39192 research outputs found
Sort by
PENGARUH AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN TERHADAP MAQOSHID SYARIAH DENGAN BUDAYA ORGANISASI ISLAM SEBAGAI MODERASI (Perusahaan Manufaktur di BEI Periode 2019-2023)
ABSTRAK
Kesadaran terhadap isu lingkungan menjadi perhatian penting dalam
praktik bisnis modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan
dan laporan keberlanjutan perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Analisis data
dilakukan dengan metode regresi data panel menggunakan model Fixed
Effect dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan
perangkat lunak EViews 12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi manajemen
lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap maqashid syariah.
Pengungkapan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap maqashid
syariah. Akuntasi manajemen lingkungan dan pengungkapan
lingkungan berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi islam.
Akuntansi manajemen lingkungan berpengaruh signifikan terhadap
budaya organisasi islam. Pengungkapan lingkungan berpengaruh
signifikan terhadap budaya organisasi islam. Budaya organisasi islam
berpengaruh signifikan terhadap masqoshid syariah. Budaya organisasi
islam tidak mampu memoderasi akuntansi manajemen lingkungan
terhadap maqoshid syariah. Dan budaya organisasi islam tidak mampu
memoderasi pengungkapan lingkungan terhadap maqoshid syariah.
Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa praktik
keberlanjutan berbasis transparansi lingkungan lebih diapresiasi
oleh pemangku kepentingan dalam perspektif syariah. Penelitian
ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan. ABSTRACT
Awareness of environmental issues has become a major concern in
modern business practices. This study employs a quantitative approach
using secondary data obtained from the annual reports and
sustainability reports of manufacturing companies listed on the
Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019–2023. Data
analysis was conducted using panel data regression with the Fixed
Effect Model and Moderated Regression Analysis (MRA), assisted by
EViews 12 software.
The research findings indicate that environmental management
accounting has a significant effect on Maqashid Shariah.
Environmental disclosure also has a significant effect on Maqashid
Shariah. Furthermore, environmental management accounting and
environmental disclosure significantly influence Islamic organizational
culture. Environmental management accounting has a significant effect
on Islamic organizational culture, and environmental disclosure also
significantly affects Islamic organizational culture. In addition, Islamic
organizational culture has a significant effect on Maqashid Shariah.
However, Islamic organizational culture is not able to moderate the
relationship between environmental management accounting and
Maqashid Shariah, nor is it able to moderate the relationship between
environmental disclosure and Maqashid Shariah.
This study provides insight that sustainability practices based
on environmental transparency are more highly appreciated by
stakeholders from a Shariah perspective. Therefore, this research is
expected to serve as a reference for companies in implementing
sustainability-oriented strategies aligned with Islamic values
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOKDENGAN TEKNIK SELF-TALK DALAM MEMBANGUN RESILIENSI AKADEMIK PESERTA DIDIK DI SMKS MIFTAHUL ULUM BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan
layanan bimbingan kelompok dengan teknik self-talk dalam
membangun resiliensi akademik peserta didik di SMKS Miftahul
Ulum Bandar Lampung. Resiliensi akademik penting karena
membantu peserta didik menghadapi dan mengatasi kesulitan belajar.
Peserta didik dengan resiliensi rendah cenderung mudah cemas,
kurang percaya diri, cepat menyerah, serta memiliki pikiran negatif
terhadap diri sendiri. Masih terbatasnya penelitian mengenai
penguatan resiliensi akademik melalui teknik self-talk pada tingkat
SMK menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Oleh karena itu,
layanan bimbingan kelompok dengan teknik self-talk diterapkan
sebagai upaya membangun pola pikir positif dan meningkatkan
ketahanan akademik peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pendekatan ini
dipilih untuk memahami secara mendalam pelaksanaan layanan
bimbingan kelompok dengan teknik self-talk. Subjek penelitian
meliputi guru bimbingan dan konseling serta peserta didik yang
terlibat dalam layanan. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan
model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung dengan
pemetaan visual menggunakan NVivo 12 Pro untuk memperjelas pola
tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan layanan
bimbingan kelompok disusun secara sistematis, dimulai dari analisis
kebutuhan serta masalah,Penentuan tujuan ,analisis keadaan dan
situasi sekolah, Penetapan metode dan teknik yang akan digunakan,
Penentuan tenaga yang akan melaksanakan kegiatan, Persiapan untuk
fasilitas dan anggaran hingga Perkiraan mengenai berbagai kendala
yang mungkin terjadi. Sementara itu, pelaksanaan layanan
berlangsung melalui empat tahapan, yaitu tahap pembentukan, tahap
peralihan, tahap kegiatan/ inti, tahap penutup. Kesimpulan dari
penelitian ini menegaskan bahwa layanan bimbingan kelompok yang
terstruktur dengan teknik self-talk merupakan strategi yang efektif dan
dapat diterapkan sebagai intervensi konseling untuk menguatkan
resiliensi akademik.
Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik Self-talk, Resiliensi
Akademik
ii
ABSTRACT
This study aims to describe the implementation of group
guidance services using the self-talk technique in building students’
academic resilience at SMKS Miftahul Ulum Bandar Lampung.
Academic resilience is important because it helps students face and
overcome learning difficulties. Students with low academic resilience
tend to experience anxiety easily, lack self-confidence, give up quickly,
and have negative thoughts about themselves. The limited number of
studies on strengthening academic resilience through the self-talk
technique at the vocational high school level provides the rationale for
conducting this research. Therefore, group guidance services based on
the self-talk technique are applied as an effort to develop positive
thinking patterns and enhance students’ academic resilience.
This study employed a descriptive qualitative approach with a
field research design. This approach was chosen to gain an in-depth
understanding of the implementation of group guidance services using
the self-talk technique. The research subjects consisted of guidance
and counseling teachers and students who were directly involved in
the services. Data were collected through observation, interviews, and
documentation. Data analysis was conducted using an interactive
model that included data collection, data reduction, data display, and
conclusion drawing, and was supported by visual mapping using
NVivo 12 Pro to clarify thematic patterns.
The results of the study indicate that the planning of group
guidance services was systematically arranged, starting from needs
and problem analysis, goal determination, analysis of school
conditions and situations, selection of methods and techniques,
determination of personnel involved, preparation of facilities and
budget, to anticipation of possible obstacles. Meanwhile, the
implementation of the services was carried out through four stages:
the formation stage, transition stage, core activity stage, and closing
stage. The findings conclude that structured group guidance services
using the self-talk technique are an effective strategy and can be
applied as a counseling intervention to strengthen academic
resilience.
Keywords: Group Guidance, Self-Talk Technique, Academic
Resilienc
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR BERBASIS TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs MUHAMMADIYAH SUKARAME BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam
implementasi layanan bimbingan belajar berbasis teori kognitif sosial
Albert Bandura dalam meningkatkan disiplin belajar peserta didik.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi faktual di lapangan yang
menunjukkan masih rendahnya kualitas disiplin belajar peserta didik.
Permasalahan tersebut tercermin pada rendahnya kemampuan peserta
didik dalam mengatur waktu belajar di rumah, kurangnya ketertiban diri
saat mengikuti kegiatan belajar, rendahnya tingkat kerajinan serta
keteraturan dalam belajar, serta rendahnya perhatian peserta didik ketika
mengikuti pembelajaran di kelas. Kondisi ini berdampak pada kurang
optimalnya proses dan hasil belajar sehingga diperlukan layanan
bimbingan yang terarah dan berlandaskan teori. Teori kognitif sosial
Albert Bandura dipilih karena menekankan peran faktor pribadi,
lingkungan, dan perilaku dengan konsep utama self-regulation, self
efficacy, dan observational learning/modelling.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research) untuk memperoleh gambaran
mendalam mengenai implementasi layanan bimbingan belajar berbasis
teori kognitif sosial Albert Bandura dalam meningkatkan disiplin belajar
peserta didik. Peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung di
lingkungan sekolah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperkuat proses analisis,
peneliti menggunakan NVivo 12 Pro dalam pengelolaan data, proses
coding, pengelompokan tema, serta penyajian hasil secara visual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan
bimbingan belajar berbasis teori kognitif sosial Albert Bandura
dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi.
Tahap perencanaan meliputi analisis kebutuhan dan
permasalahan peserta didik, penentuan tujuan layanan, analisis situasi
sekolah, penentuan jenis kegiatan, metode dan teknik layanan, penetapan
personel, persiapan fasilitas dan biaya, serta identifikasi hambatan beserta
upaya penanganannya. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui tiga
langkah, yaitu pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap evaluasi
meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil untuk menilai ketercapaian
tujuan layanan. Hasil pelaksanaan layanan menunjukkan bahwa layanan
bimbingan belajar berbasis teori kognitif sosial Albert Bandura telah
dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
sebagai salah satu upaya pendukung dalam meningkatkan disiplin belajar
peserta didik.
Kata Kunci: Layanan Bimbingan Belajar, Teori Kognitif Sosial, Albert
Bandura, Disiplin Belajar
ii
ABSTRACT
This study aims to examine in depth the implementation of
tutoring services based on Albert Bandura's social cognitive theory in
improving student learning discipline. This research was motivated by the
factual conditions in the field, which show that the quality of student
learning discipline is still low. This problem is reflected in students' low
ability to manage their study time at home, lack of self-discipline when
participating in learning activities, low levels of diligence and regularity
in learning, and low levels of attention when participating in classroom
learning. This condition has an impact on the suboptimal learning
process and outcomes, thus requiring targeted and theory-based tutoring
services. Albert Bandura's social cognitive theory was chosen because it
emphasizes the role of personal factors, environment, and behavior with
the main concepts of self-regulation, self-efficacy, and observational
learning/modeling.
This study uses a qualitative approach with field research to
obtain an in-depth description of the implementation of Albert Bandura's
social cognitive theory-based tutoring services in improving student
learning discipline. The researcher collected data directly in the school
environment through observation, interviews, and documentation. The
data obtained was analyzed through the stages of data reduction, data
presentation, and conclusion drawing. To strengthen the analysis
process, the researcher used NVivo 12 Pro in data management, coding,
theme grouping, and visual presentation of results.
The results of the study show that the implementation of Albert
Bandura's social cognitive theory-based tutoring services was carried out
in three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The
planning stage included analyzing the needs and problems of students,
determining service objectives, analyzing the school situation,
determining the types of activities, methods and techniques of service,
assigning personnel, preparing facilities and costs, and identifying
obstacles and efforts to overcome them. The implementation stage was
carried out in three steps, namely opening, core activities, and closing.
The evaluation stage included process evaluation and outcome evaluation
to assess the achievement of service objectives. The results of the service
implementation showed that the Albert Bandura social cognitive theory
based tutoring service had been implemented through the stages of
planning, implementation, and evaluation as one of the supporting efforts
in improving student learning discipline.
Keywords: Learning Guidance, Social Cognitive Theory, Albert Bandura,
Learning Discipline
ANALISIS PERSEPSI ORANG TUA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 01 PAGAR DEWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ABSTRAK
Sebagian orang tua memahami PAUD sebagai tahap
pendidikan dasar yang menentukan kesiapan anak memasuki jenjang
sekolah dasar, namun sebagian lainnya masih menganggap PAUD
sekadar tempat bermain sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan
pendidikan anak belum optimal. Perbedaan persepsi ini berdampak
pada dukungan, partisipasi, dan kesadaran orang tua terhadap
pentingnya stimulasi yang tepat pada masa usia dini, sehingga perlu
dilakukan analisis mendalam untuk mengetahui bagaimana
sebenarnya persepsi orang tua di TK Negeri 01 Pagar Dewa terhadap
PAUD di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan
persepsi orang tua terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD).
Metode penelitian adalah kualitatif dengan pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara dan dokukumetasi. Subjek dalam
penelitian ini sebanyak 5 orang tua yang memiliki anak usia dini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melihat
berbagai perkembangan positif pada anak setelah mengikuti PAUD,
seperti meningkatnya kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan
bersosialisasi, dan kedisiplinan. Mereka memahami bahwa PAUD
bukan hanya tempat bermain, tetapi merupakan fase pendidikan awal
yang berperan penting dalam membentuk kesiapan akademik, sosial,
emosional, dan moral anak. Orang tua menyekolahkan anak di PAUD
untuk mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan dasar
dan membantu proses adaptasi di sekolah. Guru dipersepsikan sebagai
figur yang sabar, penyayang, dan berperan penting dalam menciptakan
suasana belajar yang bermakna. Mayoritas orang tua juga terlibat aktif
dalam kegiatan sekolah, meskipun beberapa menghadapi kendala
waktu akibat pekerjaan, namun tetap menjaga komunikasi dengan
guru. Penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua yang
sangat positif, dukungan guru, serta sinergi antara keluarga, sekolah,
dan lingkungan menjadi faktor utama keberhasilan perkembangan
holistik anak di PAUD Pagar Dewa.
Kata Kunci: persepsi orang tua, PAUD, perkembangan anak,
keterlibatan orang tua
ii
ABSTRACT
Some parents understand Early Childhood Education (PAUD)
as a fundamental educational stage that determines a child’s
readiness to enter primary school, while others still view PAUD
merely as a place to play, resulting in less optimal involvement in
their children’s educational activities. These differences in perception
affect parents’ support, participation, and awareness of the
importance of proper stimulation during early childhood. Therefore,
an in-depth analysis is needed to understand how parents truly
perceive PAUD in the region. This study aims to describe parents’
perceptions of early childhood education (PAUD).
The research method was qualitative, with data collected
through observation, interviews, and documentation. The subjects
were five parents of young children.
The results indicate that parents observed various positive
developments in their children after attending PAUD, such as
increased independence, self-confidence, social skills, and discipline.
They understand that PAUD is not merely a place to play but an early
educational phase that plays a crucial role in shaping children’s
academic, social, emotional, and moral readiness. Parents enroll their
children in PAUD to prepare them for entering primary school and to
support their school adaptation process. Teachers are perceived as
patient, caring figures who play an important role in creating
meaningful learning experiences. Most parents also actively
participate in school activities, although some face time constraints
due to work; they still maintain communication with teachers. The
research concluded that very positive parental perceptions, teacher
support, and synergy between family, school, and the environment are
the main factors in the success of children's holistic development at
Pagar Dewa Early Childhood Education.
Keywords: parents’ perception, early childhood education (PAUD),
child development, parental involvemen
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBANGUN KELUARGA HARMONIS DI DESA BANDAR AGUNG KECAMATAN BANDAR SRIBHAWONO
ABSTRAK
Keharmonisan keluarga merupakan fondasi utama dalam
membentuk kehidupan rumah tangga yang damai, tenteram, serta
penuh kasih sayang. Keharmonisan keluarga merupakan tujuan utama
dalam perkawinan, namun keadaan sosial menunjukkan bahwa tidak
semua keluarga mampu mempertahankannya. Tingginya angka
perceraian di Kabupaten Lampung Timur, termasuk di Desa Bandar
Agung Kecamatan Bandar Sribhawono, mengindikasikan adanya
permasalahan dalam kehidupan rumah tangga, salah satunya berkaitan
dengan komunikasi keluarga. Komunikasi yang kurang efektif dapat
memicu konflik dan melemahkan ikatan emosional antar anggota
keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pola
komunikasi keluarga dalam membangun keluarga harmonis di Desa
Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif
dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer
diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima
keluarga yang telah tinggal di Desa Bandar Agung selama lebih dari
sepuluh tahun. Sementara data sekunder diperoleh melalui
dokumentasi, buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan dengan teori
komunikasi keluarga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui
teknik triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi
keluarga di Desa Bandar Agung cenderung bersifat sirkuler (dua
arah), di mana setiap anggota keluarga berpartisipasi aktif dalam
menyampaikan pendapat, menanggapi pesan, serta mencari solusi
bersama terhadap permasalahan rumah tangga. Komunikasi yang
diterapkan oleh keluarga-keluarga di desa ini ditandai dengan
keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan,
sebagaimana dijelaskan dalam teori komunikasi interpersonal oleh
Deddy Mulyana. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa
nilai-nilai keagamaan, kebiasaan bermusyawarah, serta budaya gotong
royong yang kuat menjadi faktor eksternal yang memperkuat
keharmonisan keluarga di Desa Bandar Agung. Hambatan komunikasi
yang muncul biasanya disebabkan oleh perbedaan emosi, kesibukan
pekerjaan, dan pengaruh teknologi digital, namun dapat diatasi
melalui dialog terbuka dan kesadaran bersama untuk menjaga
keharmonisan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa
ii
komunikasi keluarga yang efektif menjadi kunci utama dalam
membangun keluarga harmonis. Keterbukaan, empati, dan dukungan
emosional antar anggota keluarga berperan penting dalam
menciptakan hubungan yang stabil dan penuh kasih sayang. Dengan
menerapkan komunikasi yang baik dan nilai-nilai keislaman, keluarga
di Desa Bandar Agung mampu menjaga hubungan yang selaras,
damai, serta berlandaskan kasih sayang (mawaddah wa rahmah).
Kata Kunci : Komunikasi Keluarga, Keluarga Harmonis, Pola
Komunikasi.
iii
ABSTRACT
Family harmony is the fundamental foundation in shaping a
peaceful, secure, and affectionate household life. Achieving family
harmony is one of the primary goals of marriage; however, social
conditions indicate that not all families are able to maintain it. The
high divorce rate in East Lampung Regency, including in Bandar
Agung Village, Bandar Sribhawono District, indicates the presence of
problems within family life, one of which is related to family
communication. Ineffective communication can trigger conflicts and
weaken emotional bonds among family members. Therefore, this study
focuses on family communication patterns in building harmonious
families in Bandar Agung Village, Bandar Sribhawono District.
This study employs a qualitative descriptive method using
field research as its approach. Primary data were collected through
in-depth interviews and observations with five families who have lived
in Bandar Agung Village for more than ten years. Secondary data
were obtained through documentation, books, journals, and other
literature relevant to the theories of family communication. The data
analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which
includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The
validity of the data was tested through source triangulation and
method triangulation.
The results of the study show that family communication
patterns in Bandar Agung Village tend to be circular (two-way),
where each family member actively participates in expressing
opinions, responding to messages, and finding solutions together to
household problems. The communication within these families is
characterized by openness, empathy, supportiveness, positivity, and
equality, as described in the interpersonal communication theory of
Deddy Mulyana. Furthermore, this research found that religious
values, a tradition of mutual consultation (musyawarah), and strong
communal culture (gotong royong) serve as external factors that
strengthen family harmony in the village. Communication barriers
that arise are generally caused by emotional differences, work
busyness, and the influence of digital technology, but they can be
overcome through open dialogue and shared awareness of
maintaining harmony. In conclusion, the study confirms that effective
family communication is the key to building a harmonious family.
Openness, empathy, and emotional support among family members
play an essential role in creating stable and affectionate relationships.
iv
By applying good communication and Islamic values, the families in
Bandar Agung Village are able to maintain relationships that are
balanced, peaceful, and filled with love (mawaddah wa rahmah).
Keywords : Family Communication, Harmonious Family,
Communication Pattern
HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA AKTIF ORGANISASI DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR
ABSTRAK
Hubungan antara Self-regulated Learning Dan Dukungan Sosial
Dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Aktif Organisasi
Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir
Oleh;
Annisa Tulhilmiah
Salah satu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa yaitu
melakukan kegiatan yang tidak terarah dan tidak terprogram sehingga
pekuliahanya akan terbengkalai dan tidak selesai tepat waktu hal ini
menunjukan bahwa mahasiswa mengalami prokrastinasi akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self
regulated learning dan dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik
pada mahasiswa aktif organisasi dalam menyelesaikan tugas akhir.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 130 responden.
Pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga variabel.
Menggunakan Teknik analisis regresi berganda dengan bantuan
software JASP versi 16.4 for windows. Hasil penelitian dapat diliat dari
nilai R =0.631 dan nilai F =42.104 dengan signifikasi p<0.001 dan
sumbangan efektif sebesar 39.9%, yang berarti ada hubungan yang
signifikan antara self-regulated learning dan dukungan sosial dengan
prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif organisasi dalam
menyelesaikan tugas akhir. Kemudian nilai (rx 1-y) -0.586 dan
p<0.001, sumbangan efektif sebesar 19.8%, sehingga terdapat
hubungan negatif dan signifikan antara self-regulated learning dengan
prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif organisasi dalam
menyelesaikan tugas akhir. Nilai (rx2-y) sebesar -0.587 dan p<0.001,
sumbangan efektif sebesar 20.1%, sehingga terdapat hubungan negatif
signifikan antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik pada
mahasiswa aktif organisasi dalam menyelesaikan tugas akhir. Hasil
tersebut menunjukan bahwa apabila self-regulated learning dan
dukungan sosial rendah maka prokrastinasi akademik tinggi, begitupun
sebaliknya.
Kata kunci: Self-regulated Learning, Dukungan Sosial, Prokrastinasi
Akademik, Mahasiswa Organisasi. ABSTRACT
The Relationship between Self-Regulated Learning and Social Support
with Academic Procrastination in Active Students in Organizations in
Completing Final Projects
Oleh;
Annisa Tulhilmiah
One of the problems often experienced by students is carrying out
undirected and unprogrammed activities so that their assignments will
be neglected and not completed on time. This indicates that students
experience academic procrastination. This study aims to analyze the
relationship between self-regulated learning and social support with
academic procrastination in active organizational students in
completing their final assignments. This study uses a quantitative
method with a purposive sampling technique and obtained a sample of
130 respondents. Data collection for this study uses three variables.
Using multiple regression analysis techniques with the help of JASP
software version 16.4 for windows. The results of the study can be seen
from the R value = 0.631 and F value = 42.104 with a significance of p
<0.001 and an effective contribution of 39.9%, which means there is a
significant relationship between self-regulated learning and social
support with academic procrastination in active organizational
students in completing their final assignments. Then the value (rx 1-y)
is -0.586 and p <0.001, an effective contribution of 19.8%, so there is
a negative and significant relationship between self-regulated learning
and academic procrastination in active organizational students in
completing their final assignments. The value (rx2-y) is -0.587 and p
<0.001, an effective contribution of 20.1%, so there is a significant
negative relationship between social support and academic
procrastination in active organizational students in completing their
final assignments. These results indicate that if self-regulated learning
and social support are low then academic procrastination is high, and
vice versa.
Keywords: Self-regulated Learning, Social Support, Academic
Procrastination, Students in Organization
PENGARUH EXTERNAL PRESSURE DAN NATURE OF INDUSTRY TERHADAP FINANCIAL STATEMENT FRAUD DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI SYARIAH (Pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023)
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus
kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sub sektor farmasi,
yang menunjukkan masih lemahnya transparansi dan akuntabilitas
dalam proses pelaporan keuangan. Kondisi tersebut mencerminkan
adanya kemungkinan ketidaksesuaian informasi yang dapat merugikan
pemangku kepentingan dan bertentangan dengan prinsip amanah,
kejujuran, serta keadilan dalam akuntansi syariah. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh external pressure yang diproksikan
melalui rasio leverage serta nature of industry yang diproksikan
melalui receivable terhadap financial statement fraud.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
asosiatif, teknik pengambilan data melalui data sekunder berupa anual
report yang diperoleh dari website www.idx.co.id. Populasi
penelitian mencakup 13 perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023, dengan teknik purposive
sampling menghasilkan 6 perusahaan sampel. Teknik analisis data
menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak
IMB SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa external pressure dan
nature of industry berpengaruh negatif signifikan terhadap financial
statement fraud. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tingkat
leverage maupun receivable yang tinggi tidak meningkatkan financial
statement fraud, melainkan mendorong perusahaan meningkatkan
pengendalian dan akurasi pelaporan. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa penerapan prinsip akuntansi syariah mendukung peningkatan
integritas dan keandalan informasi keuangan. ABSTRACT
This study is motivated by the increasing incidence of financial
statement fraud within pharmaceutical sub-sector companies,
indicating persistent weaknesses in transparency and accountability
in financial reporting. Such conditions reflect the potential for
information inconsistency that may harm stakeholders and contradict
the principles of trustworthiness, honesty, and fairness in Islamic
accounting. This research aims to examine the effect of external
pressure proxied by the leverage ratio and the nature of industry
proxied by receivables on financial statement fraud.
The study employs a quantitative approach with an associative
design, using secondary data in the form of annual reports obtained
from the official website www.idx.co.id. The research population
consists of 13 pharmaceutical sub-sector companies listed on the
Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019–2023, from
which 6 companies were selected as samples through purposive
sampling. Data analysis was carried out using multiple linear
regression with the aid of IBM SPSS version 26.
The results show that external pressure and nature of industry
have a significant negative effect on financial statement fraud. These
findings indicate that higher leverage and greater receivable
proportions do not increase the likelihood of financial statement
manipulation; instead, they encourage firms to strengthen control and
reporting accuracy. This study concludes that the application of
Islamic accounting principles supports the enhancement of financial
information integrity and reliability
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENCEGAH PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 PESAWARAN
ABSTRAK
Perilaku agresif seringkali muncul pada peserta didik disekolah
khususnya sekolah menengah pertama, adapun bentuk perilaku agresif
yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan menyakiti orang lain
baik secara fisik, verbal maupun psikologis. Perilaku ini bertentangan
dengan norma sosial dan dapat berdampak buruk baik bagi pelaku
maupun korban. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya gejala
perilaku agresif pada peserta didik kelas VII J SMP Negeri 1
Pesawaran, yang di tandai dengan agresif verbal (berkata kasar,
mengejek) dan agresif fisik (mencubit, memukul, mengganggu
teman). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran
umum, tahapan, dan hasil pelaksanaan layanan informasi
menggunakan media audio visual dalam mencegah perilaku agresif
tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang
digunakan untuk menganalisis data atau menggambarkan informasi
yang telah terkumpul. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara,
observasi, dan dokumentasi keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi. Partisipan penelitian terdiri dari satu guru bimbingan dan
konseling lima peserta didik yag menunjukkan indikasi perilaku
agresif dan lima peserta didik non-agresif di kelas VII J. Adapun
teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu Data Reduction (Reduksi
Data), Data Display (Penyajian Data), dan Conclusion Drawing
(Menarik Kesimpulan).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan
informasi dengan media audio visual dapat dijadikan sebagai upaya
preventif yang efektif dalam mencegah perilaku agresif peserta didik
yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan,
tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Adanya perubahan positif yang
signifikan dalam pemahaman, sikap, dan perilaku pada peserta didik
non-agresif. Perubahan ini tidak hanya memperoleh pengetahuan
kognitif, tetapi juga mengembangkan motivasi dan keberanian untuk
mengambil peran aktif dalam mencegah perilaku agresif. Dengan
demikian pelaksanaan layanan informasi menggunakan media audio
visual dalam mencegah perilaku agresif peserta didik di SMP Negeri 1
Pesawaran memiliki tujuan yang jelas dalam melaksanakan layanan
yaitu mencegah terjadinya perilaku agresif pada peserta didik di SMP
Negeri 1 Pesawaran.
Kata Kunci : Layanan Informasi, Media Audio Visual, Perilaku
Agresif
ii
ABSTRACT
Aggressive behavior often occurs among students in schools,
particularly in junior high schools. This behavior takes the form of
intentional acts aimed at harming others, whether physically,
verbally, or psychologically. Such conduct violates social norms and
can have negative impacts on both the perpetrators and the victims.
This research is motivated by the observed signs of aggressive
behavior among students in Class VII J at SMP Negeri 1 Pesawaran,
characterized by verbal aggression (using harsh language, mocking)
and physical aggression (pinching, hitting, disturbing peers). The
purpose of this study is to describe the general overview, stages, and
outcomes of implementing an information service using audiovisual
media to prevent such aggressive behavior.
This research employs a descriptive qualitative method to
analyze data and depict the collected information. Data collection
techniques include interviews, observations, and documentation, with
data validity ensured through triangulation. The research participants
consist of one guidance and counseling teacher, five students
exhibiting indications of aggressive behavior, and five non-aggressive
students from class VII J. Data analysis is conducted in three stages:
Data Reduction, Data Display, and Conclusion Drawing.
Based on the research findings, it can be concluded that
information services utilizing audio-visual media can serve as an
effective preventive measure against student aggressive behavior. The
implementation follows several stages: planning, execution, and
evaluation. A significant positive change was observed in the
understanding, attitudes, and behavior of non-aggressive students.
This change not only involved acquiring cognitive knowledge but also
developing motivation and the courage to take an active role in
preventing aggressive behavior. Thus, the implementation of
information services using audio-visual media to prevent student
aggressive behavior at SMP Negeri 1 Pesawaran has a clear purpose:
to prevent the occurrence of aggressive behavior among students.
Keywords : Information
Service,
Aggressive Behavio
PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KELAS VII DI SMP DARUSSALAM ARGOMULYO TANGGAMUS
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media bimbingan
dan konseling (BK) berupa video animasi sebagai sarana untuk
meningkatkan
motivasi belajar peserta didik kelas VII di SMP
Darussalam Argomulyo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya
motivasi belajar peserta didik karena banyaknya ditraksi yang dapat
mengalihkan perhatian mereka dari kegiatan belajar serta metode yang
digunakan monoton tanpa adanya dukungan media yang menarik. Jenis
penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and
Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang
meliputi
lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development,
Implementation, dan Evaluation.
Tahap analisis ditemukan bahwa peserta didik membutuhkan
media layanan yang interaktif dan menarik untuk meningkatkan motivasi
belajar. Tahap desain dilakukan dengan merancang video animasi. Tahap
pengembangan meliputi proses pembuatan video dan validasi oleh para
ahli (materi, bahasa, dan media). Tahap implementasi dilakukan uji coba
kelompok kecil dan kelompok besar kepada peserta didik, Sedangkan
tahap evaluasi mencakup perbaikan media berdasarkan umpan balik ahli
serta hasil tanggapan pendidik dan peserta didik. Meskipun penelitian
sebelumnya
juga menggunakan video animasi, namun terdapat
perbedaan pada pada inovasi, isi, elemen yang digunakan, karakter, dan
interaksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi yang
dikembangkan sangat layak dan berkontribusi secara signifikan terhadap
motivasi belajar peserta didik. Hasil validasi menunjukkan nilai
kelayakan sebesar 95% dari ahli materi, 75% dari ahli bahasa, 85% dari
ahli media dengan kategori “sangat layak”. Uji statistik menggunakan uji
Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000<0,005, yang berarti
terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan media video animasi
terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Respon dari pendidik
memperoleh persentase 85%, sedangkan respon peserta didik mencapai
84% (uji coba kelompok kecil) dan 85% (uji coba kelompok besar)
dengan kategori “sangat menarik”. Dengan demikian, pengembangan
media BK berupa video animasi dalam meningkatkan motivasi belajar
terbukti layak dan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan
motivasi belajar peserta didik dan dapat menciptakan suasana belajar
yang lebih menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan
generasi digital saat ini.
Kata kunci: Media BK, Video Animasi, Motivasi Belajar, Model ADDIE,
Research and Development.
ii
ABSTRACT
This research aims to develop guidance and counseling
(G&C) media in the form of an animated video as a tool to enhance
students’ learning motivation among seventh-grade students at SMP
Darussalam Argomulyo. The background of this study stems from the
low learning motivation of students due to the many distractions that
can divert their attention from learning activities and the monotonous
methods used without the support of interesting media. This research
applies the Research and Development (R&D) approach using the
ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis,
Design, Development, Implementation, and Evaluation.
The analysis stage found that students need interactive and
engaging media to increase their motivation to learn. The design
stage was carried out by designing animated videos. The development
stage included the process of creating videos and validation by
experts (material, language, and media). The implementation stage
involved small and large group trials with students, while the
evaluation stage included media improvements based on expert
feedback and responses from educators and students. Although
previous research also used animated videos, there were differences
in innovation, content, elements used, characters, and interaction.
The results of the study show that the developed animated
video media is highly feasible and contributes significantly to
students’ learning motivation. Validation results obtained 95% from
content experts, 75% from language experts, and 85% from media
experts, categorized as “highly feasible.” Statistical testing using the
Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 < 0.005,
indicating a significant effect of the animated video media on
increasing students’ learning motivation. Teacher responses reached
85%, while student responses were 84% (small-scale) and 85%
(large-scale), categorized as “very interesting”. Therefore, the
development of guidance and counseling media in the form of
animated videos has been proven to be feasible and to contribute
significantly to students’ learning motivation, creating a more
enjoyable, interactive, and relevant learning atmosphere that meets
the needs of today’s digital generation.
Keywords: Guidance and Counseling Media, Animated Video,
Learning Motivation, ADDIE Model, Research and
Development
PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT, EKSPOR BARANG DAN JASA, TINGKAT INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI 10 NEGARA ASEAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
ABSTRAK
Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator
makroekonomi yang sangat penting dalam peningkatan kapasitas
suatu perekonomian untuk memproduksi barang dan jasa dari waktu
ke waktu. Secara konseptual, pertumbuhan ini mencerminkan
ekspansi dalam aktivitas ekonomi, yang seringkali diukur melalui
peningkatan PDB riil yang akan mengeliminasi pengaruh inflasi
sehigga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang
peningkatan volume produksi yang sesungguhnya. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pengaruh Foreign
Direct Investment (FDI), ekspor barang dan jasa, dan tingkat inflasi
terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketiga variabel ini merupakan
indikator makroekonomi utama yang dianggap memiliki Metodologi
yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
model analisis regresi, seperti Regresi Linier Berganda atau analisis
data panel. Model ini digunakan untuk menguji hubungan kausalitas2
dan signifikansi antara variabel FDI, ekspor, inflasi, dan
pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan
bahwa FDI memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi, ekspor barang dan jasa memiliki pengaruh
positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. tingkat inflasi
memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi. Secara simultan ketiga variabel FDI, Ekspor,
Tingkat inflasi bersama-sama memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi di 10 negara ASEAN tahun 2018-
2022. ABSTRACT
Economic growth is one of the very important macroeconomic
indicators, which shows the increase in the capacity of an economy to
produce goods and services over time. Conceptually, this growth
reflects the expansion of economic activity, which is often measured
through increases in real GDP that eliminate the effects of inflation,
thus providing a more accurate picture of the actual increase in
production volume. This research aims to analyze and identify the
effects of Foreign Direct Investment (FDI), exports of goods and
services, and the inflation rate on economic growth. These three
variables are considered major macroeconomic indicators that have
significance. The methodology applied is a quantitative approach
using regression analysis models, such as Multiple Linear Regression
or panel data analysis. This model is used to test the causal3
relationships and significance between the independent variables
(FDI, exports, and inflation) and the dependent variable (economic
growth). The results of the research partially indicate that FDI has a
negative but insignificant effect on economic growth, while exports of
goods and services have a significant positive effect on economic
growth. The inflation rate has a positive but insignificant effect on
economic growth. However, in a partial manner, the three variables
of FDI, Exports, and Inflation Rate together have a significant
positive effect on economic growth in 10 ASEAN countries from 2018
to 2022