Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    The Pengaruh Perendaman Benih pada Air Kelapa dan Waktu Pemangkasan Pucuk pada Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.)

    No full text
    Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi karena mengandung beberapa nutrisi. Namun, produksi buncis di Indonesia kurang optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi buncis tegak yaitu perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil pada buncis tegak akibat interaksi perlakuan konsentrasi perendaman benih pada air kelapa dan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatikerto, pada Juni hingga September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor konsentrasi perendaman benih pada air kelapa terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa perendaman, konsentrasi air kelapa 250, 500 dan 750 mL L-1. Faktor waktu pemangkasan pucuk terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 14 hst dan pemangkasan pucuk 21 hst. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata, dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi perlakuan perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk pada jumlah bunga, fruit set, bobot segar polong per tanaman dan bobot segar polong per hektar. Perendaman benih pada air kelapa 500 dan 750 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah polong per tanaman dan polong panen. Konsentrasi air kelapa 500 mL L-1 meningkatkan luas daun. Pemangkasan pucuk pada 14 maupun 21 hst meningkatkan jumlah cabang dan jumlah daun

    Pengaruh Periode Kritis Kompetisi Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Wortel (Daucus carota L.)

    No full text
    Kompetisi gulma selama budidaya tanaman wortel mengakibatkan tanaman memasuki periode kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh periode bebas gulma dan bergulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel serta menentukan waktu periode kritis tanaman wortel terhadap kompetisi gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2023 di Agroecotechnopark Cangar, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal yang terdiri dari 12 taraf perlakuan yaitu P0: bebas gulma 0–90 HST; P1: bebas gulma 0–15 HST; P2: bebas gulma 0–30 HST; P3: bebas gulma 0–45 HST; P4: bebas gulma 0–60 HST; P5: bebas gulma 0–75 HST; P6: bergulma 0–15 HST; P7: bergulma 0–30 HST; P8: bergulma 0–45 HST, P9: bergulma 0–60 HST; P10: bergulma 0–75 HST; P11: bergulma 0–90 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis vegetasi gulma yang dilakukan sebelum pengolahan tanah diperoleh sebanyak 9 spesies gulma yang tumbuh, sedangkan setelah pengolahan tanah diperoleh sebanyak 18 spesies gulma. Perlakuan periode bebas gulma yang semakin lama maka diperoleh kepadatan gulma dan bobot kering gulma yang lebih rendah dibandingkan periode bergulma yang semakin lama. Periode bebas gulma yang semakin lama berpengaruh nyata dalam meningkatkan jumlah daun, luas daun, panjang umbi, diameter umbi dan bobot segar umbi per tanaman dibandingkan periode bergulma yang semakin lama, namun tidak berpengaruh nyata meningkatkan panjang tanaman. Periode kritis tanaman wortel terhadap kompetisi gulma berlangsung pada umur 18–58 HST

    Pengaruh Komposisi Pupuk N Anorganik dan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.)

    No full text
    Okra merupakan tanaman jenis sayuran yang belum banyak dibudidayakan secara luas di Indonesia. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan pada budidaya tanaman dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengurangi dosis penggunaan pupuk anorganik dan dikombinasikan dengan pupuk organik pada lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi pupuk N anorganik dan N organik yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2023 di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang berbeda berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah dan luas daun, jumlah buah, bobot segar buah per tanaman dan bobot segar buah per hektar. Perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 vermikompos dan komposisi 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 pupuk kandang memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi, hasil panen per hektar yang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk N 25% lainnya. Perlakuan 100 % dosis rekomendasi pupuk N (138 kg N ha-1) layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Namun perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + vermikompos (10 t/ha) merupakan perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi diantara komposisi pupuk N anorganik dan organik lainnya berdasarkan aspek keberlanjutan

    Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.)

    No full text
    Tanaman lobak merupakan salah satu jenis tanaman berumur pendek sehingga dapat dipanen pada 40-90 hari setelah tanam. Penurunan produksi tanaman lobak dapat disebabkan karena pengaturan jarak tanam dan pemupukan yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya upaya perbaikan teknik budidaya. Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan tanaman dapat didukung dengan adanya penambahan pupuk KCl. Percobaan dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2023, di Desa Sumberejo, Kota Batu, Jawa Timur. Metode dengan RAK dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk KCl. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil percobaan, jarak tanam dan dosis pupuk KCl tidak saling mempengaruhi pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Jarak tanam 20 cm × 30 cm dan 15 cm × 30 cm memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 10 cm × 30 cm pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan, bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan bobot umbi per tanaman. Dosis pupuk KCl 150 kg ha-1, dan 175 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, luas daun, bobot umbi destruktif, diameter umbi, bobot umbi per tanaman bobot umbi per petak dan bobot umbi per hektar pada tanaman lobak lebih tinggi dibandingkan dosis pupuk KCl 100 kg ha-1.

    The Response of Microfertilizer Compound Application On Shallot Growth Result (Allium ascalonicum L.) var. Super Philip

    No full text
    Shallots (Allium ascalonicum L.) are annual horticultural plants that have layered bulbs, fibrous roots, hollow cylindrical leaves and have an important role in the economy. The cause of the problem of decreasing shallot production results is due to the lack of knowledge of farmers who use chemical (inorganic) fertilizers incorrectly in the dosage used in shallot cultivation. The aim of this research is to determine the response to shallot growth results when using fertilizer with micro content. This research was conducted from October 2023 until January 2024 located in Semanding Village, Dau District, Malang Regency, East Java. This research used a Randomized Block Design (RBD) consisting of no fertilizer, 100% farmer treatment, 100% farmer treatment with 25% micro compound dose, 100% farmer treatment with 50% micro compound dose, 100% farmer treatment with 75% micro compound dose, 100% farmer treatment with 100% micro compound dose, 100% farmer treatment with 125% micro compound dose, 100% farmer treatment with 150% micro compound dose. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% level and if there was a significant effect, the Duncan Multiple Range Test (DMRT) was carried out at the 5% level. The research results showed that giving 100% of the farmer treatment with 125% micro dose was able to increase plant growth and yield variables. However, this treatment had no effect on dry weight of leaves and roots, dry weight of total plant dry weight, and harvest index

    The Respon Tanaman Akibat Perlakuan Sistem Olah Tanah dan Penutup Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)

    No full text
    Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menunjukkan bahwa volume impor tomat pada tahun 2022 sebanyak14.366 ton yang jauh lebih besar dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun yang sama sebanyak 1.355 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tomat dalam negeri belum dapat terpenuhi, sehingga perlu adanya peningkatan produksi tomat di Indonesia. Pengolahan lahan intensif menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kesuburan tanah dalam meningkatkan produksi tanaman tomat di Indonesia.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil panen tanaman tomat terhadap perlakuan sistem olah tanah dan pemberian penutup tanah.Penelitian dilaksanakan di Sukoraharjo, Kepanjen, Jawa Timur dan Laboratorium Sumberdaya Lingkungan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Juni - September 2022. Perlakuan penelitian terdiri dari Olah Tanah (OT), Tanpa Olah Tanah (TOT), Tanpa Olah Tanah + Jerami (TOTJ), Tanpa Olah Tanah + Kedelai (TOTK) dan Tanpa Olah Tanah + Jerami + Kedelai (TOTJK). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi  jerami  dan  kedelai  (TOTJK) menujukkan respon positif pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi jerami dan kedelai (TOTJK) memberikan hasil yang lebih baik, dengan jumlah buah tomat sebanyak 43,5 buah per tanaman dengan berat buah per hektar sebesar 79,80 ton ha-1 dibandingkan perlakuan olah tanah dan tanpa penutup tanah

    Karakterisasi Morfologi Enam Calon Varietas Tanaman Jagung Pakan (Zea mays  L.)

    No full text
    Kebutuhan dan produksi jagung pakan di Indonesia terus meningkat, namun angka produktivitas jagung pakan nasional masih sangat rendah. Peningkatan produktivitas dapat diupayakan dengan perakitan varietas unggul pada pemuliaan tanaman, yang akan melalui kegiatan karakterisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter kualitatif dan kuantitatif enam calon varietas tanaman jagung pakan, serta mengidentifikasi calon varietas yang berpotensi memiliki hasil produksi yang nyata lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan di CV. Borneo Seed Indonesia yang berlokasi di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Mei-September 2022. Bahan tanam yang digunakan berupa 6 calon varietas tanaman jagung pakan dan 2 varietas pembanding. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan 24 tanaman di setiap plot. Hasil pengamatan karakter kualitatif antosianin pada pelepah daun pertama, gelombang pada tepi helai daun, sudut antara daun dan batang, kerapatan glume, warna antosianin pada rambut tongkol, serta antosianin pada akar tunjang, tidak menunjukkan perbedaan dengan kedua varietas pembanding. Sedangkan karakter kualitatif lainnya menunjukkan adanya perbedaan dengan varietas pembanding. Hasil pengamatan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa calon varietas JP01 nyata lebih baik dibandingkan varietas pembanding NUSA 03 pada seluruh karakter kecuali jumlah baris biji. JP01 juga nyata lebih baik dibandingkan varietas pembanding NUSA 01 pada karakter panjang poros utama malai, dan tidak lebih baik pada karakter jumlah baris biji. Calon varietas JP01 dan varietas pembanding NUSA 01 memiliki hasil yang tidak berbeda nyata pada karakter kuantitatif lainnya

    Hasil Panen Dua Varietas Melon (Cucumis melo L.) Pada Perbedaan Waktu Penyerbukan

    No full text
    Melon (Cucumis melo L.) termasuk jenis komoditi hortikultura buah dari famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Melon merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati oleh masyarakat. Buah semusim ini banyak disukai karena memiliki rasa manis dan merupakan produk komoditi hortikultura yang kaya zat gizi. Penyerbukan merupakan proses pemindahan polen dari kotaksari menuju kepala putik dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah. Penyerbukan yang berhasil akan terjadi proses fertilisasi dan diikuti dengan proses pembentukan buah dan biji. Fertilitas serbuk sari harus diikuti oleh reseptivitas putik yang ditandai waktu penyerbukan. Reseptivitas putik tertinggi terjadi saat waktu polinasi dilakukan pada pukul 07.00–09.00 dan dengan keberhasilan polinasi Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sidoarjo pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah waktu penyerbukan terdiri dari 3 taraf yaitu, waktu penyerbukan pukul 06.00–07.00 (W1), waktu penyerbukan pukul 08.00–09.00 (W2), dan waktu penyerbukan pukul 10.00–11.00 (W3). Faktor kedua adalah varietas yaitu, varietas Golden Langkawi (V1) dan varietas Sonya (V2). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara waktu penyerbukan dan varietas. Waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, diameter buah, panjang buah, berat 100 biji, dan berat biji per buah. Varietas memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah, berat biji per buah, dan kemanisan buah

    Analisis Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Morfologi dan Agronomi pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Generasi F3

    No full text
    Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura penting di dunia yang banyak khasiat dan digemari karena rasa, nutrisi, serta bernilai ekonomis. Rerata produksi melon di Indonesia tahun 2017- 2021 menurun 20,1% dibanding tahun 2014. Minimnya variasi melon lokal dan bergantung benih impor mempengaruhi dominasi di pasar. Keragaman dan kualitas hasil buah menjadi faktor minat konsumen, alasan konsumsi buah-buahan impor sebesar 24% karena variasi buah. Upaya merakit varietas unggul memerlukan karakter penting sebagai pertimbangan seleksi yang efisien. Informasi tersebut bisa didapat dari analisis regresi dan korelasi antar karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi regresi dan nilai koefisien korelasi antar karakter tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2023 di greenhouse Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bahan utama penelitian yaitu populasi F3 hasil persilangan varietas Melindo dengan Madesta. Percobaan menggunakan 100 tanaman yang ditanam dalam polybag pada rancangan tanpa blok. Pengambilan data kuantitatif dari 20 sampel acak meliputi data panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang tangkai daun, dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan beberapa fungsi regresi linier yang bersifat nyata taraf 5% yaitu hubungan panjang tanaman dengan jumlah daun, panjang tanaman dengan diameter batang, panjang tanaman dengan luas daun, jumlah daun dengan panjang tanaman, jumlah daun dengan diameter batang, jumlah daun dengan luas, diameter batang dengan panjang tanaman, diameter batang dengan jumlah daun, luas daun dengan panjang tanaman, dan luas daun dengan jumlah daun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tertinggi yaitu hubungan karakter panjang tanaman dengan jumlah daun (r = 0,9264)

    Peran Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja L.) Varietas Detam 4 Prida

    No full text
    Kedelai hitam (Glycine soja L.) merupakan bahan baku pembuatan kecap yang mengandung vitamin E, asam amino, antosianin dan antioksidan cukup tinggi. Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam dapat ditingkatkan melalui ketersediaan unsur hara yang cukup. Pengaplikasian pupuk hayati cair (PHC) mampu mengikat unsur hara sehingga dapat terserap dengan baik oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi PHC dengan dosis nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di Kelurahan Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu konsentrasi PHC, terdiri dari 3 taraf yakni P1: 10 ml L-1, P2: 15 ml L-1 dan P3: 20 ml L-1. Faktor kedua, yaitu dosis nitrogen, terdiri dari empat taraf yakni N1: 50 kg ha-1, N2: 100 kg ha-1, N3: 150 kg ha-1, dan N4: 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter jumlah daun pada umur 42 HST. Pengaplikasian konsentrasi PHC 20 ml L-1 mampu meningkatkan jumlah daun dan bobot 100 biji. Pemberian dosis N 100 dan 150 kg ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇