39192 research outputs found
Sort by
THE INFLUENCE OF USING STORY PYRAMID STRATEGY TOWARDS STUDENTS READING COMPREHENSION ON RECOUNT TEXT IN THE EIGHT GRADE OF UPT SMP NEGERI 1 PARDASUKA.
ABSTRACT
By:
Fatma Ulfa
Reading comprehension remains a persistent challenge for
many EFL learners at the lower secondary level, particularly when
dealing with narrative-based genres such as recount texts. These
challenges are often linked to limited vocabulary knowledge, low
learner engagement, and the predominance of conventional, teacher�centered reading instruction. This study aimed to investigate the effect
of the Story Pyramid Strategy on students’ reading comprehension
achievement in recount texts.
A quantitative quasi-experimental research design employing
a non-equivalent control group was adopted. The participants
consisted of 68 eighth-grade EFL students from a public junior high
school in Indonesia, divided into an experimental group (n = 34) and a
control group (n = 34). Both groups were administered pre-tests and
post-tests to measure their reading comprehension performance. The
experimental group was taught using the Story Pyramid Strategy,
while the control group received conventional reading instruction. The
collected data were analyzed using an independent samples t-test.
The findings revealed a statistically significant difference
between the two groups, with a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating
that the Story Pyramid Strategy significantly improved students’
reading comprehension. The strategy supported learners in identifying
text structure, understanding key vocabulary, and synthesizing main
ideas. These results suggest that the Story Pyramid Strategy is an
effective instructional approach for enhancing reading comprehension
in EFL classrooms.
Keywords: Story Pyramid Strategy; reading comprehension; recount
text; EFL learners; quasi-experimental research
KOMUNIKASI PUBLIK SOSIALISASI PHSYICAL DISTANCING DIMASA PANDEMI COVID-19 DI MASJID TAQWA KOTA METRO.
ABSTRACT
PUBLIC COMMUNICATION OF PHYSICAL DISTANCING
SOCIALIZATION DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT THE
TAQWA MOSQUE IN METRO CITY
By
Nada Fajri Hanifah
Communication is one of the most important things in dealing with the
pandemic in Indonesia so that the social system in society is controlled.
Government transparency and harmony in the delivery of messages in
each part of the government to the public are very crucial. Various
misunderstandings occur in situations like the current one, and the lack of
information being conveyed to the village community causes its own
difficulties in this problem.
This research aims to find out and describe public communication
regarding the socialization of physical distancing during the Covid-19
pandemic at the Taqwa Mosque in metro cities. The method used in this
research is qualitative with a phenomenological design with data
collection techniques using interview, observation and documentation
methods. The subjects of this research are the Taqwa mosque
congregation. Determining research subjects used purposive sampling
technique. Data collection uses interview, observation and documentation
techniques. The data analysis technique is data reduction, data
presentation and drawing conclusions
The results of the research show that: The function of communication
during the pandemic at the Taqwa mosque in the communication process
during the pandemic can be concluded as the communication strategy
carried out by the takmir to provide health services so that every
congregation who took part in the study received a health check.
Communication during the pandemic used social media to reduce crowds
and understand health protocols
Keywords: Communication, socialization, distancing, covid pandemic
PENGGUNAAN MEDIA PRELOVED DALAM MENINGKATKAN SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DITK PERTIWI KAYUAGUNG SUMATERA SELATAN.
ABSTRAK
Pendidikan bagi anak di usia dini memiliki dampak yang
signifikan dalam membentuk perilaku dan pandangan mereka
terhadap lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk meningkatkan
kesadaran akan lingkungan adalah dengan memanfaatkan barang
bekas sebagai alat bantu dalam belajar. TK Pertiwi Kayuagung telah
menggunakan barang bekas sebagai sarana untuk mendorong
kreativitas anak sekaligus mengembangkan sikap peduli
lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru berupaya
meningkatkan sikap peduli lingkungan pada anak- anak melalui
pemanfaatan barang bekas, dengan tujuan untuk mengeksplorasi
dampakanya terhadap kreativitas dan kesadaran lingkungan anak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Deskiriptif.
Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami secara mendalam
upaya guru dalam meningkatkan sikap ramah lingkungan melalui
penggunaan media preloved di TK Pertiwi Kayuagung. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan
data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggali
pengalaman dan pemahaman anak-anak, guru, serta pihak terkait
lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang
deskriptif dan mendalam mengenai dampak penggunaan media
preloved dalam membentuk kesadaran lingkungan pada anak usia
dini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media
preloved di TK Pertiwi Kayuagung berkontribusi signifikan dalam
meningkatkan kreativitas anak serta menanamkan sikap ramah
lingkungan. Anak-anak tidak hanya belajar untuk berpikir kreatif
dalam memanfaatkan barang bekas, tetapi juga memperoleh
pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan dan pengelolaan
sampah. Guru- guru di TK Pertiwi mengungkapkan bahwa
penggunaan media preloved dapat meningkatkan keterampilan
motorik halus anak, keterampilan sosial, serta kemampuan mereka
dalam memecahkan masalah secara kreatif. Secara keseluruhan,
penelitian ini menegaskan bahwa media preloved merupakan alat
yang efektif dalam mendukung pengembangan sikap ramah
lingkungan dan kreativitas pada anak-anak usia dini.
Kata Kunci: Media preloved, sikap ramah
lingkungan.
iii
ABSTRACT
Early childhood education has a significant impact on shaping
their behavior and perspectives on the environment. One way to
increase environmental awareness is by utilizing used materials as
learning aids. Pertiwi Kindergarten, Kayuagung, has used used
materials as a means to encourage children's creativity and foster
environmental stewardship. This study examines how teachers strive
to foster environmental stewardship in children through the use of
used materials, with the aim of exploring the impact on children's
creativity and environmental awareness.
The study employed a descriptive qualitative method. The
qualitative approach was chosen to gain a deeper understanding of
teacher’ efforts to foster environmentally friendly attitudes through
the use of preloved media at Pertiwi collection teachniques including
interviews, observation, and documentation to explore the
experiences and understanding of children, teacher, and other
stakeholder. This study aimed to obtain descriptive and indepth data
on the impact of preloved media use on fostering environmental
awareness in early childhood.
The results indicate that the use of preloved media at Pertiwi
Kindergarten, Kayuagung, significantly contributes to fostering
children's creativity and fostering environmentally friendly attitudes.
Children not only learn to think creatively about reusing used
materials, but also gain an understanding of the importance of
sustainability and waste management. Teachers at Pertiwi
Kindergarten revealed that using preloved media can improve
children'sfine motorskills,social skills, and creative problem-solving
abilities. Overall, this study confirms that preloved media is an
effective tool in supporting the development of environmentally
friendly attitudes and creativity in early childhood.
Keywords: Preloved media, environmentally friendly
attitudes
PENGARUH HEDONIC SHOPPING MOTIVATION DAN PRICE DISCOUNT TERHADAP IMPULSE BUYING DENGAN SELF CONTROL SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM ( Studi Pada Pengguna Tokopedia di Kota Bandar Lampung )
ABSTRAK
Fenomena meningkatnya perilaku impulse buying pada
platform e-commerce seperti Tokopedia di Kota Bandar
Lampung menjadi perhatian dalam perilaku konsumen modern.
Konsumen sering terdorong berbelanja karena kesenangan
(hedonic shopping motivation) dan potongan harga (price
discount), bukan karena kebutuhan. Dalam perspektif Ekonomi
Islam, perilaku konsumtif berlebihan termasuk israf dan tabdzir,
sehingga diperlukan self control agar konsumsi tetap wajar.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hedonic
shopping motivation dan price discount terhadap impulse buying
dengan self control sebagai variabel moderasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode explanatory research. Data dikumpulkan melalui
kuesioner dari 100 pengguna Tokopedia di Kota Bandar
Lampung yang dipilih dengan teknik purposive sampling.
Analisis dilakukan menggunakan metode Partial Least Square
(PLS) dengan bantuan SmartPLS 4 untuk menguji hubungan
dan efek moderasi antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonic shopping
motivation dan price discount berpengaruh positif signifikan
terhadap impulse buying, sedangkan self control berpengaruh
negatif signifikan. Variabel self control memoderasi pengaruh
hedonic shopping motivation secara negatif dan price discount
secara positif terhadap impulse buying. Dalam perspektif
Ekonomi Islam, hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian
diri agar konsumsi tetap moderat dan bermanfaat sesuai prinsip
wasathiyah. ABSTRACT
The increasing phenomenon of impulse buying on ecommerce platforms such as Tokopedia in Bandar Lampung has
become a concern in modern consumer behavior. Consumers
are often driven to shop due to pleasure (hedonic shopping
motivation) and price discounts rather than actual needs. In
Islamic Economics, excessive consumption is considered israf or
tabdzir, thus requiring self-control to maintain balance. This
study aims to analyze the influence of hedonic shopping
motivation and price discount on impulse buying with selfcontrol as a moderating variable.
This research uses a quantitative approach with an
explanatory method. Data were collected from 100 Tokopedia
users in Bandar Lampung using purposive sampling. Analysis
was conducted using the Partial Least Square (PLS) method
with SmartPLS 4.
The results show that hedonic shopping motivation and
price discount significantly and positively affect impulse buying,
while self-control has a significant negative effect. Self-control
negatively moderates the effect of hedonic shopping motivation
and positively moderates the effect of price discount on impulse
buying. From an Islamic Economics perspective, this highlights
the importance of self-control to encourage moderate and
beneficial consumption behavior in line with wasathiyah
principles
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING BERBANTUAN MEDIA GENIALLY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 1 LABUHAN DALAM BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Dalam era digital, inovasi dalam metode pembelajaran
menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah
satu pendekatan yang terbukti efektif adalah Collaborative Learning,
yang mendorong interaksi aktif antarsiswa serta keterlibatan mereka
dalam proses belajar. Namun, penerapan model ini masih menghadapi
tantangan, seperti kurangnya media pendukung yang menarik dan
interaktif. Media Genially hadir sebagai solusi dengan menyediakan
tampilan visual yang dinamis serta fitur interaktif yang mampu
meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis efektivitas penerapan model Collaborative Learning
berbantuan media Genially dalam meningkatkan hasil belajar peserta
didik kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
(IPAS) di SD Negeri 1 Labuhan Dalam, Bandar Lampung. Dengan
adanya penelitian ini, diharapkan metode pembelajaran yang lebih
inovatif dan interaktif dapat diterapkan secara luas guna meningkatkan
hasil belajar dan keterampilan kolaboratif siswa.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) adalah suatu metode penelitian yang dilakukan oleh guru di
dalam kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi
permasalahan yang muncul selama proses belajar-mengajar. PTK
bersifat siklus, yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi, dan refleksi, sehingga memungkinkan guru untuk
terus memperbaiki strategi pengajarannya berdasarkan hasil yang
diperoleh. Dengan pendekatan ini, guru dapat secara langsung
mengidentifikasi kendala yang dihadapi siswa serta mencoba solusi
yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran secara sistematis
dan berkelanjutan.
Dengan jumlah subjek peserta didik sebanyak 26 peserta
didik, peneliti dapat mengemukakan beberapa kesimpulan yaitu
Aktivitas guru dalam penerapan Model pembelajaran collaborative
learning berbantuan media genially pada pembelajaran IPAS pada tiap
siklus mengalami peningkatan, nilai yang di dapatkan pada siklus II
memperoleh persentase 81%. Hasil belajar peserta didik melalui
Penerapan Model pembelajaran collaborative learning berbantuan
iii
media genially Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas
V Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 1 Labuhan Dalam Bandar
Lampung yang di lihat dari nilai post-test pada setiap siklusnya
mengalami peningkatan. Kriteria ketuntasan maksimal (KKM) yang
ditentukan sekolah adalah 75. Pada siklus II hasil belajar memperoleh
skor 81% tuntas dan sudah memenuhi KKM. Maka dapat disimpulkan
Penerapan Model pembelajaran collaborative learning berbantuan
media genially Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas
V Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 1 Labuhan Dalam Bandar
Lampung
Kata Kunci : Model Pembelajaran Collaborative Learning, Media
Genially, Hasil Belajar, IPAS, SD Negeri 1 Labuhan
Dalam Bandar Lampung
iv
ABSTRACT
In the digital era, innovation in learning methods has become
a crucial factor in enhancing the quality of education. One effective
approach is Collaborative Learning, which encourages active
interaction among students and their engagement in the learning
process. However, the implementation of this model faces challenges,
such as the lack of engaging and interactive supporting media. Genially
media emerges as a solution by providing dynamic visual displays and
interactive features that can enhance students' motivation to learn. This
study aims to analyze the effectiveness of the Collaborative Learning
model assisted by Genially media in improving the learning outcomes
of fifth-grade students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject
at SD Negeri 1 Labuhan Dalam, Bandar Lampung. Through this
research, it is expected that more innovative and interactive learning
methods can be widely applied to improve students’ learning outcomes
and collaborative skills.
This study uses Classroom Action Research (CAR), a research
method conducted by teachers in the classroom to enhance the quality
of learning and address issues arising during the teaching-learning
process. CAR is cyclical, consisting of planning, action implementation,
observation, and reflection phases, allowing teachers to continuously
refine their teaching strategies based on obtained results. With this
approach, teachers can directly identify students’ difficulties and
explore solutions that systematically and sustainably enhance learning
effectiveness.
With the number of student subjects as many as 26 students, the
researcher can put forward several conclusions, namely the teacher's
activity in implementing the collaborative learning model assisted by
media genially in science learning in each cycle has increased, the
value obtained in cycle II obtained a percentage of 81%. The learning
outcomes of students through the Implementation of the collaborative
learning model assisted by media genially in Improving the Learning
Outcomes of Class V Students in Science Subjects at SDN 1 Labuhan
Dalam Bandar Lampung which is seen from the post-test value in each
cycle has increased. The maximum completion criteria (KKM)
v
determined by the school is 75. In cycle II the learning outcomes
obtained a score of 81% complete and have met the KKM. So it can be
concluded that the Implementation of the collaborative learning model
assisted by media genially Can Improve the Learning Outcomes of
Class V Students in Science Subjects at SDN 1 Labuhan Dalam Bandar
Lampung
Keywords: Collaborative Learning Model, Media Genially, Learning
Outcomes, Science, SDN 1 Labuhan Dalam Bandar
Lampun
IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT DALAM MEREDUKSI PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DI MTS AL-HIDAYAH BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK
MENGGUNAKAN TEKNIK BEHAVIOR CONTRACT
DALAM MEREDUKSI PERILAKU MEMBOLOS
PESERTA DIDIK DI MTS AL-HIDAYAH
BANDAR LAMPUNG
OLEH
ALFA NASRULLOH
Peneliti memilih judul “Implementasi Konseling Kelompok
dengan Teknik Behavior Contract dalam Mereduksi Perilaku
Membolos Peserta Didik di MTS Al-Hidayah Bandar Lampung”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran
mengenai perilaku membolos peserta didik di MTS Al-Hidayah Bandar
Lampung, dan mengetahui pelaksanaan konseling kelompok dengan
teknik behavior contract dalam mereduksi perilaku membolos. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan
guru bimbingan dan konseling terkait pelaksanaan konseling kelompok
dengan teknik behavior contract dalam mereduksi perilaku membolos.
Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen
pendukung yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling di MTS
Al-Hidayah Bandar Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini
mencakup: Bagaimana gambaran perilaku membolos peserta didik di
MTS Al-Hidayah Bandar Lampung? Bagaimana implementasi
konseling kelompok menggunakan teknik behavior contract dalam
mereduksi perilaku membolos di MTS Al-Hidayah Bandar Lampung?
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan : Gambaran
tentang perilaku membolos peserta didik yaitu peserta didik tidak hadir
di sekolah selama beberapa hari, sering keluar kelas pada jam tertentu
karena tidak menyukai pelajaran atau guru mata pelajaran tertentu, dan
peserta didik sering tidak masuk sekolah tanpa izin. Implementasi
konseling kelompok teknik behavior contract yaitu guru bimbingan dan
konseling melihat absensi hadir peserta didik, melihat catatan buku
kasus, dan proses belajar mengajar di kelas. Guru bimbingan dan
i
konseling melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk
melakukan perjanjian kontrak perilaku. Hasil implementasi konseling
kelompok dengan teknik behavior contract berjalan dengan baik karena
setelah melakukan layanan dan teknik tersebut peserta didik mengalami
perubahan dengan tidak lagi melakukan perilaku membolos.
Kata kunci: Konseling Kelompok, Behavior Contract, Perilaku
Membolos
ii
ABSTRACT
The researcher chose the title "Implementation of Group
Counseling Using the Behavior Contract Technique to Reduce Student
Truancy Behavior at Al-Hidayah Islamic Junior High School (MTS) in
Bandar Lampung." The purpose of this study was to obtain an overview
of student truancy behavior at Al-Hidayah Islamic Junior High School
(MTS) in Bandar Lampung and to determine the implementation of
group counseling using the behavior contract technique in reducing
truancy. The research used was qualitative with a descriptive
approach.
Data collection techniques included observation, interviews,
and documentation. Primary data sources were obtained through
interviews with guidance and counseling teachers regarding the
implementation of group counseling using the behavior contract
technique in reducing truancy. Secondary data sources were obtained
from supporting documents provided by guidance and counseling
teachers at Al-Hidayah Islamic Junior High School (MTS) in Bandar
Lampung. The research questions include: What is the description of
student truancy behavior at Al-Hidayah Islamic Junior High School
(MTS) in Bandar Lampung? How does group counseling using the
behavior contract technique reduce truancy behavior at Al-Hidayah
Islamic Junior High School (MTS) in Bandar Lampung?
Based on the research conducted, the following descriptions of
truancy behavior were found: students were absent from school for
several days, frequently left class at certain times due to dislike of a
particular subject or teacher, and students were frequently absent from
school without permission. Implementation of group counseling using
the behavior contract technique involved guidance and counseling
teachers reviewing student attendance records, reviewing casebook
records, and reviewing the teaching and learning process in class.
Guidance and counseling teachers collaborated with subject teachers
to establish a behavior contract agreement. The implementation of
group counseling using the behavior contract technique was successful
because after using these services and techniques, students experienced
changes and no longer engaged in truancy behavior.
Keywords: Group Counseling, Behavior Contract, Truanc
PENGARUH TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN WAKTU PADA PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KIBANG LAMPUNG TIMUR
ABSTRAK
Disiplin waktu yang rendah pada peserta didik dapat
mengakibatkan peserta didik sering datang terlambat ke sekolah.
Keterlambatan tersebut dapat terjadi karena kurangnya kemampuan
dalam mengatur dan mengelola waktu dengan baik. Individu yang
memiliki disiplin waktu yang tinggi diharapkan dapat mengatur
aktivitasnya secara tepat dan terarah, sehingga mampu hadir tepat
waktu di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self
management untuk meningkatkan disiplin waktu pada peserta didik
yang datang terlambat ke sekolah di SMA Negeri 1 Kibang Lampung
Timur.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis
pre-eksperimen, dengan metode desain penelitian pre-experiment one
group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan teknik
pengumpulan data berupa angket skala likert disiplin waktu,
dokumentasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah
peserta didik kelas XI F1, F3, dan F4 di SMA Negeri 1 Kibang
Lampung Timur dengan jumlah populasi 87 peserta didik dan jumlah
sampel 7 peserta didik yang tersebar dalam 3 kelas tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan secara tidak acak (teknik non
probability sampling) yaitu berdasarkan rekomendasi dari guru BK
dan penyebaran angket screening.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
layanan konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap
disiplin waktu berpengaruh dan mengalami perubahan ke arah yang
lebih baik. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest
yang telah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian layanan.
Berdasarkan hasil pretest diperoleh skor rata-rata sebesar 55,3.
Kemudian setelah mendapatkan layanan konseling kelompok dengan
teknik
self-management,
peserta
didik
diberikan
posttest
menggunakan instrumen yang sama dan mendapatkan skor rata-rata
95,7. Hasil uji menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks, didapat nilai
Zhitung yaitu sebesar -2.371b dan nilai Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai
0,018. Dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan
teknik self-management berpengaruh untuk meningkatkan disiplin
waktu pada peserta didik yang datang terlambat ke sekolah di SMA
Negeri 1 Kibang Lampung Timur.
Kata Kunci: Layanan Konseling Kelompok, Teknik Self-management,
Disiplin Waktu
ii
ABSTRACT
Low time discipline among students can result in frequent
tardiness to school. This tardiness may occur due to a lack of ability
to organize and manage time effectively. Individuals with high time
discipline are expected to organize their activities appropriately and
purposefully, enabling them to arrive at school on time. The purpose
of this study is to analyze the effect of group counseling services with
self-management techniques to improve time discipline among
students who arrive late to school at SMA Negeri 1 Kibang, East
Lampung.
The research approach employed is a quantitative pre
experimental design, specifically using a one-group pretest-posttest
design method. This study utilizes data collection techniques including
a Likert scale questionnaire on time discipline, documentation, and
interviews. The population in this study consists of students from
classes XI F1, F3, and F4 at SMA Negeri 1 Kibang, East Lampung,
with a total population of 87 students and a sample of 7 students
distributed across these three classes. Sampling was conducted using
non-probability sampling techniques based on recommendations from
the guidance and counseling teacher and the distribution of screening
questionnaires.
Based on the research findings, it can be concluded that
group counseling services with self-management techniques have a
significant effect on time discipline and demonstrate positive changes.
This has been evidenced by the pretest and posttest results conducted
before and after the intervention. The pretest results showed an
average score of 55.3. After receiving group counseling services with
self-management techniques, students were administered a posttest
using the same instrument and obtained an average score of 95.7. The
test results using the Wilcoxon Signed Ranks Test yielded a Z
calculated value of -2.371b and an Asymp.Sig.(2-tailed) value of
0.018. It can be concluded that group counseling services with self
management techniques have a significant effect in improving time
discipline among students who arrive late to school at SMA Negeri 1
Kibang, East Lampung.
Keywords: Group Counseling Services, Self-Management Technique,
Time Disciplin
PENGARUH INVESTASI ASING LANGSUNG, KUALITAS LINGKUNGAN, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA-NEGARA G20 ASIA
ABSTRAK
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama keberhasilan
pembangunan suatu negara. Penelitian ini bertujuan memberikan
pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara faktor
ekonomi makro dan kualitas lingkungan dalam menjelaskan arah
pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia, khususnya pada negara
G20 Asia (China, Indonesia, Arab Saudi, India, dan Jepang) selama
periode 2014–2024. Studi ini penting karena mengintegrasikan
variabel ekonomi (FDI dan inflasi) serta variabel kualitas lingkungan
dalam satu model empiris, yang masih jarang dilakukan dalam
penelitian sebelumnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan data sekunder dari Bank Dunia dan Pusat Data Yale
University. Analisis dilakukan melalui model regresi panel data statis
(CEM, FEM, REM) dan dinamis (GMM). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi pada model FEM dan GMM. Kualitas
lingkungan tidak signifikan pada model statis, namun signifikan
positif pada model GMM yang mempertimbangkan dinamika jangka
panjang. Sementara itu, FDI tidak menunjukkan pengaruh signifikan
dalam seluruh model. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas harga
dan perbaikan kualitas lingkungan berperan penting dalam mendorong
pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini terbatas pada lima negara
dan periode sebelas tahun, sehingga disarankan memperluas variabel
dan cakupan negara pada studi selanjutnya. ABSTRACT
Economic growth is a key indicator of a country's development
success. This study aims to provide an in-depth understanding of the
relationship between macroeconomic factors and environmental
quality in explaining the direction of sustainable development in Asia,
particularly in the G20 Asian countries (China, Indonesia, Saudi
Arabia, India, and Japan) during the period 2014–2024. This study is
important because it integrates economic variables (FDI and
inflation) and environmental quality variable into a single empirical
model, which has rarely been done in previous studies. The research
method uses a quantitative approach with secondary data from the
World Bank and Yale University Data Center. The analysis was
conducted using static (CEM, FEM, REM) and dynamic (GMM) panel
data regression models. The results show that inflation has a positive
and significant effect on economic growth in the FEM and GMM
models. Environmental quality is not significant in the static model,
but is significantly positive in the GMM model, which considers longterm dynamics. Meanwhile, FDI does not show a significant effect in
any of the models. These findings confirm that price stability and
improvements in environmental quality play an important role in
promoting sustainable development. This study is limited to five
countries and an eleven-year period, so it is recommended to expand
the variables and country coverage in future studies
ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KETIDAKSIAPAN CALON SUAMI DALAM BERUMAH TANGGA AKIBAT PASANGAN HAMIL DI LUAR NIKAH (Studi Pada Desa Tanjung Kerta Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum
keluarga Islam terhadap kewajiban suami dalam pernikahan yang
terjadi akibat kehamilan di luar nikah, dengan studi kasus di Desa
Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran.
Fenomena pernikahan mendadak sebagai akibat dari kehamilan di luar
nikah menjadi problem sosial sekaligus hukum yang mempengaruhi
pelaksanaan tanggung jawab suami dalam rumah tangga.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber terdiri dari tokoh
agama, aparat desa, keluarga pasangan, dan suami yang menikah
karena kehamilan di luar nikah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas suami yang
menikah dalam kondisi tersebut mengalami ketidaksiapan
menjalankan peran rumah tangga, terutama karena faktor psikologis
(tekanan mental, rasa malu, kecemasan masa depan), faktor sosial
(tekanan dari keluarga dan masyarakat), serta faktor pendidikan
(minimnya pengetahuan tentang hak dan kewajiban suami). Padahal,
menurut hukum keluarga Islam, pernikahan yang sah tetap
mewajibkan suami untuk menunaikan kewajibannya secara penuh
tanpa pengecualian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat
kesenjangan antara norma ideal hukum Islam dengan praktik sosial
masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi pendidikan
pranikah, pendampingan keluarga, dan peran aktif tokoh agama untuk
mempersiapkan pasangan dalam membangun keluarga yang sesuai
dengan nilai-nilai Islam. ABSTRACT
This study aims to analyze the implications of Islamic family
law on a husband's obligations in a marriage resulting from an outof-wedlock pregnancy, using a case study in Tanjung Kerta Village,
Way Khilau District, Pesawaran Regency. The phenomenon of sudden
marriage resulting from an out-of-wedlock pregnancy is a social and
legal problem that affects the husband's performance of his
responsibilities within the household.
The research method used was a qualitative approach, with
data collection techniques through in-depth interviews, observation,
and documentation. The informants included religious leaders, village
officials, the couple's families, and husbands who married due to an
out-of-wedlock pregnancy.
The results indicate that the majority of husbands who
married under these circumstances were unprepared to fulfill their
domestic roles, primarily due to psychological factors (mental stress,
shame, anxiety about the future), social factors (pressure from family
and society), and educational factors (lack of knowledge about the
husband's rights and obligations). However, according to Islamic
family law, a valid marriage still requires the husband to fulfill his
obligations fully without exception. This study concludes that there is
a gap between the ideal norms of Islamic law and social practices.
Therefore, premarital education, family mentoring, and the active role
of religious leaders are needed to prepare couples to build families in
accordance with Islamic values
IMPLEMENTASI KEGIATAN KEORGANISASIAN DALAM PEMBINAAN KARAKTER SOSIAL KEAGAMAAN PADA SISWA DI SMA N 15 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Implementasi kegiatan keorganisasian menjadi rujukan pada
pembentukan karakter sosial keagamaan pada siswa. Fenomena
menurunnya karakter sosial keagamaan di kalangan siswa SMA
Negeri 15 Bandar Lampung, yang tampak dari melemahnya
kedisiplinan, rendahnya rasa tanggung jawab, dan menurunnya
partisipasi dalam kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan
sekolah. Perubahan pola perilaku remaja yang semakin individualistis
dan kurang menghargai nilai moral serta religius menjadi tantangan
bagi lembaga pendidikan dalam membentuk kepribadian yang
seimbang antara pengetahuan, sikap, dan spiritualitas. Untuk
menjawab permasalahan tersebut, sekolah berupaya menanamkan nilai
sosial dan keagamaan melalui kegiatan keorganisasian seperti OSIS,
Paskibra, dan Pramuka yang diharapkan dapat menjadi wadah
pembentukan karakter melalui pelatihan kedisiplinan, tanggung jawab,
kepemimpinan, dan penguatan religiusitas. Penelitian ini penting
dilakukan untuk memahami sejauh mana kegiatan organisasi berperan
dalam membina karakter sosial keagamaan siswa serta bagaimana
proses internalisasi nilai-nilai tersebut berlangsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMA Negeri 15 Bandar
Lampung dengan informan yang terdiri dari wakil kepala sekolah
bidang kesiswaan, pembina organisasi, serta pengurus dan anggota
OSIS, Paskibra, dan Pramuka. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Untuk memperkuat analisis, penelitian ini menggunakan teori
Struktural Fungsional Talcott Parsons yang menyoroti fungsi
organisasi dalam menjaga keteraturan sosial dan menanamkan nilai
kolektif, serta teori Sosialisasi Peter L. Berger dan Thomas Luckmann
yang menjelaskan proses internalisasi nilai sosial keagamaan dalam
diri siswa.
Kegiatan keorganisasian di SMA Negeri 15 Bandar Lampung
memiliki peran signifikan dalam membina karakter sosial keagamaan
siswa. Melalui kegiatan seperti latihan rutin, pembiasaan ibadah
bersama, bakti sosial, dan kegiatan kepemimpinan, siswa mengalami
peningkatan pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, empati sosial,
serta kesadaran religius. Analisis dengan teori Struktural Fungsional
menunjukkan bahwa organisasi berfungsi sebagai sistem sosial yang
menyeimbangkan integrasi nilai dan adaptasi perilaku siswa dalam
lingkungan sekolah. Sementara itu, teori Sosialisasi Berger dan
ii
iii
Luckmann menjelaskan bahwa kegiatan organisasi menjadi ruang
internalisasi nilai yang mengubah pengalaman sosial menjadi
kesadaran religius yang terlembaga dalam diri siswa. Dengan
demikian, kegiatan keorganisasian tidak hanya berfungsi sebagai
sarana pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai instrumen
pendidikan karakter yang efektif dalam menanamkan nilai sosial
keagamaan secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Organisasi, Karakter, Sosial Keagamaan.
ABSTRACT
The implementation of organizational activities serves as a
reference in the formation of students’ socio-religious character. The
phenomenon of the decline in socio-religious character among
students at SMA Negeri 15 Bandar Lampung is reflected in the
weakening of discipline, the low sense of responsibility, and the
decreased participation in religious and social activities within the
school environment. The changing patterns of adolescent behavior,
which tend to become more individualistic and less appreciative of
moral and religious values, pose challenges for educational
institutions in shaping personalities that are balanced in knowledge,
attitude, and spirituality. To address these issues, the school seeks to
instill social and religious values through organizational activities
such as OSIS, Paskibra, and Pramuka, which are expected to serve as
a medium for character formation through training in discipline,
responsibility, leadership, and the strengthening of religiosity. This
study is important to understand the extent to which organizational
activities contribute to fostering students’ socio-religious character
and how the process of internalizing these values takes place.
This research employs a qualitative approach with a
descriptive method. The study was conducted at SMA Negeri 15
Bandar Lampung, with informants consisting of the Vice Principal for
Student Affairs, organizational advisors, and members of OSIS,
Paskibra, and Pramuka. Data were collected through observation, indepth interviews, and documentation, and then analyzed through data
reduction, data display, and conclusion drawing. To strengthen the
analysis, this study applies Talcott Parsons’ Structural Functional
Theory, which highlights the role of organizations in maintaining
social order and instilling collective values, as well as Peter L. Berger
and Thomas Luckmann’s Socialization Theory, which explains the
process of internalizing socio-religious values within students.
Organizational activities at SMA Negeri 15 Bandar Lampung
play a significant role in fostering students’ socio-religious character.
Through activities such as regular training, collective worship, social
service, and leadership programs, students demonstrate improvements
in discipline, responsibility, social empathy, and religious awareness.
The analysis using Structural Functional Theory shows that the
organization functions as a social system that balances value
integration and behavioral adaptation among students within the
school environment. Meanwhile, Berger and Luckmann’s
Socialization Theory explains that organizational activities serve as a
iv
v
space for the internalization of values that transform social
experiences into institutionalized religious consciousness within
students. Thus, organizational activities not only function as a medium
for developing students’ interests and talents but also as an effective
instrument of character education in continuously instilling socio�religious values.
Keywords: Organization, Character, Socio-Religious