Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Uji Mutu Benih F2 Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.)

    Full text link
    Tanaman Melon (Cucumis melo L.) memiliki potensi ekonomi dan telah dibudidayakan di beberapa wilayah di Indonesia. Budidaya melon tidak mudah dan perlu penanganan intensif karena tanaman melon peka terhadap perubahan lingkungan dan rentan terserang penyakit. Untuk meningkatkan produksi sesuai kebutuhan masyarakat perlu adanya benih yang tersedia dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian uji mutu benih untuk mendapatkan informasi benih yang berkualitas, sehingga petani dapat menghindari dari berbagai hal yang menimbulkan kerugian. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui mutu benih F2 pada tanaman melon (Cucumis melo L,). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2022 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dan Kebun Percobaan Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ialah timbagan analitik, jangka sorong, tray, botol sprayer, germinator, oven, desikator, cawan, alat tulis dan kamera. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah benih F2 tanaman melon inbrida disertai dengan kertas label, kertas merang, plastic mika, spidol permanen, karet gelang, dan plastik klip. Data dari seluruh variabel hasil pengamatan kemurnian benih, uji kadar air benih, ukuran benih dan bobot 100 benih dianalisa menggunakan uji statistika deskriptif, sedangkan uji viabilitas dan vigor benih yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam atau Analysisof Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian dari tujuh galur benih melon yang diamati, didapatkan hasil bahwa galur A memiliki viabilitas tinggi diantara galur lainnya

    Potensi Pengembangan Genotipe Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) melalui Keragaman Genetik dan Pendugaan Nilai Heritabilitas

    Full text link
    Bunga matahari (Helianthus annuus L.) memiliki potensi yang tinggi pada berbagai bidang seperti sebagai bunga hias, penghasil minyak, dan sumber bahan industri. Namun produktivitas bunga matahari belum optimal di Indonesia. Peningkatan produktivitas bunga matahari dapat dilakukan dengan perbaikan sifat melalui program pemuliaan tanaman. Pemuliaan tanaman bunga matahari berkaitan erat dengan keragaman genetik dan heritabilitas. Keragaman genetik digunakan sebagai sumber plasma nutfah. Heritabilitas digunakan untuk mengukur pengaruh genetik dibandingkan dengan pengaruh lingkungan pada suatu penampilan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui nilai keragaman genetik dan  heritabilitas pada genotipe bunga matahari 2). mengetahui karakter yang memiliki nilai keragaman genetik dan heritabilitas yang tinggi pada genotipe bunga matahari. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 13 nomor genotipe bunga matahari dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat keragaman genetik pada 13 genotipe bunga matahari. Keragaman genetik antar dan dalam genotipe yang tinggi ditemukan pada karakter  jumlah daun dan diameter kepala bunga. Nilai heritabilitas dengan kriteria tinggi ditemukan pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, umur berbunga, diameter kepala bunga, umur panen, panjang biji, lebar biji, jumlah biji bernas, dan jumlah biji hampa. Nilai heritabilitas dengan kriteria sedang ditemukan pada karakter tebal biji dan dan berat 100 biji. Karakter tanaman yang memiliki nilai keragaman genetik dan heritabilitas dengan kriteria tinggi ditemukan pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter kepala bunga, jumlah biji bernas, dan jumlah biji hampa

    Analisis Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau Di Gelora Bung Karno

    No full text
    Kota DKI Jakarta merupakan salah satu kota yang terkenal akan kepadatan penduduk.Populasi penduduk padat mengakibatkan kebutuhan dari infrastruktur kian meningkat. Infrastruktur yang meningkat berdampak pada kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota.Tujuan pembangunan ruang terbuka hijau untuk infrastruktur hijau di wilayah perkotaan, sehingga akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan agar menjadi lebih nyaman dan berkelanjutan. Salah satu RTH yang berada di area perkotaan yaitu hutan kota.Tujuan penelitian untuk mempelajari dan menganalisis tingkat kenyamanan RTH di hutan kota GBK Jakarta. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner dan beberapaalat yang digunakan dalam penelitian yaitu alattulis, kamera digital, Thermohygrometer HTC-2, lux meter UNI-T UT383. Penelitian dilaksanakan di Hutan Kota Gelora Bung Karno Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023. Penelitian ini dilakukan di dalam area hutan kota dan di luar area hutan kota dengan parameter yang diamati yaitu suhu udara, kelembapan udara, intensitas radiasi matahari, dan vegetasi. Data hasil pengamatan akan di analisis menggunakan metode Thermal Humidity Index (THI) untuk mengetahui tingkat kenyamanan di hutan kota dan dilakukan uji T untuk mengetahui hasil dari perbandingan parameter di dalam hutan kota dengan di luar hutan kota. Hasil penelitian menunjukkan hutan kota Gelora Bung Karno belum nyaman. Pada area dalam hutan kota memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan area luar hutan kota, namun area dalam hutan kota masih belum mencapai tingkat kenyamanan yang nyaman untuk standar manusia

    Evaluasi Daya Hasil 26 Genotip Jagung Pakan (Zea mays L.) Dari Hadil Top Cross

    No full text
    Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Sehingga, Kebutuhan jagung dalam negeri juga terus meningkat seiring dengan adanya perkembangan industri peternakan yang memerlukan jagung pakan sebagai campuran pakan ternak. Penggunaan varietas hibrida merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi jagung dalam negeri terutama pada jagung pakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022, di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 26 genotipe dan disetiap unit percobaan terdapat 18 tanaman. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software RStudio-2023.06.1. dan dilanjut dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%, serta dilakukan perhitungan nilai KKG, KKF, dan heritabilitas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada karakter kualitatif didapatkan bahwa setiap galur memiliki tingkat skor keseragaman yang berbeda. Berdasarkan jumlah skor potensi penampilan yang dibandingkan dengan karakter potensi hasil pada 26 galur yang diuji, terdapat tiga galur yang memiliki nilai potensi penampilan dan potensi hasil yang tinggi di atas rata-rata umum. Galur tersebut adalah JPK-4, JPK-6, dan JPK-18. Nilai KKG dan KKF pada setiap karakter kuantitatif yang diamati termasuk dalam kategori keragaman yang sempit. Sedangkan pada nilai heritabilitas tergolong rendah hingga tinggi

    Peningkatan Hasil dan Kualitas Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Melalui Penambahan KNO3 Pada Sistem Hidroponik

    Full text link
    Tomat cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) merupakan salah satu komoditas hortikultura dari famili Solanaceae yang budidayanya mengedepankan hasil dan kualitas. KNO3 merupakan pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk memperbaiki kualitas buah baik rasa maupun ukuran buah, meningkatkan produksi buah, dan nilai gizi buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan KNO3 yang memberikan pengaruh paling baik terhadap hasil dan kualitas tomat cherry. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 bertempat di green house hidroponik Fakultas Pertanian, Universtas Brawijaya, Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan penambahan KNO3 dengan berbagai konsentrasi, yang terdiri atas 5 level perlakuan sebagai berikut: A : kontrol tanpa penambahan KNO3, B : 2 g/l, C : 6 g/l, D : 10 g/l, dan E : 14 g/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KNO3 berpengaruh terhadap jumlah daun majemuk, luas daun, jumlah cabang, jumlah buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per buah, diameter buah, dan kadar gula terlarut pada buah. Penambahan KNO3  10 g/l dan 14 g/l memberikan hasil yang baik pada jumlah daun majemuk, luas daun, jumlah cabang, jumlah buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, kadar gula terlarut, dan diameter buah. Penambahan KNO3 14 g/l memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap 10 g/l, sehingga untuk efektivitas dapat dipilih konsentrasi 10 g/l

    Pengaruh Waktu Tanam dan Kerapatan Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) dalam Sistem Tumpangsari

    Full text link
    Permintaan hasil panen jagung manis dan kemangi terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi dan bertambahnya pertumbuhan masyarakat. Namun luasan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi kedua komoditas tersebut semakin menurun. Sistem tanam tumpangsari merupakan salah satu upaya intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas lahan dalam budidaya tanaman jagung manis dan kemangi. Sistem tumpangsari dapat menyebabkan kompetisi antara tanaman utama dengan tanaman sela. Faktor yang perlu dipertimbangkan untuk meningatkan kerjasama dan meminimalisir kompetisi adalah dengan mengatur waktu tanam dan kerapatan antar kedua tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan waktu tanam dan kerapatan tanaman kemangi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei-Agustus 2022 di Desa Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari jagung manis monokultur, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HSbT jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (2 baris) ditanam bersamaan, jagung manis + kemangi (1 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (2 baris) 7 HST jagung manis, jagung manis + kemangi (1 baris) 14 HST jagung manis, jagung + kemangi (2 baris) 14 HST jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kemangi yang ditanam pada berbagai waktu tanam dan kerapatan yang berbeda dalam sistem tumpangsari dengan jagung manis tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan maupun hasil tanaman jagung manis. Seluruh perlakuan sistem tumpangsari tanaman jagung manis dengan kemangi mampu meningkatkan produktivitas lahan (LER > 1), menguntungkan secara ekonomi (R/C Ratio > 1), mampu menekan pertumbuhan gulma, serta mengefisiensi intersepsi cahaya matahari

    Pengaruh Abu Terbang Batu Bara Dan Kotoran Ayam Sebagai Campuran Media Terhadap Produktivitas Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus)

    Full text link
    Cosmos caudatus atau tanaman kenikir memiliki beberapa manfaat seperti antioksidan, antihipertensi dan juga efek antidiabetes. Bagian tanaman kenikir yang dikonsumsi adalah daun, sehingga untuk meningkatkan produksi tanaman kenikir dilakukan dengan meningkatkan biomassanya. Salah satu upaya alternatif untuk meningkatkan biomassa tanaman kenikir adalah melalui pemanfaatan limbah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dalam bentuk abu terbang batu bara (fly ash) sebagai campuran media tanam dengan tanah dan kotoran ayam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi campuran media tanam yang tepat untuk tanaman kenikir. Alat dan bahan yang digunakan pada penilitian adalah polybag ukuran 25 x 25 cm, benih kenikir varietas lokal, pupuk kandang kotoran ayam, media tanam berupa tanah, serta abu terbang batu bara dengan dosis yang bervariasi. Penelitan dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Terdapat 10 perlakuan kombinasi media tanam dengan 3 kali ulangan. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) taraf 5% dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi campuran media berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, namun perlakuan paling effisien terdapat pada campuran 75% tanah + 25% abu terbang batu bara + kotoran ayam 15 t ha-1 dengan hasil panen biomassa paling tinggi sebesar 58,9 g apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol (100% Tanah) hanya sebesar 45,2 g. Limbah abu terbang batu bara dan kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif campuran media tanam untuk meningkatkan biomassa tanaman kenikir

    Respon Pembungaan dan Hasil Beberapa Aksesi Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Variasi Lingkungan Fotoperiode

    Full text link
    Kebutuhan buah stroberi (Fragaria sp.) dalam negeri masih dipenuhi oleh impor dari negara penghasil stroberi. Produksi stroberi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 85.285 ton, kemudian pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 74.990 ton. Produksi buah stroberi bergantung pada proses pembentukan bunga yang dipengaruhi oleh suhu dan fotoperiode. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pembungaan dan hasil stroberi pada beberapa lingkungan fotoperiode serta menyeleksi aksesi stroberi yang potensial. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2022 di kebun penelitian stroberi milik Balai Standardisasi Instrumen Pertanian yang berlokasi di Jl. Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu. Penelitian disusun dalam percobaan yang dirancang pada 3 lingkungan fotoperiode, yaitu F1: fotoperiodisitas normal (kontrol), F2: fotoperiodisitas 8 jam (short day), dan F3: fotoperiodisitas 16 jam (long day). Rancangan yang digunakan dalam setiap lingkungan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 7 aksesi stroberi. Setiap plot lingkungan percobaan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati berupa variabel vegetatif, generatif, dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotoperiode mempengaruhi panjang fase vegetatif tanaman stroberi sehingga dapat menghambat pembungaan tanaman stroberi. Aksesi ICS04050036 (A2), Knia (A3), dan ICSP04050016 (A5) berbung

    Uji Daya Hasil Jagung Pakan (Zea mays L.) Dari Hasil Top Cross

    Full text link
    Jagung pakan (Zea mays L.) berperan penting sebagai bahan makanan ternak dan bahan baku industri. Selain padi, kebutuhan akan jagung sebagai alternatif kebutuhan karbohidrat semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan permintaan pasar salah satunya disebabkan oleh perkembangan industri peternakan yang pada proses produksinya memerlukan jagung sebagai campuran pakan ternak. Penggunaan varietas hibrida merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan produksi jagung dalam negeri terutama pada jagung pakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Program Statistik PKBT-STAT 3.1 dan dilanjut dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%, serta perhitungan nilai KKG, KKF, dan nilai heritabilitas. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada setiap karakter, didapatkan bahwa setiap galur yang diuji pada pengamatan warna silk, anther, dan glume memiliki karakter dengan tingkat skor presentase keseragaman yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil jumlah skor potensi penampilan dibandingkan dengan karakter potensi hasil dari 27 galur yang diuji, terdapat 2 galur yang memiliki potensi nilai penampilan tinggi disertai dengan nilai potensi hasil tinggi diatas rata-rata seluruh galur dan dibandingkan dengan varietas pembanding Syngenta Perkasa (NK6172). Galur tersebut adalah UB14 dan UB23. Sementara itu didapatkan bahwa nilai KKG, KKF, dan Heritabilitas pada 19 karakter yang diamati termasuk dalam kategori rendah hingga tinggi

    Kombinasi Pupuk Nitrogen dan Pupuk Organik Pada Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol (Brassica oleracea Var. Botrytis L) Nitrogen and Organic Fertilizer Combination on Growth and Yield of Cauliflower (Brassica oleracea Var. Botrytis L)

    Full text link
    Kembang kol (Brassica oleracea Var. Botrytis L.) adalah salah satu komoditas penting dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman kembang kol banyak digunakan masyarakat sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Jumlah produksi kembang kol di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 204 ribu ton dengan rata-rata hasil 13 ton ha-1, dan mengalami penurunan produksi pada tahun 2021 dengan total produksi 203 ribu ton dengan rata-rata hasil 12,14 ton ha-1. Produksi dari kembang kol dapat terus ditingkatkan salah satunya dengan cara kegiatan pemupukan. Pupuk dalam praktik budidaya kembang kol tergolong menjadi dua jenis yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik. Pemberian pupuk anorganik saja belum dapat meningkatkan produktivitas kembang kol secara berkelanjutan sehingga diperlukan kombinasi penambahan pupuk organik dan anorganik yaitu pupuk nitrogen dan pupuk kandang yang mengandung berbagai bahan organik yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 – April 2023 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk urea dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol. Dosis pupuk urea 300 kg ha-1 + 30 ton ha-1 pupuk kandang mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga yang lebih cepat, diameter bunga dan bobot panen kembang kol dibandingkan dengan perlakuan yang lain.   Kata kunci: kembang kol; nitrogen; pupuk anorganik; pupuk organik

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇