Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Keragaman Genetik Karakter Morfologi pada Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Analisis Komponen Utama
Indonesia memiliki banyak plasma nutfah ercis dengan persebaran wilayah yang mencakup Pulau Jawa dan Sumatera. Evaluasi dan karakterisasi plasma nutfah ercis lokal Indonesia perlu dilakukan untuk menilai keragaman genetik yang ada di dalamnya. Informasi keragaman genetik sangat dibutuhkan dalam pemuliaan tanaman ercis sehingga upaya pengembangan varietas unggul dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari keragaman genetik pada 82 aksesi ercis berdasarkan karakter morfologi menggunakan analisis komponen utama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2023 berlokasi di Desa Merjosari, Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu augmented design menggunakan 80 aksesi ercis sebagai genotipe uji dan 2 varietas komersial sebagai genotipe cek. Variabel pengamatan mencakup 18 karakter morfologi kualitatif berdasarkan deskriptor untuk Pisum sativum L. dari The CommunityPlant Variety Office (CPVO) 2020. Keragaman dianalisis menggunakan analisis komponen utama berdasarkan koefisien korelasi Pearson menggunakan XLSTAT 2023. Keragaman aksesi ercis berdasarkan analisis komponen utama dimuat pada 6 komponen utama yang memiliki eigenvalue > 1 dan memberikan kontribusi sebesar 82.71% terhadap keragaman total. Terdapat 14 karakter morfologi penting yang memiliki keragaman tinggi dan berkontribusi secara signifikan terhadap keragaman total yang muncul antar aksesi ercis
Respon Pertumbuhan Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Varietas Garibar Terhadap Pemberian Dosis NPK Dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam
Tanaman okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman dimanfaatkan buahnya dapat ditanam di Indonesia yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra ialah nutrisi yang bersumber dari pemupukan. NPK sebagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, pupuk kotoran ayam dapat memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisika tanah. Salah satu varietas tanaman okra yang dapat digunakan ialah varietas Garibar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf dosis NPK yaitu P1 : N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1, P2 : N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1,P3 : N 200 kg ha-1; P 50 kg ha -1 ; K 170 kg ha -1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K0 : pupuk kotoran ayam 0 ton ha-1, K1 : pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1, K2 : pupuk kotoran ha-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis NPK N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1 (P2) mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pemberian dosis NPK N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1 (P2) dan dosis pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah dan berat buah per tanaman
Pengaruh Dosis Dan Sumber Bahan Organik Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium Sativum L.) Di Lahan Kering
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bumbu masak dan obat-obatan oleh masyarakat Indonesia. Rendahnya produktivitas bawang putih antara lain disebabkan oleh degradasi lahan, penerapan teknik budidaya tidak sesuai dengan kemampuan lahan maupun iklim, dan pemilihan bibit yang belum sesuai. Karakteristik lahan sangat penting dalam pengelolaan lahan budidaya untuk mencapai produksi bawang putih yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan dosis dan sumber bahan organik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Mei 2022 di lahan percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbag (RPT) dengan petak utama yaitu sumber bahan organic yang terdiri dari limbah kotoran ayam, limbah kotoran sapi, dan limbah kotoran kambing. Sedangkan dosis ditempatkan pada anak petak yang terdiri dari tanpa limbah, 50%, 100%, dan 150%. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limbah kotoran sapi dengan perlakuan dosis 100% menghasilkan panen per hektar bobot kering angin umbi yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Limbah kotoran ayam dengan perlakuan dosis 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi paling tinggi daripada dosis lainnya. Limbah kotoran kambing dengan perlakuan dosis 100% dan 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi lebih tinggi daripada dosis lainnya
Uji Ketahanan Kekeringan pada Galur Mutan Sorgum Generasi M4
Tanaman sorgum merupakan tanaman yang dapat memaksimalkan potensi lahan marginal di Indonesia. Sorgum merupakan tanaman serealia yang berasal dari Afrika dan dapat diolah menjadi pakan ternak hingga nasi. Varietas yang diedarkan di Indonesia merupakan introduksi dan telah dilakukan pemuliaan tanaman oleh kementerian pertanian. Perakitan varietas unggul dapat dilakukan dengan meningkatkan sumber keragaman genetik salah satu caranya adalah dengan pemuliaan tanaman mutasi. Mutasi merupakan teknik yang digunakan untuk perbaikan karakter pada tanaman dengan sumber tetua yang terbatas. Karakter unggul dari sebuah tanaman mutan juga perlu diuji salah satunya dengan uji cekaman kekeringan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2021 pada Pasar Jumat PAIR-BATAN. Penelitian ini menggunakan Augmented Design dengan galur mutan generasi M4 (38 galur) dibandingkan 3 varietas yang telah beredar yaitu benih sorgum varietas Numbu (unggul nasional), samurai 1 (rentan terhadap kekeringan), Super-1 (induk). Variabel pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah ruas, panjang malai, berat malai, berat biji per malai, umur bunga, umur panen, biomassa tanaman, kerapatan stomata. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji LSI (Least Significant Increase).
Berdasarkan hasil penelitian terdapat beda nyata hanya pada variabel pengamatan jumlah daun. Pada beberapa galur mutan generasi M4 yaitu galur mutan M1, M6, M8, M12, M16, M22 dan, M33 memiliki rerata jumlah daun lebih tinggi dan berbeda nyata dengan varietas pembanding yaitu Numbu (C1), Super-1 (C2), dan Samurai-1(C3). Sedangkan pada galur mutan M17 dan M42 hanya lebih tinggi dan berbeda nyata terhadap varietas Super-1(C2)
Respon Fenologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Terhadap Kondisi Cuaca di Dataran Menengah
Tanaman ercis (Pisum sativum L.) atau sering disebut dengan kacang kapri merupakan jenis kacang-kacangan yang sering dikonsumsi sebagai sayur. Produksi ercis di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penanaman ercis di dataran menengah dilakukan untuk meningkatkan produksi ercis. Usaha peningkatan produksi ercis dimulai dengan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat budidaya. Fase-fase pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh variabel cuaca terhadap respon fenologi tanaman ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023 yang bertempat bertempat di Desa Merjosari, Kota Malang. Bahan penelitian yaitu 80 aksesi lokal. Rancangan percobaan penelitian yaitu augmented design II. Pengamatan dianalisis menggunakan kode BBCH (Biologische Bundesansalt Bundessortenanmt und Chemische Industrie). Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai rata-rata, median dan uji korelasi variabel cuaca dengan fase pertumbuhan tanaman ercis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan suhu udara akan menghambat fase muncul daun dan fase muncul batang tanaman ercis. Peningkatan suhu udara akan mempercepat fase muncul bunga pada tanaman ercis. Peningkatan kelembapan udara akan mempercepat fase perkecambahan, fase muncul daun dan fase muncul batang pada tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan mempercepat fase perkecambahan tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan memperlambat fase muncul daun, fase muncul batang dan fase polong matang tanaman ercis.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Waktu Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau Varietas Vima 1 (Vigna radiata L.).
Kacang hijau ( Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting ketiga di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Permintaan terhadap kacang hijau meningkat seiring dengan banyaknya olahan makanan yang menggunakan kacang hijau. Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman kacang hijau adalah kekurangan unsur dalam tanah dan keberadaan gulma. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemberian pupuk NPK yang tepat, selain itu penyiangan gulma juga meningkatkan hasil produksi kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dosis pupuk NPK dan waktu penyiangan gulma yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas vima-1. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan percobaan faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan dosis pupuk NPK dan kedua ialah perlakuan waktu penyiangan gulma. Metode pengambilan sampel berupa metode non destruktif. Analisis ragam menggunakan ANNOVA dengan taraf 5%. Uji Lanjut menggunakan beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis pupuk 250 kg.ha-1 memberikan hasil yang baik dan berpengaruh nyata terhadap bobot biji per tanaman dan bobot biji per hektar
Pengaruh Varietas dan Dosis Pupuk NPK pada Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tebu (Saccharum officinarum L.)
Salah satu upaya untuk mendongkrak produksi gula nasional adalah penyediaan bibit tebu yang sesuai dengan program penataan varietas dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7312:2023. Proporsi antara bibit tebu varietas masak awal, tengah, dan lambat perlu diatur supaya seimbang. Pupuk NPK ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan nitrogen, fosfor, dan kalium bibit, sehingga pertumbuhannya menjadi optimal dan mencapai standar mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh varietas dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit bud chip. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Juni 2023 di Rumah Kaca Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Percobaan faktorial disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu varietas dengan 3 taraf dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 4 taraf. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan beda nyata jujur (BNJ), masing-masing dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara varietas dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit. Varietas Bululawang memiliki keunggulan pada karakter jumlah daun dan varietas Cenning pada karakter kandungan relatif klorofil. Dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit
Evaluasi Kesehatan Pohon Tepi Jalan Utama Poros Utara - Selatan Kota Malang
Saat ini beberapa pohon peninggalan masa kolonial ditemukan dengan kondisi rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penelitian guna mengidentifikasi serta mengevaluasi kesehatan pohon. Penelitian dimulai dari bulan September hingga Desember tahun 2022. Pelaksanaannya dilakukan di 16 jalan utama sepanjang poros utara dan selatan Kota Malang. Penelitian menerapkan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta dilaksanakan dengan metode survei lapang. Pelaksanaannya meliputi identifikasi pohon, pengukuran Diameter Breast Height (DBH), tinggi pohon, lebar tajuk, dan evaluasi kesehatan pohon. Proses evaluasi kesehatan pohon dilakukan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hipotesis pada penelitian ini adalah pohon tepi jalan dengan usia tua memiliki nilai indeks kerusakan berat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2210 pohon di sepanjang lokasi penelitian dan didominasi pohon Tanjung (Mimusops elengi), serta Jalan S. Supriadi sebagai jalan dengan populasi pohon terbanyak. Hasil evaluasi kesehatan pohon menunjukkan lebih dari 90% dari total populasi memiliki kondisi sangat sehat dan sehat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan beragam yang didominasi oleh tindakan vandalisme dan epifit. Rekomendasi yang diberikan berupa perawatan dan peninjauan kondisi fisik secara rutin, lalu tindakan preventif berupa pengaplikasian pelindung pohon yang tepat, pembuatan instalasi bioswale, pemerataan ID Pohon, serta pembuatan papan interpretasi pada pohon dengan nilai historis (heritage tree
Pengaruh Penggunaan Jenis Media dan Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Kopi (Coffea canephora L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang penting di Indonesia. Diperlukan adanya perbaikan kualitas bibit kopi salah satunya dengan perbanyakan vegetatif melalui metode stek. Penggunaan air sebagai media tanam dapat menjadi solusi karena memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat dilakukan pada lahan yang terbatas, pertumbuhan tanaman akan lebih cepat karena nutrisi yang dibutuhkan tanaman dapat terserap dengan baik oleh akar, lebih hemat dan efisien. Zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk merangsang dan mempercepat proses pembentukan akar dan tunas pada stek. Terdapat dua jenis ZPT yang umumnya digunakan yaitu ZPT sintetis dan ZPT alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam dan zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek kopi robusta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2023 di Jalan Terusan Lilin Mas, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi gunting stek, cangkul, sekop, pisau, meteran, penggaris, gelas ukur, ember, sprayer, paranet, alvaboard, polybag, botol plastik, plastik, tali, karet, bambu, timbangan analitik, blender, oven, leaf area meter, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi entres kopi robusta, ZPT auksin (Rootone-F), air kelapa tua, air kelapa muda, ekstrak bawang merah, lidah buaya, tanah, dan air. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang tersusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 30 plot percobaan. Parameter yang diamati terdiri dari pengamatan non destruktif dan pengamatan destruktif
Pengaruh Warna Lampu LED terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Romaine (Lactuca sativa var. longifolia) secara Akuaponik di Bone Bolango
Selada romaine (Lactuca sativa var. longifolia) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta cocok dibudidayakan pada sistem akuaponik, yaitu perpaduan antara budidaya tanaman dengan budidaya ikan. Akuaponik ini merupakan salah satu bentuk dari urban farming (pertanian perkotaan) dalam memanfaatkan lahan yang terbatas sebagai upaya ketahanan pangan keluarga. Saat ini penanaman tanaman sudah banyak yang diterapkan secara indoor (lingkungan tertutup), dengan memanfaatkan cahaya lampu, dan umumnya digunakan lampu LED. Warna cahaya yang baik diserap oleh klorofil pada tanaman adalah warna biru dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh warna cahaya lampu LED terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine pada sistem akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2023 di lahan Taman Asmara Desa Bulotalangi Timur Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel bebas adalah perlakuan penyinaran yang berbeda. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar bernilai ekonomis, kandungan klorofil daun tanaman, serta kondisi lingkungan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lampu LED merah-biru mendapatkan hasil yang rendah pada variabel pengamatan berupa jumlah daun tanaman, luas daun tanaman, bobot segar total maupun bobot segar ekonomis tanaman, dan kandungan klorofil daun tanaman. Pada pengamatan hasil dari lampu LED merah-biru tidak dapat mengimbangi hasil perlakuan cahaya matahari dikarenakan teknologi yang digunakan tidak layak yang menyebabkan meningkatnya suhu udara di dalam perlakuan sehingga tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal