39192 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN ZAKAT BERBASIS PETERNAKAN DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di LAZIS PCNU Pringsewu)
ABSTRAK
Pelaksanaan zakat merupakan ungkapan syukur atas karunia yang
diberikan Allah berupa harta yang dimiliki telah memberikan manfaat
bagi kehidupan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana
praktik pemberdayaan zakat berbasis peternakan di kantor Lembaga Amil
Zakat Infaq Ṣhadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pringsewu dan
Bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik
pemberdayaan zakat berbasis peternakan di kantor Lembaga Amil Zakat
Infaq Ṣhadaqah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LAZIS PCNU)
Pringsewu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik
pemberdayaan zakat berbasis peternakan Dikantor Lembaga Amil Zakat
Infaq Ṣhadaqah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LAZIS PCNU)
Pringsewu dan untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi syariah
terhadap praktik pemberdayaan zakat berbasis peternakan di kantor
Lembaga Amil Zakat Infaq Ṣhadaqah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama
(LAZIS PCNU) Pringsewu.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode
menghasilkan data deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian
lapangan dilakukan dengan mengkaji data yang bersumber dari lokasi
atau lapangan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa
praktik
pemberdayaan zakat peternakan yang diselenggarakan oleh
LAZIS PCNU yaitu mustahiq diberikan 1 ekor kambing, kemudian
mustahiq wajib mengembalikan 2 ekor kambing jika kambing tersebut
telah beranak. Setelah 2 ekor kambing diberikan kepada pihak LAZIS
PCNU maka indukan kambing dan anaknya menjadi hak milik mustahiq
sepenuhnya. 2 ekor kambing yang telah diberikan oleh mustahiq akan
diberikan kepada mustahiq lainnya untuk dikembangbiakkan kembali.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pemberdayaan zakat berbasis
peternakan di LAZIS PCNU telah sesuai dengan konsep zakat produktif
dalam bentuk ternak hewan kambing. Zakat hewan ternak juga salah satu
bentuk ibadah sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Selain itu pihak mustahiq juga
menepati perjanjian bagi hasil zakat peternakan dengan LAZIS PCNU
dimana jika mustahiq mendapatkan zakat 1 ekor kambing untuk
mengembangkan ekonominya maka harus bisa mengembalikan hasil dari
zakat tersebut berupa 2 ekor anak kambing betina kepada LAZIS PCNU
sebagai tabungan mustahiq.
Kata Kunci: Pemberdayaan; Zakat; Hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT
The implementation of zakat is an expression of gratitude for the
gift given by God in the form of wealth that has provided benefits for life.
The formulation of the problem in this research is how to practice
livestock-based zakat empowerment at the Pringsewu office of the Amil
Zakat Infaq Ṣhadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Institute and how to
review Sharia Economic Law on the practice of livestock-based zakat
empowerment at the office of the Amil Zakat Infaq Ṣhadaqah Institute for
Nahdlatul Ulama Branch Management (LAZIS). PCNU) Pringsewu. The
aim of this research is to determine the practice of livestock-based zakat
empowerment at the Pringsewu Amil Zakat Infaq Ṣhadaqah Branch
Management Office of Nahdlatul Ulama (LAZIS PCNU) and to find out
the sharia economic law review of the practice of livestock-based zakat
empowerment at the office of the Amil Zakat Infaq Ṣhadaqah Institution
for Nahdlatul Ulama Branch Management (LAZIS PCNU) Pringsewu.
The method used is a qualitative method, namely a method of
producing descriptive data. The type of research used in this research is
field research. Field research is carried out by examining data sourced
from the research location or field. This research is descriptive analytical
in nature.
Based on the research results, it can be concluded that the practice
of empowering livestock zakat organized by LAZIS PCNU is that the
mustahiq is given 1 goat, then the mustahiq is obliged to return 2 goats if
the goat has given birth. After the 2 goats were given to LAZIS PCNU,
the mother goat and its offspring became the full property of the
mustahiq. The 2 goats given by the mustahiq will be given to other
mustahiq to be bred again. The Sharia Economic Law review of livestock
based zakat empowerment at LAZIS PCNU is in accordance with the
concept of productive zakat in the form of goat livestock. Zakat on
livestock is also a form of worship as regulated in Law Number 23 of
2011 concerning zakat management. Apart from that, the mustahiq also
fulfills an agreement to share the results of zakat on livestock with LAZIS
PCNU where if a mustahiq gets zakat from 1 goat to develop its economy
then it must be able to return the results of the zakat in the form of 2
female goats to LAZIS PCNU as mustahiq's savings.
Keywords: Empowerment; Zakat; Sharia Economic Law
ANALISIS KRITIS KEMAMPUAN HOTS DALAM PEMBELAJARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA 1 MESUJI
ABSTRAK
Abad 21 merupakan abad pengetahuan, abad di mana
globalisasi dan teknologi informasi, revolusi industri berkembang
pesat. Karakteristik abad 21 ditandai dengan semakin berkembangnya
dunia ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan abad 21
peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat
tinggi, literasi digital, kemampuan berkomunikasi, bertanggung jawab
secara pribadi dan juga lingkungan sosial. Oleh karena itu penelitian
ini bertujaun untuk mengetahui apakah kemampuan Higher Order
Thingking Skill (HOTS) pada pembelajaran materi keanekaragaman
hayati pada siswa di SMA 1 Mesuji sudah sesuai atau belum.
Jenis penelitian yang dilakukan ini yaitu penelitian kualitatif
dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, soal
dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi dengan responden
siswa kelas 10 di SMA 1 Mesuji.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa kemampuan HOTS peserta didik di SMA 1 Mesuji untuk
indiaktor menganalisis sebesar 74%, Indikator mengevaluasi sebesar
69% dan indikator mencipta sebesar 58% dengan persentase rata-rata
sebesar 67% dengan kategori sedang.
Kata Kunci: Higher Order Thinking Skill, keanekaragaman hayati
iii
ABSTRACT
The 21st century is the century of knowledge, a century in
which globalization and information technology, the industrial
revolution are developing rapidly. The characteristics of the 21st
century are marked by the increasing development of the world of
science. Along with the development of the 21st century, students are
required to have high-level thinking skills, digital literacy,
communication skills, personal responsibility and also the social
environment. Therefore, this study aims to find out whether the
ability
of Higher Order Thingking Skill (HOTS) in learning
biodiversity material in students at SMA 1 Mesuji is appropriate or
not.
The type of research carried out is qualitative research with
data collection using interviews, observations, questions and
documentation to obtain information with respondents of grade 10
students at SMA 1 Mesuji.
The results obtained from this study are Based on the results
of the research and discussion above, it can be concluded that the
HOTS ability of students at SMA 1 Mesuji for indicators to analyze is
74%, the evaluation indicator is 69% and the creating indicator is 58%
with an average percentage of 67% with the medium category.
Keywords: Higher Order Thinking Skill, biodiversit
THE INFLUENCE OF USING CAKE APPLICATION TOWARD STUDENTS’ LISTENING SKILL IN A VOCATIONAL HIGH SCHOOL OF BANDAR LAMPUNG
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF USING CAKE APPLICATION
TOWARD STUDENTS’ LISTENING SKILLIN A
VOCATIONAL HIGH SCHOOL OF BANDAR LAMPUNG
BY : USMAN
Many students still face challenges in learning English, particularly
in classroom teaching and learning processes.One of the difficulties
students face in learning English is listening. Listening is one of the
essential skills in English language learning.To address this issue, the
researcher employed the Cake application as a teaching medium to
enhance the listening skills of tenth-grade students at SMKN 1 Bandar
Lampung. The purpose of this study was to determine whether the Cake
application significantly affected students' listening skills before and after
its implementation.
This study employed a quasi-experimental pre-test and post-test
design with treatment.In this study, the researcher used an experimental
method using a quasi experimental pre-test-post-test group design. The
pre-test was given before the treatment was given. After the treatment
was completed, the researcher gave a post-test to the students. Finally, the
pre-test and post-test scores were compared to find the answer to the
research question. The population of this study was tenth grade students
of semester one of SMKN 1 Bandar Lampung. The population consisted
of six classes (A to F) with a total of 200 students, comprising 70 male
and 130 female students . The sample was taken using cluster random
sampling technique. Researchers took two classes, consisting of
experimental and control classes The Tata Boga class (30 students) was
selected as the experimental group, while the Marketing class (30
students) served as the control group. Data were collected using a
listening test for both pre-test and post-test, covering the topics
'Camping,' 'Thirsty Pocket,' and 'Look Up from Your Phone'
From the results of data analysis, the Mann-Whitney test results
show that the resulting significant value is Asymp. Sig. (2-tailed) <.001 <
0.050. Sig. Based on these results, it was concluded that there wasa
significant effect of using the Cake application on students' listening
skills in class X students of SMKN 1 Bandar Lampung. Students reported
increased interest in listening activities, as the application's interactive
features created an engaging and enjoyable learning atmosphere.
Key Words: Cake
Application,
Experimental
Students’Listening Skills, Vocational High School
D
KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA LAMPUNG PADA IKATAN DUTA BAHASA PROVINSI LAMPUNG
ABSTRAK
Strategi komunikasi organisasi dapat diartikan sebagai
pendekatan sistematis yang dirancang untuk mengelola pesan,
menyampaikan informasi, membangun pemahaman bersama, serta
memengaruhi perilaku anggota organisasi. Ikatan Duta Bahasa
Provinsi Lampung, sebagai organisasi yang berada di bawah naungan
Kantor Bahasa Provinsi Lampung, memiliki peran vital dalam
pelestarian
budaya
Lampung,
khususnya
bahasa.
Dalam
pelaksanaannya, strategi komunikasi organisasi tidak hanya berfungsi
untuk menyampaikan informasi antaranggota, tetapi juga berperan
sebagai media pembelajaran bagi para duta bahasa. Melalui strategi
ini, mereka didorong untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran
tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya lokal sebagai bagian
dari identitas Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh
Ikatan Duta Bahasa Provinsi Lampung dalam meningkatkan literasi
budaya Lampung di kalangan Duta Bahasa Provinsi Lampung.
Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini
adalah penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini bersifat
deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer
diperoleh langsung dengan menggunakan metode purposive sampling
dan diperoleh lima belas orang informan yang terdiri dari Pembina,
lima orang Komite Etik, empat Presidium Inti, dan lima anggota aktif
Ikadubas Lampung. Sedangkan data sekunder diperoleh dari
dokumen, arsip, literatur, dan media alternatif yang relevan. Ada pun
teknik pengumpulan data adalah metode wawancara bebas terpimpin,
observasi partisipan, dan dokumentasi. Metode analisis data mengikuti
konsep yang diberikan Miles dan Huberman yaitu melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan
teori dalam penelitian ini adalah Strategi Komunikasi Organisasi dan
metode pendekatannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi
organisasi di Ikatan Duta Bahasa Provinsi Lampung bersifat dinamis.
Strategi ini dimulai dengan merencanakan proses komunikasi yang
terdiri dari komunikator, pesan, media atau saluran, komunikan, dan
timbal balik yang kemudian diperkuat dengan upaya pendekatan yang
selaras dengan strategi yang diterapkan. Pendekatan Rasional (The
Rational Approach) menerapkan strategi Optimalisasi Komunikasi
Internal sebagai Fondasi Efektivitas Organisasi dan Penerapan Pola MSE (Masalah, Solusi, Eksekusi) dalam Strategi Komunikasi
Organisasi.
Pendekatan Perilaku (The Behavior Approach)
menerapkan startegi Komunikasi Berdasarkan Usia, Angkatan, dan
Jabatan serta Peningkatan Mutu Kinerja Anggota Melalui Motivasi
dan Apresiasi. Pendekatan Pengalaman (The Experiential Approach)
menerapkan Pendekatan Emosional Melalui Pola 3M (Memulai,
Memberi Batasan, Menjaga Ikatan) serta Penyelesaian Tantangan dan
Hambatan Melalui Evaluasi Triwulan. Salah satu hasil dari proses
evaluasi ini terlihat dari peningkatan kinerja pengurus pada triwulan
sebelumnya, karena setiap anggota dapat memahami kelebihan dan
kekurangannya, sehingga termotivasi untuk memperbaiki performa.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi Organisasi, Literasi Budaya,
Budaya Lampung, Ikatan Duta Bahasa Provinsi
Lampung. ABSTRACT
Organizational communication strategies can be understood
as systematic approaches designed to manage messages, convey
information, build mutual understanding, and influence the behaviour
of organizational members. The Ikatan Duta Bahasa Provinsi
Lampung (Ikadubas Lampung), under the auspices of the Lampung
Provincial Language Office, holds a vital role in preserving Lampung
culture, particularly its language. In practice, organizational
communication strategies not only function as a medium for
information dissemination but also serve as a learning platform for
language ambassadors. Through these strategies, members are
encouraged to enhance their understanding and awareness of the
importance of preserving local culture as part of Lampung’s identity.
This research aims to analyse the organizational communication
strategies employed by Ikadubas Lampung to promote cultural
literacy among its members.
The research employs field research with a descriptive and
qualitative approach. Primary data were collected directly using
purposive sampling, resulting in fifteen informants consisting of one
adviser, five members of the Ethics Committee, four Core Presidium
members, and five active Ikadubas Lampung members. Secondary
data were obtained from documents, archives, literature, and relevant
alternative media. Data collection techniques included semi
structured interviews, participant observation, and documentation.
Data analysis followed the concept provided by Miles and Huberman,
encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing.
The theoretical framework is based on organizational communication
strategies and their application methods.
The research findings indicate that the organizational
communication strategy within the Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) of
Lampung Province is dynamic and structured. This strategy begins
with a well-planned communication process that includes the
communicator, message, media or channels, communicants, and
feedback, which is then reinforced through approaches aligned with
the implemented strategies. The Rational Approach applies the
strategy of Internal Communication Optimization as the Foundation
for Organizational Effectiveness and the implementation of the MSE
Pattern (Masalah, Solusi, Eksekusi–Problem, Solution, Execution) in
Organizational Communication Strategy. The Behavioral Approach adopts communication strategies based on age, cohort, and position,
along with enhancing member performance quality through
motivation and appreciation. Meanwhile, the Experiential Approach
emphasizes emotional engagement through the 3M Pattern (Memulai,
Memberi Batasan, Menjaga Ikatan–Initiating, Setting Boundaries,
Maintaining Bonds) and the resolution of challenges and obstacles
through a quarterly evaluation system. One of the outcomes of these
evaluations is the improvement in the performance of the management
team, as each member becomes more aware of their strengths and
weaknesses, motivating them to improve their performance.
Keywords: Organizational Communication Strategy, Cultural
Literacy, Lampung Culture, Ikatan Duta Bahasa Provinsi
Lampung
PRAKTIK PENUNDAAN KEHAMILAN PADA PENGANTIN BARU SELAMA MASA RUWATAN PERSPEKTIF ULAMA NAHDHATUL ULAMA (Studi Dusun Pujaya 1 Desa Muara Jaya II Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat)
ABSTRAK
Suku Jawa merupakan salah satu kelompok etnis di Indonesia
yang kaya akan tradisi budaya. Keunikan suku Jawa terletak pada
keragaman praktik upacara atau ritual kebudayaan, salah satunya
adalah ruwatan, yaitu upacara siraman dan doa untuk meminta
keberkahan dalam kehidupan. Di Dusun Pujaya 1 Desa Muara Jaya II,
ruwatan dilakukan pada pasangan pengantin baru, di mana calon ibu
diruwat sebelum kehamilan. Tradisi ini mengharuskan pasangan
menunda kehamilan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan
rumah tangga hingga upacara ruwatan selesai. Penelitian ini bertujuan
untuk menjawab tiga persoalan, bagaimana praktik menunda
kehamilan selama masa ruwatan di Desa Muara Jaya II, bagaimana
pandangan ulama Nahdlatul Ulama terhadap praktik penundaan
kehamilan selama masa ruwatan, dan bagaimana tinjauan hukum Islam
terhadap pandangan ulama NU mengenai praktik tersebut.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
sifat deskriptif analitis. Penelitian dilakukan melalui wawancara dan
observasi langsung di lapangan (field research).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah praktik penundaan
kehamilan dilakukan berdasarkan perhitungan weton (hari pasaran
dilakukannya resepsi pernikahan) atau tanggal 1 Suro sebagai waktu
ruwatan massal. Dalam pandangan Islam, Majelis Wakil Cabang
Nahdhatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kebun Tebu menilai praktik
penundaan kehamilan ini termasuk makru>h karena tidak ada alasan
medis yang mendesak. Namun, secara ‘urf, tradisi ini termasuk ‘Urf
S{ah}i>h} (tradisi yang sah menurut hukum Islam), hal ini karena
penundaan kehamilan bertujuan memberikan waktu bagi pasangan
beradaptasi, dalam kehidupan pernikahan, refelksi, dan perhitungan
akan kesiapan. Tinjauan hukum Islam terhadap pendapat ulama NU
menunjukkan bahwa pendapat mereka selaras dengan prinsip-prinsip
hukum Islam. Meskipun praktik praktik penundaan kehamilan
tergolong makru>h, ulama NU tetap mengakui validitasnya sebagai
tradisi yang sesuai syariat selama dilakukan dengan niat baik dan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai agama. Tradisi ini dianggap sebagai
bagian dari adat yang sah karena memenuhi syarat maslahat dalam
Islam, yaitu mengedepankan manfaat selama tidak melanggar prinsip
prinsip agama.
Kata Kunci : Penundaan Kehamilan, Ruwatan Pandangan Ulama
Nahdhatul Ulama, Hukum Keluarga Islam. ABSTRACT
The Javanese people are one of the ethnic groups in Indonesia that
are rich in cultural traditions. The uniqueness of the Javanese lies in
the diversity of ceremonial or ritual practices, one of which is
ruwatan, a ritual of cleansing and prayer to seek blessings in life. In
Pujaya 1 Hamlet, Muara Jaya II Village, ruwatan is performed on
newlywed couples, where the prospective mother undergoes the ritual
before pregnancy. This tradition requires couples to postpone
pregnancy to adjust to married life until the ruwatan ceremony is
completed. This research aims to address three issues: how the
practice of delaying pregnancy during the ruwatan period in Muara
Jaya II Village is carried out, the views of Nahdlatul Ulama (NU)
scholars on the practice of delaying pregnancy during ruwatan, and
the Islamic legal perspective on the NU scholars' views regarding this
practice.
The research uses a qualitative approach with a descriptive
analytical nature. Data were collected through interviews and direct
field observations (field research).
The conclusion of this research is that the practice of delaying
pregnancy is based on the calculation of weton (the market day of the
wedding reception) or the 1st of Suro as the time for the mass
ruwatan. In the Islamic view, the Nahdhatul Ulama Branch Council
(MWCNU) of Kebun Tebu Subdistrict considers the practice of
delaying pregnancy to be makru>h (discouraged) because there is no
urgent medical reason. However, in terms of ‘urf (customary law), this
tradition is categorized as ‘Urf S{ah}i>h} (valid tradition according to
Islamic law) because delaying pregnancy aims to provide time for the
couple to adapt to married life, reflect, and assess their readiness. The
Islamic legal perspective on the NU scholars' views shows that their
opinion is in line with the principles of Islamic law. Although the
practice of delaying pregnancy is considered makru>h, NU scholars
still recognize its validity as a tradition that aligns with Islamic
teachings, as long as it is done with good intentions and does not
contradict religious values. This tradition is considered part of
legitimate custom as it fulfills the maslahah (public interest)
requirement in Islam, prioritizing benefits as long as it does not
violate religious principles.
Keywords: Delaying Pregnancy, Ruwatan, Nahdlatul Ulama
Scholars’ Perspective, Islamic Family Law
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran project based learning terhadap berpikir kritis peserta
didik.
Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasy Eksperiment.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X
yang terdiri dari kelas X.1 sampai dengan X.4, dengan sampel yang
digunakan X.1 sebagai kelas eksperimen dan X.2 sebagai kelas
kontrol. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah
teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yaitu tes
soal uraian. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji
independent-samples T-test.
Hasil pengujian hipotesis signifikansi untuk uji independent
samples T-test yaitu sig (2 - tailed) < 0,05 yang artinya Ha diterima.
Tapi, jika signifikansinya sig (2 - tailed) > 0,05, maka Ho ditolak.
Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa: Model
pembelajaran project based learning dapat meningkatkan berpikir
kritis peserta didik. Hal ini karena model pembelajaran project based
learning memungkinkan peserta didik untuk belajar secara aktif,
mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan
motivasi belajar peserta didik. Terdapat pengaruh model pembelajaran
project based learning terhadap berpikir kritis peserta didik.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Model Pembelajaran, Project Based
Learning.
ii
ABSTRACT
This research aims to determine the effect of the project based
learning model on students' critical thinking.
The research method used is Quasy Experiment. The population
used in this research was the entire class X consisting of classes X.1 to
X.4, with the sample used X.1 as the experimental class and X.2 as the
control class. The technique used for sampling is the cluster random
sampling technique. The instrument used in this research to measure
critical thinking skills is the essay question test. The hypothesis test
used in this research is the independent-samples T-test.
The results of significance hypothesis testing for the independent
samples T-test are sig (2 - tailed) < 0.05, which means Ha is accepted.
But, if the significance is sig (2 - tailed) > 0.05, then Ho is rejected.
Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that:
The project based learning model can improve students' critical
thinking. This is because the project based learning model allows
students to learn actively, develop critical thinking skills and increase
students' learning motivation. There is an influence of the project
based learning model on students' critical thinking.
Keywords: Critical Thinking, Learning Model, Project Based
Learnin
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP KETERMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SKI
Abstrak Penelitian yang dilakukan adalah untuk menguji keberhasilan model
pembelajaran Search, Solve, Create, and Share
(SSCS) dalam mengembangkan
keterampiilan berpikir kritis peserta didik kelas sebelas pada pelajaran SKI. Metode
penelitian eksperimen dengan design quasi-eksperimental one group pretest-posttes.
Penelitian menemukan bahwa model ini berperan dalam mengembagkan berbagai aspek
ndikator berpikir kritis, terutama dalam membangun keterampilan dasar. Besar
perhitungan, terdapat penigkatan sebesar 0,61 dalam skor tes awal dan tes akhir. Hal ini
mengindikasi bahwa model SSCS dapat menjadi strategi pembelajaran yang interaktif dan
meningkatkan keterampilan berpikir kritis milik pesertaa didik. Peserta didik yang
memiliki keterampilan berpikir kritis maka memliki kemampuan dalam menghadapi
hambatan dalam kehidupan di masa mendatang.
Kata kunci: Peserta Didik, Berpikir Kritis, Model Pembelajaran SSCS.
Abstract: The research aimed to examine the effectiveness of the Search, Solve, Create,
and Share (SSCS) learning model in improving critical thinking skills of eleventh-grade
students in Islamic History and Culture. This research employed a quasi-experimental
design with a one-group pretest-posttest design. The results showed a significant increase
in students' critical thinking skills after the implementation of the SSCS model. Data
INOVASI PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN | VOLUME 13 NO. 1
1
[PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN SKI] – Lutfiah Ratna Dhita1Uswatun Khasanah2Rudy Irawan3Heru Juabdn Sada4Muhammad Mustofa5
analysis indicated that the SSCS model was effective in improving all aspects of critical
thinking skills, especially in the indicator of building basic skills. According to the
statistics, the resilt from pretest and posttest are 0,60. The implications of this study are
that the SSCS model can be an effective alternative to improve the quality of Islamic
History and Culture learning and prepare students for future challenges.
Keywords: Learners, critical thinking, learning Model SSCS.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN CAS (CREATIVITY, ACTIVITY, SERVICE) DALAM MENANAMKAN KESADARAN PSIKOMOTORIK FIKIH PESERTA DIDIK MADRASAH TSANAWIYAH
Abstrak
Artikel ini membahas tentang implementasi metode pembelajaran
Creativity,
Activity,
Service (CAS) dalam mengembangkan
kemampuan psikomotorik fikih peserta didik di Madrasah
Tsanawiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan di
sekolah tersebut, khususnya terkait dengan ibadah sholat, di mana
peserta didik kelas VII cenderung malas hingga berkaburan pada saat
jam sholat tiba dan belum menghafal bacaan sholat dengan baik.
Untuk mengatasi permasalahan ini, kepala sekolah menginisiasi
implementasi metode CAS sebagai pendekatan pembelajaran yang
melibatkan creativity, activity, service. Metode ini bertujuan untuk
membantu peserta didik mengembangkan keterampilan psikomotorik
mereka dalam melaksanakan praktik ibadah, khususnya dalam aspek
fikih sholat. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai peneliti
yang mengamati implementasi metode CAS dalam menanamkan
kesadaran psikomotorik fikih pada peserta didik tersebut. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran
Creativity, Activity, Service
CAS dalam menanamkan kesadaran
psikomotorik fikih peserta didik kelas VII Mts Ma'arif NU Wawasan
Lampung Selatan Kec. Tanjungsari dilakukan telah melalui tahapan
pelaksanaan dan penilaian yang menggambarkan dinamika interaksi,
pengalaman belajar yang mendalam serta refleksi peserta didik
terhadap praktik ibadah yang dijalankan dengan baik.
Kata kunci: Metode Pembelajaran, CAS ( Creativity, Activity,
Service), Psikomotorik, Shola
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF ESTEEM AND LEARNING INDEPENDENCE?
A. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada
hubungan antara self esteem terhadap kemandirian belajar
mahasiswa prodi PAI di UIN Raden Intan Lampung.
Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post facto dengan
desain. Populasi ini adalah seluruh mahasiswa prodi pai di
UIN Raden Intan Lampung .Adapun Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simpel
random sampling yang berjumlah 81 responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data
menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas,Uji
homogenitas,uji linearitas serta uji hipotesis berupa uji t, uji f,
uji koefisien determinasi, dan uji heteroskedastisitas.Hasil
Penelitian ini menunjukan bahwa self esteem memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar
mahasiswa prodi PAI di UIN Raden Intan Lampung.
Berdasarkan output diatas diketahui nilai signifikan (sig.)
sebesar 0,002 lebih kecil dari < probability 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang
berarti bahwa “ada pengaruh self esteem (X) terhadap
kemandirian belajar (Y)”
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENAMBAHAN HARGA OLEH DISTRIBUTOR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MINIGOLD DENGAN SISTEM KREDIT MELALUI MEDIA SOSIAL PADA DISTRIBUTOR DI BANDAR LAMPUNG (Studi di Distributor MiniGold Bandar lampung)
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi transaksi jual beli emas pada
MiniGold Di Distributor Kota Bandar Lampung. Transaksi jual beli emas
Minigold dengan sistem kredit yang dilakukan dengan cara memesan barang
terlebih dahulu melalui distributor, penjual tidak menerapkan uang muka dan
tidak memberikan tempo atau jangka waktu pelunasan sampai kapan
pelunasan kredit tersebut berakhir tetapi terdapat penambahan harga setelah
terjadi kesepakatan. Sedangkan diawal kesepakatan tidak dijelaskan
mengenai adanya penambahan harga. Dan barang akan diserahkan diakhir
setelah angsuran selesai. Apabila pembeli tidak dapat melunasi angsuran
tersebut maka uang yang dibayarkan diawal akan hangus dan tidak
mendapatkan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum
Islam terhadap transaksi jual beli MiniGold secara kredit pada Distributor
MiniGold Bandar Lampung, khususnya terkait penerapan sistem
pembayaran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
Sistem Penambahan Harga Dalam Transaksi Jual Beli Emas MiniGold
Dengan Sistem Kredit Melalui Media Sosial Pada Distributor MiniGold
Bandar Lampung? (2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap
Penambahan Harga Oleh Distributor Dalam Transaksi Jual Beli Emas
MiniGold Dengan Sistem Kredit Melaui Media Sosial Pada Distributor Di
Bandar Lampung? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem
penambahan yang digunakan dalam transaksi jual beli emas secara kredit dan
untuk mengetahui tinjauan hukum Islam mengenai sistem penambahan harga
dalam transaksi jual beli MiniGold secara kredit pada Distributor Bandar
Lampung.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian
lapangan (field research). Lokasi peneltian ini berada di Distributor
MiniGold Bandar Lampung yang berada di Sukabumi dan Way Halim.
Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analisis melalui
pola pikir deduktif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data
sekunder yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan para distributor dan
konsumen yang pernah melakukan transaksi jual beli emas secara kredit
dengan distributor tersebut. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
sistem penambahan harga dalam transaksi jual beli emas MiniGold secara
kredit tidak dijelaskan di dalam perjanjian sehingga ada ketidakjelasan dan
tidak transparan dalam transaksi tersebut. Sedangkan dalam tinjauan hukum
Islam penambahan harga dalam transaksi jual beli emas MiniGold tidak
diperbolehkan sebab menambahkan harga dari harga sebenarnya mendekati
dengan riba nasi’ah dan mengandung unsur ketidakpastian dalam
transaksinya.
Kata Kunci : Jual Beli Emas, MiniGold, Kredit, Hukum Islam. ABSTRACT
This research was motivated by gold trading transactions at
MiniGold Distributors in Bandar Lampung City. MiniGold gold trading
transactions with a credit system were carried out by ordering goods in
advance through a distributor. The seller did not apply a down payment and
did not provide a deadline or a time limit for repayment until when the credit
repayment would end, but there was an additional price after an agreement
was reached. Meanwhile, at the beginning of the agreement, it was not
explained regarding the additional price. And the goods would be handed
over at the end after the installments were completed. If the buyer could not
pay off the installments, the money paid at the beginning would be forfeited
and they would not receive the goods. This study aimed to analyze Islamic
law on MiniGold gold trading transactions on credit at MiniGold
Distributors in Bandar Lampung, especially regarding the application of the
payment system.
The problem formulations in this study were: (1) How is the System
of Adding Prices in MiniGold Gold Trading Transactions with a Credit
System Through Social Media at MiniGold Distributors in Bandar Lampung?
(2) How is the Islamic Law Review of the Price Increase by Distributors in
MiniGold Gold Trading Transactions with a Credit System Through Social
Media at Distributors in Bandar Lampung? This research aimed to
determine the system of additional charges used in gold credit transactions
and to examine the Islamic law perspective on the system of price increases
in MiniGold credit transactions at Distributors in Bandar Lampung.
In this study, the researcher used a field research method. The
location of this research was at the MiniGold Distributor in Bandar
Lampung, which is located in Sukabumi and Way Halim. The data collection
method used observation, interviews, and documentation methods, then
analyzed by descriptive analysis methods through a deductive mindset. This
study used primary and secondary data sources obtained through interviews
with distributors and consumers who had made gold trading transactions on
credit with the distributor. The results of this study can be concluded that the
system of adding prices in MiniGold gold trading transactions on credit was
not explained in the agreement so there was a lack of clarity and
transparency in the transaction. Meanwhile, in the view of Islamic law, the
addition of prices in MiniGold gold trading transactions is not allowed
because adding prices from the actual price is close to riba nasi'ah and
contains elements of uncertainty in the transaction.
Keywords: Gold Buying and Selling, MiniGold, Credit, Islamic Law