creates
uncertainty regarding rights and obligations, and the agreement must be
clear from the outset. It also lacks financial transparency, such as
managers not recording daily sales or incomplete financial reports. There
is no documentation or written contract, as is the case with verbal
agreements.
The research questions are: 1) how is the profit-sharing cooperation
practiced in the chicken egg business in Kotabumi Village, North
Lampung Regency? 2) how does Sharia economic law review the profitsharing cooperation practice in the chicken egg business in Kotabumi
Village, North Lampung Regency? The research method used was
qualitative, with data collection techniques through interviews,
observation, and documentation studies of chicken egg business actors.
The results of the study indicate that the cooperation system
implemented in the business is carried out verbally, without a written
agreement containing details of the rights and obligations of each party,
this lack of clarity causes uncertainty of rights and obligations and the
agreement must be clear from the beginning of the agreement, and there
is no transparency in finance such as managers not recording daily sales
or incomplete financial reports, there is no documentation or written
contract, such as an agreement made verbally and Reviewed from the
perspective of Islamic economic law, profit sharing cooperation in
chicken egg business is included in the category of mudharabah contract,
depending on the division of capital and labor roles. In principle, this
practice is permitted (halal) as long as it fulfills the elements of justice,
willingness, and a clear agreement between the two parties. If the
contract or agreement is not clear in writing, it has the potential to cause
uncertainty (gharar) and disputes in the future. Therefore, in order to
comply with the principles of Islamic economic law, the profit sharing
cooperation should be made with a clear, transparent contract, and
accompanied by a fair distribution of profits and responsibilities that are
mutually agreed upon
UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI BERKEMBANGNYA PERMUKIMAN KUMUH BERDASARKAN PERDA NOMOR 4 TAHUN 2017 PASAL 65 AYAT 1 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH DAN PEMUKIMAN KUMUH PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFIŻIYYAH (Studi di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung)
ABSTRAK
Kecamatan Tanjung Karang Pusat merupakan wilayah strategis
yang berada di pusat kota dan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi
dengan angka 53.982 jiwa/197,2 km². Hal tersebut terlihat dari letak-letak
bangunan yang didirikan tidak sesuai wilayah perencanaan permukiman
yang ada, sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya berbagai
permasalahan permukiman di dalamnya, di mana salah satunya
permukiman kumuh. Berdasarkan latar belakang di atas Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya pemerintah dalam
mengatasi berkembangnya pemukiman kumuh berdasarkan Perda Nomor
4 Tahun 2017 Pasal 65 Ayat 1 Tentang Pencegahan Dan Peningkatan
Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Pemukiman Kumuh di
Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung? Dan
bagaimana perspektif siyāsah tanfiżiyyah mengenai upaya pemerintah
dalam mengatasi berkembangnya pemukiman kumuh berdasarkan Perda
Nomor 4 Tahun 2017 Pasal 65 Ayat 1 Tentang Pencegahan Dan
Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Pemukiman
Kumuh di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung?
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research).
Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang
yakni 1 orang Sekretaris Camat, 2 orang Staff Kecamatan, dan 5 orang
masyarakat Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisa data cara deduktif.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa Upaya pemerintah dalam
mengatasi berkembangnya pemukiman kumuh berdasarkan Perda Nomor
4 Tahun 2017 Pasal 65 Ayat 1 Tentang Pencegahan Dan Peningkatan
Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Pemukiman Kumuh di
Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung yaitu dengan
melaksanakan mengatasi berkembangnya pemukiman kumuh kurang. Hal
ini dikarenakan kurangnya koordinasi Pemerintah dengan masyarakat,
kurangnya anggaran, dan masyarakat yang kurang memahami dan kurang
mensupport program pemerintah. Upaya pemerintah dalam mengatasi
berkembangnya pemukiman kumuh berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun
2017 Pasal 65 Ayat 1 Tentang Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas
Terhadap Perumahan Kumuh Dan Pemukiman Kumuh di Kecamatan
Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung tidak sesuai dengan siyasah
tanfiżiyyah sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 124 yakni
amanah dan adil. Konsep dalam pemerintahan Islam yang mengutamakan
pelaksanaan kebijakan yang adil dan tepat sasaran untuk kesejahteraan
masyarakat. ABSTRACT
Tanjung Karang Pusat District is a strategic area located in the
city center and has a high population density of 53,982 people/197.2 km².
This can be seen from the location of the buildings that were built not in
accordance with the existing settlement planning area, which ultimately
causes various settlement problems in it, one of which is slums. Based on
the background above the formulation of the problem in this study is how
the government's efforts to overcome the development of slum settlements
based on Regional Regulation Number 4 of 2017 Article 65 Paragraph 1
concerning Prevention and Improvement of the Quality of Slum Housing
and Slum Settlements in Tanjung Karang District, Central Bandar
Lampung City? And what is the perspective of siyāsah tanfiżiyyah
regarding the government's efforts to overcome the development of slum
settlements based on Regional Regulation Number 4 of 2017 Article 65
Paragraph 1 concerning Prevention and Improvement of the Quality of
Slum Housing and Slum Settlements in Tanjung Karang District, Central
Bandar Lampung City?
This research is included in field research. The informants in this
study were 8 people, namely 1 Sub-district Secretary, 2 Sub-district Staff,
and 5 people from the Tanjung Karang District, Central Bandar
Lampung City. Data collection techniques using interviews, observation,
and documentation. Deductive data analysis techniques.
The results of the study suggest that the government's efforts to
overcome the development of slums based on Regional Regulation
Number 4 of 2017 Article 65 Paragraph 1 concerning Prevention and
Improvement of the Quality of Slum Housing and Slum Settlements in
Tanjung Karang District, Central Bandar Lampung City, namely by
implementing the lack of overcoming the development of slum settlements.
This is due to the lack of coordination between the government and the
community, lack of budget, and the community who do not understand and
do not support government programs. The government's efforts to
overcome the development of slum settlements based on Regional
Regulation Number 4 of 2017 Article 65 Paragraph 1 concerning
Prevention and Improvement of the Quality of Slum Housing and Slum
Settlements in Tanjung Karang District, Central Bandar Lampung City
are not in accordance with siyāsah tanfiżiyyah as stated in QS. AlBaqarah verse 124, namely amanah and justice. The concept in Islamic
governance that prioritizes the implementation of fair and targeted
policies for the welfare of the community
PENGARUH REVIEW BEAUTY VLOGGER, SOCIAL INFLUENCE, DAN QUALITY PRODUCT TERHADAP PURCHASE INTENTION
ABSTRACT
The beauty industry worldwide continues to experience rapid growth in
a relatively short period of time. In Indonesia, the use of skincare and
cosmetics has become a necessity with a high level of priority. With the
increase in people's purchasing power and the increase in the
purchasing power of each individual, the use of skincare and cosmetics
has shifted from being a mere complement to something more
essential. One brand that is currently popular and able to compete in
the beauty industry is Glad2Glow. This study aims to examine and
analyze the influence of beauty vlogger reviews, social influence, and
product quality on the purchase intention of Glad2Glow products
among Generation Z in Bandar Lampung. The method used in this
study is an explanatory quantitative method, with a population
consisting of Glad2Glow product users in Bandar Lampung, and a
sample size of 100 respondents. Hypothesis testing was conducted
using SmartPLS 4.0. The type of data applied in this study was
primary data, which was collected through a questionnaire instrument
using non-probability purposive sampling techniques. The results of
this study indicate that beauty vlogger reviews have a positive and
significant effect on purchase intention, social influence has a positive
and significant effect on purchase intention, and product quality has a
positive and significant effect on purchase intention. ABSTRAK
Perkembangan industri kecantikan di seluruh dunia terus mengalami
kemajuan yang cepat dalam waktu yang relatif singkat. Di Indonesia,
pemakaian skincare dan kosmetik menjadi suatu keharusan yang
memiliki tingkat prioritas. Dengan meningkatnya kemampuan
membeli masyarakat dan juga peningkatan daya beli setiap individu,
membuat penggunaan skincare dan kosmetik beralih dari sekedar
pelengkap menjadi hal yang lebih utama. Salah satu merek yang
tengah popular dan mampu bersaing dalam industri kecantikan adalah
Glad2Glow. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji serta
menganalisis pengaruh review beauty vlogger, social influence dan
product quality terhadap purchase intention produk Glag2Glow pada
Generasi Z di Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode kuantitatif eksplanatori, dengan populasi
yang terdiri dari para pengguna produk Glad2Glow di Bandar
Lampung, dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100
responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan
SmartPLS 4.0. Jenis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah
data primer, yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner dengan
teknik non-probabilitas purposive sampling. Hasil pada penelitian ini
yaitu review beauty vlogger berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap purchase intention, social influence berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap purchase intention. product quality
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap purchase intention
PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTABUMI LAMPUNG UTARA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan
konseling kelompok menggunakan teknik role playing dalam
meningkatkan rasa percaya diri peserta didik kelas VIII di SMP
Negeri 4 Kotabumi Lampung Utara. Fokus penelitian adalah
bagaimana proses layanan konseling kelompok dilakukan serta
gambaran perubahan rasa percaya diri peserta didik setelah mengikuti
intervensi tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Partisipan penelitian adalah Guru Bimbingan dan
Konseling serta peserta didik yang mengikuti layanan konseling
kelompok. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi,
penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik role playing
berhasil menciptakan suasana yang kondusif bagi peserta didik untuk
mengembangkan keberanian dan ekspresi diri sehingga rasa percaya
diri meningkat. Pelaksanaan konseling meliputi tahapan perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi yang dijalankan secara terstruktur, disertai
pengelolaan waktu dan prinsip kerahasiaan yang baik. Penelitian ini
merekomendasikan agar teknik role playing terus digunakan sebagai
strategi pengembangan kepercayaan diri di lingkungan sekolah.
Kata Kunci : Konseling Kelompok, Teknik Role Playing, Rasa
Percaya diri.
ii
ABSTRACT
This study aims to describe the implementation of group
counseling using role-playing techniques to increase self
confidenceamong eighth-grade students at SMP Negeri 4 Kotabumi
Lampung Utara. The focus ofthe study is how the group counseling
service process is carried out andthe description of changes in
students' self-confidence after participating in the intervention.
The research method used is descriptive qualitative withdata
collection through interviews, observation, and documentation. The
participantsof the study are Guidance and Counseling Teachers and
students whoparticipate in group counseling services. Data analysis is
carried out systematicallythrough reduction, presentation, and drawing
conclusions based on field data. The results showed that the role
playing technique was successful increating an atmosphere conducive
for students to developcourage and self-expression, thereby increasing
their self-confidence.
The counseling processincluded the stages of planning,
implementation, and evaluation, which werecarried out in a structured
manner, accompanied by good time management and the principle
ofconfidentiality.
This
study recommends that role-playing
techniquescontinue to be used as a strategy for developing self
confidence in theschool environment.
Keyword : Group Counseling, Role Playing, Self Confidence
ANALISIS PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN SOLVABILITAS DALAM MENILAI KEBANGKRUTAN PT SRITEX 2018-2024
ABSTRAK
Kinerja keuangan perusahaan menjadi dasar penting dalam menilai
keberlangsungan usaha, terutama melalui rasio profitabilitas,
likuiditas, dan solvabilitas yang berfungsi mengukur kemampuan
menghasilkan laba, memenuhi kewajiban, serta melihat struktur
permodalan. Ketiga rasio ini sangat relevan dalam menilai
kebangkrutan, khususnya selama masa pandemi COVID-19.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan rasio
profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas PT Sritex periode 2018–2024
serta dampak pandemi terhadap perubahan rasio tersebut.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data
sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia dan publikasi resmi PT Sritex. Analisis dilakukan
melalui perhitungan rasio keuangan untuk menilai stabilitas dan
keberlangsungan usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas PT Sritex
menurun signifikan pada masa pandemi, likuiditas melemah, dan
solvabilitas meningkat seiring bertambahnya beban utang. Ketiga
temuan tersebut mengindikasikan meningkatnya risiko finansial dan
kebangkrutan pada perusahaan. ABSTRACT
The financial performance of a company serves as an essential
basis for assessing business continuity, particularly through
profitability, liquidity, and solvency ratios, which function to measure
the ability to generate profit, meet short-term obligations, and
evaluate capital structure. These ratios are highly relevant in
assessing bankruptcy, especially during the COVID-19 pandemic.
This study aims to analyze the development of profitability,
liquidity, and solvency ratios of PT Sritex for the period 2018–2024
and to examine the impact of the pandemic on the changes in these
ratios.
The research employs a descriptive qualitative method using
secondary data derived from annual financial statements obtained
from the Indonesia Stock Exchange and official publications of PT
Sritex. The analysis is conducted using financial ratio calculations to
assess the company’s stability and business sustainability.
The results indicate that the profitability of PT Sritex declined
significantly during the pandemic, liquidity weakened, and solvency
increased due to rising debt burdens. These findings suggest a
heightened financial risk and a greater for bankruptcy within the
company
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI DALAM MENCEGAH PERILAKU CYBERBULLYING PADA PESERTA DIDIK SMK NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Cyberbullying adalah perilaku intimidasi atau pelecehan yang
disengaja dan berulang yang menggunakan teknologi untuk menyakiti
individu lain. Cyberbullying dapat terjadi dengan berbagai cara, salah
satunya dengan mengintimidasi serta merendahkan korban melalui
perangkat teknologi, dimana pelaku bertujuan untuk melukai perasaan
korban. Upaya untuk mencegah dan mengurangi adanya kasus ini bisa
dengan komunikasi yang baik oleh guru bimbingan dan konseling untuk
memberikan pemahaman terkait bahaya dari cyberbullying. Kegiatan
layanan informasi ini dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling,
segenap pemberian informasi yang terkait dengan informasi yang
menumbuhkan semangat atau mengumumkan sesuatu untuk
meningkatkan kualitas dan keterampilan peserta didik disekolah.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian
lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam
penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan natural setting
(kondisi yang alamiah), teknik pengumpulan data lebih banyak
dilakukan pada observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam
penelitian ini, peneliti melakukan proses analisis data melalui tahapan;
reduksi data, penyajian atau display data dan pemberian kesimpulan.
Proses analisis data dibantu dengan bantuan program NVivo 12 Pro,
sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan
informasi dilakukan secara klasikal, dengan menggunakan metode
ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Tingkat pemahaman siswa tentang
cyberbullying sangat menentukan bagaimana mereka merespons
fenomena ini. Secara keseluruhan, kombinasi dari aspek dampak,
respon, pemahaman, pengalaman, refleksi, dan harapan ini memberikan
gambaran komprehensif yang dapat dijadikan dasar untuk merancang
program layanan informasi dan intervensi yang efektif dalam mencegah
dan menangani cyberbullying di kalangan peserta didik.
Kata Kunci : Layanan Informasi, Perilaku Cyberbullying
ii
ABSTRACK
Cyberbullying is intentional and repeated intimidation or
harassment that uses technology to harm another individual.
Cyberbullying can occur in various ways, including intimidating and
demeaning victims through technological devices, with the perpetrator
aiming to hurt their feelings. Efforts to prevent and reduce these cases
include effective communication by guidance and counseling teachers
to provide an understanding of the dangers of cyberbullying. This
information service activity is carried out by guidance and counseling
teachers, providing all information related to encouraging or
announcing something to improve the quality and skills of students at
school.
The method used in this study was qualitative field research
with a descriptive approach. Data collection was conducted in a
natural setting (natural conditions), with data collection techniques
primarily utilizing observation, interviews, and documentation. In this
study, the researchers conducted data analysis through the following
stages: data reduction, data presentation or display, and drawing
conclusions. The data analysis process was assisted by the NVivo 12
Pro program, while data validity techniques used triangulation.
The results showed that the information service was conducted
in a classroom setting, using lectures, discussions, and question-and
answer methods. Students' level of understanding of cyberbullying
significantly determines how they respond to this phenomenon. Overall,
the combination of impact, response, understanding, experience,
reflection, and expectations provides a comprehensive picture that can
serve as a basis for designing effective information services and
intervention programs to prevent and address cyberbullying among
students.
Keywords: Information Services, Cyberbullying Behavio
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK HIP HOP BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu kecerdasan
majemuk yang sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia
dini, khususnya pada rentang usia 5–6 tahun. Pada masa ini, anak
sedang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan kinestetik
yang pesat. Kecerdasan kinestetik tidak hanya berhubungan dengan
kemampuan fisik anak dalam bergerak, melainkan juga mencakup
keterampilan
mengendalikan tubuh, koordinasi, kelenturan,
keseimbangan, serta keberanian anak dalam mengekspresikan diri
melalui aktivitas fisik. Oleh karena itu, stimulasi yang diberikan oleh
guru dalam kegiatan pembelajaran akan sangat menentukan sejauh
mana anak mampu mengembangkan kecerdasan kinestetiknya.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif
untuk mendeskripsikan secara mendalam berbagai upaya yang
dilakukan guru dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik anak
usia 5–6 tahun. Subjek penelitian adalah guru dan anak usia 5–6
tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam,
dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi
data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan,
sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik
pembelajaran yang dilakukan guru.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam
mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia 5–6 tahun di
TK Hip Hop Bandar Lampung dilakukan melalui perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas fisik dan
pengalaman langsung. Guru secara konsisten melibatkan anak dalam
berbagai kegiatan motorik seperti permainan gerak, senam, permainan
keseimbangan, aktivitas koordinasi tangan dan kaki, serta penggunaan
alat permainan edukatif seperti ayunan, perosotan, puzzle, tangga
majemuk, dan jembatan goyang. Guru tidak hanya bertindak sebagai
instruktur, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan
pendamping yang memberikan contoh gerakan, arahan yang jelas,
serta dukungan emosional berupa pujian dan bimbingan.
Kata Kunci: Upaya Guru, Kecerdasan Kinestetik, Anak Usia Dini
ii
ABSTRACK
Kinesthetic intelligence is one of the multiple intelligences
that is very important to be developed in early childhood, especially in
the age range of 5–6 years. At this stage, children are experiencing
rapid physical and motor development, both fine and gross motor
skills. Kinesthetic intelligence is not only related to children’s
physical abilities in movement but also includes skills in controlling
the body, coordination, flexibility, balance, and confidence in
expressing themselves through physical activities. Therefore, the
stimulation provided by teachers through learning activities is very
influential in determining the extent to which children can develop
their kinesthetic intelligence.
This study uses a descriptive qualitative approach to describe
in depth the various efforts made by teachers in developing kinesthetic
intelligence in children aged 5–6 years. The subjects of this study
were teachers and children aged 5–6 years. Data were collected
through observation, interviews, and documentation. The data
analysis process included data reduction, data presentation,
verification, and drawing conclusions, resulting in a comprehensive
picture of the learning practices carried out by teachers.
The results of the study can be concluded that teachers' efforts
to develop kinesthetic intelligence in children aged 5–6 years at Hip
Hop Kindergarten Bandar Lampung are carried out through planning
and implementing learning oriented towards physical activities and
direct experience. Teachers consistently involve children in various
motor activities such as movement games, gymnastics, balance games,
hand-foot coordination activities, and the use of educational play
equipment such as swings, slides, puzzles, compound ladders, and
swinging bridges. Teachers not only act as instructors, but also act as
facilitators, motivators, and companions who provide examples of
movements, clear directions, and emotional support in the form of
praise and guidance.
Keywords: Teacher Efforts, Kinesthetic Intelligence, Early
Childhoo
AN ANALYSIS OF REFERENCE AND SUBSTITUTION COHESION ON STUDENTS’ ESSAY WRITING AT UIN RADEN INTAN LAMPUNG
ABSTRACT
This study analyzes the types and accuracy of reference and
substitution cohesion used in students’ essay writing at UIN Raden
Intan Lampung. Using a qualitative content analysis design, the data
were obtained from expository essays written by fourth-semester
students of the English Education Department in the academic year
2023/2024. The analysis was conducted based on Halliday and
Hasan’s cohesion framework and Cho’s criteria for cohesion accuracy.
The findings indicate that reference cohesion was used more
frequently than substitution cohesion. Personal reference was the most
dominant type, followed by demonstrative reference, while
comparative reference was not found. Substitution cohesion appeared
only in limited cases, showing that students relied primarily on
reference devices to maintain textual coherence. Most cohesive
devices were used accurately; however, some inaccuracies were
identified,
particularly
unclear references and grammatical
inconsistencies that affected coherence.
Overall, the study suggests that students depend heavily on
reference cohesion, especially personal and demonstrative references,
in achieving coherence. Therefore, explicit instruction and guided
practice on a wider range of cohesive devices, particularly
substitution, are recommended to improve students’ accuracy and the
overall quality of their academic writing.
Keywords : Cohesion, Reference, Substitution, Accuracy, Essay
Writing, Content Analysis
PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) SYARIAH SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Food and Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2024)
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah struktur modal
dan kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan dan apakah
Good Corporate Governance Syariah memoderasi hubungan antara
struktur modal dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perusahaan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui
metode studi dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua
perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama periode 2019-2024 dengan jumlah sampel penelitian
sebanyak 14 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode
purposive sampling. Teknik pengolahan dan analisis data
menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan
terhadap nilai perusahaan. Kebijakan deviden berpengaruh negatif
signifikan terhadap nilai perusahaan. Good Corporate Governance
Syariah dapat memperlemah pengaruh struktur modal terhadap nilai
perusahaan. Dan Good Corporate Governance Syariah dapat
memperkuat pengaruh kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan.
Studi sebelumnya memberikan hasil yang tidak konsisten, sehingga2
penelitian ini penting dilakukan untuk menentukan hasil yang relevan
dengan kebijakan saat ini. Abstract
The purpose of this study is to determine whether capital structure and
dividend policy affect company value, and whether Shariah-compliant
Corporate Governance moderates the relationship between capital
structure and dividend policy on company value. The theory used in this
study is the Firm Theory. This study uses secondary data collected
through document analysis methods. The population in this study
comprises all food and beverage companies listed on the Indonesia
Stock Exchange during the 2019-2024 period, resulting in a total of 14
companies selected through purposive sampling. Data processing and
analysis techniques use SPSS software version 25. The results of this
study indicate that capital structure has a significant positive effect on
company value. A company's dividend policy has a significant negative
impact on its value. Sharia-compliant corporate governance can also
moderate the effect of capital structure on company value. Shariacompliant corporate governance can be enhanced by strengthening the
influence of dividend policy on company value. Previous studies have
produced inconsistent results, making this research important for
determining results relevant to current guidelines