Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Pengaruh pupuk kandang dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil jagunganis (zea mays saccharata sturt.) Varietas Talenta
Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan meninggalkan residu di dalam tanah sehingga dapat menurunkan kualitas tanah. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik dapat mengurangi dampak negatif akibat penggunaan pupuk anorganik serta dapat memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam meningkatkan panjang tanaman, luas daun, berat kering tanaman, diameter tongkol, total padatan terlarut, bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot dan bobot tongkol per hektar. Perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan KCl 250 kg ha-1 sehingga penambahan pupuk kandang dapat mengurangi penggunakan pupuk KCl. Hasil analisis R/C ratio menunjukkan bahwa perlakuan KCl 75% + 15 ton ha-1 menunjukkan nilai R/C ratio 1,40 sehingga usahatani jagung manis menggunakan perlakuan tersebut menguntungkan.
Kata kunci: jagung manis, pupuk kandang ayam, pupuk kaliu
Pengaruh Tata Letak Tanam Pada Berbagai Varietas Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.)
Tanaman kubis bunga (Brassica oleracea var.botrytis L.) merupakan salah satu komoditas pertanian dengan permintaan pasar yang cukup tingi karena memiliki banyak manfaat serta vitamin dan mineral. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis varietas dan penggunaan tata letak tanam yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kubis bunga. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai dengan Juni 2023 di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, terletak di kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 macam varietas dan 2 tata letak tanam sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan yaitu: P1: Varietas Orient + Bujur sangkar, P2: Varietas Orient + Zig-zag, P3: Varietas PM 126 + Bujur sangkar, P4: Varietas PM 126 + Zig-zag, P5: Varietas Bima + Bujur sangkar, P6: Varietas Bima + Zig-zag. Pengamatan dilakukan pada parameter pertumbuhan dan parameter panen tanaman. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara destruktif dan non destruktif, sedangkan pengamatan hasil dilakukan pada saat pemanenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Varietas Orient, PM 126 dan Bima dengan tata letak tanam bujur sangkar dibandingkan dengan varietas Bima dengan tata letak tanam zig-zag memperoleh panjang tanaman yang sama dan relatif lebih panjang, Varietas Orient dan PM 126 dengan tata letak tanam bujur sangkar dan zig-zag memperoleh hasil daun yang relatif lebih besar dari pada varietas Bima dengan tata letak tanam zig-zag. Varietas Orient, PM 126 dan terutama Bima dengan berbagai perlakuan tata letak tanam memberikan hasil per tanaman dan per hektar yang sama yaitu berkisar antara 239,38-253,4 g/tanaman dan 17.95-19.00 ton.ha-1
Efektivitas Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Stek Mawar (Rosa multiflora L.)
Tanaman mawar penghasil bunga potong membutuhkan batang bawah yang kokoh dan berkualitas. Akan tetapi perbanyakan stek batang sering gagal menumbuhkan akar apabila tidak memperhatikan faktor pendukungnya. Umumnya perbanyakan batang bawah mawar dilakukan secara vegetatif melalui teknik stek batang. Salah satu penunjang keberhasilan stek mawar sebagai batang bawah adalah pertumbuhan akar yang baik. Keberhasilan pertumbuhan akar dapat didukung dengan faktor eksternal seperti zat pengatur tumbuh dan media tanam yang sesuai. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari efektivitas penggunaan zat pengatur tumbuh alami dan media tanam sebagai faktor eksternal yang dapat meningkatkan pertumbuhan stek mawar. Bahan yang dibutuhkan meliputi batang mawar, umbi bawang merah, kecambah kacang hijau, jagung muda, Indole Acetic Acid (IAA) 99%, botol kaca gelap, rotary evaporator, metanol, kertas saring, aquades, amplop kertas, tanah, arang sekam, pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Maret hingga Juni 2023. Data yang didapatkan dianalisis ragam (ANOVA) 5%, apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Penggunaan zat pengatur tumbuh bersamaan dengan media tanam memberikan interaksi terhadap waktu muncul tunas. Pengaplikasian ekstrak bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap peningkatan panjang tunas dan jumlah daun. Penggunaan media tanam arang sekam meningkatkan jumlah akar, panjang akar dan waktu muncul tunas. Perlakuan campuran media tanam memberikan hasil baik terhadap jumlah tunas stek mawar dibandingkan dengan perlakuan satu jenis media tanam. Sedangkan perlakuan campuran media tanam tanah + pupuk bokashi memberikan hasil baik terhadap berat segar, berat kering dan panjang tunas tanaman
Pengaruh Ekspresi Pertumbuhan Generatif Terhadap Krisan (Chrysanthemum morifolium) Potong Tipe Spray Akibat Pencahayaan Buatan
ABSTRAK
Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) merupakan bunga potong yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai bentuk kelopak dan warna yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari respon pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan potong tipe spray melalui pemberian cahaya tambahan LED 9 watt dan CLF 20 watt selama fase hari panjang tanaman krisan. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah plastik pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Semanding, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, provinsi Jawa Timur dengan ketinggian 1200 mdpl. Lampu LED (9 watt) memberikan pengaruh pada panjang tangkai yang lebih tinggi dibandingkan CLF (20 watt) pada krisan potong tipe spray. Tetapi tidak menunjukkan ekspresi yang berbeda pada variabel jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, diameter bunga, diameter batang, jumlah total bunga, jumlah bunga mekar, jumlah kuncup bunga, dan vase life. Penyinaran menggunakan LED 9 watt menunjukkan tinggi tanaman dengan 7,37% lebih besar dari CLF 20 watt, meskipun pada dua perlakuan menunjukkan tanaman krisan potong yang telah mencapai Standar Nasional Indonesia.
ABSTRACT
Chrysanthemum morifolium is a cut flower that is very popular in Indonesia because it has various shapes of petals and attractive colors. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This activity was carried out in a plastic house from January to March 2023 in Semanding Village, Tutur District, Pasuruan Regency, East Java province with an altitude of 1200 meters asl. LED light (9 watts) had a higher effect on stalk length compared to CLF (20 watts) on spray-type cut chrysanthemums. But it did not show different expressions for the variables number of leaves, leaf area, chlorophyll index, flower diameter, stem diameter, total number of flowers, number of blooms, number of flower buds, and vase life. Illumination using a 9 watt LED showed plant height 7.37% greater than CLF 20 watts, although the two treatments showed cut chrysanthemum plants that had reached the Indonesian National Standard
Dampak Penggunaan Naungan Paranet Pada Pembentukan Lingkungan Mikro, Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) yang Ditanam di Wilayah Lahan Kering
Pengembangan tanaman kubis bunga di dataran tinggi mengalami penurunan akibat adanya alihfungsi lahan. Dalam mengantisipasi semakin mahalnya harga curd kubis bunga diperlukan ekstensifikasi pertanian pada wilayah lahan kering. Mengingat pada lahan kering terdapat banyak kendala yang harus dihadapi seperti rendahnya ketersediaan air, nutrisi, dan bahan organik, serta tingginya intensitas matahari. Diperlukan suatu upaya modifikasi lingkungan dengan memanfaatkan penggunaan paranet dan pemilihan varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat kerapatan paranet yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas tanaman kubis bunga di wilayah lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2023 di jlahan percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama yaitu kerapatan paranet yang terdiri dari tanpa paranet, 25%, 50%, dan 75% kerapatan paranet. Sedangkan varietas ditempatkan pada anak petak yang terdiri dari varietas Billy 31, PM 126, dan Aquina. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara kerapatan paranet dan varietas pada variabel bobot konsumsi/hektar. Pada varietas PM 126 hasil tertinggi berada pada perlakuan tanpa paranet sebesar 8,53 ton/ha. Sedangkan varietas Billy 31 dan Aquina tidak dapat ditanam pada wilayah lahan kering dengan berbagai tingkat kerapatan paranet.
 
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Eco-Enzyme dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon (L.) Pers.) Var. Tifway
Rumput bermuda (Cynodon dactylon (L.) Pers.) Var. Tifway. Merupakan salah satu jenis rumput lanskap yang paling sering digunakan sebagai sebagai penutup lahan. Hal ini menyebabkan permintaan rumput bermuda semakin meningkat. Untuk itu perlu mengoptimalkan kualitas maupun kuantitas rumput bermuda melalui pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik NPK Mutiara lokal dan pupuk organik eco-enzyme dapat diterapkan dalam budidaya rumput bermuda. Tujuan dari penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman rumput bermuda. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah konsentrasi eco-enzyme yang terdiri dari taraf perlakuan 0 ml L-1 (E0), 20 ml L-1 (E1), dan 40 ml L-1 (E2). Faktor kedua yaitu dosis pemupukan NPK yang terdiri dari taraf perlakuan 0 kg ha-1 (N0), 320 kg ha-1 (N1), dan 630 kg ha-1 (N2). Pengamatan yang dilakukan meliputi jumlah anakan, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan persentase penutupan rumput. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Analisis Ragam dengan taraf koreksi 5%. Apabila pengaruh yang didapatkan nyata maka dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumput bermuda dengan konsentrasi eco-enzyme 40 ml L-1 (E2) dan pupuk NPK 630 kg ha-1 (N2) mampu menghasilkan jumlah anakan, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan persentase penutupan rumput. Pada perlakuan konsentrasi eco-enzyme 40 ml L-1 (E2) mampu menghasilkan panjang akar
Pengaruh Pemberian Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Microgreen Selada (Lactuca sativa L.) pada Media Tanam Berbeda
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi karena kandungan gizi tinggi. Microgreen merupakan salah satu teknik budidaya untuk menghasilkan tanaman muda dengan kandungan nutrisi lebih tinggi. Input nutrisi dan media taman yang tepat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan hasil microgreen. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan yaitu dengan ekstrak tauge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara media tanam dan pemberian ekstrak tauge terhadaap pertumbuhan dan hasil microgreen selada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2023 di greenhouse lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RALF) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yakni, media tanam dan pemberian ekstrak tauge yang terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam rockwool dan cocopeat dengan ekstrak tauge 30% dan 50% memberikan hasil tinggi tanaman yang tidak berbeda nyata, hasil daya kecambah terbaik terdapat pada perlakuan media tanam rockwool dan arang sekam dengan ekstrak tauge 50%, berat segar terbaik pada perlakuan media tanam arang sekam + ekstrak tauge 50% dan berbeda nyata dengan perlakuan media tanam rockwool + ekstrak tauge 50% dan cocopeat + kontrol
Tipologi Sistem Pertanian Padi di Pagerwojo Kabupatem Tulungagung
Sistem pertanian padi pada petani kecil di Kecamatan Pagerwojo memiliki karakteristik yang komplek dan cenderung heterogen seperti akses lahan pertanian, pemupukan, pola tanam, kepemilikan hewan ternak, aktivitas non usaha tani, tenaga kerja, ketersediaan anggaran, kultur sosial, pengembangan pertanian, dan strategi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari heterogenitas sistem pertanian padi di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung melalui pengelompokkan karakteristik budidaya tanaman padi termasuk kondisi sosial ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah Principle Component Analyzes (PCA) untuk mereduksi variabel yang banyak menjadi komponen yang lebih ringkas serta menghilangkan multikolinieritas antar variabel. Kemudian dilakukan pengelompokkan menggunakan metode ward. Penelitian dilakukan di seluruh area pertanaman padi di Kecamatan Pagerwojo. Hasil penelitian menunjukkan Sistem pertanian padi di Kecamatan Pagerwojo termasuk dalam kategori kompleksitas budidaya sedang berdasarkan klaster yang terbentu
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) pada berbagai Dosis Pupuk NPK Majemuk di Salak Kabupaten Pakpak Bharat
Bawang merah adalah jenis tanaman yang potensial di Indonesia. Namun konsumsi bawang merah khususnya dataran tinggi di Sumatera Utara, belum terpenuhi karena produksi yang rendah dikarenakan ketersediaan dan kualitas benih serta kesuburan tanah yang rendah. Pentingnya budidaya bawang merah menggunakan varietas unggul dan pemberian dosis pupuk yang tepat untuk meningkatkan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan Juli hingga Oktober 2022 di Salak Pakpak Bharat. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama varietas Bima Brebes (V1), Birma Solok (V2) dan Batu Ijo (V3). Faktor kedua pupuk NPK Majemuk dengan N0 (tanpa NPK atau kontrol), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1) dan N3 (300 kg ha-1). Variabel pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, anakan, jumlah umbi per rumpun, umur panen, bobot umbi per rumpun, per petak, dan per hektar serta susut bobot umbi. Data dianalisis menggunakan Anova 5% dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan interaksi dalam meningkatkan jumlah anakan pada 35 dan 49 HST, bobot umbi per rumpun, per petak dan per hektar. Varietas Bima Brebes dengan dosis NPK Majemuk 200 kg ha-1 dan 300 kg ha-1 dapat meningkatkan hasil panen per hektar. Varietas Birma Solok dan Batu Ijo dengan NPK Majemuk 300 kg ha-1 menghasilkan panen per hektar yang lebih tinggi. Varietas Batu Ijo dan Birma Solok memiliki umur panen yang lebih cepat dan jumlah umbi per rumpun yang lebih tinggi. Pemberian dosis pupuk NPK Majemuk 300 kg ha-1 dapat meningkatkan jumlah umbi per rumpun.
 
Induksi Poliploidi True Shallot Seed (TSS) Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Kolkisin Yang Ditanam Secara In Vitro
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas penting bagi masyarakat Indonesia dan terus mengalami peningkatan permintaan. Upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan perbaikan karakter tanaman melalui induksi poliploidi menggunakan mutagen. Kolkisin dapat mengakibatkan terjadinya penggandaan kromosom sehingga diharapkan dapat menghasilkan tanaman poliploid dengan ukuran yang lebih besar. TSS merupakan biji botani bawang merah yang mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan umbi, seperti masa penyimpanan lebih lama, biaya penyediaan benih lebih murah, serta bebas hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi kolkisin dan lama perendaman yang efektif untuk menghasilkan bawang merah tetraploid. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 kombinasi perlakuan antara konsentrasi kolkisin (0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%) dan lama perendaman (24 jam dan 48 jam) dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari daya kecambah, persentase kematian, LC50, pertumbuhan planlet (tinggi planlet, jumlah daun, jumlah akar, dan panjang akar), dan sitologi (kerapatan stomata dan jumlah kromosom). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi konsentrasi kolkisin dan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel jumlah daun dan jumlah akar. Peningkatan konsentrasi dan lama perendaman kolkisin menurunkan daya kecambah dan menaikkan persentase kematian. Perlakuan K3P1 (0,75%, 24 jam) menunjukkan pertumbuhan tinggi planlet dan panjang akar terbaik dari perlakuan lainnya. Kombinasi konsentrasi kolkisin dan lama perendaman yang digunakan tidak menghasilkan tanaman tetraploid namun menghasilkan tanaman pentaploid.