Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP SUAMI TUNAWICARA DALAM MEMENUHI NAFKAH KELUARGA (Studi di Pekon Pugung Pemancar Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Perspektif Hukum Keluarga Islam terhadap Suami Tunawicara dalam Memenuhi Nafkah Keluarga dengan fokus studi di Pekon Pugung Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat. Focus penelitian diarahkan pada pelaksanaan kewajiban nafkah suami sebagai akibat hukum dari akad nikah yang sah, khususnya Ketika suami memiliki keterbatasan fisik berupa ketidakmampuan berkomunikasi secara verbal. Dalam Hukum Keluarga Islam, kewajiban memberikan nafkah merupakan tanggung jawab hukum suami sebagai kepala keluarga sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Fiqih Munakahat, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kewajiban tersebut tetap melekat selama perkawinan berlangsung dan tidak gugur karena kondisi fisik suami. Namun demikian, Hukum Keluarga Islam juga menegaskan bahwa pelaksanaan nafkah dilakukan sesuai dengan kemampuan suami sebagaimana diatur dalam KHI pasal 80. Oleh karena itu, kondisi tunawicara menimbulkan persoalan hukum mengenai penghapusan kewajiban itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara dengan lima orang suami tunawicara beserta anggota keluarganya, serta didukung oleh dokumentasidan studi Pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif normative dengan menjadikan ketentuan hukum keluarga islam sebagai dasar penilaian hukum, serta menggunakan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka analisis untuk menilai pelaksanaan kewajiban nafkah berdasarkan prinsip kemashlahatan dan keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa para suami tunawicara tetap melaksanakan kewajiban nafkah keluarga sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui pekerjaan sebagai petani, nelayan, dan buruh harian. Dari perspektif hukum, melainkan dilaksanakan dengan penyesuaian pada cara dan kadar pemenuhannya. Pendekatan maqāṣid alsyarī‘ah menunjukan bahwa praktik tersebut sejalan dengan tujuan hukum islam dalam menjaga keberlangsungan keluarga, melindungi hak istri dan anak, serta mewujudkan keadilan dalam rumah tangga. Dengan demikian, suami tunawicara tetap berkedudukan sebagai subjek hukum yang sah dan bertanggung jawab dalam pemenuhan nafkah keluarga sepanjang dilakukan sesuai dengan kemampuan dan itikad baik ABSTRACT This research examines the perspective of Islamic Family Law on speech-impaired husbands in fulfilling family maintenance, with a focus on Pekon Pugung Pemancar, Pesisir Utara District, Pesisir Barat Regency. The focus of the study is directed toward the implementation of a husband’s obligation to provide maintenance as a legal consequence of a valid marriage contract, particularly when the husband has physical limitations in the form of an inability to communicate verbally. In Islamic Family Law, the obligation to provide maintenance constitutes a legal responsibility of the husband as the head of the family, as affirmed in the Qur’an, Islamic jurisprudence on marriage (fiqh munākaḥāt), and the Compilation of Islamic Law (KHI). This obligation remains attached throughout the duration of the marriage and is not nullified by the husband’s physical condition. Nevertheless, Islamic Family Law emphasizes that the fulfillment of maintenance must be carried out in accordance with the husband’s ability, as stipulated in Article 80 of the KHI. Therefore, the condition of being speech-impaired raises a legal issue concerning the manner and extent of fulfilling the obligation, rather than the abolition of the obligation itself. This study employs a qualitative method with a field research approach. Data were collected through interviews with five speechimpaired husbands and their family members, supported by documentation and literature review. Data analysis was conducted descriptively and normatively by using Islamic Family Law provisions as the legal basis of assessment, while the maqāṣid al-sharīʿah approach was employed as an analytical framework to evaluate the fulfillment of maintenance obligations based on the principles of public welfare and justice. The results indicate that speech-impaired husbands continue to fulfill their family maintenance obligations according to their respective abilities through occupations such as farming, fishing, and daily labor. From the perspective of Islamic Family Law, the obligation of maintenance does not legally lapse, but is fulfilled with adjustments in its form and amount. The maqāṣid al-sharīʿah approach demonstrates that such practices are consistent with the objectives of Islamic law in safeguarding family continuity, protecting the rights of wives and children, and realizing justice within the household. Thus, speechimpaired husbands remain legally recognized subjects who bear responsibility for providing family maintenance, insofar as it is carried out in accordance with their ability and good faith

    CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF A NEWS ARTICLE THE JAKARTA POST ENTITLED “STRENGTHENING ENGLISH LANGUAGE EDUCATION: INVESTING IN TEACHERS FOR A GLOBAL FUTURE”

    No full text
    ABSTRACT Critical Discourse Analysis studies how language is used and how its characteristics relate to broader social, cultural, political, and ideological contexts. The Jakarta Post is one of the mass media outlets that uses English and has been operating in Indonesia for a long time, serving as a source of information for readers who need news in English. This study aims to analyze the discourse in a news article entitled “Strengthening English Language Education: Investing in Teachers for a Global Future” using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis theory. This study uses a qualitative method, in which the researcher is the main instrument. The research data consists of news articles that are examined through Van Dijk's three dimensions of analysis, namely text structure, social cognition, and social context, to understand how meaning is constructed in the text. The results of this study are the discovery of elements in the text structure, such as macrostructure, superstructure, and microstructure that emphasize the importance of improving teacher competency as the core of strengthening English language education. This article also reflects the author's social cognition that sees teacher professional development as a shared responsibility in facing global demands, as well as highlighting the social context involving cooperation between the government and international partners such as the British Council. Overall, the language used aims to build an understanding that investment in teacher quality and ongoing collaboration is key to the success of national education policies. Keywords: Critical Discourse Analysis, Strengthening English Language Education, The Jakarta Pos

    TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MEMENUHI HAK-HAK ANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi Kasus di Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban)

    No full text
    ABSTRAK Peran orang tua dalam keluarga sangat krusial dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, kasih sayang, maupun hak dasar lainnya. Di Desa Gunung Tiga, upaya memenuhi hak anak masih terbentur berbagai kendala, terutama karena kondisi ekonomi yang serba pas-pasan. Orang tua sering kali sibuk mencari nafkah hingga lupa memperhatikan kebutuhan anak, baik dari segi pendidikan maupun kesehatan. Pernikahan dini yang masih sering terjadi juga menjadi pemicu, karena banyak pasangan muda belum siap secara mental dan ilmu dalam berumah tangga. Kurangnya pemahaman tentang pengasuhan yang baik memperparah keadaan, menciptakan siklus yang terus berulang jika tidak ada perubahan nyata. Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pelaksanaan Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Memenuhi Hak-Hak Anak Di Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban?. Bagaimana Analisis Hukum Positif Dan Hukum Hukum Islam Dalam Pelaksanaan Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Memenuhi Hak-Hak Anak Di Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban?. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan informan yang berjumlah 9 orang. Dengan Ibu Rumahtangga sebanyak 5 orang, dan Kepala Keluarga sebanyak 4 orang. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa : Pertama: di Desa Gunung Tiga menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua dalam memenuhi hak anak berjalan cukup baik meski dibatasi kondisi sosial ekonomi. Mayoritas orang tua peduli pada pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang anak, meskipun keterbatasan finansial sering menjadi kendala. Observasi menunjukkan bahwa keluarga berupaya menyediakan fasilitas belajar, makanan bergizi, dan perhatian emosional. Tantangan utama tetap pada ekonomi, terutama bagi yang hidup dari pertanian subsisten dan pekerjaan informal. Kedua : hasil analisa pelaksanaan tanggung jawab orang tua di desa gunung tiga sebagian orang tua telah memenuhi tanggung jawabnya terhadap anak baik sesuai dengan aturan yang ada pada Hukum Islam maupun Hukum Positif serta sebagian masyarakat juga masih belum menerapkan tanggung jawab secara maksimal dikarenakan faktor ekonomi maupun pemahaman akan tanggungung jawab sebagai orang tua masih kurang memadai. ABSTRACT The role of parents in the family is crucial in ensuring the fulfillment of children's rights, including education, health, economic opportunities, affection, and other basic rights. In Gunung Tiga Village, efforts to fulfill children's rights still face various obstacles, primarily due to the tight economic situation. Parents are often so busy earning a living that they neglect to pay attention to their children's needs, both in terms of education and health. The prevalence of early marriage also contributes to this problem, as many young couples are not mentally and intellectually prepared for marriage. A lack of understanding of good parenting exacerbates the situation, creating a cycle that will continue to repeat itself if no real change is made. The research questions are: How are parents' responsibilities in fulfilling children's rights implemented in Gunung Tiga Village, Batanghari Nuban District? What is the analysis of positive law and Islamic law in the implementation of parents' responsibilities in fulfilling children's rights in Gunung Tiga Village, Batanghari Nuban District? The research method used is a qualitative descriptive approach with field research. Data collection was conducted through interviews and documentation. The data sources used consisted of primary and secondary data, with nine informants. Five were housewives and four were heads of families. The results of the study indicate that: First, in Gunung Tiga Village, parental responsibility in fulfilling children's rights is quite wellexecuted, despite socioeconomic constraints. The majority of parents care about their children's education, health, and affection, although financial constraints often pose a barrier. Observations indicate that families strive to provide learning facilities, nutritious food, and emotional care. The main challenge remains economic, especially for those who rely on subsistence farming and informal employment. Second, the analysis of the implementation of parental responsibilities in Gunung Tiga Village shows that some parents have fulfilled their responsibilities towards their children, both in accordance with Islamic law and positive law. However, some members of the community have not yet fully implemented their responsibilities due to economic factors and a lack of understanding of parental responsibilit

    IMPLEMENTASI EKONOMI BIRU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN PESISIR KELURAHAN KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan bagaimana implementasi ekonomi biru dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Namun, pemanfaatan sumber daya laut yang tidak berkelanjutan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, konsep ekonomi biru hadir sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab, efisien, dan ramah lingkungan. Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, merupakan wilayah pesisir yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor perikanan sehingga relevan untuk dikaji dalam konteks penerapan ekonomi biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekonomi biru serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak kelurahan, dinas terkait, tokoh masyarakat, serta nelayan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi biru di Kelurahan Kangkung telah terimplementasi melalui penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, penangkapan ikan berbasis kuota, pengolahan hasil laut skala rumah tangga, serta upaya pelestarian lingkungan pesisir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Implementasi ekonomi biru memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan, ditandai dengan meningkatnya pendapatan yang lebih stabil, diversifikasi sumber penghasilan, penguatan ekonomi keluarga, meningkatnya peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta perbaikan kualitas lingkungan pesisir. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, akses teknologi, dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan pendampingan berkelanjutan agar penerapan ekonomi biru dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ekonomi Biru, Kesejahteraan, Masyarakat Pesisir, Nelayan Bandar Lampung. iii ABSTRACT This undergraduate thesis presents the results of a study examining the implementation of the blue economy and its impact on the welfare of coastal fishing communities in Kangkung Subdistrict, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. The development of the marine and fisheries sector plays a strategic role in improving the welfare of coastal communities, particularly fishermen. However, unsustainable exploitation of marine resources has the potential to cause environmental degradation and economic instability. Therefore, the concept of the blue economy emerges as a sustainable development approach that emphasizes responsible, efficient, and environmentally friendly utilization of marine resources. Kangkung Subdistrict, Bumi Waras District, Bandar Lampung City, is a coastal area with a high dependence on the fisheries sector, making it relevant to be studied in the context of blue economy implementation. This study aims to identify the implementation of the blue economy and its impact on the welfare of coastal fishing communities. The research employs a qualitative method with a sociological approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants in this study include village officials, related government agencies, community leaders, and coastal fishermen. The results indicate that the blue economy in Kangkung Subdistrict has been implemented through the use of environmentally friendly fishing gear, quota-based fishing practices, household�scale marine product processing, and efforts to preserve the coastal environment, although its implementation has not yet been fully optimal. The implementation of the blue economy has had a positive impact on the welfare of fishing communities, as indicated by more stable income levels, diversification of income sources, strengthening of household economies, increased participation of women in economic activities, and improvements in the quality of the coastal environment. Nevertheless, several constraints remain, including limited access to capital, technology, and supporting infrastructure. Therefore, sustained policy support and continuous assistance are needed to ensure that the implementation of the blue economy can be carried out optimally and sustainably. Keywords: Blue Economy, Welfare, Coastal Communities, Fishermen, Bandar Lampung

    PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING BERBANTUAN E-MODUL INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN 23 PRABUMULIH SUMATERA SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ada Pada SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan yaitu rendahnya pemahaman konsep ipas siswa. Permasalahan tersebut peneliti ketahui berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di lapangan. Pada saat proses pembelajaran ipas, guru masih menggunakan papan tulis dan gambar yang terdapat pada buku IPAS. Salah satu penyebab rendahnya pemahaman konsep ipas peserta didik yaitu belum optimalnya variasi dan inovasi pendidik dalam penggunaan model pembelajaran, guru hanya menggunakan model quantum learning yang tercantum di dalam modul ajar. Dalam hal ini peneliti mengimplementasikan desain model quantum learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model quantum learning berbantuan e-modul interaktif terhadap pemahaman konsep ipas peserta didik kelas V SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dan bentuk penelitiannya yaitu quasi experimental design dengan jenis pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling atau pengambilan sampel berdasarkan kelas, sehingga diperoleh sebanyak 62 peserta didik untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan test awal pembelajaran (pretest) dan tes akhir pembelajaran (posttest) yang telah dilakukan uji validitas dengan hasil valid. Pengolahan data dari hasil uji normalitas dan homogenitas dihitung dengan menggunakan SPSS 25, diperoleh bahwa data hasil tes dari kedua kelas sampel tersebut normal dan homogen sehingga untuk pengujian hipotesis dapat digunakan independent T-test pemahaman konsep ipas peserta didik dengan taraf signifikan 5% hasilnya yaitu 0,000 < 0,05 dengan kesimpulan Ho ditolak sehingga H1 diterima yaitu terdapat pengaruh model quantum learning berbantuan e-modul interaktif terhadap pemahaman konsep ipas peserta didik kelass V SD Negeri 23 Prabumulih Sumatera Selatan. Kata kunci : Model Pembelajaran Quantum Learning, pemahaman konsep ii ABSTRACT This research was motivated by a problem at State Elementary School 23 Prabumulih, South Sumatra, namely students' low understanding of science concepts. This problem was identified through observations and interviews conducted in the field. During the science teaching process, teachers still used whiteboards and pictures found in science textbooks. One cause of students' low understanding of science concepts is the lack of variety and innovation in the use of learning models by educators. Teachers only used the quantum learning model listed in the teaching module. In this case, the researchers implemented a quantum learning model design. The purpose of this study was to determine the effect of the quantum learning model, supported by an interactive e-module, on students' understanding of science concepts in fifth-grade students at State Elementary School 23 Prabumulih, South Sumatra. This research was a quantitative experimental study using a quasi experimental design with a pretest-posttest control group design. The population was all fifth-grade students at State Elementary School 23 Prabumulih, South Sumatra. The sample was selected using cluster random sampling, resulting in 62 students for the experimental and control classes. The data collection technique was carried out by conducting an initial learning test (pretest) and a final learning test (posttest) which had been tested for validity with valid results. Data processing from the results of the normality and homogeneity tests was calculated using SPSS 25, obtained that the test results data from both sample classes were normal and homogeneous. Therefore, for hypothesis testing, an independent T-test can be used to understand the concept of science students with a significance level of 5%, the result is 0.000 <0.05 with the conclusion that Ho is rejected so that H1 is accepted, namely there is an effect of the quantum learning model assisted by interactive e-modules on the understanding of science concepts of grade V students of SD Negeri 23 Prabumulih, South Sumatra. Keywords: Quantum Learning Model, conceptual understandin

    PENGARUH MEDIA KOMIK BERBASIS CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SDN 2 MARGA AGUNG LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Peserta didik masih kesulitan dalam memahami materi pelajaran Bahasa Indonesia saat terjadinya proses pembelajaran, hal itu mengakibatkan nilai hasil belajar peserta didik masih belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Salah satu metode yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah menggunakan media komik. Media komik merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk cerita bergambar yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan motivasi peserta didik dalam belajar. Berdasarkan rumusan masalah diatas Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media komik berbasis canva terhadap hasil belajar pada mata pelajaran bahasa indonesia di kelas III SDN 2 Marga Agung Lampung Selatan.. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah Penelitian Eksperimen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan rancangan Pre-Experiment tipe Intact-Group Comparision. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di SDN 2 Marga Agung Lampung Selatan tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 56 responden, dengan teknik pengambilan sampel Sampling Purposive. Sampel penelitian terdiri atasa dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media komik berbasis canva dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional menggunakan komik cetak dan buku teks. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes objektif dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dan esay 5 soal. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat, serta uji hipotesis menggunkan uji t . Nilai peserta didik kelompok eksperimen adalah 75,36. Sedangkan nilai rata-rata peserta didik kelompok kontrol adalah 69,64. Dari data ini dapat disimpuilkan bahwa kelompok eksperimen dengan komik berbasis canva memberikan dampak positif melalui perolehan nilai hasil belajar yang lebih besar dibandingkan dengan iii kelompok kontrol yang menggunakan komik cetak. Kelompok kontrol dengan komik cetak mendapat nilai rata-rata hasil belajar lebih rendah dibandingkan dengan kelompok eksperimen. Hasil uji statistik didapatkan p value 0.016 < 0,05 sehingga H0 ditolak ( Ha diterima) yang artinya terdapat Pengaruh Media Komik Berbasis Canva Pada Hasil Belajar Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas III SDN 2 Marga Agung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Media Komik Berbasis Canva Pada Hasil Belajar Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas III SDN 2 Marga Agung. Kata Kunci : Media Komik, Komik Berbasis Canva, Hasil Belajar iv ABSTRACT This research is motivated by students still having difficulty in understanding Indonesian language learning materials during the learning process, which results in students' learning outcomes still not reaching the Learning Objective Achievement Criteria (LOAC). One method that can improve students' learning outcomes in Indonesian language subjects is using comic media. Comic media is anything that can be used to convey messages in the form of illustrated stories that can stimulate students' thoughts, feelings, attention, and motivation in learning. Based on the problem formulation above, the purpose of this study is to determine the effect of canva-based comic media on learning outcomes in Indonesian language subjects in grade III of SDN 2 Marga Agung, South Lampung.. This study uses a Quantitative Approach. The type of research used in this thesis is Experimental Research. This study uses a quantitative approach and uses a Pre-Experiment design of the Intact-Group Comparison type. The population in this study were all third-grade students at SDN 2 Marga Agung South Lampung in the 2025/2026 academic year, totaling 56 respondents, with a Purposive Sampling sampling technique. The research sample consisted of two classes, namely the experimental class that used Canva-based comic media in learning Indonesian and the control class using conventional methods using printed comics and textbooks. The research instrument used was an objective test in the form of 20 multiple-choice questions and 5 essay questions. Data analysis was carried out through normality and homogeneity tests as prerequisite tests, as well as hypothesis testing using the t-test. The value of the experimental group students was 75.36. While the average value of the control group students was 69.64. From this data it can be concluded that the experimental group with canva-based comics had a positive impact through obtaining greater learning outcomes compared to the control group using printed comics. The control group with printed comics got a lower average learning outcome score compared to the experimental group. The results of the statistical test obtained a p value of 0.016 <0.05 so that H0 was v rejected (Ha was accepted) which means there is an Effect of Canva Based Comic Media on Learning Outcomes of Indonesian Language Lessons in Class III of SDN 2 Marga Agung. So it can be concluded that there is an Effect of Canva-Based Comic Media on Learning Outcomes of Indonesian Language Lessons in Class III of SDN 2 Marga Agung. Keywords: Comic Media, Canva-Based Comics, Learning Outcome

    ANALISIS FIQIH SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASIPASAL 44 AYAT 1 UNDANG UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (Studi Di Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Kekayaan Negara Indonesia salah satunya dalam sektor pertanian, sebagian besar penduduknya memiliki sumber pendapatan dari sektor ini, contohnya seperti petani. Sebagai negara agraris yang masih memainkan peran dominan dalam bidang ekonomi dan dalam hal untuk menciptakan lapangan kerja. Konversian atau alih fungsi lahan pertanian sebenarnya bukan masalah baru. Perlindungan terhadap lahan pertanian terutama lahan pertanian pangan berkelanjutan sudah merupakan kebijakan pemerintah untuk membuat berbagai kebijakan baik dalam bentuk undang undang maupun peraturan-peraturan lainnya.Untuk mengendalikan konversi lahan pertanian, melalui Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, diharapkan dapat mendorong ketersediaan lahan pertanian untuk menjaga kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas yakni: 1. Bagaimana Implementasi Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung? 2. Bagaimana Tinjauan Fiqih Siyāsah Terhadap Implementasi Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dan sifat penelitian ini yaitu Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yaitu suatu penelitian yang membahas dengan menggambarkan data yang telah ada. Sumber data yang digunakan adalah jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan hasil penelitian: Dinas pertanian Kota Bandar Lampung sudah berupaya mengsosialisakan peraturan tersebut. Namun demikian, masyarakat masih belum sadar hukum, sehingga berpengaruh pada Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang masih sering dialihkan menjadi perumahan. Implementasi pasal 44 ayat 1 Undang undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan belum sesuai dengan tuntutan Fiqh Siyāsah Tanfizziyah. Alasannya bahwa upaya sosialisasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung belum berhasil dipatuhi oleh masyarakat. Fiqh Siyāsah Tanfizziyah menghendaki adanya upaya yang lebih baik dalam rangka kemaslahatan masyarakat. ABSTRAK Indonesia's wealth includes the agricultural sector, with a large portion of its population earning a livelihood from this sector, such as farmers. As an agrarian country, agriculture continues to play a dominant role in the economy and in creating job opportunities. The conversion or change of agricultural land use is not a new issue. Protection of agricultural land, especially sustainable food agricultural land, has already been a government policy, which is supported by various regulations in the form of laws and other rules. To control agricultural land conversion, through Law No. 41 of 2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land, it is hoped that it will encourage the availability of agricultural land to maintain food independence, resilience, and sovereignty. The research problem to be discussed includes: 1. How is the Implementation of Article 44 Paragraph 1 of Law No. 41 of 2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land in the Department of Agriculture of Bandar Lampung City? 2. What is the Perspective of Fiqh Siyāsah on the Implementation of Article 44 Paragraph 1 of Law No. 41 of 2009 on the Protection of Sustainable Food Agricultural Land in the Department of Agriculture of Bandar Lampung City? This study uses a field research type, and the nature of the research is descriptive-analytic, which discusses by describing the existing data. The data sources used are primary and secondary data types. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Research findings: The Agricultural Service of Bandar Lampung City has made efforts to socialize the regulation. However, the public is still unaware of the law, which affects the Protection of Sustainable Food Agricultural Land that is still frequently converted into residential areas. The implementation of Article 44, Paragraph 1 of Law No. 41 of 2009 on the protection of sustainable food agricultural land has not met the demands of Fiqh Siyāsah Tanfizziyah. The reason is that the socialization efforts made by the Agricultural Service of Bandar Lampung City have not been followed by the public. Fiqh Siyāsah Tanfizziyah calls for better efforts aimed at the public welfare

    IMPLEMENTASI PASAL 29 HURUF d PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR 4 TAHUN 2022 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN PERSPEKTIF SIYA<SAH TANFIZ|IYAH (Studi di Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus)

    No full text
    ABSTRAK Penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program pemerintah dan pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah Penduduk Miskin dan Orang Tidak Mampu dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat. Ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4 tahun 2022 Tentang Penanggulangan kemiskinan sebagai dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Tanggamus antara lain Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan secara signifikan mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tanggamus. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Kemiskinan Studi di Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus dan Bagaimana Implementasi Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Kemiskinan Perspektif Siya<sah Tanfiz|iyah di Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus. Jenis penelitian ini penelitian lapangan (field research) artinya suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis, teratur dan mendalam dengan mengangkat data atau fakta-fakta yang ada dilapangan. Penelitian ini bersifat dekriptif analisis yang menguraikan data bersumber dari data primer melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan data sekunder melalui data-data yang diambil dari sebagai rujukan untuk selanjutnya dianalisa secara sistematis untuk menunjang penelitian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Implementasi Pasal 29 Huruf d Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Kemiskinan belum terlaksana secara maksimal. Penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sedikit demi sedikit mengalami perkembangan, akan tetapi masih ada masyarakat yang mendapatkan bantuan BPNT mengalami kendala dalam penyaluran dana BPNT tersebut. Maka hal ini akan sangat menghambat profesionalisme dan efektivitas program BPNT. ABSTRACT Poverty alleviation is a policy and program implemented by the central and local governments in a systematic, planned, and synergistic manner with the business world and the community to reduce the number of poor and underprivileged people in order to improve the welfare of the people. The enactment of Tanggamus Regency Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation as part of efforts to address poverty in Tanggamus includes the Non-Cash Food Assistance Program (BPNT). The aim is to improve community welfare and significantly reduce poverty rates in the Tanggamus Regency area. The research question in this study is: How is the Implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation studied by the Tanggamus Regency Social Affairs Office, and how is the implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation from the perspective of Siya<sah Tanfiz|iyah by the Tanggamus Regency. This research is field research, meaning a systematic, organized, and in-depth study that collects data or facts from the field. This research is descriptive analysis that explains data sourced from primary data through observation, interviews, and documentation, and secondary data through data taken as references, which are then analyzed systematically to support the research. Based on the research findings, it is concluded that the implementation of Article 29 of Letter d of Tanggamus Regency Regulation No. 4 of 2022 on Poverty Alleviation has not been fully realized. Beneficiaries of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program have seen gradual progress, but there are still members of the community who face difficulties in accessing the BPNT assistance, and there are still those who are unable to receive it. This situation will significantly hinder the professionalism and effectiveness of the BPNT program

    TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP TRADISI IPPUN MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN (Studi Kasus di Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur)

    No full text
    ABSTRAK Masyarakat adat Lampung memiliki berbagai tradisi lamaran pernikahan, salah satunya adalah Ippun yang dikenal sebagai praktik perjodohan dan lamaran yang melibatkan kesepakatan tetua adat (pakat tuho) pada suku Lampung Saibatin. Meskipun terjadi pergeseran sosial di era modern, tradisi Ippun tetap dilestarikan, memunculkan pertanyaan menarik tentang faktor budaya dan keagamaan yang mendukung keberlangsungannya. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama: bagaimana proses dan praktik tradisi Ippun dalam masyarakat Lampung Saibatin di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Sekampung Udik, serta alasan mengapa tradisi tersebut masih digunakan oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses praktik Ippun beserta makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus menganalisis faktor sosial, budaya, dan keagamaan yang mendukung keberlangsungan tradisi ini di tengah perubahan zaman. Jenis Penelitian ini menggunakan lapangan (field research) bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Setelah semua data terkumpul, maka data tersebut diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan selanjutnya ditarik kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ippun atau Pakat Tradisi Ippun yang ada di Desa Gunung Sugih Besar sejalan secara substansial dan fungsional dengan konsep khitbah atau peminangan dalam Hukum Keluarga Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Proposisi ini terverifikasi melalui al-„ādah al-muḥakkamah menjadikan Ippun sebagai tradisi yang sah dan membawa manfaat dan Al-'Urf, di mana Ippun diklasifikasikan sebagai 'Urf Shohih (kebiasaan yang dibenarkan). oleh karena itu, Ippun berkedudukan sebagai sumber hukum adat/kebiasaan yang memperkaya khazanah pelaksanaan pernikahan dalam Islam di konteks lokal Lampung Saibatin, menegaskan bahwa adat yang baik ('urf shohih) dapat menjadi pelengkap praktik keagamaan dan identitas budaya.. ABSTRACT The Lampung indigenous community has various marriage proposal traditions, one of which is Ippun, known as a matchmaking and proposal practice involving the agreement of traditional elders (pakat tuho) in the Lampung Saibatin tribe. Despite social shifts in the modern era, the Ippun tradition remains preserved, raising interesting questions about the cultural and religious factors that support its survival. This research focuses on two main issues: the process and practice of the Ippun tradition in the Lampung Saibatin community of Gunung Sugih Village, Sekampung Udik District, and the reasons why this tradition is still used by the local community. The purpose of this study is to explain the process of Ippun practice, its meaning and values, and to analyze the social, cultural, and religious factors that support the continuity of this tradition amidst changing times. This research uses descriptive field research. The data sources used are primary and secondary sources. Data collection was conducted through observation, documentation, and interviews. After all data was collected, it was processed and analyzed descriptively and qualitatively, and conclusions were drawn deductively. The results of the study indicate that the Ippun Tradition or Pakat Ippun Tradition in Gunung Sugih Besar Village is in line substantially and functionally with the concept of khitbah or proposal in Islamic Family Law and the Compilation of Islamic Law (KHI). This proposition is verified through al-„ādah al-muḥakkamah making Ippun a legitimate tradition and bringing benefits and Al-„Urf, where Ippun is classified as „Urf Shohih (permissible customs). Therefore, Ippun is positioned as a source of customary law/customs that enrich the treasury of marriage implementation in Islam in the local context of Lampung Saibatin, confirming that good customs („urf shohih) can be a complement to religious practices and cultural identity

    SAKINAH DALAM SURAH AL FATH AYAT 4 (Studi Munasabah Al Qur’an Tafsir Mafatih Al Ghaib).

    No full text
    ABSTRAK Surat Al Fath yang memiliki arti kemenangan didalamnya terdapat kata sakinah yang termaktub dalam ayat ke empat. Sakinah memiliki beberapa arti seperti ketenangan dan kedamaian. Salah satu cabang ulumul qur’an adalah munasabah yang membahas keterkaitan, hubungan dan keserasian yang ada dalam Al Qur’an baik antar kata dalam satu ayat, ayat satu dengan lainnya dalam satu surat atau ayat penutup dan pembuka antar surat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan munasabah pada ayat 4 surat Al Fath khususnya pada kata sakinah dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini Apakah terdapat munasabah kata Sakinah dalam surah Al Fath ayat 4 dengan ayat sebelum dan sesudahnya? dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat munasabah dalam surah Al Fath ayat 4 dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sifat penelitian kepustakaan, dalam penelitian ini yang diteliti dan dikaji adalah kitab tafsir Mafatih Al Ghaib yang sekaligus menjadi sumber data primer, sedangkan sumber sekunder berasal dari dokumendokumen pendukung berupa artikel, skripsi, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yan digunakan adalah teknik dokumentasi, sedangkan data dianalisis dengan reduksi data, display data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari peneliltian ini menunjukan bahwa terdapat munasabah pada kata Sakinah dalam ayat 4 dengan ayat sebelum dan sesudahnya, yaitu pada ayat 3 dan ayat 5. Dalam ayat 3 dan 5 Ar Razi menafsirkan dalam tafsirnya Mafatih Al Ghaib kata nashr berkaitan dengan sakinah dan pada ayat 5 sakinah dikatakan olehnya sebagai penyebab dimasukannya kaum mukminin kedalam surga. Sedangkan pada ayat 1 dan 2 tidak terdapat munasabah dengan kata sakinah dalam ayat 4. Kata Kunci: Munasabah Al-Qur’an, Surat Al Fath, Tafsir Mafatih Al Ghaib ABSTRACT Surah Al Fath, which means victory, contains the word sakinah which is contained in the fourth verse. Sakinah has several meanings such as calm and peace. One branch of the Ulumul Qur'an is munasabah which discusses the interrelationships, relationships and harmony that exist in the Qur'an, both between words in one verse, one verse with another in one letter or the closing and opening verses between letters. In this research, the researcher carried out munasabah on verse 4 of Surah Al Fath, especially on the word sakinah with the verses before and after it. Formulation of the problem in this research. Is there a munasabah for the word Sakinah in Surah Al Fath verse 4 with the verses before and after it? and the aim of this research is to find out whether there is munasabah in Surah Al Fath verse 4 with the verses before and after it. This type of research is qualitative research with the nature of library research. In this research, what is researched and studied is the book of interpretation of Mafatih Al Ghaib which is also the source of primary data, while secondary sources come from supporting documents in the form of articles, theses, etc. The data collection technique used is documentation techniques, while the data is analyzed by data reduction, data display and verification or drawing conclusions. The results of this research show that there is a munasabah in the word Sakinah in verse 4 with the verses before and after it, namely in verse 3 and verse 5. In verses 3 and 5 Ar Razi interprets in his tafsir Mafatih Al Ghaib the word nasr related to sakinah and in verse 5 sakinah is said by him to be the cause of the believers entering heaven. Meanwhile, in verses 1 and 2 there is no munasabah with the word sakinah in verse 4. Keywords: Munasabah Al-Qur'an, Surah Al Fath, Tafsir Mafatih Al Ghaib

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇