Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Karakter Agronomi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Berhabitus Kompak
Peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit membutuhkan benih varietas unggul hasil pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman cabai rawit diawali dengan meningkatkan keragaman genetik. Selain itu, disertai dengan informasi tentang parameter genetik seperti heritabilitas dan kemajuan genetik harapan. Tujuan penelitian ini ialah menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan karakter agronomi 18 aksesi cabai rawit bertipe habitus kompak dan mendapatkan aksesi yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang pada bulan Februari sampai Agustus 2017. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 18 aksesi dan varietas Dewata. Jumlah populasi sebanyak 348 tanaman dengan masing-masing aksesi sebanyak 16 tanaman dan varietas dewata sebanyak 60 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki keragaman pada karakter bentuk daun, warna buah muda, bentuk buah dan bentuk ujung buah serta keseragaman pada karakter posisi bunga, posisi putik, warna putik, warna mahkota bunga dan warna buah tua. Karakter kuantitatif yang memiliki keragaman genetik cukup tinggi adalah karakter berat buah total per tanaman, nilai heritabilitas tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga, umur panen, panjang buah dan berat per buah, sedangkan kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga dan panjang buah
Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)
Upaya peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan intensifikasi melalui pemupukan, baik pupuk organik maupun anorganik. Kecenderungan dalam penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan akan mengakibatkan produktivitas lahan menurun, Sehingga perlu adanya upaya dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui pemupukan organik. Salah satu pupuk organik yaitu pupuk kandang ayam dan dipacu dengan PGPR. Pupuk organik kandang ayam dapat memperbaiki struktur biologi, kimia dan fisika tanah. PGPR merupakan kelompok mikroorganisme tanah yang menguntungkan secara aktif mengkolonisasi daerah perakaran (rizosfir) dan berkembang dengan baik pada tanah yang kaya akan bahan organik. PGPR memiliki peran utama sebagai biofertilizer, biostimulan dan bioprotektan. Adanya PGPR akan membantu menyediakan unsur hara terutama bahan organik yang diaplikasikan didalam tanah dapat terserap dengan baik, selain itu bahan organik tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi sehingga aktivitas mikroorganisme didalam tanah akan meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Maret sampai dengan Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemberian pupuk Kandang ayam dan interval pemberian PGPR. Interaksi tersebut pada parameter pengamatan pertumbuhan tanaman serta hasil antara lain: luas daun tanaman, indeks luas daun tanaman, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot biji pertanaman, bobot hasil biji perpetak panen dan bobot hasil biji ton ha-1
Identifikasi Karakter Komponen Hasil untuk Penanda Hasil Tinggi Sebagai Dasar Seleksi Genotip Potensial Pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi Ke-4 (CT4) Aplikasi Kolkisin
Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang menyebar di berbagai daerah tropikal dan semi tropikal. Program pemuliaan tanaman tentunya mampu memperbaiki produktivitas tanaman jarak kepyar. Pemuliaan tanaman akan berhasil jika terdapat korelasi antara karakter komponen hasil dan hasil, heritabilitas dan kemajuan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan karakter komponen hasil dan hasil pada jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakukan kolkisin serta menentukan karakter komponen hasil yang mempunyai nilai kemajuan genetik tinggi pada tanaman jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakuan kolkisin. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 25 genotip jarak kepyar sebagai perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sasando, Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan April - September 2017. Karakter komponen hasil yang mempunyai keeratan hubungan dengan hasil yaitu karakter jumlah buah pertanaman, bobot buah per tanaman, dan jumlah biji tandan utama. Karakter yang  mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, panjang batang utama, panjang ruas, panjang bunga, bobot tandan utama, jumlah buah tandan utama, bobot buah pertanaman, berat tandan sekunder dan tersier, berat 100 biji tandan utama, bobot biji tandan sekunder dan tersier, bobot biji per tanaman. Nilai heritabilitas dan kemajuan genetik pada semua karakter yang diuji termasuk kriteria tinggi, yang artinya semua karakter yang diuji lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dari pada faktor lingkungan
Uji Daya Hasil Buncis Berpolong Kuning (Phaseolus vulgaris L.) Generasi F7 Di Dataran Tinggi
Tanaman buncis berpolong kuning merupakan tanaman buncis yang mempunyai kadar β-karoten tinggi. β-karoten mempunyai kemampuan sebagai antioksidan yang dapat berperan penting dalam mengurangi resiko penyakit kanker, penyakit jantung dan meningkatkan sistem imun. Saat ini pengujian buncis berpolong kuning sudah memasuki tahap uji daya hasil lanjutan, maka dari itu dilakukan pengujian di berbagai lokasi. Pengujian buncis berpolong kuning generasi F7 dilakukan pada dataran tinggi. Diharapkan dari beberapa galur yang diuji, terdapat satu atau lebih galur harapan yang mampu beradaptasi dengan baik didaerah dataran tinggi dan berdaya hasil tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil dari beberapa galur generasi F7 yang diuji pada dataran tinggi dan mengetahui keragaman genotipe dan fenotipe dari beberapa galur tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April- Agustus 2017 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga galur, tiga tetua dan satu varietas pembanding dan diulang sebnayak empat kali. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua galur generasi F7 yang diuji memiliki daya hasil tinggi, tetapi masih ada keragaman tipe tumbuh, warna bunga, warna dasar polong dan warna biji, sehingga masih perlu dilakukan seleksi lebih lanjut. Adapun karakter kuantitatif yang masih mempunyai keragaman tinggi dan sedang antara lain jumlah polong per tanaman, jumlah klaster per tanaman dan bobot polong pertanaman
Pengaruh Kombinasi Cara Olah Tanah dan Aplikasi Berbagai Jenis Mulsa pada Pembentukan Iklim Mikro Tanaman, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Pertumbuhan sangat dikendalikan oleh faktor lingkungan mikro. Lingkungan mikro terbentuk akibat aktivitas yang dilakukan di sekitar tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh kombinasi cara olah tanah dan aplikasi berbagai jenis mulsa yang layak pada pembentukan iklim mikro tanaman, pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2017 di Dusun Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, seperti:M0: tanpa olah tanah + tanpa mulsa, M1: tanpa olah tanah + mulsa plastik hitam perak, M2: tanpa olah tanah + mulsa jerami, M3: olah tanah minimum + tanpa mulsa, M4: olah tanah minimum + mulsa plastik hitam perak, M5: olah tanah minimum + mulsa jerami, M6: olah tanah maksimum + tanpa mulsa, M7: olah tanah maksimum + mulsa plastik hitam perak, dan M8: olah tanah maksimum + mulsa jerami.Hasil penelitian menunjukkan Penerapan kombinasi olah tanah dan aplikasi berbagai jenis mulsa tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap semua perlakuan. Tetapi untuk perlakuan kombinasi olah tanah minimum dengan mulsa plastik hitam perak (M4) merupakan perlakuan yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik, efisien dan layak untuk di terapkan dengan hasil panen ton ha-1 dan R/C paling tinggi yaitu 3,15 ton ha-1 dan 1,89
Uji Daya Hasil Lanjutan 14 Calon Varietas Jagung (Zea mays L.) Hibrida
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan semusim yang banyak diminati petani. Seiring dengan pertambahan penduduk, per-mintaan akan jagung semakin meningkat, baik sebagai bahan pangan, bahan pakan maupun bahan baku industri. Disisi lain ketersediaan lahan tanam jagung di Indonesia semakin menurun akibat konversi lahan pertanian. Salah satu upaya untuk meningkatkan potensi hasil guna memenuhi kebutuhan nasional adalah dengan peningkatan potensi hasil melalui perbaikan varietas. Sehingga diharapkan dengan luas lahan yang sempit tetap mampu mem-berikan produksi yang tinggi guna memenuhi permintaan Nasional. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui daya hasil calon varietas jagung hibrida yang mempunyai potensi hasil tinggi, dan memiliki karakter tanaman yang unggul. Dengan potensi hasil dan standar varietas jagung Pioneer P-27. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur pada 16 Maret - 23 Juni 2017, dengan ketinggian tempat ± 200mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 15 perlakuan varietas dengan tiga ulangan yaitu 14 calon varietas jagung, varietas jagung hibrida yang digunakan sebagai standar yaitu varietas Pioneer P-27. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa calon varietas hibrida yang memiliki daya hasil tinggi yaitu UB30 (7,9 ton.ha-1), UB32 (7,9 ton.ha-1), dan UB33 (8,1 ton.ha-1). Berdasarkan hasil skoring nilai keunggulan karakter tanaman yang lebih unggul dari varietas standar Pioneer P-27 yakni Calon varietas UB24, UB27, UB28, UB29, UB31, UB32, dan UB33
Pengaruh Herbisida Pra Tumbuh (Oxyfluorfen) dan Waktu Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.)
Kedelai (Glycine max L.) adalah tanaman semusim yang tumbuh tegak dan berbentuk semak. Pengendalian gulma yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan hasil tanaman kedelai. Keberadaan gulma akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman utama, oleh karena itu keberadaan gulma dapat merugikan dan harus dikendalikan dengan teratur dan terencana seperti peng-aplikasian herbisida yang tepat dan penyiangan secara manual. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan januari 2017 yang dilaksanakan di UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang terletak di Jl. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 4 kali. Dalam satu kali ulangan terdapat 6 perlakuan sehingga dihasilkan 24 petak percobaan. Perlakuan penelitian antara lain; P0 : Tanpa pengendalian gulma (Kontrol), P1 : Penyiangan 21 hst & 35 hst, P2 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 (tanpa penyiangan), P3: Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 21 hst, P4 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 35 hst, P5 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1& Penyiangan 49 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengendalian gulma pada berbagai perlakuan memberikan pengaruh yang nyata antara pertumbuhan tanaman dan parameter hasil tanaman (ton/ha). Perlakuan P1 : Penyiangan 21 hst dan 35 hst, P3: Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 + Penyiangan 21 hst dan P4 : Herbisida Oxyfluerfen 3 l ha-1 + Penyiangan 35 hst merupakan perlakuan yang dapat menekan bobot kering gulma serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.)
Pengaruh Rasio Baris Induk Jantan dan Betina Dua Varietas Jagung (Zea mays L.) Terhadap Hasil dan Kualitas Benih Hibrida
Peningkatan permintaan benih jagung hibrida setiap tahunnya merupakan alasan penting dibutuhkannya peningkatan produktivitas lahan secara periodik, baik melalui potensi tanaman maupun optimalisasi lahan. Salah satu teknik budidaya yang digunakan untuk meningkatkan optimalisasi lahan produksi benih jagung hibrida F1 adalah dengan memodifikasi rasio baris tanam antara induk jantan dan induk betina dalam suatu lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh rasio baris dan varietas yang berbeda terhadap hasil dan kualitas benih panen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada bulan April-Agustus 2017. Bahan yang digunakan yaitu dua pasang induk varietas Syn01 dan Syn02 yang menjadi faktor pertama. Faktor kedua yaitu rasio baris betina : jantan dengan taraf 4:1, 5:1, dan 6:1, diulang sebanyak tiga kali. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Tersarang dengan faktor rasio baris tersarang dalam varietas dan dilanjutkan dengan uji BNJ dan BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pasangan induk varietas Syn01 memiliki produksi paling baik pada rasio baris 6:1, dan varietas Syn02 pada rasio baris 4:1. Varietas Syn01 menunjukkan kemampuan penyerbukan yang lebih baik dibandingkan Syn02, menjadikan efisiensi pemakaian lahan dan hasil per hektar yang lebih baik. Dari segi kualitas benih, varietas Syn02 lebih diminati karena ukuran dan bobot per benihnya yang lebih besar
Regenerasi Kedelai (Glycine max L. Merr) Hasil Iradiasi Sinar Gamma
Produksi kedelai masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya meningkatkan produksi kedelai adalah dengan penggunaan varietas unggul dan ekstensifikasi pada lahan kering. Pemuliaan mutasi in vitro merupakan salah satu cara mendapatkan varietas unggul melalui perbaikan sifat yang diinginkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui media terbaik guna meregenerasi planlet kedelai hasil iradiasi sinar Gamma 4. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2017 di laboratorium biologi sel dan jaringan dan rumah kaca Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Bogor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan iradiasi sinar gamma 4 Gray. Dari hasil analisis data kombinasi media MS+BA 0,5 mg/l+Kin 0,1 mg/l merupakan media regenerasi terbaik. Terdapatpengaruh dari perlakuan iradiasi sinar Gamma 4 Gray terhadap penurunan pertumbuhan kedelai varietas Grobogan, Wilis dan Dering 1. Serta didapatkan 14 planlet kedelai yang berhasil diaklimatisasi
Pengaruh Komposisi Pupuk Urea dengan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)
Pakcoy (Brassica rapa L.) ialah tanaman jenis sayur yang termasuk keluarga Brassicaceae yang mudah diperoleh dan cukup ekonomis. Badan Pusat Statistik (2015) menyatakan bahwa produksi sayuran pakcoy di Indonesia mengalami fluktuasi. Produksi pada tahun 2011-2015 secara berurutan ialah 580.969 ton, 594.934 ton, 635.728 ton, 602.478 ton dan 600.200 ton. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan upaya-upaya perbaikan dalam teknik budidaya pertanian, diantara-nya ialah penggunaan pupuk organik yang komposisikan dengan pupuk anorganik serta sebagai usaha dalam keberlanjutan pertanian. Tujuan penenlitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh komposisi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam terha-dap pertubuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2017 di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan ketinggian 150 meter diatas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan terdiri dari non destruktif yaitu tinggi tanaman dan luas daun. Pengamatan panen yaitu bobot panen per petak dan produksi per hektar. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa perlakuan 50% pupuk kandang ayam dengan 33% urea, 50% pupuk kandang ayam dengan 67% urea, 50% pupuk kandang ayam dengan 100% urea, 100% pupuk kandang ayam dengan 0% urea, 100% pupuk kandang ayam dengan 33% urea, 100% pupuk kandang ayam dengan 67% urea dan 100% pupuk kandang ayam dengan 100% urea menunjukkan hasil tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, luas daun, bobot panen per petak panen (kg) dan bobot panen per hektar (ton)