Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Penampilan Genotip-Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tipe Kompak Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Konsumsi buah cabai rawit untuk kebutuhan industri maupun kebutuhan rumah tangga dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun belum diikuti dengan peningkatan produktivitas sehingga perlu ditingkatkan agar sesuai dengan potensi dan preferensi konsumen. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui penampilan delapan galur  cabai rawit tipe kompak hasil pemisahan dari populasi campuran. Pene-litian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai September 2017 di Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 perlakuan yaitu 8 genotip cabai rawit. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan. Setiap petak percobaan terdiri atas 20 tanamandan 6 tanaman sebagaisampel. Karakter kuantitatif yang diamati terdiri atas 10 peubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing genotip cabai rawit memiliki ciri khusus yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Lima genotip cabai rawit yang memiliki produktivitas lebih dari 9 ton/ha yaitu CRUB 46 (13.59 ton/ha), CRUB 55 (14.31 ton/ha), CRUB 65 (9.45 ton/ha), CRUB 110 (12.15 ton/ha), dan CRUB 232 (10.22 ton/ha)

    Hubungan Antar Karakter Komponen Hasil dengan Hasil pada Tanaman Ciplukan (Physalis sp.)

    Get PDF
    Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman yang telah banyak diketahui oleh sebagian besar penduduk di Indonesia dan telah banyak dibudidayakan baik di Indonesia maupun mancanegara. Pemuliaan tanaman merupakan suatu kegiatan dari budidaya pertanian untuk mengembangkan tanaman ciplukan. Dalam tahapan seleksi sering ditemukan masalah dalam menentukan pilihan terhadap kriteria yang dianggap unggul, sehingga perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dengan hasil ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar karakter komponen hasil dengan hasil pada tanaman ciplukan. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah pupuk serta fungisida dan 34 aksesi ciplukan dan data dianalisis dengan analisis korelasi menggunakan tabel ragam dan koragam. Penelitian dilakukan Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 1 Maret – 25 September 2017. Berdasarkan analisis korelasi terhadap komponen hasil dan hasil ciplukan memiliki hubungan yang berkorelasi positif dan negatif serta tidak menunjukkan adanya hubungan korelasi. Terdapat hubungan yang nyata antara karakter bobot buah per tanaman dengan karakter tinggi batang tanaman, diameter batang tanaman, jumlah bunga per cabang, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah segar per tanaman, bobot buah segar per tanaman, panjang tangkai buah, dan derajat kemanisan buah

    Uji Toleransi Enam Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Naungan Tegakan Pohon Jati (Tectona grandis L.F.)

    Get PDF
    Lahan dibawah tegakan tanaman per-kebunan atau kehutanan merupakan lahan potensial yang dapat dimanfaatkan dalam menghadapi masalah penurunan luas lahan pertanian di Indonesia. Rendahnya intensitas cahaya karena adanya naungan menjadi faktor pembatas untuk me-manfaatkan lahan tersebut. Oleh karena itu, pemilihan genotipe yang toleran pada kondisi lingkungan cahaya rendah menjadi penting untuk dilakukan. Cabai rawit adalah salah satu tanaman hortikultura yang membutuhkan cahaya optimal selama hidupnya. Sampai saat ini belum banyak dilaporkan varietas unggul cabai rawit yang toleran terhadap naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tole-ransi enam genotipe cabai rawit terhadap cekaman naungan. Penelitian berlokasi di lahan milik Perhutani wilayah KPH Malang di Desa Rejosari, Bantur, Malang pada bulan Maret-Desember 2017. Enam genotipe cabai rawit (CRUB 1, CRUB 2, CRUB 3, CRUB 4, CRUB 5, CRUB 6) dan varietas Cakra Putih sebagai pembanding diuji pada dua kondisi lingkungan, yaitu di lahan terbuka dan di bawah tegakan jati dengan tingkat naungan 40%. Setiap genotipe ditanam sebanyak 45 tanaman, sedangkan pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman. Komponen penilaian SSI (Stress Suceptibility Index), YSI (Yield Stability Index), YI (Yield Index) dan STI (Stress Tolerance Index) digunakan untuk menilai tingkat toleransi genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe CRUB 4 dan CRUB 3 toleran. Kedua genotipe tersebut mem-punyai tingkat toleransi yang tinggi sehingga mampu bertahan dan memberikan hasil yang tinggi pada kondisi tercekam naungan. Genotipe CRUB 2 termasuk ke dalam kelompok genotipe agak toleran sedangkan, genotipe CRUB 1, CRUB 5 dan CRUB 6 digolongkan ke dalam kelompok tidak toleran

    Pengaruh Aplikasi Aquasorb terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Asal In Vitro

    Get PDF
    Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman per-kebunan yang memiliki peranan penting dan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Permasalahan lain dari bibit tebu adalah keterbatasan waktu tanam di luar musim hujan. Iklim merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan penanaman. Waktu tanam yang relatif singkat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala keberhasilan penanaman. Pem-berian aquasorb merupakan pilihan yang tepat dalam mengatasi waktu tanam saat musim kemarau. Aquasorb mampu meyerap air dalam jumlah besar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tebu terhadap aplikasi aquasorb dan waktu penyiraman.  Penelitian dilaksanakan di Green House, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan Juli – September 2017. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb. Parameter pengamatan meliputi tinggi tana-man, jumlah daun, persentase bibit hidup, diameter batang, panjang akar, luas daun, bobot segar dan bobot kering. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis ragam F hitung dengan taraf 5% dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi aquasorb menunjukkan interaksi antara perlakuan frekuensi penyiraman dan dosis aquasorb pada para-meter luas daun, bobot segar dan bobot kering. Perlakuan frekuensi penyiraman dengan dosis aquasorb menunjukkan peng-aruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan persentase bibit hidup

    Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Brokoli (Brassica oleracea var. italica L.) di Dataran Tinggi

    Get PDF
    Tanaman Brokoli adalah jenis tanaman sayuran dataran tinggi yang dimanfaatkan bagian bunganya karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Permintaan masyarakat yang cukup tinggi terhadap brokoli membuat adanya upaya peningkatan hasil produksi brokoli. Uji daya hasil merupakan salah satu tahapan dalam pemuliaan tanaman sebelum melepaskan varietas baru. Upaya tersebut dimulai dari penggunaan benih varietas unggul yang didapatkan dari hasil program pemuliaan. Salah satu tahapnya yakni, melalui uji daya hasil agar didapatkan informasi mengenai potensi hasil dan sifat-sifat unggul dari beberapa genotipe yang akan diuji. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keragaan karakter kuantitatif dan kualitatif beberapa genotipe brokoli yang diuji serta mendapatkan yang berdaya hasil tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Maret 2018 di lahan milik PT. BISI International Tbk Farm Pujon, Malang pada ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh genotipe berbeda nyata terhadap hampir semua karakter kecuali pada jumlah daun, panjang dan lebar daun, serta panjang dan diameter bunga. Penampilan setiap karakter dipengaruhi oleh faktor genetik yang dimiliki masing masing nomor genotipe dan juga faktor lingkungan. Sifat-sifat unggul yang diharapkan salah satunya ditinjau dari karakter potensi hasil, nomor genotipe BL 17001 menunjukkan potensi hasil yang tinggi dibandingkan dengan BL 17002, BL 16075 dan varietas pembandingnya yaitu Lucky. Selain itu BL 17001 juga didukung dengan sifat penciri jumlah cabang yang sedikit dan bentuk bunga seperti kubah berwana hijau gelap

    Uji Efektivitas Herbisida Campuran Glifosat dan Triklopir pada Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

    Get PDF
    Pengelolaan tanaman budidaya yang tepat adalah upaya untuk mencapai dan mem-pertahankan produksi tanaman yang tinggi. Pengendalian gulma adalah suatu usaha pada pengelolaan tanaman budidaya dengan menghentikan persaingan antara tanaman budidaya dan gulma dalam men-dapatkan unsur hara, air, dan cahaya matahari agar tidak mengganggu per-tumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Rambutan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) tahun tanam 2012 dengan jarak tanam 8,333 m x 9,09 m yang berada pada ketinggian ± 28 m diatas permukaan laut dari bulan September sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) bukan faktorial  dengan 4 ulangan yaitu P1: 2 l/ha Glifosat, P2: 0,75 l/ha Triklopir, P3: Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha, P4: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 0,75 l/ha, P5: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 1 l/ha, P6: Glifosat + Triklopir 4 l/ha + 1,25 l/ha, P7: Kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida campuran glifosat dan triklopir dengan berbagai dosis dapat mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa dan berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan bobot kering sampai 84 HSA. Dosis Herbisida yang efektif mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa adalah dosis Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha

    Persilangan Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Varietas Anjasmoro dan Grobogan dengan Galur Gm2 dan Gm5 Toleran Alumunium (Al)

    Get PDF
    Transformasi genetik dengan menyisipkan genMaMt2 sebagai gen toleran alumunium (Al) pada kedelai (Glycine max L. Merril.)telah dilakukan dan hasil seleksi diperoleh galur Gm2 dan Gm5. Galur Gm2 dan Gm5 memiliki biji kecil dan produktivitas rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui persilangan buatan. Persilangan dilakukan menggunakan tetua betina varietas Anjasmoro dan Grobogan karena memiliki produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan persilangan antara galur Gm2 dan Gm5 dengan varietas Anjasmoro dan Grobogan. Persilangan dilakukan dengan tiga kelompok perlakuan yaitu persilangan buatan (crossing), selfing buatan dan selfing alami. Hasil persilangan buatan menunjukkanpersentase 56,67% hingga 80%, dengan tetua jantan galur Gm5 memilikipersentase lebih tinggi dibandingkan galur Gm2. Keberhasilan selfing alami memiliki rerata paling tinggi (93,33% sampai 96,67%) dibandingkan selfing buatan maupun persilangan buatan

    Pengaruh Naungan dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Curly Kale (Brassica oleracea Var. Achepala) di Dataran Medium

    Get PDF
    Adaptasi tanaman Curly Kale (Brassica oleracea var. achepala) di dataran medium dilakukan dengan aplikasi naungan untuk menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban. Daun yang ternaungi memiliki efisiensi fotosintesis yang rendah sehingga diperlukan pengaturan jarak tanam yang tepat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui interaksi antara naungan dengan jarak tanam untuk mendapatkan lingkungan tumbuh yang sesuai dan mengetahui pengaruh setiap perlakuan bagi pertumbuhan dan hasil tanaman Curly Kale (Brassica oleracea var. achepala) di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru,Malang, Jawa Timur, pada bulan Maret-Mei 2018. Penelitian menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan. Sebagai petak utama adalah tingkat naungan yaitu P0 (tanpa naungan), P1 (naungan 25%), P2 (naungan 50%), dan P3 (naungan 75%). Sebagai anak petak adalah jarak tanam yaitu J1 (30 x 30 cm), J2 (35 x 35 cm) dan J3 (40 x 40 cm). Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu udara, suhu tanah, kelembaban udaradan kelembaban tanah. Parameter pertumbuhan yang diamatai meliputitinggi tanaman dan jumlah daun. Parameter hasil yang diamati meliputi luas daun, berat segar total, berat segar daun, dan berat segar akar. Interaksi dari peningkatan persentase naungan dengan jarak tanam yang semakin rapat dapat menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban yang berakibat pada peningkat-an luas daun tanaman kale.Perlakuan naungan 75% memberikanpengaruh tertinggi padaparameter panjang tanaman umur 30-40 (hst), berat segar total dan berat segar daun. Perlakuan jarak tanam 30 x 30 (cm) memberikan hasil tertinggi pada parameter berat segar total, berat segar daun dan berat segar akar

    Penampilan Galur-Galur Harapan Jarak Kepyar (Ricinus communisl.) Hasil Perlakuan Kolkisin Generasi CT4

    Get PDF
    Potensi tanaman jarak kepyar sebagai komoditas industri memiliki nilai yang tinggi, namun ketersediaan akan varietas unggul sangat terbatas. Oleh karena itu perlu dikembangkan varietas jarak kepyar yang memiliki produktivitas hasil yang tinggi baik dalam bentuk buah ataupun biji. Perakitan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi merupakan upaya untuk mening-katkan hasil panen biji jarak kepyar. Penelitian dilakukan di Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan April-September 2017 dengan bahan tanam25 galur jarak kepyar. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok, aksesi yang diuji sebanyak 25 tanaman diulang dua kali dengan jarak tanam 90 x 50 cm. Parameter yang diamati berupa karakter agronomi (batang, daun, bunga, buah, dan biji). Data dianalisis menggunakan analysis of variance pada taraf 0,05 dengan uji lanjut Scott Knott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur harapan C856(CT4)-5[(M)], C864(CT4)-6[(T0 E)] dan C864(CT4)-9[(2)] mempunyai potensi hasil tinggi

    Analisis Klaster Durian (Durio zibethinus Murr.) Unggul Lokal di Kecamatan Kasembon

    Get PDF
    Durian merupakan tanaman buah yang populer. Tanaman ini memiliki karakter morfologi yang beraneka ragam. Karakter yang beraneka ragam tersebut dapat digunakan untuk mengklasterkan durian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  pengklasteran durian di Kecamatan Kasembon berdasarkan karakter morfologi buah. Hipotesa penelitian ini adalah durian di Kecamatan Kasembon pada karakter morfologi buahnya mengelompok berdasar-kan karakter tertentu. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang pada bulan Februari-Maret 2018. Bahan yang digunakan adalah buah durian unggul lokal dan kuisioner karakterisasi. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah penggaris, kamera digital, timbangan digital, tusuk gigi, pisau, alat tulis, colour chart dan  kain abu-abu. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Data hasil karakterisasi dianalisis menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian di Kecamatan Kasembon menunjukkan bahwa buah durian unggul lokal di Kecamatan Kasembon mengelompok menjadi 2 klaster. Klaster 1 terdiri dari 2 durian, yaitu durian Klenting Kuning dan Brojo. Klaster 2 terdiri dari 2 durian, yaitu durian Lima Ratus dan Duri In

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇