Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pembentukan Thermal Unit Akibat Jarak Tanam dan Varietas serta Pengaruhnya Terhadap Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)

    Get PDF
    Kacang tanah merupakan sumber protein yang kaya gizi meliputi lemak, karbohidrat, mineral dan serat makanan. Penurunan produksi kacang tanah disebabkan oleh kehilangan hasil saat panen dan ketidak-tepatan penentuan waktu panen (Santoso, 2013). Kerugian hasil tanaman kacang tanah dapat diatasi dengan perhitungan nilai thermal unit. Thermal unit sangat penting untuk menentukan kegiatan yang perlu dilakukan di lapangan seperti menentukan jadwal tanam, pengairan, pemupukan, penyiangan, pembumbunan dan pemanenan sehingga lebih efisien dan sesuai dengan kondisi tanaman kacang tanah. Perbedaan varietas dan jarak tanam pada tanaman kacang tanah dapat mem-pengaruhi nilai thermal unit yang dibutuhkan untuk mencapai setiap fase pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari pembentukan thermal unit pada jarak tanam dan varietas serta mengetahui pengaruh thermal unit pada setiap fase pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Malang. Berdasarkan hasil pene-litian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara macam varietas dan jarak tanam dalam pembentukan nilai thermal unit pada setiap fase pertumbuhan tanaman.Nilai thermal unit sangat dipengaruhi oleh macam varietas dan diperoleh hasil bahwa penggunaan varietas Talam1 menghasilkan nilai thermal unit yang lebih rendah pada setiap fase pertumbuhan tanaman.Penggunaan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot polong kering per petak panen, per hektar dan per tanaman serta bobot kering total per tanaman. Penggunaan jarak tanam 40 cm x 30 cm (J3) memberikan hasil panen kacang tanah yang lebih baik

    Evaluasi Daya Hasil Tujuh Genotip Jagung (Zea mays L.) pada Dua Lokasi di Kediri

    Get PDF
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan penting setelah padi. Untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional diperlukan upaya peningkatan produktivitas jagung, salah satunya dengan penggunaan varietas unggul hibrida. Evaluasi interaksi genotip dan lingkungan penting dilakukan untuk mengetahui kemampuan adaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan agronomi dan daya hasil genotip uji serta daya adaptasi tujuh genotip jagung pada dua lokasi pengujian. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan dengan 7 calon hibrida yang diuji dan 3 varietas pembanding (BISI 18, Pioneer 21 dan Pertiwi 3). Penelitian dilaksanakan di Desa Jagung, Kecamatan Pagu dan Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri pada bulan Februari-Juli 2018. Analisis interaksi genotip lingkungan dilakukan menggunakan ragam gabungan serta analisis stabilitas metode Finlay dan Wilkinson (1963). Analisis ragam interaksi genotip x lingkungan menunjukkan nilai signifikan pada karakter tinggi letak tongkol, umur tasseling, bobot panen per plot, panjang tongkol total, diameter tongkol, jumlah baris biji per tongkol, bobot 100 biji, bobot 1000 biji, bobot tongkol tanpa klobot, bobot pipilan per tongkol, bobot panen tongkol, rendemen hasil dan potensi hasil. Evaluasi adaptabilitas diperoleh genotip uji UB1, UB4, UB5 dan UB7 beradaptasi pada lingkungan terbatas dan genotip uji UB2, UB3 dan UB6 beradaptasi pada lingkungan luas. Penentuan varietas unggul dilakukan berdasarkan metode skoring, sehingga diperoleh genotip uji UB4 menjadi genotip dengan skor tertinggi di dua lokasi serta gabungan lokasi

    Pengaruh Penyungkupan dan Pemberian Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria x Ananassa)

    Get PDF
    Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki peluang pengembangan yang bagus kedepannya. Pasarsemakin luas karena buah stroberi tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar namun juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk olahan dan dengan wisata stroberi dapat menjadi daya tarik konsumen. Akan tetapi, produksi stroberi dari tahun ke tahun mengalami penurunan penyebabnya karana masalah nutirisi tanaman dan iklim mikro disekitar tanaman. Penambahan abu sekam padi yang banyak mengandung kalium, kalsium dan silika kedalam media dan pemberian sungkup terhadap tanaman diharapkan mampu mengatasi masalah nutrisi dan iklim mikro tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2018, di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial,dimana faktor utama adalah Penyungkupan yang terdiri dari 2 taraf yaitu: Tanpa sungkup (S0); Sungkup (S1), faktor kedua adalah dosis Abu sekam dengan 4 taraf yaitu: Kontrol (A0); Abu sekam 40 g tan-1 (A1); Abu sekam 80 g tan-1 (A2);  Abu sekam 120 g tan-1 (A3); Abu sekam 160 g tan-1 (A4).Data pengamatan dianalisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%.Hasil penelitianmenunjukkan dari perlakuan yang diterapkan hanya perlakuan penyungkupan yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan hasil.Untuk parameter pertumbuhan penyungkupan memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah stolon luas daun,  bobot kering tajuk dan total biomasa tanaman dan untuk parameter hasil penyungkupan memberikan pengaruh terhadap padtan total terlarut (PTT) yang artinya buah memiliki rasa lebih manis

    Hubungan Filotaksis dan Kerapatan Stomata terhadap Hasil 20 Aksesi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench)

    Get PDF
    Buah okra merupakan hasil dari fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Banyak faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang diterima. Salah satunya adalah posisi daun pada tanaman yang disebut dengan filotaksis daun. Meningkatnya fotosintesis diimbangi dengan meningkatnya asupan dari CO2 sebagai bahan utama fotosintesis. Semakin ideal filotaksis tanaman memungkinkan dapat mempengaruhi kerapatan stomata terutama pada daun tanaman okra. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark  Universitas Brawijaya, Malang, dengan ketinggian ±330 mdpl, suhu rata-rata 24-36°C dan curah hujan 315 mm per bulan selama penelitian. Penelitian  dilaksanakan pada bulan 18 Desember 2018 sampai bulan 15 Maret 2019. Penelitan ini merupakan penelitian non percobaan. Tujuh belas aksesi tanaman diuji, sedangkan tiga aksesi cek/kontrol. Seleksi dilakukan untuk mencari aksesi terbaik menggunakan seleksi massa dari total berat buah lebih besar dari hasil rata-rata+standar deviasi. Dua puluh aksesi okra yang diseleksi berbunga pada kisaran umur ± 60 hari setelah tanam. Berdasarkan 20 aksesi yang diseleksi didapatkan empat aksesi terbaik, berdasarkan parameter total berat buah yang tinggi yaitu, aksesi Aesc[BW]-02-01-02-5-4, Aesc[BW]-02-05, Aesc[BW]-5-5-2, Aesc[BW]-02-03.  Filotaksis pada 20 aksesi okra yang ditemukan ada tiga filotaksis yaitu 1/3, 2/5, dan 3/8. Aksesi okra yang terbaik tidak bisa ditentukan oleh  filotaksis daunnya, karena filotaksis pada aksesi yang terbaik berbeda-beda, sehingga filotaksis tidak bisa menentukan aksesi terbaik. Dan kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan semua parameter vegetatif maupun generatif, berarti tidak berdampak pada hasil tanaman okra. Indikator yang paling utama untuk menentukan aksesi terbaik dari segi agronomis okra yaitu berat buah dan panjang buah

    Pengaruh Kerapatan dan Pengaplikasian Herbisida Pre dan Post Emergence pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Percobaan lapang untuk meneliti pengaruh kerapatan gulma dan pengaplikasian herbisida pre dan post-emergence pada tanaman bawang merah. Percobaan ini dilakukan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur sejak  bulan Januari  hingga Maret 2019. Percobaan ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan kombinasi JT rapat, sedang dan renggang dengan pengendalian gulma secara manual setiap 2 minggu sekali dan pengaplikasian herbisida pre dan post-emergence). Analisis vegetasi dilakukan pada sebelum olah tanah, 42 HST dan 56 HST. Pada pengamatan 42 HST, Bidens pilosa ialah gulma yang mendominasi pada perlakuan P0 dan P6. Pada pengamatan 56 HST, gulma Commelina diffusa memiliki nilai SDR tertinggi pada perlakuan P3, P4, P6, P7 dan P8. Sedangkan pada perlakuan P0 Cynodon dactylon ialah gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi. Pada P2 terdapat dua gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi ialah gulma Cynodon dactylon dan Commelina diffusa. Hal ini sama seperti pernyataan Clyde et al. (2015), Umiyati (2016) dan Gomes et al. (2017). Pada perlakuan P5 gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi ialah Cyperus iria. Pergeseran gulma terjadi karena adanya perubahan kelimpahan jenis gulma sebagai hasil dari praktik manajemen budidaya. Gulma yang rentan pada herbisida yang digunakan berulang kali akan berkurang tingkat kompetisinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Rana et al. (2016).   Bawang merah ialah tanaman yang rentan untuk berkompetisi dengan gulma. Kehadiran gulma dapat ditekan dengan pengendalian secara manual ataupun kimiawi dan pengaturan jarak tanam. Pengaturan kerapatan tanaman dapat dilakukan untuk membatasi pertumbuhan gulma.  Maka, hasil penelitian ini ialah karena dampak perlakuan yang diujikan

    Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi di Indonesia. Produktivitas bawang merah di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan yang ada, sehingga hal ini dapat dikembangkan dan memiliki potensi untuk di budidayakan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemupukan hayati dan anorganik. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan percobaan tentang pupuk hayati dan dosis pupuk NPK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 sampai dengan Mei 2019, penelitian ini di lakukan di Rumah Plastik Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan NPK 75% sebanyak 1,37 gram/polybag + Pupuk hayati 100% (P5) merupakan kombinasi yang dapat meningkatkan berat brangkasan, diameter umbi, bobot umbi, dan serapan hara tanaman  bawang merah.  Penggunaan pupuk hayati dapat menurunkan dosis pupuk anorganik

    Analisis Biodiversitas di Bawah Tegakan Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Pinus (Pinus densiflora) dengan Perbedaan Manajemen Agroforestri

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat biodiversitas terbesar di dunia. Biodiversitas tersebut meliputi dari tumbuhan dan hewan yang telah tersebar di seluruh wilayah nusantara Indonesia. Adapun biodiversitas dari jenis tumbuhan dapat tergambar dari kawasan hutan-hutan yang ada di seluruh Indonesia, salah satu hutan yang memiliki keanekaragaman hayati dan belum dilakukan sebuah penelitian sebelumnya yaitu UB forest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat biodiversitas dibawah tegakan kopi dan pinus pada perbedaan manajemen agroforestri. Penelitian dilaksanakan di hutan pendidikan UB Forest pada bulan Januari-Mei 2019 selama 5 bulan. Penelitian menggunakan metode analisis vegetasi yaitu metode sampling kuadrat, metode ini ialah suatu teknik survei vegetasi yang sering digunakan dalam semua tipe komunitas tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pada perbedaan manajemen agroforestri ditemukan keanekaragaman spesies yang berbeda. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tingkat biodiversitas spesies yang ada. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan selisih jenis spesies yang sedikit dibanding dengan plot business as usual (BAU). Keanekaragaman yang ditemukan pada plot business as usual (BAU) mendapat nilai yang lebih tinggi daripada plot yang lain. Nilai keanekaragaman BAU adalah sebesar 2,02 dan keanekaragaman masih tergolong sedang. Plot business as usual (BAU) merupakan plot yang memiliki jenis keanekaragaman spesies tinggi dibanding plot lain, akan tetapi dengan adanya keanekaragaman yang tinggi perlu adanya perhatian khusus dalam menjaga kelestarian spesies yang ada di kawasan UB Forest

    Pengaruh Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var. ceratina)

    Get PDF
    Jagung ketan (Zea mays var. ceratina) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang permintaannya terus meng-alami peningkatan. Meningkatkan produksi jagung ketan perlu dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap jagung ketan. Penelitian ini bertujuan untuk meng-etahui pengaruh pengendalian gulma   terhadap pertumbuhan dan produksi tan-aman jagung ketan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 hingga April 2019 yang bertempat di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga dalam percobaan terdapat 32 petak percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 Tanpa pengendalian gulma, P1  Penyiangan 15, 30, 45 HST, P2 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh), P3 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh), P4 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 15 HST, P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST, P6 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST)), P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (30 HST)). Per-lakuan yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi adalah perlakuan penyiangan kemudian diikuti dengan perlakuan P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST dan P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST))

    PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KOMBINASI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA LAHAN TADAH HUJAN

    Get PDF
    Kombinasi ektensifikasi dan intensifikasi pertanian menjadi solusi terhadap pemanfaatan tanaman jagung yang semakin meningkat dari setiap tahunnya. Penggunaan lahan tadah hujan yang berkarakteristik miskin hara dapat ditanggulangi dengan pemupukan yang berimbang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemupukan pada lahan tadah hujan serta kombinasi pemupukan terbaik untuk tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan PT.BDI Kaupaten Kediri dengan menggunakan 9 kombinasi perlakuan pemupukan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian pemupukan belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan tanaman akibat faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh ialah curah hujan. Berdasarkan hasil analisis ragam pengaruh perlakuan terjadi berbeda nyata pada variabel jumlah daun 45, 75 dan 90 HST, luas daun 30 HST, diameter batang, umur berbunga, diameter tongkol, panjang tongkol, umur panen dan produktivitas. Pada Perlakuan F4, F5, F6, F7 dan F8 menjadi perlakuan yang mempunyai nilai rerata lebih tinggi dari perlakuan lainnya pada variabel produktivitas

    PENGARUH KEMATANGAN BUAH DAN JUMLAH TANAMAN PER POLIBAG TERHADAP PERTUMBUHAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.)

    Get PDF
    Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman sayuran yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kemangi juga dapat dimanfaatkan sebagi obat tradisional. Perbanyakan tanaman kemangi dilakukan dari benih. Namun pada proses pertumbuhannya, buah kemangi mengalami tingkat kematangan yang berbeda. Pada satu tangkai, buah dibagian bawah berwarna coklat sedangkan dibagian atas masih berwarna hijau. Setiap kegiatan budidaya tanaman tidak hanya memperhatikan kualitas benih yang digunakan tetapi juga faktor lingkungan, salah satunya adalah jumlah tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan kemangi pada tingkat kematangan buah dan jumlah tanaman yang berbeda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kemangi, kompos, pupuk NPK, tanah dan pestisida. Alat yang digunakan yaitu petridish, kertas merang, germinator, meteran, timbangan analitik dan leaf area meter (LAM), Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan rata-rata suhu harian 320C dan kelembaban 58,3%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa perlakuan buah coklat memiliki nilai perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan buah hijau. Sementara itu pada karakter pertumbuhan, buah coklat 1 tanaman/polibag memiliki hasil yang lebih baik namun tidak berbeda dengan buah hijau. Pada karakter kualitatif, terdapat perbedaan pada morfologi daun yang disebabkan oleh genetik dan jumlah tanaman yaitu pada karakter bentuk helai daun, kedalaman gerigi helai daun, ujung daun dan pangkal daun

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇