Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
The Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.).
Tanaman buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan berbagai macam olahan makanan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh perlakuan terbaik dari pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2023. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, yang terletak di kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor yakni, faktor pertama berupa pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan faktor kedua berupa dosis nitrogen dengan 4 taraf. Pengamatan dilakukan pada parameter pertumbuhan tanaman, dan parameter panen tanaman. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara destruktif dan non destruktif, sedangkan pengamatan hasil dilakukan pada saat pemanenan. Pengamatan pertumbuhan dilakukan mulai umur 2 MST dengan interval pengamatan 1 MST hingga 5 MST pada 5 sampel tanaman. Pengamatan meliputi: panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, waktu muncul bunga, jumlah polong, panjang polong, bobot polong per tanaman, hasil polong per hektar. Pemberian PGPR menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik daripada perlakuan tanpa diberikan PGPR. Dosis pupuk nitrogen 138 kg ha-1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak yang lebih baik daripada dosis pupuk nitrogen yang lebih rendah. Faktor perlakuan PGPR dengan penambahan pupuk nitrogen dosis 138 kg ha-1 menghasilkan interaksi terbaik daripada kombinasi perlakuan lainnya.
Common bean (Phaseolus vulgaris L.) is a vegetable plant that can be used as an ingredient in various food preparations. The purpose of this research was to study the effect of best treatment of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) and nitrogen fertilizer dosage on growth and yield of common bean. This research was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University, which is located in the Jatimulyo Village, Lowokwaru District, Malang City from February to May 2023. This research was arranged in a factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors, the first factor is Plant Growth Promoting Rhizobacteria and the second factor is nitrogen dosage with 4 levels. Observations were made on growth and yield parameters. Growth observations were carried out destructively and non-destructively, while yield observations were made at the time of harvesting. Growth observations were made from 2 WAP with intervals from 7 DAP to 35 DAP on 5 plant samples. Observations included: plant length, number of leaves, leaf area, number of branches, flowering time, number of pods, pod length, pod weight, pod yield per hectare. The application of PGPR resulted in better growth and yield than treatment without PGPR. A dose of 138 kg ha-1 of nitrogen fertilizer can increase the growth and yield of common bean better than a lower dosage of nitrogen fertilizer. The PGPR treatment with the addition of nitrogen fertilizer at a dose of 138 kg ha-1 produced the best interaction compared to other treatment combinations
Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk NPK Terhadap Serapan Hara A N, P, K dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32
Produksi padi Indonesia saat ini mengalami penurunan ditengah permintaan yang terus mengalami peningkatan. Masalah kesuburan tanah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penurunan produktivitas tanaman padi. Berdasarkan masalah diatas salah satu langkah yang dapat dilakukan guna meningkatkan produksi padi yaitu dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah adalah penggunaan pupuk anorganik dan pemanfaatan pupuk hayati. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman padi. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, meteran, timbangan, oven, dan kamera. Untuk bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih padi varietas Inpari 32, pupuk NPK (Urea dan Phonska), Pupuk hayati Mixhara, kompos serta air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 30 petak perlakuan. Tiap petak percobaan berukuran 4 x 5 m. Analisa data kuantitatif menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika hasil anova berbeda nyata, maka dilakukan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NPK 75% + PH 75% (Urea 225 kg.ha-1 + Phonska 225 kg.ha-1 + PH 15 kg.ha-1) mampu menghasilkan bobot kering giling tanaman padi yang tidak berbeda signifikan dengan perlakuan NPK 100% + PH 75% (Urea 300 kg.ha-1 + Phonska 300 kg.ha-1 + PH 15 kg.ha-1). Dengan demikian, perlakuan NPK 75% + PH 75% mampu mengurangi dosis pupuk anorganik sebesar 25%, sementara masih mempertahankan hasil panen yang komparatif dengan perlakuan NPK 100%. Ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk NPK dan pupuk hayati memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik tanpa mengorbankan hasil produksi tanaman padi
Hasil dan Kandungan Vitamin C Sawi Hijau (Brassica chinensis var. pharachinensis) Pada Media Tanam Residu Pupuk Hayati di Tanah Berpasir Sisa Budidaya Kedelai
Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanah marginal adalah dengan penambahan bahan organik, pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai terhadap hasil dan kandungan viamin C tanaman sawi hijau (Brassica chinensis var. parachinensis). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar total tanaman, berat konsumsi dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3, bahan organik dan Trichoderma viride FRP3 pada tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sawi hijau dibandingkan kontrol. Penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3, bahan organik dan Trichoderma viride FRP3 pada tanah berpasir sisa budidaya kedelai juga berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C tanaman sawi hijau. Namun jika dibandingkan dengan standar potensi sawi hijau kandungan vitamin C masih tergolong rendah
Optimalisasi Penggunaan Eco-Enzyme dan Pupuk NPK pada Tanaman Pacar Air New Guinea (Impatiens hawkeri Bull.)
Tanaman Pacar Air New Guinea (Impatiena hawkeri Bull.) merupakan salah satu tanaman hias bunga yang memiliki warna bunga, bentuk bunga, bentuk daun yang sangat menarik. Dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman pacar air dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan konsentrasi eco-enzyme sehingga pemberian pupuk NPK dapat ditekan penggunaanya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman Impatiens New Guinea (Impatiens hawkeru Bull.). Percobaan ini dilaksanakan pada Februari 2023 - Mei 2023 di dalam greenhouse yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan yaitu timbangan analitik, SPAD klorofil, pH meter, gelas ukur, polybag diameter 25x25 cm, bibit tanaman pacar air new guinea, tanah, cocopeat, sekam, eco-enzyme, pupuk NPK Mutiara 16:16:16, fungisida dengan bahan aktif difenokonazol 250 g.l-1, dan mancozeb 80%. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Hasil percobaan menunjukan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 pada variabel pertumbuhan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, waktu muncul bunga, dan jumlah total bunga tanaman pacar air. Pada konsentrasi eco-enzyme 20 ml.l-1 dengan dosis pupuk 4 g.tan-1 menunjukan pertumbuhan paling tinggi pada variabel panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, waktu muncul bunga, dan jumlah total bunga dibandingkan perlakuan lainya. Pemberian konsentrasi eco-enzyme 20 ml.l-1 dengan dosis pupuk NPK 4 g.tan-1 meningkatkan pembungaan sebesar 22,79% dibandingkan dengan konsentrasi eco-enzyme 10 ml.l-1 dengan dosis pupuk NPK 4 g.tan-1.
Budidaya Pisang (Musa acuminata L.) Varietas Barangan dari Anakan yang Direndam dengan Ekstrak Bawang Merah
Ekstrak bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT). Bawang merah dapat dijadikan alternatif sumber ZPT alami yang murah dan mudah diperoleh menggantikan ZPT sintetik yang relatif mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah, dan (2) mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah yang sesuai terhadap pertumbuhan anakan pisang varietas Barangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Agustus 2022, bertempat di Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah yaitu 0, 10, 20 dan 30 g/L. Umbi bawang merah direndam selama 2 jam pada setiap masing-masing taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi anakan, jumlah daun dan lingkar batang. Hasil analisis ragam pada taraf 5% menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi dan lingkar batang anakan pisang, pengaruh tidak nyata pada jumlah daun. Ekstrak bawang merah mempengaruhi pertumbuhan anakan pisang Barangan dan konsentrasi ekstrak bawang merah yang terbaik untuk pertumbuhan anakan pisang Barangan adalah 30 g/L
Keberhasilan Persilangan Intraspesies pada Ercis (Pisum sativum L.): Cross Compatibility in Intraspecific Hybridization in Pea (Pisum sativum L.)
ABSTRAK
Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman yang mempunyai nutrisi tinggi seperti karbohidrat sebanyak 36,1 g, protein 13,7 g, lemak 8 g, asam askorbat 54 mg, kalsium 45 mg, dan fosfor 29 mg. Tanaman ercis mempunyai kadar manfaat bagi tubuh manusia untuk menurunkan kolesterol, meremajakan kulit dan mencegah osteoporosis. Selain itu, ercis mengandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Ercis berpotensi di Indonesia karena pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan permintaan ercis, karena masyarakat sudah banyak peduli akan kesehatan dan mengetahui bahwa kandungan baik untuk tubuh. Namun ketersediaan ercis di Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, dikarenakan masih minimnya budidaya ercis di Indonesia. Bahan yang digunakan adalah 4 genotipe ercis berbeda yaitu G1, G2, G3 dan G4. Proses analisis menggunakan statistika deskriptif yang menggunakan pola perkawinan diallel lengkap sehingga dapat melihat tingkat keberhasilan persilangan. Setelah itu dapat membandingkan jumlah persilangan yang dilakukan dengan keberhasilan terbentuknya polong dan biji. Faktor perubahan morfologi juga dibandingkan dengan tanaman yang menyerbuk sendiri. Keberhasilan persilangan memicu adanya perubahan bentuk, ukuran, warna dan bobot pada polong dan biji. Keberhasilan polong dari 12 seri persilangan tertinggi terdapat pada seri 1, 2, 4, 5, 7 dan 11 yang memiliki persentase 100%, persentase keberhasilan biji terdapat pada seri persilangan 1, 2, 5 dan 7 yaitu 50%, 54%, 51% dan 52%. Perubahan karakter bentuk polong terdapat pada seri persilangan 5, 7 dan 10, lalu perbedaan warna terdapat pada seri persilangan 3, 4, 7, 8, 10 dan 11.
Kata Kunci: Ercis; Keberhasilan Persilangan; Diallel.
ABSTRACT
Ercis (Pisum sativum L.) is a plant that has high nutrients such as carbohydrates as much as 36.1 g, protein 13.7 g, fat 8 g, ascorbic acid 54 mg, calcium 45 mg, and phosphorus 29 mg. Peas have levels of benefits for the human body to lower cholesterol, rejuvenating the skin, and preventing osteoporosis. In addition, peas contain vitamins A, B1, and vitamin C. Peas have potential in Indonesia because in recent years there has been an increase in demand for peas because people care a lot about health and know that the ingredients are good for the body. However, the availability of pea in Indonesia is still not enough to meet market demand, due to the lack of pea cultivation in Indonesia. The materials used were 4 different pea genotypes namely G1, G2, G3, and G4. The analysis process uses descriptive statistics using complete diallel mating patterns so that the success rate of crosses can be seen. After that, you can compare the number of crosses that were carried out with the success of the formation of pods and seeds. Morphological change factors were also compared with self-pollinated plants. The successful crosses triggered changes in the shape, size, color, and weight of the pods and seeds. The success of the pods from the 12 series of crosses was highest in series 1, 2, 4, 5, 7, and 11 which had a percentage of 100%, the percentage of seed success was found in series 1, 2, 5 and 7, namely 50%, 54%, 51% and 52%. Changes in the character of the pod shape were found in series 5, 7, and 10, then differences in color were found in series 3, 4, 7, 8, 10, and 11.
Keywords: Ercis; Success of Crossing; Diallel
Dampak Variabilitas Unsur-Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Wilayah Jawa Timur
Tanaman Padi (Oryza sativa L.) adalah komoditas pangan yang dibudidayakan secara luas di Indonesia karena berasnya menjadi sumber makanan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Permintaan beras terus meningkat seiring pertambahan penduduk Indonesia. Meskipun Pulau Jawa, terutama Jawa Timur, adalah penghasil beras terbesar di Indonesia, produktivitas tanaman padi di Jawa Timur mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir. Fluktuasi tersebut diduga disebabkan oleh variabilitas iklim yang menciptakan pola cuaca baru. Variabilitas iklim dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama suhu, curah hujan, dan kelembaban. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mempelajari dampak perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman padi di Jawa Timur dan mendapatkan informasi faktor dominan unsur iklim yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di Provinsi Jawa Timur, dengan fokus penelitian pada empat kabupaten, yaitu Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, dan Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner wawancara kepada petani sebagai data primer, serta data curah hujan, suhu, kelembaban, dan data produktivitas tanaman padi sebagai data sekunder. Metode penelitian menggunakan analisis korelasi dan regresi linier untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel iklim (curah hujan, suhu, kelembaban) dengan produktivitas tanaman padi. Data iklim didapatkan dari stasiun BMKG yang berada di masing-masing wilayah. Data primer yang didapatkan dengan melakukan wawancara kepada petani digunakan untuk melihat faktor lain yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi selain iklim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan data diolah dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata antara curah hujan dan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Sidoarjo dengan nilai koefisien determinasi sebesar 34%. Di Kabupaten Gresik terdapat pengaruh nyata kelembaban dengan produktivitas tanaman padi yang dengan nilai koefisien determinasi sebesar 41%. Di Kabupaten Nganjuk menunjukkan adanya pengaruh nyata antara suhu dengan produktivitas tanaman padi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 24%. Di Kabupaten Malang terdapat pengaruh nyata antara kelembaban dan curah hujan terhadap produktivitas tanaman padi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 51%
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Asal Bibit Bud Chip terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang
Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peranan penting untuk bahan baku pembuatan gula. Peningkatan produksi bibit dapat dilakukan melalui penggunaan bibit bud chip. Penggunaan asal bibit serta pemberian media tanam yang sesuai mampu membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu saat fase vegetatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asal bibit bud chip dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit bud chip tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 di Kebun Percobaan Jatimulyo yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Kombinasi menggunakan 9 kombinasi yang diulang 3 kali dengan perlakuan asal bibit batang atas, batang tengah dan batang bawah yang dikombinasikan dengan media tanam tanah, tanah + pupuk kandang, dan tanah + kompos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam tanah - kompos pada berbagai asal bibit menghasilkan pertumbuhan diameter batang dan jumlah anakan yang lebih baik hanya pada 60 HST. Pada pengamatan 90 HST, kombinasi media tanam tanah - kompos dengan berbagai asal bibit memiliki panjang tanaman dan luas daun yang relatif sama. Asal bibit batang atas, tengah dan bawah dengan kombinasi media tanam memiliki hasil bobot kering relatif sama, kecuali pada kombinasi asal bibit batang atas dengan media tanah dan tanah – kompos daun memiliki nilai bobot kering yang lebih renda
Penerapan Regresi dalam Menentukan Hubungan Fenologi terhadap Hasil pada Ercis (Pisum sativum L.)
Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman legum yang tinggi nutrisi dan bernilai ekonomis tinggi. Namun, informasi terkait tahapan pada setiap fase hidup (fenologi) ercis masih tergolong rendah, padahal informasi tersebut dapat digunakan sebagai upaya peningkatan hasil panen. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari hubungan fenologi terhadap hasil pada tanaman ercis (Pisum sativum L.) di dataran medium. Penelitian dilakukan dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di bulan November 2022 – Januari 2023. Alat dan bahan yang digunakan ialah kebutuhan budidaya ercis serta menggunakan 3 genotipe ercis koleksi Universitas Brawijaya yaitu TMG-8-2, BTG-1, BW-44181-3-1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dilakukan analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah biji per tanaman sangat kuat dipengaruhi oleh jumlah daun, bobot biji per polong dipengaruhi secara kuat oleh waktu panen segar, bobot biji per tanaman dipengaruhi secara kuat oleh waktu berbunga 50%. Jumlah berbunga dipengaruhi secara kuat oleh tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah ruas, waktu muncul daun > 9, dan waktu penuaan tanaman. Jumlah polong per tanaman dipengaruhi secara kuat oleh jumlah daun dan jumlah ruas. Jumlah biji per tanaman dipengaruhi secara kuat oleh jumlah daun, jumlah bintil akar dan waktu 50% berbung
Pengaruh Intensitas Cahaya dan Periode Aklimatisasi terhadap Ketahanan Tanaman Hias Lili Paris (Chlorophytum Comosum) di Dalam Ruang
Penggunaan tanaman hias sebagai unsur dekorasi dinilai dapat menambah estetika di dalam ruangan. Salah satu tanaman yang sering digunakan adalah tanaman lili paris (Chlorophytum comosum). Kelemahan penggunaan tanaman Lili paris (Chlorophytum comosum) adalah daya tahannya yang tidak mampu bertahan lama berada di dalam ruangan. Aklimatisasi merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan tanaman ketika ditempatkan di dalam ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas cahaya dan lama waktu aklimatisasi terhadap perubahan morfologi dan fisiologi tanaman lili paris (Chlorophytum comosum) selama ditempatkan di dalam ruangan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan yang terletak di Kec.Kebomas Kab. Gresik pada bulan Februari – Mei 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Tersarang (Nested design) dengan dua faktor, yaitu Intensitas Cahaya dengan 4 taraf N1:100%, N2:35%, N3:25%, dan N4:15% sebagai faktor pertama dan periode aklimatisasi dengan 3 taraf yaitu, A1:6minggu, A2:4minggu, dan A3:4minggusebagai faktor kedua. Ulangan dilakukan sebanyak tiga kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perbedaan intensitas cahaya dan periode aklimatisasi terhadap perubahan morfologi dan fisiologi tanaman ketika ditempatkan di dalam ruangan. Perlakuan aklimatsisasi pada intensitas cahaya sebesar 15% selama 6 minggu mampu memberikan peningkatan terhadap pertumbuhan jumlah daun, luas daun dan indeks klorofil tanaman lili Paris (Chlorophytum comosum) ketika ditempatkan di dalam ruanga