39192 research outputs found
Sort by
STUDI KOMPARASI QURAISH SHIHAB DAN NUR ROFIAH TERHADAP SUAMI ISTRI YANG MEMUTUSKAN TIDAK PUNYA ANAK (CHILDFREE)
ABSTRAK
Childfree adalah pilihan hidup yang dibuat secara sadar oleh orang
yang menjalani kehidupan tanpa ingin melahirkan dan memilki anak,
dalam hal para tokoh Islam memilki beberapa perbedaan pendapat,
misalnya pendapat Quraish Shihab dan Nur Rofiah. Berdasarkan hal
tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian ini.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana
pemikiran Quraish Shihab dan Nur Rofiah tentang suami isteri yang
memutuskan tidak punya anak (childfree)? dan bagaimana studi
komparasi Quraish Shihab dan Nur Rofiah Terhadap Suami Istri yang
Memutuskan Tidak Punya Anak (childfree)? Tujuan penelitian ini, yaitu
untuk mengetahui pemikiran Quraish Shihab dan Nur Rofiah tentang
suami isteri yang memutuskan tidak punya anak (childfree) dan untuk
mengetahui studi komparasi Quraish Shihab dan Nur Rofiah terhadap
suami istri yang memutuskan tidak punya anak (childfree). Jenis
penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dalam bentuk pustaka
(library research), yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di
perpustakaan dimana pekerja riset membaca, menelaah atau memeriksa
bahan-bahan kepustakaan yang terdapat di dalam perpustakaan tersebut.
Sumber data yang digunkan berupa sumber data primer dan sumber data
sekunder. Sumber data primer adalah sumber utama yang digunakan oleh
penulis ialah karya Quraish Shihab dan karya Nur Rofiah. Sumber data
sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa kitab tafsir selain
kitab primer, artikel dan buku-buku yang berkaitan dengan topik
penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa kedua
pemikir, meskipun memiliki latar belakang dan pendekatan yang berbeda,
sepakat bahwa keputusan childfree dapat diterima dalam Islam, asalkan
didasarkan pada pertimbangan maslahat, persetujuan bersama, dan
tanggung jawab. Quraish Shihab menekankan pentingnya kebahagiaan
dan kesejahteraan pasangan, serta memahami keputusan ini dalam
konteks maqasid syariah. Sementara itu, Nur Rofiah menyoroti hak
otonomi tubuh, terutama bagi perempuan, dan mengaitkan keputusan ini
dengan tantangan sosial modern. Keduanya menunjukkan bahwa Islam
memiliki fleksibilitas dalam merespons isu-isu keluarga kontemporer, di
mana prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab menjadi
landasan utama. Maka kedua pemikir ini sama-sama mengedepankan
aspek maslahat dan kesejahteraan pasangan dalam keputusan childfree,
dengan mempertimbangkan hak individu serta kemaslahatan bersama. .
Kata Kunci: Studi Komparasi, Quraish Shihab, Nur Rofiah, Childfree. ABSTRACT
Childfree is a life choice made consciously by people who live
their lives without wanting to give birth and have children, in the case of
Islamic figures who have several different opinions, for example the
opinions of Quraish Shihab and Nur Rofiah. Based on this, researchers
are interested in conducting this research.
The problem formulation in this research is what do Quraish
Shihab and Nur Rofiah think about husband and wife who decide not to
have children (childfree)? and what is the comparative study of Quraish
Shihab and Nur Rofiah regarding husbands and wives who decide not to
have children (childfree)? The purpose of this research is to find out
Quraish Shihab and Nur Rofiah's thoughts about husbands and wives
who decide not to have children (childfree) and to find out a comparative
study of Quraish Shihab and Nur Rofiah regarding husbands and wives
who decide not to have children (childfree). This type of research uses
qualitative research in the form of library research, namely research
conducted in a library where research workers read, study or examine
library materials contained in the library. The data sources used are
primary data sources and secondary data sources. Primary data sources
are the main sources used by the author, namely the work of Quraish
Shihab and the work of Nur Rofiah. Secondary data sources used in this
research are interpretive books other than primary books, articles and
books related to the research topic.
Based on the research results, it can be shown that the two
thinkers, even though they have different backgrounds and approaches,
agree that childfree decisions are acceptable in Islam, as long as they are
based on considerations of benefit, mutual agreement and responsibility.
Quraish Shihab emphasizes the importance of the happiness and well
being of the couple, and understands this decision in the context of
maqasid sharia. Meanwhile, Nur Rofiah highlighted the right to bodily
autonomy, especially for women, and linked this decision to modern
social challenges. Both show that Islam has flexibility in responding to
contemporary family issues, where the principles of justice, wisdom and
responsibility are the main foundation. So these two thinkers both
prioritize aspects of the benefit and welfare of couples in childfree
decisions, taking into account individual rights and mutual benefit. .
Keywords: Comparative Study, Quraish Shihab, Nur Rofiah, Childfree
PENGARUH LOCUS OF CONTROL, PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN,DAN MOTIVASI DIRI TERHADAP PRODUKTIVITAS MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BISNIS SYARIAH (Studi Pada Pelaku Usaha Kuliner di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting dalam
meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor usaha
kecil dan menengah. Namun, produktivitas pelaku usaha tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh faktor internal
seperti locus of control, pengetahuan kewirausahaan, dan motivasi
diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh locus of
control, pengetahuan kewirausahaan, dan motivasi diri terhadap
produktivitas masyarakat, dengan fokus pada pelaku usaha kuliner di
Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, dalam perspektif bisnis
syariah.
Penetilian ini menggunakan metode partial least squares
structural equation modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS
versi 3 untuk pengolahan data. Metode yang digunakan adalah
penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, yang bertujuan
untuk menguji hubungan antar variabel melalui analisis data statistik.
Penelitian ini melibatkan 100 pelaku usaha kuliner yang dipilih
dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan
melalui penyebaran kuesioner. Variabel yang diteliti terdiri dari locus
of control, pengetahuan kewirausahaan, dan motivasi diri sebagai
variabel independen, serta produktivitas masyarakat sebagai variabel
dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan adalah
locus of control, pengetahuan kewirausahaan, dan motivasi diri
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas masyarakat. Secara
parsial, pengetahuan kewirausahaan dan locus of control terbukti
berpengaruh positif terhadap produktivitas, sementara motivasi diri
justru menunjukkan pengaruh negatif. Dalam perspektif bisnis
syariah, pengetahuan kewirausahaan yang berbasis pada prinsip
prinsip Islam seperti kejujuran dan penghindaran riba, serta locus of
control internal yang tinggi, sangat berperan dalam meningkatkan
produktivitas. Namun, motivasi diri yang berlebihan tanpa
mempertimbangkan
faktor
eksternal
dapat
menghambat
perkembangan usaha. Penelitian ini menyarankan bahwa pelaku usaha
perlu menjaga keseimbangan antara motivasi internal, pengetahuan
yang sesuai dengan syariah, dan kesadaran terhadap faktor sosial
ekonomi dalam menjalankan bisnis yang produktif dan beretika dalam
perspektif ekonomi Islam.
Kata kunci: Locus of Control, Pengetahuan Kewirausahaan,
Motivasi diri, Produktivitas Masyarakat, Bisnis syariah, Ekonomi
Islam. ABSTRACT
Entrepreneurship is one of the important factors in improving the
economy of society, especially in the small and medium enterprise
sector. However, the productivity of entrepreneurs is not only
influenced by external factors but also by internal factors such as
locus of control, entrepreneurial knowledge, and self-motivation. This
study aims to analyze the influence of locus of control, entrepreneurial
knowledge, and self-motivation on community productivity, with a
focus on culinary entrepreneurs in Sukarame District, Bandar
Lampung City, from an Islamic business perspective.
This study uses the partial least squares structural equation
modeling (PLS-SEM) method with SmartPLS version 3 software for
data processing. The method used is quantitative research with an
associative approach, which aims to examine the relationships
between variables through statistical data analysis. This study
involves 100 culinary entrepreneurs selected using purposive
sampling techniques, and data collection was carried out through the
distribution of questionnaires. The variables studied consist of locus
of control, entrepreneurial knowledge, and self-motivation as
independent variables, and community productivity as the dependent
variable.
The research results show that simultaneously, locus of control,
entrepreneurial knowledge, and self-motivation significantly affect
community productivity. Partially, entrepreneurial knowledge and
locus of control have been proven to have a positive impact on
productivity, while self-motivation actually shows a negative
influence. In the perspective of sharia business, entrepreneurial
knowledge based on Islamic principles such as honesty and avoidance
of usury, as well as a high internal locus of control, play a significant
role in enhancing productivity. However, excessive self-motivation
without considering external factors can hinder business development.
This research suggests that entrepreneurs need to maintain a balance
between internal motivation, knowledge in accordance with Sharia,
and awareness of socio-economic factors in running a productive and
ethical business from an Islamic economic perspective.
Keywords:
Locus of Control, Entrepreneurial Knowledge, Self
Motivation, Community Productivity, Sharia Business, Islamic
Economy
PENGARUH METODE WAHDAH TERHADAP KEMAMPUAN HAFALAN AL-QURAN PESERTA DIDIK KELAS V MI DARUL ULUM SUMBERREJO LAMPUNG TIMUR
ABSTRAK
Berdasarkan hasil prapenelitian pada pembelajaran Tahfidz di MI Darul Ulum diperoleh
gambaran bahwasannya proses pembelajaran tahfidz berjalan dengan lancar, berkenaan dengan metode
belajarnya sudah variatif, salah satunya yaitu metode talaqqi. Namun meskipun pendidik sudah
menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, nilai kemampuan menghafal Al-Qur‟an masih
belum maksimal, banyak peserta didik yang kesulitan menghafal ayat demi ayat dan terdapat banyak
kesalahan pada pengucapan makhorijul huruf, juga belum mampu mempraktekkan hukum-hukum tajwid
dasar dengan baik ketika mengulang bacaan Al-Qur‟an. Peserta didik cenderung memiliki kemampuan
menghafal yang masih rendah dan peneliti menawarkan suatu metode menghafal Al Quran yaitu metode
wahdah. Metode wahdah adalah metode dengan menghafalkan ayat demi ayat dan mengulang-ulangnya
sebanyak 10-20 kali sehingga membentuk pola dalam bayangan atau gerak reflek pada lisan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan
bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik
kelas V MI Darul Ulum dengan jumlah 41 Peserta didik. Tekhnik sampling yang digunakan adalah
tekhnik Non Probability Sampling, yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas V A dengan
jumlah 21 peserta didik dan kelas V B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 20 peserta didik.
Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dan homogenitas, data kemampuan menghafal Al
Qur‟an peserta didik yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen, kemudian dilakukan uji hipotesis
dengan menggunakan uji Independent-Sample t-test diperoleh Sig. (2-tailed) adalah 0,015 < 0,05
sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada perbedaan skor posttest peserta didik pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa berdasrkan uji hipotesis
terdapat pengaruh pada penggunaan metode wahdah terhadap kemampuan menghafal Al-Qur‟an pada
mata pembelajaran tahfidz di kelas V MI Darul Ulum Sumberrejo.
Kata Kunci: Metode wahdah, Kemampuan Menghafal Al-Qur‟an
ii
ABSTRACT
Based on the results of pre-research on Tahfidz learning at MI Darul Ulum, it was obtained that
the tahfidz learning process ran smoothly, regarding the learning methods that were varied, one of which
was the talaqqi method. However, even though educators had used varied learning methods, the value of
the ability to memorize the Qur'an was still not optimal, many students had difficulty memorizing verses
by verse and there were many mistakes in pronouncing makhorijul letters, and they were also not able to
practice the basic tajwid laws properly when repeating the reading of the Qur'an. Students tend to have
low memorization abilities and researchers offer a method of memorizing the Qur'an, namely the wahdah
method. The wahdah method is a method of memorizing verses by verse and repeating them 10-20 times
so that it forms a pattern in the shadow or reflex movement on the tongue.
The type of research used in this study is Quasi Experimental Design with the form of
Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students of class V MI Darul
Ulum with a total of 41 students. The sampling technique used is the Non Probability Sampling technique,
which was selected as the experimental class was class V A with 21 students and class V B as the control
class with 20 students.
Based on the results of the normality and homogeneity test calculations, the data on the ability to
memorize the Qur'an of students obtained were normally distributed and homogeneous, then a hypothesis
test was carried out using the Independent-Sample t-test obtained Sig. (2-tailed) is 0.015 <0.05 so that
H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that there is a difference in the posttest scores of students in
the experimental class and the control class. The results of this study can be seen that based on the
hypothesis test there is an influence on the use of the wahdah method on the ability to memorize the
Qur'an in the tahfidz subject in class V MI Darul Ulum Sumberrejo.
Keywords: Wahdah Method, Ability to Memorize Al-Qur‟a
TRADISI MABBARSANJI DALAM PERSPEKTIF SYI’AR ISLAM (Studi Pada Suku Bugis Kampung Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang)
ABSTRAK
Tradisi mabbarsanji merupakan sebuah tradisi suku bugis yang
berasal dari Sulawesi Selatan. Namun banyaknya masyarakat suku bugis
yang pergi merantau dengan berbagai alasan tidak membuat mereka
melupakan tradisi yang menjadi warisan nenek moyang yang sudah
dilakukan secara turun temurun. Salah satunya masyarakat suku bugis di
Kampung Kuala Teladas yang tetap melaksanakan tradisi mabbarsanji
dalam setiap acara yang dilakukan seperti acara nikahan, khitanan,
aqiqah, maulid nabi, bahkan ketika orang meninggal tetap dilaksanakan
tradisi mabbarsanji ini dengan perbedaan pada bacaan mahlul qiyam.
Masyarakat suku bugis di Kampung Kuala Teladas sangat mementingkan
pelaksanaan tradisi mabbarsanji ini di setiap acara karena mereka percaya
tradisi mabbarsanji merupakan kegiatan yang positif, tidak hanya untuk
melestarikan warisan nenek moyang tetapi terdapat pesan-pesan dakwah
yang dapat disyiarkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas
nikmat yang telah diberikan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode
penelitian kualitatif yang berfokus pada pengumpulan data melalui
observasi, wawancara dan analisis. Dan menggunakan metode deskriptif
untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam.
Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer
yang diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti
mempunyai pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan sumber data,
sehingga sudah tentukan dalam penelitian ini terdapat lima informan.
Kemudian sumber data kedua yaitu sumber data sekunder sebagai
pelengkap sumber data primer yang diperoleh dari dokumen-dokumen
resmi, buku-buku ilmiah, hasil penelitian dan karya ilmiah. Teknik yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara (interview),
observasi, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam
tradisi mabbarsanji yang dilaksanakan masyarakat suku bugis di
Kampung Kuala Teladas dilakukan tidak hanya untuk melestarikan tradisi
suku bugis tetapi juga sebagai upaya dalam mensyiarkan ajaran agama
Islam. terdapat pesan-pesan dakwah dalam tradisi mabbarsanji ini yaitu
pesan dakwah syariah, pesan dakwah aqidah, dan pesan dakwah syariah
dan juga nilai – nilai Islam yang terdapat dalam pelaksanaanya. Dalam
tradisi mabbarsanji terdapat da’i, mad’u, materi, metode, dan media yang
perperan, sehingga tradisi mabbarsanji dapat dilihat dalam tinjauan syiar
islam didalamnnya. Selain, itu tradisi mabbarsanji juga dimasukkan
dalam syi’ar Bi Al-Lisan.
KATA KUNCI : Tradisi Mabbarsanji, Syi’ar Islam, Kampung Kuala
Teladas Kabupaten Tulang Bawang. ABSTRACT
The mabarsanji tradition is a tradition of the Bugis tribe originating
from South Sulawesi. However, the large number of Bugis tribal people
who go abroad for various reasons does not make them forget the
traditions inherited from their ancestors that have been passed down
from generation to generation. One of them is the Bugis tribe community
in Kampung Kuala Teladas who continue to carry out the mabbarsanji
tradition at every event they hold, such as weddings, circumcisions,
aqiqah, the Prophet's birthday, even when people die, this mabbarsanji
tradition is still carried out with a difference in reading mahlulqiyam.
The Bugis tribe community in Kampung Kuala Teladas places great
importance on implementing the mabbarsanji tradition at every event
because they believe the mabbarsanji tradition is a positive activity, not
only to preserve the heritage of their ancestors but there are preaching
messages that can be broadcast as a form of gratitude to Allah SWT for
blessings that have been given.
The research method used is qualitative research methods which
focus on collecting data through observation, interviews and analysis.
And uses descriptive methods to understand and describe phenomena in
depth. There are two sources of data in this research, namely the primary
data source which was taken using a purposive sampling technique,
namely the researcher has considerations in determining the data source,
so that in this research there are five informants. Then the second data
source is a secondary data source as a complement to primary data
sources obtained from official documents, scientific books, research
results and scientific works. The techniques used in this research are
interviews, observation and documentation.
Based on the results of this research, it shows that the mabarsanji
tradition carried out by the Bugis tribe community in Kampung Kuala
Teladas is carried out not only to preserve the traditions of the Bugis
tribe but also as an effort to broadcast the teachings of the Islamic
religion. There are da'wah messages in the mabbarsanji tradition, namely
sharia da'wah messages, aqidahda'wah messages, and sharia da'wah
messages. In the Mabarsanji tradition there are da'i, mad'u, materials,
methods and media that play a role, so that the Mabarsanji tradition can
be seen in the review of Islamic teachings in it. Apart from that, the
mabarsanji tradition is also included in the Bi Al-Lisansyi'ar.
KEYWORDS:Mabarsanji Tradition, Syi'ar Islam, Kuala Teladas Village,
TulangBawang Regenc
PENGARUH PEMASARAN LANGSUNG, KUALITAS PRODUK, DAN KEPERCAYAAN ELEKTRONIK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SHOPEE LIVE DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Generasi Z Pengguna Shopee di Bandar Lampung)
ABSTRAK
Internet menjadi pilar utama ekonomi, dengan e-commerce
mendukung kebutuhan pasar. Shopee Live mempermudah transaksi dan
interaksi penjual-pembeli. Live shopping yang populer menarik
perhatian bisnis dan peneliti, terutama karena Generasi Z dan Milenial
mendominasi tren ini. Dalam persaingan ketat, memahami perilaku
konsumen sangat penting, terutama faktor pemasaran langsung,
kualitas produk, dan kepercayaan elektronik dalam keputusan
pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemasaran
langsung, kualitas produk, dan kepercayaan elektronik terhadap
keputusan pembelian pada Shopee Live dari perspektif ekonomi Islam,
dengan fokus pada generasi Z di Bandar Lampung.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pengumpulan data melalui studi pustaka dan kuesioner. Populasi
penelitian adalah Generasi Z di Bandar Lampung, dengan sampel
sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling
(SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui software Smart-PLS
versi 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran langsung,
kualitas produk, dan kepercayaan elektronik secara individual maupun
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen generasi Z di Shopee Live. Secara khusus,
pemasaran langsung efektif meningkatkan keterlibatan emosional,
kualitas produk menjadi faktor utama dalam evaluasi konsumen, dan
kepercayaan elektronik memperkuat keamanan serta reputasi transaksi.
Dalam perspektif ekonomi Islam, keputusan pembelian generasi Z
mencerminkan nilai-nilai spiritual dan moral, seperti kepatuhan pada
prinsip halal, penghindaran gharar dan riba, serta kontribusi terhadap
kemaslahatan bersama.
Kata Kunci: Pemasaran Langsung, Kualitas Produk, Kepercayaan
Elektronik dan Keputusan Pembelian. ABSTRACT
The internet is becoming a key pillar of the economy, with e
commerce supporting market needs. Shopee Live makes transactions
and buyer-seller interactions easier. The popularity of live shopping is
attracting the attention of businesses and researchers, especially as
Generation Z and Millennials dominate this trend. In fierce
competition, understanding consumer behavior is very important,
especially the factors of direct marketing, product quality, and
electronic trust in purchasing decisions. This research aims to analyze
the influence of direct marketing, product quality, and electronic trust
on purchasing decisions on Shopee Live from an Islamic economic
perspective, with a focus on generation Z in Bandar Lampung.
This research uses quantitative methods by collecting data
through literature studies and questionnaires. The research population
is Generation Z in Bandar Lampung, with a sample of 100 respondents
selected using purposive sampling techniques. Data were analyzed
using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least
Square (PLS) via Smart-PLS version 4 software.
The research results show that direct marketing, product
quality, and electronic trust individually and simultaneously have a
positive and significant effect on generation Z consumers' purchasing
decisions on Shopee Live. In particular, direct marketing is effective at
increasing emotional involvement, product quality is a major factor in
consumer evaluation, and e-trust strengthens the security and
reputation of transactions. In an Islamic economic perspective,
generation Z's purchasing decisions reflect spiritual and moral values,
such as adherence to halal principles, avoidance of gharar and usury,
and contribution to the common good.
Keywords: Direct Marketing, Product Quality, Electronic Trust and
Purchasing Decisions
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV DI SD 5 JATIMULYO
ABSTRAK
penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode
mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik
pada pembelajaran IPS kelas IV di SD 5 Jatimulyo yang
berjumlah 26 siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah
penelitian tindakan kelas dan populasi pada penelitian ini
yaitu seluruh siswa kelas IV sebagai kelas eksperimen Hasil
belajar siswa belum resional ideal. Penelitian ini dilakukan
dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II dengan tahap
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada
siklus I menunjukkan hasil belajar siswa yang memperoleh
nilai 75 keatas sebanyak 11 siswa (35 %) dengan kategori
tuntas dan siswa yang memperoleh nilai dibawah 70 sebanyak
13 siswa atau (65%) dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus
II menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang memperoleh
nilai 75 keatas sebanyak 21 siswa atau (95%) dengan kategori
tuntas dan siswa yang memperoleh nilai dibawah 75 sebanyak
3 orang siswa atau (5%) dengan kategori tidak tuntas. Hal ini
menunjukkan bahwa peningkatan yang singnifikan terhadap
hasil belajar siswa setelah penerapan metode pembelajaran
mind mapping.
Berdasarkan hasil penelitian dan melalui uji hipotesis
menggunakan SPSS menunjukkan bahwa penerapan metode
mind mapping berpengaruh terhadap hasil belajar peserta
didik kelas IV di SD 5 Jatimulyo
Kata Kunci: Metode Mind Mapping, Hasil Belajar, IPS.
iii
ABSTRACT
This study aims to determine the application of the mind
mapping method to improve student learning outcomes in social
studies learning in grade IV at SD 5 Jatimulyo, totaling 26 students.
The type of research conducted is classroom action research and the
population in this study is all grade IV students as an experimental
class. Student learning outcomes are not yet ideal rational. This study
was conducted in two cycles, namely cycle I and cycle II with the
stages of planning, implementation, observation, and reflection. In
cycle I, the learning outcomes of students who obtained a score of 75
and above were 11 students (35%) with the complete category and
students who obtained a score below 70 were 13 students or (65%)
with the incomplete category. In cycle II, it showed that the learning
outcomes of students who obtained a score of 75 and above were 21
students or (95%) with the complete category and students who
obtained a score below 75 were 3 students or (5%) with the
incomplete category. This shows that there is a significant increase in
student learning outcomes after the application of the mind mapping
learning method.
Based on the results of the study and through hypothesis
testing using SPSS, it shows that the application of the mind mapping
method has an effect on the learning outcomes of grade IV students at
SD 5 Jatimulyo
Keywords: Mind Mapping Method, Learning Outcomes, Social
Studies
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V MIN 1 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model
pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas V MIN 1 Bandar Lampung. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran STM
berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
eksperimen semu (quasi-experiment). Subjek penelitian terdiri dari siswa
kelas V yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang
menggunakan model pembelajaran STM dan kelompok kontrol yang
menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan
melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan wawancara.
Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik dengan
bantuan perangkat lunak SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
signifikan dalam kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan model STM dan siswa yang menggunakan metode
konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang
lebih tinggi dalam skor berpikir kritis dibandingkan dengan kelompok
kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran STM efektif
dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Kata kunci: Model Pembelajaran STM, Berpikir Kritis, Sains Teknologi
Masyarakat, Siswa Kelas V
ii
ABSTRACT
This research aims to analyze the influence of the Community Science
Technology (STM) learning model on the critical thinking abilities of
class V MIN 1 Bandar Lampung students. The formulation of the
problem in this research is whether the STM learning model has a
significant effect on students' critical thinking abilities.
This research uses quantitative methods with a quasi-experiment design.
The research subjects consisted of fifth grade students who were divided
into two groups: an experimental group that used the STM learning
model and a control group that used conventional learning methods.
Data was collected through critical thinking ability tests, observations
and interviews. Data analysis was carried out using parametric
statistical tests with the help of SPSS software.
The results of the research show that there is a significant difference in
critical thinking abilities between students who take part in learning
using the STM model and students who use conventional methods. The
experimental group showed a higher increase in critical thinking scores
compared to the control group. This shows that the STM learning model
is effective in improving students' critical thinking skills.
Keywords: STM Learning Model, Critical Thinking, Science Technology
Society, Class V Student
PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FIQIH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI MTS NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar lampung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh
Implementasi kurikulum merdeka belajar terhadap kemampuan
berpikir kritis peserta didik di MTs Negeri 2 Bandar Lampung. Jenis
penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan jrnis
penelitian Expost-Facto. Populasinya adalah seluruh peserta didik
kelas VIII di MTs Negeri 2 Bandar Lampung yang terdiri dari 462
orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik
random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 46 orang.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah
penyebaran angket (kuesioner), observasi dan dokumentasi. Sehingga
data yang akan diperoleh adalah data yang bersifat kuantitatif. Data
primer diperoleh langsung dari penyebaran angket dari responden di
lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil observasi,
dokumentasi, dan teori dari kepustakaan, dokumentasi latar belakang
dan kegiatan sekolah yang ada di MTs Negeri 2 Bandar Lampung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan dalam implementasi kurikulum merdeka belajar
terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di MTs Negeri 2
Bandar Lampung, yang dapat dilihat dalam perhitungan koefisien
korelasi dan uji T. Dari hasil perhitungan koefisien korelasi dapat
dikatakan bahwa tingkatan signifikansinya sebesar 23,9%, atau 0,239
dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Sehingga dari
perolehan Rhitung yang bernilai positif dan perolehan nilai Thitung
sebesar 4,261 dibanding dengan Ttabel 1,678, yang artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan.
Kata kunci : Kurikulum Merdeka, Berpikir Kritis, Fiqih
ii
ABSTRACT
This research was conducted at MTs Negeri 2 Bandar
Lampung. This study aims to find out whether there is an influence
of the implementation of the independent learning curriculum on the
critical thinking ability of students at MTs Negeri 2 Bandar
Lampung. The type of research used is a quantitative approach with
Expost-Facto research methods.The population is all grade VIII
students at MTs Negeri 2 Bandar Lampung which consists of 462
people. Sampling was carried out using random sampling
techniques. The sample used was 46 people.
The data collection techniques used are questionnaire
dissemination, observation and documentation. So that the data to be
obtained is quantitative data. Primary data was obtained directly
from the distribution of questionnaires from respondents in the field.
Meanwhile, secondary data was obtained from observations,
documentation, and theories from literature, background
documentation, and school activities at MTs Negeri 2 Bandar
Lampung.
The results of this study show that there is a positive and
significant influence in the implementation of the independent
learning curriculum on the critical thinking ability of students at
MTs Negeri 2 Bandar Lampung, which can be seen in the
calculation of the correlation coefficient and the T test. So that from
the acquisition of Rcalculation with a positive value and the
acquisition of a Thitung value of 4.261 compared to Ttable 1.678 there is a positive and significant influence.
Keywords: Independent Curriculum, Critical Thinking, Fiq
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Abstrack
This study aims to examine the impact of the RADEC (Read, Answer,
Discuss, Explain, and Create) learning model on the learning outcomes of
Islamic Religious Education (PAI) subjects for eighth-grade students at SMP
N 1 Banyumas. This research is a quantitative study with a quasi-experimental
design, involving both experimental and control groups. The design used is the
Posttest Only Control Group Design. The population of this study consists of
eighth-grade students at SMP Negeri 1 Banyumas, and the sample was
selected using a probability sampling technique with simple random sampling.
Data collection was conducted through observation, documentation, and tests.
Data analysis was performed using an SPSS t-test with an Independent Sample
Test. The results indicate that the implementation of the RADEC learning
model enhances student engagement, with the experimental group achieving a
posttest average of 88, compared to the control group's post-test average of 73.
Based on the hypothesis test results with the independent t-test, the
significance value (2-tailed) was 0.000 < 0.05, which means Ha is accepted
and Ho is rejected. Therefore, it can be concluded that the RADEC learning
model has an effect on student learning outcomes in Islamic Religious
Education at SMP Negeri 1 Banyumas.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran
RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) terhadap hasil belajar
kognitif peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMP
http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
1
N 1 Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode
eksperimen, melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen. Desain yang
digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini
terdiri dari peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Banyumas, dan sampel
ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple
random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan menggunakan uji t SPSS
dengan Independent Sample Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan model pembelajaran RADEC meningkatkan keaktifan peserta
didik, sehingga kelas eksperimen memperoleh rata-rata post-test sebesar 88,
lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang rata-rata post-test-nya 73.
Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji t-independent, nilai signifikansi (2
tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RADEC
berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Banyumas
PERAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN PASAL 87 HURUF D TENTANG PEMELIHARAAN PENERANGAN JALAN PERSPEKTIF FIQH SIYASAH (Studi di Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat)
ABSTRAK
Keberadaan lampu jalan sangat penting untuk penerangan jalan dan memperlancar
kegiatan transportasi, karena kegiatan transportasi tidak hanya berlangsung pada siang hari tetapi
juga pada malam hari. Fungsi utama dari lampu jalan untuk memastikan keamaan manusia.
Penerangan lalu lintas diharuskan memberikan kondisi visibilitas yang baik dan mengurangin
potensi bahaya dengan menerangi objek di sepanjang jalan. Seperti yang telah tertulis dalam
Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 25 ayat (1)
menjelaskan “setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan
perlengkapan jalan berupa: rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat
penerangan jalan, alat pengendali dan pengaman pengguna jalan.” Jika dilihat dari Undang-undang
tersebut, maka sangat jelas diwajibkan harus adanya perlengkapan jalan maka tanpa terkecuali
semua harus sangat diperhatikan oleh pemerintah.
Adapun Rumusan Masalah Dalam Penelitian ini yaitu Bagaimana Peran Dinas
Perhubungan Dalam Mengimplementasikan Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 87 Huruf
D Tentang Pemeliharaan Penerangan Jalan di Krui Kabupaten Pesisir Barat dan Bagaimana
Persepektif Fiqh Siyasah Terhadap Peran Dinas Perhubungan Dalam Mengimplementasikan
Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 87 Huruf D Tentang Pemeliharaan Penerangan Jalan
di Krui Kabupaten Pesisir Barat.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Peran Dinas
Perhubungan Dalam Mengimplementasikan Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 87 Huruf
D Tentang Pemeliharaan Penerangan Jalan di Kabupaten Pesisir Barat dan Bagaimana
Persepektif Fiqh Siyasah Terhadap Peran Dinas Perhubungan Dalam Mengimplementasikan
Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 87 Huruf D Tentang Pemeliharaan Penerangan Jalan
di Krui Kabupaten Pesisir Barat.
Jenis penelitian ini adalah studi lapangan (field Research),yaitu studi yang di lakukan
secara langsung di lapangan atau langsung kepada narasumber yang menjadi objek utama di dalam
penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan
dan fokus penelitian. Dari segi sifat penelitian ini sendiri yaitu penelitian diskriptif kualitatif, yaitu
menggambarkan dan menjelaskan masalah-masalah yang ada sekarang dengan cara
mengumpulkan data, menyusun, mengklasifikasi, menganalisa.
Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu Dinas Perhubungan Kota Krui Kabupaten
Pesisir Barat sudah berperan sangat baik dalam memelihara Lampu penerangan jalan. Karena
mereka sudah menjalankan tugas sesuai dengan SOP dan juga peraturan pemerintah yang telah
ditetapkan. Hanya saja mereka terhambat karena beberapa faktor, diantaranya seperti terbatasnya
anggaran dana, kurang tersedianya bahan baku yang dibutuhkan dan terbatasnya tenaga kerja
lapangan. Sedangkan menurut pandangan fiqh siyasah Pemerintahan yang dalam hal ini mengenai
perbaikan lampu jalan yang rusak di Kota Krui Kabupaten Pesisir Barat. Pada suatu instansi sudah
ada bagian-bagian tertentu yang sudah memiliki tugas masing-masing dan itulah sebabnya semua
tugas yang diberikan harus dikerjakan sebagaimana mestinya. Dalam pandangan Fiqh Siyasah,
sains dan teknologi sangat penting untuk membangun peradaban yang kuat dan tangguh.
Kata Kunci : Peraturan Menteri Perhubungan Pasal 87 Huruf D, Persepektif Fiqh Siyasah. ABSTRACT
The existence of street lights is very important for street lighting and facilitating
transportation activities, because transportation activities do not only take place during the day but
also at night. The main function of street lights is to ensure human safety. Traffic lighting is
required to provide good visibility conditions and reduce potential hazards by illuminating objects
along the road. As written in Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation
Article 25 paragraph (1) explains "every road used for public traffic must be equipped with road
equipment in the form of: traffic signs, road markings, traffic signal devices, street lighting
devices, control devices and road user safety devices. " If seen from the Law, it is very clear that
road equipment is required, so without exception all must be given great attention by the
government.
The formulation of the problem in this study is how is the role of the Transportation Agency
in implementing the Ministerial Regulation Article 87 Letter D concerning the Maintenance of
Street Lighting in Krui, Pesisir Barat Regency and how is the Fiqh Siyasah Perspective on the Role
of the Transportation Agency in Implementing the Ministerial Regulation Article 87 Letter D
concerning the Maintenance of Street Lighting in Krui, Pesisir Barat Regency.
Meanwhile, the purpose of this study is to determine the role of the Transportation Agency
in implementing the Ministerial Regulation Article 87 Letter D concerning the Maintenance of
Street Lighting in Krui, Pesisir Barat Regency and how is the Fiqh Siyasah Perspective on the Role
of the Transportation Agency in Implementing the Ministerial Regulation Article 87 Letter D
concerning the Maintenance of Street Lighting in Krui, Pesisir Barat Regency
This type of research is a field study, which is a study conducted directly in the field or
directly to the informants who are the main objects in this study. This study uses a qualitative
method to describe the problems and focus of the research. In terms of the nature of this research
itself, it is a qualitative descriptive study, which describes and explains the current problems by
collecting data, compiling, classifying, analyzing. The conclusion of this study is that the Krui City
Transportation Agency, Pesisir Barat Regency, has played a very good role in maintaining street
lighting. Because they have carried out their duties in accordance with the SOP and also the
government regulations that have been set. It's just that they are hampered by several factors,
including limited budget funds, lack of availability of raw materials needed and limited field
workers. Meanwhile, according to the view of the fiqh siyasah of the Government, in this case
regarding the repair of damaged street lights in Krui City, Pesisir Barat Regency. In an agency
there are already certain parts that already have their respective duties and that is why all tasks
given must be carried out properly. In the view of Fiqh Siyasah, science and technology are very
important for building a strong and resilient civilization.
Keywords: Regulation of the Minister of Transportation Article 87 Letter D, Fiqh Siyasah
Perspective