Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    STRATEGI KOMUNIKASI RADAR LAMPUNG DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI MELALUI KONVERGENSI MEDIA

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan signifikan dalam industri media cetak maupun elektronik. Penurunan tersebut membuat perusahaan media cetak dan penyiaran menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kelangsungan bisnis. Oleh karena itu perlu merancang strategi untuk mempertahankan eksistensi media massa saat ini, dan salah satunya dengan konvergensi media. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi Radar Lampung dalam mempertahankan eksistensi melalui konvergensi media ditinjau dengan menggunakan tahapan teori Hafied Cangara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi Radar Lampung dalam mempertahankan eksistensi melalui konvergensi media ditinjau dengan menggunakan tahapan teori Hafied Cangara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data primer diperoleh langsung dari responden Pimpinan Redaksi, Deputy General Manager, Redaktur Pelaksana, Asisten Redaktur dan Divisi IT dan Sosmed. Sedangkan data sekunder berupa studi pustaka yang berasal dari buku, penelitian lapangan, maupun dokumen-dokumen atau arsip yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tahapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh Radar Lampung untuk mempertahankan eksistensinya yaitu Research (Penelitian) : mengangkat isu-isu yang benar-benar menarik. Plan (Perencanaan) : berencana untuk lebih mengembangkan program maupun pemberitaan dengan menghadirkan berbagai konten yang inspiratif dan edukatif seperti menyisipkan konten program animasi atau artikel yang bernuansa religius. Execute (Pelaksanaan) : pelaksanaan dengan memiliki program keagamaan dan pemberitaan melalui konvergensi media serta pelatihan untuk jurnalis & redaksi untuk meningkatkan mutu pemberitaan seperti mengikutsertakan pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi pers. Measure (Evaluasi) : Evaluasi yang dilakukan terdapat rapat proyeksi harian. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa informasi yang disajikan sudah tepat dan sesuai. Report (Pelaporan) : Memantau performa berita, termasuk jumlah pembaca, dan didiskusikan dalam tim redaksi dalam mengidentifikasi aspek-aspek yang memerlukan perbaikan. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Eksistensi, Konvergensi Media. ABSTRACT Developments in information and communication technology have caused significant changes in the print and electronic media industries. This decline has made print and broadcast media companies face major challenges in maintaining business continuity. Therefore, it is necessary to design a strategy to maintain the existence of today's mass media, and one of them is through media convergence. The formulation of the problem in this research is how Radar Lampung's communication strategy in maintaining its existence through media convergence is reviewed using the stages of Hafied Cangara's theory. The purpose of this study is to determine Radar Lampung's communication strategy in maintaining its existence through media convergence is reviewed using the stages of Hafied Cangara's theory. This type of research is qualitative research. This study uses interview, observation and documentation data collection techniques. Primary data was obtained directly from respondents, namely the Editor-in-Chief, Deputy General Manager, Managing Editor, Assistant Editor and the IT and Social Media Division. While secondary data is in the form of literature studies from books, field research, or documents or archives related to the object of research. The results of this study indicate that the stages of communication strategy carried out by Radar Lampung to maintain its existence are Research: raising truly interesting issues. Plan: planning to further develop programs and news by presenting various inspiring and educational content such as inserting animated program content or articles with religious nuances. Execute: implementation by having religious programs and news through media convergence and training for journalists & editors to improve the quality of news such as including training organized by press organizations. Measure: The evaluation carried out includes daily projection meetings. The results of the evaluation show that the information presented is accurate and appropriate. Report: Monitoring news performance, including the number of readers, and discussed in the editorial team in identifying aspects that need improvement. Keywords: Communication Strategy, Existence, Media Convergence

    PRAKTIK BAGI HASIL PADA SISTEM TABUNGAN PADI DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Pada Kelompok Tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Mudharabah adalah kerjasama antara kedua belah pihak atau lebih yang dimana pihak pertama sebagai pemilik modal dan pihak lainnya sebagai pengelola modal. Presentasi keuntungan dari kerjasama tersebut dibagi sesuai kesepakatan bersama. Sistem bagi hasil menjadi salah satu bentuk praktik yang digunakan kelompok tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Mengingat banyak anggota yang bingung dalam mengelola hasil panen padinya, maka dari itu kelompok tani ini ingin membantu anggota dalam mengelola hasil panen padinya. Kelompok mengadakan sistem bagi hasil dalam prinsip mudharabah dengan cara penabungan padi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana praktik bagi hasil pada sistem tabungan padi pada kelompok tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung? (2) Bagaimana perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik bagi hasil pada sistem tabungan padi pada kelompok tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui praktik bagi hasil pada sistem tabungan padi pada kelompok tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. (2) Untuk mengetahui perspektif Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik bagi hasil pada sistem tabungan padi pada kelompok tani Harapan Kita di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperoleh dari lapangan dan dianalisis secara deskriptif analisis yakni menganalisa apa yang terjadi atau gambaran mengenai realita yang terjadi dilapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu dengan melakukan kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa pelaksanaan akad bagi hasil pada sistem tabungan padi yang terjadi di kelompok tani Harapan Kita masih dilakukan secara lisan dengan pembagian sama rata adalah sebesar 50:50. Pembagian hasil dilakukan setiap padi yang ditabungkan terjual. Mengenai kerugian juga telah disepakati diawal perjanjian yang dimana kerugian hanya ditanggung oleh penabung, karena kelompok hanya bertanggung jawab menyimpan dan menjual tabungan padi tersebut kecuali kerugian tersebut diakibatkan oleh kelalaian pengelola maka pengelola harus ikut menanggung kerugian. Tetapi setelah berjalannya sistem bagi hasil antara anggota dan kelompok tani dirasa belum sesuai dengan konsep Mudharabah yaitu prinsip keadilan yang dimana seharusnya penabung memperoleh keuntungan sesuai kesepakatan diawal terkadang tidak mendapat keuntungan yang diharapkan. Kata kunci: Bagi hasil, Hukum Ekonomi Syariah, Kelompok tani. ABSTRACT Mudharabah is a cooperation between two or more parties where the first party is the capital owner and the other party is the capital manager. The profit percentage of the cooperation is divided according to mutual agreement. Profit sharing is one of the practices used by the Harapan Kita farmer group in Rajabasa Jaya Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Given that many members are confused about managing their rice harvests, this farmer group wants to help members manage their rice harvests. The group holds a profitsharing system based on the muharabah principle by means of rice savings. The formulation of the problem in this study is (1) How is the practice of profit sharing in the rice savings system in the Harapan Kita farmer group in Rajabasa Jaya Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City? (2) What is the perspective of Sharia Economic Law on the practice of profit sharing in the rice savings system in the Harapan Kita farmer group in Rajabasa Jaya Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City?. Meanwhile, the objectives of this research are (1) To find out the practice of profit sharing in the rice savings system in the Harapan Kita farmer group in Rajabasa Jaya Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. (2) To find out the perspective of Sharia Economic Law on the practice of profit sharing in the rice savings system in the Harapan Kita farmer group in Rajabasa Jaya Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. This study uses field research, which is a study that aims to collect data obtained from the field and analyzed descriptively, namely analyzing what happens or a picture of the reality that occurs in the field. The data collection method used in this study is a qualitative method, namely by conducting observation, interviews, and documentation activities. The results of this study suggest that the implementation of the profit sharing agreement in the rice savings system that occurs in the Harapan Kita farmer group is still carried out verbally with an equal division of 50:50. The distribution of results is carried out every time the rice that is saved is sold. Regarding losses, it has also been agreed upon at the beginning of the agreement where the losses are only borne by the saver. because the group is only responsible for storing and selling the rice savings unless the loss is caused by the negligence of the manager, then the manager must bear the loss. However, after the profit sharing system between members and the harvest group was implemented, it was felt that it was not in accordance with the Mudharabah concept, namely: the principle of justice where savers should get profits according to the initial agreement, sometimes they don't get the expected benefits. Keywords: Farmer group, Profit sharing, Sharia Economic Law

    PERAN PONDOK PESANTREN ROMADHON DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT (Studi Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Romadhon Martapura, Oku Timur)

    No full text
    ABSTRAK Kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi di oku timur sumatera selatan dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat karena kurangnya pendidikan dan kurangnya lapangan kerja memiliki dampak negatif yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga ketimpangan tersebut harus dia atasi. Di tengah tugas pokoknya pada pendidikan, pesantren bertanggung jawab secara sosial terhadap masyarakat sekitarnya. Sehingga pada saat ini pondok pesantren harus berkembang menjadi salah satu lembaga yang mandiri pada bidang ekonomi, karena pondok pesantren merupakan lembaga Islam yang tidak bisa terlepas dari peran pemberdayaan santri, khususnya di bidang ekonomi, yang sejatinya merupakan integrasi dari masalah umat Islam tersendiri yang harus dipecahkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Romadhon dalam meningkatkan kesejahteraan sosial keagamaan masyarakat dan bagaimana dampak sosial keagamaan masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Alqur’an Romadhon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan dampak dari adanya Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Romadhon. Penelitian ini termasuk penelitian field research, yaitu penelitian yang datanya diperoleh langsung dari Pondok Pesantren Romadhon dan bahan-bahan literatur tertulis. Analisis data yang diperoleh dilakukan dengan cara analisis kualitatif yaitu analisis kualitatif yang dipergunakan untuk aspek-aspek normatif (yuridis) melalui metode yang bersifat deskriptif Analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Strategi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Romadhon dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-keagamaan masyarakat melalui empat aspek utama: Pendidikan, Keagamaan, Ekonomi, dan Sosial. Dengan menyediakan akses pendidikan, pengajian, pelatihan, lahan usaha dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Keberadaan Pondok Pesantren Romadhon memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar, yaitu pesantren membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan usaha, serta pesantren berperan sebagai pusat pendidikan agama. Dengan demikian pesantren berkontribusi dalam membangun kesejahteraan pada masyarakat. Kata kunci: Pondok Pesantren, Kesejahteraan, Sosial Keagamaan. ABSTRACT The social and economic disparities that occur in East Oku, South Sumatra can affect the welfare of the community because the lack of education and lack of employment has a broad negative impact on the welfare of the community, so that these inequalities must be overcome. In the midst of their main task of education, pesantren are socially responsible for the surrounding community. So that at this time the boarding school must develop into one of the independent institutions in the economic field, because the boarding school is an Islamic institution that cannot be separated from the role of empowering students, especially in the economic field, which is actually an integration of the problems of Muslims themselves that must be solved. The formulation of the problem in this study is how the strategy of Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Romadhon in improving the social religious welfare of the community and how the social religious impact of the community in the environment of Pondok Pesantren Tahfidz Alqur'an Romadhon. The purpose of this research is to find out the strategy and impact of the existence of the Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Romadhon. This research includes field research, namely research whose data is obtained directly from the Romadhon Islamic Boarding School and written literature materials. Analysis of the data obtained is carried out by means of qualitative analysis, namely qualitative analysis used for normative (juridical) aspects through descriptive analysis methods. The results showed that, the Strategy of Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Romadhon in improving the socio-religious welfare of the community through four main aspects: Education, Religious, Economic, and Social. By providing access to education, recitation, training, business land and involving the community in mutual cooperation activities. The existence of the Romadhon Islamic Boarding School has a significant impact on the surrounding community, namely the pesantren helps improve community welfare through skills training programs and business empowerment, and the pesantren acts as a center for religious education. Thus, the pesantren contributes to building welfare in the community. Keywords: Islamic Boarding School, Welfare, Social Religion

    KECERDASAN KOLEKTIF LEBAH DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Ilmi Kemenag RI)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai kurangnya pemahaman mendalam terhadap konsep kecerdasan kolektif lebah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an, khususnya pada Q.S. an Nahl ayat 68-69. Permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana ilham ilahi mempengaruhi perilaku lebah dalam membangun sarang, mengumpulkan nektar, dan berkomunikasi secara efektif, serta relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pengembangan kerja sama dan manajemen sumber daya dalam kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dan penerapan kecerdasan kolektif lebah dari perspektif tafsir ilmi, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengembangan pola pikir dan perilaku kolektif yang lebih harmonis. Penelitian ini didasarkan pada teori kecerdasan kolektif dan konsep ilham yang terdapat dalam Al-Qur'an, dengan merujuk pada berbagai tafsir ilmi para ulama seperti Thantawi Jauhari, al-Rāzi, dan Zaglūl al-Najjar. Landasan teori yang digunakan mencakup pemahaman tentang manajemen sumber daya, pola kerja sama, serta sistem komunikasi alami yang ditunjukkan oleh lebah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik dan studi kepustakaan, yang melibatkan analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, literatur tafsir, dan kajian ilmiah terkait perilaku sosial serta biologis lebah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan kolektif lebah merupakan manifestasi nyata dari ilham ilahi yang menghasilkan sistem sosial yang terorganisir dan efisien. Temuan mengindikasikan bahwa pola kerja sama, komunikasi, dan pembagian tugas yang diterapkan oleh lebah dapat dijadikan teladan dalam mengoptimalkan kerjasama dan pengelolaan sumber daya dalam kehidupan manusia. Kesimpulannya, pemahaman terhadap konsep kecerdasan kolektif lebah tidak hanya menegaskan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya, tetapi juga memberikan wawasan strategis yang dapat diterapkan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan produktif melalui prinsip gotong royong dan manajemen kolektif. Kata Kunci: Kecerdasan Kolektif, Lebah, Al-Qur'an, Tafsir Ilmi, Kerja Sama, Ilham, Manajemen Sumber Daya. ABSTRACT This study addresses the issue of the limited in-depth understanding of the concept of bee collective intelligence as presented in the Qur'an, particularly in Q.S. an-Nahl verses 68-69. The identified problem is how divine inspiration influences the behavior of bees in building their hives, collecting nectar, and communicating effectively, as well as the relevance of these values in fostering cooperation and resource management in human life. The aim of this research is to uncover the meaning and implementation of bee collective intelligence from the perspective of Tafsir Ilmi, so that it may serve as a reference in developing more harmonious collective thinking and behavior. This research is grounded in the theory of collective intelligence and the concept of inspiration found in the Qur'an, with reference to various scholarly tafsir works by ulama such as Thantawi Jauhari, al-Rāzi, and Zaglūl al-Najjar. The theoretical framework employed includes an understanding of resource management, patterns of cooperation, and the natural communication systems demonstrated by bees. To achieve these objectives, the study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach and library research, involving an in-depth analysis of Qur'anic verses, tafsir literature, and scientific studies related to the social and biological behavior of bees. The results of the study indicate that the collective intelligence of bees is a tangible manifestation of divine inspiration, resulting in an organized and efficient social system. Findings suggest that the patterns of cooperation, communication, and division of labor exhibited by bees can serve as a model for optimizing collaboration and resource management in human society. In conclusion, understanding the concept of bee collective intelligence not only reaffirms the greatness of Allah through His creation but also offers strategic insights that can be applied to build a harmonious and productive society through the principles of mutual cooperation and collective management. Keywords: Collective Intelligence, Bees, Qur'an, Tafsir Ilmi, Cooperation, Inspiration, Resource Management

    TINJAUAN FIQH TANFIDZIYAH TERHADAP PENYELENGGARA PASAL 11 UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2019 TENTANG PESANTREN DALAM ASPEK DAYA TAMPUNG KEAMANAN DAN KEBERSIHAN (Studi pada Pondok Pesantren Modern Al Furqon Tulang Bawang Barat)

    No full text
    ABSTRAK Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memperdalam pengetahuan tentang agama Islam, membentuk para santrinya menjadi muslim yang bertakwa yang tercermin dalam perilaku sehari-hari sesuai ajaran Al-qur‟an dan Hadist. Kebanyakan pesantren menggunakan sistem asrama, sehingga proses belajar dan pembentukan santri tidak berlangsung hanya dikelas namun sepanjang hari. Kebersihan dan kedisiplinan santri dan pesantren akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan, semakin banyak yang melanggar aturan untuk mengatasi masalah tersebut maka pesantren dan santri harus mengoprimalkan peraturan yang ada di dalam Pasal 11 Undang-Undang No, 18 Tahun 2019 tentang pesantren. Peneltian ini termasuk penelitian lapangan (Fieldreseacrh), yaitu penelitian yang data nya diperoleh langsung dari Pondok Pesantren Modern Al-Furqon Tulang Bawang Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui editing dan sistematis data. Sedangkana analisis data. Adapun rumusan Masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Pasal 11 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren dalam Aspek Daya Tampung Keamanan dan Kebersihan di Pondok Pesantren Modern Al-Furqon Tulang Bawang Barat. Dan Bagaimana Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap Implementasi Pasal 11 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren dalam Aspek Daya Tampung Keamanan dan Kebersihan di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulang Bawang Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Pasal 11 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren dalam aspek daya tampung keamanan dan kebersihan di pondok pesantren Modern Al-Furqon Tulang Bawang Barat dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan fiqh siyasah terhadap implementasi Pasal 11 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren dalam aspek daya tampung keamanan dan kebersihan di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulang Bawang Barat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dalam upaya yang dilakukan oleh pesantren modern Al-Furqon sebagian sudah melakukan tugas dan tanggung jawabnya melakukan tugasnya untuk mendisiplinkan para santri dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, melakukan pengecekan dan memberi sanksi terhadap santri yang terbukti melanggar aturan yang tidak sesuai dengan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren hanya saja perlu dioptimalkan untuk pengurus pesantren terlibat jika mengetahui adanya pelanggaran tidak hanya mengandalkan satu divisi saja. Dalam hal ini pengurus pondok Pesantren Modern Al-Furqon Tulang Bawang Barat dapat disebut sebagai pemimpin (imamah) dalam lingkup pondok pesantren sebab dikatakan sebagai pemimpin yang mengatur kepentingan rakyatnya dalam hal ini para santri maupun para bawahannya yang berada dilingkungan pondok pesantren untuk menjalankan amanat dari Pasal 11 Undang-Undang Dasar Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. Dan ini sesuai dengan pembahasan siyasah tanfidziyah yang membahas perihal perundang undangan. Kata Kunci: Fiqh Siyasah, Pondok Pesantren Al-Furqon, Kebersihan dan Keamanan. ABSTRACT The pesantren was one of the educational institutions that deepened knowledge of Islam, shaping its students into devout Muslims, as reflected in their daily behavior in accordance with the teachings of the Qur‟an and Hadith. Most pesantren used the dormitory system, so the learning process and character building of the students did not occur only in class but throughout the day. Recently, the cleanliness and discipline of the students and pesantren had declined, with more violations of the rules. To address this issue, the pesantren and the students needed to optimize the regulations outlined in Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren. This research was a field study, in which data were obtained directly from the Modern Al-Furqon Islamic Boarding School in Tulang Bawang Barat. Data collection was carried out through interviews and documentation. Data processing was done through editing and systematizing the data, while data analysis was also conducted. The problem formulation of this research was: How was the implementation of Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren in terms of capacity, security, and cleanliness at the Modern Al-Furqon Pesantren in Tulang Bawang Barat? And how was the Fiqh Siyasah review of the implementation of Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren in terms of capacity, security, and cleanliness at the Al-Furqon Pesantren in Tulang Bawang Barat. The purpose of this study was to understand how the implementation of Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren was carried out in terms of capacity, security, and cleanliness at the Modern Al-Furqon Pesantren in Tulang Bawang Barat, and to explore the Fiqh Siyasah perspective on the implementation of Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren in relation to capacity, security, and cleanliness at the Al-Furqon Pesantren in Tulang Bawang Barat. The conclusion of this research was that the efforts made by the Modern Al Furqon Pesantren were partly successful in fulfilling their responsibilities to discipline the students in maintaining cleanliness and security. They conducted inspections and imposed sanctions on students who were proven to have violated the rules. However, it needed to be optimized so that the pesantren administration would be involved if violations were detected, rather than relying on only one division. In this case, the administration of the Modern Al-Furqon Pesantren in Tulang Bawang Barat could be considered the leader (imamah) within the pesantren, as it was responsible for managing the interests of the students and staff within the pesantren to carry out the mandate of Article 11 of Law No. 18 of 2019 concerning Pesantren. This was in line with the discussion of siyasah tanfidziyah, which addresses matters of legislation.\ Keywords: Fiqh Siyasah, Al-Furqon Pesantren, Cleanliness and Security

    HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI MEGATHRUST PADA SISWA DI KALIANDA

    No full text
    ABSTRAK Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi, termasuk wilayah Kalianda di Provinsi Lampung yang berada di zona megathrust. Ancaman ini menuntut kesiapsiagaan, terutama bagi siswa sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak bencana. Kurangnya pemahaman dan kesiapan menghadapi situasi darurat menjadikan siswa lebih beresiko mengalami dampak buruk saat bencana terjadi. Resiliensi sebagai kemampuan individu menghadapi tekanan dan beradaptasi dalam situasi darurat menjadi faktor penting dalam kesiapsiagaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara resiliensi serta kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi megathrust pada siswa di Kalianda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain korelasional. Sampel sebanyak 341 siswa dipilih memakai teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini memakai skala kesiapsiagaan α = 0,940 dan skala resiliensi α = 0,948. Metode analisis data pada penelitian ini memakai uji korelasi pearson product moment melalui bantuan software JASP. Hasil penelitian ini ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara resiliensi dan kesiapsiagaan dengan nilai r = 0,673; p < 0,001. Maknanya semakin tinggi tingkat resiliensi, semakin tinggi pula kesiapsiagaan siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana di sekolah perlu memperkuat aspek psikologis siswa, tidak hanya melalui edukasi dan simulasi, tetapi juga melalui kegiatan yang menumbuhkan daya lenting dalam menghadapi bencana. Kata kunci: kesiapsiagaan, resiliensi, megathrust, siswa. 1 2 THE RELATIONSHIP BETWEEN RESILIENCE AND EARTHQUAKE DISASTER PREPAREDNESS FOR MEGATHRUST IN STUDENTS IN KALIANDA Nirma Roza Liamsi, Faisal Adnan Reza, Mustamira Sofa Salsabila Islamic Psychology Study Program, Faculty of Ushuluddin and Religious Studies, UIN Raden Intan Lampung *E-mail: [email protected] ABSTRACT Indonesia is an earthquake-prone area, including the Kalianda area in Lampung Province which is located in the megathrust zone. This threat requires preparedness, especially for students as a group that is vulnerable to the impacts of disasters. Lack of understanding and preparedness to face emergency situations makes students more at risk of experiencing adverse effects when a disaster occurs. Resilience as an individual's ability to deal with pressure and adapt in emergency situations is an important factor in preparedness. This study is useful for determining the relationship between resilience and preparedness for megathrust earthquakes in students in Kalianda. This study uses a quantitative approach through a correlational design. A sample of 341 students was selected using a purposive sampling technique. The data collection method in this study used a preparedness scale α = 0.940 and a resilience scale α = 0.948. The data analysis method in this study used the Pearson product moment correlation test through the assistance of JASP software. The results of the study showed a positive and significant relationship between resilience and preparedness with a value of r = 0.673; p <0.001. meaning the higher the level of resilience, the higher the students' preparedness. These results indicate that disaster mitigation efforts in schools need to strengthen the psychological aspects of students, not only through education and simulations, but also through activities that foster resilience in facing disasters. Keywords: preparedness, resilience, megathrust, students

    INVENTARISASI TANAMAN OBAT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN JAMU GENDONG TRADISIONAL DI KABUPATEN MESUJI

    No full text
    ABSTRAK ii Jamu gendong tradisional ada sejak dahulu kala dan telah diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Jamu Gendong tradisional dimanfaatkan sebagai warisan budaya indonesia, masyarakat memanfaatkan jamu sebagai salah satu pilihan obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit atau sebagai obat untuk menjaga kesehatan tubuh. Species tanaman obat yang digunakan untuk membuat berbagai jenis jamu tradisional yang dijual di pasar sangat beragam, kunyit, jahe, dan kencur adalah tanaman obat yang banyak dimanfaatkan penjual jamu dalam membuat jamu. Tanaman obat memiliki banyak manfaat bagi manusia, namun belum banyak studi yang dilakukan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk dijadikan jamu tradisional. Tanaman sangat penting sebagai bahan pembuatan jamu gendong, jumlahnya yang melimpah di kabupaten Mesuji dipengaruhi oleh banyaknya hasil panen yang didapat para petani, namun semakin berkurangnya penjual jamu dikabupaten Mesuji menyebabkan kurangnya pemanfaatan tanaman sebagai bahan pembuatan jamu, oleh sebab itu “Inventarisasi Tanaman Obat Sebagai Bahan Pembuatan Jamu Gendong Tradisional di Kabupaten Mesuji” perlu dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya turun temurun, berkaitan dengan konservasi sumber daya alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman obat yang digunakan sebagai bahan pembuatan jamu tradisional, cara pembuatan jamu tradisional, dan manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi jamu tradisional. Dalam pelaksanaan penelitian, metode analisis data yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang mencakup penyusunan tabel mengenai jenis-jenis tanaman yang dijadikan bahan jamu tradisional, komposisi bahan pembuatan jamu, serta manfaat dari setiap jenis jamu tersebut. Sementara itu, untuk analisis data kuantitatif, dilakukan perhitungan menggunakan nilai UV (Use Value) dan ICS (Index of Cultural Significance). Tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu gendong tradisional dibagi menjadi 10 Species yaitu Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma domestica), Kencur iii (Kaempferia galanga), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Brotowali (Tinospora crispa), Sambiloto (Andrographis paniculata), Sirih (Piper betle), Cabe Puyang (Piper retrofractum), Asam jawa (Tamarindus indica), dan beras (Oryza sativa). Jamu tradisional yang dibuat oleh penjual jamu terdiri atas 6 jamu yaitu jamu kunyit asam, jamu beras kencur, jamu temulawak, jamu pahitan, jamu sirih, dan jamu cabe puyang. Jamu tradisional yang dibuat oleh penjual jamu terdiri atas 6 jamu yaitu jamu kunyit asam, jamu beras kencur, jamu temulawak, jamu pahitan, jamu sirih, dan jamu cabe puyang. Kata Kunci : Inventarisasi, Jamu, Mesuji, Obat ABSTRACT iv Traditional herbal medicine has existed since ancient times and has been passed down from one generation to another. Traditional herbal medicine is used as an Indonesian cultural heritage, people use herbal medicine as one of the choices of medicine used to cure diseases or as a medicine to maintain body health. The species of medicinal plants used to make various types of traditional herbal medicine sold in the market are very diverse, turmeric, ginger, and kencur are medicinal plants that are widely used by herbal medicine sellers in making herbal medicine. Medicinal plants have many benefits for humans, but not many studies have been conducted on the use of medicinal plants to make traditional herbal medicine. Plants are very important as ingredients for making herbal medicine, their abundant number in Mesuji district is influenced by the large harvest obtained by farmers, but the decreasing number of herbal medicine sellers in Mesuji district has caused a lack of use of plants as ingredients for making herbal medicine, therefore "Inventory of Medicinal Plants as Ingredients for Making Traditional Herbal Medicine in Mesuji Regency" needs to be done as an effort to preserve hereditary culture, related to the conservation of natural resources. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants used as ingredients for making traditional herbal medicine, how to make traditional herbal medicine, and the benefits obtained from consuming traditional herbal medicine. In conducting the study, the data analysis method used was a qualitative descriptive approach that included the preparation of tables regarding the types of plants used as ingredients for traditional herbal medicine, the composition of herbal medicine ingredients, and the benefits of each type of herbal medicine. Meanwhile, for quantitative data analysis, calculations were carried out using UV (Use Value) and ICS (Index of Cultural Significance) values. Medicinal plants used as ingredients for making traditional herbal medicine are divided into 10 species, namely Ginger (Zingiber officinale), Turmeric (Curcuma domestica), Galanga (Kaempferia galanga), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Brotowali v (Tinospora crispa), Sambiloto (Andrographis paniculata), Betel (Piper betle), Cabe Puyang (Piper retrofractum), Tamarind (Tamarindus indica), and rice (Oryza sativa). Traditional herbal medicine made by herbal medicine sellers consists of 6 herbal medicines, namely turmeric and tamarind herbal medicine, rice kencur herbal medicine, temulawak herbal medicine, bitter herbal medicine, betel herbal medicine, and cabe puyang herbal medicine. Traditional herbal medicine made by herbal medicine sellers consists of 6 herbal medicines, namely turmeric and tamarind herbal medicine, rice and kencur herbal medicine, temulawak herbal medicine, bitter herbal medicine, betel leaf herbal medicine, and cayenne pepper herbal medicine. Keywords : Herb, Inventory, Medicine, Mesuji

    MANUSIA ERA DIGITAL (Analisis Perspektif Filsafat Eksistensialisme Karl Jasper)

    No full text
    ABSTRAK Kemajuan teknologi yang mulai mengambil alih ranah vital manusia yakni kesadaran dan kebebasan. Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia berpikir, berinteraksi, dan memahami dirinya sendiri. Era digital ditandai dengan kehadiran internet, media sosial, kecerdasan buatan, dan otomatisasi yang semakin mendominasi kehidupan manusia. Dalam kondisi ini, individu tidak hanya menghadapi perubahan sosial dan budaya, tetapi juga tantangan eksistensial yang berkaitan dengan makna hidup, identitas, dan kebebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas persoalan-persoalan yang dihadapi manusia modern terkait bagaimana manusia kedepannya dalam mencapai nilai-nilai eksistensi yang otentik ditengah gencarnya perkembangan digital saat ini. dengan menggunakan perspektif pemikiran dari Karl Jaspers mengenai Eksistensialisme manusia di era digital. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (library research) melalui penulisan ini, peneliti menggunakan buku karya Karl Jasper sebagai sumber utama dalam penelitian ini dan peneliti juga mengumpulkan buku sekunder, jurnal, kripsi, artikel serta web sebagai informasi penunjang untuk memahami pemikiran tokoh yang ditulis oleh peneliti. Melalui pembahasan penelitian ini, menunjukan bahwa teknologi dan dunia maya seringkali mengarah pada keterasingan. Dunia digital sering kali mengaburkan batas antara identitas asli dan persona digital yang dikonstruksi untuk mendapatkan pengakuan sosial, seperti dalam media sosial, di mana individu sering kali merasa terjebak dalam pencarian pengakuan eksternal. Namun menurut Karl jasper, kesadaran diri dan interaksi manusia yang mendalam adalah kunci untuk menemukan makna yang otentik dalam hidup. Pada akhirnya, penerapan pandangan Karl Jasper terkait eksistensi manusia di era digital ini menunjukan bahwa teknologi, meskipun memberikan kebebasan, juga menuntut kita untuk kritis terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap identitas dan makna hidup. Karl Jasper juga mengingatkan kepada kita bahwa keberadaan yang otentik hanya bisa dicapai apabila manusia tetap pada nilai-nilai eksistensial yang mendalam, seperti kebebasan, tanggung jawab, dan hubungan yang sejati dengan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, untuk dapat menjalani hidup secara otentik dalam dunia digital, individu, masyarakat, perlu menciptakan ruang yang mendukung kebebasan eksistensial dan komunikasi yang jujur, serta menjaga agar teknologi tidak mengaburkan makna hidup yang lebih dalam. Kata Kunci: Eksistensialisme, Era digital Karl jasper, Kebebasan. ABSTRACT Technological advancements have begun to take over the vital human realm of consciousness and freedom. The rapid development of digital technology has brought about fundamental changes in the way humans think, interact and understand themselves. The digital age is characterized by the presence of the internet, social media artificial intelligence, and automation that increasingly dominate human life. Under these conditions, individuals face not only social and cultural ramifications, but also existential challenges related to the meaning of life, identity and freedom. This research aims to explore the problems faced by modern humans related to how humans in the future will achieve authentic existence values amid the current digital development. by using the perspective of Karl Jaspers' thoughts on human existentialism in the digital era. The methodology used in this research is descriptive analysis and data collection using library research through this writing, researchers use Karl Jasper's book as the main source in this study and researchers also collect secondary books, journals, thesis, articles and web. as supporting information to understand the thoughts of the figures written by researchers. Through the discussion of this research, it shows that the technology and cyberspace often leads to alienation. Digital worlds often blur the lines between real identities and digital personas constructed for social recognition, such as in social media, where individuals often feel trapped in the search for external recognition. But according to Karl Jasper, dii-consciousness and deep human interaction are the keys to finding authentic meaning in life. In the end, the application of Karl Jasper's views on human existence in this digital era shows that technology, although providing freedom, also requires us to be critical of the impact it has on identity and meaning in life. Karl Jasper also reminds us that authentic existence can only be achieved if humans stick to deep existential values, such as freedom, responsibility, and true relationships with themselves and others. Thus, to be able to live authentically in the digital world, individuals, societies, need to create spaces that support existential freedom and honest communication, and keep technology from obscuring the deeper meaning of life. Keyword: Existensialism, Digital era, Karl jasper, Freedom

    IMPLEMENTASI MODEL MARKETING MIX SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DI MTsS NURUL ISLAM SUMBER JAYA LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi model marketing mix sebagai strategi pemasaran pendidikan di MTsS Nurul Islam Sumber Jaya Lampung Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah adanya persaingan yang semakin ketat antar lembaga pendidikan, MTsS Nurul Islam Sumber Jaya Lampung Selatan menghadapi tantangan dalam menarik minat calon peserta didik baru serta mempertahankan citra positif di mata masyarakat. Strategi pemasaran melalui pendekatan marketing mix dinilai penting karena mampu membantu lembaga pendidikan dalam meningkatkan citra, daya saing, dan jumlah peserta didik di tengah persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal dan bersifat deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan sekaligus operator, serta ketua komite. Selain itu, data diperoleh melalui observasi langsung di lokasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh MTsS Nurul Islam Sumber Jaya Lampung Selatan meliputi: (1) Produk: Madrasah menawarkan program unggulan berbasis nilai-nilai Islam, seperti tahfidz Al-Qur’an, kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan karakter atau kokurikuler, serta pembelajaran akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.; (2) Harga: Biaya pendidikan dirancang terjangkau dengan memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, dan tersedia program beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu.; (3) Tempat: Lokasi madrasah yang strategis, mudah dijangkau, dan berada dalam lingkungan pesantren menjadi keunggulan tersendiri yang mendukung kenyamanan belajar.; dan (4) Promosi: Promosi dilakukan melalui berbagai saluran, seperti media sosial (Facebook, WhatsApp, Instagram), kegiatan keagamaan masyarakat pengajian, bazar, penyebaran brosur, serta dari mulut ke mulut oleh alumni dan wali murid. Kata Kunci: Implementasi, Marketing Mix, Strategi Pemasaran Pendidikan iii ABSTRACT This study aimed to analyze and describe the implementation of the marketing mix model as an educational marketing strategy at MTsS Nurul Islam Sumber Jaya, South Lampung. The background of the research was the increasingly intense competition among educational institutions. MTsS Nurul Islam Sumber Jaya faced challenges in attracting prospective students and maintaining a positive image in the eyes of the community. The marketing strategy using the marketing mix approach was considered important, as it could help the institution improve its image, competitiveness, and student enrollment amid the fierce competition. This research employed a qualitative approach with a single case study design and a descriptive-explorative nature. Data were collected through structured interviews with the principal, vice principal for curriculum, vice principal for student affairs who also served as the operator, and the head of the school committee. Additional data were obtained through direct observation at the research site and documentation. The validity of the data was tested through source triangulation. The findings revealed that the marketing strategy implemented by MTsS Nurul Islam Sumber Jaya, South Lampung, consisted of the following components: (1) Product: The madrasah offered flagship programs based on Islamic values, such as Qur’an memorization, extracurricular activities, character development or cocurricular programs, and academic learning that was adaptive to current developments; (2) Price: The education fees were designed to be affordable by considering the economic conditions of the community, and scholarship programs were provided for high-achieving and underprivileged students; (3) Place: The madrasah’s strategic location, which was easily accessible and situated within a pesantren environment, offered a unique advantage that supported a comfortable learning atmosphere; and (4) Promotion: Promotion was carried out through various channels, including social media (Facebook, WhatsApp, Instagram), community religious activities and study groups, bazaars, brochure distribution, and word of mouth by alumni and parents. Keywords: Implementation, Marketing Mix, Educational Marketing Strateg

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN BERFIKIR KRITIS KELAS X PADA ERA KURIKULUM MERDEKA DI SMK NEGERI 1 NEGERI AGUNG WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran memiliki beberapa komponen penting yang diperlukan untuk menjadikan sebuah kegiatan bersifat interaktif dan dapat minciptakan suasana belajar menyenangkan. Hal tersebut tak dapat dipisahkan dari model pembelajaran yang tepat sebagai alat pembantu dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif. Model pembelajaran problem based learning digunakan sebagai sarana dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada peserta didik, dengan bantuan model pembelajaran guru dapat dengan mudah menciptakan kegiatan pembelajaran. Sebagaimana berfikir kritis merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki dalam kurikulum merdeka, karena berfikir kritis menjadi kemampuan yang bermanfaat bagi peserta didik ketika sudah berada di masyarakat. Salah satu yang menerapkan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan berfikir kritis dengan menggunakan krikulum merdeka yaitu SMK Negeri 1 Negeri Agung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari implementasi model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan berfikir kritis kelas X pada era kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Negeri Agung. Metode penelitian ualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data bersifat naratif dari sumber primer dan skunder. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis menggunakan konsep Miles Hubner, berupa reduksi data (dara reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion and verification). Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komperhensif tentang bahaimana perencanaan, pelaksanaan dan hasil model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan berfikir kritis kelas X pada era kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Negeri Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imlementasi model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis kelas X pada era kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Negeri Agung melibatkan tiga tahap penting: perencanaan, pelaksanaan, dan hasil.dalam perencanaan guru melakukan identifikasi awal peserta didik untuk mengetahui karakteristik, kemampuan, kebutuhan mereka, kemudian guru menyusun pembelajaran sesuai dengan hasil identifikasi. Dalam tahap iii pelaksanaan, guru melakukan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan modul ajar yang sudah disusun. Pelaksanaan pembelajaran melibatkan tiga tahap kegiatan: pendahuluan, inti, dan penutup pada setiap tahapan peserta didik dilibatkan secara aktif, sehingga pembelajaran dapat mingkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta didik. Hasil yang didapatkan melalui tahap evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Alat yang digunakan dalam mengukur dapat berupa lembar kerja peserta didik, jurnal nilai harian, soal, wawancara dan observasi. Kemampuan berfikir kritis peserta didik mengalami peningkatan sebesar 75%. Proses pembelajaran seperti ini memungkinan sekolah menciptakan pengalaman pembelajaran yang mendukung perkembangan kemampuan dan pengetahuan peserta didik secara mandiri dalam mata pelajaran PAI. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Berfikir Kritis, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam iv ABSTRACT Learning has several essential components required to make the activity interactive and create an enjoyable learning atmosphere. This cannot be separated from the appropriate learning model, which serves as a tool to facilitate interactive learning. The Problem-Based Learning (PBL) model is used as a means to enhance students' critical thinking skills. With the help of this model, teachers can easily design engaging learning activities. Critical thinking is a skill that must be developed within the Merdeka Curriculum, as it is highly beneficial for students once they enter society. One institution that implements the PBL model to improve critical thinking under the Merdeka Curriculum is SMK Negeri 1 Negeri Agung. Descriptive qualitative research method was used to collect narrative data from primary and secondary sources. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman concept, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. This approach aims to provide a comprehensive picture of how the PBL model is planned, implemented, and its outcomes in enhancing critical thinking skills among tenth-grade students within the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 1 Negeri Agung. The research result indicate that the implementation of the PBL model to improve critical thinking skills among tenth-grade students in the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 1 Negeri Agung involves three key stages: planning, implementation, and outcomes. In the planning stage, teachers identify students’ characteristics, abilities, and needs, and then design lessons based on the results of this identification. In the implementation stage, teachers conduct various activities aligned with the prepared teaching modules. The learning process includes three phases: introduction, core activities, and closing. In each phase, students are actively engaged, which helps v enhance their skills and knowledge. The outcomes are evaluated through cognitive, affective, and psychomotor aspects. Assessment tools include student worksheets, daily grade journals, quizzes, interviews, and observations. Students’ critical thinking abilities showed a 75% improvement. This type of learning process enables the school to create a learning experience that supports the independent development of students' abilities and knowledge, especially in Islamic Religious Education subjects. Keywords: Problem-Based Learning Model, Critical Thinking, Merdeka Curriculum, Islamic Religious Education

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇