Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Sistem Tanam dan Mulsa terhadap Efisiensi Konversi Radiasi Matahari pada Tanaman Jagung (Zea mays var. Identata) Varietas Pertiwi 3

    Get PDF
    Produktivitas tanaman tergantung pada kemampuan tanaman dalam menerima dan mengkonversi energi matahari menjadi biomasa tanaman Nilai konversi energi matahari yang umum pada tanaman hanya sebesar 2%, hal ini dipengaruhi oleh pemantulan dan penerusan energi matahari, transpirasi dan respirasi tanaman. Teknologi budidaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi konversi radiasi matahari pada tanaman jagung yaitu dengan melakukan sistem tanam dan penggunaan mulsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan metode dalam meningkatkan efisiensi konversi energi radiasi matahari dan produktivitas tanaman jagung pada sistem tanam dan mulsa yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2019 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan percobaan yaitu luas daun, bobot kering total tanaman, bobot kering 100 biji, bobot kering per tanaman, bobot kering per hektar, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman dan Efisiensi Konversi Energi (EKE). Kombinasi perlakuan double row dengan mulsa plastk hitam perak memiliki nilai Efisiensi Konversi Energi (EKE) tertinggi yaitu 11,7 % dan memliki produktivitas tertinggi yaitu 9,15 ton ha-1

    Pengaruh Naungan Dan Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Paprika (Capsicum annum var. Grossum L.)

    Get PDF
    Paprika (Capsicum annum var. Grossum L.) berasal dari wilayah subtropis Amerika Tengah dan bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Paprika digunakan sebagai bahan pangan untuk masakan.  Produktivitas tanaman paprika di Indonesia belum mencapai potensi karena beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya faktor lingkungan seperti cahaya dan air. Cahaya berperan dalam proses fotosintesis akan tetapi paprika peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi. Salah satu upaya peningkatan produktivitas paprika adalah dengan cara rekayasa lingkungan melalui penggunaan naungan. Semakin tebal tingkat naungan maka evaporasi maupun evapotranspirasi akan lambat, sehingga ketersediaan air dapat dipertahankan. Penelitian dilakukan bulan Febrari 2019 – Juni 2019 di rumah kaca Kampus 2 STPP Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 4 kali ulangan. Petak utama adalah: Naungan (N) yang terdiri dari N0 (Tanpa Naungan), N1 (25%), dan N2 (50%). Anak petak (A) yang terdiri 2 tingkatan air yaitu: A1 (100% Kapasitas Lapang) dan A2 (50% Kapasitas Lapang). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga,  bobot segar buah, bobot segar tanaman, jumlah buah, suhu udara, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) pada taraf 5% dan apabila didapatkan hasil beda nyata maka dilakukan pengujian BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf uji 5%. Berdasarkan hasil penelitiaan perlakuan tingkat naungan 50% + pemberian air 50% kapasitas lapang menghasilkan bobot segar buah 88,94 g sehingga tidak berbeda nyata dengan perlakuan naungan 25% + air 100% kapasitas lapang sebesar 78,38 g. Jadi semakin tinggi tingkat naungan maka air yang dibutuhkan tanaman semakin sedikit

    Respon Pertumbuhan Bibit Bud Chip dan Bud Set pada Beberapa Varietas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.)

    Get PDF
    Tebu dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Bahan bibit berupa Bud Set berasal dari batang dengan panjang kurang dari 10 cm, terdiri satu mata tunas yang sehat dan berada di tengah. Bahan bibit berupa Bud Chip berasal dari mata tunas yang diambil dengan memotong sebagian ruas batang tebu dengan alat pemotong Bud Chip. Penggunaan bahan tanam tebu Bud Chips merupakan penerapan teknologi budidaya tebu dalam upaya pencapaian program swasembada gula nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pembibitan yang lebih baik dan jenis vaietas yang lebih baik terhadap pertumbuhan tebu. Penelitian dilaksanakan di lahan PG Kebon Agung Pakisaji Kota Malang yang berada di desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian faktorial dan di rancang dengan RAK dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama ialah jenis bibit Bud Set (P1), Bud Chip (P2) dan faktor kedua varietas yaitu varietas Bululawang  (V1), varietas Cening (V2), varietas PS 862 (V3), varietas PSJK 922 (V4), varietas Kidang Kencana (V5) dan varietas PS 881 (V6) dengan 12 kombinasi dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terdapat interaksi antara taknik pembibitan tebu dan varietas pada pengamatan tinggi tanaman, luas daun. Pembibitan Bud Set memberikan hasil yang lebih baik daripada pembibitan Bud Chip. Varietas PSJK 922 memiliki rerata parameter bobot segar total dan bobot kering total lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) pada Berbagai Jenis dan Komposisi Media Tanam Substrat

    Get PDF
    Tanaman jahe (Zingiber officinale) ialah jenis tanaman rimpang yang banyak dibudidayakan hampir diseluruh kawasan Indonesia. Salah satu jenis jahe yang banyak dibutuhkan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah jahe merah. Permasalahan tanaman jahe merah yaitu daya simpan rendah, rentan penyakit tular tanah, dan masa panen singkat. Permasalahan tersebut menyebabkan petani ragu untuk menanam tanaman jahe merah. Dari hasil survei Azizah, et al. (2018) tidak banyak petani yang membudidayakan jahe merah, hanya 30% petani yang menanam tanaman jahe merah di Jawa Timur. Rendahnya daya simpan jahe merah menyebabkan ketersediaan jahe merah tidak lama. Salah satu upaya meningkatkan ketersediaan jahe merah ialah menerapkan sistem hidroponik substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan komposisi media substrat yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah. Bahan yang digunakan yaitu rimpang tanaman jehe merah, arang sekam, cocopeat, kompos dan nutrisi AB mix. Dilaksanakan di Glass House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Januari sampai Juli 2019. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa komposisi dan jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah. Penggunaan media tanam cocopeat tunggal memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding dengan media tunggal arang sekam dan tunggal katel. Media tanam cocopeat dapat digunakan secara tunggal, sedangkan media arang sekam dan katel sebaiknya dikombinasikan dengan dengan media lainnya

    Uji Daya Hasil 30 Genotipe Terung (Solanum melongena L.)

    Get PDF
    Terung adalah jenis sayuran yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Dalam kurun waktu tahun 2013-2014 hasil panen terung mengalami peningkatan. Namun akibat adanya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan pemenuhan kebutuhan terung untuk masyarakat masih belum tercukupi. Salah satu usaha yang  dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas terung  adalah  dengan perakitan varietas unggul hibrida yang mempunyai tingkat produktivitas tinggi. Perakitan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan metode persilangan double cross, yaitu persilangan yang melibatkan empat tetua galur murni yang tidak berhubungan satu sama lain. Guna mengetahui potensi dari hasil persilangan double cross, maka perlu dilakukan uji daya hasil. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menguji daya hasil 30 genotipe terung, mendapatkan deskripsi tanaman untuk setiap genotipe, dan membandingkan daya hasil 30 genotipe terung dengan tetuanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019-September 2019 di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 30 genotipe terung hasil persilangan double cross dan 6 genotipe terung tetua sebagai pembanding. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar kanopi, panjang buah, diameter buah, rata-rata jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot per buah, dan potensi hasil. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Jika hasil yang didapatkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa genotipe terung yang memiliki rata-rata melebihi tetuanya diantaranya adalah Tangguh x Ratih hijau, Tangguh x Ratih hijau, Pontia x Ratih hijau dan Hijau jty x Kania, Kania x Ratih hijau dan Bruno x Hijau jty

    Pengaruh Perbedaan Genotipe pada Perkecambahan dan Pertumbuhan Kacang Ercis (Pisum sativum L.) sebagai Dasar Pemilihan Bahan Baku Microgreen

    Get PDF
    Bentuk lain untuk memanfaatkan kacang ercis guna mempertahankan dan meningkatkan nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah dengan cara mengkonsumsi tanaman muda (microgreen) dari kacang ercis. Manfaat dari mengkonsumsi microgreen salah satunya yaitu terdapat pada kandungan nutrisi, sayuran microgreen lebih tinggi dibandingkan sayuran yang sudah tumbuh dewasa. Kacang ercis yang berasal dari daerah yang berbeda dapat memiliki karakter perkecambahan yang berbeda. Begitu pula dengan karakter dan kualitas microgreen dari masing-masing genotipe kacang ercis yang dapat menunjukkan karakter morfologi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan genotipe pada perkecambahan dan pertumbuhan kacang ercis (Pisum sativum L.) sebagai dasar pemilihan bahan baku microgreen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Sumber Daya Lingkungan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu 9 genotipe kacang ercis yang terdiri dari benih yang berasal dari Berastagi (BTG-4), dari Garut (GRT-04(3)-1, GRT 04(3)-2, GRT PSO-2-1, 03-16-3-1, dan 05 (16) (2)-1), serta dari Semarang (SMG (C) (1), SMG (H)(05),dan SMG (H)(05)-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe 03-16-3-1, genotipe 05(16)(2)-1, dan genotipe SMG (H)(05)-1 merupakan genotipe yang memiliki keunggulan untuk dijadikan bahan baku microgreen lebih dibandingkan dengan genotipe lainya

    Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Tahu dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae var. Nova)

    Get PDF
    Tanaman Kailan merupakan produk hortikultura yang mempunyai potensi serta nilai jual tinggi dan menjadi peluang usaha dalam budidaya pertanian sehingga perlu dilakukan penanganan sebagai upaya peningkatan produksi. Permasalahan pada kailan adalah teknik budidaya yang kurang optimal dan belum sesuai dengan anjuran yang baik dan benar. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil dengan penggunaan limbah cair tahu dan urea. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi limbah cair tahu dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kailan (Brassica oleracea var. Nova). Penelitian dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jawa Timur, Malang pada waktu bulan Februari – April 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 perlakuan yang diulang 3 kali. Limbah cair tahu faktor I, dan Urea faktor II. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak terjadi interaksi antara perlakuan limbah cair tahu dengan urea pada semua variabel pengamatan. Interaksi terjadi hanya pada parameter tinggi tanaman selain umur 35 HST dan luas daun 21 HST. Pada parameter pengamatan lainnya tidak terdapat interaksi, secara terpisah memberikan pengaruh masing – masing, selain parameter tinggi tanaman, klorofil, perlakuan limbah cair tahu dan urea 50 ml/l + 50 kg ha-1 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan urea dosis 50 kg ha -1 dapat meningkatkan 5% bobot segar total yaitu 315,53 g/tan dibandingkan perlakuan kontrol. Pada berat konsumsi meningkatkan 7% dengan hasil 261,47 g/tan dibandingkan kontrol

    Keanekaragaman Gulma pada Kentang (Solanum Tuberosum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma

    Get PDF
    Gulma ialah tumbuhan yang tidak diinginkan kehadirannya karena dapat bersaing dengan tanaman dalam perebutan unsur hara sehingga dapat mempengaruhi hasil panen. Kehadiran gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Dibutuhkan teknik pengendalian yang tepat agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik. Penyiangan dan aplikasi herbisida merupakan teknik yang dapat dilakukan dalam pengendalian gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada kentang (Solanum tuberosum L.) akibat pengaruh pengendalian gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2019, di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dengan ketinggian tempat 1720 mdpl dan curah hujan rata-rata 1807 mm/tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari H0, H1, H2, H3, H4 dan H5. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan setelah aplikasi pada umur 49, 63, 77 dan 91 hst. Analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadran dengan frame berukuran 0,5 m x 0,5 m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Amaranthus deflexus L., Stellaria media L., Dactylis glomerata, Agrostis stolonifora, Crepis bursifolia L., Lepidium didymum L., Galinsoga quadriradiata, Cerastium glomeratum, Crepis foetida L. dan Oxalis latifolia. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma terdapat 2 spesies gulma yang tidak tumbuh yaitu Agrostis stolonifora dan Cerastium glomeratum

    Pengaruh Debit Aliran Nutrisi dan Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale (Brassica oleracea var. acephala) pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT)

    Get PDF
    Kale (Brassica oleracea var. acephala) merupakan salah satu sayuran yang mendapat perhatian karena profil kandungan nutrisinya. Kale memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sistem hidroponik menjadi solusi alternatif peningkatan kualitas dan kuantitas tanaman kale yang efisien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pemanfaatan sumberdaya lahan. Pengelolaan nutrisi tanaman menjadi kunci keberhasilan teknik budidaya secara hidroponik sehingga perlu dikaji debit aliran nutrisi dan jenis media tanam yang dapat mendukung penyerapan nutrisi oleh tanaman pada sistem hidroponik NFT. Penelitian dilaksanakan di fasilitas Greenhouse Angkasa, Landasan Udara Abdul Rachman Saleh TNI AU, Jalan Komodor Udara Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada bulan September sampai Desember 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Pola Tersarang (Nested Design). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Parameter pengamatan hasil meliputi kandungan klorofil, panjang akar, bobot akar, bobot segar total dan bobot segar konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang serta parameter hasil yang meliputi kandungan panjang akar, bobot akar, bobot segar total dan bobot segar konsumsi yang lebih besar dihasilkan oleh tanaman kale dengan perlakuan jenis media tanam rockwool pada masing-masing debit aliran nutrisi. Jenis media tanam cocopeat dan spons belum mampu mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal bagi tanaman kale dibandingkan jenis media tanam rockwool. Sedangkan, kandungan klorofil tidak dipengaruhi oleh perlakuan

    Interaksi Genotipe x Lingkungan Terhadap Karakter Agronomi dan Komponen Hasil Beberapa Calon Varietas Jagung Hibrida (Zea mays L.) di Kabupaten Tuban

    Get PDF
    Interaksi genotipe x lingkungan menyebabkan perbedaan respon genotipe pada lingkungan tertentu, sehingga akan mempengaruhi daya hasil. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi mengenai interaksi genotipe x lingkungan dan mendapatkan informasi calon varietas jagung hibrida yang berdaya hasil tinggi di Kabupaten Tuban. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2019 di Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar dan Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok 3 kali ulangan pada masing-masing lokasi dengan 10 perlakuan, yaitu: 5 calon varietas dan 5 varietas pembanding. Hasil Penelitian menunjukkan interaksi genotipe x lingkungan nyata terjadi pada karakter jumlah daun, umur silking, umur panen, husk cover, bobot tongkol perplot, rendemen, bobot gelendong dan konversi hasil. Nusa 4 mempunyai keragaan yang baik dan hasil yang tinggi pada lokasi Bulujowo. Sedangkan, genotipe Nusa 5 mempunyai keragaan yang baik dan hasil tinggi di tempat lain

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇