Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    PERAN LEMBAGA UKM PERSMA RADEN INTANDALAM MENINGKATKAN KUALITAS BERITA

    No full text
    ABSTRAK Latar belakang penelitian ini diangkat dari pentingnya peran media massa dalam kehidupan kampus, khususnya dalam memberikan informasi yang akurat, objektif, dan relevan bagi mahasiswa. Di tengah pesatnya perkembangan media dan informasi, UKM Persma Raden Intan sebagai salah satu media massa di lingkungan kampus memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan pencerahan bagi mahasiswa. Media massa kampus berfungsi tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kesadaran sosial, meningkatkan literasi media, dan mempererat hubungan antar mahasiswa. Penelitian ini akan menganalisis tentang bagaimana Peran Lembaga UKM Persma Raden Intan dalam meningkatkan kualitas berita serta kendala yang dihadapi oleh UKM tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), Penelitian ini bersifat kualitatif yang menguraikan hasil dan pembahasan yang bersifat deskriptif, dengan sumber data primer seluruh pengurus dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni denga kriteria adapun yang masuk dalam kriteria subjek penelitian ini ada 2 orang, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dan teknik analisis data menggunakan teori miles and huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian Peran UKM Persma Raden Intan Dalam Meningkatkan Kualitas Berita dapat disimpulkan bahwa: UKM Persma memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas berita di lingkungan kampus melalui pelaksanaan lima fungsi utama pers. Persma secara konsisten memenuhi hak sivitas akademika untuk mengetahui informasi yang tepat dan akurat, serta turut menegakkan nilai-nilai demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan keberagaman melalui pemberitaan yang kritis dan berimbang. Selain itu, mereka berperan aktif dalam membentuk opini publik kampus yang sehat melalui konten berbasis data dan fakta, serta menyajikan informasi yang mendalam, edukatif, dan relevan bagi kepentingan ii umum. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa UKM Persma berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang efektif dengan melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap kebijakan kampus yang dinilai tidak adil atau tidak transparan. Melalui liputan investigatif dan tulisan-tulisan yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran, Persma mampu menjadi media alternatif yang menyuarakan kepentingan mahasiswa serta mendorong perubahan sosial di lingkungan kampus. Dengan demikian, UKM Persma tidak hanya meningkatkan kualitas jurnalistik di kalangan mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi di ranah pendidikan tinggi. Dengan menyajikan berita yang bervariasi, mulai dari topik akademik hingga hiburan, UKM Persma turut berperan dalam memberikan pencerahan, meningkatkan literasi media, dan mempererat hubungan sosial antar mahasiswa. UKM Persma tidak hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai media yang mengedukasi dan menghibur, memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan kampus yang lebih dinamis dan kritis. Kata kunci: Peran, UKM Persma UIN Raden Intan dan Meningkatkan kualitas Berita iii ABSTRACT The background of this research stems from the important role of mass media in campus life, particularly in providing accurate, objective, and relevant information to students. Amidst the rapid development of media and information, UKM Persma Raden Intan, as one of the mass media organizations within the campus environment, has a great responsibility in enhancing the quality of reporting, which should not only be informative but also capable of providing enlightenment to students. Campus mass media functions not only as a news conveyer but also as a tool for building social awareness, improving media literacy, and strengthening relations among students. This research analyzes the Role of UKM Persma Raden Intan in enhancing news quality and the constraints faced by the organization. This research employs a field research method. The study is qualitative, describing the results and discussion descriptively, with primary data sources being all management members, utilizing a purposive sampling technique with criteria that resulted in two subjects. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation, and data analysis utilized the Miles and Huberman theory, which includes data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the research on the Role of UKM Persma Raden Intan in Enhancing News Quality, it can be concluded that: UKM Persma plays a significant role in improving news quality within the campus environment through the implementation of the five main functions of the press. Persma consistently fulfills the academic community's right to know precise and accurate information, and helps uphold the values of democracy, the supremacy of law, human rights, and diversity through critical and balanced reporting. Furthermore, they actively participate in shaping a healthy campus public opinion through content based on data and facts, and present indepth, educational, and relevant information for the public interest. The findings show that UKM Persma functions as an effective social control tool by providing oversight, critique, correction, and suggestions regarding campus policies deemed unfair or noniv v transparent. Through investigative reporting and writings that champion justice and truth, Persma is able to become an alternative medium that voices student interests and encourages social change in the campus environment. Thus, UKM Persma not only improves journalistic quality among students but also strengthens the role of the press as a pillar of democracy in higher education. By presenting varied news, ranging from academic topics to entertainment, UKM Persma contributes to providing enlightenment, improving media literacy, and strengthening social relations among students. UKM Persma serves not only as a source of information but also as a medium that educates and entertains, making a significant contribution to a more dynamic and critical campus life. Keywords: Role, UKM Persma UIN Raden Intan, Enhancing News Qualit

    KOMUNIKASI DAKWAH PARA DA’IMUHAMMADIYAH DALAM PERSPEKTIF PENGUATAN GENDER DI KOTA BANDAR LAMPUNG.

    No full text
    ABSTRAK Seorang da‟i memiliki kontribusi yang besar dalam melawan ketidakadilan terhadap perempuan dan menjadi pelopor dalam transformasi sosial di Indonesia Muhammadiyah melalui organisasi otonomnya „telah banyak berbuat dan telah memperlihatkan dengan nyata melalui program kerja dan kegiatan yang telah dilakukannya bahwa Muhammadiyah sangat responsif gender. Sementara banyak organisasi Islam dan kelompok-kelompok Islam lain yang sangat tidak responsif gender dengan kata lain sangat bias gender dan tidak mendukung kesetaraan gender dengan alasan gender itu datangnya dari Barat yang bukan Islam. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Komunikasi Dakwah Para Da‟i Muhammadiyah Dalam Perspektif Penguatan Gender di Kota Bandar Lampung.” Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan para da‟i Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung terhadap perempuan? Dan bagaimana komunikasi dakwah para da‟i Muhammadiyah dalam mendakwahkan pandangannya terhadap perempuan? Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 yaitu 3 orang orang da‟i Muhammadiyah dan 3 orang jamaah di Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan cara induktif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pandangan para da‟i Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung terhadap perempuan yaitu perempuan diperbolehkan dan didukung untuk terlibat dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk politik. Hal ini merujuk pada sejarah Islam yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam masyarakat. Pandangan ini mencerminkan nilai-nilai tradisional yang ii iii menempatkan peran domestik sebagai tanggung jawab utama perempuan, meskipun ada pengakuan atas hak perempuan untuk berkarier profesional. Pentingnya menghargai istri sebagai individu yang memiliki peran penting dalam keluarga, baik sebagai pasangan hidup maupun sebagai ibu yang mendidik generasi mendatang. Para Da'i Muhammadiyah mendorong perlakuan yang setara, saling mendukung, dan penuh kasih sayang dalam hubungan suami-istri. Komunikasi para Da‟i Muhammadiyah dalam mendakwahkan pandangannya terhadap perempuan melalui metode hikmah dan dengan media sosial seperti TikTok dan YouTube sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai perempuan dan hakhaknya. Reaksi positif masyarakat tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukanoleh jamaah setelah kajian, yang menunjukkan perhatian mereka terhadap topik hak dan kewajiban perempuan. Secara keseluruhan, dakwah tersebut berhasil menarik minat dan memberikan dampak yang positif bagi jamaah. Kata kuci : Komunikasi Dakwah, Da‟i Muhammadiyah, Penguatan Gender. ABSTRACT A preacher has a great contribution in fighting injustice against women and becoming a pioneer in social transformation in Indonesia. Muhammadiyah through its autonomous organization has done a lot and has shown clearly through the work programs and activities that it has carried out that Muhammadiyah is very gender responsive. While many Islamic organizations and other Islamic groups are very gender unresponsive, in other words, they are very gender biased and do not support gender equality on the grounds that gender comes from the West which is not Islam. Based on the background of the problem, the author is interested in conducting a study entitled "Communication of Preaching by Muhammadiyah Preachers in the Perspective of Gender Strengthening in Bandar Lampung City." The formulation of the problem in this study is how do Muhammadiyah preachers in Bandar Lampung City view women? And how is the communication of preaching by Muhammadiyah preachers in preaching their views on women? This research is included in field research and is descriptive in nature. The informants in this study were 6, namely 3 Muhammadiyah preachers and 3 congregations in Bandar Lampung City. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using inductive methods. The results of the study suggest that the views of Muhammadiyah preachers in Bandar Lampung City towards women are that women are allowed and supported to be involved in various social activities, including politics. This refers to Islamic history which shows that women have an important role in society. This view reflects traditional values that place domestic roles as the primary responsibility of women, although there is recognition of women's rights to have iv v professional careers. The importance of respecting wives as individuals who have important roles in the family, both as life partners and as mothers who educate future generations. Muhammadiyah preachers encourage equal treatment, mutual support, and affection in husband-wife relationships. The communication of Muhammadiyah preachers in preaching their views on women through the hikmah method and with social media such as TikTok and YouTube as a means of conveying messages about women and their rights. The positive reaction of the community is reflected in the many questions asked by the congregation after the study, which shows their concern for the topic of women's rights and obligations. Overall, the preaching succeeded in attracting interest and having a positive impact on the congregation. Keywords: Da'wah Communication, Muhammadiyah Da'i, Gender Strengthening

    PENGARUH KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT DALAM MEREDUKSI OFF-TASK BEHAVIOR PADA PESERTA DIDIK DI MTS MUHAMMADIYAH SUKARAME BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Perilaku off-task merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran dan dapat menghambat tercapainya tujuan belajar secara optimal. Peserta didik yang menunjukkan perilaku off-task biasanya tampak tidak fokus, berbicara dengan teman saat guru menjelaskan, atau mengerjakan aktivitas di luar tugas yang diberikan. Hal tersebut menandakan rendahnya perhatian dan tanggung jawab peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk membantu mengurangi perilaku off-task agar peserta didik dapat lebih berkonsentrasi dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Salah satu layanan yang dapat digunakan adalah konseling kelompok dengan teknik reinforcement yang berfokus pada pemberian penguatan positif untuk meningkatkan perilaku yang diharapkan dan mengurangi perilaku yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik reinforcement terhadap perilaku off-task peserta didik di MTs Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pre experimental design jenis one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII Reguler 2 MTs Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung yang berjumlah 30 peserta didik, dengan jumlah 10 peserta didik yang menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purpove sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket atau kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistic non parametrik yaitu Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data dengan membandingkan hasil pretest dan posttest maka di peroleh nilai pretest dengan rata-rata 147 dan posttest dengan rata-rata 71,2. Hal ini juga dibuktikan dari hasil Uji Wilcoxon di peroleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,005. Karena 0,005 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest yaitu adanya penurunan perilaku off-task peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa konseling dengan teknik reinforcement berpengaruh terhadap perilaku off-task peserta didik di MTs Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Teknik Reinforcement, Off-Task Behavior iii ABSTRACT Off-task behavior is a common problem in the learning process and can hinder the optimal achievement of learning objectives. Students who exhibit off-task behavior typically appear unfocused, talking to friends while the teacher is explaining, or engaging in activities outside the assigned task. This indicates a lack of attention and responsibility in the learning process. Therefore, efforts are needed to help reduce off task behavior so that students can concentrate more and be actively involved in learning activities. One service that can be used is group counseling with reinforcement techniques, which focus on providing positive reinforcement to increase expected behavior and reduce inappropriate behavior. Therefore, this study aims to determine the effect of group counseling services with reinforcement techniques on students' off-task behavior at MTs Muhammadiyah Sukarame, Bandar Lampung. This study used a quantitative method with a pre-experimental design, a one-group pretest-posttest design. The population in this study were 30 students in grade VIII Regular 2 of MTs Muhammadiyah Sukarame, Bandar Lampung, with 10 students serving as a sample. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used included questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis employed a non-parametric statistical analysis technique, the Wilcoxon test. Based on the data analysis, which compared the pretest and posttest results, an average pretest score of 147 was obtained, and the posttest score was 71.2. This was also evidenced by the Wilcoxon test, which obtained an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.005. Since 0.005 < 0.05, Ha is accepted and H0 is rejected. Therefore, it can be concluded that there is a difference in the pretest and posttest results, namely a decrease in students' off-task behavior. Based on this, it can be concluded that counseling with reinforcement techniques has an effect on students' off-task behavior at MTs Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Keywords: Group Counseling, Reinforcement Techniques, Off-Task Behavio

    IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PROFETIK DALAM KEPEMIMPINAN UKM HIQMA UIN RADEN INTAN LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi kenabian dalam kepemimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) HIQMA di UIN Raden Intan Lampung. Komunikasi kenabian didasarkan pada tiga pilar utama: humanisasi (amar ma‘ruf), pembebasan (nahi munkar), dan transendensi (tu‘minuna billah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan terdiri dari pengurus aktif, pemimpin alumni, dan anggota UKM HIQMA yang dipilih melalui purposive sampling.Temuan menunjukkan bahwa humanisasi tercermin dalam kepemimpinan yang empatik, perhatian terhadap kebutuhan anggota, dan bimbingan, yang menumbuhkan kedekatan emosional dan loyalitas organisasi. Pembebasan terlihat dalam cara para pemimpin memberikan kritik konstruktif dengan cara yang lembut dan penuh hormat, memungkinkan anggota untuk tumbuh dengan percaya diri. Transendensi muncul melalui integrasi nilai-nilai ibadah seperti salat, zikir, dan pembacaan Al-Qur'an ke dalam kegiatan organisasi, yang memperkuat motivasi spiritual anggota. Secara keseluruhan, kepemimpinan kenabian di UKM HIQMA berhasil menciptakan budaya organisasi yang manusiawi, etis, dan spiritual, membuktikan relevansi komunikasi kenabian dalam organisasi mahasiswa. Kata kunci : Komunikasi Kenabian, Kepemimpinan, Humanisasi, Pembebasan, Transendensi iii ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of prophetic communication in the leadership of the Student Activity Unit (UKM) HIQMA at UIN Raden Intan Lampung. Prophetic communication is based on three main pillars: humanization (amar ma’ruf), liberation (nahi munkar), and transcendence (tu’minuna billah). The research employed a descriptive qualitative method, using interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The informants consisted of active administrators, alumni leaders, and members of UKM HIQMA selected through purposive sampling. The findings indicate that humanization is reflected in empathetic leadership, attention to members’ needs, and mentoring, which foster emotional closeness and organizational loyalty. Liberation is evident in the way leaders provide constructive criticism in a gentle and respectful manner, enabling members to grow with confidence. Transcendence appears through the integration of worship values such as prayer, dhikr, and Qur’anic recitation into organizational activities, which strengthens members’ spiritual motivation. Overall, prophetic leadership in UKM HIQMA successfully creates a humane, ethical, and spiritual organizational culture, proving the relevance of prophetic communication within student organizations. Keywords : Prophetic Communication, Leadership, Humanization, Liberation, Transcendenc

    PENAFSIRAN AYAT-AYAT ZUHUD DALAM TAFSIR RUH AL MA’ANI KARYA AL-ALUSI DAN RELEVANSINYA PADA ERA SOCIETY 5.0

    No full text
    Abstrak Penelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat al-Qur’an tentang zuhud sebagaimana dipaparkan oleh al-Alusi dalam Tafsir Ruh al-Ma‘ani, serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat pada era Society 5.0. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan spiritual di era modern, ketika kehidupan manusia semakin dikuasai oleh integrasi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, big data, dan internet. Meskipun kemajuan tersebut menghadirkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga memunculkan gaya hidup konsumtif, citra diri berlebihan di media sosial, serta ketergantungan terhadap teknologi digital. Dalam konteks ini, nilai-nilai zuhud menjadi penting sebagai pedoman keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan orientasi ukhrawi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep zuhud menurut al-Alusi serta menguraikan relevansinya terhadap dinamika kehidupan manusia modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui pendekatan tafsir sufistik menggunakan metode tematik (tafsīr maudhū‘ī), yaitu menghimpun ayat-ayat bertema zuhud untuk ditelaah secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut al-Alusi, zuhud tidak berarti meninggalkan dunia secara total, melainkan mengarahkan hati agar tidak terikat padanya. Dunia diposisikan sebagai sarana, bukan tujuan hidup. Kekayaan dan kenikmatan duniawi hendaknya dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amal kebajikan dan kemaslahatan sosial. Dalam konteks Society 5.0, nilai zuhud dapat diterapkan melalui pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif, moderasi dalam penggunaan teknologi, serta etika bermedia yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan kemanfaatan. Dengan demikian, konsep zuhud menurut al-Alusi bukan hanya idealisme spiritual, tetapi juga menjadi sistem etis yang relevan untuk membentuk karakter moderat dan berintegritas di tengah kemajuan teknologi modern. Kata kunci: Zuhud, Tafsir Ruh al-Ma‘ani, Al-Alusi, Society 5.0. vi برعلا صّخللما هذه ةيفلخ تءاج دقو . حور يرسفت في يسوللآا اهمدق امك دهزلبا ةقلعتلما ةينآرقلا تيالآا يرسفت ةساردلا هذه لوانتت يعامتجلاا رصع في عمتلمجبا اهتلص لىإ ةفاضلإبا ،نياعلما 5.0 رصعلا في ةيحورلا تيادحتلا نم ةساردلا لكشب ناسنلإا ةايح ىلع نميته ثيح ،ثيدلحا مغرو .تنترنلإاو ةمخضلا تناايبلاو يعانطصلاا ءاكذلا لثم ةمدقتلما تايجولونكتلا ديازتم روهظ لىإ ا ًضيأ تدأ انهأ لاإ ،ةايلحا بناوج فلتمخ في ةحارلا تبلج دق تاروطتلا هذه نأ لا لئاسو ىلع ةطرفم ةيتاذ ةروصو ،يكلاهتسا ةايح بولسأ دامتعلااو ،يعامتجلاا لصاوت ةيهيجوت ئدابم اهرابتعبا ةيهمأ دهزلا ميق بستكت ،قايسلا اذه في .ةيمقرلا ايجولونكتلا ىلع .يحورلا هجوتلاو ةيويندلا تاجايتحلاا ينب نزاوتلا قيقحتل تايمانيدل ةبسنلبا هتيهمأ فصوو يسولعلل اً قفو دهزلا موهفم حرش لىإ ةساردلا هذه فدته ةايلحا يليلتح يفصو جنه عم ةيعون ةقيرط يه ةمدختسلما ثحبلا ةقيرط .ةثيدلحا ةيرشبلا ةقيرط مادختسبا فيوص ييرسفت جنه للاخ نم ليلحتلا يرجأ .بيتكلما ثحبلا ىلع مئاق اهتساردل دهزلا عوضوم لوح تياآ عيمتج نمضتت تيلاو ،)يعوضوم يرسفت( ةيعوضوم قمعب . دهزلا نأ ةساردلا جئاتن رهظت هيجوت لب ،ا ً ماتم ايندلا نع يلختلا نيعي لا ،يسولعلل اً قفو ، ةورثلا مادختسا بيج .اتهاذ دح في ةياغ تسيلو ةليسو يه ايندلا .ابه قلعتي لا ثيبح بلقلا قايس في .ةيعامتجلاا ةيهافرلاو ةلحاصلا لامعلأا للاخ نم الله نم برقتلل ةيويندلا ةعتلماو يعامتجلاا ق قيبطت نكيم ، 5.0 كولسلا ىلع سفنلا طبض للاخ نم دهزلا ةمي ىلع ةمئاقلا ملاعلإا لئاسو تايقلاخأو ،ايجولونكتلا مادختسا في لادتعلااو ،يكلاهتسلاا ،ةيحور ةيلاثم درمج سيل يسوللآا اً قفو دهزلا موهفم نإف ،لياتلباو .ةدئافلاو ةيلوؤسلماو قدصلا م ةيصخش نيوكتب ةلص وذ يقلاخأ ماظن ا ًضيأ وه لب مضخ في ةهازنلا ىلع ةمئاقو ةلدتع . 5.0 يعامتجلاا ، يسوللآا . ثيدلحا يجولونكتلا مدقتلا ،نياعلما حور يرسفت ،دهزلا : ةيسيئرلا تاملكلا vii Abstract This study examines the interpretation of Qur'anic verses on zuhud as presented by al-Alusi in Tafsir Ruh al-Ma'ani, as well as its relevance to the lives of people in the Society 5.0 era. The background of this study stems from spiritual challenges in the modern era, when human life is increasingly dominated by the integration of advanced technologies such as artificial intelligence, big data, and the internet. Although these advances have brought convenience in various aspects of life, they have also given rise to a consumptive lifestyle, excessive self-image on social media, and dependence on digital technology. In this context, the values of zuhud are important as guidelines for balancing worldly needs and spiritual orientation. This study aims to explain the concept of zuhud according to al-Alusi and describe its relevance to the dynamics of modern human life. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach based on library research. The analysis was conducted through a Sufi interpretive approach using a thematic method (tafsīr maudhū‘ī), which involves compiling verses on the theme of zuhud for in-depth study. The results of the study show that, according to al-Alusi, zuhud does not mean abandoning the world completely, but rather directing the heart so that it is not attached to it. The world is positioned as a means, not an end to life. Worldly wealth and pleasures should be used to bring us closer to God through good deeds and social welfare. In the context of Society 5.0, the value of zuhud can be applied through self-control over consumptive behavior, moderation in the use of technology, and media ethics based on honesty, responsibility, and usefulness. Thus, the concept of zuhud according to al-Alusi is not only spiritual idealism, but also an ethical system that is relevant for shaping a moderate and integrity-based character amid modern technological advances. Keywords: Zuhud, Tafsir Ruh al-Ma‘ani, Al-Alusi, Society 5.0

    EFEKTIVITAS PENDEKATAN MULTIKULTURAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA ANTAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BANDAR SRIBHAWONO LAMPUNG TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Toleransi beragama merupakan kesediaan menerima keberagaman dan memberikan kebebasan untuk menganut agama serta kepercayaan yang dimiliki orang lain. Berbagai perbedaan yang ada, baik dalam hal agama, budaya, maupun pandangan hidup seringkali menimbulkan gesekan yang dapat berpotensi merusak keharmonisan sosial. Seperti halnya terdapat peserta didik yang cenderung berkelompok sesuai dengan agamanya, memandang rendah agama lain, dan enggan bekerja sama dengan peserta didik agama lain. Berdasarkan permasalahn tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan kelompok efektif terhadap sikap toleransi beragama antar peserta didik di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono LampungTimur. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono Lampung Timur dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pre-test and Post-test. Observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Penelitian menggunakan teknik penarikan sampel yang terdiri dari 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket sikap toleransi beragama, observasi dan wawancara. Sebelum diberikan layanan bimbingan dengan pendekatan multikultural adalah 62,33 dan setelah diberikan layanan bimbingan mengalami peningkatan menjadi 88,17. Kemudian dibuktikan dengan uji hipotesis yaitu Uji wilcoxon signed-ranks test menggunakan SPSS 25 menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,027 karena nilai signifikan < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka ini berarti layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan multikultural efektif terhadap sikap toleransi beragama pada peserta didik kelas XI G Di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono Lampung Timur. Kata Kunci : Pendekatan Multikultural, Bimbingan Kelompok, Toleransi Beragama iii iv ABSTRACT Religious tolerance is the willingness to accept diversity and grant freedom to adhere to the religion and beliefs of others. Various differences that exist, whether in terms of religion, culture, or outlook on life, often cause friction that has the potential to damage social harmony. For example, there are students who tend to form groups based on their religion, look down on other religions, and are reluctant to cooperate with students of other religions. Based on these issues, this study aims to determine whether a multicultural approach in group counseling is effective in promoting religious tolerance among students at SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono LampungTimur. This study was conducted at SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono Lampung Timur using a quantitative method with a One Group Pre-test and Post-test design. Observations were made twice, before and after the experiment. The study used a sampling technique consisting of 6 students selected by purposive sampling. Data were collected through religious tolerance attitude questionnaires, observations, and interviews. Before receiving guidance services with a multicultural approach, the score was 62.33, and after receiving guidance services, it increased to 88.17. This was then proven by a hypothesis test, namely the Wilcoxon signed-ranks test using SPSS 25, which showed a significance value (2-tailed) of 0.027 because the significant value was < 0.05. This indicates that Ho is rejected and Ha is accepted. This means that group guidance services with a multicultural approach are effective in improving religious tolerance among students in class XI G at SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono, East Lampung. Keywords: Multicultural Approach, Group Guidance, Religious Toleranc

    PANDANGAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP SUAMI YANG TIDAK MEMBERIKAN NAFKAH BATIN KEPADA ISTRI (Studi Di Desa Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran)

    No full text
    ABSTRAK Pernikahan dalam Islam merupakan ikatan suci yang tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah. Suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah lahir dan batin kepada istrinya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Namun, dalam kenyataan, masih banyak suami yang mengabaikan nafkah batin karena faktor pekerjaan, jarak, tekanan ekonomi, maupun kurangnya pemahaman agama. Fenomena ini menimbulkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan sering menjadi alasan utama terjadinya perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) apa penyebab suami tidak memberikan nafkah batin kepada istri di Desa Gedong Tataan?, (2) bagaimana pandangan Hukum Keluarga Islam terhadap suami yang tidak memberikan nafkah batin tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena kurangnya nafkah batin dari suami kepada istri dalam Pandangan Hukum Keluarga Islam, dengan studi kasus di Desa Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan sumber primer berupa pasangan suami istri di Desa Gedong Tataan yang mengalami permasalahan serupa. Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa penyebab utama suami tidak memberikan nafkah batin antara lain adalah faktor pekerjaan di luar daerah, beban ekonomi, kurangnya komunikasi, serta rendahnya kesadaran terhadap kewajiban agama. Dalam pandangan Hukum Keluarga Islam, nafkah batin merupakan bagian dari hak istri yang wajib dipenuhi oleh suami. Ketidakterpenuhan nafkah batin dapat digolongkan sebagai bentuk kelalaian dan dosa, serta menjadi alasan sah bagi istri untuk menggugat cerai (khulu’). Nafkah batin memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan kestabilan rumah tangga. Pemenuhan aspek ini bukan hanya kewajiban biologis, tetapi juga wujud kasih sayang dan tanggung jawab spiritual suami kepada istri. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran dan pemahaman hukum Islam agar suami lebih bertanggung jawab dalam memenuhi hak-hak batin istrinya. ABSTRACT Marriage in Islam is a sacred bond that is not only physical but also spiritual. A husband has the obligation to provide both material and spiritual support to his wife as a form of moral and spiritual responsibility. However, in reality, many husbands neglect their spiritual duties due to factors such as work demands, distance, economic pressure, or lack of religious understanding. This phenomenon leads to disharmony within the household and often becomes a major cause of divorce. The problems examined in this study are: (1) what are the causes of husbands failing to provide spiritual support to their wives in Gedong Tataan Village? and (2) what is the perspective of Islamic Family Law regarding husbands who do not provide such support? This research aims to examine the phenomenon of the lack of spiritual support from husbands to their wives from the perspective of Islamic Family Law, using a case study in Gedong Tataan Village, Pesawaran Regency. The method used is qualitative with a field study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with primary sources consisting of married couples in Gedong Tataan Village who experienced similar issues. Based on the findings of this study, it can be concluded that the main causes of husbands failing to provide spiritual support include working outside the region, economic burdens, lack of communication, and low awareness of religious obligations. From the perspective of Islamic Family Law, spiritual support is part of the wife’s rights that must be fulfilled by the husband. The failure to provide such support can be categorized as negligence and sin, and may serve as legitimate grounds for a wife to file for divorce (khulu’). Spiritual support plays a crucial role in maintaining harmony and stability within the household. Fulfilling this aspect is not merely a biological obligation but also an expression of love and spiritual responsibility from the husband to the wife. Therefore, it is essential to increase awareness and understanding of Islamic law so that husbands become more responsible in fulfilling their wives’ spiritual rights

    PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DAN MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN KONDISI EKONOMI MAKRO SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2021-202

    No full text
    ABSTRAK Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko berperan penting dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan kinerja keuangan perbankan syariah. Penerapan GCG yang efektif mendorong transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik, sedangkan manajemen risiko yang baik membantu perusahaan meminimalkan potensi kerugian akibat ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GCG dan manajemen risiko terhadap kinerja keuangan (ROA) dengan kondisi ekonomi makro (inflasi) sebagai variabel moderasi pada perbankan syariah di Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan teori agensi sebagai landasan dalam menerapkan metode regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA). Sampel penelitian terdiri dari bank umum syariah yang terdaftar di OJK, dengan data sekunder diperoleh melalui laporan keuangan tahunan selama periode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCG, manajemen risiko, dan kondisi ekonomi makro berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Namun, interaksi antara GCG dan kondisi ekonomi makro berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan interaksi antara manajemen risiko dan kondisi ekonomi makro berpengaruh positif signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola yang baik dan pengelolaan risiko yang efektif mampu meningkatkan profitabilitas bank syariah, terutama saat kondisi ekonomi stabil, meskipun fluktuasi ekonomi dapat melemahkan peran GCG terhadap kinerja keuangan. ABSTRACT Good Corporate Governance (GCG) and risk management play a crucial role in maintaining stability and improving the financial performance of Islamic banking. Effective GCG implementation promotes transparency, accountability, and public trust, while sound risk management helps companies minimize potential losses due to economic uncertainty. This study aims to analyze the effect of GCG and risk management on financial performance (ROA) with macroeconomic conditions (inflation) as a moderating variable in Islamic banking in Indonesia for the 2021–2024 period. This study uses agency theory as the basis for applying panel data regression methods using the Common Effect Model (CEM) and Moderated Regression Analysis (MRA) approaches. The study sample consisted of Islamic commercial banks registered with the Financial Services Authority (OJK), with secondary data obtained from annual financial reports during the observation period. The results indicate that GCG, risk management, and macroeconomic conditions have a positive and significant effect on financial performance. However, the interaction between GCG and macroeconomic conditions has a negative and insignificant effect, while the interaction between risk management and macroeconomic conditions has a significant positive effect. These findings confirm that good governance and effective risk management can increase the profitability of Islamic banks, especially during stable economic conditions, although economic fluctuations can weaken the role of GCG on financial performance

    THE INFLUENCE OF USING RIDER (READ, IMAGINE, DESCRIBE, EVALUATE, AND REPEAT) TOWARDS STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN DESCRIPTIVE TEXT OF THE ELEVENTH GRADE AT SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRACT THE INFLUENCE OF USING RIDER (READ, IMAGINE, DESCRIBE, EVALUATE, AND REPEAT) TOWARDS STUDENTS READING COMPREHENSION IN DESCRIPTIVE TEXT OF THE ELEVENTH GRADE AT SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Students experience barriers to vocabulary and sentence structure, are dependent on technology, and learning descriptive texts is less intensive than narrative texts. The RIDER technique is believed to encourage active engagement in text visualization. This study aims to find out the “significant” influence of using RIDER (Read, Imagine, Describe, Evaluate, And Repeat) Towards Students Reading Comprehension In Descriptive Text Of The Eleventh Grade At SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The findings demonstrate a significant positive impact of the RIDER strategy on students' reading comprehension of descriptive texts in class XI at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. T-test results show class XI B (experimental group) with a t-value of 7.427, significance of 0.000, and mean difference of 7.71429, outperforming class XI C (control group) with a t-value of 7.044, same significance, and mean difference of 5.28571, confirming RIDER's superiority over conventional methods. In conclusion, the use of RIDER (Read, Imagine, Describe, Evaluate, And Repeat) method application has a significant Towards Students Reading Comprehension In Descriptive Text Of The Eleventh Grade At SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. . Keyword: Descriptive Text, Reading Comprehension, RIDE

    HUBUNGAN KEBUTUHAN AFILIASI DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FoMO) PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

    No full text
    ABSTRAK Oleh : RAHMA DITA ANDRIANI Fear Of Missing Out (FoMO) adalah ketakutan yang dirasakan individu ketika mereka tidak mengetahui pengalaman atau kegiatan orang lain yang dianggap menarik. Faktor-faktor yang mempengaruhi FoMO adalah Kebutuhan Afiliasi dan Konformitas Teman Sebaya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kebutuhan Afiliasi dan Konformitas Teman Sebaya dengan Fear Of Missing Out pada Mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 120 responden. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan 3 skala yaitu Fear Of Missing Out 30 aitem (α = 0.927), Kebutuhan Afiliasi 32 aitem (α = 0.876) dan Konformitas Teman Sebaya 21 aitem (α = 0.803). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan bantuan software JASP ver 0.19.3. for windows. Hasil penelitian dapat dilihat dari nilai R = 0.622 dan nilai F = 36.840 dengan signifikansi p < 0.001 dan sumbangan efektif sebesar 38.6%, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kebutuhan afiliasi dan konformitas teman sebaya dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Kemudian nilai (rx1-y) 0.564 dan p<0.001, sumbangan efektif sebesar 23.8%, sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Nilai (rx2-y) sebesar 0.498 dan p<0.001, sumbangan efektif sebesar 14.8%, sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Kata Kunci : Kebutuhan Afiliasi, Konformitas Teman Sebaya, Fear Of Missing Out, Pengguna Media Sosial Instagram. ABSTRACT Author : RAHMA DITA ANDRIANI Fear Of Missing Out (FoMO) is the fear experienced by individuals when they are unaware of experiences or activities of others that are considered interesting. The factors that influence FoMO are the Need for Affiliation and Peer Conformity. The aim of this research is to determine the relationship between the Need for Affiliation and Peer Conformity with Fear Of Missing Out among students who use the social media platform Instagram. This study uses a quantitative method with purposive sampling technique and obtained a sample of 120 respondents. The data collection for this research used 3 scales, namely Fear Of Missing Out with 30 items (α = 0.927), Need for Affiliation with 32 items (α = 0.876), and Peer Conformity with 21 items (α = 0.803). The analysis technique used is multiple regression with the help of JASP software version 0.19.3 for Windows. The research results can be seen from the value of R = 0.622 and the value of F = 36.840 with a significance of p < 0.001 and an effective contribution of 38.6%, which means there is a significant relationship between the need for affiliation and peer conformity with fear of missing out among students who use Instagram social media. Then the value (rx1-y) 0.564 and p < 0.001, with an effective contribution of 23.8%, indicating a positive and significant relationship between the need for affiliation and fear of missing out among students who use Instagram social media. The value (rx2-y) of 0.498 and p < 0.001, with an effective contribution of 14.8%, indicating a positive and significant relationship between peer conformity and fear of missing out among students who use Instagram social media. Keywords : Need for Affiliation, Peer Conformity, Fear of Missing Out, Instagram Social Media Users

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇