Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MTS NEGERI 1 PRINGSEWU

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di tingkat Madrasah Tsanawiyah. Model pembelajaran Think Pair Share diterapkan sebagai salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif peserta didik melalui diskusi berpasangan dan berbagi pendapat dalam kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian True Experimental Design dengan desain penelitian Non-equivalent control group design dan teknik probability sampling jenis cluster sampling dalam pengambilan sampel. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji statistik yang dianalisis dengan uji independent Sample t-Test. Data diperoleh melalui hasil Pretest dan Posttest peserta didik dengan instrumen penelitian yang diterapkan berupa instrument tes soal pilihan ganda dan data hasil instrumen dianalisis statistik berupa uji perbandingan nilai pretest dan posttest kedua kelas. Hasil analisis data penelitian, diperoleh dari uji independent sample t test nilai signifikansi (sig) sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak dan H_a diterima, yang berarti terdapat perbedaan antara hasil belajar peserta didik kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Uji N-gain pada hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen sebesar 62.9098 dan 81.2957 atau 81% termasuk dalam kategori efektif dengan nilai N-Gain score minimal 62.50 dan maksimal 100.00. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share efektif untuk 2 meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTS Negeri 1 Pringsewu. Kata Kunci: Efektivitas, Think Pair Share, Hasil Belajar, Madrasah Tsanawiyah, Fikih

    تحليل أدوات تقييم تعليم اللغة العربية في مدرسة الإخلاص الثانوية الإسلامية لامبونج الجنوبية

    No full text
    صخلم ‌في‌ةيبرعلا‌ةغللا‌ملعم‌اىأشنأ‌تيلا‌مييقتلا‌تاودأ‌ةدوج‌نع‌ثحبلا‌اذى‌ثحبي ‌ىلع‌ةباجلإا‌لىإ‌ثحبلا‌اذى‌فدهيو‌.ةيبونلجا‌جنوبملا‌ةيملاسلإا‌ةيوناثلا‌صلاخلإا‌ةسردم ‌:‌ثحبلا‌تلاكشم ‌ ‌صلاخلإا‌ةسردم‌في‌ةيبرعلا‌ةغللا‌م ‌في‌ةيبرعلا‌ةغللا‌م ي لعت ‌ مييقت‌تاو دأ ي ‌ ‌ مييقت‌ تاو دأ ‌ ةجيتن‌ فيك ‌ و‌ ) 3 ‌، ؟ لعت ‌ مييقت‌تاو دأ‌ميمصت‌فيك ذيفن ت‌فيك ‌) 2 ‌، ؟ ‌ ةيبونلجا ‌ ‌ ) 1 جنوبملا ‌ ةيبونلجا ‌ جنوبملا ‌ ةيملاسلإا‌ ةيوناثلا ‌ةيملاسلإا‌ةيوناثلا ‌ صلاخلإا‌ةسردم . ؟ ‌ ةيبونلجا ‌ جنوبملا ‌ةيملاسلإا‌ةيوناثلا ‌صلاخلإا‌ةسردم‌في‌ةيبرعلا‌ةغللا‌م ‌ ‌ةلالحا‌ ةسارد‌ نم‌ ثحبلا‌ عون‌ عم‌ ايفصوو‌ايعون‌ لاخدم‌ثحبلا‌ اذى‌مدختسي ‌ملعمو‌ةيبرعلا‌ ةغللا‌ ملعم‌ وى‌ثحبلا‌اذى‌عضومو‌.ةلماكلا‌ثحبلا‌جئاتن‌ىلع‌لوصحلل لا ‌عوضومو ‌ ةيبونلجا ‌ جنوبملا ‌ ةيملاسلإا‌ةيوناثلا ‌ صلاخلإا‌ةسردم‌في ‌ دراولا ‌ ي ي لعت ملاسلإا‌نيد ‌ةظحلالدا‌للاخ‌نم‌تانايبلا‌عجم‌بيلاسأو‌.ةيبرعلا‌ة غللا‌ملعم‌اىّ دعأ ‌ةلئسلأا‌وى‌ثحبلا ‌ ‌ميلعت‌ مييقت‌ تاودأ‌تغاص‌طيطختلا‌ةلحرم‌في‌يى‌ثحبلا‌اذى‌جئاتن‌تناك مك‌داولداو‌مييقتلا‌تاودأ‌دادعإ‌نم‌أدبي‌لالحا‌اذى‌رهظيو‌،ةيانعب‌ةيبرعلا‌ةغللا .قيثوتلاو‌ةلباقلداو ‌ةطخو ‌ اىردص ‌لىإ‌ جاتيح‌ ناديلدا‌ في‌ مييقتلا‌ تاودأ‌ ذيفنتو ‌تاودأ‌ ّنأ‌م يقتلا‌جئاتن‌رهظت‌ثم ‌ ‌ .اهليلدك‌ ملعتلا‌ رداصمو‌ ميلعتلا‌ ذيفنت .مويلا‌ميلعتلا‌في ‌لمعت‌لا ‌ ةيبونلجا ‌ جنوبملا ‌ةيملاسلإا‌ةيوناثلا ‌ مي يق تلا‌ ذيفنت‌ةيهمأ ‌صلاخلإا‌ةسردم‌في ‌ ‌ نلأ‌، تايحيحصتلا ّ ‌ةيبرعلا‌ةغللا‌ميلعت‌مييقت ‌ ةيبرعلا‌ةغللا‌ميلعن‌،مييقتلا‌تاودأ‌ليلتح‌: ‌ .لثملأا‌وحنلا‌ىلع ةيسيئرلا تاملكل

    PERAN POLSUSPAS BIDANG KEROHANIAN DALAM MEMBINA KEAGAMAAN WARGA BINAAN (Studi Kasus Lapas Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Rajabasa Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Polisi Khusus Lapas (POLSUSPAS) Merupakan sebuah organisani Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di bentuk untuk melindungi dan menjaga Warga Binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS), Polsuspas memiliki beberapa Struktur dilamanya diantaranya Kepala Bagian Lembaga Pemasyarakatan, Bagiahasdap Narapn Kepala Bidang, Kepala Seksi dari, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kepala Bimbingan Warga Binaan, Kepala Bidang Kegiatan Kerja dan Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban. Kepala Bidang Warga Binaan atau Bidang Kerohanian memiliki tugas tugas penting dalam membina Keagamaan Warga Binaan pada Lembaga Pemasyarakatan seperti memberikan ajaran ajaran baik menurut Keyakinan masing-masing Agama Warga Binaan, dan memberikan fasilitas-fasilitas yang menjadi kebutuhan penting bagi Warga Binaan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan pada Lembaga Pemasyarakatan. dilakukan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan sosiologi agama. Prosedur pengumpulan data untuk mendukung penelitian dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa informan penelitian. Data sekunder diperoleh dari jurnal, skripsi, buku dan sumber-sumber lain yang relevan guna menunjang penelitian sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Aparatur Sipil Negara POLSUSPAS merupakan satuan untuk melindungi hak hak asasi manuasia (HAM) bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan, khusunya Polsuspas Bidang kerohanian yang memberikan nilai nilai Keagamaan pada masing-masing Agama dan memfasilitasi baik itu secara teori, alat maupun tempat, agar warga Binaan yang terjerumus kedalam Lebaga Pemasyarakatan akibat kesalahan yang telah mereka perbuat, dapat membenah diri supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ketika sudah selesainya masa hukuman bagi Warga Binaan itu sendiri. Kata Kunci : Peran, Polsuspas, Keagamaan. ABSTRACT Special Prison Police (POLSUSPAS) is an organization of the State Civil Apparatus (ASN) formed to protect and guard inmates in Correctional Institutions (LAPAS), Polsuspas has several structures in its ranks including the Head of the Correctional Institution Section, the Head of the Prisoner Security Section, the Head of the Section, the Head of the Administrative Section, the Head of the Prison Security Unit, the Head of the Guidance of Inmates, the Head of the Work Activities Section and the Head of the Security and Order Administration Section. The Head of the Inmate Section or the Spiritual Section has important tasks in fostering the Religiousness of Inmates in Correctional Institutions such as providing good teachings according to the Beliefs of each Inmate's Religion, and providing facilities that are important needs for Inmates in carrying out religious activities in Correctional Institutions. This study uses a qualitative method with a field research type and uses a sociology of religion approach. Data collection procedures to support the research are carried out by observation, interviews and documentation. Primary data are obtained through interviews with several research informants. Secondary data are obtained from journals, theses, books and other relevant sources to support research in accordance with the facts in the field. The results of the study show that the State Civil Apparatus POLSUSPAS is a unit to protect human rights (HAM) for inmates in correctional institutions, especially the Polsuspas Spiritual Sector which provides religious values in each religion and facilitates both in theory, tools and places, so that inmates who fall into correctional institutions due to the mistakes they have made, can improve themselves so that they can become better people when the sentence for the inmates themselves is over. Keyword : Role, Polsuspas, Religion

    FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SARANA PENUNJANG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 PULAU PANGGUNG KABUPATEN TANGGAMUS

    No full text
    ABSTRAK Globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta menitikberatkan pada pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Dalam mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka, perpustakaan sekolah berperan sebagai pusat informasi dan sumber belajar yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi perpustakaan sekolah sebagai sarana penunjang dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus dengan menggunakan teori yang di kemukakan oleh Ibrahim Bapadal. Yaitu Fungsi Perpustakaan Sekolah terdiri dari fungsi edukatif, informatif, tanggung jawab administrative, riset, dan rekreatif dan penulis mefokuskan penelitian ini pada fungsi edukatif dan fungsi informatif perpustakaan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu kepalah sekolah, pengelolah perpustakaan, guru, dan siswa. Sumber data sekunder yaitu berupa data teoritis dan dokumentasi serta data pendukung lainnya yang diperoleh dari dokumen sekolah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan varifikasi. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa Fungsi Perpustakaan Sekolah Sebagai Sarana Penunjang Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus perpustakaan menjalankan fungsi edukatif dengan menyediakan buku teks utama, buku pengayaan, dan referensi yang membantu siswa dan guru dalam pembelajaran. Selain itu, fungsi informatif perpustakaan terlihat dari ketersediaan sumber informasi yang terus diperbarui sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti rendahnya minat siswa dalam mengunjungi perpustakaan seperti kurang motivasi siswa serta kerterbatasan waktu dalam mengunjungi perpustakaan, keterbatasan akses digital, serta kurangnya koleksi buku non akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan literasi dan digitalisasi layanan perpustakaan agar dapat lebih optimal dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan mandiri. Kata Kunci : Fungsi Perpustakaan Sekolah, Implementasi Kurikulum merdeka ii ABSTRAK Globalization and rapid technological developments have brought significant changes to the world of education, including in the implementation of the Independent Curriculum. This curriculum gives schools the freedom to adjust learning to students' needs and emphasizes the development of 21st century competencies, such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration. In supporting the Implementation of the Independent Curriculum, the school library acts as an information center and essential learning resource. This study aims to examine the function of the school library as a supporting facility in the Implementation of the Independent Curriculum at SMA Negeri 1 Pulau Panggung, Tanggamus Regency using the theory put forward by Ibrahim Bapadal. Namely, the Function of the School Library consists of educational, informative, administrative responsibility, research, and recreational functions and the author focuses this research on the educational and informative functions of the school library. This study uses a descriptive qualitative approach. The research methods used are interviews, observations and documentation. The data sources used are primary data sources, namely the principal, library manager, teachers, and students. Secondary data sources are in the form of theoretical data and documentation and other supporting data obtained from school documents. Data analysis used in this study is the Miles and Huberman model, through the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. While the data validity test uses source triangulation. The results of the study and the conclusions obtained indicate that the Function of the School Library as a Supporting Facility for the Implementation of the Independent Curriculum at SMA Negeri 1 Pulau Panggung, Tanggamus Regency, the library carries out an educational function by providing main textbooks, enrichment books, and references that help students and teachers in learning. In addition, the informative function of the library can be seen from the availability of information sources that are continuously updated in accordance with the applicable curriculum. However, this study also found several challenges, such as low student interest in visiting the library such as lack of student motivation and limited time in visiting the library, limited digital access, and lack of non-academic book collections. Therefore, a strategy is needed to increase literacy and digitalization of library services so that they can be more optimal in supporting innovative and independent learning. Keywords: Function of School Library, Implementation of Independent Curriculu

    TINJAUAN FIQH SIYĀSAH TANFIŻIYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 23-25 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN KABUPATEN SERANG TAHUN 2014-2025 (Studi Pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Provinsi Banten)

    No full text
    ABSTRAK Pembangunan dan pengembangan destinasi wisata bukanlah hal mudah. Upaya pemerintah Kabupaten Serang dalam mengembangkan wisata di Kabupaten Serang terus gencar dilakukan. Salah satunya dengan adanya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) di Kabupaten Serang yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014. Dalam proses pelaksanaannya perlu ada penelitian lebih lanjut. Adapun Rumusan masalah dalam ini adalah Bagaimana Perspektif Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah Terhadap Implementasi Pasal 23-25 Perda Kabupaten Serang Nomor 8 Tahun 2014 dalam Mengembangkan Potensi Wisata di Kecamatan Anyer Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih jauh bagaiman peraturan tersebut dapat efektif diterapkan dan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Serang Provinsi Banten. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) penelitian langsung dilakukan di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang. teknik pengumpulan digunakan yaitu data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi dan wawancara kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Kepala Desa Anyer, Pengelola hotel di Kawasan wisata Kecamatan Anyer Kabupaten Serang Provinsi Banten, anggota Karang Taruna dan Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk menganalisis data digunakan metode kualitatif menggunakan pendekatan berfikir induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Pasal 23-25 Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014-2025 Studi di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang sudah terlaksana dengan baik hal ini terlihat dengan adanya pemberian pelatihan, pembinaan bagi para pelaku wisata. Selain itu, penyediaan fasilitas serta sarana umum untuk memudahkan wisatawan dalam mengakses objek wisata juga telah diwujudkan. Bahkan, pelaku UMKM juga telah diberikan beberapa fasilitas dan insentif seperti kemudahan dalam perizinan dan kerja sama. Dan jika ditinjau dari Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah implementasi Pasal 23-25 Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014-2025 tersebut telah sesuai dan tidak bertentaangan dengan nilai-nilai ajaran islam. Kata Kunci: Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Ripparda. ABSTRACT The construction and development of tourist destinations is not easy. The efforts of the Serang Regency government in developing tourism in Serang Regency continue to be intensive. One of them is the existence of a Regional Tourism Development Master Plan (Ripparda) in Serang Regency as outlined in Regional Regulation Number 8 of 2014. In the implementation process, further research is needed. The formulation of the problem in this is how the Fiqh Siyāsah Tanfidziah Perspective on the Implementation of Articles 23-25 of the Serang Regency Regional Regulation Number 8 of 2014 in Developing Tourism Potential in Anyer District, Serang Regency, Banten Province with the aim of knowing and analyzing further how these regulations can be effectively implemented and carried out by the Government of Serang Regency, Banten Province. This type of research is field research (field research) research directly conducted at the Department of Youth, Sports and Tourism of Serang Regency. collection techniques used are primary and secondary data. The data collection technique used in this research is through observation and interviews with the Office of Youth, Sports and Tourism of Serang Regency, the Head of Anyer Village, hotel managers in the Anyer District tourist area, Serang Regency, Banten Province, members of Youth Organization and micro, small and medium enterprises (MSMEs). To analyze the data, a qualitative method was used using an inductive thinking approach. The results of this study indicate that the implementation of Articles 23-25 of the Regional Regulation of Serang Regency Number 8 of 2014 concerning the Regional Tourism Development Master Plan 2014 2025 Study at the Department of Youth, Sports and Tourism of Serang Regency has been well implemented, this can be seen by providing training, coaching for tourism actors. In addition, the provision of facilities and public facilities to facilitate tourists in accessing tourist attractions has also been realized. In fact, MSME players have also been given several facilities and incentives such as ease of licensing and cooperation. And if viewed from Fiqh Siyāsah Tanfidiyah, the implementation of Articles 23-25 of the Regional Regulation of Serang Regency Number 8 of 2014 concerning the 2014-2025 Regional Tourism Development Master Plan is in accordance and does not contradict the values of Islamic teachings. Keywords: Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah, Department of Youth, Sports and Tourism of Serang Regency, Ripparda

    تطبيق طريقة تعليم الاقران بمساعدة وردوول في ترقية مهارة القراءة لدى تلاميذ الصف الخامس في المدرسة الابتدائية الحكومية 1 اوجان ايلير

    No full text
    صخلم ت يف لوودرو ةدعاسمب نارقلاا ةيموكحلا ةيئادتبلاا ةسردملا يف ميلعت ةقيرط قيبطت سماخلا فصلا ت َليا ناجوا 1 ف ي لوودرو ةدعاسبم نارقلاا ميلعت ةقيرط قيبطت" ناونع ثحبلا اذى لمتل ةءارقلا ةراهم ةيموكتضا ةيئادتبلاا ةسردتظا في سماتطا فصلا ذيملبت ىدل ةيقرت ." ملعت في ذيملبتلا ىدل ةءارقلا ةراهم فعض ةلكشم ةتصاعتظ عوضوتظا اذى ةثحابلا تراتخا ةيلمع في مىزيفتحو ذيملبتلا ةكراشم نستل نا نكتن ركتبم لح نًدقتل كلذكو ،ةيبرعلا ةغللا ،نارقلاا ميلعت ةقيرط ةثحابلا تمدختسا .ملعتلا تيلا ،ةيلعافتلا لوودرو ايجولونكتب ةموعدتظا ةيرظن ىلع ثحبلا اذى دنتسي .عتتؽ وج في ملعتلاو ضعبلا مهضعب ميلعت ذيملبتلل حيتت ترجا .ةبرتطاو يعامتجلاا لعافتلا للبخ نم تٌبت ةفرعتظا نا دكؤت تيلا ،يئانبلا ملعتلا تانايبلا تعتر ثيح ،تُترود للبخ نم ثحبلا اذى ةثحابلا ةظحلبتظا للبخ نم .ذيملبتلا ىدل ةءارقلا ةراهم نستح مييقتل ةلباقتظاو رابتخلااو في حتؾ لوودرو ةدعاسبم نارقلاا ميلعت ةقيرط قيبطت نا ثحبلا جئاتن ترهظا ةيقرت لم امنيب ،طقف % 11 ذيملبتلا ةعاجشو يساردلا ليصحتلا في تَبك نستح ثدح .ةءارقلا ىلع ذيملبتلا ةردق لبق ام ةلحرم في .ةكراشتظا في ت ُحجانلا ذيملبتلا ةبسن تغلب ،ةرودلا تُحجانلا ذيملبتلا ةبسن تعفترا ،لىولاا ةرودلا في قيبطتلا دعب .ذيملبتلا نم % نا ىلع لدي اذى .% 38 48 ل ىا تُحجانلا تَغ ذيملبتلا ةبسن تضفتـا امنيب ،% حجني 08 ذيملبتلا ةبسن تلصو ،ةيناثلا ةرودلا في ل ىا .ةيلاتلا ةرودلا لىا ةلصاوتظا لىا جاتتح ةثحابلا يذلا فدتعا ققتح ،كلذبو .طقف % 18 ت ُحجانلا تَغ ةبسنو ،% 58 ل ىا تُحجانلا .ويلا لوصولا ةثحابلا تدارا ةءارقلا ةراهم ،لوودرو ،نارقلاا ميلعت : ج ةيحاتفملا تاملكل

    PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DI SMP AL – KAUTSAR BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Kepala Sekolah adalah seorang pemimpin dalam satuan pendidikan yang diwajibkan memiliki dasar kepemimpinan yang kuat. Maka dari itu, setiap kepala sekolah dituntut untuk memahami kunci sukses kepemimpinanya, yang di dalamnya terdapat pentingnya kepemimpinan kepala sekolah, etika kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu menganalisa data dengan cara menggambarkan data yang telah dikumpulkan sesuai keadaan, dengan subyek penelitian Kepala Sekolah, dan guru di SMP Al – Kautsar Bandar Lampung. Dimana peneliti ini memperoleh data dengan menggunakan metode observasi, wawancara sebagai metode pokok, dan dokumentasi sebagai metode pendukung, guna untuk melengkapi data-data. Dalam analisis data juga peneliti menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan panarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah peneliti lakukan bahwa, Peran Kepala Madrasah sebagai supervisor di SMP Al – Kautsar Bandar lampung.adalah Peran kepala madrasah sebagai Observasi. Evaluator dan Successor (penindak lanjut hasil pengawasan) , dapat mengobservasi suatu kegiatan agar berjalan secara efektif yaitu, kepala sekolah selalu menyiapkan rencana yang matang, sikap terbuka, penegasan dan motivasi. Kepala sekolah juga mengobservasi program belajar mengajar disekolah dengan merumuskan visi misi untuk kemajuan dan keberhasilan akademik siswa, menciptakan suasana sekolah yang sangat layak untuk pendidikan dan pembelajaran. Dan untuk itu juga dalam masalah pada kinerja guru yaitu dengan pembinaan disiplin, mengadakan seminar, pelataihan, dan mengadakan supervisi. Kepala sekolah Peran kepala madrasah sebagai evaluator, dalam evaluator yaitu membuat klasifikasi anatar fakta dan data berdasarkan indikator kompetensi, memberikan persetujuan hasil kepada guru yang dinilai,kepala sekolah juga membina guru dengan cara menjadi teladan yang baik, dengan mangadakan seminar dan pelatihan, dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan. Kepala sekolah dalam mengevaluasi sarana pra sarana keuangan dan bidang keisiswaan dan mengevaluasi kinerja guru dengan mengacu pada prinsip evaluasi yaitu, menilai kemampuan guru dalam proses pembelajaran, memberikan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah. Dengan hasil rekomendasi, kepala sekolah, dan melakukan evaluasi suvervisi setiap satu tahun 3 kali .waktunya harus rutin dilakukansatu tahun 3 kali , guna untuk perbaikan kinerja pada guru, dan sebagai kepala sekolah selalu mengecek dan memantau kehadiran iii guru di kelas, guna untuk meningkatkan kinerja guru agar menjadi lebih baik kedepanya.Peran kepala sekolah sebagai successor (Penindak lanjut hasil pengawasan) juga kepala sekolah melakukan pengawasan dengan menggunakan pendekatan yang kompreensif dan sangat berstruktur. Tindakan yang mencakup observasi dan evaluasi seluruh kegiatan yang ada di sekolah. Kata Kunci: Peran Kepala Madrasah, Supervisor iv ABSTRACT The Principal is a leader in an educational unit who is required to have a strong leadership foundation. Therefore, every principal is required to understand the key to the success of his leadership, which includes the importance of principal leadership, principal leadership ethics. This study uses qualitative descriptive, namely analyzing data by describing the data that has been collected according to the situation, with the research subjects of the Principal, and teachers at SMP Al - Kautsar Bandar Lampung. Where this researcher obtains data using observation methods, interviews as the main method, and documentation as a supporting method, in order to complete the data. In data analysis, researchers also use data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the analysis and discussion that the researcher has done, the Role of the Principal as a supervisor at SMP Al - Kautsar Bandar Lampung is the Role of the principal as Observation. Evaluator and Successor (follow-up to the results of supervision), can observe an activity so that it runs effectively, namely, the principal always prepares a mature plan, an open attitude, affirmation and motivation. The principal also observes the teaching and learning program at school by formulating a vision and mission for the progress and academic success of students, creating a school atmosphere that is very suitable for education and learning. And for that also in the problem of teacher performance, namely by coaching discipline, holding seminars, training, and conducting supervision. Principal The role of the principal as an evaluator, in the evaluator is to make a classification between facts and data based on competency indicators, provide approval of the results to the assessed teachers, the principal also fosters teachers by being a good role model, by holding seminars and training, and working together with educational institutions. The principal in evaluating financial infrastructure and student affairs and evaluating teacher performance by referring to the evaluation principle, namely, assessing teacher abilities in the learning process, giving additional tasks that are relevant to the function of the school. With the results of the recommendations, the principal, and conducts a supervision evaluation every 3 times a year. The time must be routinely carried out once a year 3 times, in order to improve teacher performance, and as the principal always checks and monitors teacher attendance in class, in order to improve teacher performance to be better in the future. The role of the principal as a successor (Follow-up to the v results of supervision) also the principal carries out supervision using a comprehensive and highly structured approach. Actions that include observation and evaluation of all activities in the school. Keywords: Role of the Principal, Superviso

    MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENINGKATKAN BUDAYA KARAKTER RELIGIUS MADRASAH IBTIDAIYAH KABUPATEN OKU TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Konstruksi kualitas pada sebuah madrasah tidak bisa dilepaskan dari peran yaitu manajemen kesiswaan menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, mendukung perkembangan siswa secara holistik, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. mengonstruksi sistem pendidikan secara interen dalam proses pendidikan melalui upaya penjamin mutu dengan menciptakan sistem manajemen kesiswaan secara aplikatif dan sistematis. Pengelolaan peserta didik dalam upaya meningkatkan budaya karakter religius di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Oku Timur mencerminkan tingginya minat siswa dalam mengikuti berbagai program keagamaan, seperti khutbah singkat, ceramah agama, Tahfidz Al-Qur'an, serta shalat dhuha berjamaah. Oleh karena itu, madrasah perlu menyesuaikan metode pembinaan agar lebih efektif. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis manajemen peserta didik dalam memperkuat budaya karakter religius di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Oku Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di MIN 2 Oku Timur dan MIS NU Sumedangsari Oku Timur, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perencanaan Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Oku Timur dilakukan secara terstruktur, menyesuaikan daya tampung serta menekankan nilai-nilai religius melalui program ekstrakurikuler dan pembinaan bertahap. (2) Proses Rekrutmen dilakukan secara sistematis, mencakup penyebaran informasi, seleksi, dan penempatan siswa agar pembelajaran dapat berjalan efektif sejak awal tahun ajaran. (3) Proses Seleksi di kedua madrasah mempertimbangkan aspek religius seperti kemampuan dasar membaca Al-Qur'an dan kebiasaan ibadah, namun tetap bersifat inklusif dengan pembinaan lebih lanjut setelah diterima. (4) Penerimaan Peserta Didik dilakukan melalui pendaftaran tanpa tes keagamaan, karena pembinaan religius dilakukan setelah siswa masuk. (5) Kegiatan Orientasi dirancang untuk memperkenalkan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai religius sejak awal melalui kegiatan seperti Matsama dan penguatan karakter Islam. (6) Penempatan Peserta Didik dilakukan secara merata tanpa membedakan tingkat akademik, kecuali kelas unggulan tahfidz di MIN 2 Oku Timur bagi siswa yang memiliki minat dalam hafalan Al Qur‟an. (7) Program Pembinaan dan Pengembangan budaya karakter religius mencakup tahfidz, sholat dhuha, infak, kultum, serta kegiatan membaca Al-Qur'an sebelum KBM untuk membangun karakter disiplin dan religius siswa. (8) Kelulusan dan Alumni Kedua madrasah berhasil mencetak lulusan dengan karakter religius yang kuat, dengan alumni yang tetap berkontribusi dan mempertahankan nilai-nilai keagamaan. Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Budaya Karakter Religius. vi ABSTRACT The construction of quality in a madrasah cannot be separated from the role of student management as the foundation in creating a conducive educational environment, supporting student development holistically, and producing quality graduates. Constructing the education system internally in the educational process through quality assurance efforts by creating an applicative and systematic student management system. Student management in enhancing the religious character culture at MIN 2 Oku Timur and Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Oku Timur demonstrates the high enthusiasm of students in participating in religious programs such as short sermons and religious lectures, Tahfidz Al-Qur'an, and congregational dhuha prayer. As a result, the madrasah needs to adjust its coaching methods to be more optimal. Broadly speaking, this study aims to identify and analyze student management in enhancing the religious character culture in Madrasah Ibtidaiyah in Oku Timur Regency. This research employs a qualitative approach, conducted at MIN 2 Oku Timur and MIS NU Sumedangsari Oku Timur. Data collection was carried out using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study follows data reduction, data presentation, and data verification, while data validity checking is done using source and method triangulation. The results of the study show that: (1) Student Planning at Madrasah Ibtidaiyah East Oku Regency is carried out in a structured manner, adjusting the capacity and emphasizing religious values through extracurricular programs and gradual coaching. (2) The recruitment process is carried out systematically, including the dissemination of information, selection, and placement of students so that learning can run effectively from the beginning of the school year. (3) The selection process in the two madrassas considers religious aspects such as basic ability to read the Qur'an and worship habits, but remains inclusive with further guidance after acceptance. (4) Student admission is carried out through registration without a religious test, because religious guidance is carried out after the student enters. (5) Orientation activities are designed to introduce the school environment and instill religious values from the beginning through activities such as Matsama and strengthening Islamic character. (6) Placement of Students is carried out equally regardless of academic level, except for the superior class of tahfidz at MIN 2 Oku Timur for students who have an interest in memorizing the Qur'an. (7) The Religious Character Cultural Development and Development Program includes tahfidz, dhuha prayer, infaq, kultum, and Qur'an reading activities before KBM to build the disciplined and religious character of students. (8) Graduation and Alumni The second madrasah succeeded in producing graduates with strong religious character, with alumni who continue to contribute and maintain religious values. Keywords: Student Management, Religious Character Culture vii viii يديرجت ريوطت معدو ، ةيتاوم ةيميلعت ةئيب قلخ في ساسأك بلاطلا ةرادإ رود نع ةسردلما في ةدولجا ءانب لصف نكيم لا نيديج ينيجرخ جاتنإو ، لماش لكشب بلاطلا . دوهج ؿلاخ نم ةيميلعتلا ةيلمعلا في ايلخاد ميلعتلا ـاظن ءانب ؿلاخ نم ةدولجا فامض بلاطلا ةرادلإ يجهنمو قيبطت ـاظن ءاشنإ . سكعت ةرادإ ةبلطلا ايعس ينسحتل ةفاقث ةيصخشلا ةينيدلا في ةسردم ةيئادتبا ؽرش وكوأ يسنيجر ـامتىلاا يربكلا نم لبق ةبلطلا ةكراشلماب في جمابرلا ةينيدلا ،ةفلتخلما لثم بطلخا ،ةيرصقلا تارضالمحاو ،ةينيدلا ةذيفتهو ،فآرقلا ةلاصو ا حوذل ةيعاملجا . كلذل ، جاتتح سرادلما ةينيدلا لىإ ليدعت بيلاسأ بيردتلا فوكتل رثكأ ةيلاعف . لكشب ـاع ، ؼدته هذى ةساردلا لىإ ةسارد ليلتحو ةرادإ بلاطلا في زيزعت ةفاقث ةيصخشلا ةينيدلا في ةسردم ةيادتبا ، ؽرش وكوأ يسنيجر . ـدختست هذى ةساردلا اجنه ايعون تم هؤارجإ في MIN 2 Oku Timur و MIS NU Sumedangsari Oku Timur ، عم تاينقت عجم تانايبلا نم ؿلاخ ةظحلالما تلاباقلماو قيثوتلاو . متي ءارجإ ليلتح تانايبلا نم ؿلاخ لحارم ليلقت تانايبلا ضرعو تانايبلا ققحتلاو اهنم ، امنيب متي رابتخا ةحص تانايبلا ـادختساب ثيلثت ردصلما . رهظت ئاتن ج ةساردلا فأ : (1) متي طيطختلا بيلاطلا في ةسردم ةيادتبا ؽرش وكوأ يسنيجر ةقيرطب ةمظنم ، ليدعتو ةقاطلا ةيباعيتسلاا ديكأتلاو ىلع ميقلا ةينيدلا نم ؿلاخ جمابرلا ةيجهنملالا بيردتلاو ييجردتلا . (2) متت ةيلمع فيظوتلا لكشب يجهنم ، ابم في كلذ رشن تامولعلما رايتخاو طلا بلا مهبيسنتو ثيبح نكيم فأ يرسي ملعتلا لكشب ؿاعف نم ةيادب ـاعلا يساردلا . (3) ذخأت ةيلمع رايتخلاا في ينتسردلما في رابتعلاا بناولجا ةينيدلا لثم ةردقلا ةيساسلأا ىلع ةءارق فآرقلا تاداعو ،ةدابعلا اهنكلو لظت ةلماش عم ديزم نم ويجوتلا دعب ؿوبقلا . (4) متي ؿوبق لاطلا ب نم ؿلاخ ليجستلا فود فاحتما ،نييد فلأ داشرلإا نييدلا متي دعب ؿوخد بلاطلا . (5) تم ميمصت ةطشنلأا ةيهيجوتلا فيرعتلل ةئيبلاب ةيسردلما سرغو ميقلا ةينيدلا ذنم ةيادبلا نم ؿلاخ ةطشنأ لثم ةمسطلما زيزعتو ةيصخشلا ةيملاسلإا . (6) متي بيسنت بلاطلا يواستلاب ضغب رظنلا نع ىوتسلما ييمداكلأا ، ءانثتساب لصفلا ىلعلأا نم ظيفحتلا في MIN 2 Oku Timur بلاطلل ينمتهلما ظفبح فآرقلا . (7) نمضتي جمانرب ةيمنت ةيمنتو ةفاقثلا ةيصخشلل ةينيدلا ةطشنأ ضيفتلا ةلاصو ءاىذلا قفنلاو ـوتلوكلاو ةءارقو فآرقلا لبق ءانبل ةيصخشلا ةطبضنلما ةينيدلاو بلاطلل . (8) جرختلا ينيجرلخاو تحنج ةسردلما ةيناثلا في جيرتخ ينيجرخ فوعتمتي ةيصخشب ةينيد ،ةيوق عم ينيجرخ فولصاوي ةهماسلما ةظفالمحاو ىلع ميقلا ةينيدلا . ةيحاتفملا تاملكلا : بلاطلا ةرادإ , ةينيدل

    SUBTITLING STRATEGIES IN THE MOVIE ENTITLED THE SCHOOL FOR GOOD AND EVIL

    No full text
    ABSTRACT Subtitling is a translation from spoken to written language that is usually located below the movie to help the audience understand the movie. In a subtitling, there are strategies used to produce an effective translation. Based on Gottlieb‟s theory there are 10 strategies used in translation namely expansion, paraphrase, transfer, imitation, transcription, condensation, dislocation, deletion, decimation, and resignation. Accuracy is needed so that the meaning conveyed is easily understood, based on Larson‟s theory there 2 qualities of translation there are accurate and inaccurate. Movie is a kind of audiovisual that tell story and convey messages that are shown in a televison or cinema or theater, and this research used movie entitled The School for Good and Evil that aired on Netflix, directed by Paul Feig based on Soman Chainani‟s novel. This research aims to identify and analyze subtitling strategies based on the theory of Gottlieb, and the accuracy of translation based on the theory of Larson in the movie The School for Good and Evil. This research uses qualitative method and the data source is from the English-Indonesian script of the movie The School for Good and Evil. The results of this study show that the researcher found 6 out of 10 strategies used and 588 data including expansion 12 data, paraphrase 89 data, transfer 421 data, imitation 24 data, condensation 38 data, deletion 4 data. The strategy that appears the most in this movie is transfer with 421 data out of 588 data, and the least is deletion with 4 data out of 588 data. However, no transcription, dislocation, decimation, and resignation strategies were found in the subtitle translation of The School for Good and Evil. The research shows that there are 588 out of 588 translation data that are accurate which means the translation in this movie is accurate. Keywords: Subtitling Strategies, Accuracy of Translation, Movi

    تطوير كتاب التمارين المعتمد على لغز الكلمات المتقاطعة في اللغة العربية لمدارس الإبتدائية الإسلامية المتكاملة

    No full text
    2 روسيانا (2388104017). تطوير كتاب التمارين المعتمد على لغز الكلمات المتقاطعة في اللغة العربية لمدارس الابتدائية الإسلامية المتكاملة يُواجه تعليم اللغة العربية في المرحلة الابتدائية تحديات عدة، أبرزها ضعف قدرة التلاميذ على حفظ المفردات واستخدامها في الكتابة دون الرجوع إلى نماذج جاهزة. كما أن التقييم التقليدي الذي يفتقر للتفاعل يقلل من فعالية مراجعة المفردات. بناءً على ذلك، ينطلق هذا البحث من فرضية أن التعليم الممتع القائم على الأنشطة والألعاب يعزز دافعية التلاميذ ويهدف إلى تطوير كتاب تدريبي يعتمد على أسلوب الكلمات المتقاطعة كأداة مبتكرة وفعالة تتناسب مع خصائص واحتياجات تلاميذ الصف الرابع في مدرسة SDIT فطرة إنساني لنقابورا. يعتمد البحث على منهج البحث والتطوير باستخدام نموذج ADDIE المكوّن من خمس مراحل: التحليل، التصميم، التطوير، التنفيذ، والتقييم. تم تطوير الكتاب بناءً على تحليل المنهج واحتياجات المتعلّمين، وتصميم تمارين كلمات متقاطعة بصيغتي العربية-الإندونيسية والإندونيسية-العربية، مع مراجعة الخبراء لتحسين الجوانب المادية والبصرية. أظهرت نتائج التقييم صلاحية عالية، حيث تراوحت درجات الجوانب المادية بين ‎٩١٫٤٢ و‎٩٧٫١٤، والإعلامية بين ‎٩٢٫٣٠ و‎٩٣٫٨٤. كما أظهرت تجربة ميدانية على ‎٢٠ تلميذًا أن ‎٪٧٠ منهم أبدوا استجابة إيجابية، بينما واجه ‎٪٣٠ صعوبة في فهم الأسئلة. بناءً على هذه النتائج، يُعدّ الكتاب وسيلة فعّالة في تعزيز دافعية التلاميذ ورفع كفاءة تعلمهم، مع الحاجة لتحسين التصميم البصري وصعوبة الأسئلة لتناسب جميع التلاميذ. الكلمات المفتاحية: الكلمات المتقاطعة، تعليم اللغة العربية، وسائل التقيي

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇