Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    TANGGUNG JAWAB NAFKAH ANAK LUAR NIKAH OLEH ORANG TUA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK Fenomena kehamilan di luar nikah yang melibatkan orang tua dibawah umur menimbulkan kompleksitas hukum, sosial, dan moral, terutama dalam hal pemberian nafkah kepada anak yang lahir dari hubungan tersebut. Isu ini menjadi penting mengingat anak luar nikah merupakan kelompok rentan yang berhak atas perlindungan hukum, termasuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis komparatif dengan membandingkan pengaturan tanggung jawab nafkah anak luar nikah dalam perspektif hukum islam dan peaturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum islam, tanggung jawab nafkah anak luar nikah secara normatif dibebankan kepada ibu karena tidak adanya hubungan nasab dengan ayah biologis. Sementara itu, dalam hukum positif Indonesia melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, anak luar nikah memiliki hubungan perdata dengan ayah biologisnya sepanjang dapat dibuktikan secara ilmiah, termasuk kewajiban pemberian nafkah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan harmonisasi hukum agar pemenuhan hak anak luar nikah tetap terjamin secara adil dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. ABSTRACT The phenomenon of out-of-wedlock pregnancies involving underage parents creates complex legal, social, and moral issues, particularly regarding the provision of financial support for children born from such relationships. This issue is significant because children born out of wedlock constitute a vulnerable group entitled to legal protection, including the fulfillment of their basic needs, while underage parents do not yet possess full legal capacity. This study employs a juridical comparative research method by comparing the regulation of financial responsibility for children born out of wedlock from the perspective of Islamic law and Indonesian statutory law. The findings indicate that under Islamic law, the obligation to provide financial support for children born out of wedlock is normatively borne by the mother due to the absence of a legally recognized lineage (nasab) with the biological father. Meanwhile, under Indonesian positive law, particularly through Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010, children born out of wedlock may have a civil relationship with their biological father based on scientific evidence, which includes the obligation to provide financial support. Therefore, strengthening regulations and harmonizing legal norms are necessary to ensure the protection of children’s rights based on the best interests of the child

    PENGARUH KUALITAS ASET, KECUKUPAN MODAL DAN KONDISI MAKRO EKONOMI TERHADAP STABILITAS LIKUIDITAS BANK SYARIAH (STUDI PADA BUS TAHUN 2020-2024)

    No full text
    ABSTRAK Perbankan konvensional dan syariah berperan sebagai pilar perekonomian berbasis kepercayaan dengan fungsi utama sebagai intermediasi antara unit surplus dan defisit. Likuiditas menjadi indikator kunci kemampuan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi dan kualitas manajemen dana. Pada perbankan syariah, tingkat likuiditas diukur melalui Financing to Deposit Ratio (FDR) yang dipengaruhi faktor internal (rasio keuangan) dan eksternal (kondisi makro ekonomi). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kualitas aset, kecukupan modal, dan kondisi makro ekonomi terhadap stabilitas likuiditas bank syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari website resmi OJK, BI, dan laporan keuangan triwulan bank. Populasi seluruh bank umum syariah yang terdaftar di OJK dan sampel terdiri dari 6 bank umum syariah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan uji pemilihan model, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t, uji F, dan R²) pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data panel dengan model Random Effect Model yang sesuai, diperoleh hasil pada uji parsial (uji t) bahwa kualitas aset (NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stabilitas likuiditas bank syariah, kecukupan modal (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas likuiditas bank syariah, dan kondisi makro ekonomi (Inflasi) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stabilitas likuiditas bank syariah. Hasil uji simultan (uji F) membuktikan ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. ABSTARCT Conventional and Islamic banking serve as pillars of a trustbased economy, with their main function being intermediation between surplus and deficit units. Liquidity is a key indicator of a bank's ability to perform its intermediary function and the quality of its fund management. In Islamic banking, the level of liquidity is measured through the Financing to Deposit Ratio (FDR), which is influenced by internal factors (financial ratios) and external factors (macroeconomic conditions). This study aims to examine the effect of asset quality, capital adequacy, and macroeconomic conditions on the liquidity stability of Islamic banks. This research is quantitative research using secondary data from the official websites of OJK, BI, and quarterly bank financial reports. The population consists of all Islamic commercial banks registered with OJK, and the sample consists of six Islamic commercial banks selected using purposive sampling. The analysis method uses panel data regression with model selection tests, classical assumption tests, and hypothesis tests (t-test, F-test, and R²) at a 5% significance level. Based on the results of panel data analysis using the appropriate Random Effect Model, the partial test (t-test) shows that asset quality (NPF) has a negative and significant effect on the liquidity stability of Islamic banks, capital adequacy (CAR) has a positive and significant effect on the liquidity stability of Islamic banks, and macroeconomic conditions (inflation) have a negative and significant effect on the liquidity stability of Islamic banks. The simultaneous test (F test) results prove that the three independent variables together have a significant effect on the dependent variable

    PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH, INKLUSI KEUANGAN SYARIAH DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP MINAT PENGGUNAAN LAYANAN DIGITAL BANK SYARIAH (STUDI PADA GENERASI Z DI KOTA BANDAR LAMPUNG)

    No full text
    ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mengukur perkembangan suatu perekonomian pada suatu wilayah atau negara., di mana industri perbankan saat ini berperan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan. Secara khusus, industri perbankan syariah di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Statistik menunjukkan adanya peningkatan jumlah jaringan kantor perbankan syariah pada periode 2019–2023, yang mengindikasikan semakin tingginya kebutuhan dan kepuasan masyarakat terhadap produk serta layanan yang ditawarkan perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan populasi Generasi Z di Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebagai 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM) dengan bantuan perangkat lunak Smart PLS 4. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan secara parsial, literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Minat Penggunaan Layanan Digital Bank Syariah. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa minat penggunaan layanan digital bank syariah oleh generasi z secara signifikan lebih dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu inklusi keuangan syariah dan literasi digital. Dengan kata lain, penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor aksesibilitas dan pemanfaatan serta pengetahuan tentang layanan digital lebih dominan dalam mendorong minat Generasi Z terhadap layanan digital bank syariah dibandingkan dengan faktor pengetahuan teoritis. ABSTRACT Economic growth is one indicator used to measure the development of an economy in a region or country, with the banking industry currently playing a key role in sustainable economic development. In particular, the Islamic banking industry in Indonesia has shown positive growth. Statistics show an increase in the number of Islamic banking offices in the 2019–2023 period, indicating a higher demand and satisfaction among the public for the products and services offered by Islamic banks. This research uses a quantitative approach. The type of data used is primary data with the population being Generation Z in Bandar Lampung City. Data collection techniques were carried out through research questionnaires. The number of samples in this study was 100 respondents. Data analysis was performed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the help of Smart PLS 4 software. The results of this study can be partially concluded that Islamic financial literacy has a positive and insignificant effect on the interest in using Islamic bank digital services. Overall, this study indicates that Generation Z's interest in using Islamic bank digital services is significantly more influenced by two main factors, namely Islamic financial inclusion and digital literacy. In other words, this study concludes that factors such as accessibility, utilization, and knowledge about digital services are more dominant in driving Generation Z's interest in Islamic bank digital services compared to theoretical knowledge factors

    KOPERASI KARYA BERSAMA KAMPUNG MADIUN DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Pada Koperasi Simpan Pinjam Karya Bersama Kampung Madiun Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Koperasi Karya Bersama Kampung Madiun Kota Bandar Lampung merupakan salah satu lembaga yang menjalankan usaha simpan pinjam, suatu kegiatan yang cukup diminati oleh anggota dan masyarakat umum. Usaha ini menawarkan bunga yang relatif rendah dan prosedur peminjaman yang sederhana, namun terdapat tantangan, terutama dalam hal kekurangan modal untuk melayani permintaan pinjaman besar, dan juga adanya keraguan dari masyarakat Muslim khususnya terhadap produk-produk koperasi karena kekhawatiran akan praktik riba. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik simpan pinjam pada Koperasi Karya Bersama Kampung Madiun Kota Bandar Lampung ditinjau dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan sifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder melalui metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Proses pengolahan data meliputi editing, klasifikasi, interpretasi, dan sistematisasi, kemudian data dianalisis menggunakan analisis kualitatif untuk mendapatkan hasil yang mendalam. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan dua poin. Pertama, pelaksanaan simpan pinjam di Koperasi Karya Bersama Kampung Madiun Kota Bandar Lampung telah mengatur pengembalian pinjaman pokok yang ditambah biaya administrasi dan denda keterlambatan sebesar Rp. 150.000 per minggunya jika terjadi keterlambatan. Kedua, pelaksanaan simpan pinjam ini tidak diperbolehkan dalam hukum Islam karena terdapat unsur biaya tambahan dan denda keterlambatan yang menjadikannya termasuk dalam unsur riba. ABSTRACT The Karya Bersama Kampung Madiun Cooperative in Bandar Lampung is one of the institutions that runs a savings and loan business, an activity that is quite popular among members and the general public. This business offers relatively low interest rates and simple lending procedures, but there are challenges, particularly in terms of insufficient capital to serve large loan requests, as well as doubts from the Muslim community, especially regarding cooperative products due to concerns about usury practices. The main issue raised in this study is how the savings and loan practices at the Karya Bersama Cooperative in Kampung Madiun, Bandar Lampung City, are viewed from the perspective of Islamic law. This study uses field research with a descriptive qualitative nature. Data was obtained from primary and secondary data sources through data collection methods in the form of interviews and documentation. The data processing process included editing, classification, interpretation, and systematization, then the data was analyzed using qualitative analysis to obtain in-depth results. Based on the analysis results, this study concludes two points. First, the implementation of savings and loans at the Karya Bersama Cooperative in Kampung Madiun, Bandar Lampung City, has regulated the repayment of principal loans plus administrative fees and late fees of IDR 150,000 per week in the event of a delay. Second, the implementation of this savings and loan program is not permitted under Islamic law because it includes additional fees and late fees, which constitute usury

    KEHANCURAN UMAT NABI SALEH DALAM AL-QUR’AN (STUDI TAFSIR IBNU KATSIR).

    No full text
    Abstract This study addresses the significance of that the story of the destruction of the Thamud people has been widely discussed, yet an in-depth exploration through Tafsir al-Qur‟an al-„Adzim by Ibn Kathir with socio-historical and phenomenological approaches remains limited. The aim of this research is to analyze the meaning of the story thematically and to identify its relevance for contemporary society. This study employs the thematic interpretation method (tafsir maudhu„i) with a library research approach, focusing on three main chapters: QS. Al-A„raf: 73–79, QS. An-Naml: 45–53, and QS. AlQamar: 23–32. The findings reveal that from a socio-historical perspective, the material advancement of the Thamud civilization was not accompanied by moral maturity, leading to greed, social injustice, and environmental exploitation. From a phenomenological perspective, their rejection is understood as a form of closed consciousness, arrogance, and spiritual alienation from monotheism. Ibn Kathir‟s commentary strengthens this analysis by providing detailed reports and chronology that affirm the pattern of destruction among nations that reject the truth. The novelty of this study lies in synthesizing classical exegesis with thematic and multidisciplinary approaches to provide a more comprehensive understanding. Its implications are relevant to contemporary issues such as environmental degradation, social inequality, and the reinforcement of transcendental values as the foundation of moral and social policies. Keywords: Ibn Kathir‟s Tafsir, Phenomenological, Sosio-Historical, Thamud People. 2 Abstrak Penelitian ini berangkat dari urgensi akademik bahwa kisah kehancuran kaum Tsamud telah banyak dikaji, namun eksplorasi mendalam melalui Tafsir al-Qur‘an al-‗Adzim karya Ibnu Katsir dengan pendekatan sosio-historis dan fenomenologis masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna kisah tersebut secara tematik dan menemukan relevansinya bagi masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik (tafsir maudhu‗i) dengan studi pustaka, berfokus pada tiga surat utama: QS. Al-A‗raf: 73–79, QS. An-Naml: 45–53, dan QS. Al-Qamar: 23–32. Hasil kajian menunjukkan bahwa melalui pendekatan sosio-historis, peradaban material kaum Tsamud tidak sejalan dengan kematangan moral, yang melahirkan keserakahan, ketidakadilan sosial, dan eksploitasi alam. Pendekatan fenomenologis mengungkap penolakan mereka sebagai ekspresi kesadaran tertutup, kesombongan, serta keterasingan spiritual dari tauhid. Tafsir Ibnu Katsir memperkuat analisis ini dengan detail riwayat yang menegaskan pola kebinasaan umat penolak kebenaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis tafsir klasik dengan dua pendekatan multidisipliner untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Implikasi temuan ini relevan terhadap isu lingkungan, keadilan sosial, dan penguatan nilai transendensi sebagai dasar kebijakan moral dan sosial masyarakat modern. Kata kunci: Fenomenologis, Kaum Tsamud, Sosio-Historis, Tafsir Ibnu Katsir

    PENGEMBANGAN PERMAINAN OLAHRAGA KREATIF DAN MENYENANGKAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN JASMANI KELAS 2 DI SD/MI

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran permainan engklek dapat meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani Peserta didik kelas 2 di SD/MI yang dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket yang digunakan untuk mengumpulkan data respon peserta didik terhadap permainan engklek. Uji coba skala kecil di SDN 3 Rawa Laut menghasilkan persentase kelayakan 84% (Sangat Baik). Uji coba skala besar di MIN 10 Bandar Lampung menghasilkan persentase kelayakan 90% (Sangat Baik). Data tersebut menunjukkan bahwa siswa merespons positif terhadap kemudahan penggunaan, tampilan visual, dan manfaat permainan dalam meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani. Terdapat pula lembar angket yang digunakan untuk mengumpulkan data peningkatan aktivitas fisik peserta didik dan single test di gunakan untuk mengumpulkan data peningkatan kebugaran jasmani. Uji hipotesis mengkonfirmasi bahwa permainan olahraga meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani secara signifikan 53,6% (sangat layak). Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan metode pembelajaran permainan engklek telah mencapai target ketercapaian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode permainan engklek dapat meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani peserta didik di SD/MI. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka peneliti menyarankan kepada sekolah dan khususnya pada guru untuk lebih sering mengaplikasikan metode permainan dalam proses belajar mengajar mengingat dampak yang sangat baik dalam meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani peserta didik. Kata Kunci:permainan Engklek, aktivitas fisik dan kebugaran jasmani ii ABSTRACT This study aims to determine whether the implementation of the hopscotch learning method can increase physical activity and fitness of 2nd-grade students in elementary/madrasah schools, developed using the research and development (R&D) method. The instrument used in this study was a questionnaire used to collect data on students' responses to the hopscotch game. A small-scale trial at SDN 3 Rawa Laut resulted in a feasibility percentage of 84% (Very Good). A large-scale trial at MIN 10 Bandar Lampung resulted in a feasibility percentage of 90% (Very Good), with a high level of student participation. This data indicates that students responded positively to the ease of use, visual appearance, and benefits of the game in improving physical activity and fitness. There was also a questionnaire used to collect data on the increase in students' physical activity, and a single test was used to collect data on the improvement of physical fitness. Hypothesis testing confirmed that sports games significantly increased physical activity and physical fitness 53,6%.These data indicate that the implementation of the hopscotch game learning method has achieved the target outcomes. It can be concluded that the hopscotch game method can enhance the physical activity and fitness of students in elementary schools. Based on the research conclusions, the researcher recommends that schools, and specifically teachers, more frequently apply game-based methods in the teaching and learning process, considering their very positive impact on increasing students' physical activity and fitness. Keywords: hopscotch game, physical activity, and physical fitnes

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJA SAMA PESERTA DIDIK KELAS IV MIN 10 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV di MIN Bandar Lampung yang dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket yang digunakan untuk mengumpulkan data peningkatan sikap kerjasama peserta didik. Pada siklus 1 terdapat peningkatan jumlah siswa yang memiliki sikap kerjasama yang baik yaitu 17 siswa (47,2%). Pada siklus II siswa yang memiliki sikap kerjasama yang baik sejumlah 30 siswa (83,33%). Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang memiliki sikap kerjasama yang baik setelah dilakukan metode pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Data tersebut juga mengindikasikan bahwa penerapan metode pembelajaran Project Based Learning (PJBL) telah mencapai target ketercapaian yaitu 83,33 %, (lebih banyak 3,33 % dari target 80%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan sikap kerjasama siswa di MIN 10 Bandar Lampung. Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka peneliti menyarankan kepada sekolah dan khususnya pada guru untuk lebih sering mengaplikasikan metode Project Based Learning (PJBL) dalam proses belajar mengajar mengingat dampak yang sangat baik dalam meningkatkan sikap kerjasama siswa. Kata Kunci: Project Based Learning (PBL), Sikap Kerjasama ii ABSTRACT This study aims to determine whether the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model can improve the learning motivation of fourth-grade students at MIN Bandar Lampung. The research method was developed using a two-cycle Classroom Action Research (CAR) method. The instrument used in this study was a questionnaire to collect data on the improvement of students' cooperative attitudes. In Cycle 1, there was an increase in the number of students with a positive cooperative attitude, namely 17 students (47.2%). In Cycle II, there were 30 students (83.33%) who demonstrated a positive cooperative attitude. These data indicate that more students exhibited a positive cooperative attitude after the Project Based Learning (PJBL) method was implemented. The data also indicates that the implementation of the Project Based Learning (PJBL) method has achieved the target achievement of 83.33% (3.33% more than the target of 80%). Therefore, it can be concluded that the Project-Based Learning method can improve students' cooperative attitudes at MIN 10 Bandar Lampung. Based on the research conclusions, the researcher recommends that schools, and especially teachers, apply the Project-Based Learning (PJBL) method more frequently in the teaching and learning process, given its significant impact on improving students' cooperative attitudes. Keywords: Project-Based Learning (PBL), Cooperative Attitud

    PENERAPAN MEDIA PLAYDOUGH UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI TK TUNAS MANDIRI LAMPUNG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas anak usia dini di TK Tunas Mandiri Lampung Barat yang ditunjukkan melalui sikap pasif anak serta kecenderungan meniru karya guru dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa anak belum sepenuhnya memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi dan mengekspresikan ide secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media playdough dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5–6 tahun di TK Tunas Mandiri Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 12 anak kelompok B1 dan satu orang guru kelas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan pembelajaran serta perubahan kreativitas anak selama kegiatan bermain playdough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media playdough merupakan media pembelajaran yang efektif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengakhiran. Pada tahap pelaksanaan, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan emosional, serta memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan mengekspresikan ide secara bebas. Anak menunjukkan peningkatan kreativitas secara bertahap, yang tampak dari meningkatnya keaktifan, keberanian berekspresi, kemampuan mengombinasikan warna, menambahkan detail pada karya, serta menghasilkan bentuk yang lebih beragam dan orisinal. Selain itu, kegiatan bermain playdough juga mendukung perkembangan motorik halus, kemampuan berbahasa, serta sosial dan emosional anak. Dengan demikian, media playdough layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran berbasis bermain yang menyenangkan dan bermakna dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini. Kata kunci: Anak Usia Dini, Kreativitas Anak, Media Playdough ii ABSTRACT This study was motivated by the low level of creativity among early childhood learners at TK Tunas Mandiri, West Lampung, as indicated by children‘s passive behavior and their tendency to imitate the teacher‘s work during learning activities. This condition suggests that children have not fully been given opportunities to explore and express their ideas independently. Therefore, this study aimed to describe the implementation of playdough as a learning medium in developing the creativity of children aged 5–6 years at TK Tunas Mandiri, West Lampung. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of 12 children from Group B1 and one classroom teacher. The collected data were analyzed descriptively to illustrate the learning implementation process and changes in children‘s creativity during playdough activities. The results of the study indicate that the use of playdough is an effective and meaningful learning medium that is appropriate to the developmental characteristics of early childhood. The learning process was conducted through three main stages: the preparation stage, the implementation stage, and the closing stage. During the implementation stage, the teacher acted as a facilitator by providing guidance, direction, and emotional support, as well as giving children opportunities to explore and express their ideas freely. The children demonstrated a gradual improvement in creativity, as evidenced by increased activeness, confidence in self-expression, the ability to combine colors, add details to their work, and produce more varied and original creations. In addition, playdough activities also supported the development of fine motor skills, language abilities, and children‘s social-emotional development. Therefore, playdough can be considered a suitable alternative play-based learning medium that is enjoyable and meaningful in fostering early childhood creativity. Keywords: Early Childhood, Children‟s Creativity, Playdough Medi

    PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTI BULLYING DI SMPIT INSAN ROBBANI (Studi Living Qur’an).

    No full text
    Abstract The prevalence of bullying cases in educational environments in Indonesia is viewed as a serious problem that hinders the learning process and causes psychosocial and physical impacts, even loss of life. One preventive measure that can be taken is through character education. Character education can shape students into individuals with positive values such as empathy, tolerance, and emotional control. The purpose of this study is to describe the implementation of Al-Qur'an-based character education as an effort to prevent bullying at SMPIT Insan Robbani, and to analyze the concept of Living Qur'an as manifested in the program. Using a qualitative case study method with a Living Qur'an approach, it involved 9 participants (teachers and students) through data collection techniques of observation, semistructured interviews, and document analysis. The results showed that bullying prevention at SMPIT Insan Robbani was implemented through three main programs: Islamic Personal Development (BPI), which specifically instilled Qur'anic values, such as the prohibition of verbal abuse (Surah Al-Hujurat: 11); Guidance Counseling (BK), and Islamic Spiritual Extracurricular Activities (Rohis), which play a role in habituating positive behavior and providing religion-based solutions. The Living Qur'an analysis identified that this program reflects three forms of Qur'anic reception: Exegetical Reception, in which teachers interpret and instill an understanding of anti-bullying verses; Functional Reception, utilizing the Qur'an as a source of solutions and spiritual guidance in BK services and student behavior improvement (according to Surah Yunus: 57); and Socio-Cultural Reception, forming school traditions and cultures that reflect the values of kinship, harmony, and positive behavior habits to prevent violence. Keywords: Character Education; Anti-Bullying; Living Qur'an 1 2 Abstrak Maraknya kasus bullying di lingkungan pendidikan di Indonesia, dipandang sebagai masalah serius yang menghambat proses belajar dan menimbulkan dampak psikososial, fisik, hingga hilangnya nyawa. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat membentuk siswa menjadi individu yang memiliki nilai-nilai positif seperti empati, toleransi, dan pengendalian emosi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an sebagai upaya pencegahan bullying di SMPIT Insan Robbani, dan menganalisis konsep living Qur'an yang terwujud dalam program tersebut. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan living Qur'an, melibatkan 9 partisipan (guru dan siswa) melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara semi�terstruktur, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying di SMPIT Insan Robbani dilaksanakan melalui tiga program utama: Bina Pribadi Islami (BPI), yang secara spesifik menanamkan nilai-nilai Qur'ani, seperti larangan mencaci maki (Surah Al-Hujurat: 11), Bimbingan Konseling (BK), dan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) yang berperan dalam pembiasaan perilaku positif dan pemberian solusi berbasis agama. Analisis living Qur‘an mengidentifikasi bahwa program ini mencerminkan tiga bentuk resepsi Al-Qur‘an: Resepsi Eksegesis, di mana guru menafsirkan dan menanamkan pemahaman ayat-ayat anti�perundungan; Resepsi Fungsional, memanfaatkan Al-Qur‘an sebagai sumber solusi dan petunjuk spiritual dalam layanan BK dan perbaikan perilaku siswa (sesuai Surah Yunus: 57); dan Resepsi Sosial Budaya, membentuk tradisi dan budaya sekolah yang mencerminkan nilai kekeluargaan, kerukunan, dan pembiasaan perilaku positif guna mencegah kekerasan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Anti Bullying; Living Qur‘an

    ANALISIS FIQH SIYASAH TERHADAP PERAN HAKIM PENGAWASAN DAN PENGAMATAN BERDASARKAN PASAL 277 JUNCTO PASAL 280 KUHAP

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas Analisis Fiqh Siyasah terhadap Peran Hakim Pengawasan dan Pengamatan berdasarkan Pasal 277 Juncto Pasal 280 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Fokus penelitian diarahkan pada telaah normatif mengenai kewenangan hakim dalam mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan dan meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fiqh siyasah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode library research, yaitu menelaah bahan hukum primer berupa KUHAP, bahan hukum sekunder seperti literatur, jurnal, serta buku, dan bahan hukum tersier seperti kamus hukum. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran hakim pengawasan dan pengamatan merupakan amanah syar‟i yang berfungsi menjaga keadilan substantif serta melindungi hak narapidana, sekaligus memastikan hukum berjalan sesuai nilai keadilan universal ABSTRACT This study discusses the Fiqh Siyasah Analysis of the Role of Supervisory and Monitoring Judges based on Article 277 in conjunction with Article 280 of Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law (KUHAP). The focus of the study is directed at a normative review of the authority of judges in supervising the implementation of court decisions and reviewing their conformity with the principles of fiqh siyasah. This study is qualitative in nature, using the library research method, which involves reviewing primary legal materials in the form of the KUHAP, secondary legal materials such as literature, journals, and books, and tertiary legal materials such as legal dictionaries. The analysis is descriptive analytical. The results of the study show that the role of judges in supervision and observation is a sharia mandate that serves to maintain substantive justice and protect the rights of prisoners, while ensuring that the law is carried out in accordance with universal values of justice

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇