Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Kepadatan dan Penggunaan Mulsa pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)

    Get PDF
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu sumber penghasil karbohidrat setelah gandum dan padi yang termasuk tanaman pangan semusim (annual). Jarak tanam yang terlalu kecil mengakibatkan terjadinya persaingan tanaman untuk mendapatkan nutrisi, cahaya matahari, dan ruang/tempat sehingga penting melakukan pengaturan jarak tanam yang tepat. Penggunaan mulsa juga membantu mempertahankan suhu dalam tanah, kelembaban tanah, mengurangi intensitas erosi, serta menghambat pertumbuhan tanaman yang tidak dikehendaki yang akan menguntungkan tanaman budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perlakuan jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami padi dan mulsa plastik hitam perak) serta pengaturan kepadatan tanaman pada pertumbuhan, hasil tanaman jagung manis dan faktor lingkungan serta interaksi antara perlakuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2020 dan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang berada di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jenis mulsa yaitu M0= Tanpa mulsa; M1= Jerami PADI; M2= Mulsa PHP dan faktor kedua adalah kepadatan tanaman yaitu P1= Kepadatan 80 tanaman; P2= Kepadatan 52 tanaman; P3= Kepadatan 40 tanaman. Hasil penelitian menunjukan hasil yang berbeda nyata serta adanya interaksi pada perlakuan jenis mulsa dan kepadatan tanaman

    Korelasi Hasil Produksi Benih Beberapa Galur Jagung (Zea mays L.) Terhadap Pengaruh Waktu Penyerbukan Di Kabupaten Gresik

    Get PDF
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi sorotan dalam peningkatan produksinya di Indonesia. Peningkatan permintaan jagung tiap tahun yang meningkat, mendorong pemerintah untuk melakukan segala upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Upaya peningkatan produktivitas jagung adalah dengan perbanyakan varietas unggulan. Proses kegiatan pemuliaan tak lepas dari berbagai macam kendala yang diantaranya adalah pada proses penyerbukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya korelasi hasil produksi benih beberapa galur tanaman jagung (Zea mays L.) terhadap pengaruh waktu penyerbukan di kabupaten Gresik. Uji ini telah dilaksanakan pada September 2017 – Desember 2017 di lahan kebun percobaan PT. Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama berupa jenis persilangan sebanyak 5 taraf dan anak petak berupa jenis perlakuan waktu penyerbukan sebanyak 4 taraf. Analisis data menggunakan SPSS, analisis statistik deskriptif yaitu rataan, standar deviasi, ragam dengan analisis ragam dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hasil korelasi yang negatif antara waktu penyerbukan yang berbeda terhadap hasil produksi beberapa galur jagung. Hal ini disebabkan oleh interaksi pada waktu penyerbukan dan kondisi alam diantaranya faktor cuaca, faktor kelembaban dan juga faktor kadar air yang tidak bersinambungan menyebabkan korelasi yang terjadi tidak bisa signifikan dan menghasilkan nilai negatif

    Pengaruh Dosis Pupuk Bekas Cacing dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

    Get PDF
    Penambahan bahan organik sangat diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah, baik secara fisik, kimia maupun biologi tanah. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan yaitu pupuk bekas cacing (kascing). Di Indonesia, jagung merupakan komoditi pangan yang penting setelah padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh dosis pupuk kascing dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, serta mengetahui kombinasi perlakuan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di desa Modong, Tulangan, Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 25 September 2020. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial diulang sebanyak tiga kali. Parameter pengamatan pertumbuhan terdiri dari berat kering total (g) dan luas daun (cm2). Sedangkan parameter komponen hasil meliputi berat tongkol berkelobot (g) dan berat tongkol tanpa kelobot (g). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Jika hasil berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kascing dan jarak tanam terhadap indeks luas daun dan hasil panen jagung berkelobot. Pemberian dosis pupuk kascing 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 dengan jarak tanam 75 cm x 30 cm dan 75 cm x 35 cm mampu meningkatkan nilai indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman jagung. Pemberian dosis pupuk kascing 20 t ha-1 mampu meningkatkan hasil panen jagung berkelobot dan tanpa kelobot. Perlakuan jarak tanam 75 cm x 25 cm, 75 cm x 30 cm dan 75 cm x 35 cm mampu aatmeningkatkan hasil panen jagung berkelobot dan hasil panen jagung tanpa kelobot

    Pengaruh Berbagai Umur Panen Beberapa Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terdahap Viabilitas Benih Saat Musim Hujan

    Get PDF
    Kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Rendahnya produksi benih kacang panjang dapat disebabkan oleh waktu panen yang tidak sesuai, terutama pada saat musim hujan pemanenan kacang panjang dilakukan lebih cepat daripada waktu masak fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen pada beberapa varietas kacang panjang saat musim hujan terhadap viabilitas benih. Kegiatan dilaksanakan di PT. BISI International Tbk., Farm Karangploso, Malang, pada bulan Desember-Maret 2020. Umur panen yang terdiri dari umur panen 20 HSB (P1), 23 HSB (P2), 26 HSB (P3), 29 HSB (P4) dan 32 HSB (P5). Varietas kacang panjang terdiri dari 4 taraf yaitu varietas KP 01 (V1), KP 12 (V2), KP 13 (V3), dan KP 15 (V4). Uji mutu fisik dan fisiologis benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen benih, Uji kadar Air, Bobot 1000 butir dan Uji daya kecambah. Hasil analisis ragam pengaruh varietas dan umur panen terhadap mutu fisik dan fisiologis benih terung dengan variabel rendemen benih, bobot 1000 butir, kadar air, daya berkecambah menunjukkan setiap varietas mempunyai viabilitas benih yang berbeda dalam setiap masa panen. Waktu terbaik untuk menghasilkan benih kacang panjang bermutu pada KP-1, KP-12 dan KP-15 adalah 23 HSB dan untuk KP-13 waktu terbaik adalah  26 HSB

    Kombinasi Pemberian Pupuk Urea dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen

    Get PDF
    Nanas (Ananas comosus L.) merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial di Indonesia. Dalam melakukan budidaya nanas salah satu hal yang penting yaitu proses pemupukan. Di Kabupaten Kediri, petani dalam proses pemupukan tanaman nanas menggunakan pupuk sipramin dalam mendukung pertumbuhan. Penggunaan pupuk sipramin menyebabkan penurunan pH tanah dan meningkatkan kandungan cd dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Solusi dari permasalahan tersebut dilakukan pemupukan dengan pupuk jenis lain yaitu pupuk urea dan SP-36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk urea dan SP-36 yang tepat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman nanas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2020 di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis pupuk SP-36 sebesar 150 kg.ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 15,7% dibandingkan perlakuan tanpa pupuk SP-36, namun untuk jumlah daun dan luas daun, pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 75 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan jumlah daun hingga 9,3% dan luas daun 18,2% dari perlakuan tanpa pupuk SP-36. Dosis pupuk urea sebesar 300 kg. ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 18,8% dan jumlah daun 23,8% dibandingkan dengan perlakuan pupuk urea sebesar 100 kg.ha-1, namun untuk luas daun tanaman, pemberian pupuk urea dengan dosis 200 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan luas daun tanaman hingga 22,6% dari perlakuan pupuk urea 100 kg.ha-1. Pemberian SP-36 dengan dosis 150 kg.ha-1 menurunkan kebutuhan urea hingga 200 kg.ha-1 tampak pada peubah berat kering total tanaman sebesar 188,72 g-1.tanaman-1 yang sama dengan perlakuan 75 dan 150 kg.ha-1 SP-36+300 kg.ha-1 Urea

    Interaksi Empat Genotipe Sawi Putih (Brassica pekinesia L.) Pada Tiga Lokasi

    Get PDF
    Sawi putih (Brassica pekinesia L.) merupakan salah satu jenis sayuran daun daerah tropis seperti di Indonesia. Budidaya sawi putih dapat dilakukan di beberapa tipe lokasi, yaitu lahan dengan ketinggian tempat yang beragam yaitu antara 1000-1200 m dpl, tanaman sawi kurang tahan dengan hawa yang terlalu panas oleh karena itu tanaman sawi putih juga dapat tumbuh pada suhu yang sejuk yang berkisar antara 15-20°C. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip sawi putih yang ditanam pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip sawi putih diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di Karangploso Kabupaten Malang, Dusun Junggo Kota Batu, dan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, karakter tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, lebar daun, panjang krop, berat krop, diameter krop dan potensi hasil dipengaruhi oleh genotip dan lokasi

    Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Umur Panen Pertama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni.)

    Get PDF
    Stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari tanaman (Stevia rebaudiana Bertoni.) dimana tanaman ini dapat dijadikan sebagai alternatif pendamping gula tebu dalam menghasilkan pemanis alami. Ketersediaan air merupakan faktor pembatas bagi tanaman stevia. Selain dengan penyiraman yang rutin, diperlukan pula struktur tanah yang baik yang dapat menyimpan air lebih lama. Pupuk kandang sapi merupakan salah satu pupuk yang dapat menyediakan unsur hara, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan daya serap air. Umur panen berhubungan dengan produksi dan kandungan yang ada pada tanaman. Pemanenan yang dilakukan setelah melewati masa berbunga dapat menurunkan kandungan kadar gula total pada daun stevia. Saat yang tepat untuk panen pertama yaitu mendekati fase pembungaan pada tanaman yang telah berumur antara 40-60 hari.  Penelitian dilaksanakan di Lahan BPTP, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Malang dengan ketinggian tempat ± 550 mdpl. Penelitian ini di laksanakan bulan Maret - Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu RAK yang terdiri dari 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor I dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 0 ton ha-1 (D1), 6 ton ha-1 (D2) dan 12 ton ha-1 (D3). Faktor II umur panen pertama yang terdiri dari 40 HST (P1), 50 HST (P2) dan 60 HST (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi dan umur panen pertama tidak menunjukkan interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stevia. Dosis pupuk kandang sapi 6 ton ha-1 menghasilkan jumlah daun, bobot segar akar, bobot segar total tanaman, bobot kering batang dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan tanpa diberikan pupuk kandang sapi. Sedangkan umur panen pertama 60 HST menghasilkan bobot segar daun tertinggi dibandingkan perlakuan umur panen lainnya

    Keragaman Morfologi Tunas Stroberi (Fragaria ananassa L.) Akibat Perlakuan Kolkisin Pada Media In Vitro

    Get PDF
    Stroberi merupakan salah satu buah yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun produksi stroberi belum dapat mencukupi permintaan dalam negeri, masalah dalam budidaya menjadi alasan belum tercukupinya permintaan stroberi. Perakitan varietas merupakan salah satu upaya untuk menyediakan bahan tanam unggul. Pemuliaan mutasi dengan kolkisin adalah salah satu metode untuk meningkatkan keragaman genetik sebagai bahan dasar program pemuliaan.  Pemuliaan mutasi dengan kolkisin merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keragaman gentik sebagai bahan dalam program pemuliian  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari, keragaman morfologi tunas stroberi akibat perlakuan mutagen Kolkisin. Hipotesis pada penelitian ini adalah, terdapat keragaman morfologi tunas stroberi pada variabel pengamatan yang diamati akibat perlakuan kolkisin pada kultur In Vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium SE,  Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), desa Tlekung,  Junrejo, Batu, Jawa Timurp ada bulan Juli hingga November 2020. Penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 10 perlakuan. Eksplan yang digunakan adalah tanaman stroberi varietas Earlibrite. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kolkisin mempengaruhi keragaman tunas stroberi pada variabel tinggi tanaman, warna daun, warna batang dan bentuk daun

    Identifikasi Duplikasi Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Koleksi Universitas Brawijaya Berdasarkan Karakter Morfologi

    Get PDF
    Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tumbuhan yang diidentifikasi menyebar di wilayah Indonesia. Ciplukan potensial dikembangkan sebagai bahan baku nutrasetikal dan farmasetikal karena memiliki kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang tinggi. Studi secara etofarmakologi menunjukkan tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk pengobatan beberapa penyakit klinis. Banyaknya koleksi yang dikumpulkan oleh Universitas Brawijaya dan tersebar dari berbagai daerah dan wilayah yang sama diduga memunculkan efek duplikasi pada aksesi ciplukan yang dikumpulkan. Aksesi yang berduplikat dapat menyebabkan tidak efisiensinya pengelolaan dan peningkatan biaya pemeliharaan plasma nutfah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keragaman ciplukan dan mengidentifikasi duplikasi aksesi ciplukan koleksi Universitas Brawijaya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 – September 2019 di Seed dan Nursery Industry Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Penelitian ini menggunakan bahan berupa 39 aksesi ciplukan (Physalis angulata L.) koleksi Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan metode observasi dimana aksesi ditanam dalam barisan tunggal dengan jumlah 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukan Karakter pada 39 aksesi ciplukan mempunyai keragaman yang bervariasi bedasarkan karakter morfologi. Terdapat 3 pasangan aksesi dengan jarak genetik sangat dekat yaitu KLT-KT(06) dengan MLG-TP(02), KLT-KT(04) dengan MNK(3), dan LPG-SA(01) dengan TSK-IH(B-01). Namun karena penampakan fenotip dari ketiga pasangan genotip tersebut tidak identik sehingga tidak ditemukan duplikasi aksesi pada 39 koleksi aksesi ciplukan Universitas Brawijaya berdasarkan karakter morfologi

    Pengaruh Frekuensi Pemberian Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Var. Hibrida

    Get PDF
    Stroberi (Fragaria sp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Khasiat yang diberikan buah stroberi membuat permintaan buah stroberi meningkat, sehingga bertambahnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat. Tanaman stroberi membutuhkan unsur hara makro yang penting dibutuhkan oleh tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Dalam pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari pemberian nutrisi tanaman, salah satunya dengan pemupukan. Pemupukan yang tepat tidak hanya mempertimbangkan dosis, tetapi juga frekuensi pemberian pupuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari frekuensi pemberian pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil stroberi varietas hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika yang terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Desember 2019 – Juni 2020 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor frekuensi pemberian pupuk NPK yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0: Kontrol, P1: frekuensi 1 minggu sekali, P2: frekuensi 2 minggu sekali, P3: frekuensi 3 minggu sekali. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai frekuensi pemupukan NPK memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tanaman serta jumlah daun pada umur pengamatan 6, 8, 10 MST, luas daun, indeks klorofil, laju pertumbuhan relatif, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Kemudian didapatkan hasil bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman yang paling baik bagi tanaman stroberi terdapat pada perlakuan frekuensi 1 minggu sekali

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇