Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA PADA PESERTA DIDIK MULTIKULTURAL DI SMAS PERSADA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini bertujaun untuk mengetahui layanan bimbingan pribadi-sosial dalam membentuk sikap toleransi melalui ekstrakurikuler pramuka pada peserta didik multikultural di SMAS Persada Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini karena semakin diwarnai oleh keragaman suku,budaya, agama, dan latar belakang sosial. dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat menjadi wadah yang efektif untuk menumbuhkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan. peserta didik multikultural sering kali menghadapi tantangan dalam berinteraksi secara harmonis karena perbedaan nilai, norma, dan kebiasaan. sikap toleransi menjadi kunci penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan damai. layanan bimbingan pribadi-sosial dalam bimbingan dan konseling memiliki peran strategis untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial termasuk toleransi. melalui pendekatan ini, dengan mengintegrasikan layanan bimbingan pribadi sosial dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai strategi untuk membentuk sikap toleransi. peserta didik diajak untuk memahami perbedaan, menghargai keragaman, dan membangun hubungan positif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan natural setting (kondisi yang alamiah), teknik pengumpulan data lebih banyak dilakukan pada observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan proses analisis data melalui tahapan; reduksi data, penyajian atau display data dan pemberian kesimpulan. Proses analisis data dibantu dengan bantuan program NVivo 12 Pro, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menyatakan bahwa layanan bimbingan pribadi-sosial dalam membentuk sikap toleransi melalui ekstrakurikuler pramuka pada peserta didik multikultural di SMAS Persada Bandar Lampung telah dilaksanakan oleh guru bimbingan dan ii konseling dengan baik dan sangat membantu peserta didik dalam membentuk sikap toleransi. perubahan peserta didik dalam membentuk sikap toleransi yakni menunjukkan nilai toleransi yang kuat yaitu dengan berempati, peserta didik dapat memahami dan merasakan perasaan orang lain, Solidaritas Sosial adalah rasa kesatuan atau kebersamaan yang didasarkan pada kepentingan bersama. Dalam konteks toleransi, peserta didik bersedia membantu dan mendukung sesama tanpa memandang latar belakang perbedaan. Menghargai Pendapat, peserta didik mengakui hak orang lain untuk memiliki pandangan yang berbeda dari diri sendiri, mendengarkan pandangan tersebut, dan tidak memaksakan kehendak atau pandangan pribadi. Kata Kunci : Layanan Bimbingan Pribadi-Sosial, Sikap Toleransi, Ekstrakurikuler Multikultural. Pramuka, Peserta Didik iii ABSTRACT This thesis aims to examine the effectiveness of personal social guidance services in fostering tolerance through scouting extracurricular activities for multicultural students at SMA Persada Bandar Lampung. The background to this research is the increasing diversity of ethnicities, cultures, religions, and social backgrounds. Scouting extracurricular activities can be an effective platform for fostering understanding and appreciation of differences. Multicultural students often face challenges in interacting harmoniously due to differences in values, norms, and customs. Tolerance is key to creating an inclusive and peaceful school environment. Personal-social guidance services within guidance and counseling play a strategic role in helping students develop social skills, including tolerance. Through this approach, integrating personal-social guidance services into scouting extracurricular activities as a strategy to foster tolerance, students are encouraged to understand differences, appreciate diversity, and build positive relationships with their peers. The method used in this study is qualitative field research with a descriptive approach. Data collection was conducted in a natural setting (natural conditions), with data collection techniques primarily utilizing observation, interviews, and documentation. In this study, the researcher conducted a data analysis process through the following stages: data reduction, data presentation or display, and drawing conclusions. The data analysis process was assisted by the NVivo 12 Pro program, while triangulation was used to validate the data. The results of the study indicate that the personal-social guidance service in fostering tolerance through scouting extracurricular activities for multicultural students at SMAS Persada Bandar Lampung was implemented effectively by guidance and counseling teachers and significantly assisted students in developing tolerance. Changes in student tolerance include demonstrating strong tolerance values through empathy, allowing iv students to understand and feel the feelings of others. Social solidarity is a sense of unity or togetherness based on shared interests. In the context of tolerance, students are willing to help and support others regardless of their backgrounds. Respecting Opinions: Students acknowledge the right of others to hold views different from their own, listen to those views, and refrain from imposing their will or personal views. Keywords: Personal-Social Guidance Services, Tolerance Attitude, Scout Extracurricular Activities, Multicultural Students

    PENGARUH INSPIRASI PELANGGAN PADA PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP NIAT PEMBELIAN DENGAN KREDIBILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM (Studi Pada Pengguna Jasa Papan Akrilik Special_Untukmu Di Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inspirasi pelanggan pada pemasaran media sosial terhadap niat pembelian, serta menguji peran kredibilitas sebagai variabel moderasi dalam perspektif bisnis Islam. Objek penelitian ini adalah para pengguna jasa papan akrilik Special_Untukmu di Kota Bandar Lampung. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 97 responden yang diperoleh menggunakan rumus Lameshow. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspirasi pelanggan pada pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-value 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat inspirasi yang ditimbulkan dari konten media sosial, semakin besar pula niat pelanggan untuk membeli produk. Sementara itu, variabel kredibilitas terbukti memoderasi hubungan tersebut secara negatif dan signifikan dengan p-value 0,002 < 0,05, yang berarti kredibilitas memperlemah pengaruh inspirasi pelanggan terhadap niat pembelian. Dalam perspektif bisnis Islam, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya kejujuran, transparansi, dan keberkahan dalam aktivitas pemasaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model perilaku konsumen berbasis teori StimulusOrganism-Response (S-O-R) dan Source Credibility Theory, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku usaha agar menyeimbangkan antara daya tarik emosional konten dan kredibilitas pesan dalam pemasaran media sosial. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of customer inspiration in social media marketing on purchase intention and to examine the moderating role of credibility within the perspective of Islamic business ethics. The research object focuses on customers of Special_Untukmu, an acrylic board customization service in Bandar Lampung. The study applied a quantitative approach using questionnaires distributed to 97 respondents, determined through the Lameshow formula. Data were analyzed using the Partial Least Square (PLS) method with SmartPLS 4.0. The results indicate that customer inspiration in social media marketing has a positive and significant effect on purchase intention, with a p-value of 0.004 < 0.05. This finding implies that the higher the inspiration generated by social media content, the stronger the customers’ intention to purchase. Meanwhile, credibility significantly and negatively moderates this relationship, with a p-value of 0.002 < 0.05, meaning that credibility weakens the influence of customer inspiration on purchase intention. From an Islamic business perspective, these findings emphasize the importance of honesty, transparency, and blessings (barakah) in digital marketing activities. This study contributes theoretically by enriching the StimulusOrganism-Response (S-O-R) and Source Credibility Theory frameworks in consumer behavior research, and practically by suggesting that businesses should balance emotional appeal and message credibility in their social media marketing strategies

    IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE DALAM MEREDUKSI PERILAKU KONFORMITAS NEGATIF PESERTA DIDIK DI MTS NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan tentang implementasi layanan konseling kelompok dengan teknik assertive dalam mereduksi perilaku konformitas negatif peserta didik di MTs Negeri 1 Bandar Lampung. Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai perilaku konformitas negatif pada peserta didik, jadi perilaku konformitas negatif yang dialami peserta didik harus di berikan intervensi oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah melalui layanan konseling kelompok dengan teknik assertive dalam mereduksi perilaku konformitas negatif pada peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, menggunakan triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan guru bimbingan dan konseling yang bertugas serta menangani masalah peserta didik di MTs Negeri 1 Bandar Lampung. Tahap perencanaan yang dilakukan oleh guru BK adalah menganalisis kebutuhan peserta didik, menentukan tempat dan waktu pelaksanaan layanan, membuat materi pembelajaran, membuat tujuan dan arah layanan konseling, menentukan metode dan teknik dasar serta menyiapkan sarana yaitu ruang BK yang nyaman, serta guru BK juga menyiapkan RPL yang sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Selanjutnya guru BK melaksanakan layanan konseling kelompok sesuai dengan RPL yang telah di rencanakan. Pada tahap evaluasi guru BK bekerja sama dengan guru wali kelas, guru mapel lain, serta wali murid untuk memantau perubahan perilaku peserta didik. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan teknik assertive dalam mereduksi perilaku konformitas negatif pada peserta didik di MTs Negeri 1 Bandar Lampung telah dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling dengan baik dan sangat membantu peserta didik dalam mereduksi perilaku konformitas negatif. Kata Kunci : Layanan Konseling Kelompok, Assertive, Mereduksi Konformitas Negatif ii ABSTRACT This study describes the implementation of group counseling services with assertive techniques in reducing students' negative conformity behavior at MTs Negeri 1 Bandar Lampung. The problem in this study is about negative conformity behavior in students, so negative conformity behavior experienced by students must be given intervention by guidance and counseling teachers in schools through group counseling services with assertive techniques in reducing negative conformity behavior in students. The type of research used in this study is a qualitative method with data collection techniques, using triangulation, namely observation, interviews and documentation involving guidance and counseling teachers who are in charge and handling student problems at MTs Negeri 1 Bandar Lampung. The planning stage carried out by BK teachers is to analyze the needs of students, determine the place and time of service implementation, create learning materials, make the goals and directions of counseling services, determine basic methods and techniques and prepare facilities, namely a comfortable BK room, and BK teachers also prepare RPL that is in accordance with the problems experienced by students. Furthermore, BK teachers carry out group counseling services in accordance with the planned RPL. At the evaluation stage, BK teachers work together with homeroom teachers, other mapel teachers, and parents to monitor changes in student behavior. The results of this study stated that the implementation of group counseling services with assertive techniques in reducing negative conformity behavior in students at MTs Negeri 1 Bandar Lampung has been carried out by guidance and counseling teachers well and is very helpful for students in reducing negative conformity behavior. Keywords: Group Counseling Services, Assertive, Reducing Negative Conformit

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK BELAJAR SISWA KELAS 4 PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SD/MI

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi intrinsik belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, yang dipengaruhi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang bersemangat, kurang fokus, serta hanya mengandalkan dorongan eksternal dalam belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Wordwall berbasis proyek yang dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa kelas IV SD/MI melalui pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli bahasa, ahli media, guru kelas, serta siswa kelas IV pada uji coba skala kecil dan besar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket respon pendidik dan peserta didik, serta tes motivasi intrinsik melalui pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan serta efektivitas media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Wordwall berbasis proyek sangat layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS. Validasi ahli memperoleh skor rata-rata 4,44 (materi), 4,71 (bahasa), dan 4,78 (media) dengan skor komposit keseluruhan 4,62 yang termasuk kategori sangat layak. Uji coba skala kecil memperoleh persentase kelayakan 93,82% dan uji coba skala besar menghasilkan respon pendidik dengan skor 4,42. Efektivitas media terlihat dari peningkatan motivasi intrinsik siswa, di mana skor pre-test sebesar 46,04 meningkat menjadi 53,96 pada post-test dengan selisih 7,92 poin. Nilai t hitung 12,10 lebih besar dari t tabel 2,069, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, media Wordwall berbasis proyek terbukti efektif meningkatkan motivasi intrinsik siswa dalam pembelajaran IPAS. Kata Kunci: Wordwall, Pembelajaran Berbasis Proyek, Motivasi Intrinsik, IPAS, Media Pembelajaran. iii ABSTRACT This study was motivated by the low intrinsic learning motivation of students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject, which was caused by the limited use of engaging and interactive learning media. This condition led to low enthusiasm, limited focus, and students’ reliance on external reinforcement in learning. Therefore, this research aims to develop a project-based Wordwall learning media to enhance the intrinsic motivation of fourth-grade students by providing a more active, meaningful, and enjoyable learning experience. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects consisted of material experts, language experts, media experts, classroom teachers, and fourth-grade students participating in small scale and large-scale trials. Data were collected through expert validation questionnaires, teacher and student response questionnaires, and intrinsic motivation tests administered before and after the implementation. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods to assess the feasibility and effectiveness of the developed media. The results indicate that the project-based Wordwall media is highly feasible and effective for use in IPAS learning. Expert validations yielded average scores of 4.44 (material), 4.71 (language), and 4.78 (media), with an overall composite score of 4.62 categorized as highly feasible. The small-scale trial achieved a feasibility percentage of 93.82%, while the large-scale trial recorded a teacher response score of 4.42. The effectiveness of the media is demonstrated by the increase in students’ intrinsic motivation scores, where the pre-test average of 46.04 rose to 53.96 in the post-test, with a difference of 7.92 points. The paired sample t-test showed t-count = 12.10, which is greater than t-table = 2.069, indicating a statistically significant improvement. Thus, the project-based Wordwall media is proven to effectively enhance students’ intrinsic motivation in learning IPAS. Keywords: Wordwall, Project-Based Learning, Intrinsic Motivation, IPAS, Learning Media

    HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN SELF-DIRECTED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA.

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN SELF-DIRECTED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA Oleh: Apriliyanti Septiani Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal serta kurangnya motivasi belajar yang berdampak pada rendahnya kemandirian belajar, penelitian ini,menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 14 Bandar Lampung dengan sampel penelitian yang ditentukan melalui Teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi literasi digital dan self-directed leraning, serta angket literasi digital,motivasi belajar,dan self-directed learning yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan diuji dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi digital dengan self directed learning dengan nilai korelasi r= 0,197, sedangkan motivasi belajar memiliki hubungan yang kuat dengan self-directed learning dengan nilai korelasi r= 0,245 dan signifikansi p=0,004. Hasil uji t menunjukkan kedua variabel berpengaruh signifikan, dengan kontribusi literasi digital sebesar Beta= 0,222. Uji F menghasilkan nilai f hitung= 6,534 dengan signifikansi p= 0,002 (<0,05) yang berarti literasi digital dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh terhadap self-directed learning Dengan demikian, Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi peserta didik,pendidik, maupun pihak sekolah dalam menentuan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Literasi Digital, Motivasi Belajar, Self-Directed Learning, Biologi iii ABSTRACT This study aims to determine the relationship between digital literacy and learning motivation with self-directed learning in biology learning among tenth grade high school students. The background of this research is the low ability of students to optimally utilize digital technology as well as the lack of learning motivation, which impacts their low level of independent learning. This research employed a quantitative method with a correlational design. The population consisted of all tenth-grade students at SMA Negeri 14 Bandar Lampung, with the sample selected using a random sampling technique. The research instruments included digital literacy, learning motivation, and self-directed learning questionnaires, all of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation and multiple regression tests with the assistance of SPSS software. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship between digital literacy and self-directed learning with a correlation value of r = 0.197, while learning motivation has a stronger relationship with self-directed learning with a correlation value of r = 0.245 and a significance level of p = 0.004. The t-test results show that both variables significantly influence self�directed learning, with the contribution of digital literacy at Beta = 0.167 and learning motivation at Beta = 0.222. The F-test yields an Fcount = 6.534 with a significance level of p = 0.002 (<0.05), which means that digital literacy and learning motivation simultaneously have a significant effect on self-directed learning. Therefore, it can be concluded that learning motivation plays a more dominant role than digital literacy in improving students’ self-directed learning. This study is expected to provide valuable input for students, educators, and schools in developing more effective and efficient learning strategies. Keywords: Digital Literacy, Learning Motivation, Self-Directed Learning, Biology

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KYAI DALAM KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM SUMEDANG SARI OKU TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi Kepemimpinan Tranformasional Kyai dalam Kelembagaan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Darussalam Sumedang Sari Oku Timur. Penelitian ini berangkat dari pentingnya peran kepemimpinan kyai dalam membentuk moral, karakter, serta spiritualitas santri ditengah tantangan modernisasi. Metode penelitian yang digunakan Adalah kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara terpimpin, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai di pondok pesantren Darussalam menerapkan empat dimensi utama kepemimpinan tranformasional, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan konsiderasi individu. Kyai berperan sebagai teladan moral spiritual, memberikan inspirasi melalui ajaran dan keteladanan, mendorong santri berpikir kritis serta kreatif dalam memecahkan masalah, dan menunjukkan perhatian personal terhadap perkembangan setiap santri. Gaya kepemimpinan ini efektif dalam membangun kultur pesantren yang harmonis, produktif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai islam. Kesimpulan dari penelitian ini Adalah bahwa kepemimpinan tranformasional kyai mampu mengintegritaskan nilai-nilai islam dengan praktik manajemen Pendidikan modern. Menjadikan pesantren tidak hanya sebagai Lembaga Pendidikan keagamaan tetapi juga pusat pengembangan karakter dan kecakapan hidup santri. Kata kunci: Kepemimpinan tranformasional, kyai, pondok pesantren ii ABSTRACT This study aims to analyze the transformational leadership of the Kyai in Islamic educational institutions at Pondok Pesantren Darussalam Sumedangsari, OKU Timur. The research stems from the vital role of the Kyai’s leadership in shaping the moral, spiritual, and intellectual character of the students (santri) amid the challenges of modernization. This study employs a descriptive qualitative method, with data collected through participatory observation, guided interviews, and documentation. The results indicate that the Kyai at Pondok Pesantren Darussalam applies the four main dimensions of transformational leadership: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The Kyai serves as a moral and spiritual role model, inspires through teachings and exemplary behavior, encourages students to think critically and creatively in problem-solving, and shows personal attention to each student's development. This leadership style effectively builds a harmonious, productive, and adaptive pesantren culture that remains rooted in Islamic values. The study concludes that the Kyai’s transformational leadership successfully integrates Islamic principles with modern educational management practices, positioning the pesantren not only as a religious institution but also as a center for character formation and life skills development. Keywords: Transformational Leadership, Kyai, Islamic Education, Pondok Pesantre

    KONSEP KESETARAAN GENDER DAN MODEL-MODEL IMPLEMENTASI HAK-HAK REPRODUKSI (STUDI PADA IBU YANG TELAH MENGALAMI MASA CHILDBEARING DI KEC KOTABUMI UDIK LAMPUNG UTARA)

    No full text
    KONSEP KESETARAAN GENDER DAN MODEL-MODEL IMPLEMENTASI HAK-HAK REPRODUKSI (STUDI PADA IBU YANG TELAH MENGALAMI MASA CHILDBEARING DI KEC KOTABUMI UDIK LAMPUNG UTARA

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI HOME INDUSTRY KERAJINAN KAIN TAPIS DI KELURAHAN TANJUNG AGUNG RAYA KECAMATAN TANJUNG KARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Pemberdayaan Masyarakat Melalui Home Industri kerajinan Kain Tapis Merupakan salah satu warisan budaya Lampung yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan home industry kain tapis menjadi strategi yang efektif untuk menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan kemandirian ekonomi, dan melestarikan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Permasalahan yang diambil Penelitian ini bagaimana proses pemberdayaan masyarakat melalui home industri kerajinan kain tapis di Kelurahan Tanjung Agung Raya kecamatan Tanjung Karang Timur Bandar Lampung.Tujuan dari penelitian ini mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui home industri kerajinan kain tapis di Kelurahan Tanjung Agung Raya Kecamatan Tanjung Karang Timur Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ) dengan sifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer adalah pemilik house tapis citra,karyawan,ibu rumah tangga yang terlibat dalam kegiatan. Sumber data sekunder diperolehdari buku,jurnal,dan hasil penelitian yang releven. Teknik pengumpulan data dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yakni dengan,reduksi data,penyajian data dan Kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui industri kerajinan ini melibatkan pelatihan keterampilan, pembentukan kelompok usaha, serta dukungan dari pemerintah kelurahan dan pihak terkait yang dirasakan meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan peran perempuan dalam ekonomi keluarga, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya tapis.Demikian masih terdapat kendala seperti akses pemasaran, keterbatasan modal, dan regenerasi pengrajin yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.Penelitian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat guna mendukung keberlanjutan home industri kain tapis sebagai pendorong pembangunan berbasis potensi lokal. ABSTRACT Community Empowerment Through Tapis Home Industry Crafts: Tapis is one of Lampung's cultural heritages with high aesthetic and economic value. To improve community welfare, developing a tapis home industry is an effective strategy for creating jobs, fostering economic independence, and preserving local culture. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The research problem addressed is the process of community empowerment through the tapis home industry craft in Tanjung Agung Raya Village, Tanjung Karang Timur District, Bandar Lampung. The purpose of this study is to determine the process of community empowerment through the tapis home industry craft in Tanjung Agung Raya Village, Tanjung Karang Timur District, Bandar Lampung. This research is a field research with a qualitative descriptive nature. Primary data sources are the owners of the Citra tapis house, employees, and housewives involved in the activities. Secondary data sources are obtained from books, journals, and relevant research findings. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques utilize the theories of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and data conclusions. The results of the study indicate that community empowerment through this craft industry involves skills training, the formation of business groups, and support from the village government and related parties which are felt to include increasing household income, strengthening the role of women in the family economy, and growing collective awareness to preserve the tapis culture. However, there are still obstacles such as marketing access, limited capital, and regeneration of craftsmen that need further attention. This study recommends the need for ongoing collaboration between the government, business actors, and the community to support the sustainability of the tapis cloth home industry as a driver of development based on local potential

    TINJAUAN SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH DALAM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA WANITA YANG BEKERJA PADA SHIFT MALAM MENURUT PASAL 76 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGA KERJAAN (Studi pada pekerja wanita di Mie Gacoan Antasari Kota Bandar lampung)

    No full text
    ABSTRAK Tingginya tuntutan ekonomi di era modern mendorong banyak wanita untuk berpartisipasi aktif dalam dunia kerja guna membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, partisipasi tersebut seringkali tidak di imbangi dengan pemenuhan hak-hak normatif pekerja wanita sebagaimana di atur dalam peraturan perundang-undangan. Masyarakat kerap memandang tenaga kerja wanita sebagai kelompok yang lemah, padahal secara pendidikan dan keterampilan mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah dibandingkan tenaga kerja laki-laki. Dalam dunia kerja yang profesional, perbedaan gender seharusnya tidak menjadi tolok ukur dalam pemberian hak dan kewajiban. Berdasarkan Pasal 76 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan perlindungan khusus kepada pekerja wanita yang bekerja pada malam hari, termasuk penyediaan makanan bergizi, jaminan keamanan, serta fasilitas antar-jemput. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum bagi pekerja wanita yang bekerja pada shift malam dan meninjau implementasinya berdasarkan perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah, yaitu kebijakan pelaksanaan hukum Islam yang berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dan penguasa dalam menjamin keadilan sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris, serta didukung oleh penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum bagi pekerja wanita yang bekerja pada shift malam di Mie Gacoan Antasari Kota Bandar Lampung belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Ditemukan bahwa fasilitas antar-jemput belum tersedia, tidak adanya petugas keamanan (security), serta belum terpenuhinya hak-hak normatif seperti jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) dan pemberian makanan bergizi. Dalam perspektif Siyāsah tanfīżiyyah, hal ini menggambarkan lemahnya pelaksanaan tanggung jawab pengusaha dan pemerintah dalam menjamin kemaslahatan serta keadilan bagi pekerja wanita. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya serius dalam memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja wanita melalui pengawasan ketenagakerjaan yang ketat, pelaksanaan sanksi terhadap pengusaha yang melanggar, serta penerapan nilai-nilai keadilan Islam dalam bentuk Siyāsah Tanfīżiyyah untuk mewujudkan perlindungan hukum yang adil dan berkeadaban. ABSTRACT The increasing economic demands of the modern era have encouraged many women to actively participate in the workforce to help improve family welfare. However, such participation is often not accompanied by the fulfillment of women workers’ normative rights as stipulated in labor legislation. Society frequently views female workers as a vulnerable group, even though, in terms of education and skills, they are no less competent than their male counterparts. In a professional work environment, gender differences should not serve as a measure in determining rights and obligations. According to Article 76 of the Law of the Republic of Indonesia Number 13 of 2003 concerning Manpower, employers are required to provide special protection for female workers who work night shifts, including the provision of nutritious meals, security guarantees, and transportation facilities. The purpose of this study is to determine the implementation of legal protection for female workers who work on night shifts and review its implementation based on the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah, namely the policy of implementing Islamic law related to the responsibility of the government and authorities in ensuring social protection. The type of research used is field research (field research) with an empirical juridical approach, and supported by library research (library research). Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively. The findings reveal that the implementation of legal protection for female night shift workers at Mie Gacoan Antasari, Bandar Lampung, has not fully complied with Article 76 of Law Number 13 of 2003. It was found that transportation facilities are unavailable, security personnel are absent, and several normative rights such as labor social security (Jamsostek) and the provision of nutritious meals have not been fulfilled. From the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah, this indicates a weakness in the implementation of employer and government responsibilities to ensure welfare and justice for female workers. The study concludes that serious efforts are still needed to strengthen legal protection for female workers through stricter labor supervision, the enforcement of sanctions against non-compliant employers, and the application of Islamic justice principles through Siyāsah Tanfīżiyyah to achieve fair and civilized legal protection

    MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER RELIGIUS DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU PERMATA BUNDA I DAN II BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Guru adalah elemen terpenting dalam dunia pendidikan yang tidak dapat terpisahkan dalam transformasi pengetahuan. Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda I dan II memiliki guru dan tenaga pendidik yang latar belakang pendidikannya berbeda-beda, terdapat guru yang lulus dari perguruan tinggi berbasis keagamaan dan tidak sedikit yang lulus dari perguruan tinggi umum. Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda I dan II Bandar Lampung memiliki visi dan misi yang salah satunya berkarakter religius. Penting bagi guru dan tenaga pendidiknya memiliki karakter religius. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam mengelola sumber daya manusia yakni guru dan tenaga Pendidik, sehingga pada setiap individu guru dan tenaga pendidik memiliki karakter religius yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda I dan II Bandar Lampung yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bagian tata usaha dan guru yang dianggap dapat memberikan informasi. Hasil dalam penelitian ini ditemukan adanya pelaksanaan fungsi manajemen oleh kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda I dan II Bandar Lampung dengan melakukan pembinaan karakter religius pada guru dengan melakukan setoran hafalan, perbaikan dalam kaidah bacaan Al-Qur‟an, dan amalan sunah harian. Kata Kunci : Manajemen Kepala sekolah, Sumber Daya Manusia, Karakter religius guru. vii ABSTRACT Teachers are the most important element in the world of education and are inseparable from the transformation of knowledge. Permata Bunda I and II Integrated Islamic Elementary Schools have teachers and educators with diverse educational backgrounds. Some teachers graduated from religious-based universities, while others graduated from public universities. Permata Bunda I and II Integrated Islamic Elementary Schools in Bandar Lampung have a vision and mission, one of which is religious character. It is important for teachers and educators to have religious character. In this study, the author wants to understand the role of the principal in managing human resources, namely teachers and educators, so that each individual teacher and educator has a religious character that is very important in the learning process. The method used in this study was descriptive qualitative, with data collection techniques carried out through observation, interviews, and documentation at Permata Bunda I and II Integrated Islamic Elementary Schools, Bandar Lampung, involving the principal, vice principal, administration department and teachers who are considered able to provide information. The results of this study found that there was implementation of management functions by the principal of Permata Bunda I and II Integrated Islamic Elementary Schools in Bandar Lampung by conducting religious character training for teachers by conducting memorization sessions, improvements in the rules of reading the Qur'an, and daily sunnah practices. Keywords: Principal Management, Human Resources, Teachers' Religious Character. viii ة َ صَلاُخ .ةفرعلما ريوطت ةيلمع نم أزجتي لا ءزج مهو ،ميلعتلا لماع في مهلأا رصنعلا مه نوملعلما ي نملعمو ينملعم ةلماكتلما ةيملاسلإا ةيئادتبلاا ةيناثلاو لىولأا ادنوب اتاميرب اتسردم مضت جرتخ امنيب ،ةينيد تاعماج نم ينملعلما ضعب جرتخ .ةعونتم ةيميلعت تايفلخ يوذ عماج نم نورخآ ةيئادتبلاا ةيناثلاو لىولأا ادنوب اتاميرب اتسردم عتمتت .ةيموكح تا مهلما نم .نييد عباط تاذ اهمادحإ ،ةلاسرو ةيؤرب جنوبملا ردنب في ةلماكتلما ةيملاسلإا رود مهف لىإ فلؤلما ىعسي ،ةساردلا هذه في .نييد عباطب نوملعلماو نوملعلما عتمتي نأ رشبلا دراولما ةرادإ في ريدلما ةملعمو ملعم لك عتمتي ثيبح ،ينملعلماو ينملعلما يأ ،ةي .ملعتلا ةيلمع في ةيهملأا غلاب نييد عباطب ت يلا تانايبلا عجم تاينقت عم ،ةيعون ةيفصو يه ةساردلا هذه في ةمدختسلما ةقيرطلا ةيناثلاو لىولأا ادنوب اتاميرب سرادم في قيثوتلاو تلاباقلماو ةظحلالما للاخ نم تيرجأ ل اا ةرادلإا مسقو ريدلما بئانو ريدلما ةكراشبم ،جنوبملا ردنب ،ةلماكتلما ةيملاسلإا ةيئادتب .تامولعلما يمدقت ىلع نيرداق نوبرتعي نيذلا ينملعلماو سرادم يريدم لبق نم ةرادلإا فئاظول اًذيفنت كانه نأ لىإ ةساردلا هذه جئاتن تلصوت ةيئادتبلاا ةيناثلاو لىولأا ادنوب اتاميرب للاخ نم جنوبملا ردنب في ةلماكتلما ةيملاسلإا ،ظفلحا تاسلج ءارجإ للاخ نم ينملعملل ةينيدلا ةيصخشلا ىلع بيردت ءارجإ .ةيمويلا ةنسلا تاسراممو ،يمركلا نآرقلا ةءارق دعاوق ينستحو .ينملعملل ةينيدلا ةيصخشلا ،ةيرشبلا دراولما ،ريدلما ةرادإ :ةيحاتفلما تاملكل

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇