Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Kajian Penampilan Semangka (Citrullus lanatus) dari Beberapa Kombinasi Persilangan Diploid-Tetraploid
Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Semangka tanpa biji merupakan semangka hibrida F1 hasil persilangan antara semangka jantan diploid dengan semangka betina tetraploid. Rendahnya jumlah biji yang dihasilkan semangka tetraploid menjadi permasalahan di tingkat produsen benih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penampilan dan terbentuknya karakter tetraploid pada buah hasil kombinasi persilangan diploid-tetraploid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2020 di Pamekasan, Madura. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Tunggal menggunakan metode single plant dengan menggunakan 2 genotipe F1 (diploid x tetraploid), 1 genotipe backcross ((diploid x tetraploid) x tetraploid), 1 genotipe diploid, 1 genotipe tetraploid. 2 genotipe F1 dan 1 genotipe backcross dilakukan perlakuan selfing, cross diploid dan cross tetraploid sehingga mendapatkan 9 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe semangka yang digunakan merupakan diploid berdasarkan karakter buah yang diamati yaitu bobot buah, diameter buah, ketebalan kulit buah, ketebalan daging buah, dan jumlah biji. Karakter warna kulit dan daging buah mengikuti tetuanya
Respon Pertumbuhan Brokoli (Brassica oleracea L.) Varietas Green Magic Terhadap Pemberian Berbagai Sumber N Dan Dosis Pupuk Organik
Brokoli (Brassica oleracea) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk kedalam famili kubis-kubisan. Produktivitas brokoli masih tergolong rendah dan belum mampu memenuhi permintaan pasar. Salah satu penyebabnya yaitu kurang optimalnya penyediaan unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman. Pemberian jenis pupuk N dan dosis bahan organik yang sesuai dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan mendapatkan kombinasi sumber N dan dosis bahan organik yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. benih brokoli varietas Green Magic, pupuk Urea, ZA, KNO3 dan pupuk kandang kambing. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan yaitu kombinasi antara dosis pupuk Urea, ZA, KNO3 dan bahan organik pupuk kandang kambing. Selanjutnya, hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA atau uji F pada taraf 5%. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2023, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sumber N dan pupuk kandang kambing dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L.). Perlakuan 100 kg ha-1 Urea + 40 ton ha-1 pupuk kandang kambing mampu meningkatkan bobot panen per hektar, dan diameter bunga brokoli dibandingkan dengan 100 kg ha-1 Urea tanpa pupuk kandang kambing berturut 55,82%, dan 29,15%
Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.): Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.)
Budidaya jagung dengan pola tanam monokultur pada lahan yang relatif sempit dinilai masih kurang efektif, terutama untuk petani kecil. Penanaman tumpangsari jagung dan tanaman kacang-kacangan dinilai lebih menguntungkan daripada penanaman monokultur. Dalam penanaman tumpangsari, waktu tanam mempunyai peranan penting karena dapat menimbulkan potensi terjadinya kompetisi antara tanaman utama dan sela. Untuk mengurangi kompetisi antara tanaman jagung manis dan buncis, maka waktu tanam buncis harus diatur, sehingga pertumbuhan dan hasil menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan interval waktu tanam buncis tipe tegak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada pola tanam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan Februari hingga Juni 2023. Penelitian menggunakan metode RAK satu faktor, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tumpangsari dengan waktu tanam buncis 10 hari sebelum tanam jagung manis mendapatkan hasil terbaik. Nilai BC Rasio menunjukkan nilai tertinggi sebesar 1,04. Pola tanam secara tumpangsari dengan interval waktu tanam buncis ditanam 10 hari sebelum tanam jagung manis layak dilanjutkan atau efisien
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Dengan Hidroponik Sistem Rakit Apung Pada Berbagai Kombinasi AB Mix Dan Biourine Kambing
Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman yang termasuk kedalam famili Brassicaceae. Berkurangnya lahan pertanian, iklim yang kurang mendukung, dan teknik budidaya yang kurang sesuai dapat menurunkan produktivitas pakcoy. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan lahan yang semakin menurun, iklim yang tidak menentu dan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy adalah dengan budidaya hidroponik. Salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik rakit apung. Budidaya pakcoy secara hidroponik umumnya menggunakan larutan hara berupa AB Mix, maka dari itu digunakan penambahan biourine kambing untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dari AB Mix. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan kombinasi yang tepat dari perlakuan AB mix dan biourine kambing yang diberikan pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan hidroponik sistem rakit apung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 100% AB mix secara nyata dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pada perlakuan 100% AB mix merupakan perlakuan terbaik yang dapat dilihat dari peubah pengamatan bobot segar pakcoy dan bobot konsumsi
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) Pada Berbagai Sumber N
Jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) adalah komoditas hortikultura yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti serat, kalori, vitamin, mineral. Rerata produksi jagung manis di Jawa Timur tahun 2017 yaitu 5,04 ton/ha sedangkan potensi hasil jagung manis dapat mencapai 25 ton/ha BPS (2018). Maka perlu dilakukan upaya dalam peningkatan produksi jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.).
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas faktor 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N anorganik terdiri dari 3 taraf: F1 = 100 % Pupuk N anorganik; F2 = 75 % Pupuk N anorganik; F3 = 50 % Pupuk N anorganik. Faktor kedua adalah sumber N anorganik terdiri dari 4 taraf: P1 = Pupuk kandang 10 t ha-1; P2 = Pupuk kandang 20 t ha-1; P3 = Pupuk kandang 10 t ha-1 + PGPR P4 = Pupuk kandang 20 t ha-1 + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik. Secara terpisah, dosis pupuk N anorganik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi pupuk N anorganik sebesar 75% menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar sebesar 17,52 ton ha-1. Kombinasi dosis N organik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 ml l-1 PGPR menghasilkan bobot
tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,16 ton ha-1
Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Akibat Pengaplikasian Hormon Giberelin
Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) adalah salah satu komoditas pertanian yang tak jarang mengalami kendala seperti kualitas buah yang kurang baik dan gugur bunga sebelum berkembang menjadi buah. Aplikasi giberelin pada tanaman dapat memicu pembungaan tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan guna mempelajari pengaruh pengaplikasian hormon giberelin pada pertumbuhan dan hasil dua varietas mentimun dan memperoleh konsentrasi hormon giberelin yang efektif dan efisien. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai April 2023. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Kampus II yang berlokasi di Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan 3 kali ulangan. Petak utama yaitu varietas tanaman mentimun dengan 2 taraf dan anak petak yaitu konsentrasi giberelin dengan 5 taraf. Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara varietas mentimun dan aplikasi giberelin terhadap luas daun. Varietas mentimun dan aplikasi giberelin mempengaruhi pertumbuhan dan hasil. Aplikasi giberelin konsentrasi 200 ppm mempengaruhi peningkatan pertumbuhan dan hasil
Upaya Pembungaan Kembali Krisan Pot (Chrysanthemum sp.) dengan Berbagai Konsentrasi Ecoenzyme dan Frekuensi Aplikasi Paclobutrazol
Tanaman krisan pot dapat dibungakan kembali dengan pemberian ecoenzyme. Tinggi tanaman perlu dikontrol dengan paclobutrazol agar sesuai dengan standar tanaman hias pot. Di CV VNT Garden, 1 kali aplikasi paclobutrazol belum memberikan hasil yang sesuai standar. Perlu dipelajari pembungaan kembali krisan pot tipe standar dengan berbagai konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi aplikasi paclobutrazol. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara ecoenzyme dan paclobutrazol serta untuk mendapatkan konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi aplikasi paclobutrazol yang tepat untuk pembungaan kembali krisan pot tipe standar. Percobaan ini dilaksanakan Januari 2023 - April 2023 di dalam greenhouse di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan yaitu meteran, SPAD, LAM, pot, gelas ukur, alat tulis, timbangan, krisan pot tipe standar yang overblooming, ecoenzyme, paclobutrazol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Ecoenzyme berinteraksi dengan paclobutrazol pada tinggi tanaman, indeks klorofil, ketebalan daun, jumlah bunga dan waktu muncul bunga. Ecoenzyme 27 ml.l-1 dengan frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan tinggi tanaman yang optimum dan sesuai standar tanaman hias pot. Pada ecoenzyme 45 ml.l-1 dengan frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan indeks klorofil, specific leaf area, dan jumlah bunga yang lebih besar serta mempercepat waktu muncul bunga. Ecoenzyme 45 ml.l-1 menghasilkan jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, diameter bunga, dan diameter tajuk yang lebih besar dan mempercepat umur coloring. Frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan jumlah cabang yang lebih banyak serta mempercepat umur coloring. Kualitas bunga krisan pot pada semua perlakuan konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi paclobutrazol masih memenuhi standar kualitas
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) terhadap Perbedaan Populasi dan Waktu Tanam Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Sistem Tumpangsari
Sistem tumpangsari jagung dengan kacang-kacangan memiliki keuntungan yakni meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumberdaya lahan, meningkatkan volume dan frekuensi panen dibandingkan dengan sistem monokultur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 hingga Februari 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan serta dilakukan penanaman monokultur kacang hijau untuk menghitung NKL (Nisbah Kesetaraan Lahan) sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan populasi dan waktu tanam tanaman kacang hijau menunjukkan bahwa pada sistem tanam monokultur dan sistem tanam tumpangsari tidak berpengaruh nyata pada hasil bobot tongkol tanaman jagung. Hasil bobot tongkol tanaman jagung pada sistem tanam monokultur populasi 53.333 tanaman ha-1 sebesar 5,89 ton ha-1 dan pada sistem tanam monokultur populasi 61.538 tanaman ha-1 menghasilkan bobot tongkol tanaman jagung sebesar 5,77 ton ha-1, sedangkan pada sistem tanam tumpang sari antara jagung populasi 53.333 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan bobot tongkol jagung sebesar 7,55 ton ha-1 dan sistem tanam tumpang sari antara jagung populasi 61.538 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan bobot tongkol jagung sebesar 7,10 ton ha-1. Sehingga sistem tanam antara monokultur dan tumpangsari tidak menyebabkan persaingan antara tanaman utama dan tanaman sela. Namun, perlakuan sistem tanam tumpangsari antara jagung populasi 61.538 tanaman ha-1 dengan tanaman kacang hijau 2 mst menghasilkan NKL yang paling tinggi yaitu 1,77. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem tanam tumpangsari lebih efisien dibandingkan sistem tanam monokultur
Pengaruh Berbagai Cara Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)
Tanaman mentimun merupakan tanaman yang dapat tumbuh serta beradaptasi dalam berbagai kondisi lingkungan. Produksi mentimun mentimun di Indonesia mengalami flutuatif dari 2019 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengendalian gulma yang tepat terhadap berbagai perlakuan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai bulan Agustus 2023 di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan yang dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 satuan petak percobaan dengan perlakuan P0 : Tanpa penyiangan gulma, P1: Bebas gulma (penyiangan setiap 3 hari sekali), P2: Penyiangan manual 21 HST, P3: Herbisida oxyfluorfen dengan dosis 1,5 l ha-1+ penyiangan manual 21 HST, P4: Mulsa Hitam Perak + penyiangan manual 21 HST, P5 : Mulsa Jerami Padi + penyiangan manual 21 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, rerata jumlah buah per tanaman, rerata diameter buah, rerata panjang buah, rerata bobot buah per tanaman, dan bobot buah per hektar pada tanaman mentimun. Perlakuan bebas gulma, perlakuan hitam perak + penyiangan manual 21 HST, perlakuan herbisida oxyfluorfen dengan dosis 1,5 l ha-1+ penyiangan manual 21 HST, dan perlakuan mulsa jerami padi + penyiangan manual 21 HST memiliki hasil bobot buah per hektar yang tinggi dibandingkan pada perlakuan tanpa penyiangan gulma dengan hasil sebesar 68,1 ton ha-1, 66,6 ton ha-1, 56,1 ton ha-1, dan 52,1 ton ha-1
Pengaruh Populasi Tanaman dan Dosis Pupuk N pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt. L) Varietas Talenta.
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) termasuk tanaman pangan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi selain padi dan gandum. Produktivitas tanaman jagung manis di indonesia pada tahun 2015 memiliki rata-rata mencapai 4,81 ton ha-1. Hasil ini masih tergolong rendah dengan potensi produktivitas dari tanaman jagung manis varietas talenta dapat mencapai 13-18 ton ha-1. Produktivitas tanaman yang rendah dapat ditingkatkan dengan pengaturan populasi tanaman dan pemberian pupuk anorganik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui interaksi populasi tanaman dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang dilaksanakan mulai dari Agustus-November 2022 di Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor pertama yaitu populasi tanaman (P1 = 76.923 ha-1, P2 = 71.428 ha-1 dan P3 = 66.666 ha-1) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N (N1 = 90 kg N ha-1, N2 = 135 kg N ha-1 dan N3 = 180 kg N ha-1). Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh populasi tanaman dan dosis pupuk N pada peningkatan pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis, namun penggunaan populasi tanaman 71.428 ha-1 dengan dosis pupuk nitrogen 180 kg N ha-1 belum memberikan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis.