Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK HIJAU PAITAN (Tithonia diversifolia) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) var. P-21
Jagung adalah salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di Indonesia. Tingginya permintaan pada komoditas ini tidak selaras dengan rendahnya tingkat produksi. Intesifikasi pertanian dengan cara pemupukan adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi. Pemupukan dapat dilakukan dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk anorganik dan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik merupakan upaya untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik, karena penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hijau paitan dan berbagai dosis pupuk anorganik NPK pada pertumbuhan dan hasil jagung. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu kombinasi pupuk NPK dengan dosis 360 kg ha-1, 270 kg ha-1,180 kg ha-1,dan pupuk hijau paitan dengan dosis 15 ton ha-1, 10 ton ha-1, 5 ton ha-1. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidodadi, Lawang  pada bulan Juli – Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan hasil pipilan kering per hektar perlakuan kombinasi pupuk paitan 10 ton ha-1 dan NPK 270 kg ha-1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK 360 kg ha-1. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk paitan sebanyak 10 ton ha-1 mampu mengurangi dosis pupuk NPK sebanyak 25%
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Biourin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.)
Sayuran adalah makanan yang mengandung banyak manfaat dan digemari oleh masyarakat termasuk di Indonesia. Sayuran merupakan sumber esensial seperti vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh adalah kailan (Brassica oleracea L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari perlakuan jarak tanam dan dosis biourin sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleracea L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2017 di Desa Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian 600 m diatas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jarak tanam J1 (15 cm × 15 cm) dan J2 (20 cm × 20 cm). faktor kedua adalah dosis biourin sapi B0 (kontrol), B1 (1.000 L ha-1), B2 (2.000 L ha-1), B3 (3.000 L ha-1), dan B4 (4.000 L ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jarak tanam 20 cm × 20 cm dengan biourin sapi dosis 1.000 L ha-1 menghasilkan bobot segar total tanaman lebih tinggi daripada kontrol. Secara terpisah, jarak tanam berpengaruh terhadap luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, berat segar tanaman kailan per hektar, berat segar konsumsi tanaman kailan per hektar, dan dosis biourin sapi mempengaruhi bobot kering total tanaman secara signifikan
Pola Keanekaragaman Gulma pada Ruas Jalan A. Yani Hingga Jalan J. Basuki Rahmat Median Jalan Kota Malang
Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di tempat yang tidak dikehendaki dan juga termasuk dalam masalah perkotaan khususnya pada median jalan, hal tersebut dikarenakan median jalan ialah frontface / wajah dari suatu kota serta tanaman hias pada median jalan termasuk dalam agroekosistem. Tujuan penelitian ialah mengetahui keanekaragaman gulma median jalan dan interaksi khusus antara gulma median jalan dengan tanaman hias median jalan disepanjang ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Jenderal Basuki Rahmat Kota Malang. Penelitian ini mengamati gulma pada 3 (tiga) spesies tanaman hias pada ruas median jalan. Metode yang digunakan ialah metode kuadrat dengan frame kuadrat 0,8x0,8m pada 15 (lima belas) titik pengamatan dengan ulangan 1(satu) kali. Analisis data meliputi Summed dominance Ratio (SDR) dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Penelitian dilaksanakan selama Juli 2017. Hasil penelitian untuk gulma yang ditemukan pada 3 (tiga) spesies tanaman hias median jalan ialah sebanyak 8 (delapan) spesies gulma dengan nilai SDR terbesar pada spesies gulma Calincing jawa (Oxalis javanica) dengan nilai masing-masing 44,762; 30,588 dan 47,214 dan rentang Nilai Indeks keanekaragaman (H’) ialah dengan 0-0,362. Kesimpulan Penelitian ialah mengacu pada nilai SDR dan Indeks keanekaragaman (H’), menemukan pola interaksi khusus tanaman hias median jalan ialah dengan gulma spesies Calincing jawa (Oxalis javanica) dan keanekaragaman spesies gulma termasuk kategori rendah (dibawah angka 1)
Pengaruh Aplikasi Kombinasi Biochar dan Macam Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-2 perlu dilakukan dengan aplikasi pupuk kandang dengan dosis tertentu serta ditambahkan biochar untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk kandang pada aplikasi biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-2. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2017 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan total 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 5 t ha-1 yang diaplkasikan dengan tiga jenis dan dosis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pertumbuhan antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan panjang akar. Pada parameter hasil, perlakuan memberikan pengaruh yang nyata pada pengamatan jumlah bunga, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong, jumlah biji dan hasil panen per hektar
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Berdasarkan Karakter Agronomi pada Aksesi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Habitus Menyebar
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan karena tingginya permintaan. Salah satu cara meningkatkan produksi cabai rawit adalah dengan perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi. Seleksi adalah salah satu kegiatan penting dalam pemuliaan tanaman dan informasi dari parameter genetik seperti keragaman genetik, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas seleksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan berdasarkan karakter agronomi pada aksesi cabai rawit habitus menyebar dan mendapatkan individu tanaman yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dari bulan April sampai Oktober 2017. Percobaan menggunakan metode single plant yaitu dengan menanam 264 tanaman dari campuran 11 aksesi dan 66 tanaman varietas Nirmala F1. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik yang luas pada semua karakter kuantitatif yang diamati. Nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan tinggi juga terdapat pada semua karakter, yaitu karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah total, bobot per buah dan jumlah buah. Karakter kualitatif yang mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan tinggi dapat dijadikan sebagai pertimbangan seleksi dan dari populasi terpilih 23 individu tanaman yang terseleksi yang mempunyai daya hasil tanaman tinggi, dilihat dari bobot buah total serta dilihat dari nilai heritabilitas dan kemajuan genetik yang tinggi
Studi Mutu Benih Paria (Momordica charantia L.) pada Tingkat Kemasakan Buah dan Genotipe Yang Berbeda
Paria merupakan tanaman semusim yang buahnya dimanfatkan masyarakat sebagai sayuran dan obat. Dalam budidaya paria seringkali benih perlu diskarifikasi. Meskipun telah diskarifikasi, daya tumbuhnya masih rendah. Tingkat kemasakan buah dan genotipe dapat menjadi indikator untuk menghasilkan benih paria yang bermutu. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui interaksi antara genotipe dan tingkat kemasakan buah paria terhadap mutu benih fisik dan fisiologi serta mengetahui umur masak fisiologi paria pada masing-masing genotipe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2017 di laboratorium dan green house PT. BISI International Tbk. Kediri. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu budidaya paria dan pengujian mutu benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dan 2 ulangan. Jika terdapat interaksi atau faktor perlakuan yang beda nyata, dilanjutkan dengan uji BNJ (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara genotipe dan tingkat kemasakan buah paria terhadap variabel rendemen benih, panjang benih, daya berkecambah dan berat kering kecambah normal. Genotipe D (IT) memiliki rerata tertinggi pada variabelberat 1000 benih, jumlah benih per buah tetapi memiliki rerata terendah pada kadar air benih. Variabel kekuatan tumbuh dan tinggi bibit pada genotipe A (AS) dan D (IT) memiliki rerata yang baik. Pada tingkat kemasakan buah 22 dan 23 hari setelah polinasi memiliki rerata yang tinggi pada variabel diameter benih, berat 1000 benih, kecepatan tumbuh dan kekuatan tumbuh, sedangkan menjadi rerata terendah pada variabel kadar air benih
Identifikasi dan Karakterisasi Anggrek Alam (Orchidaceae) dengan Cara Eksplorasi Di Hutan Irenggolo Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri
Anggrek merupakan tanaman hias yang penting. Namun plasma nuftah anggrek alam di Indonesia semakin terancam khususnya di pulau Jawa, hal tersebut dikarenakan dampak kerusakan lingkungan seperti konservasi hutan dan perdagangan anggrek alam secara liar. Anggrek alam asal Jawa jumlahnya masih terbatas dan belum banyak teridentifikasi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengobservasi dan mengkarakterisasi anggrek alam demi menunjang kegiatan pemuliaan tanaman anggrek. Salah satu daerah di pulau jawa yang memiliki kekayaan plasma nuftah anggrek ialah hutan irenggolo. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi dan mengakarakterisasi anggrek.Penilitian ini dilakukan di Hutan Irenggolo yang dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode metode eksplorasi. Pengamatan dilakukan dengan sampling sistematik. Plot pengamatan ialah tiap berjalah 500 m dari jalan setapak, akan masuk ke kiri dan kanan jalan setapak sedalam 5 m. Tiap plot pengamatan berukuran 10m x 10m yang berjumlah 14 plot. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif. Analisis kekerabatan dilakukan dengan cara melakukan pengubahan data yang diperoleh yaitu data deskriptif menjadi data biner. Data biner akan diolah menggunakan program NTSYS untuk mengetahui jarak genetik dati tiap spesies yang ditemukan. Hasil analisis kekerabatan akan disajikan dalam dendogram. Hasil eksplorasi tanaman anggrek yang dilakukan di Hutan Irenggolo, didapatkan 28 spesies anggrek yang berbeda dan 28 spesies tersebut dibagi menjadi 9 kelompok berdasarkan hubungan kekerabatannya
Pendugaan Jumlah Gen Pengendali Warna Ungu pada Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) Berpolong Ungu
Kacang panjang berpolong ungu merupakan salah satu sumber antioksidan. Penampilan polong berwarna ungu pada kacang panjang menunjukkan adanya kandungan zat antosianin, semakin gelap warna polong diduga semakin banyak kadar antosianin yang terkandung. Informasi tentang aksi gen dan jumlah gen pengendali warna ungu sangat penting untuk diketahui untuk pemilihan atau seleksi terhadap tanaman-tanaman unggul pada kacang panjang berpolong ungu. Penelitian ini berlokasi di Agrotechnopark Universitas Brawijaya Desa jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang ± 330 mdpl yang dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017. Bahan yang digunakan meliputi 6 galur segregasi kacang panjang berpolong ungu yaitu BU1, BU2, BU3, BU4, BU5 dan BU6. Hasil penelitian menunjukkan karakter warna ungu pada polong, batang, dan bunga galur BU1, BU2, BU3, BU4, BU5 dan BU6 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen epistasis resesif ganda dan saling berinteraksi. Karakter warna ungu pada kelopak bunga galur BU1, BU3, dan BU4 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen dominan rangkap. Karakter warna ungu pada kelopak bunga galur BU5 dan BU6 dikendalikan oleh 1 gen dengan aksi gen dominan tunggal. Karakter warna ungu kelopak bunga galur BU2 dikendalikan oleh 2 gen dengan aksi gen epistasis dominan resesif
Pengaruh Dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada Merah (Lactuca sativa L.)
Produksi sayuran di Indonesia salah satunya komoditas selada merah belum mencapai target yang ditetapkan sehingga kebutuhan permintaan konsumsi sayuran di masyarakat belum dapat tercukupi secara optimal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi selada merah yaitu melalui aplikasi PGPR  dan pemilihan varietas yang unggul. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara 2 varietas selada merah dengan aplikasi dosis PGPR  telah dilakukan di lahanDadaprejo, Kota Batu pada bulan Agustus hingga September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah varietas Red Rapid dan varietas Lollo Rossa. Faktor kedua ialah dosis PGPR dengan taraf0 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml dan 300 ml. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara varietas dengan dosis PGPR pada peubah bobot segar total tanaman, bobot konsumsi tanaman, bobot akar tanaman dan panjang akar tanaman. Varietas Red Rapid menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan varietas Lollo Rossa dan dosis PGPR 300 ml menunjukkan hasil paling tinggi dari semua perlakuan dosis PGPR
Uji Keberhasilan Persilangan Antara Varietas Padi Gogo dan Padi Sawah (Oryza sativa L.) untuk Menghasilkan F1
Salah satu komoditas utama pertanian yang sangat potensial di Indonesia adalah padi (Oryza sativa L.). Akan Tetapi, produksi padi nasional hingga saat ini masih belum mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksi padi secara sig-nifikan yakni dengan metode persilangan antara padi gogo dan padi sawah yang diharapkan dapat menghasilkan benih F1 berdaya hasil tinggi dan toleran terhadap kekeringan. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur pada bulan Maret sampai dengan bulan September 2017. Penelitian dilakukan dengan teknik hand crossing menggunakan 4 pasangan persilangan. Persentase keberhasilan per-silangan keseluruhan berkisar antara 16,33-38,67%. Hasil analisis uji-t karakter kuantitatif antar set persilangan yang ber-beda menunjukkan perbedaan yang nyata pada parameter keberhasilan per-silangan set persilangan SB X IR dengan SB X CH, parameter panjang beras pecah kulit antar set persilangan IG X IR dengan IG X CH dan parameter lebar beras pecah kulit antar set persilangan IG X IR dan IG X CH. Sedangkan analisis uji-t hasil persilangan dan hasil tanaman tetua men-unjukkan hasil yang berbeda nyata pada keseluruhan set parameter lebar beras pecah kulit. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa warna kulit ari beras benih F1 tiap set persilangan berwarna coklat muda dan ada beberapa yang memiliki bercak-bercak kecil/ coklat. Sedangkan pada benih hasil tanaman tetua berwarna putih. Karakter bentuk beras pada benih F1 tiap set persilangan berbentuk ramping, sedangkan tanaman tetua memiliki bentuk yang berbeda-beda