39192 research outputs found
Sort by
PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, MEDIA SOSIAL, FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP MINAT MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR ZAKAT PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT YAKESMA LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya optimalisasi
penghimpunan zakat di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung,
meskipun memiliki potensi yang besar. Permasalahan tersebut diduga
berkaitan dengan rendahnya kualitas informasi akuntansi lembaga
zakat, belum maksimalnya pemanfaatan media sosial, serta kurangnya
inovasi penggunaan financial technology dalam pembayaran zakat.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh
kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial
technology terhadap minat masyarakat membayar zakat pada Lembaga
Amil Zakat Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) Lampung.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara parsial
maupun simultan pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi, media
sosial, dan financial technology terhadap minat masyarakat dalam
menunaikan zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan populasi masyarakat yang menjadi pengikut akun media sosial
YAKESMA Lampung. Variabel dependen dalam penelitian adalah
minat masyarakat membayar zakat, sedangkan variabel independennya
terdiri atas kualitas sistem informasi akuntansi, media sosial, dan
financial technology.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas
sistem informasi akuntansi, media sosial, dan financial technology
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat
membayar zakat. Secara simultan ketiga variabel tersebut juga
berpengaruh signifikan, yang berarti bahwa transparansi laporan
keuangan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi, serta
penerapan teknologi keuangan secara sinergis mampu meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam berzakat. Temuan ini memberikan
implikasi praktis bagi lembaga amil zakat untuk mengintegrasikan
aspek akuntabilitas, strategi komunikasi digital, dan inovasi teknologi
dalam rangka meningkatkan penghimpunan dana zakat secara optimal. ABSTRACK
This study is motivated by the low optimization of zakat
collection in Indonesia, particularly in Lampung Province, despite its
considerable potential. This issue is allegedly related to the lack of
quality in accounting information provided by zakat institutions, the
underutilization of social media, and the limited innovation in the use
of financial technology for zakat payments. Therefore, this research
aims to analyze the effect of accounting information system quality,
social media, and financial technology on public interest in paying
zakat at the Amil Zakat Institution Yayasan Kesejahteraan Madani
(YAKESMA) Lampung.
The purpose of this study is to examine, both partially and
simultaneously, the influence of accounting information system quality,
social media, and financial technology on public interest in paying
zakat. This research applies a quantitative approach with the
population consisting of social media followers of YAKESMA
Lampung. The dependent variable in this study is public interest in
paying zakat, while the independent variables include the quality of
accounting information systems, social media, and financial
technology.
The results show that partially, the quality of accounting
information systems, social media, and financial technology have a
positive and significant effect on public interest in paying zakat.
Simultaneously, these three variables also have a significant influence,
indicating that financial transparency, the utilization of social media as
a communication tool, and the application of financial technology
synergistically increase public participation in zakat. These findings
provide practical implications for zakat institutions to integrate
accountability, digital communication strategies, and technological
innovations in order to optimize zakat collection
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 KETAPANG LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian
ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam
membentuk kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 1 Ketapang.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi
partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru PAI,
wakil kepala sekolah, serta siswa kelas XI
1
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMA Negeri
Ketapang menjalankan peran multidimensi sebagai pendidik
profesional yang bertanggung jawab dalam mendidik, membimbing,
memotivasi, serta menjadi teladan bagi siswa. Strategi yang digunakan
untuk menumbuhkan kemandirian belajar meliputi penerapan metode
keteladanan (uswah hasanah) melalui kedisiplinan kehadiran guru,
pemberian tugas mandiri, fasilitasi belajar kelompok, serta pembiasaan
tanggung jawab melalui jadwal piket dan manajemen jadwal pelajaran
Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa kemandirian siswa
tercermin dalam kemampuan menyelesaikan masalah, rasa percaya diri,
inisiatif kreatif, dan tanggung jawab akademik. Namun, terdapat
beberapa faktor penghambat, yaitu rendahnya partisipasi orang tua
akibat kesibukan kerja, keterbatasan fasilitas pendukung seperti akses
internet dan buku referensi yang komprehensif, serta kejenuhan siswa
terhadap metode pembelajaran konvensional yang terlalu bergantung
pada LKS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat
hambatan sarana dan dukungan keluarga, peran guru PAI melalui
pendekatan reflektif dan partisipatif terbukti krusial dalam
meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa
Kata Kunci: Peran Guru PAI, Kemandirian Belajar.
ii
ABSTRACT
This study aims to describe and analyze the role of Islamic
Religious Education (PAI) teachers in fostering student learning
independence at SMA Negeri 1 Ketapang. The research method used
was qualitative, with data collection techniques including in-depth
interviews, participant observation, and documentation. The
informants included the PAI teacher, the vice principal, and eleventh
grade students.
The results indicate that PAI teachers at SMA Negeri 1
Ketapang fulfill a multidimensional role as professional educators
responsible for educating, guiding, motivating, and serving as role
models for students. Strategies used to foster learning independence
include the application of role models (uswah hasanah) through
disciplined teacher attendance, assigning independent assignments,
facilitating group learning, and fostering a sense of responsibility
through duty schedules and lesson schedule management.
The research findings identified that student independence is
reflected in problem-solving skills, self-confidence, creative initiative,
and academic responsibility. However, several inhibiting factors exist,
including low parental participation due to busy workloads, limited
supporting facilities such as internet access and comprehensive
reference books, and student boredom with conventional learning
methods that rely too heavily on worksheets. This study concludes that
despite the obstacles of facilities and family support, the role of Islamic
Religious Education teachers through a reflective and participatory
approach has proven crucial in improving students' independent
learning abilities.
Keywords: Role of Islamic Education Teachers, Learning
Independence
NAFKAH MUT’AH TERHADAP ISTRI YANG DICERAI TALAK QABLA DUKHUL PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
ABSTRAK
Pemberian mut’ah merupakan kompensasi yang diberikan oleh mantan
suami kepada mantan istrinya. Mut’ah dapat berupa perhiasan/benda,
maupun uang sebagai penghibur hati bekas istrinya. Seorang mantan suami
memberikan mut’ah sesuai dengan kemampuan dirinya, berdasarkan kondisi
ekonominya berkecukupan, pas-pasan atau kekurangan Permasalahan
mengenai pemberian mut’ah bagi wanita yang ditalak ini berdasarkan dari
Q.S al Baqarah:241, bahwa orang-orang yang bertaqwalah yg berkewajiban
memberikan mut’ah kepada mantan istrinya. Para ulama berbeda pendapat
mengenai status hukumnya. Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali
menyatakan bahwa mut’ah hukumnya wajib dalam kondisi tertentu,
khususnya jika perceraian terjadi sebelum dukhul dan mahar belum
ditentukan. Sementara Mazhab Maliki memandang bahwa mut’ah bersifat
sunnah, sebagai bentuk ihsan atau kebaikan dari suami.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana
pandangan empat mazhab fikih (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali)
mengenai kewajiban pemberian nafkah mut’ah kepada istri yang dicerai
sebelum dukhul (talak qabla dukhul)? (2)Bagaimana pengaturan hukum
nafkah mut’ah terhadap istri yang dicerai talak qabla dukhul dalam
Kompilasi Hukum Islam (KHI)? Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui nafkah mut’ah terhadap istri yangdicerai talak qabla dukhul
perspektif empat mazhab dan kompilasi hukum Islam. Dalam penelitian ini
menggunakan motode pustaka (library research) yang bersifat deskriptif
dengan menggunakan metode analisis kualitatif, kemudian cara berpikir
menggunakan cara deduktif digunakan pada saat penulis mengumpulkan
data-data perpustakaan secara umum baik buku-buku fikih, hadist, kitab,pasal
dan sebagainya tentang suatu konsep yang kemudian diambil kesimpulan
secara khusus sampai pada suatu titik.
Berdasarkan data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa,
pandangan para ulama mengenai pemberian mut’ah kepada istri yang dicerai
talak qabla dukhul memiliki perbedaan pendapat yang signifikan. Mazhab
Hanafi, Syafi’i, dan Hambali sepakat bahwa mut’ah merupakan kewajiban
syar’i yang harus dipenuhi oleh suami dalam kondisi tertentu, khususnya
ketika perceraian terjadi sebelum terjadi hubungan badan dan belum
ditentukan mahar dalam akad. Berbeda halnya dengan Mazhab Maliki yang
berpendapat bahwa pemberian mut’ah kepada istri yang dicerai adalah
sunnah, bukan wajib. Mut’ah dipandang sebagai bentuk ihsan (kebaikan) dan
akhlak mulia dari suami, sehingga bersifat tidak mengikat secara hukum.
Adapun dalam hukum Islam di Indonesia sebagaimana tertuang dalam
Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 149 huruf (a), mut’ah hanya
diwajibkan kepada istri yang diceraikan setelah terjadi hubungan badan
(ba’da dukhul). Sedangkan bagi istri yang diceraikan sebelum dukhul, tidak
terdapat kewajiban bagi suami untuk memberikan mut’ah. ABSTRACT
Mut'ah is compensation given by an ex-husband to his ex-wife. Mut'ah
can be in the form of jewelry/objects, or money to console his ex-wife. An exhusband provides mut'ah according to his ability, based on whether his
economic situation is sufficient, mediocre, or insufficient. The issue of
granting mut'ah to a divorced woman is based on Q.S. al-Baqarah: 241,
which states that pious people are obligated to grant mut'ah to their ex-wives.
Scholars differ on its legal status. The Hanafi, Shafi'i, and Hanbali schools of
thought state that mut'ah is obligatory under certain conditions, particularly
if the divorce occurred before the marriage and the dowry has not been
determined. Meanwhile, the Maliki school of thought considers mut'ah to be
sunnah, a form of ihsan or kindness from the husband.
The formulation of the problem in this study is (1) What are the views of
the four schools of jurisprudence (Maliki, Hanafi, Syafi'i, and Hambali)
regarding the obligation to provide mut'ah maintenance to a wife who is
divorced before the divorce (talak qabla dukhul)? (2) How is the legal
regulation of mut'ah maintenance for a wife who is divorced by talak qabla
dukhul in the Compilation of Islamic Law (KHI)? The purpose of this study is
to determine the mut'ah maintenance for a wife who is divorced by talak
qabla dukhul from the perspective of the Malikiyah school of thought and the
compilation of Islamic law. In this study, a descriptive library research
method is used using qualitative analysis methods, then a deductive way of
thinking is used when the author collects library data in general, both fiqh
books, hadiths, books, articles and so on about a concept which is then
drawn specifically to a point.
Based on the research data, it can be concluded that the views of
Islamic scholars regarding the granting of mut'ah to a wife divorced by talaq
qabla dukhul (religious divorce). The Hanafi, Shafi'i, and Hambali schools
agree that mut'ah is a sharia obligation that must be fulfilled by the husband
under certain circumstances, particularly when the divorce occurs before
sexual intercourse and a dowry has not been determined in the marriage
contract. Conversely, the Maliki school of thought holds that granting mut'ah
to a divorced wife is sunnah, not obligatory. Mut'ah is viewed as an act of
ihsan (goodness) and noble character on the part of the husband, and is
therefore not legally binding. Under Indonesian Islamic law, as stipulated in
the Compilation of Islamic Law (KHI), specifically Article 149 letter (a),
mut'ah is only obligatory for a wife divorced after sexual intercourse (after
dukhul). For a wife divorced before dukhul, the husband is not obligated to
grant mut'ah
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 20 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2025/2026
ABSTRAK
Motivasi belajar merupakan kecenderungan peserta didik
dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk
mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Dengan adanya
motivasi belajar yang tinggi, tentu peserta didik akan lebih terarah
dalam berpikir, bertindak dan berbuat sehingga sesuai dengan tujuan
yang diinginkan. Namun kenyataan yang terjadi di SMP Negeri 20
Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2025/2026, terdapat beberapa
peserta didik yang mengalami motivasi belajar rendah yang
ditunjukkan dari sikap peserta didik yang mudah menyerah, ketika
mendapatkan nilai yang jelek, merasa cukup dengan kemampuan yang
mereka miliki, tidak percaya diri dengan potensi yang mereka miliki,
malas belajar. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan judul
pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan client centered
terhadap motivasi belajar peserta didik SMP Negeri 20 Bandar
Lampung tahun pelajaran 2025/2026.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
konseling kelompok dengan pendekatan Client Centered terhadap
motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode eksperimen sederhana menggunakan desain
One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 5 peserta
didik kelas VII G SMP Negeri 20 Bandar Lampung yang memiliki
tingkat motivasi belajar rendah.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi
belajar peserta didik setelah diberikan layanan konseling kelompok
dengan pendekatan Client Centered. Hal ini ditunjukkan dengan
peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 36,8 (kategori rendah)
menjadi 41,2 (kategori tinggi). Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan Client
Centered berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar
peserta didik di SMP Negeri 20 Bandar Lampung.
Kata Kunci: Konseling Kelompok, Pendekatan Client Centered,
Motivasi Belajar.
ii
ABSTRAK
Learning motivation is the tendency of students to carry out
learning activities driven by the desire to achieve the best possible
learning achievements or results. With high learning motivation,
students will certainly be more focused in thinking, acting and doing
so that they are in accordance with the desired goals. However, the
reality that occurred at SMP Negeri 20 Bandar Lampung in the
2025/2026 Academic Year, there were several students who
experienced low learning motivation which was indicated by the
attitude of students who gave up easily, when getting bad grades,
feeling sufficient with their abilities, not confident in their potential,
lazy to study. So it is necessary to conduct research with the title of
the influence of group counseling with a client-centered approach on
the learning motivation of students at SMP Negeri 20 Bandar
Lampung in the 2025/2026 academic year.
The purpose of this study was to determine the effect of
group counseling with a client-centered approach on students'
learning motivation. This study used a quantitative approach with a
simple experimental method using a One Group Pretest-Posttest
design. The research subjects were five students of class VII G of SMP
Negeri 20 Bandar Lampung who had low levels of learning
motivation.
The results showed an increase in students’ learning
motivation after receiving group counseling using the Client Centered
approach. This is indicated by an increase in the average learning
motivation score from 36.8 (low category) to 41.2 (high category).
Therefore, it can be concluded that group counseling with the Client
Centered approach positively affects the improvement of students’
learning motivation at SMP Negeri 20 Bandar Lampung.
Keywords: Group Counseling, Client Centered Approach, Learning
Motivatio
MANAJEMEN STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI SD MUHAMMADIYAH 1 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lembaga
pendidikan memiliki keunggulan kompetitif agar mampu bersaing. SD
Muhammadiyah 1 Bandar Lampung sebagai sekolah dasar Islam telah
menunjukkan daya saing melalui prestasi, peningkatan jumlah siswa, serta
program unggulan berbasis Al-Qur‟an. Penelitian ini difokuskan pada
manajemen strategis dalam meningkatkan keunggulan kompetitif, dengan
subfokus pada formulasi, implementasi, dan evaluasi strategis menurut
Fred
R.
David.
Tujuan penelitian adalah menganalisis dan
mendeskripsikan penerapan ketiga tahapan manajemen strategis tersebut
di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan
pendekatan secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Muhammadiyah 1
Bandar Lampung yang berkaitan dengan manajemen strategis dalam
mencapai keunggulan kompetitif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi strategis di SD
Muhammadiyah 1 Bandar Lampung dilakukan secara sistematis dan
partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sejalan
dengan teori manajemen strategis yang menempatkan seluruh elemen
sekolah sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Implementasi
strategis menitikberatkan pada pembelajaran inovatif berbasis deep
learning, pengembangan kurikulum dinamis termasuk Kurikulum
Merdeka, serta strategi pemasaran holistik yang memanfaatkan media
sosial dan sistem reward bagi guru dan siswa, yang bersama-sama
meningkatkan mutu pendidikan, daya tarik sekolah, dan jumlah siswa.
Evaluasi strategis dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan
dengan fokus pada kinerja guru, kepuasan orang tua, dan kesesuaian visi
misi sekolah, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang adaptif
dan memperkuat posisi kompetitif sekolah dalam menghadapi dinamika
pendidikan.
Kata Kunci: Keunggulan Kompetitif, Manajemen Strategis
vii
ABSTRACT
The development of science and technology requires educational
institutions to possess competitive advantages in order to remain capable
of competing. SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, as an Islamic
elementary school, has demonstrated its competitiveness through
achievements, increasing student enrollment, and Qur’an-based flagship
programs. This study focuses on strategic management in enhancing
competitive advantage, with sub-focuses on strategy formulation,
implementation, and evaluation based on Fred R. David’s framework. The
objective of this research is to analyze and describe the application of
these three stages of strategic management at SD Muhammadiyah 1
Bandar Lampung.
The research employed a qualitative method with a descriptive
approach. Data were collected through observation, interviews, and
documentation at SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung related to
strategic management in achieving competitive advantage.
The findings indicate that strategy formulation at SD
Muhammadiyah 1 Bandar Lampung was carried out systematically and
participatively by involving all stakeholders, in line with strategic
management theory which places all school elements as key factors in
decision-making. Strategy implementation focuses on innovative learning
based on deep learning, the development of a dynamic curriculum
including the Merdeka Curriculum, as well as a holistic marketing
strategy utilizing social media and reward systems for teachers and
students. These efforts collectively enhance educational quality, school
attractiveness, and student enrollment. Strategic evaluation is conducted
comprehensively and continuously, with emphasis on teacher
performance, parental satisfaction, and alignment with the school’s vision
and mission, thereby supporting adaptive decision-making and
strengthening the school’s competitive position amid educational
dynamics.
Keywords: Competitive Advantage, Strategic Management
viii
ix
ضّخهًنا
ضرفي ر ّ وطت مولعلا ايجولونكتلاو ىلع تاسّ سؤلما ة ّ يوبترلا كلاتما ةزيم ة ّ يسفانت
اهنّكتد نم دومصلا في هجو تاي ّ دحتلا ةسفانلماو . دقو ترهظأ ةسردم سإ يد ة ّ يد ّ ممح 1
ردنب غنوبملا اهتفصب ةسردم ة ّ يئادتبا ة ّ يملاسإ اتهردق ة ّ يسفانتلا نم للاخ تازانجلإا
ة ّ ييمداكلأا يرغو ،ة ّ ييمداكلأا ةدايزو ددع ،ذيملاتلا اًلاضف نع جمابرلا ةز ّ يمتلما ة ّ ينبلما ىلع
نآرقلا يمركلا . زّكري اذه ثحبلا ىلع ةرادلإا ة ّ يجيتاترسلاا في زيزعت ةزيلما ،ة ّ يسفانتلا عم زيكرت
يعرف ىلع ةغايص ،ة ّ يجيتاترسلاا ،اهذيفنتو اهمييقتو ا ً قفو جذومنل ديرف ر. ديفيد . فدهيو
ثحبلا لىإ ليلتح فصوو قيبطت لحارلما ثلاثلا ةرادلإل ة ّ يجيتاترسلاا في ةسردم سإ يد
ة ّ يد ّ ممح 1 ردنب غنوبملا .
دقو دمتعا اذه ثحبلا ىلع جهنلما يعونلا لخدلماب ،يفصولا ثيح تع م جُ
تانايبلا نم للاخ ،ةظحلالما ،تلاباقلماو قئاثولاو ةقّلعتلما ةرادلإاب ة ّ يجيتاترسلاا قيقحتل
ةزيلما ة ّ يسفانتلا في ةسردم سإ يد ة ّ يد ّ ممح 1 ردنب غنوبملا .
ترهظأو جئاتنلا ا ّنأ ةغايص ة ّ يجيتاترسلاا في ةسردلما تذِّفم ن ةروصب ة ّ يجهنم
ة ّ يكراشتو ةكراشبم عيجُ باحصأ ،ةحلصلما كلذو ابم قفاوتي عم ةيرظن ةرادلإا ة ّ يجيتاترسلاا
تيلا برتعت عيجُ رصانع ةسردلما ينلعاف سيئر يني في ةيلمع ذاتخا رارقلا . ا ّ مأ ذيفنت
ة ّ يجيتاترسلاا دقف زكترا ىلع ميلعتلا ركتبلما مئاقلا ىلع مّلعتلا ،قيمعلا ريوطتو جهانلما
ة ّ يكيمانيدلا ابم في كلذ جهنلما لقتسلما ( مولوكيروك اكيدرم )، ا ً ةفاضإ لىإ ة ّ يجيتاترسا قيوست
ةلماش ديفتست نم لئاسو لصاوتلا يعامتجلاا اظنو م زفاولحا ،ينملعملل اّمم مهسأ في
ينستح ةدوج ،ميلعتلا ةدايزو ةيبذاج ةسردلما ددعو ابهلاط . امك ىرج مييقتلا يجيتاترسلاا
ةروصب ةلماش ةمادتسمو عم زيكترلا ىلع ءادأ ،ينملعلما اضرو ءايلوأ ،روملأا ىدمو قفاوت
ةيؤرلا ةلاسرلاو ،ةيسردلما رملأا يذلا معد ةيلمع ذاتخا ارقلا ر ةيفيكتلا ز ّ زعو عقولما يسفانتلا
ةسردملل في ةهجاوم تايمانيد ميلعتلا .
تبًهكنا ةيحبحفًنا : ةزيملا ،ةّيسفانتلا ةرادلإا ةّيج
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK DI SMP N 18 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pendidikan yang bermutu tidak terlepas dari guru yang professional
yang mempunyai empat kompetensi. Sesuai dengan Penjelasan Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Untuk menjadikan guru yang professional, maka bisa dimulai dari
peningkatan-peningkatan kompetensinya. Salah satu cara dalam
meningkatkan kompetensinya guru bisa melalui kepala sekolah. Karena
kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam
meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Hal ini dimaksudkan
untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam meningkatkan
kompetensi guru baik dari program maupun upaya yang dilakukan kepala
sekolah dalam meningkatkan kompetensi para gurunya.
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Untuk mengetahui
bagaimana peran kepala sekolah sebagai educator dalam meningkatkan
kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar Lampung; 2) Untuk
mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai manajer dalam
meningkatkan kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar Lampung; 3)
Untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah sebagai supervisor
dalam meningkatkan kompetensi pendidik di SMPN 18 Bandar
Lampung; Penelitian ini meliputi bagaimana peran kepala madrasah
dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dan kegiatan apa saja yang
dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.
Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif melalui
survei terhadap subjek penelitian, Wawancara Wawancara, Observasi dan
Metode dokumentasi. Dari temuan diatas dapat disimpulkan bahwa
terdapat 3 peran kepala sekolah yang lebih dominan dilakukan yaitu : 1.
Peran kepala sebagai educator melakukan pengembangkan tenaga
kependidikan dengan memberikan contoh yang baik kepada bawahannya,
mengadakan supervise, memberikan bimbangan kepada guru, mendukung
guru mengikuti perkembangan iptek dan memotivasi guru. 2. Peran
kepala sekolah sebagai manajer, dengan adanya manajerial yang jelas dan
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya memberikan dampak yang
signifikan
dalam
meningkatkan
kompetensi
guru,
dengan
mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan maupun seminar
workshop, 3. peran kepala sekolah sebagai supervisor melakukan
supervise perangkat terlebih dahulu selanjutnya kekelas langsung
perorangan, serta mengadakan diskusi musyawarah dan rapat secara rutin
untuk evaluasi. Hal ini sekaligus membuat guru lebih disiplin sehingga
dapat meningkatkan kompetensi profesional guru.
Kata Kunci: Kepala Sekolah, Meningkatkan, Kompetensi Guru
ii
ABSTRACT
Quality education can not be separated from a professional
teacher who has four competencies. In accordance with Government
Regulation No. Explanation. 19 Year 2005 on National Education
Standards. To make a professional teacher, it can be started from
increases competence. One way to improve the competence of
teachers could through the principal. Because the principal has a very
important role in improving the quality of education in schools. It is
intended to determine how the principal's role in improving teacher
competence both of the program and the principal efforts made in
improving the competence of the teacher.
The objectives of this research include: 1) To find out the role
of the school principal as an educator in improving the competence of
educators at SMPN 18 Bandar Lampung; 2) To find out the role of the
principal as a manager in improving the competence of educators at
SMPN 18 Bandar Lampung; 3) To find out the role of the school
principal as supervisor in improving the competence of educators at
SMPN 18 Bandar Lampung; This research covers the role of
madrasah heads in efforts to increase teacher competency and what
activities are carried out in order to increase teacher competency.
From the findings above, it can be concluded that there are 3
roles that school principals play more dominantly, namely: 1. The role
of the head as an educator is to develop educational staff by providing
a good example to his subordinates, providing supervision, providing
guidance to teachers, supporting teachers to follow developments in
science and technology and motivating Teacher. 2. The role of the
school principal as a manager, with clear management and in
accordance with the main tasks and functions, has a significant
impact in increasing teacher competency, by involving teachers in
training activities and seminar workshops, 3. The role of the school
principal as a supervisor is to supervise the equipment first. first, then
direct individual classes, as well as holding regular deliberation
discussions and meetings for evaluation. This also makes teachers
more disciplined so that they can improve teacher professional
competence.
Keywords: Principal, Improving, Teacher Competenc
TINJAUAN FIQH SIYᾹSAH TANFIŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 6 PERMENSOS RI NO 25 TAHUN 2019 TENTANG KARANG TARUNA (Studi di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat)
ABSTRAK
Karang Taruna sebagai organisasi sosial berbasis kepemudaan \ud
yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tanggung jawab
sosial. Karang Taruna di Pekon Sukajaya tersebut belum efektif
sehingga masih banyak permasalahan sosial yang timbul. Karang
Taruna di Pekon Sukajaya memiliki struktur yang jelas namun tidak
ada program kerja yang berkesinambungan, maka selanjutnya
partisipasi pemuda terhadap karang taruna masih kurang efektif dan
tidak berjalan secara maksimal. Maka rumusan masalah yang akan di
pecahkan oleh penulis yaitu Bagaimana Implementasi Pasal 6
Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon
Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat dan
Bagaimana Tinjauan Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah Terhadap Pasal 6
Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon
Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field
Research). Sifat penelitian ini bersifat Deskriptif Analisis yaitu
membuat deskrpitif, gambaran, atau lukisan secara sistematis dan
objektif mengenai fakta-fakta, sifat-sifat Tentang Karang Taruna.
Penelitian ini bersumber dari data primer yang diperoleh melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah
Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah (Politik Pelaksanaan Perundang-undangan).
Yang artinya mengacu pada kewenangan untuk menegakkan hukum
dalam hierarki kabinet dalam suatu pemerintahan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, maka
disimpulkan dapat diketahui bahwa Implementasi Pasal 6 Permensos
RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna sudah berjalan tapi
belum sepenuhnya aktif, dikarenakan kegiatan Karang Taruna hanya
berjalan pada saat memeriahkan hari kemerdekaan RI dan
penggalangan dana saja selebihnya tidak ada kegiatan yang lain,
kurangnya pendekatan kepengurusan Karang Taruna kepada
masyarakat, kurang terbukannya Pengurus dengan Anggota Karang
Taruna dan menurunnya minat pemuda dalam organisasi Karang
Taruna. Tinjaun fiqih siyᾱsah Tanfiżiyyah terhadap peran Karang
Taruna belum sesuai dengan prinsip tanggung jawab, pembinaan
masyarakat dan bersikap membangun, karena belum sepenuhnya
menjalankan amanah yang ada dalam peraturan menteri sosial.
Kata Kunci : Permensos RI No 25 tahun 2019, Karang Taruna, fiqih
siyᾱsah Tanfiżiyyah. ABSTRACT
Karang Taruna as a youth-based social organization that has
an important role in realizing social responsibility. Karang Taruna in
Pekon Sukajaya has not been effective so there are still many social
problems that arise. Karang Taruna in Sukajaya village has a clear
structure but there is no continuous work program, so the
participation of youth towards Karang Taruna is still not effective and
does not run optimally. So the formulation of the problem that will be
solved by the author is how to implement article 6 of Permensos RI
No. 25 of 2019 regarding Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar
Dewa District West Lampung Regency and How to Review Fiqh
Siyᾱsah Tanfiżiyyah towards article 6 Permensos RI No. 25 of 2019
about Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar Dewa District West
Lampung Regency.
This type of Research is field research (Field Research). The
nature of this research is descriptive analysis, which is to make
descriptive, pictures, or paintings systematically and objectively about
the facts, characteristics of the role of Karang Taruna. This research
is sourced from primary data obtained through interviews,
observations, and documentation. The theory used is Siyᾱsah
Tanfiżiyyah (Legislative Implementation Politics). Which means
referring to the authority to enforce the law in the cabinet hierarchy in
a government.
Based on the research that has been done by the author, it can
be concluded that the implementation of Article 6 of Permensos RI No.
25 of 2019 Regarding Karang Taruna has been running but not yet
fully active, because Karang Taruna activities only run during the
time of enlivening the independence day of the Republic of Indonesia
and fundraising, the rest are no other activities, the lack of a
management approach of Karang Taruna to the community, the lack
of openness of the Management with Karang Taruna Members and the
decrease in youth interest in the Karang Taruna organization. The
fiqh Siyᾱsah ree on the role of Karang Taruna is not in accordance
with the principle of responsibility, community development and
constructive behavior, because it has not fully carried out the mandate
in the regulation of the Minister of Social Affairs.
Keywords : RI Minister of Social Affairs Regulation No. 25 of 2019,
Karang Taruna, fiqh siyᾱsah Tanfiżiyya
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DAMPAK PERSELINGKUHAN DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA (Studi komparasi pemikiran Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad)
ABSTRAK
Perselingkuhan adalah bentuk ketidaksetiaan suami terhadap isteri atau
sebaliknya. Hadirnya orang ketiga yaitu “WIL” (Wanita Idaman Lain) dan “PIL”
(Pria Idaman Lain) dalam suatu rumah tangga merupakan indikasi adanya
perselingkuhan. Meskipun hadirnya orang ketiga itu semula dirahasiakan, namun
dengan berjalannya waktu pada akhirnya akan terkuk juga. Bila hal ini tidak
terselesaikan, konsekuensinya adalah terjadinya perceraian. Adapun masalah
masalah dalam penelitian ini mengenai Apa dampak perselingkuhan dalam
keharmonisan rumah tangga menurut Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad dan
Bagaimana solusi penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga menurut
Dadang Hawari dan Abdul Aziz Ahmad.
Jenis penelitian ini studi pustaka bersifat yuridis normatif. Sumber data yang
digunakan sumber data sekunder. Pengumpulan data metode studi naskah dengan
mencatat semua mengenai tinjauan hukum islam terhadap dampak perselingkuhan
dalam keharmonisan rumah tangga. Setelah semua data terkumpul, maka data
tersebut diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan selanjutnya ditarik
kesimpulan secara deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut Dadang Hawari dampak
perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga dapat menyebabkan yaitu
kekerasan, stress, kecemasan, depresi, aib keluarga, disharmoni keluarga, balas
dendam, penyakit kelamin dan perceraian. Sedangkan menurut Abdul Aziz
Ahmad dampak perselingkuhan dalam keharmonisan rumah tangga dapat
menyebabkan yaitu adanya rasa ketagihan, terkena berbagai penyakit kelamin,
menurunnya perolehan rizki, rusaknya hubungan dengan keluarga dekat, pikiran
menjadi kacau dan tidak tenang, ibadah tidak khusyu dan tidak terasa nikmat,
merasa jauh dari Allah SWT, merasa dijauhi oleh orang-orang salih dan
kehancuran karir dan penghidupan. Menurut Dadang Hawari tentang solusi
penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu analisa SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity dan Threat) yang merupakan terapi psikososial, konseling
kepada dokter atau psikiater, psikoterapi, penyesuaian kembali, perubahan sikap,
dan pemulihan kepercayaan. Sedangkan menurut Abdul Aziz Ahmad untuk solusi
penyelesaian perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu seperti keluar dari medan
perselingkuhan, perketat ibadah malam (qiyam al-lail), mengurangi hal-hal yang
nikmat, mendekatkan diri kepada keluarga, kasihanilah perselingkuhan, terapi
pamungkas, dan hubungi konselor religi yang benar. Dalam hal ini Dadang
Hawari merupakan psikiater yang melihat perselingkuhan dari sudut pandang
medis dan psikologis. Menganalisis perselingkuhan sebagai masalah kesehatan
jiwa yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Dadang Hawari
menekankan pentingnya solusi pencegahan perselingkuhan melalui pendekatan
medis. Sedangkan Abdul Aziz Ahmad merupakan seorang penulis dan counselor
masalah kejiwaan dan keluarga. Membahas perselingkuhan sebagai isu moral dan
agama. Abdul Aziz Ahmad menekankan pentingnya solusi pencegahan
perselingkuhan berdasarkan ajaran islam untuk menjaga keutuhan rumah tangga.
Kata kunci : Perselingkuhan, Keharmonisan Rumah Tangga, Hukum Islam. ABSTRACT
Infidelity is a form of infidelity of a husband to his wife or vice versa.The
presence of a third person, namely "WIL" (Another Ideal Woman) and "PIL"
(Another Ideal Man) in a household is an indication of infidelity. Although the
presence of the third person was originally kept secret, but with the passage of
time it will eventually bend as well. If this is not resolved, the consequence is
divorce. The problems in this study are about what is the impact of infidelity in
domestic harmony according to Dadang Hawari and Abdul Aziz Ahmad and how
to solve the solution of infidelity in the household according to Dadang Hawari
and Abdul Aziz Ahmad.
This type of research is a normative juridical literature study. The data
secondary data sources. Data collection of the manuscript study method by
recording everything about the review of Islamic law on the impact of infidelity in
domestic harmony. After all the data is collected, the data is processed and
analyzed in a qualitative descriptive manner and then deductive conclusions are
drawn.
The results of the study show that according to Dadang Hawari, the impact
of infidelity in domestic harmony can cause, namely violence, stress, anxiety,
depression, family disgrace, family disharmony, revenge, venereal diseases and
divorce. Meanwhile, according to Abdul Aziz Ahmad, the impact of infidelity in
domestic harmony can cause, namely addiction, exposure to various venereal
diseases, decreased income of wealth, damage to relationships with close family,
confusion and unrest, worship is not solemn and does not feel favorable, feeling
far from Allah SWT, feeling shunned by righteous people and destruction of
career and livelihood. According to Dadang Hawari, the solution to domestic
infidelity is SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) analysis which
is psychosocial therapy, counseling to a doctor or psychiatrist, psychotherapy,
readjustment, attitude change, and trust recovery. Meanwhile, according to Abdul
Aziz Ahmad, the solution to domestic infidelity is such as getting out of the field of
infidelity, tightening night worship (qiyam al-lail), reducing pleasant things,
getting closer to family, have mercy on infidelity, ultimate therapy, and contact
the right religious counselor. In this case, Dadang Hawari is a psychiatrist who
sees infidelity from a medical and psychological point of view. Analyze infidelity
as a mental health problem that is influenced by psychological and social factors.
Dadang Hawari emphasized the importance of solutions to prevent infidelity
through a medical approach. Meanwhile, Abdul Aziz Ahmad is a writer and
counselor on psychiatric and family issues. Discussing infidelity as a moral and
religious issue. Abdul Aziz Ahmad emphasized the importance of solutions to
prevent infidelity based on Islamic teachings to maintain the integrity of the
household.
Keyword: Infidelity, Domestic Harmony, Islamic Law
PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMASA KRISIS SERUAN BOIKOT PRODUK UNILEVER DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (Studi pada pengguna produk unilever di Kota Bandar Lampung )
ABSTRAK
Konflik geopolitik antara Israel dan Palestina telah memicu
seruan boikot terhadap produk Unilever, termasuk di Kota Bandar
Lampung. Seruan ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap
Palestina dan mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat.
Sebagian konsumen memutuskan untuk berhenti menggunakan
produk Unilever sebagai bentuk protes, sementara sebagian lainnya
tetap melakukan pembelian karena kebutuhan dan loyalitas
terhadap merek. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada
penurunan penjualan tetapi juga memengaruhi persepsi konsumen
terhadap citra merek, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen.
Dalam perspektif bisnis Islam, isu ini menjadi penting karena
menyoroti prinsip-prinsip etika seperti kejujuran, amanah, dan
transparansi dalam aktivitas bisnis. Oleh karena itu, diperlukan
pemahaman yang mendalam tentang bagaimana faktor-faktor
tersebut memengaruhi keputusan pembelian konsumen di tengah
situasi krisis seperti ini.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan survei terhadap konsumen produk Unilever di Kota
Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang
disebarkan kepada responden yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier
berganda untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk,
dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan
kepercayaan konsumen memiliki pengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian, sementara kualitas produk tidak
berpengaruh. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun
citra merek yang positif dan meningkatkan kepercayaan konsumen
melalui komunikasi yang transparan dan etis sesuai dengan prinsip
syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi
perusahaan dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif di
tengah krisis sosial dan ekonomi yang dihadapi.
Kata Kunci: Citra Merek, Kualitas Produk, Kepercayaan
Konsumen, Keputusan Pembelian. ABSTRACT
The geopolitical conflict between Israel and Palestine has
triggered calls for a boycott of Unilever products, including in
Bandar Lampung City. This call emerged as a form of solidarity
with Palestine and received diverse responses from the public.
Some consumers decided to stop using Unilever products as a form
of protest, while others continued purchasing them due to necessity
and brand loyalty. This phenomenon not only affected sales decline
but also influenced consumer perceptions of brand image, product
quality, and consumer trust. From an Islamic business perspective,
this issue is significant as it highlights ethical principles such as
honesty, trustworthiness, and transparency in business activities.
Therefore, a deep understanding is needed of how these factors
influence consumer purchasing decisions during crises like this.
This study employs a quantitative method with a survey approach
targeting Unilever product consumers in Bandar Lampung City.
Data were collected through questionnaires distributed to
respondents selected using purposive sampling techniques. Data
analysis was conducted using multiple linear regression to
determine the influence of brand image, product quality, and
consumer trust on purchasing decisions.
The results of the study show that brand image and consumer trust
have a significant influence on purchasing decisions, while product
quality does not have an influence. These findings emphasize the
importance of building a positive brand image and enhancing
consumer trust through transparent and ethical communication
aligned with Sharia principles. This research is expected to serve
as a reference for companies in formulating more effective
business strategies amid ongoing social and economic crises.
Keywords: Brand Image, Product Quality, Consumer Trust,
Purchase Decision
PENGARUH DATA PROTECTION,DIGITAL LITERACY DAN CYBER SECURITY TERHADAP RISIKO KEAMANAN TERJADINYA ANCAMAN CYBER BERBASIS REKAYASA SOSIAL PADA PENGGUNA E WALLET ( studi pada generasi millennial pengguna e-wallet di Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Risiko Keamanan terjadinya ancaman cyber padae-wallet bisa
dipengaruhi oleh data protection, digital literacy dan cyber security di
kalangan pengguna e-wallet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
dan menjelaskan apakah Data Protection, Digital Literacy dan Cyber
Security berpengaruh terhadap Risiko Keamanan terjadinya ancaman
cyber pada generasi millennial pengguna e-wallet di Kota Bandar
Lampung.
Metode yang digunakan metode penelitian kuantitatif, dengan
menggunakan data kuesioner. Metode analisis data yang digunakan
adalah model regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dan pengujian data
menggunakan uji validitas, uji reliabiltas, uji asumsi klasik dengan
tingkat signifikasi 5%, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji
heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, uji t, uji f, dan uji
koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini dalam Uji (t) terlihat bahwa variabel Data
Protection memiliki signifikasi sebesar 0,001. Hal ini berarti bahwa
thitung3.280 dan taraf signifikasi sebesar 0,001 (0,001< 0,05). Variabel
Digital Literacy memiliki thitung sebesar 5.132 dengan signifikasi
sebesar 0,000. Variabel Cyber Security memiliki thitung sebesar 4,134
dengan signifikasi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil uji simultan (Uji F)
menunjukan nilai signifikasi 0,00 < 0,05 dan nilai Fhitung118.930.
kesimpulan dari penelitian ini, variabelData Protection berpengaruh
terhadap Risiko Keamanan, hal ini dikarenakan, semakin tinggi data
protection maka mempengaruhi tingginya risiko keamanan ketika
menggunakan e-wallet. Variabel Digital Literacy berpengaruh terhadap
Risiko
Keamanan,
hal
ini
dikarenakan
naiknya
digital
literacymemengaruhinaiknya risiko keamanan menggunakan e
wallet.Variabel Cyber Security berpengaruh terhadap Risiko
Keamanan, hal ini dikarenakan semakin tinggi keamanan cyber
mempengaruhi tingginya risiko keamanan padapengguna e-wallet.
Kata Kunci: Digital Literacy, Data Proetction, Cyber Security dan
Risiko Keamanan. ABSTRACK
The security risk of cyber threats on e-wallets can be influenced
by data protection, digital literacy and cyber security among e-wallet
users. This study aims to determine and explain whether Data
Protection, Digital Literacy and Cyber Security affect the Security Risk
of cyber threats in millennial generation e-wallet users in Bandar
Lampung City.
The method used is quantitative research method, using
questionnaire data. The data analysis method used is multiple linear
regression models. The sampling technique uses purposive sampling
technique and data testing using validity test, reliability test, classical
assumption test with a significance level of 5%, normality test,
multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression
test, t test, f test, and determination coefficient test.
The results of this study in the (t) test show that the Data
Protection variable has a significance of 0.001. This means that the
tcount is 3,280 and the significance level is 0.001 (0.001<0.05). The
Digital Literacy variable has a tcount of 5,132 with a significance of
0.000. Cyber Security variable has a tcount of 4.134 with a significance
of 0.000. Based on the results of the simultaneous test (F test) shows a
significance value of 0.00 <0.05 and an Fcount value of 118,930. the
conclusion of this study, the Data Protection variable affects Security
Risk, this is because, the higher the data protection, the higher the
security risk when using an e-wallet. Digital Literacy variables affect
Security Risks, this is because the increase in digital literacy affects the
increase in security risks of using e-wallets. Cyber Security variables
affect Security Risks, this is because the higher cyber security affects
the high security risks of e-wallet users.
Keywords: Digital Literacy, Data Protection, Cyber Security and
Security Risk