Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Mentimun terhadap Frekuensi Penyiraman Air Kapasitas Lapang

    No full text
    Produksi mentimun nasional pada tahun 2011-2021 mengalami penurunan yang fluktuatif. Pertumbuhan dan hasil mentimun umumnya kurang optimal pada kondisi kekurangan maupun kelebihan air. Upaya peningkatan produksi mentimun yang dapat dilakukan yaitu melalui frekuensi penyiraman sesuai kapasitas lapang. Varietas unggul juga menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya mentimun. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penelitian berlokasi di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada bulan Mei sampai Juli tahun 2023. Alat dan bahan digunakan yaitu ajir, meteran, gelas ukur, timbangan digital, Leaf Area Meter, media tanam campuran, benih Metavy dan Ethana, air, dan polibag. Penyusunan Rancangan Acak Kelompok dilakukan secara faktorial. Faktor kesatu yaitu varietas mentimun yang mencakup mentimun varietas Ethana dan varietas Metavy. Faktor kedua yaitu frekuensi penyiraman yang mencakup penyiraman 1 hari sekali, 3 hari sekali, 5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Masing-masing perlakuan dikombinasikan dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga terdapat 32 plot percobaan. Penelitian menghasilkan bahwa terdapat interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas  terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penyiraman dengan frekuensi 1 hari sekali pada varietas Ethana mampu meningkatkan panjang tanaman 13,01% lebih tinggi, jumlah cabang 27,65% lebih banyak, jumlah buah 109% lebih banyak, dan bobot buah 187,64% lebih tinggi dibandingkan fekuensi penyiraman 3 hari sekali. Frekuensi penyiraman 1 hari sekali pada varietas Metavy mampu meningkatkan panjang tanaman 31,82% lebih tinggi, jumlah cabang 52,99% lebih banyak, jumlah buah 89% lebih banyak, dan bobot buah 145% lebih tinggi dibandingkan frekuensi penyiraman 3 hari sekali

    Respon Produksi dan Fisiologi Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Varietas Chinensis pada Cekaman Salinitas Lahan Berpasir

    No full text
    Tanaman lidah buaya (Aloe Vera L.) merupakan tanaman tahan cekaman salinitas. Namun, setiap perubahan agroklimatologi akan berpengaruh terhadap fisiologi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya yang ditanam di lahan berpasir dengan menggunakan perlakuan salinitas. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – September 2024  pada greenhouse yang terletak di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu asal bibit (P) dan salinitas (S). Faktor P menggunakan 3 taraf perlakuan bibit lidah buaya varietas chinensis asal penangkar gunung kidul, bantul, dan cilacap. sedangkan faktor S menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu penambahan NaCl sebanyak 0, 10, 15 dan 20 g/L. Data hasil pengamatan dientri pada komputer kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS (software statistical package for the social sciences) dengan taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka akan diuji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon produksi dan fisiologi pada lidah buaya umur 10 bulan pada kondisi cekaman salinitas sebagai berikut : Bibit asal Gunung Kidul menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kondisi salinitas, perlakuan salinitas memberikan pengaruh terhasap beberapa parameter fisiologi dan produksi tanaman lidah buaya meskipun secara statistik tidak semua menunjukkan perbedaan signifikan, perlakuan P1S2 (Bibit Gunung Kidul dengan salinitas 15 g/L) adalah perlakuan terbaik karena memberikan hasil yang baik pada berbagai parameter produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya

    Efisiensi Absorpsi Radiasi Matahari (Ea) pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Bisi 816 melalui Aplikasi Pupuk Hayati dan Anorganik

    No full text
    Tanaman jagung merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan pupuk anorganik melebihi dosis rekomendasi dan tanpa disertai penggunaan pupuk organik dapat menyebabkan masalah pada kondisi tanah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah ialah dengan pupuk hayati dan pupuk anorganik. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkan efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) dan hasil panen tanaman jagung (Zea mays L.) varietas BISI 816. Percobaan ini telah dilaksanakan pada Desember 2022 hingga April 2023 di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Percobaan faktorial yang dirancang dengan RAK terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I dosis pupuk hayati yaitu tanpa pupuk hayati (H0); 30 liter.ha-1 (H1); 60 liter.ha-1 (H2); 90 liter.ha-1 (H3). Faktor II dosis pupuk anorganik (NPK dan urea) yaitu tanpa pupuk anorganik (A0); NPK 150 kg.ha-1+ urea 100 kg.ha-1 (A1); NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 (pupuk standar) (A2). Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian kombinasi pupuk hayati dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pupuk hayati 60 liter.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 berpengaruh nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil yakni bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 14,56 ton.ha-1 serta efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) sebesar 78,08%

    Dampak Variasi Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Berdasarkan Proyeksi Iklim Hingga Tahun 2100

    No full text
    Salah satu tantangan yang dihadapi dalam budidaya tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) adalah terjadinya pemanasan global yang berpotensi mengakibatkan peningkatan suhu di atmosfer, serta perubahan pada berbagai variabilitas iklim yang dapat mempengaruhi musim tanam, pertumbuhan, serta hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan peningkatan suhu atmosfer hingga tahun 2100 di dua wilayah sentra produksi berdasarkan model proyeksi iklim pada tiga skenario Representative Concentration Pathways (RCP), serta memproyeksikan produktivitas tanaman kentang di kedua lokasi tersebut berdasarkan hasil proyeksi iklim. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji variasi iklim pada dua titik lokasi, yaitu Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo dan dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2023. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi software Microsoft Excel 2013, CORDEX, ArcMap 10.8 dan NASA POWER. Bahan yang digunakan meliputi data historis curah hujan harian, suhu minimum harian dan suhu maksimum harian, serta data produktivitas kentang Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari : 1) uji validasi model proyeksi iklim yang digunakan, 2) proyeksi curah hujan dan suhu rata-rata, 3) analisis regresi linear berganda untuk memproyeksikan produktivitas tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario RCP 2.6, tidak terdapat pola kenaikan rata-rata suhu atmosfer hingga tahun 2100, sementara terdapat pola kenaikan suhu 0,41-1,21°C dan 1,26-2,23°C pada skenario RCP 4.5 dan RCP 8.5. Terdapat peningkatan produktivitas tanaman kentang di Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo berasarkan proyeksi produktivitas hingga tahun 2100. Sementara itu, terjadi penurunan produktivitas tanaman kentang di Kecamatan Poncokusumo pada skenario RCP 2.6 dan RCP 4.5. Berdasarkan skenario RCP 8.5, terjadi pola peningkatan produktivitas yang lebih tinggi di Kecamatan Poncokusumo dibandingkan degan Kecamatan Tosari

    Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Biourin Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata)

    No full text
    Tanaman jagung manis (Zea mays L. var. saccharata) merupakan tanaman yang memiliki rasa manis. Produksi jagung manis dapat lebih ditingkatkan lagi, salah satu cara dalam meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan cara pemupukan. Pemupukan adalah menambah kebutuhan hara tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Biourin kelinci merupakan pupuk organic cair yang dapat meningkatkan kandungan unsur hara. PGPR merupakan pupuk hayati yang terdapat  bakteri hidup didalamnya yang mampu membantu penyerapan hara dan memobilisasi penyerapan unsur hara dalam tanah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2023 bertempat di Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I (dosis PGPR) : P0 = 0 ml tan-1, P1 = 150 ml tan-1, P2 = 300 ml tan-1. Faktor II (Biourin Kelinci) : B0 = 0 ml l-1, B1 = 75 ml l-1, B2 = 150 ml l-1, B3 = 225 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis PGPR dan konsentrasi biourin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin 150 ml l-1 memberikan bobot tongkol tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pada pengamatan kadar gula perlakuan dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin kelinci 150 ml l-1 menunjukkan kadar gula lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya

    Keragaan dari Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S4

    No full text
    Sektor yang besar akan penggunaan dan permintaan komoditas jagung pakan adalah sektor industri pakan ternak. Setiap tahunnya akan permintaan terus meningkat. Tren peningkatan tiap tahunnya perlu diselaraskan dengan produksi nasional komoditasnya, yaitu dengan melakukan penggunaan, pengembangan dan pembentukan varietas unggul. Dalam pembentukan varietas yang unggul perlu berupa calon tetua unggul. Cara mendapatkan tetua yang unggul dilakukan dengan menilai dan mengevaluasi keragaan atau performanya. Penilaan dan evalusi keragaan dapat mempermudah proses seleksi dan pemilihan karakter yang diinginkan.  Tujuan dilakukannya penelitian meliputi mengetahui keragaan karakter kualitatif, kuantitatif, pola dan kurva distribusi normal standar, serta galur berpotensi calon tetua. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode single plant tanpa ulangan. Perlakuan menggunakan 15 galur jagung pakan generasi S4, dengan populasi 12 tanaman.  Dari 15 galur terdapat 1 yang berpotensi sebagai calon tetua hanya yaitu pada galur JP-14. Hasil dari analisis distribusi normal dari 17 karakter kuantitatif, menunjukan yang berdistribusi atau mengikuti kurva normal terdapat pada 5 karakter dan sisanya tidak berdistribusi atau tidak mengikuti kurva normal

    Pengaruh Dosis Pupuk Hayati dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Batu Ijo

    No full text
    Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Menurunnya produktivitas bawang merah menurun karena menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan aplikasi pupuk anorganik yang berlebih dan terus menerus. Kombinasi pupuk hayati dan NPK dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan juga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap tanah dan produktivitas bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Bocek, Jawa Timur, pada Mei-Juli 2023. Bahan yang digunakan dalam adalah bawang merah varietas batu ijo, pupuk hayati Bioto Grow Gold (BGG), dan  NPK mutiara (16-16-16). Metode penelitian adalah RAK, dua faktor perlakuan. Data dianalisis menggunakan Uji F dan dilanjutkan uji beda nyata jujur taraf 5%. Bawang merah menunjukan pertumbuhan yang optimal pada pengaplikasian pupuk hayati dengan dosis 9 ml L-1 dan pupuk NPK 500 kg ha-1 pada umur 30 dan 40 HST. Dosis pupuk hayati 9ml L-1 dan NPK  kg ha-1 menghasilkan panjang tanaman lebih tinggi dibandingkan dosis yang lain. Pengaplikasian pupuk hayati 9 ml L-1  menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Dosis pupuk NPK 500 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Hasil bawang merah menunjukkan interaksi antara pengaplikasian Pupuk hayati dan pemupukan NPK. pupuk hayati 9ml L-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain. Dosis pupuk NPK 400 kg ha-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain

    Pengaruh Komposisi Media dan Frekuensi Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Romaine (Lactuca sativa L.)

    No full text
    Kriteria media tanam yang baik yaitu mampu menjaga kelembaban daerah perakaran, udara yang tersedia dengan cukup dan adanya unsur hara. Penggunaan campuran tanah dengan media tanam organik menjadi upaya dalam permasalahan ketersediaan air yang terbatas. Frekuensi air yang kurang atau berlebih akan menyebabkan tanaman mengalami titik kritis, kemudian akan mengganggu proses fisiologis dan fotosintesis suatu tanaman, sehingga akan mempengaruhi produksi dan kualitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis media tanam dan interval frekuensi pemberian air serta mempelajari pengaruh dari kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2023 di Greenhouse Dusun Manggisari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun secara faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial). Faktor 1, yaitu M0 (Tanah), M1 (Tanah + Cocopeat), M2 (Tanah + Arang Sekam), dan M3 (Tanah + Kompos). Faktor 2, yaitu F1 (Penyiraman 1 hari sekali), F2 (Penyiraman 2 hari sekali), dan F3 (Penyiraman 3 hari sekali). Hasil penelitian ini terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada parameter luas daun, laju pertumbuhan, berat kering, serta berat segar konsumsi. Jenis media menunjukan perbedaan terhadap pertumbuhan dan hasil selada romaine dengan perlakukan kombinasi media tanam Tanah + Cocopeat (M1) memberikan hasil lebih tinggi pada parameter luas daun, laju pertumbuhan berat kering, berat segar dan kapasitas lapang. Interval pemberian air menunjukan perbedaan terhadap dan hasil selada romaine dengan perlakuan pemberian interval pemberian air 2 hari sekali (F1) memberikan hasil yang berbeda nyata dengan pemberian air 1 hari sekali (F0) pada parameter luas daun, laju pertumbuhan, berat kering, dan berat segar konsumsi

    Pengaruh Konsentrasi Kalsium Nitrat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi (Brassica juncea L.) Pada Hidroponik Sistem Sumbu

    No full text
    Pertanian konvensional berbasis tanah menghadapi kendala yang cukup berat khususnya di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh produktivitas tanah yang mulai berkurang yang disebabkan oleh kesuburan tanah yang kurang baik, salah satu faktor menurunnnya kualitas tanah yaitu penanamann yang dilakukan secara terus menerus selama bertahun tahun-tahun dan yang terpenting penurunan ketersediaan lahan per kapita yang disebabkan oleh pembangunan yang signifikan. Hidroponik dianggap salah satu teknik budidaya tanpa menggunakan tanah yang dapat meningkatkan hasil kualitas produk pertanian. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanamnya yang terkadung nutrisi dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Budidaya sawi hidroponik memiliki banyak keunggulan, selain lebih bersih dari pada teknologi konvensional (menggunakan media tanah). Tujuan dari percobaan ini yaitu mempelajari interaksi antara konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Hipotesis dari percobaan ini yaitu terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.Percobaan ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Greenhouse Fakultas Pertanian terletak pada ketinggian tempat 440-667 mdpl dengan kisaran suhu harian 22,70C-25,10C. Percobaan ini dilaksanakan pada Februari 2022 sampai dengan Maret 2022. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah konsentrasi kalsium nitrat yang terdiri dari atas 4 taraf, yaitu 0 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, 30 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, 60 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix, dan 90 gram Kalsium Nitrat/1 liter AB Mix. Sedangkan faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari Varietas Tosakan dan Varietas Shinta. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan adalah tidak terdapat interaksi nyata antara pemberian konsentrasi kalsium nitrat dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi. Terdapat hasil berbeda nyata pada perlakuan kalsium nitrat dengan konsentrasi 30g/L pada parameter bobot konsumsi dan bobot kering

    Analisis Distribusi Vegetasi Dan Tingkat Kenyamanan Pada Ruang Terbuka Hijau Di Taman Bibit Mojolangu Kota Malang

    No full text
    Ruang terbuka hijau adalah kawasan ruang terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan perkotaan yang nyaman, indah dan bersih. Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai membuat masyarakat kota dapat merasakan manfaat RTH dari nilai estetika, klimatologis, ekologis dan edukatif. Salah satu taman kota yang ada pada Kota Malang yaitu Taman Bibit Mojolangu. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 di Taman Bibit Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode THI (Thermal Humidity Index), kuisioner, analisa vegetasi, indeks distribusi vegetasi dan indeks keanekaragaman vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Bibit Mojolangu memiliki 33 jenis vegetasi, tingkat keanekaragaman vegetasi berada di tingkat sedang dengan pola distribusi mengelompok. Taman Bibit Mojolangu termasuk dalam kategori nyaman pada jam 07.00 dan 16.00 dengan rata-rata nilai THI 21,64 dan 23,29 yang didukung dengan hasil persepsi masyarakat sebesar 75,64%. Tingkat kenyamanan memiliki hubungan dengan pola distribusi vegetasi dengan hasil analisis korelasi -0,40 yang berarti memiliki hubungan yang cukup kuat

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇