Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Hubungan antara Komponen Hasil dan Hasil pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1)

    Get PDF
    Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman yang berperan penting dalam industri minyak. Di Indonesia tanaman jarak kepyar memiliki tingkat produktivitas yang masih rendah dan cenderung mengalami penurunan. Sehingga diperlukan usaha peningkatan produksi, salah satunya dengan perakitan varietas unggul dalam kegiatan pemuliaan tanaman melalui seleksi. Untuk mengatasi permasalahan dalam menentukan pilihan karakter yang dianggap unggul maka perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dan hasil pada tanaman jarak kepyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter komponen hasil yang berkorelasi terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dan perbedaannya dalam dua populasi, yaitu populasi CT2 dan CT1(CT1). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – April 2019 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang Jawa Timur dengan ketinggian ±460 mdpl. Percobaan dilakukan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 16 aksesi jarak kepyar generasi ke-3. Jumlah tanaman pada masing-masing aksesi sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter jumlah buah dan jumlah biji berkorelasi positif signifikan terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dengan koefisien korelasi yang berbeda-beda pada setiap aksesi dalam dua populasi tanaman jarak kepyar. Sehingga karakter jumlah buah dan biji dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tanaman jarak kepyar pada setiap aksesi

    Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam dan Pemberian Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)

    Get PDF
    Permintaan jagung manis dari tahun ke tahun terus meningkat, oleh kerena itu upaya peningkatan produktivitas jagung manis perlu dilakukan dengan penerapan teknologi budidaya seperti pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kandang kambing. Jarak tanam yang optimal dapat meminimalisir kompetisi antar tanaman terhadap cahaya matahari, unsur hara dan air. Selain penggunaan jarak tanam, kesuburan tanah merupakan salah satu faktor peningkatan produktivitas jagung manis, pemberian pupuk kandang kambing dapat membantu kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jarak tanam yang optimal dan dosis pupuk kandang kambing yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2018 sampai Januari 2019 di Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah pengaturan jarak tanam yaitu J1=50x40 cm; J2=60x35 cm; J3=75x30 cm dan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing yaitu K1=Kontrol; K2=10 t ha-1; K3=20 t ha-1. Terdapat interaksi antara jarak tanam dan pupuk kandang kambing pada parameter luas daun umur 14 hst dan parameter berat kering tanaman umur 28 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kambing 20 t ha-1 berpengaruh nyata meningkatkan berat kering tanaman pada jarak tanam 60 x 35 cm dan 75 x 30 cm serta pemberian pupuk kandang kambing 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 berpengaruh nyata meningkatkan luas daun pada semua perlakuan jarak tanam

    Respon Naungan dan Cekaman Air terhadap Pertumbuhan Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)

    Get PDF
    Pertumbuhan tanaman stevia dipengaruhi oleh ketersediaan air dan intensitas cahaya matahari yang diterima selama pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air dan naungan terhadap pertumbuhan tanaman stevia. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Kebun percobaan Jatimulyo, pada bulan Januari-Mei 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan acak Kelopmpok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan meliputi, Naungan 75% dan 120% air Kapasitas lapang, Naungan 75% dan 120% air Kapasitas lapang, Naungan 75% dan 100% air Kapasitas lapang, Naungan 75% dan 80% air Kapasitas lapang, Naungan 50% dan 120% air Kapasitas lapang, Naungan 50% dan 100% air Kapasitas lapang, Naungan 50% dan 80% air Kapasitas lapang, Naungan 25% dan 120% air Kapasitas lapang, Naungan 25% dan 100% air Kapasitas lapang, Naungan 25% dan 80% air Kapasitas lapang. Tanaman stevia yang tumbuh pada kondisi pemberian air yang 120% rata – rata menghasilkan tinggi, luas daun, dan bobot segar yang tinggi sedangkan pemberian air 80% dapat menurunkan laju pertumbuhan stevia. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan penaungan 50 % pada tanaman stevia yang diberikan air 120% dapat menghasilkan bobot segar tanaman yang relatife tinggi

    Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu

    Get PDF
    Ruang terbuka hijau adalah suatu lahan terbuka yang diisi oleh vegetasi dan memiliki fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika. Ruang terbuka hijau merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perencanaan kota untuk membentuk lingkungan kota yang nyaman dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu berdasarkan persepsi pengunjung dan kondisi iklim mikro hingga mampu menjadi rujukan untuk desain taman selanjutnya maupun menjadi dasar untuk dilakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai dengan bulan Februari 2020 di Taman Singha Merjosari dan Taman Mojolangu, kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner serta pengukuran iklim mikro berupa suhu dan kelembaban udara. Hasil penelitian berdasarkan persepsi responden pengunjung menunjukkan bahwa Taman Singha Merjosari termasuk kategori nyaman dengan persentase total 70.95% dan kondisi iklim mikro yang baik yaitu rata-rata suhu 22-29°C dan pada Taman Mojolangu termasuk kedalam kategori nyaman dengan persentase total 69.73% dan kondisi iklim mikro yang cukup baik yaitu 23-30°C

    Pengaruh Waktu Pemangkasan dan Varietas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)

    Get PDF
    Terjadinya penurunan jumlah produksi ubi jalar dapat disebabkan oleh teknik budidaya yang dilakukan kurang tepat, sehingga produksi tanaman tidak optimal. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan melakukan pemangkasan daun. Penelitian di Kebun Percobaan AgroTechnoPark, Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, dari bulan Desember 2019 sampai bulan April 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama Waktu pemangkasan (P): P0 (Tidak dipangkas), P1 (Pemangkasan 60 HST), P2 (Pemangkasan 90 HST). Faktor kedua Varietas:  V1 (BIS OP-61-OP-22), V2 (Beta-2), V3 (Kuningan Merah). Parameter pertumbuhan vegetatif: Jumlah daun, Luas daun, Panjang sulur, Luas Daun Specifik, Bobot brangkasan. Pertumbuhan generatif: Berat Segar umbi, Indeks Panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Setiap varietas memberikan respon berbeda karena pemangkasan pada karakter: Jumlah daun, Luas daun, Bobot daun, Panjang sulur, Luas Daun Spesifik dan Bobot Segar umbi, kecuali Nisbah Berat Daun, Berat Brangkasan dan Indeks Panen. Perlakuan pemangkasan menyebabkan terjadinya penurunan yang nyata Bobot Segar umbi per hektar pada varietas BIS OP-61-OP-22 dan Beta -2, namun tidak terjadi penurunan secara nyata pada varietas Kuningan merah. Pemangkasan disaat musim penghujan dengan rata-rata curah hujan 295 mm/bulan selama penelitian berlangsung mengakibatkan pertumbuhan vegetatif menjadi subur dan menghambat pertumbuhan generatif. Disarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan meninggikan guludan yang mengikuti kontur lahan atau membuat saluran pembuangan air, untuk mengurangi tingkat genangan sehubungan upaya menekan pertumbuhan vegetatif dimusim penghujan

    Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sawi Hijau (Brassica Juncea L.)

    Get PDF
    Tanaman sawi hijau merupakan tanaman yang memiliki umur pendek. Sayuran tersebut merupakan hal yang umum dikosumsi di masyarakat dan mempunyai manfaat khasiat yang baik untuk tubuh manusia. Pada umumnya penelitian pada tiga varietas tanaman sawi hijau yaitu varietas Dakota, Shinta, dan Tosakan masih sedikit. Ketiga varietas ini dapat dibudidayakan pada dataran rendah hingga menengah. Penelitian ini sebelumnya dilakukan pada media hidroponik, dan penelitian ini dilakukan di polybag untuk pembuktian lebih lanjut untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil tiga varietas tersebut. Pemberian pupuk kandang sapi merupakan upaya untuk memperbaiki sifat tanah dengan merestorasi dan memperbaiki tanah yang terdegradasi. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari dan medapatkan pengaruh dosis pupuk kandang yang tepat untuk budidaya masing-masing varietas sawi hijau. Penelitian dilaksakan pada bulan Februari 2020 sampai April 2020 di Lahan Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kecamatan Karangploso, Malang , Jawa Timur.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial  yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi yaitu P1=Kontrol; P2=5 t ha-1; P3=10 ha-1; P4=15 ha-1; P5=20 ha-1 dan faktor kedua adalah varietas sawi hijau yaitu V1=Dakota; V2= Shinta; V3=Tosakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pupuk kandang sapi dan varietas sawi hijau pada parameter tinggi tanaman bobot total, ekonomis, dan kering. Pemberian dosis pupuk kandang 20 t ha-1 berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas sawi hijau dan varietas Shinta merupakan varietas terbaik dan berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau

    Keragaman Karakter Morfologi dan Karakter Agronomi 23 Genotipe Mentimun (Cucumis sativus L.) Tipe Japanese dan 3 Genotipe Tipe Beit Alpha

    Get PDF
    Pemanfaatan mentimun dipengaruhi oleh perbedaan karakter buah. Salah satu tipe mentimun yang umum digunakan untuk acar adalah tipe beit alpha, sedangkan tipe japanese tergolong mentimun yang dikonsumsi segar. Kedua tipe diatas merupakan tanaman mentimun yang dibudidayakan di dataran tinggi negara sub-tropis, sedangkan permintaan pasar mentimun tersebut meliputi negara-negara tropis. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya varietas unggul kedua tipe mentimun diatas yang dapat dibudidayakan pada negara-negara tropis. Adanya keragaman pada karakter morfologi dan agronomi memberikan informasi terkait sifat-sifat yang dapat terekspresi dengan baik sehingga seleksi yang akan dilakukan lebih efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai duga keragaman karakter morfologi dan agronomi pada 23 genotipe  mentimun jaanese dan 3 genotipe tipe beit alpha. Penelitian dilaksanakan di greenhouse PT BISI International, Tbk. Farm Kencong yang berlokasi di Desa Senowo, Kencong, Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur pada bulan Januari - April 2020. Penelitian menggunakan metode observasi dan data hasil pengamatan yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif yang keragamannya ditampilkan dalam bentuk presentase dalam populasi, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan pendugaan keragaman genetik dan keragaman fenotipe. Hasil penelitian didapatkan bahwa 23 genotipe  mentimun tipe japanese dan 3 genotipe  mentimun tipe beit alpha memiliki keragaman genetik dan fenotipe yang sempit. Berdasarkan karakter agronomi dan morfologi didapatkan genotipe 2010 012 dan 2010 027 merupakan genotipe terbaik pada tipe japanese dilihat dari variabel panjang buah, diameter buah, bobot buah, umur berbunga dan beberapa karakter morfologi yang sesuai dengan kriteria pasar dan genotipe 2010 017 merupakan genotipe pada tipe beit alpha terbaik dilihat dari variabel yang sama

    Pengaruh Dosis Pupuk Hijau Paitan (Tithonia diversifolia) dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr.)

    Get PDF
    Edamame mengandung nilai gizi yang tinggi dan banyak khasiat untuk kesehatan tubuh sehingga menjadi salah satu sayuran pilihan untuk konsumsi masyarakat karena tren hidup sehat pada era modern. Untuk mencukupi permintaan pasar edamame yang tinggi di dalam negeri ataupun kebutuhan impor, perlu adanya inovasi teknologi budidaya. Pupuk hijau paitan dapat digunakan sebagai alternatif dari penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dan merusak lingkungan. Selain itu, perlu adanya pengaturan jarak tanam yang sesuai untuk memaksimalkan lahan serta populasi dan produksi tanaman. Tujuan percobaan ini untuk mempelajari pengaruh pupuk hijau paitan dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Desember 2019 – April 2020 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk hijau paitan terdiri dari 3 taraf yaitu, tanpa pupuk hijau paitan (P0), pupuk hijau paitan 5 ton ha-1 (P1), dan pupuk hijau paitan 10 ton ha-1 (P2). Faktor kedua adalah jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu 30 cm x 30 cm (J1), 25 cm x 25 cm (J2), dan 20 cm x 20 cm (J3) sehingga didapatkan total 9 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan dosis pupuk dan jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan tanaman pada perlakuan pupuk hijau paitan 10 ton ha-1 dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Namun, pupuk hijau paitan 10 ton ha-1 dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm menghasilkan populasi yang lebih banyak, sehingga dalam satuan hektar menghasilkan produksi tanaman yang paling tinggi

    Uji Komposisi Penggunaan Media Tanam terhadap Pembibitan Tanaman Kopi (Coffea arabica)

    Get PDF
    Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, kopi merupakan  salah satu sumber devisa negara dan juga sebagai sumber penghasilan bagi petani kopi, penciptaan lapangan kerja, pendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah. Provinsi Sumatera Utara merupakan produsen terbesar kopi arabika di Indonesia dengan produksi kopi pada tahun 2016 mencapai 50.405 ton.  Kulit kopi kering yang dihasilkan dari tiap satu ton buah basah yaitu sebanyak 200 kg. Jumlah limbah kopi yang perlu ditangani sebesar 44,6% dari berat buah kering. Hal ini dapat mengakibatkan potensi pencemaran yang besar dari limbah padat jika tidak dimanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-organik kulit buah kopi adalah 43,3%, kadar nitrogen 2,98%, fosfor 0,18% dan kalium 2,26%. Upaya yang dapat dilakukan untuk penanganan limbah kulit buah kopi ini dengan cara melakukan pengomposan. Kompos kulit buah kopi ini dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2019 di Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kompos kulit kopi sebagai media tanam dengan perlakuan media tanam kompos kulit kopi 100% menunjukkan pertumbuhan bibit tanaman kopi yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan media tanam tanah 100%. Hal ini dapat dilihat dari  parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas permukaan daun, berat basah total tanaman dan berat kering total tanaman yang lebih tinggi. Pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai media tanam salah satu cara mengurangi jumlah limbah dari kulit kopi

    Keragaman Genetik dan Heritabilitas Beberapa Karakter Kuantitatif pada Populasi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Generasi F2

    Get PDF
    Tanaman padi merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, produksi padi belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maka dilakukan impor. Upaya untuk mengurangi impor beras dengan menggunakan varietas unggul yang mampu berproduksi tinggi di lahan kering yang masih kurang dimanfaatkan untuk tanaman padi. Pengembangan varietas unggul padi melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Keberhasilan pemuliaan tanaman dipengaruhi oleh parameter genetic berupa keragaman genetic dan heritabilitas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas beberapa karakter kuantitatif pada generasi F2 tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Univeristas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Febuari – Juni 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menanam 2 populasi F2 hasil persilangan dengan tetua pada lingkungan yang sama tanpa ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada populasi F2 TWxCH keragaman genetik luas dan heritabilitas tinggi terdapat pada karakter tinggi bibit, jumlah daun, jumlah anakan dan jumlah gabah/malai. Pada populasi F2 TWxCB keragaman genentik luas dan heritabilitas tinggi terdapat pada karakter tinggi bibit dan jumlah gabah/malai

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇