Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, MEDIA SOSIAL, FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP MINAT MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR ZAKAT PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT YAKESMA LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi penghimpunan zakat di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, meskipun memiliki potensi yang besar. Permasalahan tersebut diduga berkaitan dengan rendahnya kualitas informasi akuntansi lembaga zakat, belum maksimalnya pemanfaatan media sosial, serta kurangnya inovasi penggunaan financial technology dalam pembayaran zakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial technology terhadap minat masyarakat membayar zakat pada Lembaga Amil Zakat Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara parsial maupun simultan pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial technology terhadap minat masyarakat dalam menunaikan zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi masyarakat yang menjadi pengikut akun media sosial YAKESMA Lampung. Variabel dependen dalam penelitian adalah minat masyarakat membayar zakat, sedangkan variabel independennya terdiri atas kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial technology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat membayar zakat. Secara simultan ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan, yang berarti bahwa transparansi laporan keuangan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi, serta penerapan teknologi keuangan secara sinergis mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga amil zakat untuk mengintegrasikan aspek akuntabilitas, strategi komunikasi digital, dan inovasi teknologi dalam rangka meningkatkan penghimpunan dana zakat secara optimal. ABSTRACK This study is motivated by the low optimization of zakat collection in Indonesia, particularly in Lampung Province, despite its considerable potential. This issue is allegedly related to the lack of quality in accounting information provided by zakat institutions, the underutilization of social media, and the limited innovation in the use of financial technology for zakat payments. Therefore, this research aims to analyze the effect of accounting information system quality, social media, and financial technology on public interest in paying zakat at the Amil Zakat Institution Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) Lampung. The purpose of this study is to examine, both partially and simultaneously, the influence of accounting information system quality, social media, and financial technology on public interest in paying zakat. This research applies a quantitative approach with the population consisting of social media followers of YAKESMA Lampung. The dependent variable in this study is public interest in paying zakat, while the independent variables include the quality of accounting information systems, social media, and financial technology. The results show that partially, the quality of accounting information systems, social media, and financial technology have a positive and significant effect on public interest in paying zakat. Simultaneously, these three variables also have a significant influence, indicating that financial transparency, the utilization of social media as a communication tool, and the application of financial technology synergistically increase public participation in zakat. These findings provide practical implications for zakat institutions to integrate accountability, digital communication strategies, and technological innovations in order to optimize zakat collection

    PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 KETAPANG LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 1 Ketapang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru PAI, wakil kepala sekolah, serta siswa kelas XI 1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMA Negeri Ketapang menjalankan peran multidimensi sebagai pendidik profesional yang bertanggung jawab dalam mendidik, membimbing, memotivasi, serta menjadi teladan bagi siswa. Strategi yang digunakan untuk menumbuhkan kemandirian belajar meliputi penerapan metode keteladanan (uswah hasanah) melalui kedisiplinan kehadiran guru, pemberian tugas mandiri, fasilitasi belajar kelompok, serta pembiasaan tanggung jawab melalui jadwal piket dan manajemen jadwal pelajaran Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa kemandirian siswa tercermin dalam kemampuan menyelesaikan masalah, rasa percaya diri, inisiatif kreatif, dan tanggung jawab akademik. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, yaitu rendahnya partisipasi orang tua akibat kesibukan kerja, keterbatasan fasilitas pendukung seperti akses internet dan buku referensi yang komprehensif, serta kejenuhan siswa terhadap metode pembelajaran konvensional yang terlalu bergantung pada LKS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat hambatan sarana dan dukungan keluarga, peran guru PAI melalui pendekatan reflektif dan partisipatif terbukti krusial dalam meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa Kata Kunci: Peran Guru PAI, Kemandirian Belajar. ii ABSTRACT This study aims to describe and analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering student learning independence at SMA Negeri 1 Ketapang. The research method used was qualitative, with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, and documentation. The informants included the PAI teacher, the vice principal, and eleventh grade students. The results indicate that PAI teachers at SMA Negeri 1 Ketapang fulfill a multidimensional role as professional educators responsible for educating, guiding, motivating, and serving as role models for students. Strategies used to foster learning independence include the application of role models (uswah hasanah) through disciplined teacher attendance, assigning independent assignments, facilitating group learning, and fostering a sense of responsibility through duty schedules and lesson schedule management. The research findings identified that student independence is reflected in problem-solving skills, self-confidence, creative initiative, and academic responsibility. However, several inhibiting factors exist, including low parental participation due to busy workloads, limited supporting facilities such as internet access and comprehensive reference books, and student boredom with conventional learning methods that rely too heavily on worksheets. This study concludes that despite the obstacles of facilities and family support, the role of Islamic Religious Education teachers through a reflective and participatory approach has proven crucial in improving students' independent learning abilities. Keywords: Role of Islamic Education Teachers, Learning Independence

    NAFKAH MUT’AH TERHADAP ISTRI YANG DICERAI TALAK QABLA DUKHUL PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

    No full text
    ABSTRAK Pemberian mut’ah merupakan kompensasi yang diberikan oleh mantan suami kepada mantan istrinya. Mut’ah dapat berupa perhiasan/benda, maupun uang sebagai penghibur hati bekas istrinya. Seorang mantan suami memberikan mut’ah sesuai dengan kemampuan dirinya, berdasarkan kondisi ekonominya berkecukupan, pas-pasan atau kekurangan Permasalahan mengenai pemberian mut’ah bagi wanita yang ditalak ini berdasarkan dari Q.S al Baqarah:241, bahwa orang-orang yang bertaqwalah yg berkewajiban memberikan mut’ah kepada mantan istrinya. Para ulama berbeda pendapat mengenai status hukumnya. Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali menyatakan bahwa mut’ah hukumnya wajib dalam kondisi tertentu, khususnya jika perceraian terjadi sebelum dukhul dan mahar belum ditentukan. Sementara Mazhab Maliki memandang bahwa mut’ah bersifat sunnah, sebagai bentuk ihsan atau kebaikan dari suami. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pandangan empat mazhab fikih (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali) mengenai kewajiban pemberian nafkah mut’ah kepada istri yang dicerai sebelum dukhul (talak qabla dukhul)? (2)Bagaimana pengaturan hukum nafkah mut’ah terhadap istri yang dicerai talak qabla dukhul dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI)? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nafkah mut’ah terhadap istri yangdicerai talak qabla dukhul perspektif empat mazhab dan kompilasi hukum Islam. Dalam penelitian ini menggunakan motode pustaka (library research) yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode analisis kualitatif, kemudian cara berpikir menggunakan cara deduktif digunakan pada saat penulis mengumpulkan data-data perpustakaan secara umum baik buku-buku fikih, hadist, kitab,pasal dan sebagainya tentang suatu konsep yang kemudian diambil kesimpulan secara khusus sampai pada suatu titik. Berdasarkan data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, pandangan para ulama mengenai pemberian mut’ah kepada istri yang dicerai talak qabla dukhul memiliki perbedaan pendapat yang signifikan. Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali sepakat bahwa mut’ah merupakan kewajiban syar’i yang harus dipenuhi oleh suami dalam kondisi tertentu, khususnya ketika perceraian terjadi sebelum terjadi hubungan badan dan belum ditentukan mahar dalam akad. Berbeda halnya dengan Mazhab Maliki yang berpendapat bahwa pemberian mut’ah kepada istri yang dicerai adalah sunnah, bukan wajib. Mut’ah dipandang sebagai bentuk ihsan (kebaikan) dan akhlak mulia dari suami, sehingga bersifat tidak mengikat secara hukum. Adapun dalam hukum Islam di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 149 huruf (a), mut’ah hanya diwajibkan kepada istri yang diceraikan setelah terjadi hubungan badan (ba’da dukhul). Sedangkan bagi istri yang diceraikan sebelum dukhul, tidak terdapat kewajiban bagi suami untuk memberikan mut’ah. ABSTRACT Mut'ah is compensation given by an ex-husband to his ex-wife. Mut'ah can be in the form of jewelry/objects, or money to console his ex-wife. An exhusband provides mut'ah according to his ability, based on whether his economic situation is sufficient, mediocre, or insufficient. The issue of granting mut'ah to a divorced woman is based on Q.S. al-Baqarah: 241, which states that pious people are obligated to grant mut'ah to their ex-wives. Scholars differ on its legal status. The Hanafi, Shafi'i, and Hanbali schools of thought state that mut'ah is obligatory under certain conditions, particularly if the divorce occurred before the marriage and the dowry has not been determined. Meanwhile, the Maliki school of thought considers mut'ah to be sunnah, a form of ihsan or kindness from the husband. The formulation of the problem in this study is (1) What are the views of the four schools of jurisprudence (Maliki, Hanafi, Syafi'i, and Hambali) regarding the obligation to provide mut'ah maintenance to a wife who is divorced before the divorce (talak qabla dukhul)? (2) How is the legal regulation of mut'ah maintenance for a wife who is divorced by talak qabla dukhul in the Compilation of Islamic Law (KHI)? The purpose of this study is to determine the mut'ah maintenance for a wife who is divorced by talak qabla dukhul from the perspective of the Malikiyah school of thought and the compilation of Islamic law. In this study, a descriptive library research method is used using qualitative analysis methods, then a deductive way of thinking is used when the author collects library data in general, both fiqh books, hadiths, books, articles and so on about a concept which is then drawn specifically to a point. Based on the research data, it can be concluded that the views of Islamic scholars regarding the granting of mut'ah to a wife divorced by talaq qabla dukhul (religious divorce). The Hanafi, Shafi'i, and Hambali schools agree that mut'ah is a sharia obligation that must be fulfilled by the husband under certain circumstances, particularly when the divorce occurs before sexual intercourse and a dowry has not been determined in the marriage contract. Conversely, the Maliki school of thought holds that granting mut'ah to a divorced wife is sunnah, not obligatory. Mut'ah is viewed as an act of ihsan (goodness) and noble character on the part of the husband, and is therefore not legally binding. Under Indonesian Islamic law, as stipulated in the Compilation of Islamic Law (KHI), specifically Article 149 letter (a), mut'ah is only obligatory for a wife divorced after sexual intercourse (after dukhul). For a wife divorced before dukhul, the husband is not obligated to grant mut'ah

    PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 20 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2025/2026

    No full text
    ABSTRAK Motivasi belajar merupakan kecenderungan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi, tentu peserta didik akan lebih terarah dalam berpikir, bertindak dan berbuat sehingga sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Namun kenyataan yang terjadi di SMP Negeri 20 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2025/2026, terdapat beberapa peserta didik yang mengalami motivasi belajar rendah yang ditunjukkan dari sikap peserta didik yang mudah menyerah, ketika mendapatkan nilai yang jelek, merasa cukup dengan kemampuan yang mereka miliki, tidak percaya diri dengan potensi yang mereka miliki, malas belajar. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan judul pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan client centered terhadap motivasi belajar peserta didik SMP Negeri 20 Bandar Lampung tahun pelajaran 2025/2026. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan Client Centered terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen sederhana menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 5 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 20 Bandar Lampung yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan Client Centered. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 36,8 (kategori rendah) menjadi 41,2 (kategori tinggi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan Client Centered berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Pendekatan Client Centered, Motivasi Belajar. ii ABSTRAK Learning motivation is the tendency of students to carry out learning activities driven by the desire to achieve the best possible learning achievements or results. With high learning motivation, students will certainly be more focused in thinking, acting and doing so that they are in accordance with the desired goals. However, the reality that occurred at SMP Negeri 20 Bandar Lampung in the 2025/2026 Academic Year, there were several students who experienced low learning motivation which was indicated by the attitude of students who gave up easily, when getting bad grades, feeling sufficient with their abilities, not confident in their potential, lazy to study. So it is necessary to conduct research with the title of the influence of group counseling with a client-centered approach on the learning motivation of students at SMP Negeri 20 Bandar Lampung in the 2025/2026 academic year. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling with a client-centered approach on students' learning motivation. This study used a quantitative approach with a simple experimental method using a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects were five students of class VII G of SMP Negeri 20 Bandar Lampung who had low levels of learning motivation. The results showed an increase in students’ learning motivation after receiving group counseling using the Client Centered approach. This is indicated by an increase in the average learning motivation score from 36.8 (low category) to 41.2 (high category). Therefore, it can be concluded that group counseling with the Client Centered approach positively affects the improvement of students’ learning motivation at SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Keywords: Group Counseling, Client Centered Approach, Learning Motivatio

    MANAJEMEN STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI SD MUHAMMADIYAH 1 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lembaga pendidikan memiliki keunggulan kompetitif agar mampu bersaing. SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung sebagai sekolah dasar Islam telah menunjukkan daya saing melalui prestasi, peningkatan jumlah siswa, serta program unggulan berbasis Al-Qur‟an. Penelitian ini difokuskan pada manajemen strategis dalam meningkatkan keunggulan kompetitif, dengan subfokus pada formulasi, implementasi, dan evaluasi strategis menurut Fred R. David. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan mendeskripsikan penerapan ketiga tahapan manajemen strategis tersebut di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan pendekatan secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung yang berkaitan dengan manajemen strategis dalam mencapai keunggulan kompetitif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi strategis di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan teori manajemen strategis yang menempatkan seluruh elemen sekolah sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Implementasi strategis menitikberatkan pada pembelajaran inovatif berbasis deep learning, pengembangan kurikulum dinamis termasuk Kurikulum Merdeka, serta strategi pemasaran holistik yang memanfaatkan media sosial dan sistem reward bagi guru dan siswa, yang bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan, daya tarik sekolah, dan jumlah siswa. Evaluasi strategis dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan fokus pada kinerja guru, kepuasan orang tua, dan kesesuaian visi misi sekolah, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang adaptif dan memperkuat posisi kompetitif sekolah dalam menghadapi dinamika pendidikan. Kata Kunci: Keunggulan Kompetitif, Manajemen Strategis vii ABSTRACT The development of science and technology requires educational institutions to possess competitive advantages in order to remain capable of competing. SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, as an Islamic elementary school, has demonstrated its competitiveness through achievements, increasing student enrollment, and Qur’an-based flagship programs. This study focuses on strategic management in enhancing competitive advantage, with sub-focuses on strategy formulation, implementation, and evaluation based on Fred R. David’s framework. The objective of this research is to analyze and describe the application of these three stages of strategic management at SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung related to strategic management in achieving competitive advantage. The findings indicate that strategy formulation at SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung was carried out systematically and participatively by involving all stakeholders, in line with strategic management theory which places all school elements as key factors in decision-making. Strategy implementation focuses on innovative learning based on deep learning, the development of a dynamic curriculum including the Merdeka Curriculum, as well as a holistic marketing strategy utilizing social media and reward systems for teachers and students. These efforts collectively enhance educational quality, school attractiveness, and student enrollment. Strategic evaluation is conducted comprehensively and continuously, with emphasis on teacher performance, parental satisfaction, and alignment with the school’s vision and mission, thereby supporting adaptive decision-making and strengthening the school’s competitive position amid educational dynamics. Keywords: Competitive Advantage, Strategic Management viii ix ضّخهًنا ضرفي ر ّ وطت مولعلا ايجولونكتلاو ىلع تاسّ سؤلما ة ّ يوبترلا كلاتما ةزيم ة ّ يسفانت اهنّكتد نم دومصلا في هجو تاي ّ دحتلا ةسفانلماو . دقو ترهظأ ةسردم سإ يد ة ّ يد ّ ممح 1 ردنب غنوبملا اهتفصب ةسردم ة ّ يئادتبا ة ّ يملاسإ اتهردق ة ّ يسفانتلا نم للاخ تازانجلإا ة ّ ييمداكلأا يرغو ،ة ّ ييمداكلأا ةدايزو ددع ،ذيملاتلا اًلاضف نع جمابرلا ةز ّ يمتلما ة ّ ينبلما ىلع نآرقلا يمركلا . زّكري اذه ثحبلا ىلع ةرادلإا ة ّ يجيتاترسلاا في زيزعت ةزيلما ،ة ّ يسفانتلا عم زيكرت يعرف ىلع ةغايص ،ة ّ يجيتاترسلاا ،اهذيفنتو اهمييقتو ا ً قفو جذومنل ديرف ر. ديفيد . فدهيو ثحبلا لىإ ليلتح فصوو قيبطت لحارلما ثلاثلا ةرادلإل ة ّ يجيتاترسلاا في ةسردم سإ يد ة ّ يد ّ ممح 1 ردنب غنوبملا . دقو دمتعا اذه ثحبلا ىلع جهنلما يعونلا لخدلماب ،يفصولا ثيح تع م جُ تانايبلا نم للاخ ،ةظحلالما ،تلاباقلماو قئاثولاو ةقّلعتلما ةرادلإاب ة ّ يجيتاترسلاا قيقحتل ةزيلما ة ّ يسفانتلا في ةسردم سإ يد ة ّ يد ّ ممح 1 ردنب غنوبملا . ترهظأو جئاتنلا ا ّنأ ةغايص ة ّ يجيتاترسلاا في ةسردلما تذِّفم ن ةروصب ة ّ يجهنم ة ّ يكراشتو ةكراشبم عيجُ باحصأ ،ةحلصلما كلذو ابم قفاوتي عم ةيرظن ةرادلإا ة ّ يجيتاترسلاا تيلا برتعت عيجُ رصانع ةسردلما ينلعاف سيئر يني في ةيلمع ذاتخا رارقلا . ا ّ مأ ذيفنت ة ّ يجيتاترسلاا دقف زكترا ىلع ميلعتلا ركتبلما مئاقلا ىلع مّلعتلا ،قيمعلا ريوطتو جهانلما ة ّ يكيمانيدلا ابم في كلذ جهنلما لقتسلما ( مولوكيروك اكيدرم )، ا ً ةفاضإ لىإ ة ّ يجيتاترسا قيوست ةلماش ديفتست نم لئاسو لصاوتلا يعامتجلاا اظنو م زفاولحا ،ينملعملل اّمم مهسأ في ينستح ةدوج ،ميلعتلا ةدايزو ةيبذاج ةسردلما ددعو ابهلاط . امك ىرج مييقتلا يجيتاترسلاا ةروصب ةلماش ةمادتسمو عم زيكترلا ىلع ءادأ ،ينملعلما اضرو ءايلوأ ،روملأا ىدمو قفاوت ةيؤرلا ةلاسرلاو ،ةيسردلما رملأا يذلا معد ةيلمع ذاتخا ارقلا ر ةيفيكتلا ز ّ زعو عقولما يسفانتلا ةسردملل في ةهجاوم تايمانيد ميلعتلا . تبًهكنا ةيحبحفًنا : ةزيملا ،ةّيسفانتلا ةرادلإا ةّيج

    PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK DI SMP N 18 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan yang bermutu tidak terlepas dari guru yang professional yang mempunyai empat kompetensi. Sesuai dengan Penjelasan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Untuk menjadikan guru yang professional, maka bisa dimulai dari peningkatan-peningkatan kompetensinya. Salah satu cara dalam meningkatkan kompetensinya guru bisa melalui kepala sekolah. Karena kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru baik dari program maupun upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi para gurunya. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai educator dalam meningkatkan kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar Lampung; 2) Untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar Lampung; 3) Untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar Lampung; Penelitian ini meliputi bagaimana peran kepala madrasah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dan kegiatan apa saja yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif melalui survei terhadap subjek penelitian, Wawancara Wawancara, Observasi dan Metode dokumentasi. Dari temuan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 peran kepala sekolah yang lebih dominan dilakukan yaitu : 1. Peran kepala sebagai educator melakukan pengembangkan tenaga kependidikan dengan memberikan contoh yang baik kepada bawahannya, mengadakan supervise, memberikan bimbangan kepada guru, mendukung guru mengikuti perkembangan iptek dan memotivasi guru. 2. Peran kepala sekolah sebagai manajer, dengan adanya manajerial yang jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi guru, dengan mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan maupun seminar workshop, 3. peran kepala sekolah sebagai supervisor melakukan supervise perangkat terlebih dahulu selanjutnya kekelas langsung perorangan, serta mengadakan diskusi musyawarah dan rapat secara rutin untuk evaluasi. Hal ini sekaligus membuat guru lebih disiplin sehingga dapat meningkatkan kompetensi profesional guru. Kata Kunci: Kepala Sekolah, Meningkatkan, Kompetensi Guru ii ABSTRACT Quality education can not be separated from a professional teacher who has four competencies. In accordance with Government Regulation No. Explanation. 19 Year 2005 on National Education Standards. To make a professional teacher, it can be started from increases competence. One way to improve the competence of teachers could through the principal. Because the principal has a very important role in improving the quality of education in schools. It is intended to determine how the principal's role in improving teacher competence both of the program and the principal efforts made in improving the competence of the teacher. The objectives of this research include: 1) To find out the role of the school principal as an educator in improving the competence of educators at SMPN 18 Bandar Lampung; 2) To find out the role of the principal as a manager in improving the competence of educators at SMPN 18 Bandar Lampung; 3) To find out the role of the school principal as supervisor in improving the competence of educators at SMPN 18 Bandar Lampung; This research covers the role of madrasah heads in efforts to increase teacher competency and what activities are carried out in order to increase teacher competency. From the findings above, it can be concluded that there are 3 roles that school principals play more dominantly, namely: 1. The role of the head as an educator is to develop educational staff by providing a good example to his subordinates, providing supervision, providing guidance to teachers, supporting teachers to follow developments in science and technology and motivating Teacher. 2. The role of the school principal as a manager, with clear management and in accordance with the main tasks and functions, has a significant impact in increasing teacher competency, by involving teachers in training activities and seminar workshops, 3. The role of the school principal as a supervisor is to supervise the equipment first. first, then direct individual classes, as well as holding regular deliberation discussions and meetings for evaluation. This also makes teachers more disciplined so that they can improve teacher professional competence. Keywords: Principal, Improving, Teacher Competenc

    TINJAUAN FIQH SIYᾹSAH TANFIŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 6 PERMENSOS RI NO 25 TAHUN 2019 TENTANG KARANG TARUNA (Studi di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat)

    No full text
    ABSTRAK Karang Taruna sebagai organisasi sosial berbasis kepemudaan \ud yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tanggung jawab sosial. Karang Taruna di Pekon Sukajaya tersebut belum efektif sehingga masih banyak permasalahan sosial yang timbul. Karang Taruna di Pekon Sukajaya memiliki struktur yang jelas namun tidak ada program kerja yang berkesinambungan, maka selanjutnya partisipasi pemuda terhadap karang taruna masih kurang efektif dan tidak berjalan secara maksimal. Maka rumusan masalah yang akan di pecahkan oleh penulis yaitu Bagaimana Implementasi Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat dan Bagaimana Tinjauan Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah Terhadap Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sifat penelitian ini bersifat Deskriptif Analisis yaitu membuat deskrpitif, gambaran, atau lukisan secara sistematis dan objektif mengenai fakta-fakta, sifat-sifat Tentang Karang Taruna. Penelitian ini bersumber dari data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah (Politik Pelaksanaan Perundang-undangan). Yang artinya mengacu pada kewenangan untuk menegakkan hukum dalam hierarki kabinet dalam suatu pemerintahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, maka disimpulkan dapat diketahui bahwa Implementasi Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna sudah berjalan tapi belum sepenuhnya aktif, dikarenakan kegiatan Karang Taruna hanya berjalan pada saat memeriahkan hari kemerdekaan RI dan penggalangan dana saja selebihnya tidak ada kegiatan yang lain, kurangnya pendekatan kepengurusan Karang Taruna kepada masyarakat, kurang terbukannya Pengurus dengan Anggota Karang Taruna dan menurunnya minat pemuda dalam organisasi Karang Taruna. Tinjaun fiqih siyᾱsah Tanfiżiyyah terhadap peran Karang Taruna belum sesuai dengan prinsip tanggung jawab, pembinaan masyarakat dan bersikap membangun, karena belum sepenuhnya menjalankan amanah yang ada dalam peraturan menteri sosial. Kata Kunci : Permensos RI No 25 tahun 2019, Karang Taruna, fiqih siyᾱsah Tanfiżiyyah. ABSTRACT Karang Taruna as a youth-based social organization that has an important role in realizing social responsibility. Karang Taruna in Pekon Sukajaya has not been effective so there are still many social problems that arise. Karang Taruna in Sukajaya village has a clear structure but there is no continuous work program, so the participation of youth towards Karang Taruna is still not effective and does not run optimally. So the formulation of the problem that will be solved by the author is how to implement article 6 of Permensos RI No. 25 of 2019 regarding Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar Dewa District West Lampung Regency and How to Review Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah towards article 6 Permensos RI No. 25 of 2019 about Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar Dewa District West Lampung Regency. This type of Research is field research (Field Research). The nature of this research is descriptive analysis, which is to make descriptive, pictures, or paintings systematically and objectively about the facts, characteristics of the role of Karang Taruna. This research is sourced from primary data obtained through interviews, observations, and documentation. The theory used is Siyᾱsah Tanfiżiyyah (Legislative Implementation Politics). Which means referring to the authority to enforce the law in the cabinet hierarchy in a government. Based on the research that has been done by the author, it can be concluded that the implementation of Article 6 of Permensos RI No. 25 of 2019 Regarding Karang Taruna has been running but not yet fully active, because Karang Taruna activities only run during the time of enlivening the independence day of the Republic of Indonesia and fundraising, the rest are no other activities, the lack of a management approach of Karang Taruna to the community, the lack of openness of the Management with Karang Taruna Members and the decrease in youth interest in the Karang Taruna organization. The fiqh Siyᾱsah ree on the role of Karang Taruna is not in accordance with the principle of responsibility, community development and constructive behavior, because it has not fully carried out the mandate in the regulation of the Minister of Social Affairs. Keywords : RI Minister of Social Affairs Regulation No. 25 of 2019, Karang Taruna, fiqh siyᾱsah Tanfiżiyya

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DAMPAK PERSELINGKUHAN DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA (Studi komparasi pemikiran Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad)

    No full text
    ABSTRAK Perselingkuhan adalah bentuk ketidaksetiaan suami terhadap isteri atau sebaliknya. Hadirnya orang ketiga yaitu “WIL” (Wanita Idaman Lain) dan “PIL” (Pria Idaman Lain) dalam suatu rumah tangga merupakan indikasi adanya perselingkuhan. Meskipun hadirnya orang ketiga itu semula dirahasiakan, namun dengan berjalannya waktu pada akhirnya akan terkuk juga. Bila hal ini tidak terselesaikan, konsekuensinya adalah terjadinya perceraian. Adapun masalah masalah dalam penelitian ini mengenai Apa dampak perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga menurut Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad dan Bagaimana solusi penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga menurut Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad. Jenis penelitian ini studi pustaka bersifat yuridis normatif. Sumber data yang digunakan sumber data sekunder. Pengumpulan data metode studi naskah dengan mencatat semua mengenai tinjauan hukum islam terhadap dampak perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga. Setelah semua data terkumpul, maka data tersebut diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan selanjutnya ditarik kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut Dadang Hawari dampak perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga dapat menyebabkan yaitu kekerasan, stress, kecemasan, depresi, aib keluarga, disharmoni keluarga, balas dendam, penyakit kelamin dan perceraian. Sedangkan menurut Abdul Aziz Ahmad dampak perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga dapat menyebabkan yaitu adanya rasa ketagihan, terkena berbagai penyakit kelamin, menurunnya perolehan rizki, rusaknya hubungan dengan keluarga dekat, pikiran menjadi kacau dan tidak tenang, ibadah tidak khusyu dan tidak terasa nikmat, merasa jauh dari Allah SWT, merasa dijauhi oleh orang-orang salih dan kehancuran karir dan penghidupan. Menurut Dadang Hawari tentang solusi penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) yang merupakan terapi psikososial, konseling kepada dokter atau psikiater, psikoterapi, penyesuaian kembali, perubahan sikap, dan pemulihan kepercayaan. Sedangkan menurut Abdul Aziz Ahmad untuk solusi penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu seperti keluar dari medan perselingkuhan, perketat ibadah malam (qiyam al-lail), mengurangi hal-hal yang nikmat, mendekatkan diri kepada keluarga, kasihanilah perselingkuhan, terapi pamungkas, dan hubungi konselor religi yang benar. Dalam hal ini Dadang Hawari merupakan psikiater yang melihat perselingkuhan dari sudut pandang medis dan psikologis. Menganalisis perselingkuhan sebagai masalah kesehatan jiwa yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Dadang Hawari menekankan pentingnya solusi pencegahan perselingkuhan melalui pendekatan medis. Sedangkan Abdul Aziz Ahmad merupakan seorang penulis dan counselor masalah kejiwaan dan keluarga. Membahas perselingkuhan sebagai isu moral dan agama. Abdul Aziz Ahmad menekankan pentingnya solusi pencegahan perselingkuhan berdasarkan ajaran islam untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Kata kunci : Perselingkuhan, Keharmonisan Rumah Tangga, Hukum Islam. ABSTRACT Infidelity is a form of infidelity of a husband to his wife or vice versa.The presence of a third person, namely "WIL" (Another Ideal Woman) and "PIL" (Another Ideal Man) in a household is an indication of infidelity. Although the presence of the third person was originally kept secret, but with the passage of time it will eventually bend as well. If this is not resolved, the consequence is divorce. The problems in this study are about what is the impact of infidelity in domestic harmony according to Dadang Hawari and Abdul Aziz Ahmad and how to solve the solution of infidelity in the household according to Dadang Hawari and Abdul Aziz Ahmad. This type of research is a normative juridical literature study. The data secondary data sources. Data collection of the manuscript study method by recording everything about the review of Islamic law on the impact of infidelity in domestic harmony. After all the data is collected, the data is processed and analyzed in a qualitative descriptive manner and then deductive conclusions are drawn. The results of the study show that according to Dadang Hawari, the impact of infidelity in domestic harmony can cause, namely violence, stress, anxiety, depression, family disgrace, family disharmony, revenge, venereal diseases and divorce. Meanwhile, according to Abdul Aziz Ahmad, the impact of infidelity in domestic harmony can cause, namely addiction, exposure to various venereal diseases, decreased income of wealth, damage to relationships with close family, confusion and unrest, worship is not solemn and does not feel favorable, feeling far from Allah SWT, feeling shunned by righteous people and destruction of career and livelihood. According to Dadang Hawari, the solution to domestic infidelity is SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) analysis which is psychosocial therapy, counseling to a doctor or psychiatrist, psychotherapy, readjustment, attitude change, and trust recovery. Meanwhile, according to Abdul Aziz Ahmad, the solution to domestic infidelity is such as getting out of the field of infidelity, tightening night worship (qiyam al-lail), reducing pleasant things, getting closer to family, have mercy on infidelity, ultimate therapy, and contact the right religious counselor. In this case, Dadang Hawari is a psychiatrist who sees infidelity from a medical and psychological point of view. Analyze infidelity as a mental health problem that is influenced by psychological and social factors. Dadang Hawari emphasized the importance of solutions to prevent infidelity through a medical approach. Meanwhile, Abdul Aziz Ahmad is a writer and counselor on psychiatric and family issues. Discussing infidelity as a moral and religious issue. Abdul Aziz Ahmad emphasized the importance of solutions to prevent infidelity based on Islamic teachings to maintain the integrity of the household. Keyword: Infidelity, Domestic Harmony, Islamic Law

    PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMASA KRISIS SERUAN BOIKOT PRODUK UNILEVER DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (Studi pada pengguna produk unilever di Kota Bandar Lampung )

    No full text
    ABSTRAK Konflik geopolitik antara Israel dan Palestina telah memicu seruan boikot terhadap produk Unilever, termasuk di Kota Bandar Lampung. Seruan ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Sebagian konsumen memutuskan untuk berhenti menggunakan produk Unilever sebagai bentuk protes, sementara sebagian lainnya tetap melakukan pembelian karena kebutuhan dan loyalitas terhadap merek. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan penjualan tetapi juga memengaruhi persepsi konsumen terhadap citra merek, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen. Dalam perspektif bisnis Islam, isu ini menjadi penting karena menyoroti prinsip-prinsip etika seperti kejujuran, amanah, dan transparansi dalam aktivitas bisnis. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keputusan pembelian konsumen di tengah situasi krisis seperti ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap konsumen produk Unilever di Kota Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kepercayaan konsumen memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara kualitas produk tidak berpengaruh. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun citra merek yang positif dan meningkatkan kepercayaan konsumen melalui komunikasi yang transparan dan etis sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif di tengah krisis sosial dan ekonomi yang dihadapi. Kata Kunci: Citra Merek, Kualitas Produk, Kepercayaan Konsumen, Keputusan Pembelian. ABSTRACT The geopolitical conflict between Israel and Palestine has triggered calls for a boycott of Unilever products, including in Bandar Lampung City. This call emerged as a form of solidarity with Palestine and received diverse responses from the public. Some consumers decided to stop using Unilever products as a form of protest, while others continued purchasing them due to necessity and brand loyalty. This phenomenon not only affected sales decline but also influenced consumer perceptions of brand image, product quality, and consumer trust. From an Islamic business perspective, this issue is significant as it highlights ethical principles such as honesty, trustworthiness, and transparency in business activities. Therefore, a deep understanding is needed of how these factors influence consumer purchasing decisions during crises like this. This study employs a quantitative method with a survey approach targeting Unilever product consumers in Bandar Lampung City. Data were collected through questionnaires distributed to respondents selected using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using multiple linear regression to determine the influence of brand image, product quality, and consumer trust on purchasing decisions. The results of the study show that brand image and consumer trust have a significant influence on purchasing decisions, while product quality does not have an influence. These findings emphasize the importance of building a positive brand image and enhancing consumer trust through transparent and ethical communication aligned with Sharia principles. This research is expected to serve as a reference for companies in formulating more effective business strategies amid ongoing social and economic crises. Keywords: Brand Image, Product Quality, Consumer Trust, Purchase Decision

    PENGARUH DATA PROTECTION,DIGITAL LITERACY DAN CYBER SECURITY TERHADAP RISIKO KEAMANAN TERJADINYA ANCAMAN CYBER BERBASIS REKAYASA SOSIAL PADA PENGGUNA E WALLET ( studi pada generasi millennial pengguna e-wallet di Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Risiko Keamanan terjadinya ancaman cyber padae-wallet bisa dipengaruhi oleh data protection, digital literacy dan cyber security di kalangan pengguna e-wallet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan apakah Data Protection, Digital Literacy dan Cyber Security berpengaruh terhadap Risiko Keamanan terjadinya ancaman cyber pada generasi millennial pengguna e-wallet di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan pengujian data menggunakan uji validitas, uji reliabiltas, uji asumsi klasik dengan tingkat signifikasi 5%, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini dalam Uji (t) terlihat bahwa variabel Data Protection memiliki signifikasi sebesar 0,001. Hal ini berarti bahwa thitung3.280 dan taraf signifikasi sebesar 0,001 (0,001< 0,05). Variabel Digital Literacy memiliki thitung sebesar 5.132 dengan signifikasi sebesar 0,000. Variabel Cyber Security memiliki thitung sebesar 4,134 dengan signifikasi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil uji simultan (Uji F) menunjukan nilai signifikasi 0,00 < 0,05 dan nilai Fhitung118.930. kesimpulan dari penelitian ini, variabelData Protection berpengaruh terhadap Risiko Keamanan, hal ini dikarenakan, semakin tinggi data protection maka mempengaruhi tingginya risiko keamanan ketika menggunakan e-wallet. Variabel Digital Literacy berpengaruh terhadap Risiko Keamanan, hal ini dikarenakan naiknya digital literacymemengaruhinaiknya risiko keamanan menggunakan e wallet.Variabel Cyber Security berpengaruh terhadap Risiko Keamanan, hal ini dikarenakan semakin tinggi keamanan cyber mempengaruhi tingginya risiko keamanan padapengguna e-wallet. Kata Kunci: Digital Literacy, Data Proetction, Cyber Security dan Risiko Keamanan. ABSTRACK The security risk of cyber threats on e-wallets can be influenced by data protection, digital literacy and cyber security among e-wallet users. This study aims to determine and explain whether Data Protection, Digital Literacy and Cyber Security affect the Security Risk of cyber threats in millennial generation e-wallet users in Bandar Lampung City. The method used is quantitative research method, using questionnaire data. The data analysis method used is multiple linear regression models. The sampling technique uses purposive sampling technique and data testing using validity test, reliability test, classical assumption test with a significance level of 5%, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression test, t test, f test, and determination coefficient test. The results of this study in the (t) test show that the Data Protection variable has a significance of 0.001. This means that the tcount is 3,280 and the significance level is 0.001 (0.001<0.05). The Digital Literacy variable has a tcount of 5,132 with a significance of 0.000. Cyber Security variable has a tcount of 4.134 with a significance of 0.000. Based on the results of the simultaneous test (F test) shows a significance value of 0.00 <0.05 and an Fcount value of 118,930. the conclusion of this study, the Data Protection variable affects Security Risk, this is because, the higher the data protection, the higher the security risk when using an e-wallet. Digital Literacy variables affect Security Risks, this is because the increase in digital literacy affects the increase in security risks of using e-wallets. Cyber Security variables affect Security Risks, this is because the higher cyber security affects the high security risks of e-wallet users. Keywords: Digital Literacy, Data Protection, Cyber Security and Security Risk

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇