JTK (Jurnal Tadris Kimiya)
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA MENGGUNAKAN MEDIA LKM DAN TTS MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SMALL GROUP DISCUSSION (SGD)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Teka-Teki Silang (TTS) dibanding Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) pada pembelajaran kooperatif Small Group Discussion (SGD) terhadap hasil belajar materi Perkembangan Teori Atom mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Semester I Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Semester I Tahun Ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, dokumentasi, dan observasi. Uji prasyarat analisis untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak menggunakan uji normalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t dua pihak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar Perkembangan Teori Atom mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dimana thitung > ttabel, yaitu 3,79>2,00. Rata-rata nilai hasil belajar dengan menggunakanmedia TTS adalah 81,71 dan nilai rata-rata nilai hasil belajar dengan menggunakanmedia LKM adalah 75,29. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media TTS pada model pembelajaran kooperatif SGD lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Semester I Tahun Ajaran 2016/2017 dibanding media LKM pada materi Perkembangan Teori Atom
PEMBELAJARAN KONSEP IKATAN KIMIA DENGAN ANIMASI TERINTEGRASI LCD PROJECTOR LAYAR SENTUH (LOW COST MULTI TOUCH WHITE BOARD
Ikatan kimia merupakan konsep yang penting untuk memahami berbagai topik dalam ilmu kimia. Konsep tersebut dinilai sulit dipelajari. Kesulitan tersebut terletak pada ketidakmampuan siswa mengorganisasikan level pengetahuan secara sistematis. Siswa tidak mampu memvisualisasikan level molekuler kemudian menghubungkannya dengan level makroskopik dan simbolik. Animasi pada tingkat molekuler dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Pengintegrasian LCD projector layar sentuh berbiaya murah digunakan untuk menciptakan komunikasi antara siswa-guru menjadi efektif. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media animasi terintegrasi LCD projector layar sentuh dalam pembelajaran konsep ikatan kimia. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa penggunaan media animasi dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa pada konsep ikatan kimia
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA MENGGUNAKAN INDIKATOR ALAMI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh daun Pucuk Merah yang memiliki pigmen zat warna antosianin yang dapat mengalami perubahan warna pada perubahan pH tertentu. Perubahan warna tersebut dimanfaatkan sebagai indikator pH alami yang lebih murah dan aman dibandingkan indikator sintesis. Hasil penelitian ini selanjutnya akan dijadikan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran berupa penuntun praktikum titrasi asam basa menggunakan indikator pH alami berbasis pendekatan saintifik yang valid dan praktis. Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian dan pengembangan dengan tahapan Define, Design, dan Develop. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validitas dan angket uji praktikalitas, serta dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa trayek pH ekstrak daun Pucuk Merah yaitu 7,37-9,57 dengan perubahan warna merah muda-kuning. Penggunaan ekstrak daun Pucuk Merah lebih tepat dan lebih cermat digunakan sebagai indikator pH alami pada titrasi asam kuat basa kuat dibandingkan titrasi asam lemah basa kuat dengan nilai ketepatan 1,7601% dan nilai kecermatan 0,0848. Media pembelajaran yang dihasilkan dalam bentuk penuntun praktikum memiliki kevalidan 88,36% (sangat valid) dan tingkat kepraktisan 85,71% (sangat praktis). Dari hasil tersebut diketahui bahwa penuntun praktikum yang diujicobakan layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN KONSEP HIDROLISI GARAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas XI pada materi hidrolisis garam. Untuk itu, dilaksanakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest dan postest untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Pekanbaru pada materi hidrolisis garam. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah sampel 2 kelas yaitu XI IPA 1 (eksperimen) dan XI IPA 4 (kontrol). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes data awal yaitu tes homogenitas dan tes data akhir yaitu pretest dan postest, serta dokumentasi. Untuk mengetahui pengaruh penerapan model terhadap hasil belajar digunakan rumus Kp. Perbedaan pengaruh dianalisis dengan t-test sampel related. Hasil analisis data awal dan data akhir diperoleh nilai thitung = 2,55 dan ttabel = 2,00 pada taraf signifikan 5%. Nilai thitung> ttabel,sehingga Ho ditolak, dan Ha diterima yang berarti menunjukkan adanya pengaruh penerapan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Pekanbaru pada materi hidrolisis garam, dengan pengaruh sebesar 9,35%
PROFIL KEMAMPUAN BERINKUIRI SISWA SMA PADA TOPIK PENGARUH PERUBAHAN SUHU TERHADAP SISTEM KESETIMBANGAN KIMIA
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemampuan berinkuiri siswa SMA pada topik pengaruh perubahan suhu terhadap sistem kesetimbangan kimia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan subjek siswa kelas XI sebanyak 212 orang yang berasal dari 4 SMA di kota Bandung dan 1 SMA di kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian utama berupa tes dan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kemampuan berinkuiri siswa SMA secara keseluruhan pada topik pengaruh perubahan suhu terhadap sistem kesetimbangan kimia diantaranya aspek mengajukan pertanyaan 69,34%, aspek merumuskan hipotesis 58,02%, aspek merancang percobaan 32,08%, aspek mengumpulkan data 75,94%, aspek interpretasi data 75,47% dan aspek menyimpulkan 68,40%.Â
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI REAKSI REDOKS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SMA Negeri 2 Sawahlunto melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi reaksi reduksi-oksidasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen  dengan desain Nonequivalent Control Grup Data peningkatan keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui hasil pretes dan postest. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis kimia siswa adalah sebesar 5.5 %
MODEL CONTEXT BASED LEARNING (CBL) UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PRAKTIKUM PEMBUATAN SABUN
Model pembelajaran CBL adalah proses mengajar menggunakan pendekatan kelompok dimana proses dilakukan dalam bentuk bekerja bersama-sama untuk menciptakan konsep dan membawa siswa fokus terhadap peristiwa atau masalah yang ada. Keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan sebagai wahana penemuan dan pengembangan konsep, prinsip dan teori dalam memahami aplikasi koloid pada pembuatan sabun. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran dengan model CBL pada praktikum pembuatan sabun. Metode yang digunakan yaitu penelitian kelas dengan subjek siswa kelas XI IPA MA Ar-Rosyidiyah. Keterampilan berpikir kritis siswa untuk setiap kelompok prestasi yakni kelompok prestasi tinggi mendapat nilai 89,50 dengan kategori baik sekali, kelompok prestasi sedang mendapat nilai 76,28 dengan kategori baik dan kelompok prestasi rendah mendapat nilai 78,75 dengan kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model CBL dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN KIMIA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKATPADA MATERI KIMIA POLIMER
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku suplemen kimia berbasis sains teknologi mayarakat (STM) pada materi kimia polimer serta mengetahui respon guru dan siswa terhadap buku tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tiga tahap yaitu tahap perancangan, produk, dan evaluasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Pada tahap persiapan dihasilkan indikator buku suplemen yang telah diintegrasikan dengan lima ranah STM untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan buku suplemen. Pada tahap produk dihasilkan buku suplemen yang telah divalidasi oleh 3 orang dosen. Tahap evaluasi buku suplemen diuji cobakan pada 3 orang guru kimia dan 41 orang siswa kelas XII MIA 4 SMAN 3 Karawang. Produk divalidasi dan direspon berdasarkan aspek kelayakan isi, sajian, bahasa, dan grafika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku suplemen yang dikembangkan memiliki karakteristik penyajian materi antara konsep dan aplikasi serta dampaknya disajikan secara seimbang dengan mengintegrasikan ranah sains teknologi masyarakat agar pembaca lebih peduli mengenai lingkungan tempat tinggalnya sehingga pembaca akan merasakan bahwa ilmu kimia berhubungan erat dengan kehidupannya sehari-hari. Hasil uji coba terbatas mendapatkan total skor respon guru sebesar 80,61% termasuk dalam kategori layak dengan predikat baik. Hasil respon siswa mendapatkan total skor sebesar 82,01% termasuk dalam kategori layak dengan predikat baik.Â
PENGARUH PERMAINAN KAREKI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IKATAN ION DI SMA ISLAM RAUDHATUL JANNAH PAYAKUMBUH
Rendahnya nilai mata pelajaran kimia siswa disebabkan metode yang digunakan guru belum membuat siswa aktif, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan Kareki (kartu remi kimia) terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi ikatan ion. Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan rancangan penelitian the posttest only control group design. Populasinya siswa kelas X tahun pelajaran 2015/2016 dan sampel sebanyak 2 kelas XA dan XB. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji-t taraf kepercayaan 95% (α = 0,05), maka diperoleh thitung = 1,81 > 1,68= ttabel, berarti hipotesis diterima. Sehingga, dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif permainan Kareki terhadap hasil belajar Kimia siswa kelas X pada materi ikatan ion di SMA Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh