Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Tingkat Kemurnian Karakter Polong dan Benih Varietas Tanaman Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth)

    Get PDF
    Pemurnian varietas sangat penting untuk membersihkan populasi varietas dari campuran varietas lain dan tipe simpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil kemurnian genetik tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – November 2018 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah blok tunggal yang terdiri dari 4 varietas kacang panjang yaitu Brawijaya 1, Brawijaya 3, Brawijaya 4, dan  Bagong 3. 4 benih  varietas kacang panjang sudah ada dalam penyimpanan selama 1 tahun dengan jumlah benih yang terbatas.  Parameter pengamatan meliputi karakter kualitatif yaitu warna polong, posisi paruh, arah paruh, bentuk pangkal polong, tekstur permukaan polong, warna utama benih, warna sekunder benih, warna pada lingkaran hilum, guratan benih, dan tekstur permukaan benih. Karakter kuantitatif yaitu umur panen segar (hst), panjang polong (cm), jumlah polong per tanaman, panjang benih (cm), jumlah benih per polong, bobot 100 benih (gram), dan bobot total benih. Dari hasil evaluasi pada karakter kualitatif didapatkan bahwa tingkat kemurnian karakter polong dan benih varietas Brawijaya 1 dan Brawijaya 4 (100%), sedangkan pada varietas Bagong 3 (90%). Pada karakter kuantitatif didapatkan nilai KK rendah hingga sedang yang membuktikan tingkat keragaman sempit. Pada karakter kuantitatif yang dianalisis chi square didapatkan tingkat kemurnian polong dan benih varietas Brawjaya 1 (66.6%), varietas Brawijaya 4 (100%), dan Bagong 3 (75%)

    Pengaruh Asal Bahan Stek dan Pemberian ZPT Sintetik (Rootone-F) Terhadap Pertumbuhan Stek Daun Sansevieria Bird’s Nest (Sansevieria trifasciata ‘Hahnii’)

    Get PDF
    Sansevieria Bird’s Nest (Sansevieria trifasciata ‘Hahnii’) merupakan salah satu kultivar sansevieria yang dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh asal bahan stek dan dosis pemberian ZPT Rootone-F terhadap pertumbuhan stek daun tanaman Sansevieria Bird’s Nest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Mei 2020 di CV. Bunga Melati Nursery and Landscaping, Batu. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama merupakan asal bahan stek yang terdiri dari empat taraf yaitu daun utuh (A1), bagian pucuk daun (A2), bagian tengah daun (A3) dan bagian pangkal daun (A4) dan faktor kedua merupakan dosis pemberian Rootone-F yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa pemberian Rootone-F (R0), pemberian Rootone-F 0,2 g/stek (R1) dan pemberian Rootone-F 0,4 g/stek (R2). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan asal bahan stek dan dosis pemberian ZPT Rootone-F yang mempengaruhi pertumbuhan stek daun Sansevieria Bird’s Nest berdasarkan parameter pengamatan persentase stek hidup, persentase stek bertunas, rata – rata jumlah tunas, rata – rata panjang tunas, rata – rata panjang akar dan rata – rata jumlah akar. Perlakuan bagian pucuk daun tidak optimal dalam menghasilkan akar dan tunas adventif meskipun dengan penambahan Rootone-F 0,2 g/stek maupun 0,4 g/stek, perlakuan bagian tengah daun dapat menghasilkan akar dan tunas adventif dengan optimal apabila dikombinasikan dengan penambahan Rootone-F 0,2 g/stek, sedangkan perlakuan bagian pangkal daun dapat menghasilkan akar dan tunas adventif dengan optimal tanpa perlu penambahan Rootone-F

    Pengaruh Jarak Tanam dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)

    Get PDF
    Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang termasuk dalam tanaman sayuran. Kebutuhan kedelai yang semakin meningkat per tahunnya, sehingga mengakibatkan ketidak- stabilan produksi kedelai. Hal tersebut merupakan masalah dalam pemenuhan kebutuhan kedelai di Indonesia itu sendiri. Salah satu solusi  yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan pengaturan jarak tanam dan varietas. Pengaturan jarak tanam menjelaskan bahwa pengaturan tata letak tanaman pada sebidang tanah dapat mempengaruhi keefisienan penggunaan cahaya, air, dan unsur hara bagi tanaman. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Jatimulyo Jawa Timur. Bahan yang digunakan 2 varietas kedelai, pupuk SP36, kcl dan furadan. Pecobaan menggunakan  Rancangan Petak Terbagi dengan 2 faktor. Faktor pertama merupakan varietas yaitu Dena 1, Dega 1 dan Grobogan. Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu J1: 35 x 35 cm, J2: 20 x 20 cm dan J3: 15 x 15 cm. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata maka di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %

    Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra Merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) Di Musim Hujan

    Get PDF
    Okra merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) adalah tanaman sayuran dengan kandungan nutrisi lengkap dan memiliki nilai estetika sebagai tanaman hias. Indonesia memiliki peluang dalam mengekspor okra dengan jumlah dan harga jual yang tinggi. Usaha yang dilakukan oleh petani untuk meningkatkan produksi okra ialah menggunakan pupuk anorganik. teknologi budidaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yakni pengaplikasian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pupuk hayati. Pengaruh PGPR tidak akan optimal dalam memacu pertumbuhan tanaman apabila tidak dikombinasikan dengan bahan organik. Bahan organik yang umum diberikan adalah pupuk kandang ayam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2019 di kebun percobaan Griya Shanta Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan  Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian  PGPR dan pupuk kandang ayam menunjukan pengaruh terhadap komponen pertumbuhan seperti jumlah buku, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, serta terhadap komponen hasil pada jumlah buah per tanaman dan bobot segar buah per tanaman. Pemberian PGPR dengan konsentrasi 20 hingga 80 ml.l-1 ditambah dengan pupuk kandang ayam 10 t.ha-1 mampu menggantikan penggunaan pupuk anorganik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah

    Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Malang

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang tergolong keluarga Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini banyak digemari masyarakat Indonesia, karena dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten sentra yang berkontribusi dalam produksi cabai rawit di Jawa Timur yang mengahasilkan 22,316 ton dari 250,007 ton produksi cabai rawit pada tahun 2015. Keberhasilan budidaya tanaman cabai rawit sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim suatu tempat. Perubahan iklim menjadi permasalahan nyata yang tidak bisa dihindarkan. Perubahan iklim yang terjadi dapat berpengaruh terhadap hasil tanaman cabai rawit yang diakibatkan perubahan curah hujan, suhu dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dan pengaruh antara curah hujan, suhu, kelembaban udara, dan luas panen dengan produktivitas tanaman cabai rawit. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Juli–November 2019 di Kabupaten Malang, Jawa Timur.  Lokasi penelitian difokuskan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Karangploso, Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Pakis Pada penelitian ini digunakan 2 data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data hasil wawancara dengan para petani tanaman cabai rawit dan data sekunder berupa data curah hujan, suhu, dan kelembaban pada tahun 2003-2018 dan data luas panen produktivitas tanaman cabai rawit tahun 2003-2018 dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. Metode analisis yang digunakan ialah analisis korelasi dan regresi linear dengan menggunakan software SPSS 24. Hasil uji korelasi dan regresi curah hujan, suhu, dan kelembaban serta luas panen dengan produktivitas tanaman cabai rawit di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa kelembaban udara memiliki pengaruh yang lebih besar

    Pengaruh Populasi Tanaman dan Pemupukan N, K pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

    Get PDF
    Kacang hijau memiliki rata-rata hasil 0,90-1,98 ton/ha sedangkan potensi hasil yang dicapai 2,4 ton/ha berarti hasil masih jauh dari potensi (Balitkabi, 2017). Penyebabnya adalah pengaturan populasi tanaman dan pemupukan yang kurang tepat. Oleh karena itu perlu upaya mengatur populasi tanaman yang tinggi dan membutuhkan peningkatan dosis pupuk N, K. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pengaturan populasi tanaman dan pemupukan N, K pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan September sampai November  2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), faktor pertama adalah populasi tanaman (J) yaitu: J1 = 200.000 tanaman/ha, J2 = 250.000 tanaman/ha, J3 = 300.000 tanaman/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk (K) yaitu: K1 = N 25 kg/ha, K2O 25 kg/ha, K2 = N 50 kg/ha, K2O 50 kg/ha, K3 = N 75 kg/ha, K2O 75 kg/ha, K4 = N 100 kg/ha, K2O 100 kg/ha. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan dosis pupuk N, K 100 kg/ha menghasilkan bobot kering/tanaman 5,34 g/tanaman lebih tinggi 22,48% dari dosis pupuk N, K 25 kg/ha. Sedangkan perlakuan populasi 300.000 tanaman/ha dan pemupukan 100 kg/ha menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,76 ton/ha tidak berbeda nyata jika dibandingkan populasi 200.000 tanaman/ha dan pemupukan N, K 75 kg/ha yang menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,58 ton/ha

    Uji Kebenaran dan Tingkat Kemurnian Enam Varietas Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) Polong Ungu

    Get PDF
    Kacang panjang polong ungu mengandung antosianin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain memiliki kandungan gizi, kacang panjang polong ungu harus dijamin kebenaran varietasnya. Pengujian kebenaran dan kemurnian diperlukan untuk memperbarui mutu benih dalam rangka pelepasan varietas. Tujuan pelaksanaan penelitian ini ialah untuk menguji kebenaran dan mengetahui tingkat kemurnian masing-masing enam varietas kacang panjang polong ungu. Penelitian ini berlokasi di Lahan Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2019. Bahan yang digunakan meliputi enam varietas kacang panjang polong ungu, yaitu BU 1, BU 2, BU 3, BU 4, BU 5 dan BU 6. Penelitian dilakukan dengan pembuktian secara visual, yaitu membandingkan keragaan tanaman dengan deskripsinya. Hasil penelitian membuktikan bahwa, pada karakter kualitatif keenam varietas kacang panjang ungu telah sesuai dengan deskripsi PPVT. Pada karakter kuantitatif didapatkan nilai KK pada keenam varietas dengan kisaran rendah hingga sedang.   Kata Kunci: Kacang Panjang, PPVT, Tingkat Kemurnian, Uji Kebenaran.   ABSTRACT   Purple yardlong bean contain anthocyanins which are beneficial to the body. In addition to high nutrtion, purple yardlong bean must be guaranteed validation of a varieties. Validity test and purity still need to be done to renew seed quality in order to release plant varieties. The purpose of this research is to test the validity and to determine the purity level of six varieties purple yardlong bean. This research was located at Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya in Jatimulyo Village, Lowokwaru District, Malang, East Java. The research was conducted from March to June 2019. The materials used included six varieties purple yardlong beans, BU 1, BU 2, BU 3, BU 4, BU 5 dan BU 6. The research was conducted by visual verification, which compares the diversity of plants with their description. The result showed, in qualitative character of the six varieties purple yardlong bean in accordance with the PPVT description. In quantitative character, KK values of six varieties has a value KK low to medium

    Pengaruh Pupuk Daun dan GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bunga Potong Krisan (Chrysanthemum morifolium)

    Get PDF
    Bunga potong memiliki nilai estetika yang tinggi dan memberikan keindahan untuk dekorasi atau hiasan ruang. Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium) memiliki warna yang menarik dan bentuk bunga yang indah sehingga tanaman krisan menjadi salah satu tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Tanaman krisan dapat diproduksi menjadi bunga potong maupun bunga pot. Nilai penting untuk pemasaran bunga krisan potong ialah panjang tangkai (Kazaz et al., 2010). Pemberian pupuk pada tanaman dapat diberikan melalui daun. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga dapat meningkatkan hasil tanaman krisan dan umur panen. Pemberian ZPT terhadap tanaman krisan, mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan krisan yang tidak diberikan perlakuan apapun. Penelitian dilaksanakan di Desa Beru, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur di dalam greenhouse. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga April 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor. Faktor pertama pupuk daun rosasol N pada fase vegetatif dan rosasol P pada fase generatif, faktor kedua asam giberelin (GA3). Perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 250 ppm GA3 dan 3 g/L pupuk daun memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain

    Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Benih Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

    Get PDF
    Kacang panjang (Vigna sinensis L.) ialah komoditas hortikultura yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena banyak diminati dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman melalui pengaturan jarak tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil benih tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan PT. BISI International, Tbk. Farm Karangploso Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan maret hingga bulan juni 2019. Rancangan yang digunakan ialah RAK faktorial, 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama jarak tanam (J) yaitu J1 (50 cm x 50 cm), J2 (40 cm x 40 cm) dan J3 (30 cm x 30 cm) dan faktor kedua dosis pupuk NPK (P) yaitu P0 (NPK 0 Kg ha-1), P1 (NPK 156,25 Kg ha-1), P2 (NPK 312,5 Kg ha-1) dan P3 (NPK 468,75 Kg ha-1). Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) 5%. Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam dengan pupuk NPK terhadap waktu terbentuk polong. Perlakuan jarak tanam 40 x 40 cm dan 30 x 30 cm memiliki bobot biji per ha yang lebih berat dibandingkan jarak tanam 50 x 50 cm. Dosis pupuk NPK 468,75 Kg ha-1 menunjukkan panjang polong yang lebih panjang, akan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK 312,5 Kg ha-

    Pengaruh Beberapa Sistem Hidroponik Kultur Air dan Jumlah Tanaman per Netpot Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

    Get PDF
    Selada (Lactuca sativa L.) ialah salah satu komoditas sayuran yang dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis dengan prospek dan nilai komersial yang cukup tinggi. Penelitian ini mempelajari pengaruh beberapa sistem hidroponik kultur air dan jumlah tanaman per netpot pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dengan menggunakan dua faktor. Terdapat 6 kombinasi perlakuan sebagai berikut: S1T1 = NFT + 1 Tanaman Per  Netpot, S1T2 =  NFT + 2 Tanaman Per Netpot, S2T1 =DFT + 1 Tanaman Per Netpot, S2T2 =DFT + 2 Tanaman Per Netpot, S3T1 =  Rakit Apung  + 1 Tanaman Per Netpot, S3T2 = Rakit Apung + 2 Tanaman Per Netpot, kombinasi perlakuan tersebut diulang 4 kali. Variabel pengamatan yang diamati meliputi : Panjang Tanaman, Jumlah Daun per Netpot dan per tanaman, Indeks Klorofil, Luas Daun per Netpot dan per tanaman, Diameter Krop per Netpot dan Bobot Segar Total per Netpot dan per tanaman. Interaksi terjadi pada variabel bobot segar total per netpot dan per tanaman. Pada sistem rakit apung dengan 2 tanaman per netpot menghasilkan rerata bobot segar total per netpot paling tinggi dibandingkan dengan sistem NFT dan DFT. Sedangkan pada variabel bobot segar total per tanaman, sistem rakit apung dengan 1 tanaman per netpot menghasilkan rerata yang paling tinggi dibandingkan dengan sistem lainnya baik dengan 1 tanaman maupun 2 tanaman per netpot

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇