Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.)

    Get PDF
    Produksi buncis yang berfluktuasi mengakibatkan Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi buncis dilakukan dengan cara penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan waktu aplikasi PGPR yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Hipotesis dari penelitian ini adalah konsentrasi PGPR dipengaruhi oleh interval aplikasi PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian di-laksanakan di Unit Pelayanan Teknis Tanaman Palawija Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Jawa Timur pada bulan februari sampai april 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 taraf diantaranya K1= 5 ml L-1, K2 = 10 ml L -1, K3 = 15 ml L -1 dan 4 taraf antara lain T1= 0, 1, 3 MST; T2 = 0, 2, 3 MST; T3 = 0, 2, 4 MST; T4 = 0, 3, 4 MST dan terdapat satu perlakuan tanpa PGPR sebagai Kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNJ 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsen-trasi dan interval pemberian PGPR pada semua parameter, akan tetapi secara terpisah  perlakuan konsentrasi PGPR dan perlakuan interval waktu pemberian PGPR berpengaruh nyata pada beberapa parameter. Dari penelitian ini didapatkan bahwa perlakuan pemberian PGPR dengan konsentrasi 15 ml memiliki hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan yang lain pada parameter tinggi tanaman dan luas daun dan Perlakuan T1 dan T2 menunjukkan jumlah cabang berbeda nyata dengan T3 dan T4

    PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JUMLAH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)

    Get PDF
    Seledri merupakan tanaman yang dapat ditanam di polibag ataupun langsung di pekarangan, karena selain mudah dalam perawatan, umur panen seledri juga dikenal singkat. Diantara media tanam yang sesuai untuk digunakan pada tanaman seledri di dalam polibag adalah dengan menggunakan tanah dan kokopit. Namun, seledri juga diketahui sebagai tanaman yang sensitif terhadap ketersediaan air, baik dalam keadaan jenuh maupun defisit air. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mencari interaksi dan respon yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dengan perlakuan komposisi media dan jumlah air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Universitas Brawijaya,  Cangar, Bumiaji, Batu pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komposisi media tanam dan jumlah air berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, total bobot panen konsumtif dan bobot segar akar tanaman seledri.Dalam kondisi kurang air (75% kapasitas lapang), media tanam yang cocok digunakan adalah media tanam tanah-kokopit 1:1. Sedangkan pada kondisi cukup air (100% kapasitas lapang), media tanam yang dapat digunakan adalah tanah 100%. Berdasarkan pada penelitian, media tanam kokopit tidak berbeda nyata terhadap seluruh perlakuan jumlah air

    PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI DAN WAKTU PERENDAMAN LARUTAN ASAM SULFAT (H2SO4) TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI DAN VIABILITAS BENIH JATI (Tectona grandis L.f)

    Get PDF
    Jati (Tectona grandis L.f.) ialah tanaman yang termasuk dalam famili Verbenaceae. Secara generatif, pengadaan benih jati dilakukan dengan menggunakan biji. Permasalahan utama dalam pengembangan jati yaitu produksi benih yang rendah dan presentase perkecambahan yang rendah. Sebab, biji jati memiliki kulit yang keras sehingga air tidak mudah menembus kulit biji, hal ini menyebabkan terjadinya dormansi. Oleh karena itu dormansi pada benih harus dipatahkan agar benih dapat berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu perendaman berdasarkan perbedaan konsentrasi dari larutan asam sulfat terhadap pematahan dormansi dan viabilitas pada benih jati. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih jati dengan mutu fisik yang baik dan larutan asam sulfat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dan 4 kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei-Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara konsentrasi asam sulfat dan waktu perendaman yang diberikan terhadap peningkatan rerata daya kecambah, kecepatan tumbuh, dan laju perkecambahan benih jati, kecuali pada parameter kadar air tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Hasil yang tinggi pada setiap parameter didapatkan pada perendaman asam sulfat dengan konsentrasi 90% dan waktu 25 menit atau lebih

    PENGARUH PUPUK MAJEMUK DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.)

    Get PDF
    Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) ialah sejenis sayuran buah musiman yang dapat ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tingkat produksi tomat per hektar di Indonesia rendah. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah adalah dengan melakukan pemupukan dengan menggabungkan antara pupuk majemuk dan pupuk daun. Tujuan dari penelitian ialah untuk mempelajari pemberian pupuk majemuk dan pupuk daun yang berimbang terhadap pertumbuhan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Penelitian dilaksanakan di desa Pandanrejo, kecamatan Bumiaji, kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: P0=Pupuk Urea 200 kg/ha+Pupuk SP-36 150 kg/ha+ Pupuk KCl 100 kg/ha (kontrol), P1=Pupuk majemuk 1000 kg/ha, P2=Pupuk daun 3 g/l, P3=Pupuk majemuk  500 kg/ha + Pupuk daun B 3 g/l, P4=Pupuk majemuk  750 kg/ha + Pupuk daun B 3 g/l, dan P5=Pupuk majemuk  1000 kg/ha + Pupuk daun 3 g/l Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pemberian pupuk majemuk (15:15:15) 500 kg/ha+pupuk daun 3 g/l, pupuk majemuk (15:15:15) 750 kg/ha+pupuk daun 3 g/l, pupuk majemuk (15:15:15) 500 kg/ha+ pupuk daun 3 g/l  menghasilkan diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah total per tanaman, dan bobot buah per hektar lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian Urea 200 kg/ha+SP-36 150 kg/ha+KCL 100 kg/ha. Hasil panen buah tomat pada penelitian ini lebih rendah dari potensi hasil varietas lentana

    PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK UREA DAN ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. Alboglabra)

    Get PDF
    Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) merupakan salah satu sayuran daun dari keluarga kubis-kubisan (Cruciferae). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dosis pupuk ZA dan Urea dan terhadap pertumbuhan dan pro-duksi tanaman kailan. Penelitian dilak-sanakan di Dusun Ngujung, Kecamatan Bumiaji pada bulan Maret 2017 sampai bulan April 2017. Percobaan ini menggunakan perbandingan dosis urea dan ZA berda-sarkan dosis rekomendasi N 100 kg ha-1. Rancangan yang digunakan dalam pene-litian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang se-banyak 4 kali.  Berikut perlakuan yang di-gunakan: P1= 100% Urea (220 kg ha-1); P2 = 80% Urea + 20% ZA (176 kg ha-1 Urea + 96 kg ha-1 ZA); P3 = 60% Urea + 40% ZA (132 kg ha-1 Urea + 192 kg ha-1 ZA); P4 = 40% Urea + 60% ZA (88 kg ha-1 Urea + 288 kg ha-1 ZA); P5 = 20% Urea + 80% ZA (44 kg ha-1 Urea + 384 kg ha-1 ZA); P6 = 100% ZA (480 kg ha-1).  Parameter pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa kombinasi dengan dosis urea lebih banyak memberikan hasil bobot segar yang lebih tinggi. Perlakuan urea 100% memberikan hasil bobot segar total dan bobot segar konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini dikarenakan besarnya bobot segar dan bobot konsumsi tanaman biasanya ditunjang oleh ketersediaan unsur hara dan penye-rapan unsur hara yang optimal

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Tanaman sawi (Brassica juncea L.) merupakan jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan varietas merupakan teknologi yang dapat diandalkan. tidak hanya dalam hal meningkatkan produksi pertanian. tetapi dampaknya juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya interaksi pemberian pupuk N terhadap dua varietas tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Pendem. Kecamatan Junrejo. Kabupaten Malang. Jawa Timur dengan ketinggian tempat 700 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan Januari 2016. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan varietas (V) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Varietas Tosakan dengan pengaplikasian pupuk N pada dosis 184 kg ha-1 (N4) pada parameter luas daun per tanaman dan bobot segar total per tanaman memiliki hasil yang lebih baik daripada varietas Shinta. Varietas Shinta memiliki indeks panen yang lebih tinggi dibandingkan varietas Tosakan. Penggunaan pupuk N dengan dosis 138 kg ha-1 (N3) dan 184 kg ha-1 (N4) menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi lebik baik dibandingkan dengan dosis yang lainnya pada parameter tinggi tanaman. jumlah daun per tanaman. luas daun per tanaman. bobot segar total per tanaman. bobot kering total per tanaman. bobot segar panen total per tanaman. bobot segar panen konsumsi per tanaman. dan bobot kering panen total per tanaman

    Respon Tanaman Hanjuang (Cordyline sp.) pada Berbagai Tingkat Pb di Jalur Hijau Jalan Kota Malang

    Get PDF
    Kota Malang mengalami peningkatan volume kendaraan setiap tahunnya. Hal ini dapat menyebabkan kualitas lingkungan semakin menurun akibat polusi dari asap kendaraan yang ditimbulkan. Tanaman Hanjuang (Cordyline sp.) adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki kemampuan menyerap logam Pb dan juga merupakan salah satu ciri khas flora Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2017 di Jl. Ahmad Yani Utara, Jl. Jakarta, Perumahan Araya, dan UPT Kebun Garbis milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorbtion Spectofotometer, Color Chart, timbangan analitik, meteran, map coklat, kantong plastik, label, gunting, kertas kuarto (A4), kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah Hanjuang Merah (Cordyline terminalis ‘Rededge’). Pengolahan data menggunakan uji statistik yaitu data analysis dan menggunakan skoring serta analisa regresi. Nilai kandungan Pb pada tanaman yang terendah dengan skor 1 (0,58 mg/kg) di Jl. Jakarta dan nilai kandungan Pb tertinggi dengan skor 3 (6,49 mg/kg) di Jl. Ahmad Yani Utara. Dari hasil pengamatan morfologi tanaman, terkandungnya Pb dalam hanjuang tidak menghambat proses pertumbuhan tanaman, namun warna daun pada hanjuang di Jl. Ahmad Yani Utara berwarna lebih gelap dibandingan dengan warna daun hanjuang pada umumnya akibat dari tingginya Pb yang diserap. Hanjuang memiliki respon pertumbuhan yang baik terhadap bahan pencemar Pb karena memiliki kemampuan dalam menyerap Pb tanpa mempengaruhi pertumbuhannya

    Analisis Jasa Lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Kota Malang

    Get PDF
    Serangga merupakan salah satu organisme yang paling dominan di muka bumi. Keberadaan serangga pada suatu tempat dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ekosistem, biodiversitas serta degradasi lanscape. Serangga memiliki peran sebagai jasa lingkungan dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator dan parasitoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman biodiversitas sebagai jasa lingkungan di Ruang Terbuka Hijau dengan pengelolaan lanskap bentuk koridor dan clustered. Penelitian dilaksanakan di hutan kota Malabar dan Jalan Jakarta, Malang, pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 4 kuadran. Dalam 1 kuadran terdapat 4 pitfall, 1 light trap dan 1 malaise trap. Penentuan pemasangan perangkap dilakukan dengan metode diagonal. Dari hasil pengambilan sampel dan identifikasi serangga dan vegetasi yang dilakukan pada hutan kota Malabar diperoleh 60 jenis pohon dan 294 ekor serangga. Sedangkan untuk hutan kota Jalan Jakarta diperoleh 40 jenis pohon dan 215 ekor serangga. Pada hutan kota Malabar lebih banyak ditemukan ordo Lepidoptera sedangkan pada hutan kota Jalan Jakarta banyak ditemukan ordo Diptera. Dengan suhu rata-rata yang diperoleh 24,48oC di Malabar dan 26,48oC di Jalan Jakarta. Membuat serangga merasa nyaman di dalam lingkungan hutan kota, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman dari masing-masing hutan kota yang mempunyai indeks keanekaragaman yang sedang/kondisi lingkungan sedang

    Uji Sembilan Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tahan Virus Gemini Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang telah dibudidayakan secara luas dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Tingginya nilai permintaan masyarakat tidak diikuti dengan produktivitas cabai rawit yang tinggi. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit serangan virus gemini. Upaya peningkatan produksi cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji ketahanan sembilan genotip potensial cabai rawit hasil pemisahan dari populasi campuran terhadap virus gemini. Penelitian ini dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 genotip cabai rawit sebagai perlakuan dan ulangan sebanyak tiga kali. Berdasarkan parameter pengamatan menunjukkan bahwa seluruh genotip memiliki penampilan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat cabai rawit yang memiliki hasil yang tinggi dan tahan terhadap serangan virus gemini. Namun terdapat empat genotip terpilih yang dapat dilanjutkan sebagai tetua yakni genotip CRUB 90, CRUB 99, CRUB 153, dan CRUB 171. Genotip CRUB 153 agak tahan terhadap serangan virus gemini sedangkan genotip CRUB 90, CRUB 99, dan CRUB 171 memiliki hasil yang lebih tinggi dari genotip yang diuji lainnya yakni 262.47 gram, 275.13 gram, dan 343.81 gram per tanaman

    Pertumbuhan Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) pada Kondisi Cekaman Air

    Get PDF
    Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) adalah salah satu salah satu bahan pangan (sayur) yang sangat bermanfaat bagi kesehatan salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah penyakit kanker karena mengandung antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan betasianin dan pertumbuhan tanaman bit merah pada kondisi cekaman air. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark Universitas Brawijaya Cangar pada tanggal 3 Maret (tanam) hingga 1 Juni (panen) 2017.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) ulangan digunakan pada penelitian ini dalam penempatan perlakuan yang terdiri dari lima (5) tingkat pengairan: 1 X 3 hari (W3), 1 x 4 hari (W4), 1 x 5 hari (W5), 1 x 6 hari (W6), 1 x 7 hari (W7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pengairan 1 x 3 hari, 1 x 4 hari, 1 x 5 hari, 1 x 6 hari, 1 x 7 hari dapat mempengaruhi pertumbuhan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun. Interval pengairan 1 x 3 hari, 1 x 4 hari, 1 x 5 hari, 1 x 6 hari, 1 x 7 hari dapat mempengaruhi hasil umbi tanaman bit merah yaitu berat segar umbi, berat kering umbi dan indeks panen. Dari keseluruhan pertumbuhan dan hasil yang didapat menunjukkan hasil yang menurun seiring dengan peningkatan interval pemberian air. Semakin meningkat interval pengairan nilai pertumbuhan dan hasil semakin berkurang

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇