Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Sumber Nitrogen Berbeda dan Tingkat Kapasitas Lapang terhadap Hasil Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situbagendit

    Get PDF
    Padi merupakan bahan makanan pokok Asia, khususnya di Indonesia yang perlu ditingkatkan. Perubahan iklimbeberapa tahun terakhir mengakibatkan ketersediaan air yang kurang,sehingga mengakibatkan terhambatnya penyerapan pupuk oleh tanaman. Ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air perlu dilakukan agar kebutuhan pertumbuhan dan hasil tanaman padi tetap tumbuh normal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh antara pemberian sumber nitrogen berbeda dan tingkat kapasitas lapang pada pertumbuhan serta hasil padi (Oryza sativa L.). Mendapatkan sumber nitrogen dan tingkat kapasitas lapang yang tepat pada pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan sejak Juni hingga September 2018 di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah N1: N dari NPK dosis 2,25 g per tanaman, N2: N dari Urea dosis 0,8 g per tanaman, dan N3: N dari ZA  dosis 1,7 g per tanaman. Faktor kedua adalah kapasitas lapang, yaitu :P1: Kapasitas lapang 100%, P2: Kapasitas lapang 75%, P3: Kapasitas lapang 50%, P4: Kapasitas lapang 25%. Sehingga di dapat 36 kombinasi perlakuan. Pengamatan hasil yang dilakukan yakni jumlah daun, jumlah anakan, panjang tanaman, umur muncul malai dan bobot biji per rumpun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sumber nitrogen dan tingkat kapasitas lapang dapat meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan dan panjang tanaman. Perlakuan kapasitas lapang berpengaruh terhadap umur muncul malai. Jenis sumber nitrogen ZA pada kapasitas lapang 75% dapat mempertahankan hasil bobot biji per rumpun

    Pengaruh Dosis Pupuk Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dalam Sistem Tumpangsari dengan Sawi (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Tanaman tomat sangat memungkinkan untuk dibudidayakan secara tumpangsari. Permasalahan yang harus diperhatikan dalam sistem sistem tumpangsari adalah perebutan unsur hara terutama untuk unsur hara yang sangat mobile yaitu nitrogen. Oleh karena itu perlu penelitian kebutuhan unsur hara nitrogen terhadap tomat yang di tumpangasari maupun monokultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada sistem tumpangsari dengan sawi. Penelitian dilaksanakaan pada bulan Juli hingga September di jalan Sasando Kepuharjo, Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Juni sampai September 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagidengan perlakuan diulang sebanyak 4 kali. A1B1= Tanaman tomat monokultur dengan tanpa pupuk urea, A1B2= Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 200kg , A1B3 = Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 400kg, A2B1 = Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan tanpa pupuk urea, A2B2=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 200kg, A2B3=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 400kg. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis pupuk urea 400 kg ha-1 mampu meningkatkan hasil tanaman tomat pada variabel bobot buah segar tomat per tanaman 41,73 % dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,09 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1 serta meningkatkan bobot buah segar per hektar 71,50 %  dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,87 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1

    Pengaruh Jenis Bahan Pembungkus terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143

    Get PDF
    Perkembangan ekspor mangga dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat lambat karena masih kalah bersaing dalam hal mutu dengan negara lain yang menerapkan standar mutu tinggi. Arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Namun, kultivar Arumanis 143 masih memiliki kelemahan yaitu warna kulit yang kurang menarik, karena prefensi pasar khususnya pasar intenasional menghendaki warna merah pada kulit buahnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan jenis bahan pembungkus terbaik pada buah mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruhan, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan dengan membungkus buah Arummanis-143 dengan 8 macam bahan pembungkus antara lain kontrol, kain katun putih, kain katun merah, kain katun biru, kain kassa putih, kertas semen, amplop coklat, dan koran. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian antara lain perubahan warna buah, bobot buah, tingkat kekerasan buah, padatan terlarut total buah, kadar vitamin C, analisa karoten, dan tingkat kerusakan buah. Buah mangga varietas Arummanis 143 yang dibungkus Koran memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dari segi perubahan warna memiliki warna yang cerah, padatan terlarut total tinggi, kadar karoten tinggi, dan kerusakan buah rendah. Tetapi kertas Koran tidak memberikan hasil bobot buah segar yang tinggi, kelunakan buah yang tinggi, dan kadar vitamin C yang rendah

    PENGARUH PEMBERIAN AGENS HAYATI DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum)

    Get PDF
    Tebu membutuhkan unsur hara yang besar selama masa pertumbuhannya. Selama ini pemenuhan unsur hara tebu berasal dari pupuk anorganik. Aplikasi pupuk anorganik terus menerus akan beresiko pada kondisi tanah. Untuk itu diperlukan teknologi baru untuk mengurangi dosis pupuk anorganik seperti agens hayati. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara agens hayati dengan pupuk anorganik dan mencari dosis yang tepat untuk kombinasi agens hayati dengan pupuk anorganik bagi pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016 di Desa Pakiskembar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari kombinasi pupuk anorganik dengan agens hayati terdapat perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan panjang batang mulai umur 139 HST, diameter batang mulai  umur 153 HST dan jumlah anakan mulai umur 97 HST. Perlakuan P5 (NPK 300 kg ha-1 + ZA 400 kg ha-1 +  Pupuk Hayati 30 L ha-1) diketahui memberikan pertumbuhan yang paling baik namun tidak berbeda nyata dengan P1 (NPK 400 kg ha-1 + ZA 600 kg ha-1). Kombinasi agens hayati dengan pupuk anorganik dapat menurunkan dosis pupuk anorganik dan agens hayati dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tebu sehingga penggunaan pupuk anorganik dapat dikurangi

    PENGARUH JARAK TANAM DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.)

    Get PDF
    Kedelai ialah komoditas tanaman pangan yang mampu mendukung ketahanan pangan penduduk Indonesia. Saat ini kedelai banyak digunakan untuk berbagai macam pangan antara lain tempe, tahu, es krim, susu kedelai, tepung kedelai, minyak kedelai, pakan ternak, dan bahan baku industri. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Suatu solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan pengaturan jarak tanam dan varietas. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jarak tanam dan varietas pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, menentukan jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dan menentukan varietas yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2015 di Balai Pengkajian Teknologi Pertnian (BPTP) Jawa Timur yang terletak di Jalan Raya Karangploso Km 4 Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan sehingga didapat 27 kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan yang meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman, jumlah cabang, serta komponen hasil yang meliputi jumlah polong, jumlah polong hampa, bobot 100 biji, berat biji serta panen ton per hektarnya. Tanaman kedelai pada perlakuan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan varietas Grobogan menghasilkan hasil panen per hektar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 5,17 ton ha-1 dengan R/C rasio paling tinggi yaitu 1,85 yang berarti usaha tani dalam penelitian ini bisa dikatakan layak untuk dikembangkan

    Uji Lapang Herbisida Parakuat Diklorida 276 G/L Terhadap Gulma pada Budidaya Tanaman Kelapa Sawit (TBM) Tanaman Belum Menghasilkan

    Get PDF
    Kelapa sawit merupakan bahan dasar untuk menghasilkan CPO (Crude Palm Oil), CPO tersebut merupakan bahan dasar pembuatan minyak goreng serta turunannya yang merupakan salah satu sumber minyak nabati yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan. Pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit merupakan suatu hal penting yang harus di upayakan seefektif mungkin, supaya secara ekonomi tidak berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi.  Metode pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida dianggap sebagai metode paling praktis. Keunggulan dari aplikasi herbisida di perkebunan menyangkut kebutuhan tenaga kerja yang lebih sedikit, kemampuannya dalam mengendalikan gulma secara cepat dan efektif, dan mengurangi kerusakan akar serta memperkecil erosi tanah, dan kali ini pengendalian gulma secara kimia menggunakan bahan aktif Parakuat Diklorida 276 g/l yang merupakan herbisida kontak pasca tumbuh yang tidak selektif serta efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan rerumputan yang sering tumbuh di lahan kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi efektifitas dari herbisida parakuat diklorida pada berbagai tingkat dosis dalam mengendalikan gulma. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pengendalian dengan herbisida dengan dosis berapapun dan penyiangan manual menunjukkan adanya perbedaan nyata dalam menurunkan bobot kering gulma jika dibandingkan kontrol pada pengamatan 2 MSA. Namun pada pengamatan 4, 6, dan 8 MSA juga menunjukkan adanya pengaruh nyata pengendalian gulma dengan cara kimiawi (herbisida) maupun manual terhadap bobot kering jika dibandingkan dengan kontrol. Disimpulkan bahwa dosis herbisida yang efektif baik secara efektifitas pengendalian, toksisitas dan nilai ekonomi ialah herbisida dengan dosis 1,50 l.ha-1

    Pengujian Efikasi Herbisida Berbahan Aktif Bispyribac Sodium 40 g/L dan Metamifop 100 g/L untuk Pengendalian Gulma pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Masalah utama yang dihadapi pada budidaya padi di lahan sawah adalah kompetisi antara tanaman  padi dengan gulma, sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan rendahnya produktivitas tanaman. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi ialah dengan penggunaan herbisida berbahan aktif bispyribac sodium dan metamifop,  sebagai upaya untuk menekan pertumbuhan gulma pada tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efek yang ditimbulkan herbisida berbahan aktif bispyribac sodium dan metamifop serta untuk menentukan efektivitas dosis herbisida berbahan aktif terhadap tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi herbisida Leptokil 140 SE berbahan aktif bispyribac sodium 40 g/l dan metamifop 100 g/l mulai dosis 375 ml/ha-1 hingga 1000 ml/ha-1 tidak menyebabkan gejala keracunan (fitotoksisitas) pada tanaman padi sawah. Herbisida Leptokil 140 SE  berbahan aktif bispyribac sodium 40 g/l dan metamifop 100 g/l dapat mengendalikan gulma dominan, antara lain Leptochloa dubia (golongan berdaun sempit), Cyperus iria (golongan teki), dan Fimbristylis miliacea (golongan teki) hingga 6 minggu setelah aplikasi dengan dosis efektif 750 dan 1000 ml/ha-1. Hasil produksi padi sawah tertinggi setelah dilakukan percobaan yaitu terdapat pada perlakuan dengan dosis 1000 ml/ha dengan berat kering panen 3,30 kg/6,25 m2 atau menghasilkan 5,28 ton ha-1

    Uji Daya Hasil Pendahuluan Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea mays L.) DI Nunukan, Kalimantan Utara

    Get PDF
    Jagung (Zea mays L.) menjadi komoditi penting kedua setelah padi.  Peningkatan produksi jagung belum mampu mengimbangi permintaan jagung secara nasional. Kalimantan Utara mempunyai lahan yang cukup luas, namun potensi tersebut belum dapat digunakan untuk meningkatkan produksi jagung nasional karena masih banyaknya hambatan, salah satunya tingkat kemasaman yang tinggi. Salah satu upaya  mengatasi masalah tersebut ialah dengan menggunakan varietas adaptif terhadap tanah masam di Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil calon varietas hibrida yang diuji yang adaptif di daerah Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan di pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada 3 Maret - 15 Juni 2017 menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan varietas dengan tiga ulangan yaitu 9 calon varietas jagung, satu varietas jagung hibrida sebagai standar yaitu varietas NK6326. Hasil penelitian menunjukan bahwa calon varietas hibrida yang memiliki prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut di Nunukan berdasarkan hasil skoring nilai keunggulan yang tinggi yaitu UB1 (7,81 ton.ha-1), UB4 (8,83 ton.ha-1), dan UB7 (9,38 ton.ha-1). Nilai koefisien keragaman genetik pada seluruh variabel yang diamati termasuk kategori rendah kecuali pada variabel panjang tip filling sehingga menunjukkan populasi masing-masing sudah seragam

    Kajian Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

    Get PDF
    Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa. Umur produksi lebih pendek (genjah) sehingga sangat menguntungkan dari sisi waktu.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh beberapa bentuk sistem tanam jajar legowo pada pertumbuhan dan hasil varietas jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Malang Jawa Timur dengan ketinggian tempat 460 mdpl, pada bulan 22 April 2017 sampai 17 Juli 2017. Rancangan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dariFaktor Sistem Tanam (S) dengan 3 bentuk yaitu : S1 (Konvensional) S2 (Jajar Legowo 2:1) S3 (Jajar Legowo 3:1) Faktor Varietas (V) V1 (Varietas Jambore) V2 (Varietas Bonanza), dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5% dengan menggunakan beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian pada parameter pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun) dan parameter hasil jagung manis menunjukkan bahawa S2V2 (Jajar Legowo 2:1+Bonanza) menghasilkan 33,33 ton per hektar sedangkan pada parameter kadar gula menunjukkan bahwa S2V1 (Jajar Legowo 2:1+Jambore) menghasilkan 14,82o brix

    Pengaruh Komposisi Pupuk Organik-Anorganik dan Konsentrasi Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Varietas Bauji

    Get PDF
    Peningkatan efisiensi pemupukan dan perbaikan kualitas tanah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah yang dapat dilakukan dengan cara menambah bahan organik dan pengaplikasian PGPR pada lahan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui komposisi pupuk organik-anorganik yang efektif dan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian dilaksa-nakan di lahan pertanian desa Sumber pancur, kecamatan Kepung kabupaten Kediri Jawa Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik-anorganik yang terdiri dari 3 taraf yaitu0% organik + 100% anorganik, 25% organik + 75% anorganik dan 50% organik + 50% anorganik. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10  dan 15 ml/l.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dengan konsentrasi pemberian PGPR pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Secara terpisah, perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dan  konsentrasi PGPR mempengaruhi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi dan bobot kering umbi. Hasil bobot kering umbi per hektar yang tertinggi diperoleh pada perlakuan komposisi pupuk organik 50% + anorganik 50% yaitusebesar 12,79 ton/ha. Sedangkan pada perlakuan PGPR hasil yang lebih tinggi diperoleh pada konsentrasi 15 ml/l dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,65 ton/ha

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇