Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN LITERASI ANAK USIA DINI

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan terhadap buku cerita bergambar berbantu aplikasi canva yang dikembangkan untuk meningkatkan kecakapan literasi anak usia dini di TK Purnama dan TK Andini Sukarame Kota Bandar Lampung. Pada penelitian ini memfokuskan terhadap kemampuan Kecakapan Literasi anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) yang dikembangkan oleh Brog & Gall dan dikemukan oleh sugiyono. Penilaian pada penelitian ini menggunakan skala likert 1-4. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini ialah anak yang berusia 5-6 tahun dari TK Purnama dan TK Andini Sukarame Kota Bandar Lampung. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan Kecakapan Literasi anak usia 5-6 tahuan sudah berkembang sesuai harapan. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pengembangan buku cerita bergambar menggunakan aplikasi canva di TK Purnama dan TK Andini Kota Bandar Lampung, dengan mendapatkan penilaian dari ahli media mendapatkan persentase 96% dengan kategori sangat layak, penilaian ahli materi dengan mendapatkan persentase 68% dengan kategori kelayakan layakdan penilaian ahli bahasa dengan mendapatkan persentase 56,06% dengan kategori kelayakan layak, penilaian guru kelompok besar mendapatkan persentase 100% dengan kategori kelayakan sangat layak, dan penilaian guru kelompok kecil dengan persentase 100% dengan kategori kelayakan sangat layak. Sedangkan untuk menguji kualitas video animasi dilakukan angket respon peserta didik dengan uji coba skala besar dan uji coba skala kecil Uji coba skala besar dilakukan oleh Delapan belas anak dengan persentase 76,62% dengan kategori Sangat layak, dan uji coba skala kecil dilakukan oleh Tujuh anak dengan persentase 51,45% dengan kategori kelayakan Layak. Sehingga, dengan adanya Buku Cerita Bergambar menggunakan aplikasi canva ini dapat Meningkatkan Kecakapan Literasi Anak Usia 5-6 tahun di TK Purnama dan TK Andini Sukarame Kota Bandar Lampung. Kata Kunci : Buku Cerita, Kecakapan Literasi ii ABSTRACT This study aims to determine the feasibility of illustrated story books assisted by the Canva application developed to improve early childhood literacy skills in TK Purnama and TK Andini Sukarame, Bandar Lampung City. This study focuses on the Literacy Skills of children aged 5-6 years. The method used in this study uses the R&D (Research and Development) method developed by Brog & Gall and proposed by Sugiyono. The assessment in this study uses a Likert scale of 1-4. The subjects used in this study were children aged 5-6 years from TK Purnama and TK Andini Sukarame, Bandar Lampung City. Based on the results of the research that has been conducted, the results of the study showed that the Literacy Skills of children aged 5-6 years have developed as expected. The results of the study prove that with the development of picture story books using the Canva application in Purnama Kindergarten and Andini Kindergarten in Bandar Lampung City, by getting an assessment from media experts getting a percentage of 96% with a very feasible category, material expert assessment with a percentage of 68% with a feasible category and language expert assessment with a percentage of 56.06% with a feasible category, the assessment of large group teachers got a percentage of 100% with a very feasible category, and small group teacher assessment with a percentage of 100% with a very feasible category. Meanwhile, to test the quality of the animated video, a student response questionnaire was conducted with a large-scale trial and a small-scale trial. The large-scale trial was conducted by eighteen children with a percentage of 76.62% with a Very feasible category, and a small-scale trial was conducted by seven children with a percentage of 51.45% with a feasible category. Thus, with the existence of the Illustrated Story Book using the Canva application, it can Improve the Literacy Skills of Children Aged 5-6 Years in Purnama Kindergarten and Andini Kindergarten Sukarame, Bandar Lampung City. Keywords: Story Book, Literacy Skill

    تحليل استخدام طريقة فن الإستذكار "Mnemonic " في حفظ التصريفات الصرفية وتعليمها في معهد محمدية دار الحكمة بوربولينغو، لامبونج الشرقية

    No full text
    صخلم ‌في‌راكذتسلإا‌نف‌ةقيرط‌مادختسا‌ليلتح ‌ اهميلعتو‌ ةيفرصلا‌ تافيرصتلا ‌لىإ‌ثحبلا‌اذى‌فدهيو ‌ةمكلحا‌ راد‌ ةيدملز‌ دهعم‌ في ‌نم‌ ةثوحبلدا‌ راكذتسلإا‌ نف‌ ةقيرط‌ نوكتت‌ .ةيقرشلا‌ جنوبملا‌ وغنيلوبروب ‌نازوأ‌ ىلع‌ ةبلطلا‌ ةركاذ‌ ةيقتًل‌ عاقيلإا‌ ةقيرطو‌ عضاولدا‌ ديدتح‌ ةقيرط دختسلدا‌جهنلداو‌.اىيريغتو‌فيرصتلا ‌ ظفح ‌عجم‌عم‌يعونلا‌ثحبلا‌جهنم‌وى‌م ‌لصفلا‌في‌ةرشابلدا‌ةظحلالداو‌ةبلطلاو‌ملعلدا‌عم‌ةلباقلدا‌للاخ‌نم‌تانايبلا .ةيقيثوتلا‌ةساردلا‌كلذكو ‌تامولع ‌تىح ب م ‌ ةطبتر ‌ ل دا‌عضاولدا‌ديدتح‌ةقيرط‌ ّنأ‌ليلحتلا‌جئاتن‌رهظت ‌حضاولا‌ةركاذلا‌راسم‌لعج ‌ىلع‌ةبلطلا‌دعاست‌يىو ‌في‌ةلاعف‌عاقيلإا‌ةقيرط‌امأو‌.تاملكلا‌يريغت‌بيترت‌ركذ ت ‌ يلعف ‌مه يلع ‌ةيلعافت‌ظفلحا‌ةيلمع ‌ عنص ‌ للاخ‌نم‌ملعتلا‌في‌‌مهعفادو‌مهت ‌ لا‌عقولدا لهسي ب غر‌ةيقرت ‌ ‌في‌ ةبوعصلا‌ لثم‌ تايدحتلا‌ ديج‌ ثحبلا‌ اذى‌ ّنإف‌ ،كلذ‌ عمو ‌رثؤت‌تيلاو‌ةبلطلا‌لوح‌ملعتلا‌بيلاسأ‌عونتو‌عضاولدا‌ديدتح‌ةقيرط‌قيبطت ‌ىلع .ةيحرمو ‌ةيفرصلا‌ تافيرصتلا ‌يمدقت‌نم‌ةثحابلا‌ىجرت‌ثحبلا‌اذى‌فاشتكا‌دوجوب‌.ةقيرطلا‌ةيلاعف ‌ في‌ ةيلاعفلا‌ ميلعتلا‌ ةيجيتاتًسا‌ ريوطتل‌ تاهماسلدا ‌.ةيبرعلا‌ةغللا‌‌مولعلو ‌ةي فرصلا ‌ تافيرصتلا ‌ ، ظف ل حا ‌، راكذتسلإا‌نف‌ةقيرط : اهميلعتو ةيسيئرلا تاملكلا ‌ ب اهميلعت

    PERAN MANAJEMEN KOMITE MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DI MI MA’ARIF 1 BUMI MULYA DAN MIN 1 WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Komite Madrasah bertanggungjawab dalam menyusun perencanaan strategi dan tahunan sekolah, perumusan kebijakan sekolah, pemenuhan kebutuhan sekolah, anggaran sekolah, ikut memantau kegiatan keseharian sekolah, menilai keberhasilan pelaksanaan program-program yang dilaksanakan sekolah serta ikut mensahkan laporan tahunan sekolah. Dalam melaksanakan usaha untuk meningkatkan mutu, Madrasah perlu mengajak berbagai pihak mulai dari keluarga, masyarakat, dan dunia usaha/industri untuk ikut serta secara aktif dalam berbagai program pendidikan. Agar peran tersebut dapat lebih maksimal bagi Madrasah, maka perlu ditata dalam suatu wadah yang kemudian disebut dengan Dewan Pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota, dan Komite Madrasah di setiap satuan Pendidikan. Secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Peran Manajemen Komite Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan Di MI Ma’arif 1 Bumi Mulya Dan MIN 1 Way Kanan . Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite di kedua madrasah menjalankan empat peran utama, yaitu sebagai badan pertimbangan, penghubung, pendukung, dan pengawas. Sebagai badan pertimbangan, komite di MI Ma’arif 1 Bumi Mulya terlibat dalam penyusunan program pembelajaran, pengembangan SDM, dan pengadaan sarana prasarana. Di MIN 1 Way Kanan, komite berperan dalam penyusunan dan pengesahan RAPBS serta pengembangan pendidikan karakter dan ekstrakurikuler. Sebagai badan penghubung, komite di kedua madrasah menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dan masyarakat, menyampaikan aspirasi orang tua dan menyosialisasikan kebijakan sekolah. Dalam peran sebagai badan pendukung, komite MI Ma’arif 1 Bumi Mulya memberikan bantuan berupa pembangunan ruang kelas, laptop, dan pelatihan guru, sedangkan komite MIN 1 Way Kanan mendukung pengadaan buku, pelatihan guru, dan sarana perpustakaan. Komite juga bertindak sebagai badan pengawas melalui audit dan pemantauan terhadap penggunaan dana dan pelaksanaan program sekolah secara transparan dan akuntabel. Adapun faktor pendukung keberhasilan peran komite mencakup komunikasi yang baik, partisipasi masyarakat, dan hubungan harmonis dengan pihak madrasah. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya SDM, dan belum optimalnya partisipasi masyarakat secara materiil. Dengan demikian, peran komite madrasah di kedua satuan pendidikan sangat penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan yang berkelanjutan Kata kunci : manajemen komite madrasah, mutu layanan pendidikan. v ABSTRACT The Madrasah Committee is responsible for preparing strategic and annual school planning, formulating school policies, fulfilling school needs, school budget, participating in monitoring daily school activities, assessing the success of the implementation of programs implemented by the school and participating in ratifying the school's annual report. In carrying out efforts to improve quality, Madrasahs need to invite various parties ranging from families, communities, and the business/industry world to actively participate in various education programs. In order for this role to be more optimal for Madrasahs, it is necessary to organize it in a forum which is then called the Education Council at the Regency/City level, and the Madrasah Committee in each Education unit. In general, this study aims to determine and analyze the Role of Madrasah Committee Management in Improving the Quality of Educational Services at MI Ma'arif 1 Bumi Mulya and MIN 1 Way Kanan. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques. Data validity techniques were carried out using source triangulation. The results of the study showed that the committees in both madrasahs carried out four main roles, namely as an advisory, liaison, supporter, and supervisory body. As an advisory body, the committee in MI Ma'arif 1 Bumi Mulya was involved in the preparation of learning programs, human resource development, and procurement of facilities and infrastructure. In MIN 1 Way Kanan, the committee played a role in the preparation and ratification of the RAPBS as well as the development of character education and extracurricular activities. As a liaison body, the committees in both madrasahs became a communication bridge between the madrasah and the community, conveying parents' aspirations and socializing school policies. In its role as a supporting body, the MI Ma'arif 1 Bumi Mulya committee provided assistance in the form of building classrooms, laptops, and teacher training, while the MIN 1 Way Kanan committee supported the procurement of books, teacher training, and library facilities. The committee also acted as a supervisory body through audits and monitoring of the use of funds and the implementation of school programs in a transparent and accountable manner. The supporting factors for the success of the committee's role include good communication, community participation, and harmonious relations with the madrasah. Meanwhile, the inhibiting factors include budget limitations, lack of human resources, and less than optimal community participation in material terms. Thus, the role of the madrasa committee in both educational units is very important in supporting the continuous improvement of the quality of educational services. Keywords: madrasah committee management, quality of education services. خالصة تتولى لجنة المدارس مسؤولية إعداد الخطط المدرسية االستراتيجية والسنوية، وصياغة سياسات المدرسة، وتلبية احتياجاتها، وميزانيتها، والمشاركة في متابعة أنشطتها اليومية، وتقييم نجاح تنفيذ برامجها، والتصديق على تقريرها السنوي. وفي إطار جهودها الرامية إلى تحسين الجودة، يتعين على المدارس دعوة مختلف األطراف، من األسر والمجتمعات المحلية وقطاع األعمال والصناعة، للمشاركة بفعالية في مختلف البرامج التعليمية. ولضمان فعالية هذا الدور، من الضروري تنظيمه في .منتدى يُسمى مجلس التعليم على مستوى المقاطعة/المدينة، ولجنة المدارس في كل وحدة تعليمية تهدف هذه الدراسة بشكل عام إلى تحديد وتحليل دور إدارة لجان المدارس الدينية في تحسين جودة الخدمات التعليمية في مدرسة المعارف اإلسالمية 1 بومي موليا ومدرسة المعارف اإلسالمية 1 واي كانان. ُجمعت البيانات باستخدام تقنيات .المالحظة والمقابلة والتوثيق، وتحققت من صحة البيانات باستخدام تقنية التثليث المصدري أظهرت نتائج الدراسة أن اللجان في كلتا المدرستين قامت بأربعة أدوار رئيسية، وهي هيئة استشارية وهيئة اتصال في إعداد Mulya Bumi 1 arif'Ma MI وهيئة داعمة وهيئة إشرافية. بصفتها هيئة استشارية، شاركت اللجنة في مدرسة لعبت اللجنة ً دورا ،Kanan Way 1 MIN برامج التعلم وتنمية الموارد البشرية وشراء المرافق والبنية التحتية. وفي مدرسة والتصديق عليها باإلضافة إلى تطوير تعليم الشخصية واألنشطة الالمنهجية. وبصفتها هيئة اتصال، RAPBS في إعداد أصبحت اللجان في كلتا المدرستين جس ًرا للتواصل بين المدرسة والمجتمع، حيث تنقل تطلعات أولياء األمور وتنشر سياسات المساعدة في شكل بناء الفصول Mulya Bumi 1 arif'Ma MI المدرسة. وفي دورها كهيئة داعمة، قدمت لجنة مدرسة شراء الكتب Kanan Way 1 MIN الدراسية وأجهزة الكمبيوتر المحمولة وتدريب المعلمين، بينما دعمت لجنة مدرسة وتدريب المعلمين ومرافق المكتبة. كما عملت اللجنة كجهة إشرافية من خالل عمليات التدقيق ومراقبة استخدام األموال وتنفيذ البرامج المدرسية بشفافية ومساءلة. ومن العوامل الداعمة لنجاح دور اللجنة التواصل الجيد، والمشاركة المجتمعية، والعالقات المنسجمة مع المدرسة. في المقابل، تشمل العوامل المعيقة محدودية الميزانية، ونقص الموارد البشرية، وضعف المشاركة المجتمعية المادية. لذا، فإن دور لجنة المدرسة في كلتا الوحدتين التعليميتين بالغ األهمية في دعم التحسين المستمر لجودة .الخدمات التعليمية .الكلمات المفتاحية: إدارة لجان المدارس، جودة الخدمات التعلیمی

    INTERELASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI SUROAN DI DESA TAMBAH REJO BARAT

    No full text
    Abstrak Tradisi Suroan di Desa Tambah Rejo Barat merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati bulan Muharram atau Suro. Tradisi ini merupakan wujud interelasi antara agama Islam dan budaya Jawa yang sudah berakar kuat dalam masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, terdapat perpaduan nilai-nilai agama yang diintegrasikan dalam budaya lokal, salah satunya melalui takiran yang dilakukan di masjid dengan doa-doa Islam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana interelasi agama dan budaya pada tradisi suroan dan bagaimana pengaruh tradisi Suroan terhadap hubungan sosial masyarakat Desa Tambah Rejo Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis interelasi agama dan budaya pada tradisi suroan dan pengaruh tradisi Suroan terhadap hubungan sosial masyarakat di Desa Tambah Rejo Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan dan bersifat deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan. Adapun pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, verifikasi temuan, dan penarikan kesimpulan, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang interelasi agama dan budaya di Desa Tambah Rejo Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi suroan di Desa Tambah Rejo Barat merupakan manifestasi dari interelasi agama dan budaya. Proses akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam terlihat jelas dalam pelaksanaan takiran di masjid, yang diisi dengan doa-doa Islam untuk keselamatan dan keberkahan. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan pengaruh agama terhadap budaya lokal, tetapi juga sebaliknya. Selain itu, tradisi suroan juga mempererat hubungan sosial antarwarga, menciptakan kebersamaan, kekeluargaan, dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan bersama seperti bersih-bersih masjid, berdoa, dan makan bersama, masyarakat Desa Tambah Rejo Barat telah memperkuat ikatan sosial dan menjaga keharmonisan sesama warga. Kata Kunci: interelasi agama dan budaya, tradisi suroan, hubungan sosial. Abstract The Suroan tradition in Tambah Rejo Barat Village is one of the traditions carried out every year to commemorate the month of Muharram or Suro. This tradition is a manifestation of the interrelation between Islam and Javanese culture that has been deeply rooted in the local community. In its implementation, there is a blend of religious values that are integrated into local culture, one of which is through the takiran carried out in the mosque with Islamic prayers. The formulation of the problem of this research is how the interrelation of religion and culture in the Suroan tradition and how the Suroan tradition influences social relations in the Tambah Rejo Barat Village community. This study aims to describe and analyze the interrelation of religion and culture in the Suroan tradition and the influence of the Suroan tradition on social relations in the Tambah Rejo Barat Village community . This study uses a qualitative approach with a field method and is descriptive in nature. Primary data sources were obtained through in-depth interviews with informants. The informant selection used a purposive sampling technique. Secondary data sources were obtained from various relevant literature and documents. The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction, verification of findings, and drawing conclusions, in order to obtain a comprehensive understanding of the interrelation of religion and culture in Tambah Rejo Barat Village. The results of the study indicate that the suroan tradition in Tambah Rejo Barat Village is a manifestation of the interrelation of religion and culture. The process of acculturation between Javanese culture and Islamic teachings is clearly seen in the implementation of takiran in the mosque, which is filled with Islamic prayers for safety and blessings. This tradition not only reflects the influence of religion on local culture, but also vice versa. In addition, the suroan tradition also strengthens social relations between residents, creating togetherness, kinship, and social solidarity. Through joint activities such as cleaning the mosque, praying, and eating together, the people of Tambah Rejo Barat Village have strengthened social ties and maintained harmony among residents. Keywords: interrelation of religion and culture, suroan tradition, social relations

    IMPLEMENTASI PASAL 25 AYAT (1) HURUF D PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG PENYELENGGARAAN KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT SERTA PELINDUNGAN MASYARAKAT PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFIDZIYYAH (Studi di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat)

    No full text
    ABSTRAK Pasal 25 Ayat (1) Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dan Ketenteraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat mengatur terkait larangan membangun bangunan di bantaran sungai. Namun, walaupun telah terdapat ketentuan yang mengatur hal tersebut, kenyataannya penulis melihat masih terdapat bangunan-bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Way Kiri, Tiyuh Panaragan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pasal 25 Ayat (1) Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dan Ketenteraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat secara umum dan secara Persektif Siyāsah Tanfidziyyah. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian Deskriptif Analisis. Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini yaitu: sumber data primer adalah informasi yang didapat dari Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kepala Tiyuh Panaragan, Kepala Urusan Perencanaan Tiyuh Panaragan, anggota Satuan Perlindungan Masyarakat, dan Mayarakat Tiyuh Panaragan yang memiliki bangunan di bantaran Sungai Way Kiri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah: (1) Implementasi Pasal 25 Ayat (1) Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dan Ketenteraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat belum terlaksana, dikarenakan butuh perencanaan yang lebih matang atau master plan dan butuh berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait yang membidangi masalah perumahan, permukiman dan pertanahan yaitu Dinas Perkimta sebelum dilakukannya relokasi terhadap masyarakat yang terlanjur membangun bangunan di bantaran sungai Way Kiri. (2) Perspektif Siyāsah Tanfidziyyah Terhadap Implementasi Pasal 25 Ayat (1) Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum Dan Ketenteraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat belum sesuai dengan prinsip Siyāsah Tanfidziyyah yaitu prinsip tanggung jawab, prinsip musyawarah, prinsip keadilan, prinsip persamaaan, dan prinsip ketaatan rakyat, serta prinsip maslahat, karena seharusnya dalam pelaksanaan peraturan daerah ini sangat mengedepankan prinsip-prinsip Siyāsah Tanfidziyyah tersebut. Kata Kunci: Implementasi, Bantaran Sungai, Siyāsah Tanfidziyyah. ABSTRACT Article 25 Paragraph (1) Letter d of West Tulang Bawang Regency Regional Regulation Number 3 of 2024 concerning the Implementation of Public Order and Public Security and Public Protection regulates the prohibition of building buildings on riverbanks. However, even though there are provisions regulating this, in reality the author sees that there are still buildings standing on the banks of the Way Kiri River, Panaragan Village. This study aims to determine the Implementation of Article 25 Paragraph (1) Letter d of West Tulang Bawang Regency Regional Regulation Number 3 of 2024 concerning the Implementation of Public Order and Public Security and Public Protection in Panaragan Village, Central Tulang Bawang District, West Tulang Bawang Regency in general and from a Siyāsah Tanfidziyyah Perspective. The type of research used is field research with the nature of Descriptive Analysis research. There are two sources of data in this study, namely: the primary data source is information obtained from the Head of the Regional Regulation Enforcement Division of the Tulang Bawang Barat Regency Civil Service Police Unit, the Head of Panaragan Village, the Head of Panaragan Village Planning Affairs, members of the Community Protection Unit, and the Panaragan Village Community who have buildings on the banks of the Way Kiri River. Data collection techniques are carried out using interview, observation, and documentation methods. The results of this study are: (1) Implementation of Article 25 Paragraph (1) Letter d of West Tulang Bawang Regency Regional Regulation Number 3 of 2024 concerning the Implementation of Public Order and Public Security and Community Protection in Tiyuh Panaragan, Central Tulang Bawang District, West Tulang Bawang Regency has not been implemented, because it requires more mature planning or a master plan and requires further coordination with related parties in charge of housing, settlements and land issues, namely the Perkimta Service before relocating people who have already built buildings on the banks of the Way Kiri River. (2) The Perspective of Siyāsah Tanfidziyyah on the Implementation of Article 25 Paragraph (1) Letter d of the West Tulang Bawang Regency Regional Regulation Number 3 of 2024 concerning the Implementation of Public Order and Public Security and Community Protection in Tiyuh Panaragan, Central Tulang Bawang District, West Tulang Bawang Regency is not in accordance with the principles of Siyāsah Tanfidziyyah, namely the principle of responsibility, the principle of deliberation, the principle of justice, the principle of equality, and the principle of people's obedience, as well as the principle of benefit, because in the implementation of this regional regulation, the principles of Siyāsah Tanfidziyyah should be prioritized. Keywords: Implementation, Riverbank, Siyāsah Tanfidziyyah

    PEMBINAAN MENTAL UNTUK MENINGKATKAN KESTABILAN EMOSI PRAJURIT MARINIR TNI AL DI BATALYON INFANTRI 7 KABUPATEN PESAWARAN

    No full text
    ABSTRAK Pembinaan mental yang kuat sangat penting dalam menjaga kestabilan emosi prajurit, terutama dalam lingkungan militer yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembinaan mental dapat meningkatkan kestabilan emosi prajurit Marinir TNI AL di Batalyon Infanteri 7, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan pembinaan mental yang dilakukan mencakup pelatihan pengendalian emosi, peningkatan ketahanan mental, serta pengembangan sikap positif dalam menghadapi situasi yang menantang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), dengan sifat deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dengan lengkap data yang diperoleh dari pengumpulan data wawancara, dokumentasi dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu 7 orang, yang terdiri dari 1 Komandan Batalyon Infantry 7, 1 Pelatih Pembinaan Mental, 3 Prajurit TNI AL Marinir Infantry 7 serta 2 amggota Tim Kesehatan Mental di Batalyon Infantry 7 Pesawaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah model teknik analisis miles dan huberman,yang terdiri dari reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembinaan mental dilaksanakan melalui b4 tahapan yaitu pelatihan psikologis, diskusi kelompok, interaksi edukatif, dan teknik motivasi yang bertujuan membentuk kematangan emosi, kontrol emosi, dan adekuasi emosi prajurit. Evaluasi menunjukkan bahwa pembinaan mental mampu meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengendalikan dan menyesuaikan reaksi emosional mereka terhadap tekanan dalam berbagai tugas. Prajurit menjadi lebih tenang, rasional, dan fokus dalam menghadapi situasi yang sulit, serta memiliki ketahanan mental yang lebih kuat. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan mental terbukti memberikan dampak positif terhadap kestabilan emosi dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas secara profesional dan efektif. Kata kunci: Pembinaan Mental, Kestabilan Emosi, Prajurit Marinir, TNI AL, Ketahanan Mental, Batalyon Infanteri 7. ABSTRACT Strong mental conditioning is crucial in maintaining the emotional stability of soldiers, especially in a high-pressure military environment. This study aims to understand how mental conditioning can enhance the emotional stability of the Indonesian Navy Marine Corps (TNI AL) soldiers at Infantry Battalion 7, Pesawaran Regency. The mental conditioning activities include emotional control training, mental resilience improvement, and the development of a positive attitude in facing challenging situations. The type of research used in this study is field research, with a qualitative descriptive nature,namely describing completely the data obtained from collecting interview data, documentation and observation. The data sources in this study were 7 people, consisting of 1 Commander of Infantry Battalion 7, 1 Mental Development Trainer, 3 Indonesian Navy Marine Infantry 7 Soldiers and 2 members of the Mental Health Team at Infantry Battalion 7 Pesawaran. The data analysis technique used is the Miles and Huberman analysis technique model, which consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that mental coaching is carried out through 4 stages, namely psychological training, group discussions, educational interactions, and motivational techniques aimed at forming emotional maturity, emotional control, and emotional adequacy of soldiers. The evaluation shows that mental training is able to improve soldiers' ability to control and adjust their emotional reactions to pressure in various tasks. Soldiers become calmer, more rational, and more focused in facing difficult situations, and have stronger mental resilience. With this approach, mental coaching has been proven to have a positive impact on emotional stability and soldiers' readiness to carry out tasks professionally and effectively, Keywords: Mental Conditioning, Emotional Stability, Marine Corps Soldiers, TNI AL, Mental Resilience, Infantry Battalion 7

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LITERASI LINGKUNGAN DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

    No full text
    ABSTRAK Kemampuan berpikir kreatif dan literasi lingkungan peserta didik dalam pembelajaran matematika merupakan suatu kemampuan yang perlu dikuasai oleh peserta didik. Hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif dan literasi lingkungan di kelas VIII SMP IT Budi Luhur menunjukkan bahwa terdapat peserta didik yang tidak mencapai KKM. Hal ini disebabkan oleh peserta didik yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika dan kurangnya kemampuan berpikir kreatif, dan literasi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat adanya pengaruh model pembelajaran PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif dan literasi lingkungan ditinjau dri perbedaan gender Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Quasy Eksperimental Design. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP IT Budi Luhur dengan jumlah populasi 58 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model ekspositori. Teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Manova ua arah (Two way manova). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa, kemampuan berpikir kreatif dan literasi lingkungan dengan menggunakan model pembelajaran PjBL lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kreatif, Literasi Lingkungan, Model PjBL, dan Perbedaan Gender iii ABSTRACT The ability to think creatively and environmental literacy of students in learning mathematics is an ability that needs to be mastered by students. The results of research on creative thinking skills and environmental literacy in class VIII SMP IT Budi Luhur show that there are students who do not reach the KKM. This is caused by students who still have difficulty in solving math problems and lack of creative thinking skills, and environmental literacy. The purpose of this study is to see the effect of the PjBL learning model on creative thinking skills and environmental literacy in terms of gender differences This research is a quantitative research type Quasy Experimental Design. The subjects of this study were 8th grade students of SMP IT Budi Luhur with a population of 58 students. The samples in this study were class VIII A as the experimental class and class VIII B as the control class using the expository model. Data collection techniques in the form of tests and observations. Hypothesis testing in this study used the Two-way manova test. Based on the results of research and discussion, it is concluded that creative thinking skills and environmental literacy using the PjBL learning model are better than those using the expository learning model. Keywords : Creative Thinking Ability, Environmental Literacy, PjBL Model, and Gender Difference

    INTERNALISASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA(P5) DAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN (P2RA) DI MIN 6 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Fenomena melemahnya nilai-nilai karakter, seperti rendahnya sikap toleransi, rasa tanggung jawab, kurangnya semangat gotong royong, dan minimnya penghargaan terhadap budaya lokal dikalangan pelajar, menjadi isu yang mengkhawatirkan Penelitian ini untuk menganalisis Internalisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin di MIN 6 Bandar Lampung,masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman yang mendalam terhadap siswa hal ini dapat menghambat upaya untuk mengetahui proses internalisasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari hari. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses internalisasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin di MIN 6 Bandar Lampung dan mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam internalisasi nilai-nilai pancasila dan keislaman di MIN 6 Badar Lampung dapat mendorong pembentukan karakter siswa, yang moderat, toleran dan berakhlak mulia melalui program-program sekolah yang terstruktur. Pendekatan penelitian ini yang digunakan adalah kualitatif diskriptif, dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas,dan siswa, data yang di peroleh dianalisisi dengan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara indukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Internalisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin di MIN 6 Bandar Lampung, terlaksana dengan baik dan berjalan secara signifikan, terlihat pada tahap perencanaan, solat berjamaah, murojaah, dan infaq, gotong royong, jumat berkah, serta kegiatan keagamaan lainya mendorong aktualisasi nilai-nilai moderasi beragama. kedati demikian,pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dapat dilihat pada tahap awal pendidik telah memenuhi perannya sebagai perencana pembelajaran yang baik dengan iii penyediaan perangkat pembelajaran seperti modul ajar. Tahap pelaksanaan melakukan beberapa kegiatan, seperti:. Tahap evaluasi pendidik telah melaksanakan beberapa aspek yang terkait dengan tahap evaluasi yaitu adanya keseimbangan penilaian yang dilakukan dalam aspek formatif dan sumatif. Kemampuan peserta didik di MIN 6 Bandar Lampung khususnya di kelasn VI, menjadi penitikberatan karena sebagian pendidik telah menunjukkan keikutsertaan dalam interaksi berdasarkan tuntutan kurikulum merdeka. Faktor pendukung dalam hal ini adalah jalinan kerjasama antara lingkungan sekolah dan lingkungan peserta didik, sarana prasarana sekolah, dan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, kemudian faktor penghambat berasal dari internal, yaitu diri peserta didik dan lingkungan perkembangan peserta didik terhadap pesatnya perkembangan media sosial yang menggerus nilai-nilai pendidikan karakter terutama pada kearifan lokal. Kata kunci: internalisasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA) iv ABSTRACT The phenomenon of weakening character values, such as low tolerance, sense of responsibility, lack of mutual cooperation spirit, and minimal appreciation for local culture among students, is a worrying issue. This study is to analyze the Internalization of the Pancasila Student Profile Strengthening Project and the Rahmatan Lil Alamin Student Profile at MIN 6 Bandar Lampung. The main problem in this study is the lack of deep understanding of sirwa. This can hinder efforts to find out the process of internalizing the Pancasila student profile strengthening project and the rahmatan lil alamin student profile in everyday life. This study aims to determine the process of internalizing the Pancasila student profile strengthening project and the rahmatan lil alamin student profile at MIN 6 Bandar Lampung and to find out the supporting and inhibiting factors in the internalization of Pancasila and Islamic values at MIN 6 Badar Lampung. It can encourage the formation of students' characters, which are moderate, tolerant and have noble character through structured school programs. The research approach used is qualitative descriptive, with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The research informants consist of the principal, class teachers, and students, the data obtained are analyzed using data reduction methods, data presentation and inductive conclusion drawing. Hanil's research shows that the Internalization of the Pancarila Student Profile Strengthening Project and the Rehmatan Lil Alamin Student Profile at MIN 6 Bandar Lampung, was implemented well and ran significantly, seen in the planning stage, congregational prayer, murojaah, and mfaq, mutual cooperation, blessed Friday, and other religious activities that encourage the actualization of modern religious values, however, implementation and evaluation. The planning v stage can be seen in the early stages, educators have fulfilled their role as good learning planners by providing learning tools such as teaching modules. The implementation stage carries out several activities, such as. The evaluation stage, educators have carried out several aspects related to the evaluation stage, namely the balance of assessments carried out in formative and ruminative aspects. The abilities of students at MIN 6 Bandar Lampung, especially in class VI, are emphasized because some educators have shown participation in interactions based on the demands of the independent curriculum. Supporting factors in this case are the cooperation between the school environment and the student environment, school facilities and infrastructure, and communication between parents and the school, then inhibiting factors come from internal, namely from students and the student development environment towards the rapid development of social media which erodes the values of character education, especially local wisdom. Keywords: internalization of the Pancasila student profile strengthening project (P5) and the Rakmatan Lil Alamin Student Profile (P2RA

    PENGARUH INTENSITAS GADGET TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK SISWA DISMPN 19 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap pembinaan akhlak siswa di SMPN 19 Bandar Lampung. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, bagaimana pengaruh intensitas penggunaan gadget di kalangan siswa semakin meningkat, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pembentukan akhlak. P.Chalin teori intensitas kekuatan yang mendukung sikap. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian terdiri dari siswa SMPN 19 Bandar Lampung, dengan sampel yang diambil secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi penggunaan gadget serta dampaknya terhadap nilai-nilai akhlak siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan pembinaan akhlak siswa. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget berpengaruh negatif signifikan terhadap akhlak siswa pada taraf signifikasi 10%. Koefisien determinasi pada pengujian hipotesis diatas menunjukkan nilai 0,038 yang artinya pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap akhlak siswa sebasar 3,8% dan untuk 96,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua dalam mengatur penggunaan gadget bagi peserta didik untuk mendukung pembinaan akhlak yang lebih baik. Kata kunci: Intensitas gadget, pembinaan akhlak siswa. ii ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the intensity of gadget use on students' moral development at SMPN 19 Bandar Lampung. With the rapid development of technology, how the influence of the intensity of gadget use among students is increasing, which has an impact on various aspects of their lives, including moral formation. P.Chalin's theory of the intensity of the forces that support attitudes. The research method used is quantitative with a survey approach. The study population consisted of students of SMPN 19 Bandar Lampung, with samples taken randomly. Data collection was done through a questionnaire that measured the frequency of gadget use and its impact on students' moral values. Data analysis used descriptive and inferential statistics. The results showed that there was a significant influence between the intensity of gadget use and students' moral development. The results of hypothesis testing show that the intensity of gadget use has a significant negative effect on student morals at the 10% significance level. The coefficient of determination in testing the hypothesis above shows a value of 0.038, which means that the effect of the intensity of gadget use on student morals is 3.8% and for 96.2% is influenced by other factors not examined in this study. This research is expected to provide insight for educators and parents in regulating the use of gadgets for students to support more moral development. Keywords: Gadget intensity, students' moral development

    STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA SIKAP SPIRITUAL SISWA KELAS VIII DI MTsN 1 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pembinaan sikap spiritual siswa merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter, terutama dalam mata pelajaran Akidah Akhlak. Namun, rendahnya motivasi siswa, pengaruh media sosial, dan kurangnya dukungan lingkungan keluarga menjadi tantangan dalam implementasinya. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk merancang strategi pembinaan yang lebih efektif, sehingga dapat mengatasi hambatan tersebut dan memperkuat karakter spiritual siswa. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru Akidah Akhlak dalam membina sikap spiritual siswa kelas VIII di MTsN 1 Bandar Lampung, menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan strategi guru dalam membina sikap spiritual siswa sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan secara induktif dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan sikap spiritual siswa dilakukan melalui pembiasaan ibadah seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan doa bersama, serta pendekatan modeling oleh guru. Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah, partisipasi orang tua, dan fasilitas yang memadai, sementara hambatan utama meliputi rendahnya motivasi siswa, pengaruh media sosial, dan tekanan lingkungan. Upaya dalam mengatasi hambatan melalui program mentoring, pelatihan guru, penggunaan teknologi yang positif, serta integrasi nilai agama dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembinaan sikap spiritual siswa tidak hanya bergantung pada praktik keagamaan di sekolah, tetapi juga pada sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan inovasi dalam metode pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Strategi pembinaan, sikap spiritual, guru Akidah Akhlak, MTsN 1 Bandar Lampung. ii ABSTRACT The cultivation of students' spiritual attitudes plays a crucial role in character education, particularly in the subject of Akidah Akhlak. However, challenges such as low student motivation, the influence of social media, and lack of family support hinder its effective implementation. This study, therefore, is essential to design more effective strategies that can address these barriers and enhance students' spiritual character development. The purpose of this research is to analyze the strategies employed by Akidah Akhlak teachers in fostering spiritual attitudes among eighth-grade students at MTsN 1 Bandar Lampung, to examine the supporting and inhibiting factors in its implementation, and to provide recommendations for improving the effectiveness of these strategies. This study uses a qualitative phenomenological approach to deeply explore the experiences, perceptions, and strategies of teachers in cultivating students' spiritual attitudes, thus providing a more comprehensive picture. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The data obtained were analyzed through reduction, systematic presentation, and inductive conclusion drawing from the observed phenomena. The research findings indicate that the strategy for cultivating students' spiritual attitudes is carried out through religious practices such as congregational prayers, Quran recitation, and collective prayers, as well as a modeling approach by the teacher. Supporting factors include school policies, parental involvement, and adequate facilities, while the main obstacles include low student motivation, the influence of social media, and environmental pressures. Efforts to overcome these obstacles include mentoring programs, teacher training, the use of positive technology, and the integration of religious values into learning. Therefore, cultivating students' spiritual attitudes not only depends on religious practices in school but also on the synergy between the school environment, family, and innovations in value-based Islamic learning methods. Keywords: Cultivation strategy, spiritual attitude, Akidah Akhlak teacher, MTsN 1 Bandar Lampung

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇