Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Varietas Gypsy Terhadap Pemberian Dosis Nitrogen dan Kalium
Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura di Indonesia yang digemari masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil dari budidaya buncis adalah dengan cara pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pemberian nitrogen dan kalium yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Gypsy. Penelitian dilaksanakan di Desa Gledug, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Bulan Februari hingga Mei 2023. Penelitian ini merupakan percobaan non faktorial yang dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 9 perlakuan yaitu: P1 = N 100 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P2 = N 100 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P3 = Dosis N 100 kg ha-1 + K 250 kg ha-1; P4 = N 150 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P5 = N 150 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P6 = N 150 kg ha-1 + K 250 kg ha-1; P7 = N 200 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P8 = N 200 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P9 = N 200 kg ha-1 + K 250 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan hasil tertinggi ialah dosis N 150 kg ha-1 + K 200 kg ha-1 mampu meningkatkan bobot polong per tanaman sebesar 40,68% atau 496,52 g tan-1, bobot polong per petak sebesar 40,71% atau 4,47 kg petak-1 dan bobot polong per hektar sebesar 40,69% atau 33,37 ton ha-1
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Konsentrasi PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Buncis merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis kacang-kacangan dari genus Phaseolus. Turunnya produksi buncis dipengaruhi oleh kurang optimalnya teknik budidaya khusus tentang penggunaan pupuk. Upaya dalam meningkatkan hasil tanaman buncis yaitu dengan meningkatkan bahan organik melalui pemberian pupuk kandang serta memanfaatkan mikroorganisme seperti PGPR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR pada tanaman buncis. Penelitian dilakukan dengan menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perbedaan dosis pupuk kandang dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yaitu pada perlakuan pupuk kandang K0 (0 ton ha-1), K1 (10 ton ha-1) dengan PGPR P0 (tanpa PGPR) secara nyata mampu meningkatkan hasil bobot polong per tanaman sebesar 34,60 g tan-1 dan 41,99 g tan-1. Serta pada perlakuan pupuk kandang K2 (20 ton ha-1) dengan PGPR P2 (2,3 ml l-1) secara nyata mampu menghasilkan bobot polong per tanaman tertinggi sebesar 74,39 g tan-1
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Interval Pemberian Nutrisi AB Mix pada Pertumbuhan dan Hasil Selada Romain (Lactuca sativa L.) Sistem Hidroponik Substrat
Permintaan terhadap sayuran konsumsi terutama selada romain dapat diimbangi dengan produksi berbasis hidroponik yang dapat mengoptimalkan luasan lahan sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dengan kualitas yang baik. Peningkatan efisiensi produksi selada romain secara hidroponik substrat dapat dicapai dengan memperhatikan kombinasi media tanam dan interval pemberian nutrisi. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara kombinasi media tanam dan interval pemberian air serta mempelajari pengaruh kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil selada romain dalam sistem hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2023 di Greenhouse Angkasa, Komplek Lanud AR Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 9 perlakuan kombinasi media tanam dan interval pemberian larutan nutrisi AB mix dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi media tanam dan interval pemberian nutrisi AB mix pada parameter luas daun per tanaman dan panjang akar. Perlakuan kombinasi media tanam arang sekam dan cocopeat memberikan hasil yang lebih tinggi pada parameter bobot segar total per tanaman, bobot segar akar per tanaman, bobot segar tajuk per tanaman, dan bobot segar konsumsi per tanaman dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan interval pemberian nutrisi AB mix 2 hari sekali memberikan hasil yang sama dengan interval pemberian nutrisi AB mix 1 hari sekali pada parameter lebar tajuk tanaman dan kandungan klorofil daun sehingga interval pemberian nutrisi AB mix 2 hari sekali dinilai lebih efisien
Induksi Umbi Mikro Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Kembang dan Granola Lembang Menggunakan Kombinasi Konsentrasi Asam Salisilat dan Gula
Konsumsi kentang di Indonesia terus meningkat sebagai bahan makanan utama dan camilan, namun produksinya saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar. Indonesia memiliki lahan budidaya kentang berkisar 60 ribu hingga 70 ribu hektar persegi dengan hasil panen berkisar 1,2 juta ton. Faktor produktivitas kentang dihambat dengan penggunaan benih dengan kualitas rendah. Umbimikro sebagai salah satu bentuk produksi kultur jaringan memiliki keunggulan untuk menyediakan benih yang berkualitas, meliputi bebas patogen, proses produksi dapat dilakukan sepanjang tahun, hasil produksi tinggi dan lebih mudah didistribusikan. Induksi umbi mikro dapat dilakukan melalui penambahan zat pengatur tumbuh dan gula bagi planlet. Asam salisilat sebagai zat pengatur tumbuh akan bekerja untuk menginduksi pembentukan umbi mikro dan gula akan berperan sebagai sumber karbon bagi planlet didalam botol kultur. Informasi terkait penggunaan asam salisilat dan gula untuk melakukan induksi umbi mikro masih sangat terbatas pada varietas kentang Granola Kembang dan Granola Lembang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2023 dan bertempat di Laboratorium PT. Java Indo Arjuna, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yakni kombinasi konsentrasi asam salisilat dan gula serta varietas eksplan. Pelaksanaan percobaan dilakukan melalui 3 tahapan yakni Persiapan awal, pembesaran eksplan, dan pengumbian. Analisis varian menunjukkan kombinasi konsentrasi 50 mg/L asam salisilat dan 100 g/L gula secara nyata mampu meningkatkan berat segar dan diameter umbi mikro dibandingkan tanpa penambahan asam salisilat dan 30 g/L gula. Kombinasi konsentrasi ini dapat digunakan untuk menginduksi pembentukan umbi mikro pada Granola Kembang dan Granola lembang
Respon Pertumbuhan dan Hasil Curly Kale (Brassica oleracea L. var. acephala) Akibat Perbedaan Konsentrasi Nutrisi dan Pupuk Daun pada Hidroponik Sistem Rakit Apung
Curly Kale merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan kale yang tinggi tidak berbanding lurus dengan hasil produksi tanaman kale. Pengaplikasian hidroponik merupakan solusi dalam budidaya kale untuk meningkatkan produksi. Kale dapat mengalami pertumbuhan kurang optimal karena nutrisi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dilakukan kombinasi pemberian nutrisi melalui daun agar kekurangan nutrisi dalam tanaman dapat tercukupi. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan menentukan konsentrasi nutrisi dan pupuk daun yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kale dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2023 di Greenhouse Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih kale varietas Curly, rockwool, nutrisi dan pupuk daun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara konsentrasi nutrisi dengan pupuk daun terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total per tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan indeks klorofil. Konsentrasi nutrisi 800 dan 1100 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan tinggi tanaman dan bobot konsumsi per tanaman. Konsentrasi nutrisi 800, 1100 dan 1400 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan jumlah daun dan bobot segar total per tanaman. Konsentrasi nutrisi 1100, 1400, 1700 dan 2000 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan indeks klorofil tanaman kale. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi yang diberikan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, ketebalan per daun, panjang dan bobot basah akar. Pemberian pupuk daun dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 6,57% dan jumlah daun sebesar 3,33%
Hasil Tanaman Sawi HIjau (Brassica juncea L.) Pada Media Tanam Residu Pupuk Hayati di Tanah Berpasir Sisa Budidaya Tanaman Kedelai
Lahan marginal berpasir merupakan lahan yang memiliki kandungan hara yang terbatas dan kemampuan mengikat air rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan berpasir ialah dengan penambahan bahan organik, pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma Viride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai pada hasil dan pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) serta pengaruh pada kandungan klorofil daun sawi hijau di greenhouse. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan. Parameter yang diamati meliputi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot konsumsi, dan kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap hasil dan pertumbuhan sawi hijau dibanding kontrol. Dan residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil daun sawi hijau umur 7-21 HST
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ungu (Zea mays Var Ceratina Kulesh) Terhadap Taraf Pemberian Pupuk Urea dan NPK
Tanaman jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim yang banyak diusahakan di Indonesia dan merupakan komoditas pangan penting kedua setelah padi. Tanaman jagung ungu merupakan salah satu jenis tanaman jagung yang dibudidayakan di Indonesia. Jagung ungu memiliki banyak kelebihan yaitu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga mampu mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Codrowangsan Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren Kebumen Jawa Tengah pada bulan Januari hingga Maret 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 2 kali. Faktor pertama pemberian pupuk Urea dengan 4 taraf yaitu : U0 = 0 gr/plot, U1 = 120 gr/plot, U2 = 90 gr/plot, dan U3 = 60 gr/plot. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 4 taraf yaitu : N0 = 0 gr/plot, N1 = 150 gr/plot, N2 = 120 gr/plot, dan N3 = 90 gr/plot sehingga diperolah 16 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, jumlah biji dalam satu tongkol tanaman jagung ungu dan tidak berpengaruh pada karakter yang lainnya. Pemberian kombinasi terbaik adalah pada kombinasi perlakuan U1N1 (200kg/ha Urea + 250ha/ha NPK) menunjukan tinggi tanaman terbaik yaitu 114,2 cm, Panjang akar 36,92 cm, bobot basah akar 36,8 gr, bobot kering akar 14,2 gr dan jumlah biji per tongkol 612,6 buah dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya
Uji Efektifitas Air Kelapa Sebagai ZPT Alami Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Tanaman (Amorphophallus Oncphyllus)
Umbi porang yang saat ini diekspor masih berasal dari usaha masyarakat tani dengan mengumpulkan umbi yang tumbuh liar. TanamanporangdapatdiperbanyaksecaravegetatifdenganumbiKatak/Bulbil. Upayauntukmemperolehbenihdalamjumlahbanyakharusdilakukansecarageneratif,kendaladalamperbanyakanbenihporangsecara Generatifyaitubenihporangmengalamimasaistirahat/ Dormansi. Mempercepatperkecambahanbenih porang yang berasal dari bulbil dapat dilakukan denganmerendambenihdalamlarutanzatpengaturtumbuhalami. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Melihat pengaruh pemberian ZPT Air Kelapa terhadap perkecambahan tanaman porang. 2. Menentukan waktu perendaman ZPT Air Kelapa terhadap perkecambahan tanaman porang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2021 di Lahan Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah porang katak (Bulbil), Air Kelapa, sekam, tanah, pupuk kandang dan air. Sedangkan alat yang digunakan adalah ember, nampan, labu ukur, gelas piala, meteran, kamera, dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah A= Perendaman air kelapa selama 1 jam, B = Perendaman air kelapa selama 2 jam, C = Perendaman air kelapa selama 3 jam, dan D = Perendaman air kelapa selama 3 jam. Hasil Penelitian diperoleh hasil waktu
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.)
Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber protein nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk organik kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan periode bulan Agustus hingga Desember 2022 di UD. Sertanio Desa Turus, Singojuruh, Banyuwangi. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk organik kotoran kambing yang terdiri dari 2 ton/ha (D1), 4 ton/ha (D2), 6 ton/ha (D3). Faktor kedua yaitu beberapa varietas yang terdiri dari Grobogan (V1), Gepak Kuning (V2), Dena 1 (V3). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan menggunakan uji DMRT 5%, jika menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk organik kotoran kambing 4 ton/ha dan varietas gepak kuning pada jumlah polong pertanaman 108,62 polong, jumlah biji per tanaman 216,38 butir, dan produksi per hektar 2,45 ton/ha
Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.)
Kangkung merupakan tanaman musiman sehingga memiliki masa pertumbuhan yang singkat. Total produksi kangkung di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2021 mencapai 151 kw. Sementara itu, hasil analisa tanah di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk menunjukkan kandungan hara yang rendah. Dengan demikian, upaya yang dapat dilakukan ialah memberikan pupuk kandang ayam sebagai penambah unsur hara dalam tanah serta pemilihan varietas yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 52 m dpl pada bulan Mei - Agustus 2021. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 10 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama terdiri dari dosis pupuk kandang ayam yaitu 0 g per polibag (D0), 200 g per polibag (D1), 300 g per polibag (D2), 400 g per polibag (D3) dan 500 g per polibag (D4). Faktor kedua terdiri dari jenis varietas yaitu Bisi (V1) dan Serimpi (V2) pada polibag berukuran 17x35 cm. Analisis data dilakukan dengan uji F pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan BNT pada taraf 5%. Parameter yang diamati dan diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar konsumsi, bobot segar akar dan panjang akar. Hasil analisis ragam diketahui bahwa terdapat interaksi antara pemberian berbagai dosis pupuk kandang ayam dengan dua varietas kangkung pada pengamatan tinggi tanaman 5 HST. Namun secara terpisah, Varietas Bisi memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan Varietas Serimpi. Hal ini dapat dilihat pada variabel pengamatan tinggi tanaman (cm) umur 20 dan 25 HST, serta jumlah daun (helai) umur 10, 15 dan 25 HST