Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODERASI BERAGAMA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMA

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa di sekolah tersebut, terutama dalam proses pembelajaran yang masih bergantung pada textbooks sebagai bahan ajar untuk peserta didik. Penggunaan modul pembelajaran belum diterapkan selama proses belajar mengajar. Selain itu, para guru belum menerapkan metode pembelajaran yang dapat mendukung peserta didik dalam menerapkan moderasi beragama. Dari masalah tersebut, peneliti tertarik untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul berbasis moderasi beragama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap yaitu: Analisis (Analysis), (Design), Pengembangan (Develop), Pelaksanaan (Implement), dan Evaluasi (Evaluate). Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan penyebaran angket. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Uji coba juga dilakukan melalui uji coba kelas kecil dan besar dan uji efektivitas produk diukur melalui pemberian soal pre-test dan post-test kepada peserta didik. Perancangan Hasil validasi ahli materi, memperoleh persentase sebesar 98%, dengan kategori sangat layak. Hasil validasi ahli media, memperoleh persentase sebesar 84%, dengan kategori sangat layak. Hasil validasi ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 95%, dengan kategori sangat layak. Selanjutnya, hasil uji coba ketertarikan yang melibatkan 26 peserta didik kelas X di SMA Negeri 7 Bandar Lampung, mendapatkan persentase sebesar 89%, yang menandakan bahwa modul ini “sangat menarik”. Dari hasil uji efektivitas produk, diperoleh nilai N-gain sebesar 63,4%, hal ini menunjukan bahwa modul berbasis moderasi beragama cukup efektif diterapkan kepada peserta didik. Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam ii ABSTRACT Based on the results of observations and interviews conducted by researchers, it was found that in the school, especially in the learning process, which still relies on textbooks as teaching materials for students. The use of learning modules has not been applied during the teaching and learning process. In addition, educators have not applied learning methods that can support students in implementing religious moderation. From these problems, researchers are interested in developing teaching materials in the form of modules based on religious moderation in Islamic Religious Education subjects. The method used in this research is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of five stages, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data collection techniques used include interviews and distributing questionnaires. Validation was conducted by material experts, media experts, and linguists. Tests were also carried out through small and large class trials and product effectiveness tests were measured through giving pre-test and post-test questions to students. The results of material expert validation, obtained a percentage of 98%, with a very feasible category. The results of media expert validation, obtained a percentage of 84%, with a very feasible category. The results of linguist validation obtained a percentage of 95%, with a very feasible category. Furthermore, the results of the attraction trial involving 26 class X students at SMA Negeri 7 Bandar Lampung, obtained a percentage of 89%, indicating that this module was “very interesting”. From the results of the product effectiveness test, an N-gain value of 63.4% was obtained, indicating that the module based on religious moderation was quite effective in being applied to students. Keywords: Development, Module, Religious Moderation, Islamic Religious Educatio

    TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE-ISLAMAN DI PARIAMAN

    No full text
    ABSTRAK TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE ISLAMAN DI PARIAMAN Oleh : Muhamad Syahreza Sumatera Barat dengan mayoritas masyarakat suku minang, juga memiliki berbagai macam tradisi misalnya seperti upacara turun mandi, upacara majamba,pacu jawi,batagak pangulu dan upacara tabuik. Tradisi Tabuik merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya di Kota Pariaman. Berakar pada nilai-nilai religi untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein. Peringatan ini sejatinya berlang sung setiap tanggal 10 Muharram penanggalan Hijriyah. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan menjadi bagaimana penanaman nilai-nilai ke-islaman dalam tradisi tabuik di Pariaman,peran tradisi tabuik dalam sebagai Tradisi Keagamaan dalam Islam,dan peran tradisi tabuik dalam pembentukan identitas ke-Islaman masyarakat Pariaman. Tujuan penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pembentukan nilai-nilai ke-islaman di Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana tradisi Tabuik membentuk cita-cita Islam di Pariaman. Tradisi ini tidak hanya merupakan ritual budaya, tetapi juga sarana penanaman nilai-nilai keislaman, penghormatan kepada Allah SWT, dan peringatan atas perjuangan Sayyidina Hussein dalam Perang Karbala. Melalui wawancara dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji fungsi tradisi Tabuik sebagai bentuk ibadah yang menanamkan nilai pengorbanan, kesabaran, keberanian, serta memperkuat spiritualitas masyarakat. Tradisi ini juga menjadi media edukasi moral bagi generasi muda dan memperlihatkan kebersamaan serta kepedulian masyarakat dalam melestarikan adat dan identitas Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Tabuik Pariaman merupakan perpaduan kompleks antara dukungan sosial, ii prinsip agama, dan identitas budaya. Melalui tradisi ini, masyarakat Pariaman memperkuat praktik Islam dalam menghadapi dinamika kontemporer, memahami warisan sejarah, dan mengekspresikan solidaritas. Kepedulian bersama pemerintah dan masyarakat terhadap pelestarian Tradisi Tabuik menunjukkan keinginan bersama untuk melestarikan dan merawat warisan budaya yang kaya ini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai tradisi keagamaan, Tabuik juga mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan prinsip- prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, menggabungkan budaya lokal dengan ajaran agama yang memperkaya dan memperkuat keduanya. Pemerintah turut berperan dalam pelestarian tradisi ini, mendukung pelaksanaan dan penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Tradisi Tabuik menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal, memperkuat identitas keislaman masyarakat Pariaman dan menjaga kelestariannya sebagai warisan budaya yang sarat makna religius. Pemerintah diharapkan terus memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan tradisi Tabuik di Kota Pariaman, baik secara moril maupun tenaga, karena keberhasilan tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisatawan. Masyarakat juga diharapkan untuk terus melestarikan tradisi ini, bekerja sama dengan pemerintah, serta memperkenalkan kepada generasi muda agar tradisi ini tidak punah. Generasi muda, khususnya di Kota Pariaman dan Sumatera Barat, perlu ikut berperan dalam menjaga adat istiadat ini, sehingga Sumatera Barat tetap dikenal dengan keberagaman budayanya dan tradisi Tabuik terus lestari meskipun zaman terus berkembang. Kata Kunci : Tradisi Tabuik, Nilai-nilai Islam, Tradisi Keagamaan iii ABSTRACT TABUIK TRADITIONS IN THE FORMATION OF ISLAMIC VALUES IN PARIAMAN By: Muhamad Syahreza West Sumatra, with a majority of Minang people, also has various traditions, such as the bathing ceremony, majamba ceremony, pacu jawi, Batagak pangulu and tabuik ceremonies. The Tabuik tradition is one of the activities carried out every year in Pariaman City. Rooted in religious values to commemorate the death of the Prophet Muhammad SAW's grandson, Hussein. This warning actually takes place every 10th of Muharram on the Hijriyah calendar. The problem in this research is formulated as how to instill Islamic values in the tabuik tradition in Pariaman, the role of the tabuik tradition as a religious tradition in Islam, and the role of the tabuik tradition in forming the Islamic identity of the Pariaman community. The expected research objective in this research is to determine and analyze the formation of Islamic values in Pariaman. This research uses a descriptive method with a qualitative approach to understand how the Tabuik tradition shapes Islamic ideals in Pariaman. This tradition is not only a cultural ritual, but also a means of instilling Islamic values, respecting Allah SWT, and commemorating Sayyidina Hussein's struggle in the Karbala War. Through interviews and documentation, this research examines the function of the Tabuik tradition as a form of worship that instills the values of sacrifice, patience, courage, and strengthens people's spirituality. This tradition is also a medium for moral education for the younger generation and shows togetherness and community concern in preserving Islamic customs and identity. The research results show that the Tabuik Pariaman Tradition is a complex combination of social support, religious principles and cultural identity. Through this tradition, the Pariaman community strengthens Islamic practices in facing contemporary dynamics, iv understanding historical heritage, and expressing solidarity. The joint concern of the government and society for the preservation of the Tabuik Tradition shows a shared desire to preserve and care for this rich cultural heritage so that it can be passed on to future generations. As a religious tradition, Tabuik also strengthens social ties and introduces Islamic principles in everyday life, combining local culture with religious teachings that enrich and strengthen both. The government plays a role in preserving this tradition, supporting the implementation and implementation of activities that actively involve the community. The Tabuik tradition is a bridge between Islamic values and local culture, strengthening the Islamic identity of the Pariaman community and maintaining its preservation as a cultural heritage full of religious meaning. The government is expected to continue to facilitate and support the implementation of the Tabuik tradition in Pariaman City, both morally and energetically, because the success of this tradition can attract tourists. The community is also expected to continue to preserve this tradition, work together with the government, and introduce it to the younger generation so that this tradition does not become extinct. The younger generation, especially in Pariaman City and West Sumatra, needs to play a role in maintaining these customs, so that West Sumatra remains known for its cultural diversity and the Tabuik tradition continues to be preserved even though times continue to develop. Keywords: Tabuik Tradition, Islamic Values, Religious Traditio

    SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN MODEL LEARNING CYCLE 9E TERHADAP AFEKTIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK iii Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel secara sistematis yang relevan untuk mengetahui metode-metode yang digunakan, mengetahui apakah ada keefektifan dan tingkat keberhasilan model pembelajaran learning cycle 9e terhadap afektif siswa pada pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) merupakan salah satu metode penelitian sistematis untuk melakukan penelitian secara indentifikasi, evaluasi dan interpretasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait dengan pertanyaan penelitian yang telah di tentukan sebelumnya, topik atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dan pertanyaan penelitian tertentu. Metode dalam pencarian sumber data jurnal artikel melalui aplikasi Publish or Perish (PoP) pada database Google Scholar dan Garuda dengan menggunakan kata kunci ”Model Pembelajaran Learning cycle 9e Terhadap Afektif Siswa Pada Pembelajaran Biologi” di peroleh 100 paper yang kemudian di klasifikasikan berdasarkan protocol penelitian yakni, RQ (Request Question), AQ (Answers Question) yang telah di tetapkan peneliti sehingga diperoleh 20 jurnal yang relevan. Berdasarkan hasil Sytematic Literature Review (SLR) penelitian di atas menunjukkan bahwasanya model pembelajaran Learning cycle 9e berhasil meningkatkan afektif peserta didik pada pembelajaran biologi. Terbukti dengan adanya peningkatan dalam keaktifan, keterampilan dan lebih mudah menguasai konsep yang telah mereka pelajari pada saat model penemuan ini di terapkan dalam proses pembelajaran. Melihat hasil tersebut maka membuktikan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 9e memang efektif digunakan dalam pembelajaran guna meningkatkan afektif peserta didik. Kata Kunci : Systematic Literature Review, Model Learning Cycle 9E Biologi, Afektif Siswa. iii ABSTRACT iv This research aims to systematically collect and analyze relevant articles to identify the methods used and to determine the effectiveness and succes rate of the learning cycle 9e model on students affective in biology learning. The method used in this research is the Systematic Literature Review (SLR), a systematic research method to conduct research through identification, eveluation, and interpretation of all relevant research result related to the research question that have been determined in advance, the topic or phenomenon that is the focus, and spesific research questions. The method for searching for juornal article data sources is through the Publish or Perish (PoP) application on the Google Scholar and Garuda database using the keymord “Learning Cycle 9e Learning Model on Students' Affective in Biology Learning” 100 papers were obtained , which were then classified based on research protocols, namely RQ (Request Question) and AQ (Answers Question) that had been determined by the researcher, resulting 20 relevant journals. Based on the results of the Systematic Literature Review (SLR) research above, it shows that the Learning cycle 9e model succesfully improves students affective in biology learning. This is proven by an increase in activity, skills, and easier mastery of the concepts they have learned when this learning cycle 9e model is indeed effective in learning to improve students affective. Keywords : Systematic Literature Review, Learning Cycle 9E Model in Biology, Student Affective

    PERAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGUATAN KOMPETENSI GURU DI MTS NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Peran Kepala Madrasah Dalam Penguatan Kompetensi Guru di MTsN 2 Bandar Lampung. Kepala madrasah memainkan peran yang sangat penting dalam suatu madrasah. Setidaknya ada satu peran penting kepala madrasah yang perlu diperhatikan yaitu peran sebagai leader pendidikan, yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendayagunakan serta meningkatkan potensi anggotanya seoptimal mungkin. Dalam lingkungan seperti inilah para guru akan termotivasi untuk terus belajar, saling memotivasi, dan saling memberdayakan. Maka dengan suasana seperti ini akan memberi ruang kepada para guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam madrasah tersebut. Tujuan dalam skripsi ini yaitu untuk Mendeskripsikan peran kepala sebagai leader Dalam Penguatan kompetensi guru di MTsN 2 Bandar Lampung.. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini MTsN 2 Bandar Lampung, Subjek Pada penelitian ini yaitu kepala Madrasah, Guru Agama, Guru eksak serta guru mata pelajaran. Analisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitiannya adalah Kepala madrasah sebagai leader Dalam Penguatan kompetensi guru adalah mengikut sertakan guru dalam MGMP, diklat, seminar, rapat, supervisi, motivasi,memberi saran, mendengungkan budaya kerja Kemenag,menjadi tauladan, memberikan kalimat toyyibah, memanage hati, dan mengakrabkan diri dengan warga madrasah. Kata Kunci: Kepala Madrasah, Kompetensi dan Guru ii ABSTRACT The Role of the Principal in Strengthening Teacher Competence at MTsN 2 Bandar Lampung. The principal plays a very important role in a madrasah. There is at least one important role of the principal that needs to be considered, namely the role as an educational leader, who is responsible for creating a conducive learning environment, empowering and increasing the potential of its members as optimally as possible. In an environment like this, teachers will be motivated to continue learning, motivating each other, and empowering each other. So with an atmosphere like this, it will provide space for teachers to improve their competence in the madrasah. The purpose of this thesis is to describe the role of the principal as a leader in strengthening teacher competence at MTsN 2 Bandar Lampung. The approach used in this study is qualitative with a descriptive type. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The object of this study is MTsN 2 Bandar Lampung, the subjects in this study are the principal of the Madrasah, Religious Teachers, Exact Teachers and subject teachers. Data analysis with data reduction steps, data presentation and drawing conclusions. The validity of the data uses triangulation of sources and techniques. The results of the study are that the Head of Madrasah as a leader in Strengthening teacher competence is to involve teachers in MGMP, training, seminars, meetings, supervision, motivation, giving advice, echoing the work culture of the Ministry of Religion, being a role model, giving toyyibah sentences, managing hearts, and familiarizing themselves with the madrasah community. Keywords: Madrasah Principal, Competence and Teacher

    PENGARUH HARGA CPO DUNIA DAN KURS USD/IDR TERHADAP VOLUME EKSPOR CPO INDONESIA TAHUN 2014-2023 (PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM)

    No full text
    ABSTRAK Indonesia merupakan produsen utama Crude Palm Oil (CPO) dunia, namun volume ekspor CPO menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti dinamika harga global dan nilai tukar mata uang asing. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kedua faktor tersebut memengaruhi kinerja ekspor CPO Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga CPO dunia dan kurs USD/IDR terhadap volume ekspor CPO Indonesia selama periode 2014-2023 dalam perspektif ekonomi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan regresi Ordinary Least Squares (OLS) terhadap data runtut waktu yang bersumber dari BPS, GAPKI, Ditjenbun, Bank Indonesia, dan IndexMundi. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial harga CPO dunia berpengaruh negatif tidak signifikan dan kurs USD/IDR berpengaruh positif tidak signifikan dan secara simultan kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Dalam perspektif ekonomi Islam, prinsip keadilan (al-adl), transparansi (as-shafafiyyah) dan larangan terhadap spekulasi (gharar dan maysir) memainkan peran penting dalam menjamin praktik perdagangan yang adil dalam industri CPO. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan variabel tambahan serta kajian mendalam terhadap penerapan prinsip-prinsip perdagangan syariah dalam industri CPO. Kata Kunci: Volume Ekspor Crude Palm Oil, Harga Dunia, Kurs, Ekonomi Islam ABSTRACT Indonesia is the world's leading producer of Crude Palm Oil (CPO); however, its CPO export volume has fluctuated due to various external factors, such as global price dynamics and foreign exchange rates. This phenomenon raises questions about the extent to which these two factors affect Indonesia's CPO export performance. This study aims to analyze the influence of global CPO prices and the USD/IDR exchange rate on Indonesia's CPO export volume during the 2014–2023 period from an Islamic economic perspective. Employing a quantitative approach, this paper utilizes Ordinary Least Squares (OLS) regression analysis on time series data sourced from BPS, GAPKI, Ditjenbun, Bank Indonesia, and IndexMundi. The findings indicate that, partially, global CPO prices have an insignificant negative effect, while the 2 USD/IDR exchange rate has an insignificant positive effect on Indonesia’s CPO export volume. Simultaneously, both variables do not have a significant effect. From an Islamic economic perspective, the principles of justice (al-‘adl), transparency (as-shafafiyyah), and the prohibition of speculation (gharar and maysir) play a crucial role in ensuring fair trade practices within the CPO industry. This study recommends the development of a more comprehensive model by including additional variables and conducting a deeper examination of the application of sharia trade principles in the CPO industry. Keyword: Crude Palm Oil Export, Exchange Rate, Global Price, Islamic Economic

    BIMBINGAN KURSUS CALON PENGANTIN DALAM PERSPEKTIF MAS}LAH}AH (Studi Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Kurangnya pembekalan sebelum menikah sering kali menjadi faktor utama dalam munculnya konflik yang berujung pada perceraian. BKKBN mengungkapkan angka perceraian di Indonesia cenderung meningkat. Bahkan, mayoritas perceraian itu di dominasi pasangan muda yang belum genap menikah hingga lima tahun. Bimbingan suscatin adalah upaya positif untuk membekali pengetahuan kepada calon pengantin untuk lebih menyiapkan mental, secara fisik maupun sosial untuk menghadapi kehidupan berumah tangganya kelak kepada calon pengantin yang akan melakukan pernikahan. Namun tidak hanya itu saja, bimbingan perkawinan ini perlu dilakukan karena letak permasalahan dalam pernikahan itu sendiri adalah masa pernikahan bukan masa sebelum pernikahan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan Bimbingan suscatin (Kursus Calon Pengantin) dan menelaah pelaksanaan tersebut dari perspektif mas}lah}ah . Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini memiliki rumusan masalah; 1.) Bagaimana pelaksanaan bimbingan suscatin di KUA Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung? 2.) Bagaimana kedudukan suscatin dalam perspektif mas}lah}ah ? Tujuannya adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan suscatin di KUA Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Untuk mengetahui kedudukan suscatin dalam perspektif mas}lah}ah terhadap pelaksanaan bimbingan Suscatin di KUA Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif lapangan dengan teknik pengumpulan data wawancara, partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi penyuluh agama islam dan pasangan calon pengantin yang mengikuti suscatin di KUA Kecamatan Kedaton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suscatin di KUA Kecamatan Kedaton diselenggarakan terjadwal setiap hari rabu, untuk prosedur pendaftaran para catin diarahkan untuk mengisis formulir pendaftaran dan dijadwalkan untuk mengikuti bimbingan dengan membawa fotokopi KTP, fotokopi KK, dan surat pendaftaran nikah dari KUA. Materi suscatin meliputi hukum perkawinan, hak kewajiban suami istri, manajemen konflik, komunikasi keluarga, kesehatan reproduksi, dan perencanaan ekonomi rumah tangga. Para peserta menyatakan suscatin bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan sarana edukasi esensial yang mempersiapkan mereka secara mental, emosional, dan spiritual dalam membina rumah tangga. Dari sudut mas}lah}ah , bimbingan suscatin dapat dikategorikan sebagai mas}lah}ah mursalah, karena tidak ada nash yang secara langsung memerintahkan pelaksanaan suscatin, pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariah, tujuannya menjaga kemaslahatan umat, khususnya dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan raḥmah. Suscatin pun tidak menjadi rukun/syarat dalam pernikahan. Dari segi tingkatan mas}lah}ah suscatin dikategorikan sebagai mas}lah}ah takmiliyyat karena bertujuan menyempurnakan proses pernikahan. Tanpa suscatin pernikahan tetap sah dan dapat berlangsung. Sehingga suscatin dalam perspektif mas}lah}ah hukumnya adalah sunnah/anjuran. Kata Kunci: Bimbingan suscatin, Perkawinan, Mas}lah}ah. ABSTRACT Lack of provision before marriage is often a major factor in the emergence of conflict that leads to divorce. BKKBN revealed that the divorce rate in Indonesia tends to increase. In fact, the majority of divorces are dominated by young couples who have not been married for up to five years. Suscatin guidance is a positive effort to provide knowledge to prospective brides and grooms to better prepare mentally, physically and socially to face their married life in the future. But not only that, this marriage guidance needs to be done because the location of the problem in marriage itself is the marriage period, not the period before marriage. This research was conducted to analyze the implementation of Suscatin Guidance and implementation from a maslahah perspective. Based on the above arguments, this research has a problem formulation; 1.) How is the implementation of Suscatin Guidance at the KUA of Kedaton District, Bandar Lampung City? 2.) How is the view on the implementation of Suscatin Guidance at the KUA of Kedaton District, Bandar Lampung City? The purpose is to know the implementation of Suscatin guidance at the KUA of Kedaton Sub-district, Bandar Lampung City. To find out the view of Islamic Family Law on the implementation of Suscatin Guidance at the KUA of Kedaton Sub-district, Bandar Lampung City. The method used is descriptive qualitative field research with data collection techniques of interviews, participatory observation, and documentation. The research sample includes Islamic religious instructors and prospective couples who take Suscatin at the KUA of Kedaton District. The results of the study showed that suscatin at the KUA Kedaton District was held regularly every Wednesday, For the registration procedure, prospective brides and grooms are directed to fill out a registration form and are scheduled to attend guidance by bringing a photocopy of their ID card, photocopy of their family card, and a marriage registration letter from the KUA. combining materials on marriage law, husband and wife rights and obligations, conflict management, family communication, reproductive health, and household economic planning. The participants stated that suscatin was not just an administrative requirement, but an essential educational tool that prepared them mentally, emotionally, and spiritually in building a household. From a maṣlaḥaḥ perspective, Suscatin Guidance can be categorized as mas}lah}ah mursalah, because there is no text that directly orders the implementation of suscatin, its implementation does not conflict with sharia, its purpose is to maintain the welfare of the community, especially in forming a sakinah, mawaddah, and rahmah family. Suscatin is also not a pillar/requirement in marriage. In terms of the level of mas}lah}ah , suscatin is categorized as mas}lah}ah takmiliyyat because it aims to perfect the marriage process. Without suscatin, the marriage is still valid and can take place. So that suscatin from a mas}lah}ah perspective is sunnah. Keywords: Suscatin Guidance, Marriage, Mas}lah}ah

    UTAKSI: ULAR TANGGA DAN TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AL-ISLAM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    Keyword: Snakes and Ladders, Crossword Puzzle, Learning Outcomes Kata Kunci: Ular Tangga, Teka Teki Silang, Hasil Belajar Abstract: Al-Islam learning in schools often faces challenges in engaging students and enhancing their understanding. This study has two main objectivites, namely: (1) To analyze the development process of the UTAKSI learning medium and (2) Toassess its effectiveness in learning. The research method employed is Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The study involved 36 students from class X H at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Validation results indicate that the UTAKSI learning medium received a very high feasibility rating, with a percentage of 95% given by material experts, 92% given by language experts, and 90% given by media experts. Additionally, its effectiveness was proven by an increase in student learning outcomes by 57%, with the mastery percentage rising from 40% in the pretest to 97% in the posttest. These findings suggest that UTAKSI is an effective learning medium in enhancing students' understanding of Al Islam learning. Abstrak: Pembelajaran Al-Islam di sekolah sering kali mengalami kendala dalam menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu (1) Untuk menganalisis proses pengembangan media pembelajaran UTAKSI, serta (2) Untuk mengukur efektivitas penggunaannya dalam konteks pembelajaran. Metode yang diterapkan daam peneitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE, yang terdiri atas lima jenjang, yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 36 siswa kelas X H di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran UTAKSI mendapatkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan persentase 95% yang diberikan oleh ahli materi, 92% yang diberikan oleh ahli bahasa, dan 90% yang diberikan oleh ahli media. Selain itu, efektivitas media pembelajaran UTAKSI ini benar bisa meningkatkan capaian hasil belajar siswa sebesar 57%, dimana tingkat ketuntasan meningkat dari 40% pada pretest menjadi 97% pada posttest. Temuan ini menemukan bahwa UTAKSI berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Al-Islam. Nurbaiti Jannati, M. Indra Saputra, Farida, Nirva Diana, Jalaluddi

    IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI DAERAH PEDESAAN : STUDI AL-QUR`AN HADITS PADA MA HIDAYATUL MUBTADIIN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Al-Qur‘an Hadits di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, Lampung Selatan. dengan fokus pada tantangan yang dihadapi di daerah pedesaan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penerapan kurikulum ini masih belum berjalan dengan baik, ditemukan beberapa faktor terutama terkait dengan pemahaman guru terhadap konsep dan prinsip Kurikulum Merdeka, serta penerapan perencanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah kurikulum tersebut. Kurangnya pelatihan, terbatasnya sumber modul ajar, akses terhadap informasi yang tidak merata, serta tantangan geografis menjadi faktor utama yang menghambat proses implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan melalui tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 1. hasil dari perencanaan pembelajaran bahwa pemahaman guru terkait perencanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka masih sangat terbatas. sehingga pada saat penerapan perencanaan pembelajaran belum sesuai dengan kaidah kurikulum merdeka. 2. hasil dari pelaksanaan pembelajaran bahwa guru masih dominasi metode ceramah yang monoton, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat aktif dalam proses belajar, Selain itu, keterbatasan bahan referensi, media pembelajaran, serta akses internet juga menjadi hambatan signifikan dalam mendukung pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, dan sekolah masih mengandalkan LKS yang tersedia secara komersial sebagai sumber ajar. 3. Hasil dari asesmen evaluasi pembelajaran, ditemukan bahwa guru masih cenderung menggunakan metode konvensional seperti ujian tertulis, seperti mengerjakan tugas tugas pilihan ganda ataupun esay yang ada di LKS sebagai evaluasi, Serta kurangnya pengalaman guru dalam menyusun rubrik penilaian berbasis kompetensi. Kata Kunci : Implementasi, Kurikulum merdeka, Daerah pedesaan, Pembelajaran Al-Quran Hadist. ii ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) in the teaching of Al Qur'an Hadith at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin, Jati Agung, South Lampung, with a focus on the challenges faced in rural areas. The findings reveal that the implementation of this curriculum is still not running effectively. Several factors contribute to this, particularly the limited understanding of teachers regarding the concepts and principles of the Kurikulum Merdeka, as well as planning practices that do not fully align with the curriculum’s guidelines. The main obstacles identified include a lack of training, limited access to teaching modules, uneven distribution of information, and geographical challenges. This research employed a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research subjects were subject teachers and the school principal. The implementation process follows three main stages: planning, execution, and evaluation. 1) In the planning phase, teachers demonstrated a limited understanding of curriculum-based lesson planning, resulting in plans that do not fully reflect the curriculum principles. 2) In the implementation phase, teaching methods remain dominated by monotonous lectures, leading to passive student engagement. Moreover, the lack of reference materials, learning media, and internet access significantly hinders effective learning. The school continues to rely on commercially available student worksheets (LKS) as the primary teaching resources. 3) In the evaluation phase, assessment methods still rely on conventional written tests such as multiple-choice and essay questions from LKS. Additionally, teachers lack experience in developing competency-based assessment rubrics. Keywords: Implementation, Independent Curriculum, Rural Area, Al Qur'an Hadith Learning

    IMPLEMENTASI PASAL 10 Ayat (2) PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪDZIYAH SYAR’ĪYYAH (Studi di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah)

    No full text
    ABSTRAK Menurut Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat menyatakan bahwa “Setiap orang yang akan menggunakan jasa kendaraan umum wajib menunggu di halte atau tempat pemberhentian yang telah ditentukan”. Pada faktanya Banyak anak pelajar siswa-siswi di kabupaten Lampung Tengah kerap sekali menaikan angkutan umum tidak sesuai dengan kapasitasnya yang sangat itu sangat membahayakan jika siswa siswi menaiki atas kap angkutan umum serta gelantungan di pintu mobil angkutan umum. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Di Kabupaten Lampung Tengah di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah dan mengetahui tinjauan perspektif Siyasah Tanfidziyah Syar’iyyah terhadap implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekuder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa: 1) Implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah No 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah Di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah masih belum terlasana dengan optimal hal ini karena masih ditemui kendaraan angkutan umum baik bus ataupun angkot yang menaikan dan menurunkan penumpang tidak pada tempat yang sudah ditentukan. 2) Tinjauan perspektif Siyasah Tanfidziyah syar’iyyah terhadap implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah, prinsip-prinsip berupa keadilan, kemaslahatan, kepatuhan terhadap hukm dan partisipasi masyarakat masih belum dilaksanakan, hal ini terlihat dari masih adanya angkutan kota ataupun bus yang masih menurunkan dan menaikan penumpang tidak pada tempatnya, Kata Kunci : Siyasah Tanfidziyah Syar’iyyah, Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat. ABTRACT According to article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2008 concerning Public Order and Public Order, which states that "Everyone who will use Public transportation services are required to wait at designated bus stops or stopping places.” In fact, many students in Central Lampung district often take public transportation that does not match its capacity, which is very dangerous if students ride on the hood of public transportation and hang on the door of a public transportation car. The aim of this research is to understand the role of the Implementation of Article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018 concerning Public Order and Community Peace in Central Lampung Regency at the Central Lampung Regency Transportation Service and understand the review of the Siyasah Tanfidziyah syar'iyyah perspective on the implementation of Article 10 Regional Regulations of Central Lampung Regency Number 16 of 2018 concerning Public Order and Community Peace in the Central Lampung Regency Transportation Service. The research method used is qualitative research using a descriptive approach. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The data sources used are primary data and secondary data. Data analysis uses qualitative descriptive analysis. The conclusion of the research states that: 1) The implementation of Article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency Regional Regulation No. 16 of 2018 concerning Public Order and Community Peace in Central Lampung Regency in the Central Lampung Regency Transportation Service has not yet been implemented optimally, this is because there are still public transport vehicles, including buses. or public transportation that picks up and drops off passengers not at designated places. 2) Review of the Siya>sah Tanfidziyah syar'iyyah perspective on the implementation of Article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018 concerning Public Order and Community Peace. In the Central Lampung Regency Transportation Service, the principles of justice, benefit, compliance with law and community participation are still has not been implemented, this can be seen from the fact that there are still city transportation or buses that are still dropping off and picking up passengers incorrectly, Keywords: Siyasah Tanfidziyah Syar'iyyah, Public Order and Community Peace

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHALLANGE BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHALLANGE BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Penelitian ini dilatarbelakangi karena temuan permasalahn rendahnya kemampuan memecahkan masalah peserta didik berdasarkan hasil belajar yang telah di perolah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh model pembelajaran Challenge Based Learning terintegrasi nilai nilai keislaman terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan desain pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas X di MA Al-Ma,Ruf Margodadi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas X-1(Kelas Eksperimen) dengan menerapkan model pembelajaran Challenge Based Learning terintegrasi nilai-nilai keislaman dan kelas X-2 (Kelas Kontrol) dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan memecahkan masalah. Berdasarkan hasil analisis penelitian data yang diperoleh dari uji hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, hasil uji independent sampel t-tes tHitung < tTabel dengan a=0,05 diperoleh hasil kemampuan pemecahan masalah 0,000<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian terdapat pengaruh model pembelajaran Challenge Based Learning terintegrasi nilai-nilai keislaman terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik kelas X pada mata peljaran Biologi. Kata Kunci : Model Challenge Based Learning, Integrasi Nilai Nilai Islam, Kemampuan Memecahkan Masalah iii ABSTRACK THE INFLUENCE OF THE CHALLENGE-BASED LEARNING MODEL INTEGRATED WITH ISLAMIC VALUES ON ABILITY SOLVING THE PROBLEM OF CLASS X STUDENTS IN BIOLOGY SUBJECTS This research was motivated by the finding of the problem of low problem-solving ability of students based on the learning outcomes that have been processed. The purpose of this study is to find out whether or not there is an influence of the Challenge Based Learning learning model integrated with Islamic values on students' problem-solving skills. The research method used in this study is a quasi experiment using a pretest posttest control group design. The population in this study is all students of class X at MA Al-Ma, Ruf Margodadi. Sampling was carried out using the cluster random sampling technique, and the research sample was obtained namely class X-1 (Experimental Class) by applying the Challenge Based Learning learning model integrated with the Islamic values and class X-2 (Control Class) using the Direct Instruction learning model. Data collection was carried out using a problem-solving ability test. Based on the results of the data research analysis obtained from the hypothesis test H0 was rejected and Ha was accepted, the results of the independent test of the t-test t-test tCount < tTable with a=0.05 obtained the result of problem-solving ability 0.000<0.05. So it can be concluded that the results of the study have the influence of the Challenge Based Learning learning model integrated with Islamic values on the problem-solving ability of class X students in Biology. Keywords: Challenge Based Learning Model, Integration of Islamic Values, Problem Solving Abilit

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇