39192 research outputs found
Sort by
PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP SUAMI TUNAWICARA DALAM MEMENUHI NAFKAH KELUARGA (Studi di Pekon Pugung Pemancar Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat)
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang Perspektif Hukum Keluarga Islam
terhadap Suami Tunawicara dalam Memenuhi Nafkah Keluarga dengan
fokus studi di Pekon Pugung Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara,
Kabupaten Pesisir Barat. Focus penelitian diarahkan pada pelaksanaan
kewajiban nafkah suami sebagai akibat hukum dari akad nikah yang sah,
khususnya Ketika suami memiliki keterbatasan fisik berupa
ketidakmampuan berkomunikasi secara verbal. Dalam Hukum Keluarga
Islam, kewajiban memberikan nafkah merupakan tanggung jawab hukum
suami sebagai kepala keluarga sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an,
Fiqih Munakahat, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kewajiban
tersebut tetap melekat selama perkawinan berlangsung dan tidak gugur
karena kondisi fisik suami. Namun demikian, Hukum Keluarga Islam
juga menegaskan bahwa pelaksanaan nafkah dilakukan sesuai dengan
kemampuan suami sebagaimana diatur dalam KHI pasal 80. Oleh karena
itu, kondisi tunawicara menimbulkan persoalan hukum mengenai
penghapusan kewajiban itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara
dengan lima orang suami tunawicara beserta anggota keluarganya, serta
didukung oleh dokumentasidan studi Pustaka. Analisis data dilakukan
secara deskriptif normative dengan menjadikan ketentuan hukum
keluarga islam sebagai dasar penilaian hukum, serta menggunakan
pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka analisis untuk menilai
pelaksanaan kewajiban nafkah berdasarkan prinsip kemashlahatan dan
keadilan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa para suami tunawicara tetap
melaksanakan kewajiban nafkah keluarga sesuai dengan kemampuan
masing-masing melalui pekerjaan sebagai petani, nelayan, dan buruh
harian. Dari perspektif hukum, melainkan dilaksanakan dengan
penyesuaian pada cara dan kadar pemenuhannya. Pendekatan maqāṣid alsyarī‘ah menunjukan bahwa praktik tersebut sejalan dengan tujuan
hukum islam dalam menjaga keberlangsungan keluarga, melindungi hak
istri dan anak, serta mewujudkan keadilan dalam rumah tangga. Dengan
demikian, suami tunawicara tetap berkedudukan sebagai subjek hukum
yang sah dan bertanggung jawab dalam pemenuhan nafkah keluarga
sepanjang dilakukan sesuai dengan kemampuan dan itikad baik ABSTRACT
This research examines the perspective of Islamic Family Law on
speech-impaired husbands in fulfilling family maintenance, with a focus
on Pekon Pugung Pemancar, Pesisir Utara District, Pesisir Barat
Regency. The focus of the study is directed toward the implementation of
a husband’s obligation to provide maintenance as a legal consequence of
a valid marriage contract, particularly when the husband has physical
limitations in the form of an inability to communicate verbally. In Islamic
Family Law, the obligation to provide maintenance constitutes a legal
responsibility of the husband as the head of the family, as affirmed in the
Qur’an, Islamic jurisprudence on marriage (fiqh munākaḥāt), and the
Compilation of Islamic Law (KHI). This obligation remains attached
throughout the duration of the marriage and is not nullified by the
husband’s physical condition. Nevertheless, Islamic Family Law
emphasizes that the fulfillment of maintenance must be carried out in
accordance with the husband’s ability, as stipulated in Article 80 of the
KHI. Therefore, the condition of being speech-impaired raises a legal
issue concerning the manner and extent of fulfilling the obligation, rather
than the abolition of the obligation itself.
This study employs a qualitative method with a field research
approach. Data were collected through interviews with five speechimpaired husbands and their family members, supported by
documentation and literature review. Data analysis was conducted
descriptively and normatively by using Islamic Family Law provisions as
the legal basis of assessment, while the maqāṣid al-sharīʿah approach
was employed as an analytical framework to evaluate the fulfillment of
maintenance obligations based on the principles of public welfare and
justice.
The results indicate that speech-impaired husbands continue to
fulfill their family maintenance obligations according to their respective
abilities through occupations such as farming, fishing, and daily labor.
From the perspective of Islamic Family Law, the obligation of
maintenance does not legally lapse, but is fulfilled with adjustments in its
form and amount. The maqāṣid al-sharīʿah approach demonstrates that
such practices are consistent with the objectives of Islamic law in
safeguarding family continuity, protecting the rights of wives and
children, and realizing justice within the household. Thus, speechimpaired husbands remain legally recognized subjects who bear
responsibility for providing family maintenance, insofar as it is carried
out in accordance with their ability and good faith
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF A NEWS ARTICLE THE JAKARTA POST ENTITLED “STRENGTHENING ENGLISH LANGUAGE EDUCATION: INVESTING IN TEACHERS FOR A GLOBAL FUTURE”
ABSTRACT
Critical Discourse Analysis studies how language is used and
how its characteristics relate to broader social, cultural, political, and
ideological contexts. The Jakarta Post is one of the mass media outlets
that uses English and has been operating in Indonesia for a long time,
serving as a source of information for readers who need news in
English. This study aims to analyze the discourse in a news article
entitled “Strengthening English Language Education: Investing in
Teachers for a Global Future” using Teun A. Van Dijk's Critical
Discourse Analysis theory.
This study uses a qualitative method, in which the researcher
is the main instrument. The research data consists of news articles that
are examined through Van Dijk's three dimensions of analysis, namely
text structure, social cognition, and social context, to understand how
meaning is constructed in the text.
The results of this study are the discovery of elements in the
text
structure,
such
as
macrostructure, superstructure, and
microstructure that emphasize the importance of improving teacher
competency as the core of strengthening English language education.
This article also reflects the author's social cognition that sees teacher
professional development as a shared responsibility in facing global
demands, as well as highlighting the social context involving
cooperation between the government and international partners such
as the British Council. Overall, the language used aims to build an
understanding that investment in teacher quality and ongoing
collaboration is key to the success of national education policies.
Keywords: Critical Discourse Analysis, Strengthening English
Language Education, The Jakarta Pos
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MEMENUHI HAK-HAK ANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi Kasus di Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban)
ABSTRAK
Peran orang tua dalam keluarga sangat krusial dalam menjamin
terpenuhinya hak-hak anak, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan,
ekonomi, kasih sayang, maupun hak dasar lainnya. Di Desa Gunung Tiga,
upaya memenuhi hak anak masih terbentur berbagai kendala, terutama karena
kondisi ekonomi yang serba pas-pasan. Orang tua sering kali sibuk mencari
nafkah hingga lupa memperhatikan kebutuhan anak, baik dari segi
pendidikan maupun kesehatan. Pernikahan dini yang masih sering terjadi
juga menjadi pemicu, karena banyak pasangan muda belum siap secara
mental dan ilmu dalam berumah tangga. Kurangnya pemahaman tentang
pengasuhan yang baik memperparah keadaan, menciptakan siklus yang terus
berulang jika tidak ada perubahan nyata.
Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana
Pelaksanaan Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Memenuhi Hak-Hak Anak
Di Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban?. Bagaimana Analisis
Hukum Positif Dan Hukum Hukum Islam Dalam Pelaksanaan Tanggung
Jawab Orang Tua Dalam Memenuhi Hak-Hak Anak Di Desa Gunung Tiga
Kecamatan Batanghari Nuban?. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan deskripsi kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field
research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan
dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data
sekunder, dengan informan yang berjumlah 9 orang. Dengan Ibu
Rumahtangga sebanyak 5 orang, dan Kepala Keluarga sebanyak 4 orang.
Hasil dari penelitian menyatakan bahwa : Pertama: di Desa Gunung
Tiga menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua dalam memenuhi hak
anak berjalan cukup baik meski dibatasi kondisi sosial ekonomi. Mayoritas
orang tua peduli pada pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang anak,
meskipun keterbatasan finansial sering menjadi kendala. Observasi
menunjukkan bahwa keluarga berupaya menyediakan fasilitas belajar,
makanan bergizi, dan perhatian emosional. Tantangan utama tetap pada
ekonomi, terutama bagi yang hidup dari pertanian subsisten dan pekerjaan
informal. Kedua : hasil analisa pelaksanaan tanggung jawab orang tua di desa
gunung tiga sebagian orang tua telah memenuhi tanggung jawabnya terhadap
anak baik sesuai dengan aturan yang ada pada Hukum Islam maupun Hukum
Positif serta sebagian masyarakat juga masih belum menerapkan tanggung
jawab secara maksimal dikarenakan faktor ekonomi maupun pemahaman
akan tanggungung jawab sebagai orang tua masih kurang memadai. ABSTRACT
The role of parents in the family is crucial in ensuring the fulfillment
of children's rights, including education, health, economic opportunities,
affection, and other basic rights. In Gunung Tiga Village, efforts to fulfill
children's rights still face various obstacles, primarily due to the tight
economic situation. Parents are often so busy earning a living that they
neglect to pay attention to their children's needs, both in terms of
education and health. The prevalence of early marriage also contributes
to this problem, as many young couples are not mentally and
intellectually prepared for marriage. A lack of understanding of good
parenting exacerbates the situation, creating a cycle that will continue to
repeat itself if no real change is made.
The research questions are: How are parents' responsibilities in
fulfilling children's rights implemented in Gunung Tiga Village,
Batanghari Nuban District? What is the analysis of positive law and
Islamic law in the implementation of parents' responsibilities in fulfilling
children's rights in Gunung Tiga Village, Batanghari Nuban District?
The research method used is a qualitative descriptive approach with field
research. Data collection was conducted through interviews and
documentation. The data sources used consisted of primary and
secondary data, with nine informants. Five were housewives and four
were heads of families.
The results of the study indicate that: First, in Gunung Tiga Village,
parental responsibility in fulfilling children's rights is quite wellexecuted, despite socioeconomic constraints. The majority of parents care
about their children's education, health, and affection, although financial
constraints often pose a barrier. Observations indicate that families strive
to provide learning facilities, nutritious food, and emotional care. The
main challenge remains economic, especially for those who rely on
subsistence farming and informal employment. Second, the analysis of the
implementation of parental responsibilities in Gunung Tiga Village shows
that some parents have fulfilled their responsibilities towards their
children, both in accordance with Islamic law and positive law. However,
some members of the community have not yet fully implemented their
responsibilities due to economic factors and a lack of understanding of
parental responsibilit
IMPLEMENTASI EKONOMI BIRU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN PESISIR KELURAHAN KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan bagaimana implementasi
ekonomi biru dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir di Kelurahan
Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Pembangunan sektor kelautan dan
perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya
nelayan. Namun, pemanfaatan sumber daya laut yang tidak berkelanjutan berpotensi menimbulkan
kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, konsep ekonomi biru hadir
sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut
secara bertanggung jawab, efisien, dan ramah lingkungan. Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi
Waras, Kota Bandar Lampung, merupakan wilayah pesisir yang memiliki ketergantungan tinggi
terhadap sektor perikanan sehingga relevan untuk dikaji dalam konteks penerapan ekonomi biru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekonomi biru serta dampaknya
terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak kelurahan, dinas terkait, tokoh masyarakat,
serta nelayan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi biru di Kelurahan Kangkung
telah terimplementasi melalui penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, penangkapan ikan berbasis
kuota, pengolahan hasil laut skala rumah tangga, serta upaya pelestarian lingkungan pesisir, meskipun
pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal.
Implementasi ekonomi biru memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat
nelayan, ditandai dengan meningkatnya pendapatan yang lebih stabil, diversifikasi sumber
penghasilan, penguatan ekonomi keluarga, meningkatnya peran perempuan dalam kegiatan ekonomi,
serta perbaikan kualitas lingkungan pesisir. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa
keterbatasan modal, akses teknologi, dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, diperlukan
dukungan kebijakan dan pendampingan berkelanjutan agar penerapan ekonomi biru dapat berjalan
secara maksimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Ekonomi Biru, Kesejahteraan, Masyarakat Pesisir, Nelayan Bandar
Lampung.
iii
ABSTRACT
This undergraduate thesis presents the results of a study examining the implementation of the
blue economy and its impact on the welfare of coastal fishing communities in Kangkung Subdistrict,
Bumi Waras District, Bandar Lampung City. The development of the marine and fisheries sector
plays a strategic role in improving the welfare of coastal communities, particularly fishermen.
However, unsustainable exploitation of marine resources has the potential to cause environmental
degradation and economic instability. Therefore, the concept of the blue economy emerges as a
sustainable development approach that emphasizes responsible, efficient, and environmentally
friendly utilization of marine resources. Kangkung Subdistrict, Bumi Waras District, Bandar
Lampung City, is a coastal area with a high dependence on the fisheries sector, making it relevant to
be studied in the context of blue economy implementation.
This study aims to identify the implementation of the blue economy and its impact on the
welfare of coastal fishing communities. The research employs a qualitative method with a
sociological approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants
in this study include village officials, related government agencies, community leaders, and coastal
fishermen. The results indicate that the blue economy in Kangkung Subdistrict has been implemented
through the use of environmentally friendly fishing gear, quota-based fishing practices, household�scale marine product processing, and efforts to preserve the coastal environment, although its
implementation has not yet been fully optimal.
The implementation of the blue economy has had a positive impact on the welfare of fishing
communities, as indicated by more stable income levels, diversification of income sources,
strengthening of household economies, increased participation of women in economic activities, and
improvements in the quality of the coastal environment. Nevertheless, several constraints remain,
including limited access to capital, technology, and supporting infrastructure. Therefore, sustained
policy support and continuous assistance are needed to ensure that the implementation of the blue
economy can be carried out optimally and sustainably.
Keywords: Blue Economy, Welfare, Coastal Communities, Fishermen, Bandar Lampung
PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING BERBANTUAN E-MODUL INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN 23 PRABUMULIH SUMATERA SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ada
Pada SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan yaitu rendahnya
pemahaman konsep ipas siswa. Permasalahan tersebut peneliti ketahui
berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di
lapangan. Pada saat proses pembelajaran ipas, guru masih
menggunakan papan tulis dan gambar yang terdapat pada buku IPAS.
Salah satu penyebab rendahnya pemahaman konsep ipas peserta didik
yaitu belum optimalnya variasi dan inovasi pendidik dalam
penggunaan model pembelajaran, guru hanya menggunakan model
quantum learning yang tercantum di dalam modul ajar. Dalam hal ini
peneliti mengimplementasikan desain model quantum learning.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model
quantum learning berbantuan e-modul interaktif terhadap pemahaman
konsep ipas peserta didik kelas V SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera
Selatan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen
dan bentuk penelitiannya yaitu quasi experimental design dengan
jenis pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini
yaitu seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 23 Prabumulih
Sumatera Selatan, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik
cluster random sampling atau pengambilan sampel berdasarkan kelas,
sehingga diperoleh sebanyak 62 peserta didik untuk kelas eksperimen
dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
melakukan test awal pembelajaran (pretest) dan tes akhir
pembelajaran (posttest) yang telah dilakukan uji validitas dengan hasil
valid.
Pengolahan data dari hasil uji normalitas dan homogenitas
dihitung dengan menggunakan SPSS 25, diperoleh bahwa data hasil
tes dari kedua kelas sampel tersebut normal dan homogen sehingga
untuk pengujian hipotesis dapat digunakan independent T-test
pemahaman konsep ipas peserta didik dengan taraf signifikan 5%
hasilnya yaitu 0,000 < 0,05 dengan kesimpulan Ho ditolak sehingga
H1 diterima yaitu terdapat pengaruh model quantum learning
berbantuan e-modul interaktif terhadap pemahaman konsep ipas
peserta didik kelass V SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan.
Kata kunci : Model Pembelajaran Quantum Learning, pemahaman
konsep
ii
ABSTRACT
This research was motivated by a problem at State Elementary School
23 Prabumulih, South Sumatra, namely students' low understanding
of science concepts. This problem was identified through observations
and interviews conducted in the field. During the science teaching
process, teachers still used whiteboards and pictures found in science
textbooks. One cause of students' low understanding of science
concepts is the lack of variety and innovation in the use of learning
models by educators. Teachers only used the quantum learning model
listed in the teaching module. In this case, the researchers
implemented a quantum learning model design. The purpose of this
study was to determine the effect of the quantum learning model,
supported by an interactive e-module, on students' understanding of
science concepts in fifth-grade students at State Elementary School 23
Prabumulih, South Sumatra.
This research was a quantitative experimental study using a quasi
experimental design with a pretest-posttest control group design. The
population was all fifth-grade students at State Elementary School 23
Prabumulih, South Sumatra. The sample was selected using cluster
random sampling, resulting in 62 students for the experimental and
control classes. The data collection technique was carried out by
conducting an initial learning test (pretest) and a final learning test
(posttest) which had been tested for validity with valid results.
Data processing from the results of the normality and homogeneity
tests was calculated using SPSS 25, obtained that the test results data
from both sample classes were normal and homogeneous. Therefore,
for hypothesis testing, an independent T-test can be used to
understand the concept of science students with a significance level of
5%, the result is 0.000 <0.05 with the conclusion that Ho is rejected
so that H1 is accepted, namely there is an effect of the quantum
learning model assisted by interactive e-modules on the
understanding of science concepts of grade V students of SD Negeri
23 Prabumulih, South Sumatra.
Keywords: Quantum Learning Model, conceptual understandin
PENGARUH MEDIA KOMIK BERBASIS CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SDN 2 MARGA AGUNG LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Peserta didik masih
kesulitan dalam memahami materi pelajaran Bahasa Indonesia saat
terjadinya proses pembelajaran, hal itu mengakibatkan nilai hasil
belajar peserta didik masih belum mencapai Kriteria Ketercapaian
Tujuan Pembelajaran (KKTP). Salah satu metode yang dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata Pelajaran Bahasa
Indonesia adalah menggunakan media komik. Media komik
merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan dalam bentuk cerita bergambar yang dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan motivasi peserta didik dalam belajar.
Berdasarkan rumusan masalah diatas Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh media komik berbasis canva terhadap
hasil belajar pada mata pelajaran bahasa indonesia di kelas III SDN 2
Marga Agung Lampung Selatan..
Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kuantitatif. Jenis
penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah Penelitian
Eksperimen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan
menggunakan rancangan Pre-Experiment tipe Intact-Group
Comparision. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
III di SDN 2 Marga Agung Lampung Selatan tahun pelajaran
2025/2026 yang berjumlah 56 responden, dengan teknik pengambilan
sampel Sampling Purposive. Sampel penelitian terdiri atasa dua kelas,
yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media komik berbasis
canva dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kelas kontrol
menggunakan metode konvensional menggunakan komik cetak dan
buku teks. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes objektif
dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dan esay 5 soal.
Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan homogenitas
sebagai uji prasyarat, serta uji hipotesis menggunkan uji t .
Nilai peserta didik kelompok eksperimen adalah 75,36.
Sedangkan nilai rata-rata peserta didik kelompok kontrol adalah
69,64. Dari data ini dapat disimpuilkan bahwa kelompok eksperimen
dengan komik berbasis canva memberikan dampak positif melalui
perolehan nilai hasil belajar yang lebih besar dibandingkan dengan
iii
kelompok kontrol yang menggunakan komik cetak. Kelompok kontrol
dengan komik cetak mendapat nilai rata-rata hasil belajar lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok eksperimen. Hasil uji statistik
didapatkan p value 0.016 < 0,05 sehingga H0 ditolak ( Ha diterima)
yang artinya terdapat Pengaruh Media Komik Berbasis Canva Pada
Hasil Belajar Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas III SDN 2 Marga
Agung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Media
Komik Berbasis Canva Pada Hasil Belajar Pelajaran Bahasa Indonesia
Pada Kelas III SDN 2 Marga Agung.
Kata Kunci : Media Komik, Komik Berbasis Canva, Hasil Belajar
iv
ABSTRACT
This research is motivated by students still having difficulty in
understanding Indonesian language learning materials during the
learning process, which results in students' learning outcomes still not
reaching the Learning Objective Achievement Criteria (LOAC). One
method that can improve students' learning outcomes in Indonesian
language subjects is using comic media. Comic media is anything that
can be used to convey messages in the form of illustrated stories that
can stimulate students' thoughts, feelings, attention, and motivation in
learning. Based on the problem formulation above, the purpose of this
study is to determine the effect of canva-based comic media on
learning outcomes in Indonesian language subjects in grade III of
SDN 2 Marga Agung, South Lampung..
This study uses a Quantitative Approach. The type of research used
in this thesis is Experimental Research. This study uses a quantitative
approach and uses a Pre-Experiment design of the Intact-Group
Comparison type. The population in this study were all third-grade
students at SDN 2 Marga Agung South Lampung in the 2025/2026
academic year, totaling 56 respondents, with a Purposive Sampling
sampling technique. The research sample consisted of two classes,
namely the experimental class that used Canva-based comic media in
learning Indonesian and the control class using conventional methods
using printed comics and textbooks. The research instrument used was
an objective test in the form of 20 multiple-choice questions and 5
essay questions. Data analysis was carried out through normality and
homogeneity tests as prerequisite tests, as well as hypothesis testing
using the t-test.
The value of the experimental group students was 75.36. While the
average value of the control group students was 69.64. From this data
it can be concluded that the experimental group with canva-based
comics had a positive impact through obtaining greater learning
outcomes compared to the control group using printed comics. The
control group with printed comics got a lower average learning
outcome score compared to the experimental group. The results of the
statistical test obtained a p value of 0.016 <0.05 so that H0 was
v
rejected (Ha was accepted) which means there is an Effect of Canva
Based Comic Media on Learning Outcomes of Indonesian Language
Lessons in Class III of SDN 2 Marga Agung. So it can be concluded
that there is an Effect of Canva-Based Comic Media on Learning
Outcomes of Indonesian Language Lessons in Class III of SDN 2
Marga Agung.
Keywords: Comic Media, Canva-Based Comics, Learning
Outcome
ANALISIS FIQIH SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASIPASAL 44 AYAT 1 UNDANG UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (Studi Di Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Kekayaan Negara Indonesia salah satunya dalam sektor pertanian,
sebagian besar penduduknya memiliki sumber pendapatan dari sektor ini,
contohnya seperti petani. Sebagai negara agraris yang masih memainkan
peran dominan dalam bidang ekonomi dan dalam hal untuk menciptakan
lapangan kerja. Konversian atau alih fungsi lahan pertanian sebenarnya
bukan masalah baru. Perlindungan terhadap lahan pertanian terutama lahan
pertanian pangan berkelanjutan sudah merupakan kebijakan pemerintah
untuk membuat berbagai kebijakan baik dalam bentuk undang undang
maupun peraturan-peraturan lainnya.Untuk mengendalikan konversi lahan
pertanian, melalui Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, diharapkan dapat
mendorong ketersediaan lahan pertanian untuk menjaga kemandirian,
ketahanan dan kedaulatan pangan.
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas yakni: 1. Bagaimana
Implementasi Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009
Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Dinas
Pertanian Kota Bandar Lampung? 2. Bagaimana Tinjauan Fiqih Siyāsah
Terhadap Implementasi Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun
2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Dinas
Pertanian Kota Bandar Lampung?. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian lapangan (field research), dan sifat penelitian ini yaitu Penelitian
ini bersifat deskriptif analitis yaitu suatu penelitian yang membahas dengan
menggambarkan data yang telah ada. Sumber data yang digunakan adalah
jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Temuan hasil penelitian: Dinas pertanian Kota Bandar Lampung sudah
berupaya mengsosialisakan peraturan tersebut. Namun demikian, masyarakat
masih belum sadar hukum, sehingga berpengaruh pada Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan yang masih sering dialihkan menjadi
perumahan. Implementasi pasal 44 ayat 1 Undang undang Nomor 41 Tahun
2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan belum
sesuai dengan tuntutan Fiqh Siyāsah Tanfizziyah. Alasannya bahwa upaya
sosialisasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung belum
berhasil dipatuhi oleh masyarakat. Fiqh Siyāsah Tanfizziyah menghendaki
adanya upaya yang lebih baik dalam rangka kemaslahatan masyarakat. ABSTRAK
Indonesia's wealth includes the agricultural sector, with a large portion
of its population earning a livelihood from this sector, such as farmers. As an
agrarian country, agriculture continues to play a dominant role in the
economy and in creating job opportunities. The conversion or change of
agricultural land use is not a new issue. Protection of agricultural land,
especially sustainable food agricultural land, has already been a government
policy, which is supported by various regulations in the form of laws and
other rules. To control agricultural land conversion, through Law No. 41 of
2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land, it is hoped
that it will encourage the availability of agricultural land to maintain food
independence, resilience, and sovereignty.
The research problem to be discussed includes: 1. How is the
Implementation of Article 44 Paragraph 1 of Law No. 41 of 2009 on the
Protection of Sustainable Food Agricultural Land in the Department of
Agriculture of Bandar Lampung City? 2. What is the Perspective of Fiqh
Siyāsah on the Implementation of Article 44 Paragraph 1 of Law No. 41 of
2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land in the
Department of Agriculture of Bandar Lampung City? This study uses a field
research type, and the nature of the research is descriptive-analytic, which
discusses by describing the existing data. The data sources used are primary
and secondary data types. Data collection techniques include observation,
interviews, and documentation.
Research findings: The Agricultural Service of Bandar Lampung City
has made efforts to socialize the regulation. However, the public is still
unaware of the law, which affects the Protection of Sustainable Food
Agricultural Land that is still frequently converted into residential areas. The
implementation of Article 44, Paragraph 1 of Law No. 41 of 2009 on the
protection of sustainable food agricultural land has not met the demands of
Fiqh Siyāsah Tanfizziyah. The reason is that the socialization efforts made
by the Agricultural Service of Bandar Lampung City have not been followed
by the public. Fiqh Siyāsah Tanfizziyah calls for better efforts aimed at the
public welfare
IMPLEMENTASI PASAL 29 HURUF d PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR 4 TAHUN 2022 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN PERSPEKTIF SIYA<SAH TANFIZ|IYAH (Studi di Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus)
ABSTRAK
Penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program
pemerintah dan pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis,
terencana dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk
mengurangi jumlah Penduduk Miskin dan Orang Tidak Mampu dalam
rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat. Ditetapkannya
Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4 tahun 2022
Tentang Penanggulangan kemiskinan sebagai dalam upaya
penanggulangan kemiskinan di Tanggamus antara lain Program
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan tujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan secara signifikan
mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana
Implementasi Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten
Tanggamus Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan
Kemiskinan Studi di Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus dan
Bagaimana Implementasi Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah
Kabupaten Tanggamus Nomor 4 Tahun 2022 Tentang
Penanggulangan Kemiskinan Perspektif Siya<sah Tanfiz|iyah di Dinas
Sosial Kabupaten Tanggamus.
Jenis penelitian ini penelitian lapangan (field research) artinya
suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis, teratur dan
mendalam dengan mengangkat data atau fakta-fakta yang ada
dilapangan. Penelitian ini bersifat dekriptif analisis yang menguraikan
data bersumber dari data primer melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi dan data sekunder melalui data-data yang diambil dari
sebagai rujukan untuk selanjutnya dianalisa secara sistematis untuk
menunjang penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Implementasi
Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4
Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Kemiskinan belum terlaksana
secara maksimal. Penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai
(BPNT) sedikit demi sedikit mengalami perkembangan, akan tetapi
masih ada masyarakat yang mendapatkan bantuan BPNT mengalami
kendala dalam penyaluran dana BPNT tersebut. Maka hal ini akan
sangat menghambat profesionalisme dan efektivitas program BPNT. ABSTRACT
Poverty alleviation is a policy and program implemented by the
central and local governments in a systematic, planned, and
synergistic manner with the business world and the community to
reduce the number of poor and underprivileged people in order to
improve the welfare of the people. The enactment of Tanggamus
Regency Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation as part of
efforts to address poverty in Tanggamus includes the Non-Cash Food
Assistance Program (BPNT). The aim is to improve community
welfare and significantly reduce poverty rates in the Tanggamus
Regency area. The research question in this study is: How is the
Implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency
Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation studied by the
Tanggamus Regency Social Affairs Office, and how is the
implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency
Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation from the perspective
of Siya<sah Tanfiz|iyah by the Tanggamus Regency.
This research is field research, meaning a systematic, organized,
and in-depth study that collects data or facts from the field. This
research is descriptive analysis that explains data sourced from
primary data through observation, interviews, and documentation, and
secondary data through data taken as references, which are then
analyzed systematically to support the research.
Based on the research findings, it is concluded that the
implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency
Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation has not been fully
realized. Beneficiaries of the Non-Cash Food Assistance (BPNT)
program have seen gradual progress, but there are still members of the
community who face difficulties in accessing the BPNT assistance,
and there are still those who are unable to receive it. This situation
will significantly hinder the professionalism and effectiveness of the
BPNT program
TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP TRADISI IPPUN MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN (Studi Kasus di Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur)
ABSTRAK
Masyarakat adat Lampung memiliki berbagai tradisi lamaran
pernikahan, salah satunya adalah Ippun yang dikenal sebagai praktik
perjodohan dan lamaran yang melibatkan kesepakatan tetua adat
(pakat tuho) pada suku Lampung Saibatin. Meskipun terjadi
pergeseran sosial di era modern, tradisi Ippun tetap dilestarikan,
memunculkan pertanyaan menarik tentang faktor budaya dan
keagamaan yang mendukung keberlangsungannya.
Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama:
bagaimana proses dan praktik tradisi Ippun dalam masyarakat
Lampung Saibatin di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Sekampung
Udik, serta alasan mengapa tradisi tersebut masih digunakan oleh
masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan
proses praktik Ippun beserta makna dan nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya, sekaligus menganalisis faktor sosial, budaya, dan
keagamaan yang mendukung keberlangsungan tradisi ini di tengah
perubahan zaman. Jenis Penelitian ini menggunakan lapangan (field
research) bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan sumber data
primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Setelah semua data
terkumpul, maka data tersebut diolah dan dianalisis secara deskriptif
kualitatif dan selanjutnya ditarik kesimpulan secara deduktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ippun atau Pakat
Tradisi Ippun yang ada di Desa Gunung Sugih Besar sejalan secara
substansial dan fungsional dengan konsep khitbah atau peminangan
dalam Hukum Keluarga Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).
Proposisi ini terverifikasi melalui al-„ādah al-muḥakkamah
menjadikan Ippun sebagai tradisi yang sah dan membawa manfaat dan
Al-'Urf, di mana Ippun diklasifikasikan sebagai 'Urf Shohih (kebiasaan
yang dibenarkan). oleh karena itu, Ippun berkedudukan sebagai
sumber hukum adat/kebiasaan yang memperkaya khazanah
pelaksanaan pernikahan dalam Islam di konteks lokal Lampung
Saibatin, menegaskan bahwa adat yang baik ('urf shohih) dapat
menjadi pelengkap praktik keagamaan dan identitas budaya.. ABSTRACT
The Lampung indigenous community has various marriage
proposal traditions, one of which is Ippun, known as a matchmaking
and proposal practice involving the agreement of traditional elders
(pakat tuho) in the Lampung Saibatin tribe. Despite social shifts in the
modern era, the Ippun tradition remains preserved, raising interesting
questions about the cultural and religious factors that support its
survival.
This research focuses on two main issues: the process and
practice of the Ippun tradition in the Lampung Saibatin community of
Gunung Sugih Village, Sekampung Udik District, and the reasons why
this tradition is still used by the local community. The purpose of this
study is to explain the process of Ippun practice, its meaning and
values, and to analyze the social, cultural, and religious factors that
support the continuity of this tradition amidst changing times. This
research uses descriptive field research. The data sources used are
primary and secondary sources. Data collection was conducted
through observation, documentation, and interviews. After all data
was collected, it was processed and analyzed descriptively and
qualitatively, and conclusions were drawn deductively.
The results of the study indicate that the Ippun Tradition or
Pakat Ippun Tradition in Gunung Sugih Besar Village is in line
substantially and functionally with the concept of khitbah or proposal
in Islamic Family Law and the Compilation of Islamic Law (KHI).
This proposition is verified through al-„ādah al-muḥakkamah making
Ippun a legitimate tradition and bringing benefits and Al-„Urf, where
Ippun is classified as „Urf Shohih (permissible customs). Therefore,
Ippun is positioned as a source of customary law/customs that enrich
the treasury of marriage implementation in Islam in the local context
of Lampung Saibatin, confirming that good customs („urf shohih) can
be a complement to religious practices and cultural identity
SAKINAH DALAM SURAH AL FATH AYAT 4 (Studi Munasabah Al Qur’an Tafsir Mafatih Al Ghaib).
ABSTRAK
Surat Al Fath yang memiliki arti kemenangan didalamnya
terdapat kata sakinah yang termaktub dalam ayat ke empat. Sakinah
memiliki beberapa arti seperti ketenangan dan kedamaian. Salah satu
cabang ulumul qur’an adalah munasabah yang membahas keterkaitan,
hubungan dan keserasian yang ada dalam Al Qur’an baik antar kata
dalam satu ayat, ayat satu dengan lainnya dalam satu surat atau ayat
penutup dan pembuka antar surat. Dalam penelitian ini, peneliti
melakukan munasabah pada ayat 4 surat Al Fath khususnya pada kata
sakinah dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Rumusan masalah dalam
penelitian ini Apakah terdapat munasabah kata Sakinah dalam surah Al
Fath ayat 4 dengan ayat sebelum dan sesudahnya? dan tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat munasabah
dalam surah Al Fath ayat 4 dengan ayat sebelum dan sesudahnya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sifat
penelitian kepustakaan, dalam penelitian ini yang diteliti dan dikaji
adalah kitab tafsir Mafatih Al Ghaib yang sekaligus menjadi sumber
data primer, sedangkan sumber sekunder berasal dari dokumendokumen pendukung berupa artikel, skripsi, dan lain-lain. Teknik
pengumpulan data yan digunakan adalah teknik dokumentasi,
sedangkan data dianalisis dengan reduksi data, display data dan
verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Hasil dari peneliltian ini menunjukan bahwa terdapat
munasabah pada kata Sakinah dalam ayat 4 dengan ayat sebelum dan
sesudahnya, yaitu pada ayat 3 dan ayat 5. Dalam ayat 3 dan 5 Ar Razi
menafsirkan dalam tafsirnya Mafatih Al Ghaib kata nashr berkaitan
dengan sakinah dan pada ayat 5 sakinah dikatakan olehnya sebagai
penyebab dimasukannya kaum mukminin kedalam surga. Sedangkan
pada ayat 1 dan 2 tidak terdapat munasabah dengan kata sakinah dalam
ayat 4.
Kata Kunci: Munasabah Al-Qur’an, Surat Al Fath, Tafsir Mafatih
Al Ghaib
ABSTRACT
Surah Al Fath, which means victory, contains the word sakinah
which is contained in the fourth verse. Sakinah has several meanings
such as calm and peace. One branch of the Ulumul Qur'an is munasabah
which discusses the interrelationships, relationships and harmony that
exist in the Qur'an, both between words in one verse, one verse with
another in one letter or the closing and opening verses between letters.
In this research, the researcher carried out munasabah on verse 4 of
Surah Al Fath, especially on the word sakinah with the verses before
and after it. Formulation of the problem in this research. Is there a
munasabah for the word Sakinah in Surah Al Fath verse 4 with the
verses before and after it? and the aim of this research is to find out
whether there is munasabah in Surah Al Fath verse 4 with the verses
before and after it.
This type of research is qualitative research with the nature of
library research. In this research, what is researched and studied is the
book of interpretation of Mafatih Al Ghaib which is also the source of
primary data, while secondary sources come from supporting
documents in the form of articles, theses, etc. The data collection
technique used is documentation techniques, while the data is analyzed
by data reduction, data display and verification or drawing conclusions.
The results of this research show that there is a munasabah in
the word Sakinah in verse 4 with the verses before and after it, namely
in verse 3 and verse 5. In verses 3 and 5 Ar Razi interprets in his tafsir
Mafatih Al Ghaib the word nasr related to sakinah and in verse 5
sakinah is said by him to be the cause of the believers entering heaven.
Meanwhile, in verses 1 and 2 there is no munasabah with the word
sakinah in verse 4.
Keywords: Munasabah Al-Qur'an, Surah Al Fath, Tafsir Mafatih
Al Ghaib