Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE RISK BASED BANK RATING (RBBR) & SHARIAH CONFORMITY AND PROFITABILITY (SCNP) PADA TAHUN 2020–2024

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengukuran kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia, tidak hanya dari sisi efisiensi dan profitabilitas, tetapi juga dari kesesuaian terhadap prinsip-prinsip syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia pada Periode 2020–2024 Menggunakkan Pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) dan Shariah Conformity and Profitability (SCnP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang bersifat eksplanatif. Dalam konteks penelitian ini, populasi mencakup seluruh Bank Umum Syariah yang beroperasi di Indonesia dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 14. Sampel penelitian terdiri dari 13 Bank Umum Syariah yang memenuhi kriteria kelengkapan laporan keuangan selama lima tahun. Metode RBBR dianalisis melalui rasio FDR, ROA, dan BOPO, sementara pendekatan SCnP melibatkan analisis profitabilitas menggunakan ROA dan ROE. Metode analisis data dalam penelitian yang mengukur kinerja Bank Umum Syariah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan beberapa model penilaian kinerja keuangan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Risk Based Bank Rating (RBBR) serta Sharia Conformity and Profitability (SCnP) Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek likuiditas (FDR) sebagian besar Bank Umum Syariah tergolong sangat sehat, meskipun beberapa bank perlu meningkatkan pengelolaan likuiditasnya. Pada aspek profitabilitas (RBBR), BTPN Syariah dan Bank Aceh Syariah tergolong sangat sehat, sedangkan BCA Syariah dan Bank Muamalat Indonesia kurang sehat, dengan efisiensi operasional (BOPO) yang bervariasi. Melalui pendekatan SCnP, BTPN Syariah, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Aceh Syariah menunjukkan profitabilitas tinggi, sementara Bank Syariah Bukopin, Bank Aladin Syariah Tbk, dan BCA Syariah masih rendah. Secara keseluruhan, kinerja keuangan bank syariah bersifat fluktuatif namun cenderung positif dan sesuai prinsip syariah. ABSTRACT This research is motivated by the importance of measuring the financial performance of Islamic Commercial Banks in Indonesia, not only in terms of efficiency and profitability but also in terms of compliance with sharia principles. The purpose of this study is to analyze the financial performance of Islamic Commercial Banks in Indonesia for the period 2020–2024 using the Risk Based Bank Rating (RBBR) and Shariah Conformity and Profitability (SCnP) approaches. This study employs a descriptive quantitative approach with an explanatory nature. The population includes all Islamic Commercial Banks operating in Indonesia and registered with the Financial Services Authority (OJK), totaling 14 banks. The research sample consists of 13 Islamic Commercial Banks that meet the criteria of having complete financial reports for five consecutive years. The RBBR method is analyzed through the FDR, ROA, and BOPO ratios, while the SCnP approach involves profitability analysis using ROA and ROE. The data analysis method in this study adopts a quantitative approach with descriptive analysis and several financial performance assessment models, particularly the Risk Based Bank Rating (RBBR) and the Shariah Conformity and Profitability (SCnP) models. The results indicate that in terms of liquidity (FDR), most Islamic Commercial Banks are classified as very healthy, although some need to improve their liquidity management. Regarding profitability (RBBR), BTPN Syariah and Bank Aceh Syariah are in the very healthy category, while BCA Syariah and Bank Muamalat Indonesia are less healthy, with varying levels of operational efficiency (BOPO). Based on the SCnP approach, BTPN Syariah, Bank Syariah Indonesia, and Bank Aceh Syariah demonstrate high profitability, while Bank Syariah Bukopin, Bank Aladin Syariah Tbk, and BCA Syariah remain low. Overall, the financial performance of Islamic Commercial Banks fluctuates but tends to be positive and in line with sharia principles

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 24 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 24 Bandar Lampung diketahui masih rendah, ditandai dengan minimnya minat, keterlibatan, dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pola pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang terlibat dalam aktivitas kelas dan belum mampu memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan semangat belajar siswa. Model Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut, karena memberikan ruang keterlibatan langsung bagi peserta didik dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model PAKEM dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji paired sample t-test, uji homogenitas, normalitas, serta ANOVA untuk melihat perbedaan peningkatan motivasi belajar antarkelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Nilai signifikansi uji paired sample t-test sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa penerapan model PAKEM memberikan pengaruh positif dan nyata terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Sementara itu, peningkatan pada kelas kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran PAKEM efektif dan layak diterapkan sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di tingkat SMP. Kata Kunci: Model Pembelajaran PAKEM, Motivasi Belajar, Pendidikan Agama Islam. ii ABSTRACT Student learning motivation in Islamic Religious Education (PAI) at SMP Negeri 24 Bandar Lampung is relatively low, as reflected in the limited interest, engagement, and active participation of students during classroom activities. The learning process, which remains predominantly teacher-centered, leads to passive behavior and insufficient utilization of available learning resources. This condition requires an instructional model capable of increasing student involvement, stimulating creativity, and fostering a more enjoyable learning atmosphere. The PAKEM model (Active, Creative, Effective, and Joyful Learning) is considered relevant to address these issues, as it encourages active participation and provides meaningful learning experiences for students. This study employed a quantitative approach using a pretest posttest control group design. The research subjects were eighth grade students divided into two groups: an experimental group taught using the PAKEM model and a control group taught using conventional methods. The learning motivation test—administered as both pre-test and post-test—served as the research instrument and had previously undergone validity and reliability testing. Data analysis was conducted using paired sample t-tests, homogeneity and normality tests, as well as ANOVA to identify differences in motivation improvement between the two groups. The results indicated a significant increase in learning motivation among students in the experimental group compared with the control group. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, demonstrating that the implementation of the PAKEM model had a positive and substantial effect on students’ learning motivation. Meanwhile, improvements in the control group were present but not statistically significant. Based on these findings, the study concludes that the PAKEM learning model is effective and suitable to be adopted as an alternative instructional strategy to enhance students’ motivation in Islamic Religious Education at the junior high school level. Keywords: PAKEM Learning Model, Learning Motivation, Islamic Religious Education

    IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 6 TAHUN 2022 TENTANG PENGELOLAAN HUTAN PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYYAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Hutan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (UPTD KPHK) Tahura Wan Abdul Rachman, ditinjau dari perspektif Siyasah Tanfidziyyah. Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan, namun Tahura Wan Abdul Rachman menghadapi berbagai ancaman kerusakan yang disebabkan oleh perbuatan manusia. Oleh karena itu, perlindungan hutan menjadi urgensi yang tidak dapat diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi peraturan daerah tersebut dan meninjau implementasinya dari sudut pandang Siyasah Tanfidziyyah. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman telah berupaya maksimal dalam perlindungan hutan melalui pendekatan pre-emptive, preventive, dan repressive, serta pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Namun, implementasi ini belum optimal karena masih terdapat kendala seperti keterbatasan personel dan banyaknya masyarakat yang melakukan penggarapan kawasan secara ilegal. Dari perspektif Siyasah Tanfidziyyah, perlindungan hutan yang dilakukan belum sepenuhnya menerapkan prinsip al-maslahah al- 'ammah (kemaslahatan masyarakat) karena belum adanya program khusus untuk menyediakan mata pencarian alternatif bagi masyarakat yang sebelumnya merusak hutan. ABSTRACT This study examines the implementation of Lampung Province Regional Regulation Number 6 of 2022 concerning Forest Management by the Regional Technical Implementation Unit for Conservation Forest Management (UPTD KPHK) of Tahura Wan Abdul Rachman, viewed from the perspective of Fiqh Siyasah Tanfidziyyah. Forests play a crucial role in maintaining ecosystem balance and supporting life, but the Wan Abdul Rachman Grand Forest Park faces various threats of damage caused by human activities. Therefore, forest protection has become an undeniable and urgent need. The purpose of this research is to analyze the implementation of regional regulations and review their implementation from the perspective of Siyasah Tanfidziyyah. This research uses a field study method with a descriptive qualitative approach, collecting primary data thru interviews and secondary data from relevant documents. The research results show that the UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman has made maximum efforts in forest protection thru preventive, preemptive, and repressive approaches, as well as community empowerment and technology utilization. However, this implementation is not yet optimal because there are still constraints such as limited personnel and the large number of people illegally planting in the area. From the perspective of Siyasah Tanfidziyyah, the forest protection efforts undertaken have not fully implemented the principle of al-maslahah al-'ammah (public interest) because there is no specific program to provide alternative livelihoods for communities that previously damaged the forest

    IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DI MIN 6 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar untuk membentuk manusia yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia. Latar belakang munculnya Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah menurunnya nilai toleransi, etika, dan budaya bangsa. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjamin dan memenuhi hak anak, menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas kekerasan. Berdasarkan UU Perlindungan Anak dan Permen PPPA No. 8 Tahun 2014, Sekolah ramah anak diukur melalui enam indikator yaitu kebijakan sekolah, kurikulum, pendidik terlatih hak anak, sarana prasarana, partisipasi anak, dan dukungan orang tua serta masyarakat. Konsep pendidikan ramah anak berlandaskan prinsip 3P (Provision, Protection, Participation) dan nilai Islam dalam QS. An-Nisa ayat 9, yang menekankan pentingnya melindungi generasi penerus. Hasil observasi di MIN 6 Bandar Lampung menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan prinsip SRA dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan tanpa diskriminasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu Koordinator Kurikulum, Guru kelas IIb, Satpam, dan juga peserta didik. Objek penelitian meliputi implementasi sekolah ramah anak di MIN 6 Bandar Lampung, metode pengumpulan data yang digunakan beruba observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan teknik pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun validasi data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sember, dan teriangulasi waktu Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 indikator yang telah diterapkan di MIN 6 Bandar Lampung dalam implementasi sekolah ramah anak. Indikator – indikator tersebut adalah penataan fisik sekolah, dan penanaman nilai – nilai karakter. Pada penataan fisik sekolah meliputi, penataan halaman sekolah seperti petugas kebersihan, memperindahan halaman sekolah, dan juga menjaga sekolah, sedangkan penataan ruang kelas seperti hiasan, penataan bangku, penataan gambar, dan penataan hasil karya para peserta didik. Hasil indikator dari penanaman nilai – nilai karakter berupa ii pembiasaan para peserta didik seperti pembiasaaan membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) Kata Kunci: Implementasi Sekolah Ramah Anak, MIN 6 Bandar Lampung iii ABSTRAK Education according to Law No. 20 of 2003 is a conscious effort to shape knowledgeable, independent, and noble human beings. The background to the emergence of Child-Friendly Schools (SRA) is the decline in the values of tolerance, ethics, and national culture. Child-friendly schools are schools that guarantee and fulfill children's rights, create a safe, healthy, inclusive, and violence-free environment. Based on the Child Protection Law and PPPA Regulation No. 8 of 2014, child-friendly schools are measured through six indicators: school policies, curriculum, educators trained in children's rights, facilities and infrastructure, child participation, and parental and community support. The concept of child-friendly education is based on the 3P principle (Provision, Protection, Participation) and Islamic values in QS. An-Nisa verse 9, which emphasizes the importance of protecting the next generation. Observation results at MIN 6 Bandar Lampung show that the school has implemented the SRA principle with a safe, comfortable, and non-discriminatory environmen. This study uses a qualitative descriptive research type. The subjects in this study were the Curriculum Coordinator, Class IIb Teachers, Security Guards, and also students. The research object includes the implementation of child-friendly schools at MIN 6 Bandar Lampung, the data collection methods used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used data collection techniques, data presentation, and drawing conclusions. Data validation used technical triangulation, source triangulation, and time triangulation. The results of the study indicate that there are two indicators that have been implemented at MIN 6 Bandar Lampung in the implementation of child-friendly schools. These indicators are the physical arrangement of the school, and the instilling of character values. In the physical arrangement of the school includes, the arrangement of the school yard such as janitors, beautifying the school yard, and also maintaining the school, while the arrangement of the classrooms such as decorations, arrangement of benches, arrangement of pictures, and arrangement of students' work. The iv results of the indicators of instilling character values are in the form of habits of students such as the habit of throwing trash in its place, and carrying out 5S (smile, greet, say hello, be polite, and courteous). Keywords: Implementation of Child-Friendly Schools, MIN 6 Bandar Lampun

    PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU DALAM MENGATASI BULLYING DI SMP NEGERI 2 KOTABUMI LAMPUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, relasional, maupun cyberbullying. Perilaku tersebut berdampak negatif terhadap hubungan sosial dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Kotabumi Lampung Utara melaksanakan layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik kontrak perilaku, yang bertujuan membantu peserta didik memahami dampak perbuatannya dan berkomitmen untuk berubah melalui kesepakatan perilaku yang disusun bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling serta lima peserta didik kelas VIII A yang teridentifikasi memiliki keterlibatan dalam perilaku bullying. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan implementasi serta efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku berjalan efektif dalam mengatasi perilaku bullying. Guru BK melaksanakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis, serta membentuk kontrak perilaku sebagai pedoman perubahan perilaku peserta didik. Melalui dinamika kelompok, peserta didik dapat saling berbagi pengalaman, menumbuhkan empati, serta membangun kesadaran sosial untuk tidak melakukan bullying. Selain itu, ditemukan adanya penurunan yang signifikan pada perilaku bullying verbal, fisik, relasional, dan cyber setelah mengikuti layanan. Hambatan yang muncul berupa kurangnya keterbukaan dan kepercayaan diri peserta didik pada awal sesi dapat diatasi melalui pendekatan empatik dan dukungan konselor yang berkelanjutan. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Teknik Kontrak Perilaku, Bullying. ii ABSTRACT This study was motivated by the occurrence of bullying behavior among students in schools, which appeared in various forms such as verbal, physical, relational, and cyberbullying. These behaviors negatively affect students’ social relationships and psychological well being. To address this issue, the Guidance and Counseling teacher at SMP Negeri 2 Kotabumi Lampung Utara implemented group counseling services using the behavior contract technique, which aims to help students understand the impact of their actions and commit to behavioral change through mutually agreed-upon contracts. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of one Guidance and Counseling teacher and five eighth-grade students (Class VIII A) identified as being involved in bullying behaviors. Data were analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing to describe the implementation and effectiveness of group counseling services using the behavior contract technique. The results showed that group counseling services using the behavior contract technique were effective in reducing bullying behavior. The counselor implemented the planning, implementation, and evaluation stages systematically and established behavior contracts as a guide for students’ behavioral changes. Through group dynamics, students learned to share experiences, develop empathy, and build social awareness to stop engaging in bullying behavior. Furthermore, the study found a significant decrease in verbal, physical, relational, and cyberbullying after the sessions. Initial challenges, such as students’ lack of openness and self-confidence, were successfully overcome through empathetic approaches and continuous support from the counselor. Keywords: Group Counseling, Behavior Contract Technique, Bullying

    PENGEMBANGAN BUKU INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI PADA MATA PELAJARAN IPAS DI JENJANG SD/MI

    No full text
    ABSTRAK Penelitian dan pengembangan ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ditemukan peneliti di dua sekolah, yaitu belum tersedianya bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan dan masih bergantung pada modul ajar cetak yang belum mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran IPAS secara optimal. Selain itu, belum tersedia bahan ajar berbentuk buku interaktif yang dapat menunjang peningkatan literasi dan numerasi peserta didik dalam proses pembelajaran mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan buku interaktif berbasis literasi dan numerasi pada mata pelajaran IPAS, mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan, serta mengetahui respon pendidik dan peserta didik terhadap buku interaktif tersebut. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada tiga validator ahli (ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa), pendidik, serta peserta didik. Uji coba lapangan dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji skala kecil dengan 15 peserta didik di SDN 1 Harapan Jaya dan uji skala besar dengan 30 peserta didik di SDN 1 Sukabumi Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk buku interaktif memperoleh nilai kelayakan dari ahli materi sebesar 91%, ahli media 77%, dan ahli bahasa 95%, seluruhnya termasuk kategori “layak”. Respon pendidik menunjukkan nilai rata-rata 88% (kategori “sangat layak”). Respon peserta didik pada uji skala kecil memperoleh nilai rata-rata 87% dan pada skala besar 98% dengan kategori “sangat layak”. Dengan demikian, buku interaktif berbasis literasi dan numerasi yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam mendukung proses pembelajaran IPAS di jenjang SD. Kata Kunci: Buku Interaktif, Literasi, Numerasi, Pengembangan Media Pembelajaran IPAS, iii ABSTRACT This research and development study was conducted based on problems identified by the researcher in two elementary schools, namely the unavailability of teaching materials aligned with the implemented curriculum and the continued reliance on printed teaching modules, which have not fully met the learning needs of the IPAS subject. In addition, there were no interactive book–based teaching materials available to support the improvement of students’ literacy and numeracy skills during independent learning activities. This study aims to examine the development process of an interactive book based on literacy and numeracy for the IPAS subject, determine the feasibility of the developed product, and analyze the responses of teachers and students toward the interactive book. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through questionnaires administered to three expert validators (material expert, media expert, and language expert), teachers, and students. Field testing was conducted in two stages: a small-scale test involving 15 students at SDN 1 Harapan Jaya and a large-scale test involving 30 students at SDN 1 Sukabumi Bandar Lampung. The results show that the interactive book received feasibility scores of 91% from the material expert, 77% from the media expert, and 95% from the language expert, all of which fall into the “feasible” category. Teacher responses yielded an average score of 88% (“highly feasible”). Student responses in the small-scale test achieved an average score of 87%, and the large-scale test gained 98%, both categorized as “highly feasible.” Therefore, the developed interactive book based on literacy and numeracy is considered feasible to be used as a teaching material to support the IPAS learning process at the elementary school level. Keywords: Interactive Book, Literacy, Numeracy, IPAS, Learning Media Developmen

    محاولات المعلم في التغلب على صعوبات تعلم القراءة باللغة العربية لدى تلاميذ الصف السابع في مدرسة الجوهر الثانوية الإسلامية بندار لامبونج

    No full text
    ٟ َطو لىب صٔخًَٛخ ٥ٍ٧ ًٍته ضلاودلز شءخُٓ ٜٞوظ ضدزووط يٜه رٌٜعٛخ في نٌ٠ٜولدخ ىًٛ صَزُوٛخ صٌٜٛخ ٍَٟلاظ نزدٕٛخ َظٛخ َٛلأخ في ّ٘ظُظو .صَٟلألإخ ؿ٣وسٟلا ًَ٤ز ُ٧ولجخ صًَٟٔ شًَٓ َوػ يٜه صٔخًَٛخ ٥ٍ٧ ٍَٟلاعٛخ َ٤ُط ػَل ،صَزُوٛخ صٌٜٛخ شءخُٓ يٜه 11 ٚطؤ ٢ٟ % 01 ضدزووظٛخ ٚ٠شظو .صَظَىشعٛخ ضخَدسعولاٛ دًُٔو ٌٖٛو ،شءخُٔٛخ ٢ٟ نٌ٤٘٠علدخ نًً صحُ ٢٠ػ دّسٛدؿ لدخ صٜٓو ،ءدفلذخ ٍوُل ْـ٣ ٦زدشظ صََٕجُٛخ دّ٠مٟ ػمسٛخ خٍ٧ ًوٍُو .ٜٞوعٛخ صَوُخي َوػو ،ضخيُِ َْخًلدخ في صَزُوٛخ صٌٜٛخ ٜٞوظ ّدَٔ في دمَٔسـظ نٌ٠ٜو٠ٜٛ ٢٘يد تيٛخ صٛدوِٛخ ضدَفَظخُعٔلاخ ًًٍمعٛ .صَ٤ًٍٛخ ٢ٟ ضد٣دَسٛخ طو٠ُـ .صٛدل صٔخَي نٟ ٌهو٤ٛخ ٌِطوٛخ ؿم٤لدخ صٔخًَٛخ ٥ٍ٧ في ًٝىُعٔخ ضخَدسعولاخو ،صلللالدخ ٙلاو طٜشمو .َْؼوعٛخو ،ذلاـٛخو نٌ٠ٜولدخ نٟ صٔ٠ولدخ ضلازدٔلدخو ،صَٜسٔٛخ َيدظلدخ ػَٜؽظ ًَُـُؤ د٠ٗ .ؿجدع٤ٛخ صمط ٢ٟ ْٔمعٛخو ،دمػُهو ،دلذخّعوخ ضد٣دَسٛخ َٜٚبر ضدَ٤ٔظ ٝخًىعٔخو ،صٍُملجخ شءخُٔٛخ ذؤٜؤ َْسـظ يٜه صٔخًَٛخ ٥ٍ٧ ضَّٗ .ضد٣دَسٛخ صَٓخًظٟ ١د٠ؼٛ و ،صَجُلدخ ؾجدٔوٛخ .ٜٞوعٛخ ضدزووط يٜه رٌٜعٜٛ ١و٠ٜولدخ دلذٍسٍ يومفٗ ،نيودوعٛخ ٜٞوعٛخ صٓلاؿ ٙدوُ ٚ٘شز ٢ٕٓل صٍُملجخ شءخُٔٛخ ذؤٜؤ ١ؤ ؿجدع٤ٛخ ضُمكؤ ٍَٟلاعٛخ ،شءخُٔٛخ في ُمكؤ ػَل 02 ٚطؤ ٢ٟ دّسٛدؿ 00 .دًكومٜٟ دًّٟٔظ صٍخًسٛخ في شءخُٔٛخ في صزووط خومـخو دّسٛدؿ ،صَجُلدخ ؾجدٔوٛخ ضًهدٔ ،شَوظلدخ ٍوُلحخ ضدٓدـز ٚؽٟ 12 ٢ٟ % ٍَٟلاعٛخ ٍوُلحخ ََّبس يٜه ٞمُ ١خُٓلأخ ْوَي ٙلاو ٢ٟ نيودوعٛخ ٜٞوعٛخ مُٓٔ د٠٤َز ،ٚؼُؤ ٚ٘شز ٍَٟلاعٛخ ضدـدع٤عٔخ ًٗاظ . ضدزووط يٜه رٌٜعٛخ في قدف٤ٛخ قدعِٟ دهم ٌهد٠عـلاخ ٚهدِعٛخو ْخولحخ يًوعٟ ؿم٤ٛخ ١ؤ صٔخًَٛخ ُوٛخ صٌٜٛخ في شءخُٔٛخ ٜٞوظ صَٜ٠ه ٞهي في َوٟلأخ ءدَٛوؤ ٕخُشبو ٜٞوعٛخ طٓو شيدٍِ ضدَطوعٛخ ٚ٠شظ .صَز ٍَٟلاعٛخ . .نيودوعٛخ ٜٞوعٛخ ،صَجُلدخ ؾجدٔوٛخ ،صٍُملجخ شءخُٔٛخ ،صَزُوٛخ صٌٜٛخ ،شءخُٔٛخ ضدزووط:صَلدعِلدخ ضد٠ٜ٘ٛ

    PENGUPAHAN TANPA AKAD DALAM PENANAMAN BIBIT PISANG MENURUT HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Pekon Pampangan Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus)

    No full text
    ABSTRAK Praktik pengupahan tanpa akad dalam penanaman bibit pisang masih banyak ditemukan di Pekon Pampangan, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus. Sistem pengupahan ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakjelasan hak dan kewajiban antara petani dan pemilik kebun, serta potensi terjadinya ketidakadilan dalam pembagian upah. Ketidakpastian ini bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah yang menekankan pentingnya kejelasan akad, keadilan, dan perlindungan hak-hak pekerja dalam setiap transaksi muamalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pengupahan tanpa akad dalam penanaman bibit pisang di Pekon Pampangan dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengupahan tanpa akad dari perspektif hukum ekonomi syariah serta memberikan solusi dan rekomendasi agar sistem pengupahan di sektor pertanian dapat berjalan sesuai prinsip-prinsip syariah, sehingga tercipta hubungan kerja yang adil dan transparan antara petani dan pemilik kebun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan petani dan pemilik kebun, serta dokumentasi terkait praktik pengupahan di lokasi penelitian. Analisis dilakukan dengan membandingkan temuan lapangan dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, khususnya terkait akad, keadilan, dan perlindungan hak-hak pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengupahan tanpa akad di Pekon Pampangan cenderung merugikan petani, karena upah seringkali ditentukan sepihak oleh pemilik kebun dan seringkali terjadi keterlambatan pembayaran. Berdasarkan Hukum Ekonomi Syariah praktik ini belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan, kejelasan akad, dan juga transparansi sebagaimana yang dianjurkan dalam syariat Islam. Ketidakjelasan besaran upah, waktu pembayaran, serta tidak ada akad yang sah dapat menimbukkan kerugian pada salah satu pihak, sehingga diperlukan perbaikan sistem melalui pembuatan kesepakatan kerja yang jelas dan transparan sesuai dengan syariat Islam. ABSTRACT The practice of hiring without a written contract in planting banana seedlings is still widely found in Pekon Pampangan, Cukuh Balak District, Tanggamus Regency. This wage system causes various problems, such as unclear rights and obligations between farmers and plantation owners, as well as the potential for injustice in the distribution of wages. This uncertainty contradicts the principles of sharia economic law that emphasize the importance of clarity of contracts, justice, and protection of workers' rights in every muamalah transaction. The formulation of the problem in this study is how the practice of wages without a contract in planting banana seedlings in Pekon Pampangan and how sharia economic law reviews the practice. This study aims to analyze the practice of wages without a contract from the perspective of sharia economic law and provide solutions and recommendations so that the wage system in the agricultural sector can run according to sharia principles, so as to create a fair and transparent working relationship between farmers and plantation owners. The research method used is field research with a descriptive qualitative approach to analysis. Data were collected through observation, in-depth interviews with farmers and plantation owners, and documentation related to wage practices at the research location. The analysis was conducted by comparing the field findings with the principles of sharia economic law, especially related to contracts, justice, and protection of workers' rights. The results showed that the practice of wages without a contract in Pekon Pampangan tends to harm farmers, because wages are often determined unilaterally by the plantation owner and there are often delays in payment. Based on Sharia Economic Law, this practice has not fully fulfilled the principles of justice, clarity of contracts, and transparency as recommended in Islamic law. The unclear amount of wages, the time of payment, and the absence of a valid contract can cause losses to one of the parties, so it is necessary to improve the system through making a clear and transparent work agreement in accordance with Islamic law

    PENGARUH PEER TO PEER LENDING TERHADAP AKSES KEUANGAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Masyarakat Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan teknologi finansial (fintech) berbasis peer to peer lending (P2P lending) telah memberikan alternatif pembiayaan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat, khususnya kelompok yang belum terlayani optimal oleh lembaga keuangan formal. Di Kota Bandar Lampung, penetrasi P2P lending menunjukkan tren meningkat sehingga penting untuk menilai sejauh mana layanan ini dapat memperluas akses keuangan masyarakat serta kesesuaiannya dengan prinsipprinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, transparansi, dan larangan riba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin.sampel dalam penelitian ini terdiri dari 93 responden dari Masyarakat kota bandar lampung pengguna peer to peer lending. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Forms dan instrumen skala Likert. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak SMARTPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2P lending berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses keuangan masyarakat, terutama melalui kemudahan persyaratan dan proses yang lebih cepat dibandingkan pembiayaan konvensional. Namun, dari perspektif ekonomi Islam, sebagian besar platform P2P lending masih dinilai belum sepenuhnya memenuhi prinsip syariah karena adanya unsur bunga (interest) dan potensi ketidakjelasan akad. Dengan demikian, diperlukan pengembangan model P2P lending berbasis syariah yang lebih transparan dan berkeadilan agar dapat menjadi instrumen keuangan inklusif yang sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam. ABTRACT The development of peer-to-peer lending (P2P lending) based financial technology (fintech) has provided a faster and easier financing alternative for the community, especially groups that are not optimally served by formal financial institutions. In Bandar Lampung City, the penetration of P2P lending shows an increasing trend, making it important to assess the extent to which this service can expand public access to finance and its compatibility with Islamic economic principles that emphasize fairness, transparency, and the prohibition of usury. This study employed quantitative methods. The sampling technique employed was purposive sampling using the Slovin formula. The sample consisted of 93 respondents from the Bandar Lampung community who use peer-to-peer lending. Data collection was conducted using Google Forms and a Likert scale instrument. Quantitative analysis was conducted using SMARTPLS software. The results of this study indicate that P2P lending has a positive and significant effect on community access to finance, particularly through easier requirements and a faster process compared to conventional financing. However, in an Islamic economic perspective, most P2P lending platforms are still considered not fully compliant with Sharia principles due to the presence of interest and the potential for unclear contracts. Therefore, there is a need to develop a more transparent and equitable Sharia-based P2P lending model so that it can become an inclusive financial instrument in line with Islamic values

    THE INFLUENCE OF JUMBLED TEXT GAME TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF RECOUNT TEXT

    No full text
    ABSTRACT The Influence Of Jumbled Text Game Toward Students’ Reading Comprehension Of Recount Text Reading comprehension remains a fundamental yet challenging skill for junior high school students learning English as a foreign language, particularly in understanding recount texts that require logical sequencing and textual coherence. Many students experience difficulties in identifying main ideas, organizing events chronologically, and interpreting vocabulary and meaning in context. Drawing on interactive reading theory and game-based learning theory, this study addresses the need for an innovative instructional technique by examining the effectiveness of the Jumbled Text Game as a pedagogical strategy to improve students’ reading comprehension of recount text. This study employed a quantitative approach using quasi-experimental research design with a non-equivalent control group. The population consisted of eight-grade students of SMPN 16 Bandar Lampung in the 2025/2026 academic year. Two classes were selected through cluster random sampling, one experimental class and one control class, each consisting of 32 students. Data were collected through reading comprehension tests administered as pre-test and post-tests, consisting of 20 multiple-choice items based on established reading indicators, including main idea, expressions/idioms/phrases in context, inference, grammatical features, detail, excluding facts not written, supporting ideas, vocabulary in context. The experimental group received instruction using jumbled text game, while control group was taught using conventional teaching methods. The collected data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and an independent samples t-test to determine the significance of the treatment effect. The findings revealed that both groups showed improvement in reading comprehension. However, the experimental group demonstrated significantly higher achievement. The mean score of the experimental class increased from 65.00 to 71.56, while the control class improved from 54.38 to 64.38. The result of the independent samples t-test showed a significance value of 0.003, which was lower than the 0.05 significance level, indicating that the H0 was rejected. These results confirm that the jumbled text game has a significant influence on students’ reading comprehension of recount text. In conclusion, the jumbled text game is an effective teaching technique that improves students’ ability to comprehend text structure, sequence of events, and meaning, and it is recommended as an alternative teaching strategy for reading instruction at the junior high school level. Keywords : Jumbled Text Game, Reading Comprehension, Recount Text, Quasi-Experimental Researc

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇