Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Pengaruh Waktu Tanam dan Varietas Cabai Besar pada Tumpang Sari dengan Bawang Merah
Sistem tanam tumpang sari bawang merah dan cabai besar merupakan salah satu teknologi alternatif yang dapat dikembangkan. Bawang merah ditumpangsarikan dengan cabai besar untuk pengoptimalan lahan dan pemanfaatan ruang tumbuh. Sehingga pada saat panen, petani dapat memperoleh hasil yang menguntungkan dibandingkan penanaman secara monokultur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Desember 2021 di Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan monokultur bawang merah (P0), monokultur cabai besar varietas Gada MK (P1), monokultur cabai besar varietas Baja MC F1 (P2), cabai besar varietas Gada MK dan bawang merah ditanam secara bersamaan (P3), cabai besar varietas Gada MK ditanam 15 HST setelah bawang merah (P4), cabai besar varietas Gada MK yang ditanam 30 HST setelah bawang merah (P5), cabai besar varietas Baja MC F1 dan bawang merah ditanam secara bersamaan (P6), cabai besar varietas Baja MC F1 ditanam 15 HST setelah bawang merah (P7), cabai besar varietas Baja MC F1 ditanam 30 HST setelah bawang merah (P8) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai besar varietas Baja MC F1 yang ditanam 30 HST setelah bawang merah menghasilkan jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering bawang merah tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya
Pengaruh Pemberian Air Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Romaine (Lactuca Sativa L. Var. Longifolia) pada Sistem Hidroponik
Selada romaine (Lactuca sativa L. var. longifolia) merupakan tanaman yang memiliki kandungan nutrisi dan nilai ekonomi yang tinggi. Teknik budibaya hiroponik merupakan teknik budidaya yang tepat untuk membudidayakannya karena memiliki waktu tanam yang singkat. Teknik budidaya hidroponik memerlukan tambah-an nutrisi agar dapat menunjang per-tumbuhan dan perkembangan tanaman agar lebih cepat yaitu dengan cara me-manfaatkan beberapa sumber hara dengan harga lebih murah seperti pemanfaatan air kelapa sebagai tambahan nutrisi. Air kelapa mengandung hormon yang dapat memacu pertumbuan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mem-pelajari pengaruh pemberian air kelapa sebagai nutrisi tambahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilakukan pada greenhouse Agroteknopark, Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang. Rancangan yang dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan menggunkan uji DMRT (Duncan Multiple range test) taraf 5%, dengan perlakuan yaitu: P0 (pelakuan kontrol), perlakuan air kelapa muda, M100 (100ml), M200 (200ml), M300 (300ml), perlakuan air kelapa tua, T100 (100ml), T200 (200ml), T300 (300ml). Berdasarkan hasil pengamatan perlakuan T100 (air kelapa tua 100ml) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa parameter seperti panjang tanaman, volume akar, dan berat segar tanaman yang menunjukkan nilai yang nyata lebih tinggi dari perlakuan kontrol (P0).
 
Aplikasi Pupuk Daun pada Konsentrasi dan Frekuensi Pemupukan terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Dendrobium Hibrida Tahap Aklimatisasi
Anggrek Dendrobium Hibrida adalah salah satu tanaman yang terkenal di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan dalam memaksimalkan vegetatif anggrek dengan cara pengaplikasian pupuk daun terhadap konsentrasi dan frekuensi pemupukan fase aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember pada bulan September sampai Desember. Metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor. Pertama yaitu konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: 1 g/l, 1,5 g/l, 2 g/l. Kedua frekuensi pemupukan 5 hari, 10 hari, 15 hari. Data dianalisi menggunakan rumus uji F (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk daun berpengaruh tidak nyata pada seluruh parameter. Sedangkan frekuensi pemupukan berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter panjang daun dan lebar daun. Interaksi konsentrasi dan frekuensi pemupukan memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter lebar daun, berpengaruh tidak nyata pada parameter jumlah daun dan panjang daun
Pengaruh Aplikasi AB-Mix Terhadap Bawang Daun pada Sistem Budidaya Hidroponik Vertikultur dengan Media Arang Sekam
Alih fungsi lahan pertanian menyebabkan berkurangnya lahan untuk kegiatan budidaya tanaman. Melalui sistem hidroponik, masyarakat dimudahkan untuk membudidayakan tanaman pada lahan sempit, khususnya tanaman bawang daun.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi AB-Mix terhadap produksi bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan bahan yaitu benih bawang daun, arang sekam, nutrisi AB Mix, POC sabut kelapa, air, dan gelas kemasan air mineral. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian UKI Toraja selama 4 bulan sejak bulan Juli hingga Oktober 2022, dengan menggunakan rancangan acak kelompok. Data yang telah dikumpulkan yakni tinggi tanaman, jumlah anakan, diameter umbi, dan bobot tanaman kemudian dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut BNJ melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan AB Mix berpengaruh nyata terhadap keempat variabel yang diamati. Pemberian AB Mix ini direspon baik oleh tanaman. Pemberian nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 7,5 ml/L air direspon baik pada tinggi tanaman. Pemberian nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 10,5 ml/L air direspon baik pada jumlah anakan. Pemberian nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 9 ml/L air direspon baik pada diameter umbi dan bobot tanaman. Kesimpulannya, konsentrasi AB Mix 9 ml/L air merupakan perlakuan terbaik dari lima perlakuan yang ditawarkan karena kedua faktor pengamatan tersebut diterima dengan baik oleh tanaman daun bawang
Pengaruh Dosis Pupuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kemangi (Ocimum sanctum L.)
Salah satu faktor penting dalam budidaya kemangi yaitu pemupukan. Pemupukan nitrogen dan kalium merupakan cara yang banyak digunakan dalam meningkatkan hasil tanaman kemangi terutama pada bagian daunya. Namun, banyak petani belum memahami dengan baik dosis yang tepat untuk digunakan pada tanaman kemangi. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mengenai dosis pupuk nitrogen dan kalium yang tepat untuk digunakan pada tanaman kemangi, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kemangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2023, berlokasi di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pupuk nitrogen dan kalium dengan dosis pupuk nitrogen (50 kg/ha, 100 kg/ha dan 150 kg/ha) dan dosis pupuk kalium (20 kg/ha, 50 kg/ha dan 80 kg/ha). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan bobot total segar konsumsi per tanaman. Data hasil pengamatan akan dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%.
Dari hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara perlakuan pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kalium terhadap semua variabel pengamatan. Hasil nyata terlihat pada pemberian dosis pada masing-masing pupuk. Pemberian pupuk nitrogen dengan dosis 150 kg/ha memberikan hasil yang terbaik pada semua parameter pengamatan. Sedangkan dosis pupuk kalium 50 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil panen
Pengaruh Pupuk Organomineral dan Pupuk Anorganik Pada Pertumbuhan dan Hasil Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)
Stevia merupakan tanaman penghasil pemanis alami yang bebas kalori dan bersifat antioksidan dan non karsinogenik. Untuk menghindari defisiensi unsur hara, kegiatan pemupukan dilakukan untuk menyediakan nutrisi dalam tanah. Salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah organomineral. Namun informasi mengenai perbandingan dosis pupuk organomineral dan pupuk anorganik yang tepat belum cukup banyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organomineral dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil stevia dibandingkan dengan pupuk anorganik dan pupuk kandang sapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2023 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan antara lain P0 (Tanpa pupuk), P1 (Organomineral 600 kg ha-1), P2 (Organomineral 1200 kg ha-1), P3 (Organomineral 1800 kg ha-1), P4 (Organomineral 2400 kg ha-1), P5 (NPK 50 kg ha-1 + Urea 50 kg ha-1), P6 (NPK 100 kg ha-1 + Urea 100 kg ha-1), P7 (NPK 150 kg ha-1 + Urea 150 kg ha-1), P8 (NPK 200 kg ha-1 + Urea 200 kg ha-1). Adapun variabel tanaman yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang bobot segar daun bobot kering daun, dan kadar gula. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan organoomineral dosis 2400 kg ha-1 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman stevia lebih tinggi dibandingkan pupuk anorganik dan tanpa pemupukan, kecuali dosis pupuk NPK 150 kg ha-1 + Urea 150 kg ha-1 dan NPK 200 kg ha-1 + Urea 200 kg ha-1. Pupuk organomineral dengan dosis tertinggi menghasilkan kadar gula 6,33% lebih tinggi dibandingkan tanpa pemupukan. Pupuk organomineral dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman
Karakterisasi Morfologi dan Penciri Khusus Tujuh Calon Varietas Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu tanaman melon. Komoditas melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bersifat menjalar. Melon merupakan buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, produktivitas melon di Indonesia tergolong rendah apabila dibandingkan dengan tanaman buah yang lain. Pemanfaatan varietas unggul, mengelola lingkungan tumbuh dengan tepat dan menerapkan teknik budidaya yang tepat agar dapat meningkatkan atau mempertahankan produksi melon perlu dilakukan guna mengatasi produksi yang fluktuatif. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi morfologi dari beberapa calon varietas melon yang berguna untuk mengetahui karakter-karakter yang berbeda dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2022 di Glass House CV. Borneo Seed Indonesia yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Apabila hasil F hitung dari tabel anova yaitu berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon varietas yang akan berpotensi memiliki hasil tinggi dan penampilan yang unggul yaitu calon varietas MO-04 dan MO-07. Potensi hasil calon varietas MO-04 yaitu pada karakter diameter buah, panjang buah, persentase daging buah yang dapat dikonsumsi, bobot buah, tingkat kemanisan dan ketahanan simpan. Potensi hasil calon varietas MO-07 yaitu pada karakter diameter buah, panjang buah, persentase buah yang dapat dikonsumsi, bobot buah, produktivitas per hektar dan tingkat kemanisan. Selain itu, calon varietas MO-04 dan MO-07 memiliki penciri khusus yaitu warna daging buah dan kerapatan net
Kajian Hubungan Antara Curah Hujan dan Produktivitas Tanaman Nanas (Ananas comosus L.) Di Kabupaten Blitar
Nanas merupakan komoditas hortikultura yang peminatnya masih terbilang tinggi karena kebutuhannya sebagai buah segar maupun bahan baku olahan. Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah penghasil nanas karena didukung oleh iklim tropis yang sesuai. Wilayah Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 8,92% dengan Kabupaten Blitar menduduki peringkat kedua sentra produksi nanas terbesar setelah Kabupaten Kediri. Tanaman nanas merupakan tanaman yang peka terhadap perubahan iklim karena dampak dari panas yang berlebihan dan hujan yang tidak teratur. Hal ini dapat mengancam produktivitas tanaman nanas dengan mengurangi potensi hasil dan kualitas yang akan menggagalkan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara unsur curah hujan (intensitas curah hujan dan hari hujan) dan produktivitas tanaman nanas di Kabupaten Blitar. Penelitian dilaksanakan pada bulan bulan Juni hingga September 2020 di sentra produksi nanas Kabupaten Blitar yaitu Kecamatan Gandusari, Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Nglegok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani. Data sekunder yang dibutuhkan adalah produktivitas tanaman nanas di Kabupaten Blitar dari Badan Pusat Statistik dan data curah hujan (intensitas curah hujan dan hari hujan) dari Badan Pusat Statistik dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Karangploso. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara unsur curah hujan dan produktivitas dan regresi untuk mengetahui unsur curah hujan mana yang paling berpengaruh terhadap produktivitas. Berdasarkan hasil analisa menjelaskan bahwa unsur curah hujan berpengaruh nyata terhadap produktivitas tanaman nanas dan dapat menurunkan produktivitas di ketiga kecamatan di Kabupaten Blitar. 
The Pengaruh Kombinasi Nutrisi dan Pemberian Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat
Kombinasi nutrisi AB mix dan POC kelinci dengan pemberian pupuk daun dapat meningkatkan produksi selada keriting. Tujuan untuk mempelajari interaksi kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun, serta memperoleh perlakuan kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun terbaik. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juli 2023 di Greenhouse, Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian disusun faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor 1: P1 (100% AB mix), P2 (100% POC kelinci), P3 (85% AB mix + 15% POC kelinci), P4 (70% AB mix + 30% POC kelinci), dan P5 (55% AB mix + 45% POC kelinci). Faktor 2: W1 (Tanpa pupuk daun) dan W2 (Pupuk daun). Hasil penelitian menunjukan interaksi kombinasi nutrisi dan aplikasi pupuk daun. Bobot segar total pada pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dan 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik. Kombinasi nutrisi 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik pada panjang akar dan bobot segar akar. Aplikasi pupuk daun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dengan 100% AB mix dan 85% AB mix + 15% POC lebih menguntungkan
Pengaruh Konsentrasi Ecoenzyme dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Begonia Lilin (Begonia semperflorens)
Begonia lilin merupakan salah satu tanaman hias yang diperjualbelikan dan banyak diminati masyarakat karena memiliki keindahan pada bunganya dan dapat berbunga sepanjang tahun. Namun, penggunaan pupuk NPK dengan dosis yang tidak tepat mengganggu pertumbuhan dan pembungaan tanaman, keracunan, bahkan mati. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi pemakaian pupuk NPK dengan menggunakan alternatif berupa pemanfaatan limbah organik seperti ecoenzyme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi ecoenzyme dan pupuk NPK pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman begonia lilin (Begonia semperflorens). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga April 2023 berlokasi di VNT Garden, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi ecoenzyme dan pupuk NPK. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ecoenzyme 45 ml.l-1 dengan NPK 4 g.l-1 berinteraksi meningkatkan pertumbuhan dan pembungaan tanaman begonia lilin seperti panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, lebar kanopi, indeks klorofil, bobot segar total tanaman, jumlah cluster bunga, jumlah bunga per cluster, dan menurunkan rasio jumlah daun dan jumlah bunga dibandingkan 0 ml.l-1 ecoenzyme dan pupuk NPK 8 g.l-1 (efisiensi 50%). Namun, pemberian ecoenzyme 45 ml.l-1 dengan NPK 4 g.l-1 memperlambat waktu muncul bunga dibandingkan kontrol