JTK (Jurnal Tadris Kimiya)
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT NONELEKTROLIT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa untuk setiap siklus pada proses pembelajaran inkuiri terbimbing, kinerja siswa untuk setiap siklus sesuai tahapan inkuiri terbimbing, dan keterampilan proses sains untuk setiap siklus dengan model inkuiri terbimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian 35 siswa kelas X IPA-4 SMAN 10 Bandung. Instrumen yang digunakan adalah deskripsi pembelajaran, lembar kerja siswa, format penilaian aktivitas siswa, guru, aspek psikomotor siswa, dan tes evaluasi keterampilan proses sains. Data yang diperoleh diolah menggunakan statistik deskriptif. Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dilaksanakan sesuai deskripsi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit untuk meningkatkan keterampilan proses sains terimplementasikan dengan baik. Jumlah rata-rata aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 86,4 (sangat baik) dan siklus II 91 (sangat baik). Melaksanakan pekerjaan LKS dengan benar untuk setiap siklus sehingga pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siklus I sebesar 70 (baik) dan siklus II sebesar 75 (baik). Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada siklus I dan II dengan nilai rata-rata siklus I yaitu 67 (cukup) dan siklus II yaitu 70 (baik).Larutan elektrolit nonelektrolit merupakan materi kimia yang termasuk kedalam jenis konsep yang bersifat abstrak dan contoh konkrit. Pembelajaran yang diberikan harus membuat siswa aktif dalam proses membangun konsep. Melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dapat memberikan pengalaman kepada siswa dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa untuk setiap siklus pada proses pembelajaran inkuiri terbimbing, menganalisis kinerja siswa untuk setiap siklus sesuai tahapan inkuiri terbimbing, menganalisis keterampilan proses sains untuk setiap siklus dengan model inkuiri terbimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian 35 siswa kelas X IPA-4 SMAN 10 Bandung. Instrumen yang digunakan adalah deskripsi pembelajaran, lembar kerja siswa, format penilaian aktivitas siswa, guru, aspek psikomotor siswa, dan tes evaluasi keterampilan proses sains. Data yang diperoleh diolah menggunakan statistik deskriptif. Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dilaksanakan sesuai deskripsi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit untuk meningkatkan keterampilan proses sains terimplementasikan dengan baik. Jumlah  rata-rata aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada  siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 86,4 (sangat Baik)  dan  siklus II 91(Sangat Baik). Kemampuan siswa dalam menyelesaikan LKS untuk setiap siklus pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siklus I sebesar 70 (Baik) dan  siklus II sebesar 75 (baik). Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada siklus I dan II dengan nilai rata-rata siklus I yaitu 67(cukup)  dan siklus II yaitu 70 (baik)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTENT CONTEXT CONNECTION RESEARCHING REASONING REFLECTING (3C3R) UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA PADA KONSEP KOLOID
Model Content Context Connection Researching Reasoning Reflecting (3C3R) merupakan model belajar dengan menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan pengalaman nyata. Keterampilan generik sains perlu dikembangkan sebagai wahana penemuan dan pengembangan konsep, prinsip dan teori dalam memahami konsep koloid. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengembangkan keterampilan generik sains siswa setelah pembelajaran dengan model 3C3R pada konsep koloid. Metode yang digunakan yaitu penelitian kelas dengan subjek siswa kelas XI MIA 4 SMAN 26 Bandung. Hasil penelitian keterampilan generik sains siswa pada indikator pengamatan langsung, inferensi logika, dan membangun konsep berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata sebesar 88, 82, dan 81, sedangkan indikator kesadaran tentang skala besaran, pemodelan dengan rata-rata 75 dan 71, berada pada kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model 3C3R pada pembelajaran koloid dapat mengembangkan keterampilan generik sains siswa
PENGEMBANGAN SOAL-SOAL KIMIA BERMUATAN NILAI-NILAI UNTUK MEMPERKOKOH KARAKTER SISWA SMA
Telah dilakukan penelitian pengembangan soal-soal kimia materi hidrokarbon dan minyak bumi bermuatan nilai-nilai (Value based Questions-VBQs) untuk memperkokoh karakter siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal-soal kimia SMA bermuatan nilai-nilai karakter. Nilai-nilai yang terdapat pada soal yang dikembangkan adalah nilai-nilai: intelektual, spiritual, etika, estetika, sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan melalui tahapan pendefinisian, analisis materi dan indikator (define), desain soal (design) dan pengembangan soal (develop). Subjek penelitian yaitu siswa SMAN 1 Banda Aceh kelas IX yang diambil secara purposive sampling dan jumlah siswa yang terlibat pada tahap diseminasi sebanyak 15 orang untuk melihat keberterimaan siswa terhadap soal. Soal yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar pendidikan kimia dan guru MGMP kimia kota Banda Aceh, hasilnya menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada siswa. Rata-rata hasil penilaian kelayakan soal sebesar 87%. Hasil tanggapan keberterimaan soal oleh peserta didik menunjukkan persentase sangat setuju sebesar 30%, setuju 50%, tidak setuju 20% dan sangat tidak setuju 0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan soal-soal bermuatan nilai yang dikembangkan dapat diterima oleh guru, layak diaplikasikan dan dipergunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Perlu penelitian lanjutan untuk mengembangkan soal-soal bermuatan karakter bagi materi-materi ajar mata pelajaran kimia lainnya
ANALISIS BAHAN AJAR SENYAWA KARBON BERDASARKAN KRITERIA KETERHUBUNGAN REPRESENTASI KIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten teks konsep senyawa karbon berdasarkan struktur makro dan representasi kimia gambar. Dilakukan terhadap buku teks kimia SMA/MA menggunakan kriteria struktur makro Siregar dan kriteria keterhubungan representasi kimia GKitzia. Hasil analisis konten pada buku A dan buku B menunjukkan penyajian konten dan cakupannya tidak seluas dan sedalam konten pada buku teks standar. Namun konsep-konsep yang disajikan sudah sesuai dengan kurikulum. Berdasarkan struktur makro, alur penyajian konten pada buku teks standar sebagian besar menggunakan alur induktif, sedangkan pada buku A dan buku B menggunakan alur deduktif. Representasi teks dari ketiga buku lebih dominan simbolik. Hasil analisis representasi gambar yang disajikan pada buku teks standar sudah memenuhi kriteria, namun pada buku A dan buku B belum memenuhi kriteria standar. Dari ketiga buku, lebih banyak menampilkan gambar dengan representasi simbolik. Makna yang terkandung dalam representasi dari ketiga buku sebagian besar bersifat implisit. Keterhubungan representasi dari buku teks standar dan buku B hampir sepenuhnya terkait dan terhubung dengan teks, sedangkan pada buku A hampir sepenuhnya terkait tetapi tidak terhubung. Ketiga buku lebih dominan tidak memiliki keterangan atau caption dari setiap gambar. Hanya buku standar yang memiliki representasi multipel, dengan keterhubungan yang ditunjukan dengan jelas tetapi kurang terhubung
PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran guided inquiry pada materi larutan penyangga serta kelarutan dan hasil kali kelarutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Penelitian dimulai dari observasi ke sekolah, uji homogenitas data awal, menentukan sampel penelitian, uji validitas dan reliabilitas instrumen, serta memberikan perlakuan yang berbeda kepada kedua sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 4 sebagai kelas kontroL. Uji N-gain nilai pretest dan posttest diperoleh gain score (0,60) lebih besar dari 0,51. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Uji ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen mencapai 89%, lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 72%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal, sedangkan kelas kontrol tidak mencapai ketuntasan karena kurang dari kriteria ketuntasan klasikal yaitu 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model guided inquiry berbantuan lembar kerja siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENGARUH INKUIRI TERBIMBING MELALUI MEDIA ADOBE FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui media adobe flash terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas XI MIA. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen (eksperimen semu) dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah sampel dua kelas yaitu XI MIA 2 (kontrol) berjumlah 24 siswa dan XI MIA 3 (eksperimen) berjumlah 25 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes data awal yaitu tes homogenitas dan tes data akhir yaitu pretest dan posttest, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui media adobe flash terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, dengan pengaruh sebesar 9,94%
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan konsep yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dalam proses pembelajarannya harus menuntut siswa terlibat aktif. Berdasarkan studi lapangan di SMAN 26 Bandung diperoleh informasi bahwa belum semua siswa terlibat aktif saat prboses pembelajaran serta kurang terampilnya siswa dalam menggunakan alat bahan. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan proses sains serta sikap ilmiah siswa melalui pendekatan saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam mengembangkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas dengan subyek berjumlah 36 orang siswa kelas XI MIA 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas guru dan siswa, deskripsi pembelajaran, lembar kerja siswa, tes keterampilan proses sains, lembar observasi serta angket/kuesioner sikap ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan mampu mengembangkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa. Keterampilan proses sains siswa selama dan setelah proses pembelajaran memperoleh hasil pencapaian yang baik dengan nilai rata-rata sebesar 70,7 dan 76,3. Sikap ilmiah siswa pada indikator keingintahuan dapat dikategorikan kurang, pada indikator bekerja sama dan toleransi dapat dikategorikan baik dibandingkan indikator sikap ilmiah lainnya. Keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa perlu dikembangkan secara maksimal dalam proses pembelajaran agar siswa dapat terlibat aktif
ISOLASI DAN PEMANFAATAN MINYAK ATSIRI DARI DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) SEBAGAI DEODORAN
Ilmu kimia memiliki dua aspek penting yaitu kimia sebagai produk dan proses. Kimia sebagai proses diantaranya keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan dengan metode praktikum. Namun lembar kerja siswa (LKS) yang digunakan dalam praktikum masih kurang melatih siswa melakukan proses ilmiah, menganalisis dan menemukan suatu konsep. Hal tersebut bisa diatasi dengan suatu format LKS yang sesuai salah satunya format LKS berbasis Think-Explain-Apply (TEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS dengan format TEA pada konsep koloid. Penelitian diawali dengan isolasi minyak atsiri daun dewandaru (Eugenia uniflora L.) menggunakan metode destilasi uap-air. Hasil destilasi diperoleh minyak atsiri sebesar 0,08% (b/v) berwarna kuning jernih, berbau khas tanaman dewandaru. Komponen utama minyak atsiri ini yaitu β-ocimen, benzofuran, kariofilen, germakren dan bisiklogermakren serta mempunyai aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri gram positif Staphylococcus epidermidis. Minyak atsiri tersebut selanjutnya dibuat deodoran dengan karakteristik dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis dengan diameter zona hambat sebesar 8,15 mm, pH 5, uji organoleptik berdasarkan kesukaan terhadap warna (30%), bau (13,3%), homogenitas (33,3%), stabil terhadap waktu penyimpanan 30 hari dan tidak menimbulkan iritasi. Prosedur kerja pemanfaatan minyak atsiri daun dewandaru diimplementasikan dalam LKS berbasis TEA dengan hasil uji kelayakan rata-rata rhitung 0,80 dan reabilitas 0,92 sehingga dinyatakan valid dan diterima
KUALITAS KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA YANG TERBIASA TEACHER-CENTERED LEARNING MELALUI PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING
Banyak peneliti yang telah menyarankan bahwa siswa harus dilibatkan dalam proses penemuan konsep kimia melalui Keterampilan Proses Sains (KPS) dan pembelajaran inkuiri. Namun, menjadi tantangan tersendiri jika KPS dan pembelajaran inkuiri diterapkan pada siswa yang telah terbiasa pada pembelajaran berpusat pada guru, belum pernah sama sekali mengenal KPS dan pembelajaran inkuiri, salah satunya adalah siswa kelas XI IPA MAN 1 Pati. Oleh karena itu melalui penelitian ini bagaimana kualitas KPS melalui Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi asam basa dan larutan penyangga pada siswa tersebut akan diuraikan. Kualitas KPS tersebut diperoleh melalui mixed methods dengan desain embedded concurrent. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh secara keseluruhan menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPA MAN 1 Pati mempunyai KPS yang cukup baik dengan persentase rata-rata 67,34%. Setiap aspek KPS diantaranya pada aspek mengamati 85,00% (Baik); aspek mengklasifikasi 77,12% (Baik); aspek menggunakan alat dan bahan 80,62% (Baik); aspek mengukur 55,00% (Kurang); aspek menginterpretasi data 66,00% (Cukup); aspek mengkomunikasikan 58,78% (Cukup); dan aspek menyimpulkan 47,62% (Kurang). Kemampuan siswa pada aspek mengukur dan menyimpulkan belum memuaskan pada kegiatan praktikum asam basa dan larutan penyangga yang telah dilaksanakan.Â
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA BERBASIS INKUIRI UNTUK ANALISIS KUALITATIF LOGAM BERAT PADA LIMBAH LABORATORIUM
 Lembar kerja mahasiswa merupakan salah satu instrumen yang diperlukan pada praktikum analisis kualitatif logam berat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan tahapan penyusunan lembar kerja dan tampilan lembar kerja, menganalisis hasil uji kelayakan lembar kerja, dan meganalisis logam berat pada sampel limbah laboratorium secara kualitatif. Metode yang digunakan untuk peneitian ini yaitu R&D (Research & Development) yang meliputi studi pendahuluan, analisis jurnal yang relevan, membuat lembar kerja berbasis inkuiri dari analisis kualitatif logam berat pada limbah laboratorium, uji validasi lembar kerja yang telah dibuat, dan uji coba analisis kualitatif logam berat pada sampel limbah laboratorium secara kualitatif. Tampilan lembar kerja berbasis inkuiri didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan: merumuskan masalah, hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, menganalisis data, dan menyimpulkan datA. Logam berat yang dianalisis pada samoel limbah laboratorium Pendidikan Kimia yaitu logam Pb,Cr dan Cu. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode pengendapan. Hasil uji validasi menghasilkan bahwa lembar kerja telah memenuhi syarat (valid), hasil analisis logam Pb, Cr, dan Cu membuktikan bahwa ketiga logam tersebut terdapat dalam sampel, ditandai dengan perubahan warna yang spesifik untuk masing-masing logam.  Berdasarkan hasil penelitian, lembar kerja siap digunakan pada saat praktikum kimia analitik I pada sub materi analisis kualitatif logam berat