39192 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODERASI BERAGAMA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMA
ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan
oleh peneliti, ditemukan bahwa di sekolah tersebut, terutama dalam
proses pembelajaran yang masih bergantung pada textbooks sebagai
bahan ajar untuk peserta didik. Penggunaan modul pembelajaran
belum diterapkan selama proses belajar mengajar. Selain itu, para
guru belum menerapkan metode pembelajaran yang dapat mendukung
peserta didik dalam menerapkan moderasi beragama. Dari masalah
tersebut, peneliti tertarik untuk mengembangkan bahan ajar berupa
modul berbasis moderasi beragama pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research
and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima
tahap
yaitu:
Analisis
(Analysis),
(Design),
Pengembangan (Develop), Pelaksanaan (Implement), dan Evaluasi
(Evaluate). Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi
wawancara dan penyebaran angket. Validasi dilakukan oleh ahli
materi, ahli media, dan ahli bahasa. Uji coba juga dilakukan melalui
uji coba kelas kecil dan besar dan uji efektivitas produk diukur
melalui pemberian soal pre-test dan post-test kepada peserta didik.
Perancangan
Hasil validasi ahli materi, memperoleh persentase sebesar 98%,
dengan kategori sangat layak. Hasil validasi ahli media, memperoleh
persentase sebesar 84%, dengan kategori sangat layak. Hasil validasi
ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 95%, dengan kategori
sangat layak. Selanjutnya, hasil uji coba ketertarikan yang melibatkan
26 peserta didik kelas X di SMA Negeri 7 Bandar Lampung,
mendapatkan persentase sebesar 89%, yang menandakan bahwa
modul ini “sangat menarik”. Dari hasil uji efektivitas produk,
diperoleh nilai N-gain sebesar 63,4%, hal ini menunjukan bahwa
modul berbasis moderasi beragama cukup efektif diterapkan kepada
peserta didik.
Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Moderasi Beragama,
Pendidikan Agama Islam
ii
ABSTRACT
Based on the results of observations and interviews conducted
by researchers, it was found that in the school, especially in the
learning process, which still relies on textbooks as teaching materials
for students. The use of learning modules has not been applied during
the teaching and learning process. In addition, educators have not
applied learning methods that can support students in implementing
religious moderation. From these problems, researchers are
interested in developing teaching materials in the form of modules
based on religious moderation in Islamic Religious Education
subjects.
The method used in this research is Research and Development
(R&D) with the ADDIE model, which consists of five stages, namely:
Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The
data collection techniques used include interviews and distributing
questionnaires. Validation was conducted by material experts, media
experts, and linguists. Tests were also carried out through small and
large class trials and product effectiveness tests were measured
through giving pre-test and post-test questions to students.
The results of material expert validation, obtained a percentage
of 98%, with a very feasible category. The results of media expert
validation, obtained a percentage of 84%, with a very feasible
category. The results of linguist validation obtained a percentage of
95%, with a very feasible category. Furthermore, the results of the
attraction trial involving 26 class X students at SMA Negeri 7 Bandar
Lampung, obtained a percentage of 89%, indicating that this module
was “very interesting”. From the results of the product effectiveness
test, an N-gain value of 63.4% was obtained, indicating that the
module based on religious moderation was quite effective in being
applied to students.
Keywords: Development, Module, Religious Moderation, Islamic
Religious Educatio
TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE-ISLAMAN DI PARIAMAN
ABSTRAK
TRADISI TABUIK DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KE
ISLAMAN DI PARIAMAN
Oleh :
Muhamad Syahreza
Sumatera Barat dengan mayoritas masyarakat suku minang,
juga memiliki berbagai macam tradisi misalnya seperti upacara turun
mandi, upacara majamba,pacu jawi,batagak pangulu dan upacara
tabuik. Tradisi Tabuik merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan
setiap tahunnya di Kota Pariaman. Berakar pada nilai-nilai religi untuk
mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein.
Peringatan ini sejatinya berlang sung setiap tanggal 10 Muharram
penanggalan Hijriyah. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan
menjadi bagaimana penanaman nilai-nilai ke-islaman dalam tradisi
tabuik di Pariaman,peran tradisi tabuik dalam sebagai Tradisi
Keagamaan dalam Islam,dan peran tradisi tabuik dalam pembentukan
identitas ke-Islaman masyarakat Pariaman. Tujuan penelitian yang
diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pembentukan nilai-nilai ke-islaman di Pariaman.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana tradisi Tabuik
membentuk cita-cita Islam di Pariaman. Tradisi ini tidak hanya
merupakan ritual budaya, tetapi juga sarana penanaman nilai-nilai
keislaman, penghormatan kepada Allah SWT, dan peringatan atas
perjuangan Sayyidina Hussein dalam Perang Karbala. Melalui
wawancara dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji fungsi tradisi
Tabuik sebagai bentuk ibadah yang menanamkan nilai pengorbanan,
kesabaran, keberanian, serta memperkuat spiritualitas masyarakat.
Tradisi ini juga menjadi media edukasi moral bagi generasi muda
dan memperlihatkan kebersamaan serta kepedulian masyarakat
dalam melestarikan adat dan identitas Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Tabuik
Pariaman merupakan perpaduan kompleks antara dukungan sosial,
ii
prinsip agama, dan identitas budaya. Melalui tradisi ini, masyarakat
Pariaman memperkuat praktik Islam dalam menghadapi dinamika
kontemporer, memahami warisan sejarah, dan mengekspresikan
solidaritas. Kepedulian bersama pemerintah dan masyarakat terhadap
pelestarian Tradisi Tabuik menunjukkan keinginan bersama untuk
melestarikan dan merawat warisan budaya yang kaya ini agar dapat
diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai tradisi keagamaan,
Tabuik juga mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan prinsip-
prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, menggabungkan budaya
lokal dengan ajaran agama yang memperkaya dan memperkuat
keduanya. Pemerintah turut berperan dalam pelestarian tradisi ini,
mendukung pelaksanaan dan penyelenggaraan kegiatan yang
melibatkan masyarakat secara aktif. Tradisi Tabuik menjadi
jembatan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal, memperkuat
identitas
keislaman
masyarakat
Pariaman
dan
menjaga
kelestariannya sebagai warisan budaya yang sarat makna religius.
Pemerintah diharapkan terus memfasilitasi dan mendukung
pelaksanaan tradisi Tabuik di Kota Pariaman, baik secara moril maupun
tenaga, karena keberhasilan tradisi ini dapat menjadi daya tarik
wisatawan. Masyarakat juga diharapkan untuk terus melestarikan
tradisi ini, bekerja sama dengan pemerintah, serta memperkenalkan
kepada generasi muda agar tradisi ini tidak punah. Generasi muda,
khususnya di Kota Pariaman dan Sumatera Barat, perlu ikut berperan
dalam menjaga adat istiadat ini, sehingga Sumatera Barat tetap dikenal
dengan keberagaman budayanya dan tradisi Tabuik terus lestari
meskipun zaman terus berkembang.
Kata Kunci : Tradisi Tabuik, Nilai-nilai Islam, Tradisi Keagamaan
iii
ABSTRACT
TABUIK TRADITIONS IN THE FORMATION OF ISLAMIC
VALUES IN PARIAMAN
By:
Muhamad Syahreza
West Sumatra, with a majority of Minang people, also has
various traditions, such as the bathing ceremony, majamba ceremony,
pacu jawi, Batagak pangulu and tabuik ceremonies. The Tabuik
tradition is one of the activities carried out every year in Pariaman
City. Rooted in religious values to commemorate the death of the
Prophet Muhammad SAW's grandson, Hussein. This warning actually
takes place every 10th of Muharram on the Hijriyah calendar. The
problem in this research is formulated as how to instill Islamic values
in the tabuik tradition in Pariaman, the role of the tabuik tradition as a
religious tradition in Islam, and the role of the tabuik tradition in
forming the Islamic identity of the Pariaman community. The
expected research objective in this research is to determine and
analyze the formation of Islamic values in Pariaman.
This research uses a descriptive method with a qualitative
approach to understand how the Tabuik tradition shapes Islamic ideals
in Pariaman. This tradition is not only a cultural ritual, but also a
means of instilling Islamic values, respecting Allah SWT, and
commemorating Sayyidina Hussein's struggle in the Karbala War.
Through interviews and documentation, this research examines the
function of the Tabuik tradition as a form of worship that instills the
values of sacrifice, patience, courage, and strengthens people's
spirituality. This tradition is also a medium for moral education for the
younger generation and shows togetherness and community concern
in preserving Islamic customs and identity.
The research results show that the Tabuik Pariaman Tradition is
a complex combination of social support, religious principles and
cultural identity. Through this tradition, the Pariaman community
strengthens Islamic practices in facing contemporary dynamics,
iv
understanding historical heritage, and expressing solidarity. The joint
concern of the government and society for the preservation of the
Tabuik Tradition shows a shared desire to preserve and care for this
rich cultural heritage so that it can be passed on to future generations.
As a religious tradition, Tabuik also strengthens social ties and
introduces Islamic principles in everyday life, combining local culture
with religious teachings that enrich and strengthen both. The
government plays a role in preserving this tradition, supporting the
implementation and implementation of activities that actively involve
the community. The Tabuik tradition is a bridge between Islamic
values and local culture, strengthening the Islamic identity of the
Pariaman community and maintaining its preservation as a cultural
heritage full of religious meaning.
The government is expected to continue to facilitate and
support the implementation of the Tabuik tradition in Pariaman City,
both morally and energetically, because the success of this tradition
can attract tourists. The community is also expected to continue to
preserve this tradition, work together with the government, and
introduce it to the younger generation so that this tradition does not
become extinct. The younger generation, especially in Pariaman City
and West Sumatra, needs to play a role in maintaining these customs,
so that West Sumatra remains known for its cultural diversity and the
Tabuik tradition continues to be preserved even though times continue
to develop.
Keywords: Tabuik Tradition, Islamic Values, Religious Traditio
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN MODEL LEARNING CYCLE 9E TERHADAP AFEKTIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
ABSTRAK
iii
Penelitian
ini
bertujuan
untuk mengumpulkan dan
menganalisis artikel secara sistematis yang relevan untuk mengetahui
metode-metode yang digunakan, mengetahui apakah ada keefektifan
dan tingkat keberhasilan model pembelajaran learning cycle 9e
terhadap afektif siswa pada pembelajaran biologi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic
Literature Review (SLR) merupakan salah satu metode penelitian
sistematis untuk melakukan penelitian secara indentifikasi, evaluasi
dan interpretasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait
dengan pertanyaan penelitian yang telah di tentukan sebelumnya,
topik atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dan pertanyaan
penelitian tertentu. Metode dalam pencarian sumber data jurnal artikel
melalui aplikasi Publish or Perish (PoP) pada database Google
Scholar dan Garuda dengan menggunakan kata kunci ”Model
Pembelajaran Learning cycle 9e Terhadap Afektif Siswa Pada
Pembelajaran Biologi” di peroleh 100 paper yang kemudian di
klasifikasikan berdasarkan protocol penelitian yakni, RQ (Request
Question), AQ (Answers Question) yang telah di tetapkan peneliti
sehingga diperoleh 20 jurnal yang relevan.
Berdasarkan hasil Sytematic Literature Review (SLR)
penelitian di atas menunjukkan bahwasanya model pembelajaran
Learning cycle 9e berhasil meningkatkan afektif peserta didik pada
pembelajaran biologi. Terbukti dengan adanya peningkatan dalam
keaktifan, keterampilan dan lebih mudah menguasai konsep yang
telah mereka pelajari pada saat model penemuan ini di terapkan dalam
proses pembelajaran. Melihat hasil tersebut maka membuktikan
bahwa model pembelajaran Learning Cycle 9e memang efektif
digunakan dalam pembelajaran guna meningkatkan afektif peserta
didik.
Kata Kunci : Systematic Literature Review, Model Learning Cycle
9E Biologi, Afektif Siswa.
iii
ABSTRACT
iv
This research aims to systematically collect and analyze relevant
articles to identify the methods used and to determine the effectiveness
and succes rate of the learning cycle 9e model on students affective in
biology learning.
The method used in this research is the Systematic Literature Review
(SLR), a systematic research method to conduct research through
identification, eveluation, and interpretation of all relevant research
result related to the research question that have been determined in
advance, the topic or phenomenon that is the focus, and spesific
research questions. The method for searching for juornal article data
sources is through the Publish or Perish (PoP) application on the
Google Scholar and Garuda database using the keymord “Learning
Cycle 9e Learning Model on Students' Affective in Biology Learning”
100 papers were obtained , which were then classified based on
research protocols, namely RQ (Request Question) and AQ (Answers
Question) that had been determined by the researcher, resulting 20
relevant journals.
Based on the results of the Systematic Literature Review (SLR)
research above, it shows that the Learning cycle 9e model succesfully
improves students affective in biology learning. This is proven by an
increase in activity, skills, and easier mastery of the concepts they
have learned when this learning cycle 9e model is indeed effective in
learning to improve students affective.
Keywords : Systematic Literature Review, Learning Cycle 9E Model
in Biology, Student Affective
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGUATAN KOMPETENSI GURU DI MTS NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Peran Kepala Madrasah Dalam Penguatan Kompetensi Guru
di MTsN 2 Bandar Lampung. Kepala madrasah memainkan peran
yang sangat penting dalam suatu madrasah. Setidaknya ada satu peran
penting kepala madrasah yang perlu diperhatikan yaitu peran sebagai
leader pendidikan, yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan
belajar yang kondusif, mendayagunakan serta meningkatkan potensi
anggotanya seoptimal mungkin. Dalam lingkungan seperti inilah para
guru akan termotivasi untuk terus belajar, saling memotivasi, dan
saling memberdayakan. Maka dengan suasana seperti ini akan
memberi ruang kepada para guru untuk meningkatkan kompetensinya
dalam madrasah tersebut. Tujuan dalam skripsi ini yaitu untuk
Mendeskripsikan peran kepala sebagai leader Dalam Penguatan
kompetensi guru di MTsN 2 Bandar Lampung..
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek
penelitian ini MTsN 2 Bandar Lampung, Subjek Pada penelitian ini
yaitu kepala Madrasah, Guru Agama, Guru eksak serta guru mata
pelajaran. Analisis data dengan langkah-langkah reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data
menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitiannya adalah Kepala madrasah sebagai leader
Dalam Penguatan kompetensi guru adalah mengikut sertakan guru
dalam MGMP, diklat, seminar, rapat, supervisi, motivasi,memberi
saran, mendengungkan budaya kerja Kemenag,menjadi tauladan,
memberikan kalimat toyyibah, memanage hati, dan mengakrabkan diri
dengan warga madrasah.
Kata Kunci: Kepala Madrasah, Kompetensi dan Guru
ii
ABSTRACT
The Role of the Principal in Strengthening Teacher
Competence at MTsN 2 Bandar Lampung. The principal plays a very
important role in a madrasah. There is at least one important role of
the principal that needs to be considered, namely the role as an
educational leader, who is responsible for creating a conducive
learning environment, empowering and increasing the potential of its
members as optimally as possible. In an environment like this,
teachers will be motivated to continue learning, motivating each
other, and empowering each other. So with an atmosphere like this, it
will provide space for teachers to improve their competence in the
madrasah. The purpose of this thesis is to describe the role of the
principal as a leader in strengthening teacher competence at MTsN 2
Bandar Lampung.
The approach used in this study is qualitative with a
descriptive type. Data collection techniques use observation,
interviews and documentation. The object of this study is MTsN 2
Bandar Lampung, the subjects in this study are the principal of the
Madrasah, Religious Teachers, Exact Teachers and subject teachers.
Data analysis with data reduction steps, data presentation and
drawing conclusions. The validity of the data uses triangulation of
sources and techniques.
The results of the study are that the Head of Madrasah as a
leader in Strengthening teacher competence is to involve teachers in
MGMP, training, seminars, meetings, supervision, motivation, giving
advice, echoing the work culture of the Ministry of Religion, being a
role model, giving toyyibah sentences, managing hearts, and
familiarizing themselves with the madrasah community.
Keywords: Madrasah Principal, Competence and Teacher
PENGARUH HARGA CPO DUNIA DAN KURS USD/IDR TERHADAP VOLUME EKSPOR CPO INDONESIA TAHUN 2014-2023 (PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM)
ABSTRAK
Indonesia merupakan produsen utama Crude Palm Oil (CPO) dunia, namun
volume ekspor CPO menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor eksternal, seperti dinamika harga global dan nilai tukar mata uang asing.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kedua faktor
tersebut memengaruhi kinerja ekspor CPO Indonesia. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh harga CPO dunia dan kurs USD/IDR terhadap
volume ekspor CPO Indonesia selama periode 2014-2023 dalam perspektif
ekonomi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini
menerapkan regresi Ordinary Least Squares (OLS) terhadap data runtut waktu
yang bersumber dari BPS, GAPKI, Ditjenbun, Bank Indonesia, dan
IndexMundi. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial harga CPO dunia
berpengaruh negatif tidak signifikan dan kurs USD/IDR berpengaruh positif
tidak signifikan dan secara simultan kedua variabel tersebut tidak berpengaruh
signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Dalam perspektif ekonomi
Islam, prinsip keadilan (al-adl), transparansi (as-shafafiyyah) dan larangan
terhadap spekulasi (gharar dan maysir) memainkan peran penting dalam
menjamin praktik perdagangan yang adil dalam industri CPO. Penelitian ini
merekomendasikan pengembangan model yang lebih komprehensif dengan
mempertimbangkan variabel tambahan serta kajian mendalam terhadap
penerapan prinsip-prinsip perdagangan syariah dalam industri CPO.
Kata Kunci: Volume Ekspor Crude Palm Oil, Harga Dunia, Kurs, Ekonomi Islam
ABSTRACT
Indonesia is the world's leading producer of Crude Palm Oil (CPO); however,
its CPO export volume has fluctuated due to various external factors, such as
global price dynamics and foreign exchange rates. This phenomenon raises
questions about the extent to which these two factors affect Indonesia's CPO
export performance. This study aims to analyze the influence of global CPO
prices and the USD/IDR exchange rate on Indonesia's CPO export volume
during the 2014–2023 period from an Islamic economic perspective.
Employing a quantitative approach, this paper utilizes Ordinary Least Squares
(OLS) regression analysis on time series data sourced from BPS, GAPKI,
Ditjenbun, Bank Indonesia, and IndexMundi. The findings indicate that,
partially, global CPO prices have an insignificant negative effect, while the
2
USD/IDR exchange rate has an insignificant positive effect on Indonesia’s
CPO export volume. Simultaneously, both variables do not have a significant
effect. From an Islamic economic perspective, the principles of justice (al-‘adl),
transparency (as-shafafiyyah), and the prohibition of speculation (gharar and
maysir) play a crucial role in ensuring fair trade practices within the CPO
industry. This study recommends the development of a more comprehensive
model by including additional variables and conducting a deeper examination
of the application of sharia trade principles in the CPO industry.
Keyword: Crude Palm Oil Export, Exchange Rate, Global Price, Islamic Economic
BIMBINGAN KURSUS CALON PENGANTIN DALAM PERSPEKTIF MAS}LAH}AH (Studi Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Kurangnya pembekalan sebelum menikah sering kali menjadi faktor
utama dalam munculnya konflik yang berujung pada perceraian. BKKBN
mengungkapkan angka perceraian di Indonesia cenderung meningkat. Bahkan,
mayoritas perceraian itu di dominasi pasangan muda yang belum genap menikah
hingga lima tahun. Bimbingan suscatin adalah upaya positif untuk membekali
pengetahuan kepada calon pengantin untuk lebih menyiapkan mental, secara
fisik maupun sosial untuk menghadapi kehidupan berumah tangganya kelak
kepada calon pengantin yang akan melakukan pernikahan. Namun tidak hanya
itu saja, bimbingan perkawinan ini perlu dilakukan karena letak permasalahan
dalam pernikahan itu sendiri adalah masa pernikahan bukan masa sebelum
pernikahan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan Bimbingan
suscatin (Kursus Calon Pengantin) dan menelaah pelaksanaan tersebut dari
perspektif mas}lah}ah .
Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini memiliki rumusan
masalah; 1.) Bagaimana pelaksanaan bimbingan suscatin di KUA Kecamatan
Kedaton Kota Bandar Lampung? 2.) Bagaimana kedudukan suscatin dalam
perspektif mas}lah}ah ? Tujuannya adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan
suscatin di KUA Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Untuk mengetahui
kedudukan suscatin dalam perspektif mas}lah}ah terhadap pelaksanaan bimbingan
Suscatin di KUA Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Metode yang
digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif lapangan dengan teknik
pengumpulan data wawancara, partisipatif, dan dokumentasi. Informan
penelitian meliputi penyuluh agama islam dan pasangan calon pengantin yang
mengikuti suscatin di KUA Kecamatan Kedaton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suscatin di KUA Kecamatan
Kedaton diselenggarakan terjadwal setiap hari rabu, untuk prosedur pendaftaran
para catin diarahkan untuk mengisis formulir pendaftaran dan dijadwalkan untuk
mengikuti bimbingan dengan membawa fotokopi KTP, fotokopi KK, dan surat
pendaftaran nikah dari KUA. Materi suscatin meliputi hukum perkawinan, hak
kewajiban suami istri, manajemen konflik, komunikasi keluarga, kesehatan
reproduksi, dan perencanaan ekonomi rumah tangga. Para peserta menyatakan
suscatin bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan sarana edukasi
esensial yang mempersiapkan mereka secara mental, emosional, dan spiritual
dalam membina rumah tangga. Dari sudut mas}lah}ah , bimbingan suscatin dapat
dikategorikan sebagai mas}lah}ah mursalah, karena tidak ada nash yang secara
langsung memerintahkan pelaksanaan suscatin, pelaksanaannya tidak
bertentangan dengan syariah, tujuannya menjaga kemaslahatan umat, khususnya
dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan raḥmah. Suscatin pun tidak
menjadi rukun/syarat dalam pernikahan. Dari segi tingkatan mas}lah}ah suscatin
dikategorikan sebagai mas}lah}ah takmiliyyat karena bertujuan menyempurnakan
proses pernikahan. Tanpa suscatin pernikahan tetap sah dan dapat berlangsung.
Sehingga suscatin dalam perspektif mas}lah}ah hukumnya adalah sunnah/anjuran.
Kata Kunci: Bimbingan suscatin, Perkawinan, Mas}lah}ah. ABSTRACT
Lack of provision before marriage is often a major factor in the
emergence of conflict that leads to divorce. BKKBN revealed that the divorce
rate in Indonesia tends to increase. In fact, the majority of divorces are
dominated by young couples who have not been married for up to five years.
Suscatin guidance is a positive effort to provide knowledge to prospective brides
and grooms to better prepare mentally, physically and socially to face their
married life in the future. But not only that, this marriage guidance needs to be
done because the location of the problem in marriage itself is the marriage
period, not the period before marriage. This research was conducted to analyze
the implementation of Suscatin Guidance and implementation from a maslahah
perspective.
Based on the above arguments, this research has a problem
formulation; 1.) How is the implementation of Suscatin Guidance at the KUA of
Kedaton District, Bandar Lampung City? 2.) How is the view on the
implementation of Suscatin Guidance at the KUA of Kedaton District, Bandar
Lampung City? The purpose is to know the implementation of Suscatin guidance
at the KUA of Kedaton Sub-district, Bandar Lampung City. To find out the view
of Islamic Family Law on the implementation of Suscatin Guidance at the KUA
of Kedaton Sub-district, Bandar Lampung City. The method used is descriptive
qualitative field research with data collection techniques of interviews,
participatory observation, and documentation. The research sample includes
Islamic religious instructors and prospective couples who take Suscatin at the
KUA of Kedaton District.
The results of the study showed that suscatin at the KUA Kedaton
District was held regularly every Wednesday, For the registration procedure,
prospective brides and grooms are directed to fill out a registration form and are
scheduled to attend guidance by bringing a photocopy of their ID card,
photocopy of their family card, and a marriage registration letter from the KUA.
combining materials on marriage law, husband and wife rights and obligations,
conflict management, family communication, reproductive health, and household
economic planning. The participants stated that suscatin was not just an
administrative requirement, but an essential educational tool that prepared them
mentally, emotionally, and spiritually in building a household. From a maṣlaḥaḥ
perspective, Suscatin Guidance can be categorized as mas}lah}ah mursalah, because
there is no text that directly orders the implementation of suscatin, its
implementation does not conflict with sharia, its purpose is to maintain the
welfare of the community, especially in forming a sakinah, mawaddah, and
rahmah family. Suscatin is also not a pillar/requirement in marriage. In terms of
the level of mas}lah}ah , suscatin is categorized as mas}lah}ah takmiliyyat because it
aims to perfect the marriage process. Without suscatin, the marriage is still valid
and can take place. So that suscatin from a mas}lah}ah perspective is sunnah.
Keywords: Suscatin Guidance, Marriage, Mas}lah}ah
UTAKSI: ULAR TANGGA DAN TEKA-TEKI SILANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AL-ISLAM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Keyword:
Snakes and
Ladders,
Crossword
Puzzle, Learning
Outcomes
Kata Kunci:
Ular Tangga, Teka
Teki Silang, Hasil
Belajar
Abstract: Al-Islam learning in schools often faces challenges in
engaging students and enhancing their understanding. This study has
two main objectivites, namely: (1) To analyze the development
process of the UTAKSI learning medium and (2) Toassess its
effectiveness in learning. The research method employed is Research
and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of
Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation
stages. The study involved 36 students from class X H at SMA
Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Validation results indicate that
the UTAKSI learning medium received a very high feasibility rating,
with a percentage of 95% given by material experts, 92% given by
language experts, and 90% given by media experts. Additionally, its
effectiveness was proven by an increase in student learning outcomes
by 57%, with the mastery percentage rising from 40% in the pretest to
97% in the posttest. These findings suggest that UTAKSI is an
effective learning medium in enhancing students' understanding of Al
Islam learning.
Abstrak: Pembelajaran Al-Islam di sekolah sering kali mengalami
kendala dalam menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa.
Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu (1) Untuk
menganalisis proses pengembangan media pembelajaran UTAKSI,
serta (2) Untuk mengukur efektivitas penggunaannya dalam konteks
pembelajaran. Metode yang diterapkan daam peneitian ini adalah
Research and Development (R&D) dengan pendekatan model
ADDIE, yang terdiri atas lima jenjang, yaitu Analisis, Desain,
Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri
dari 36 siswa kelas X H di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.
Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran UTAKSI
mendapatkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan persentase
95% yang diberikan oleh ahli materi, 92% yang diberikan oleh ahli
bahasa, dan 90% yang diberikan oleh ahli media. Selain itu,
efektivitas media pembelajaran UTAKSI ini benar bisa meningkatkan
capaian hasil belajar siswa sebesar 57%, dimana tingkat ketuntasan
meningkat dari 40% pada pretest menjadi 97% pada posttest. Temuan
ini menemukan bahwa UTAKSI berfungsi sebagai
media
pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman
siswa terhadap pembelajaran Al-Islam.
Nurbaiti Jannati, M. Indra Saputra, Farida, Nirva Diana, Jalaluddi
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI DAERAH PEDESAAN : STUDI AL-QUR`AN HADITS PADA MA HIDAYATUL MUBTADIIN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Al-Qur‘an Hadits di
Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, Lampung Selatan.
dengan fokus pada tantangan yang dihadapi di daerah pedesaan.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penerapan kurikulum
ini masih belum berjalan dengan baik, ditemukan beberapa faktor
terutama terkait dengan pemahaman guru terhadap konsep dan prinsip
Kurikulum Merdeka, serta penerapan perencanaan pembelajaran yang
belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah kurikulum tersebut.
Kurangnya pelatihan, terbatasnya sumber modul ajar, akses terhadap
informasi yang tidak merata, serta tantangan geografis menjadi faktor
utama yang menghambat proses implementasi.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran dan kepala
sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi
Kurikulum Merdeka dilakukan melalui tiga tahapan utama:
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 1. hasil dari perencanaan
pembelajaran bahwa pemahaman guru terkait perencanaan
pembelajaran Kurikulum Merdeka masih sangat terbatas. sehingga
pada saat penerapan perencanaan pembelajaran belum sesuai dengan
kaidah kurikulum merdeka. 2. hasil dari pelaksanaan pembelajaran
bahwa guru masih dominasi metode ceramah yang monoton, sehingga
siswa cenderung pasif dan kurang terlibat aktif dalam proses belajar,
Selain itu, keterbatasan bahan referensi, media pembelajaran, serta
akses internet juga menjadi hambatan signifikan dalam mendukung
pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, dan sekolah masih
mengandalkan LKS yang tersedia secara komersial sebagai sumber
ajar. 3. Hasil dari asesmen evaluasi pembelajaran, ditemukan bahwa
guru masih cenderung menggunakan metode konvensional seperti
ujian tertulis, seperti mengerjakan tugas tugas pilihan ganda ataupun
esay yang ada di LKS sebagai evaluasi, Serta kurangnya pengalaman
guru dalam menyusun rubrik penilaian berbasis kompetensi.
Kata Kunci : Implementasi, Kurikulum merdeka, Daerah pedesaan,
Pembelajaran Al-Quran Hadist.
ii
ABSTRACT
This study aims to analyze the implementation of the
Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) in the teaching of Al
Qur'an Hadith at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin, Jati Agung,
South Lampung, with a focus on the challenges faced in rural areas.
The findings reveal that the implementation of this curriculum is still
not running effectively. Several factors contribute to this, particularly
the limited understanding of teachers regarding the concepts and
principles of the Kurikulum Merdeka, as well as planning practices
that do not fully align with the curriculum’s guidelines. The main
obstacles identified include a lack of training, limited access to
teaching modules, uneven distribution of information, and
geographical challenges.
This research employed a qualitative descriptive approach
with data collection techniques including observation, interviews, and
documentation. The research subjects were subject teachers and the
school principal. The implementation process follows three main
stages: planning, execution, and evaluation. 1) In the planning phase,
teachers demonstrated a limited understanding of curriculum-based
lesson planning, resulting in plans that do not fully reflect the
curriculum principles. 2) In the implementation phase, teaching
methods remain dominated by monotonous lectures, leading to
passive student engagement. Moreover, the lack of reference
materials, learning media, and internet access significantly hinders
effective learning. The school continues to rely on commercially
available student worksheets (LKS) as the primary teaching
resources. 3) In the evaluation phase, assessment methods still rely on
conventional written tests such as multiple-choice and essay questions
from LKS. Additionally, teachers lack experience in developing
competency-based assessment rubrics.
Keywords: Implementation, Independent Curriculum, Rural Area, Al
Qur'an Hadith Learning
IMPLEMENTASI PASAL 10 Ayat (2) PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪDZIYAH SYAR’ĪYYAH (Studi di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah)
ABSTRAK
Menurut Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung
Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman
Masyarakat menyatakan bahwa “Setiap orang yang akan menggunakan jasa
kendaraan umum wajib menunggu di halte atau tempat pemberhentian yang
telah ditentukan”. Pada faktanya Banyak anak pelajar siswa-siswi di
kabupaten Lampung Tengah kerap sekali menaikan angkutan umum tidak
sesuai dengan kapasitasnya yang sangat itu sangat membahayakan jika siswa
siswi menaiki atas kap angkutan umum serta gelantungan di pintu mobil
angkutan umum. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui
Implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung
Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman
Masyarakat Di Kabupaten Lampung Tengah di Dinas Perhubungan
Kabupaten Lampung Tengah dan mengetahui tinjauan perspektif Siyasah
Tanfidziyah Syar’iyyah terhadap implementasi Pasal 10 Ayat (2) Peraturan
Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang
Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat di Dinas Perhubungan
Kabupaten Lampung Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan
melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang
digunakan berupa data primer dan data sekuder. Analisis data menggunakan
analisis deskriptif kualitatif.
Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa: 1) Implementasi Pasal 10
Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah No 16 Tahun 2018
Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten
Lampung Tengah Di Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah masih
belum terlasana dengan optimal hal ini karena masih ditemui kendaraan
angkutan umum baik bus ataupun angkot yang menaikan dan menurunkan
penumpang tidak pada tempat yang sudah ditentukan. 2) Tinjauan perspektif
Siyasah Tanfidziyah syar’iyyah terhadap implementasi Pasal 10 Ayat (2)
Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018
Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Di Dinas
Perhubungan Kabupaten Lampung Tengah, prinsip-prinsip berupa keadilan,
kemaslahatan, kepatuhan terhadap hukm dan partisipasi masyarakat masih
belum dilaksanakan, hal ini terlihat dari masih adanya angkutan kota ataupun
bus yang masih menurunkan dan menaikan penumpang tidak pada
tempatnya,
Kata Kunci : Siyasah Tanfidziyah Syar’iyyah, Ketertiban Umum Dan
Ketentraman Masyarakat. ABTRACT
According to article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency
Regional Regulation Number 16 of 2008 concerning Public Order and Public
Order, which states that "Everyone who will use Public transportation
services are required to wait at designated bus stops or stopping places.” In
fact, many students in Central Lampung district often take public
transportation that does not match its capacity, which is very dangerous if
students ride on the hood of public transportation and hang on the door of a
public transportation car. The aim of this research is to understand the role
of the Implementation of Article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency
Regional Regulation Number 16 of 2018 concerning Public Order and
Community Peace in Central Lampung Regency at the Central Lampung
Regency Transportation Service and understand the review of the Siyasah
Tanfidziyah syar'iyyah perspective on the implementation of Article 10
Regional Regulations of Central Lampung Regency Number 16 of 2018
concerning Public Order and Community Peace in the Central Lampung
Regency Transportation Service.
The research method used is qualitative research using a descriptive
approach. Data collection was carried out through interviews, observation
and documentation. The data sources used are primary data and secondary
data. Data analysis uses qualitative descriptive analysis.
The conclusion of the research states that: 1) The implementation of
Article 10 Verse (2) of Central Lampung Regency Regional Regulation No.
16 of 2018 concerning Public Order and Community Peace in Central
Lampung Regency in the Central Lampung Regency Transportation Service
has not yet been implemented optimally, this is because there are still public
transport vehicles, including buses. or public transportation that picks up
and drops off passengers not at designated places. 2) Review of the Siya>sah
Tanfidziyah syar'iyyah perspective on the implementation of Article 10 Verse
(2) of Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018
concerning Public Order and Community Peace. In the Central Lampung
Regency Transportation Service, the principles of justice, benefit, compliance
with law and community participation are still has not been implemented,
this can be seen from the fact that there are still city transportation or buses
that are still dropping off and picking up passengers incorrectly,
Keywords: Siyasah Tanfidziyah Syar'iyyah, Public Order and Community
Peace
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHALLANGE BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN
CHALLANGE BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI
NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN
MEMECAHKAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X
PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
Penelitian ini dilatarbelakangi karena temuan permasalahn
rendahnya kemampuan memecahkan masalah peserta didik
berdasarkan hasil belajar yang telah di perolah. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh
model pembelajaran Challenge Based Learning terintegrasi nilai
nilai keislaman terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta
didik.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah quasi eksperimen dengan menggunakan desain pretest
posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh peserta didik kelas X di MA Al-Ma,Ruf Margodadi.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random
sampling, dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas X-1(Kelas
Eksperimen) dengan menerapkan model pembelajaran Challenge
Based Learning terintegrasi nilai-nilai keislaman dan kelas X-2
(Kelas Kontrol) dengan menggunakan model pembelajaran Direct
Instruction. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes
kemampuan memecahkan masalah.
Berdasarkan hasil analisis penelitian data yang diperoleh
dari uji hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, hasil uji independent
sampel t-tes tHitung < tTabel dengan a=0,05 diperoleh hasil
kemampuan pemecahan masalah 0,000<0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hasil penelitian terdapat pengaruh model
pembelajaran Challenge Based Learning terintegrasi nilai-nilai
keislaman terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta
didik kelas X pada mata peljaran Biologi.
Kata Kunci : Model Challenge Based Learning, Integrasi Nilai
Nilai Islam, Kemampuan Memecahkan Masalah
iii
ABSTRACK
THE INFLUENCE OF THE CHALLENGE-BASED
LEARNING MODEL INTEGRATED WITH ISLAMIC
VALUES ON ABILITY SOLVING THE PROBLEM OF CLASS
X STUDENTS IN BIOLOGY SUBJECTS
This research was motivated by the finding of the problem
of low problem-solving ability of students based on the learning
outcomes that have been processed. The purpose of this study is to
find out whether or not there is an influence of the Challenge
Based Learning learning model integrated with Islamic values on
students' problem-solving skills.
The research method used in this study is a quasi
experiment using a pretest posttest control group design. The
population in this study is all students of class X at MA Al-Ma, Ruf
Margodadi. Sampling was carried out using the cluster random
sampling technique, and the research sample was obtained namely
class X-1 (Experimental Class) by applying the Challenge Based
Learning learning model integrated with the Islamic values and
class X-2 (Control Class) using the Direct Instruction learning
model. Data collection was carried out using a problem-solving
ability test.
Based on the results of the data research analysis obtained
from the hypothesis test H0 was rejected and Ha was accepted, the
results of the independent test of the t-test t-test tCount < tTable
with a=0.05 obtained the result of problem-solving ability
0.000<0.05. So it can be concluded that the results of the study
have the influence of the Challenge Based Learning learning
model integrated with Islamic values on the problem-solving
ability of class X students in Biology.
Keywords: Challenge Based Learning Model, Integration of
Islamic Values, Problem Solving Abilit