Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Raden Intan Repository
Not a member yet
    39192 research outputs found

    IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA HANG TUAH PROKIMAL LAMPUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Motivasi belajar peserta didik di SMA Hang Tuah Prokimal Lampung Utara masih tergolong rendah, ditandai dengan perilaku membolos, tidak mengumpulkan tugas, kurang fokus, serta kebiasaan menunda pekerjaan sekolah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan belajar dan capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran motivasi belajar peserta didik dan menganalisis implementasi layanan konseling individu dengan teknik self-management dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IIS 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK dan peserta didik, observasi perilaku belajar, serta dokumentasi seperti buku kasus, presensi, dan catatan tugas. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi motivasi belajar dan efektivitas intervensi konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya self-efficacy, kesulitan mengatur waktu, tekanan akademik, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan tingginya beban tugas. Implementasi konseling individu dengan teknik self management—melalui tahapan identifikasi, asesmen, diagnosis, penetapan target, self-monitoring, self-reward, self-punishment, evaluasi dan pemeliharaan—terbukti efektif meningkatkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta motivasi intrinsik peserta didik. Dengan demikian, teknik self-management dapat direkomendasikan sebagai strategi konseling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Konseling Individu, Self-Management, Regulasi Diri, Peserta Didik. ii ABSTRACT Students’ learning motivation at SMA Hang Tuah Prokimal Lampung Utara remains low, as indicated by truancy, failure to submit assignments, lack of focus, and habitual procrastination. These behaviors negatively affect students’ engagement and academic performance. This study aims to describe students’ learning motivation and analyze the implementation of individual counseling using the self-management technique to enhance the learning motivation of Grade XI IIS 2 students. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews with the school counselor and students, classroom observations, and documentation such as case records, attendance, and assignment notes. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ motivation and the effectiveness of the counseling intervention. The findings indicate that low learning motivation is influenced by internal factors such as low self-efficacy, poor time management, and academic pressure, as well as external factors including peer influence and heavy workload. The implementation of individual counseling with the self-management technique—carried out through identification, assessment, diagnosis, goal setting, self-monitoring, self-reward, self-punishment, evaluation, and maintenance—proved effective in improving students’ self-awareness, discipline, and intrinsic motivation. Thus, the self-management technique can be recommended as an appropriate counseling strategy to enhance students’ learning motivation. Keywords : Learning Motivation, Individual Counseling, Self Management, Self-Regulated Learning, Students

    EFEK KETELADANAN DA’I DALAM MENINGKATKAN SYIAR ISLAM DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA 407 KECAMATAN SUMBER JAYA KEBUPATEN LAMPUNG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Fenomena kehidupan masyarakat kontemporer menghadirkan kehidupan yang serba instan, menyuguhkan kemudahan beriringan dengan permasalahan yang ditimbulkan. Mengamati problematika umat sekarang dengan menganalisis penerimaan dan penerapan akan pesan-pesan dakwah yang disampaikan, dapat dikatakan bahwa efektivitas dakwah yang ditemui belum mencapai tingkat yang diharapkan. Penulis ingin mempelajari cara-cara yang digunakan oleh da’i untuk menyampaikan syiar Islam dengan Efek Keteladanan dan dapat dibagikan kepada para pembaca. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Efek Keteladanan Da’i Dalam Meningkatkan Syiar Islam Di Pondok Pesantren Miftahul Huda 407 Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat? Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Efek Keteladanan Karakter Da’i Dalam Meningkatkan Syiar Islam Di Pondok Pesantren Miftahul Huda 407 Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Motede pada Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yang berdasarkan faktualnya data peneliti dengan cara lapangan (field research) di Pondok Pesantren Miftahul Huda 407 dengan sumber data primer yang dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung kepada Da’i Zainal Mustofa selaku pengurus Pondok Pesantren sekaligus seorang da’i, 2 orang santri dan 2 warga yang tinggal di daerah Pondok Pesantren Miftahul Huda 407. Untuk teknik analisis data menggunakan pola pikir yang bersifat Induktif. Hasil Penelitian ini dapat diketahui bahwa Pelaksanaan dakwah di Pondok Pesantren Miftahul Huda berjalan dengan baik terhadap para santri maupun masyarakat dengan memberikan ilmu agama berdasarkan syariat agama dengan lembut dan berbaur dengan semuanya serta dilakukan dengan ragam kegiatan di antaranya melalui tulisan, lisan dan tindakan nyata. sehingga mudah diterima dan dipahami serta saling percaya satu sama lain. Dalam meningkatkan Syiar Islam untuk para santri sekaligus masyarakat disana yaitu dengan kegiatan seperti pendidikan karakter dan akhlak, pembinaan spiritual melalui ibadah dan kajian agama, serta pengembangan dakwah berbasis potensi santri. Selain itu, pesantren dapat menjadi pusat informasi keislaman dan forum musyawarah bagi masyarakat, serta memberdayakan ekonomi lokal. Keteladanan da’i bersumber dari usaha keras dan gigih untuk membangun kredibilitas diri dan kepercayaan publik, mengajak diri agar senantiasa berbuat baik, melakukan makruf dan mencegah kemungkaran. ABSTRACT The phenomenon of contemporary society presents an instant lifestyle, offering convenience alongside the resulting problems. Observing the current problems of the community by analyzing the acceptance and implementation of the preaching messages conveyed, it can be said that the effectiveness of preaching encountered has not reached the expected level. The author wants to study the methods used by preachers to convey Islamic propagation with the Effect of Exemplary and can be shared with readers. The formulation of the problem in this study is the Effect of the Exemplary Character of Preachers in Increasing Islamic Propagation at the Miftahul Huda 407 Islamic Boarding School, Sumber Jaya District, West Lampung Regency. This study aims to determine the Effect of the Exemplary Character of Preachers in Increasing Islamic Propagation at the Miftahul Huda 407 Islamic Boarding School, Sumber Jaya District, West Lampung Regency. This research method was conducted qualitatively, based on factual data collected through field research at the Miftahul Huda 407 Islamic Boarding School. Primary data were collected through direct interviews with Da'i Zainal Mustofa, the Islamic Boarding School administrator and a da'i, two students, and two residents living in the area. The data analysis technique used was an inductive mindset. The results of this study indicate that the implementation of da'wah at the Miftahul Huda Islamic Boarding School is running well for both students and the community. The Islamic education at the Miftahul Huda Islamic Boarding School is imparted in a gentle and integrated manner, incorporating a variety of activities, including written, oral, and practical actions. This facilitates acceptance and understanding, fostering mutual trust. Activities to enhance the propagation of Islam for both students and the community include character and moral education, spiritual development through worship and religious studies, and the development of da'wah based on students' potential. Furthermore, encouraging them to consistently do good, uphold what is good, and prevent what is evil

    PENGELOLAAN DANA ZAKAT MELALAUI FINANCIAL TECHNOLOGY DI ERA DIGITAL PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengelolaan dana zakat melalui teknologi keuangan (fintech) di era digital Indonesia dari perspektif maqāṣid syarī'ah, mengisi celah kritis dalam literatur keuangan Islam. Meskipun studi sebelumnya telah mengeksplorasi aspek teknis dan manajerial zakat digital, sedikit yang secara sistematis mengevaluasi platform fintech zakat melalui kerangka kerja komprehensif prinsipprinsip maqāṣid syarī'ah. Studi ini berkontribusi dengan mengembangkan kerangka evaluasi maqāṣid yang diterapkan secara khusus untuk pengelolaan zakat digital, melampaui pembahasan normatif menuju analisis implementasi praktis. Menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis kualitatif-deskriptif, studi ini mengkaji Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, fatwa DSN-MUI, dan tiga platform utama: BAZNAS Digital, KitaBisa, dan Dompet Dhuafa. Analisis data menggunakan pemetaan kriteria maqāṣid di lima dimensi: ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-'aql, ḥifẓ al-nasl, dan ḥifẓ al-māl. Temuan menunjukkan bahwa platform zakat digital Indonesia telah berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dengan inovasi teknologi, mencapai pertumbuhan transaksi sebesar 150% dan peningkatan efisiensi operasional sebesar 40%. Namun, tantangan kritis meliputi kesenjangan literasi digital (mempengaruhi 35% pengguna potensial), risiko pengurangan esensi spiritual, dan ketidakhadiran standarisasi nasional. Kontribusi baru penelitian ini terletak pada pendekatan maqāṣid yang didasarkan pada data empiris. ABSTRACT This study examines the management of zakat funds through financial technology (fintech) in Indonesia's digital era from the perspective of maqāṣid syarī'ah, revealing critical gaps in Islamic finance literature. Although previous studies have explored the technical and managerial aspects of digital zakat, few have systematically disseminated fintech zakat platforms through the perspective of comprehensive maqāṣid syarī'ah principles. This study contributes by developing a maqāṣid evaluation framework specifically applied to digital zakat management, moving beyond normative discussions toward practical implementation analysis. Using a normative juridical method with descriptive-qualitative analysis, this study examines Law No. 23 of 2011 concerning Zakat Management, the DSN-MUI fatwa, and three main platforms: BAZNAS Digital, KitaBisa, and Dompet Dhuafa. Data analysis uses maqāṣid criteria mapping covering five dimensions: ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-'aql, ḥifẓ al-nasl, and ḥifẓ al-māl. The findings show that Indonesian digital zakat platforms have successfully integrated sharia principles with technological innovation, achieving 150% growth in transactions and a 40% increase in operational efficiency. However, critical challenges include a lack of digital literacy (which affects 35% of potential users), the risk of a decline in spiritual essence, and the absence of national standardization. New contributions from this research include

    AKAD PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDART (QRIS) DALAM TRANSAKSI DIGITAL PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Di Toko Foto Copy & Print Barokah)

    No full text
    ABSTRAK Studi ini mengkaji validitas akad dalam Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari perspektif hukum ekonomi Islam, sebagai respons terhadap tantangan epistemologis transformasi digital terhadap teori akad klasik. Digitalisasi transaksi ekonomi telah memperkenalkan kompleksitas baru dalam penerapan pilar dan syarat akad sebagaimana dipahami dalam kerangka fiqh muamalah konvensional, sehingga memerlukan reinterpretasi konseptual terhadap mekanisme ijāb qabūl, konsep majlis al-'aqd, dan validitas bentuk akad non-verbal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan yang mengintegrasikan analisis tematik induktif, tinjauan dokumen berdasarkan kerangka fiqh muamalah, dan pengamatan partisipatif terstruktur di Toko Foto Copy & Print Barokah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad utama yang terbentuk dalam transaksi QRIS adalah akad jual beli (ba'i), sementara akad tambahan meliputi wakālah antara pelaku usaha dan penyedia layanan, serta ijarāh dalam konteks layanan pemrosesan pembayaran. Dari perspektif Syariah, QRIS sesuai dengan prinsip an-taradhi (kesepakatan bersama), al- ʿadālah (keadilan), dan lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak merugikan), terutama karena transparansi biaya dan perlindungan konsumen yang dimilikinya, sehingga penggunaan QRIS dapat dinyatakan sah menurut hukum ekonomi Islam dan berpotensi menjadi model untuk instrumen pembayaran digital yang sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam. ABSTRACT This study examines the validity of contracts in the Indonesian Standard Quick Response Code System (QRIS) from the perspective of Islamic economic law, as a response to the epistemological challenges of digital transformation to classical contract theory. The digitalization of economic transactions has introduced new complexities in the application of the pillars and conditions of contracts as understood within the framework of conventional fiqh muamalah, thus requiring a conceptual reinterpretation of the ijab-qabul mechanism, the concept of majlis al- 'aqd, and the validity of non-verbal contract forms. This study uses a descriptive qualitative method with a field research approach that integrates inductive thematic analysis, document review based on the fiqh muamalah framework, and structured participatory observation at Toko Foto Copy & Print Barokah. The results indicate that the main contract formed in QRIS transactions is a sale and purchase contract (ba'i), while additional contracts include wakalah between business actors and service providers, as well as ijarah in the context of payment processing services. From a Shariah perspective, QRIS is in accordance with the principles of an-taradhi (mutual agreement), al- 'adalah (fairness), and la dharar wa la dhirar (no harm), particularly due to its cost transparency and consumer protection, therefore the use of QRIS can be declared valid according to Islamic economic law and has the potential to become a model for digital payment instruments that are in accordance with the principles of Islamic muamalah

    ANALISIS PENGARUH KURS RUPIAH, CADANGAN DEVISA DAN THE FED RATE TERHADAP SUKU BUNGA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2003-2024 DENGAN PENDEKATAN VECM

    No full text
    Abstract. This study aims to analyze the influence of rupiah exchange rate, foreign exchange reserves, and The Fed Rate on interest rates in Indonesia from an Islamic economic perspective for the period 2003- 2024 using the Vector Error Correction Model (VECM) approach. This research uses a quantitative approach with time series data for 22 years (2003-2024) and analyzes data using Eviews 10. The results show that in the long term, the rupiah exchange rate has a significant effect on interest rates in Indonesia (t-statistic 2.93 > t-table 2.10), The Fed Rate has a significant effect on interest rates (t-statistic 2.67 > t-table 2.10), while foreign exchange reserves do not significantly affect interest rates (t-statistic 1.85 < t-table 2.10). From an Islamic economic perspective, interest rates are a manifestation of usury (riba) practices that are prohibited because they contain elements of exploitation and injustice. Islamic financial systems develop comprehensive alternatives through profit-sharing principles (mudharabah), buying and selling (murabahah), and leasing (ijarah) that reflect dimensions of justice and blessing. This research provides an important contribution to monetary policy making that considers national economic stability while still referring to Islamic economic principles. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurs rupiah, cadangan devisa, dan The Fed Rate terhadap suku bunga di Indonesia dalam perspektif ekonomi Islam periode 2003-2024 dengan menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series selama 22 tahun (2003-2024) dan menganalisis data menggunakan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap suku bunga di Indonesia (t-statistik 2,93 > t-tabel 2,10), The Fed Rate berpengaruh signifikan terhadap suku bunga (t-statistik 2,67 > t-tabel 2,10), sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap suku bunga (t-statistik 1,85 < t-tabel 2,10). Dalam perspektif ekonomi Islam, suku bunga merupakan manifestasi dari praktik riba yang dilarang karena mengandung unsur eksploitasi dan ketidakadilan. Sistem keuangan Islam mengembangkan alternatif komprehensif melalui prinsip bagi hasil (mudharabah), jual beli (murabahah), dan sewa (ijarah) yang mencerminkan dimensi keadilan dan keberkahan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengambilan kebijakan moneter yang mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional dengan tetap mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi Islam

    IMPLEMENTASI NILAI SURAH AL-QAMAR (QS 17, 22, 32 dan 40) DALAM PROGRAM PEMBINAAN TAHFIZ UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MENGHAFAL PADA MAHASANTRI BASIC NON- PESANTREN.

    No full text
    Abstract This study aims to describe the implementation of the values contained in Surah al-Qamar verses 17, 22, 32, and 40 in enhancing the motivation to memorize the Qur’an among non-pesantren basic level students at Ma’had al-Jami’ah, UIN Raden Intan Lampung. These verses emphasize the ease that Allah provides in understanding and memorizing the Qur’an, serving as a spiritual foundation for the students. The research employs a qualitative descriptive approach using phenomenological methods and the Living Qur’an study framework. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the values of Surah al-Qamar have been gradually internalized by the students through mentoring activities, memorization submissions, and the cultivation of a supportive environment. Although the implementation of these verses is still in its early stages, students have shown increased motivation, perseverance, and self-confidence in their memorization journey. These findings suggest that strengthening Qur’anic values can be an 2 effective strategy in fostering tahfiz motivation, especially for those without a pesantren background. This research serves as an initial contribution to the development of Living Qur’an practices within higher education settings focused on tahfiz. Keywords: Living Qur’an, motivation, non-pesantren students, Surah al-Qamar, tahfidz. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai�nilai Surah al-Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40 dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an pada mahasantri dengan latar belakang di Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung. Ayat�ayat tersebut menekankan kemudahan yang Allah berikan dalam memahami dan menghafal Al-Qur’an, yang menjadi fondasi spiritual bagi para mahasantri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi dan studi Living Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Surah al-Qamar telah diinternalisasi secara bertahap oleh mahasantri melalui kegiatan pembinaan, setoran hafalan, dan pembiasaan lingkungan yang mendukung. Meskipun implementasi ayat masih dalam tahap awal, mahasantri menunjukkan peningkatan motivasi, ketekunan, dan keyakinan diri dalam proses menghafal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan nilai-nilai Qur’ani, khususnya pesan penguatan dalam Surah al-Qamar, dapat menjadi strategi efektif dalam membangun motivasi menghafal Al-Qur’an. Motivasi tersebut tercermin melalui beberapa indikator yang muncul dari pengalaman mahasantri, seperti meningkatnya ketekunan muroja’ah, konsistensi setoran, serta kesediaan memperbaiki bacaan meskipun menghadapi hambatan. Kata Kunci: Living Qur’an, mahasantri non-pesantren, motivasi, Surah al-Qamar, tahfiz

    IMPLEMENTASI PROGRAM PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGANAN STUNTING (Studi Di Desa Sumber Jaya Jati Agung Lampung.

    No full text
    ABSTRAK Implementasi kebijakan Stunting, upaya yang dilakukan oleh pemerintah lampung adalah suatu proses penerapan ide, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai, dan sikap. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi program pemerintah daerah dalam penanganan stunting di Desa Sumber Jaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskripsi analisis. Untuk mendapatkan data yang valid, sumber data penelitian ini yaitu, sumber data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data didapat dari wawancara (interview), observasi dan dokumentasi. Populasi dan sampel adalah teknik yang digunakan dalam pemilihan yang langsung dari 4 orang narasumber. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data, menggunakan metode kualitatif dan berfikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian aspek utaman dalam keberhasilan dan tantangan dalam penangan program stunting pemerintah daerah yaitu: 1) pemahaman masyarakat tentang stunting; 2) peran posyandu dalam pemantauann pertumbuhan anak; 3) penegahan dini melalui edukasi dan penyuluhan; 4) bantuan pemerintah daerah dalam penanganan stunting; 5) dukungan pemerintah dan peran masyarakat; 6) perbedaan tumbuh kembang anak normal dan stunting; dan 7) tantangan dan hambatan dalam penanganan stunting. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan revalensi stunting selama 3 tahun megalami penurunan hal ini menunjukan keberhasilan dalam capaian pemerintah daerah dalam pencegahan stunting. Kata Kunci: Implementasi, Pemerintah Daerah, Penanganan Stunting. ii ABSTRACK The implementation of the Stunting policy, an effort made by the Lampung government, is a process of applying ideas, policies, or innovations in a practical action so that it has an impact, either in the form of changes in knowledge, skills or values, and attitudes. The purpose of this study is to determine the implementation of the local government program in handling stunting in Sumber Jaya Village. This research is a descriptive and analytical field research. To obtain valid data, the research used primary and secondary data sources. Data collection methods included interviews, observation, and documentation. Population and sampling techniques were used to directly select four informants. After data collection, analysis was conducted using qualitative methods and inductive reasoning. Based on the research results, the main aspects of success and challenges in handling the local government stunting program are: 1) community understanding of stunting; 2) the role of integrated health posts (posyandu) in monitoring child growth; 3) early prevention through education and counseling; 4) the government local program in handling stunting; 5) government support and community roles; 6) differences in normal and stunted child growth and development; and 7) challenges and obstacles in handling stunting. Based on the research results, it also shows that the prevalence of stunting has decreased over the past 3 years, this indicates success in local government archivement in preventing stunting. Keywords: Implementation, Government Local, Stunting Handling

    PENGARUH EFISIENSI, KEMUDAHAN DAN KEAMANAN TERHADAP MINAT NASABAH MENGGUNAKAN LAYANAN TARIK TUNAI TANPA KARTU BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Pada Masyarakat Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Meningkatnya likuiditas dan tuntutan masyarakat akan kemudahan bertransaksi telah mendorong perbankan untuk mengembangkan layanan transaksi elektronik, salah satunya adalah ATM. Saat ini, penggunaan ATM semakin meningkat, begitu pula kasus kriminal yang melibatkan pembobolan rekening nasabah melalui ATM. Insiden ini mendorong perbankan untuk meluncurkan layanan baru, yaitu tarik tunai tanpa kartu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan rumus Lamesshow. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 100 responden dari masyarakat Kota Bandar Lampung pengguna Bank Syariah Indonesia (BSI). Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Forms dan instrumen skala Likert. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi berpengaruh positif dan signifikan, kemudahan berpengaruh positif dan signifikan, keamanan berpengaruh positif dan signifikan, serta terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap minat masyarakat Kota Bandar Lampung dalam menggunakan layanan tarik tunai tanpa kartu di Bank Syariah Indonesia (BSI). ABSTRACT Increasing liquidity and public demand for ease of transactions have encouraged banks to develop electronic transaction services, one of which is ATMs. Currently, ATM usage is increasing, as are criminal cases involving customer account breaches through ATMs. These incidents have prompted banks to launch a new service, namely cardless cash withdrawals. This research employed quantitative methods. The sampling technique used was accidental sampling with the Lamesshow formula. The sample in this study consisted of 100 respondents from the Bandar Lampung City community who use Bank Syariah Indonesia (BSI). Data collection was conducted using Google Forms and a Likert scale instrument. Quantitative analysis was conducted using SPSS software version 22.0. The results of this study indicate that efficiency has a positive and significant effect, convenience has a positive and significant effect, security has a positive and significant effect, and there is a simultaneous positive and significant effect on the interest of the Bandar Lampung City community in using the cardless cash withdrawal service at Bank Syariah Indonesia (BSI)

    PELAKSANAAN KONSELING KOGNITIF PERILAKU DENGAN TEKNIK SELF MONITORING DAN TOKEN ECONOMY DALAM MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BANGUNREJO LAMPUNG TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk penyimpangan disiplin belajar yang berdampak pada rendahnya prestasi akademik serta lemahnya tanggung jawab siswa terhadap kewajiban sekolah. Fenomena ini juga terjadi di SMA Negeri 1 Bangunrejo Lampung Tengah, di mana sejumlah peserta didik menunjukkan tingkat ketidakhadiran tinggi tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi bimbingan dan konseling yang mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran perilaku membolos peserta didik serta menjelaskan tahapan pelaksanaan konseling kognitif perilaku dengan teknik self-monitoring dan token economy dalam mengurangi perilaku membolos di SMA Negeri 1 Bangunrejo Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling serta enam peserta didik yang teridentifikasi memiliki perilaku membolos. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos di SMA Negeri 1 Bangunrejo muncul dalam berbagai bentuk, seperti tidak masuk sekolah tanpa izin, sering keluar saat jam pelajaran, hingga tidak kembali ke kelas setelah istirahat. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, pengaruh teman sebaya, serta lemahnya pengawasan keluarga. Penerapan konseling kognitif perilaku dengan teknik self-monitoring dan token economy dilakukan melalui lima tahapan: asesmen awal, restrukturisasi kognitif, latihan perilaku, self monitoring, dan penguatan positif melalui token economy. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku siswa, ditandai dengan peningkatan kehadiran, kesadaran diri, dan tanggung jawab belajar. Dengan demikian, konseling kognitif perilaku yang dikombinasikan dengan self-monitoring dan token economy terbukti efektif dalam mengurangi perilaku membolos serta meningkatkan disiplin dan motivasi belajar peserta didik di sekolah. Kata Kunci: Konseling Kognitif Perilaku, Self-monitoring, Token Economy, Perilaku Membolos, Peserta Didik iii ABSTRACT Truancy is a form of disciplinary deviation that negatively affects students’ academic achievement and weakens their sense of responsibility toward school obligations. This phenomenon also occurs at SMA Negeri 1 Bangunrejo, Lampung Tengah, where several students demonstrate a high rate of absenteeism without valid reasons. Such conditions indicate the need for a counseling intervention that addresses cognitive, affective, and behavioral dimensions of students’ learning problems. This study aims to describe the characteristics of students’ truancy behavior and to explain the implementation stages of Cognitive Behavioral Counseling (CBC) using the self-monitoring and token economy techniques to reduce truancy behavior among students at SMA Negeri 1 Bangunrejo. This research employed a descriptive qualitative approach. The subjects consisted of a guidance and counseling teacher and six students identified as having frequent truancy behavior. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Source and technique triangulation were used to ensure the validity of the findings. The results showed that students’ truancy behavior appeared in various forms, such as skipping school without permission, leaving during class hours, and not returning after breaks. The contributing factors included low learning motivation, boredom, peer influence, and lack of parental supervision. The implementation of Cognitive Behavioral Counseling through self-monitoring and token economy consisted of five stages: initial assessment, cognitive restructuring, behavioral training, self-monitoring, and positive reinforcement through token economy. The findings revealed significant behavioral improvements, including increased attendance, self-awareness, and learning responsibility. Thus, the integration of Cognitive Behavioral Counseling with self-monitoring and token economy techniques proved effective in reducing truancy behavior and fostering students’ discipline and motivation to learn. Keywords: Cognitive Behavioral Counseling, Self-monitoring, Token Economy, Truancy Behavior, Student

    NILAI-NILAI SOSIAL DALAM TRADISI BODHO KUPAT UNTUK MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT SUKU JAWA DI DESA KALIPAPAN, KECAMATAN NEGERI AGUNG, KABUPATEN WAY KANAN

    No full text
    ABSTRAK Bodho Kupat adalah salah satu tradisi di dalam masyarakat Islam Jawa, Tradisi tersebut sudah mengakar dan menjadi salah satu bagian dari Hari Raya Eidul Fitri. Dalam pelaksanaan tradisi bodho kupat terdapat nilai-nilai sosial salah satunya adalah nilai gotong royong yang menjadi sebuah bentuk kerja sama kelompok masyarakat untuk mencapai suatu hasil yang positif dari tujuan-tujuan yang ingin dicapai secara musyawarah bersama. Tradisi bodo kupat dibantu langsung oleh masyarakat yang merupakan bentuk dari gotong royong yang kuat, tanpa diarahkan akan saling bantu membantu, hal ini dikarenakan tradisi ini sudah berjalan dari tahun ke tahun sehingga sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di desa kalipapan. Dalam perayaan Bodho kupat itu selalu di tandai dengan slametan, yaitu dengan ber do’a bersama-sama di masjid dengan menyajikan makanan untuk dihidangkan makanan khasnya yaitu wajik dan jenang, yang mengharapkan berkah dan keselamatan kepada Allah SWT. Selanjutnya masyarakat desa Kalipapan mempersilahkan siapapun untuk mengunjungi rumah-rumah mereka untuk menikmati hidangan kupat yang sudah disediakan. Pada saat perayaan bodho kupat setiap rumah masyarakat terbuka bagi mereka yang ingin melakukan sillaturahmi dan mereka yang berkunjung untuk menikmati hidangan kupat khas Kalipapan, baik si pengunjung kenal ataupun tidak kenal dengan tuan rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, untuk itu penulis memaparkan beberapa rumusan masalah, yang pertama Adalah Bagaimana nilai sosial yang terkandung dalam Tradisi Bodho Kupat masyarakat suku jawa di desa Kalipapan?, yang kedua Bagaimana tradisi bodho kupat dalam menciptakan solidaritas sosial masyarakat suku jawa di desa Kalipapan? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data pada penelitian ini yakni dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Tradisi Bodo Kupat masyarakat suku Jawa di Desa Kalipapan bukan hanya sekadar perayaan pasca Idul Fitri atau Idul Adha, tetapi mengandung nilai sosial yang mendalam. Nilai tersebut tercermin dalam beberapa aspekiii penting, yaitu: nilai kebersamaan, nilai gotong royong, nilai silaturahmi, nilai religiusitas, serta nilai pelestarian budaya. Melalui tradisi ini, masyarakat saling berbagi makanan, bekerja sama dalam persiapan acara, serta mempererat ikatan sosial antarwarga. Selain itu, Bodo Kupat menjadi sarana untuk memperkuat iman, menumbuhkan rasa syukur, serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus. Dengan demikian, Tradisi Bodo Kupat berfungsi sebagai mekanisme sosial yang menjaga harmoni, keteraturan, dan solidaritas masyarakat, sekaligus mempertegas identitas kolektif masyarakat Jawa di Desa Kalipapan. Dan n solidaritas sosial yang tercermin dalam tradisi bodho kupat yang dilakukan oleh masyarakat Jawa di desa Kalipapan adalah sebagai pemenuhan kebutuhan sosial (social integration), gotong royong sebagai mekanisme sosial, fungsi religius dan spiritual, pelestarian budaya dan identitas kolektif, dan menjaga keteraturan sosial. Tadisi Bodo Kupat berfungsi penting dalam menjaga keteraturan sosial masyarakat. ABSTRACT Bodo Kupat is one of the traditions within the Javanese Islamic community. This tradition has become deeply rooted and is an integral part of the Eid al-Fitr celebration. In the execution of the Bodo Kupat tradition, there are social values, one of which is the value of mutual cooperation (gotong royong), which is a form of community group collaboration to achieve a positive outcome from goals determined through collective deliberation. The Bodo Kupat tradition is directly assisted by the community, which is a manifestation of strong mutual cooperation. Without direction, people spontaneously help each other; this is because the tradition has been carried out from year to year, becoming a habit for the community in Kalipapan village. The celebration of Bodo Kupat is always marked by a 'slametan' (a communal ritual feast), which involves praying together at the mosque while serving special local foods, namely wajik and jenang, in the hope of receiving blessings and safety from Allah SWT (God Almighty). Furthermore, the people of Kalipapan village invite anyone to visit their homes to enjoy the kupat (rice cake cooked in a woven palm leaf pouch) dishes that have been prepared. During the Bodo Kupat celebration, every household is open to those who wish to perform 'sillaturahmi' (social visits/strengthening family ties) and those who visit to enjoy the special Kalipapan kupat dishes, regardless of whether the visitor knows the host or not. Based on these issues, the author presents several research questions. The first is: What are the social values contained in the Bodo Kupat Tradition of the Javanese community in Kalipapan village? The second is: How does the Bodo Kupat tradition create social solidarity among the Javanese community in Kalipapan village? This research is a field research using a qualitative method. The data sources used in this study consist of primary and secondary data. The data collection methods used in this research are observation, interviews, and documentation. The data analysis method in this research is through data reduction, data presentation, and data verification. The informants in this study consist of key informants, main informants, and additional informants. The results of this study show that the Bodo Kupat Tradition of the Javanese community in Kalipapan Village is not just a post-Eid alFitr or Eid al-Adha celebration, but contains profound social values. These values are reflected in several important aspects, namely: the value of togetherness, the value of mutual cooperation, the value ofv kinship/social ties (silaturahmi), the value of religiosity, and the value of cultural preservation. Through this tradition, the community shares food, collaborates in event preparation, and strengthens social bonds between residents. Furthermore, Bodo Kupat serves as a means to strengthen faith, foster gratitude, and preserve the cultural heritage so that it remains alive and known by the next generation. Thus, the Bodo Kupat Tradition functions as a social mechanism that maintains harmony, order, and community solidarity, while also reaffirming the collective identity of the Javanese community in Kalipapan Village. And the social solidarity reflected in the Bodo Kupat tradition carried out by the Javanese community in Kalipapan village is seen as a fulfillment of social needs (social integration), mutual cooperation as a social mechanism, religious and spiritual function, cultural preservation and collective identity, and maintaining social order. The Bodo Kupat tradition plays an important function in maintaining the social order of the community

    29,220

    full texts

    39,192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raden Intan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇