Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Keragaan Karakter Kualitatif Dan Kuantitatif 8 Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens)

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dan banyak dibudidayakan, terutama di pulau Jawa. Salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai rawit di Indonesia yakni dengan perakitan varietas unggul. Kegiatan perakitan varietas cabai rawit memerlukan dukungan populasi bahan genetik yang beragam untuk menghasilkan karakter-karakter yang unggul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan karakter kualitatif dan kuantitatif delapan genotip dan empat varietas cabai rawit serta mengetahui karakter unggul pada masing-masing genotip. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertaian (BPTP) pada bulan Juni 2020-Oktober 2020. Penelitian dilakukan dengan mengamati setiap individu pada tiap sampel dari 12 perlakuan yakni 8 genotipe cabai rawit (A03, A04, A05, A06, A07, A08, A09, dan C04) dan 4 varietas pembanding (Cakra Putih, Pelita, Prima Agrihorti, dan Pelita). Analisa data menggunakan deskripsi data rerata dan diagram boxplot untuk deskripsi sebaran data. Pada pengamatan kualitatif data dianalisis berdasarkan deskriptor dari IPGRI deskriptor dan pantone colour chart. Hasil penelitian menunjukan bahwa 8 genotip cabai rawit memiliki karakter kualitatif pada posisi bunga yang sama,, sedangkan pada hasil pengamatan karakter tipe pertumbuhan, bentuk pangkal buah, bentuk buah maupun warna buah muda dan matang terdapat beberapa perbedaan karakter. Genotip A04, A06, A07, dan A08 memiliki beberapa karakter kuantitatif yang unggul. Genotip A04 memiliki umur berbunga dan umur panen yang paling cepat. Genotip A07 memiliki bobot per buah tertinggi, tebal daging dan diameter buah terlebar serta pada genotip A08 memiliki keunggulan pada panjang buah

    Aplikasi Beberapa Konsentrasi Ethrel dan Urea pada Pembungaan Nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen

    Get PDF
    Nanas (Ananas comosus L.) merupakan komoditas buah ekspor unggulan Indonesia. Sentra produksi nanas di provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Kediri. Waktu panen yang tidak serempak  akan merugikan dari segi efisiensi, efektivitas tenaga kerja, mesin panen, waktu dan biaya. Pembungaan yang serempak akan menyamakan waktu pematangan buah, sehingaa petani dapat memprediksi waktu panen dengan tepat. Solusi yang dapat digunakan untuk permasalahan pembungaan tanaman nanas ialah dengan menggunakan metode forcing. Forcing ialah upaya perangsangan pembungaan pada tanaman nanas. Bahan kimia yang digunakan dalam melakukan forcing ialah etilen dengan campuran  urea. Hal ini dikarenakan pemberian urea dapat meningkatkan efisiensi penyerapan ethephon saat penginduksian bunga, sehingga dapat meningkatkan etilen pada jaringan tanaman nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi urea yang tepat pada konsentrasi ethrel sehingga dapat mempercepat pembungaan pada tanaman nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2020, di desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Spli Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ethrel dengan 3 taraf perlakuan merupakan mainplot yaitu 0,5 ml.l-1 (E1), 1 ml.l-1 (E2), dan 1,5 ml.l-1 (E3). Faktor kedua adalah konsentrasi urea dengan 4 taraf perlakuan merupakan subplot yaitu o g.l-1 (R0), 5 g.l-1 (R1), 10 g.l-1 (R2), dan 15 g.l-1 (R3). Jumlah tanaman berbunga pada perlakuan konsentrasi ethrel 1,5 ml.l-1 dan penambahan konsentrasi urea 10 g.l-1 menunjukkan hasil yang terbaik

    Pengaruh Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.)

    Get PDF
    Sawi pakcoy merupakan tanaman hortikultura jenis sayuran yang mempunyai harga lebih mahal dibandingkan jenis sawi lainnya. Pemilihan jenis pupuk dalam menambah asupan hara juga perlu diperhatikan dampaknya bagi kesehatan lingkungan terutama yang ramah digunakan diwilayah perkotaan. Pupuk organik seperti pupuk kandang kambing menjadi salah satu pilihan dengan kandungan N sebesar 0,6 % lebih tinggi dibandingkan jenis kotoran hewan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang kambing dan varietas pakcoy dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan November hingga Desember 2020 berada di pekarangan rumah yang beralamat di Perumahan Tata Surya Jl. Saturnus Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan faktor I dosis pupuk kandang kambing terdiri atas 4 level dan faktor II varietas pakcoy terdiri dari 3 level yang dilakukan pengulangan sebanyak 3  kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing 15 g tanaman-1 pada varietas White memberikan luas daun paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy. Pemberian dosis pupuk kandang kambing berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan. Varietas pakcoy berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil

    Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)

    Get PDF
    Peningkatan hasil budidaya tanaman jagung pada umumnya dilakukan dengan penggunaan pupuk anorganik. Penambahan pupuk anorganik secara intensif dalam jumlah besar akan menyebabkan kerusakan biologi, fisika dan kimia tanah sehingga menurunkan tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah. Salah satu penggunaan pupuk organik yaitu dikombinasikan dengan menggunakan pupuk hayati (PGPR), karena pupuk hayati mengandung mikroorganisme yang dapat mempercepat dekomposisi bahan organik, sehingga kombinasi pupuk organik dan PGPR mampu menyediakan kondisi terbaik bagi pertumbuhan tanaman jagung. tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman jagung ketan pada berbagai macam kombinasi pemupukan organik dan PGPR. Penelitian dilaksanakan Februari hingga Mei 2020 di ATP Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan 10 perlakuan terdiri dari pupuk anorganik, pupuk anorganik + PGPR, pupuk anorganik + pupuk kandang, pupuk anorganik + pupuk kandang + PGPR, pupuk kandang, pupuk kandang + PGPR, Tithonia Diversifolia, Tithonia Diversifolia + PGPR, kompos, kompos + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos + PGPR mampu memberikan hasil yang meningkat 11,15% - 27,74% dibandingkan dengan perlakuan pupuk organik lainnya. Pemberian pupuk anorganik + Pupuk kandang + PGPR memberikan hasil jagung ketan yang sama dengan perlakuan pupuk anorganik sesuai dosis rekomendasi, meskipun cenderung meningkat 0,18% - 3,13%

    Analisis Keragaman dan Filogenetik Spesies Cabai (Capsicum sp) Berdasarkan Karakter Morfologi

    Get PDF
    Terdapat beberapa jenis cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, hingga paprika. Capsicum annuum, Capsicum eximium dan Capsicum frutescens merupakan spesies yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Karakter yang dimiliki setiap jenis cabai dapat menunjukkan hubungan kekerabatan dari cabai tersebut. Informasi mengenai jarak genetik antara genotipe cabai sangatlah penting dalam pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan jarak genetik dari 5 spesies cabai. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan antara lain timbangan, jangka sorong, penggaris, roll meter, selang irigasi, cangkul, kamera, alat tulis dan deskriptor. Bahan yang digunakan adalah 84 genotipe cabai dari 5 spesies, media semai, mini bag, pupuk, pestisida, kertas label, alpha board dan form pengamatan. Penelitian ini bersifat non-experimental. Keragaman dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Metode analisis pengelompokan menggunakan UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic) pendekatan Gower’s Similarity Index dengan software PAST3. Hasil PCA menunjukkan keragaman total sebesar 79,71% dengan 10 komponen utama dan 26 karakter yang berkontribusi pada keragaman genotipe cabai. Terdapat 3 kelompok utama hasil analisis hubungan kekerabatan yang menyebar pada jarak genetik 0,00-0,45. Kelompok pertama terdiri dari genotipe spesies Capsicum baccatum dengan jarak genetik 0,10. Kelompok kedua memiliki jarak genetik 0,33 yang terdiri dari Capsicum annuum. Kelompok ketiga memiliki jarak genetik 0,22 yang terdiri dari Capsicum frutescens, Capsicum eximium, dan Capsicum chinense

    Perbedaan Sistem Penanaman Tumpangsari Jagung (Zea mays l) dan Kedelai (Glycine max l. Merr.) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil

    Get PDF
    Tanaman jagung dan kedelai merupakan salah satu tanaman yang banyak diminati dimasayakat, karena hasilnya yang mudah untuk dikelola baik untuk makanan maupun sebagai kebutuhan ternak. Pada penelitian kali ini melakukan dua kombinasi dari kedua tanaman tersebut dengan sistem pola tanam tumpangsari satu baris dan dua baris pada kedelai. Tumpangsari sendiri dipilih karena penanaman secara tumpangsari memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan menanam tanaman secara monokultur. Pola penanaman tumpangsari ini juga dapat meningkatkan produktivitas lahan yang maksimal, dan hasil yang stabil dan meningkat. Dalam pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan kedela maka perlu juga diperhatikan keberadaan tanaman kedelai karena tanaman kedelai relatif pendek dibandikan dengan tanaman kedelai sehingga lebih terbatas ruang hidupnya. Jarak tanam yang terlalui sempit akan dapat menyebabkan terjadinya kompetisi air, unsur hara, dan penyerapan sianr matahari.dengan jarak tanam yang optimum akan mempengaruhi jumlah barisan baik ditanaman kadelai maupun ditanaman jagung. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan pola penanaman tumpangsari antara kedelai dengan jagung menggunakan sistem satu baris dan dua baris memberikan hasil yang layak, baik untuk jumlah panen maupun untuk analisis usaha tani. Dengan hasil yang tidak berbeda nyata maka dari penelitian ini bisa dilakukan untuk menambah penghasilan dan penggunaan efisiensi lahan yang semakin hari semakin berkurang dalam melakukan usaha tani agar hasil yang diperoleh lebih optimal

    Efektivitas Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)

    Get PDF
    Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) termasuk kedalam tanaman sayuran famili Solanaceae yang sangat penting di Indonesia. Tanaman cabai besar banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia dalam bentuk segar maupun olahan. Produksi cabai besar di Indonesia pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2,8%. Saat ini salah satu penyebab turunnya produksi tanaman cabai ialah kurangnya menerapkan kegiatan budidaya yang tepat sehingga hasil dari produksi dan produktivitas yang didapat belum maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2020, di Kebun Percobaan Jatimulyo, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 11 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap pemberian pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, kadar klorofil daun, jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah pada tanaman cabai besar. Pemberian pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan dosis NPK hingga 25% terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Perlakuan NPK 75% + pupuk hayati 40 kg ha-1 memberikan hasil lebih baik dengan bobot buah 19,29 ton ha-1 dibandingkan dengan perlakuan P1 (NPK 100%) dengan nilai R/C Ratio 1,55

    Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)

    Get PDF
    Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu jenis sayuran yang gemar dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Permasalahan yang terjadi pada lahan saat ini adalah kurangnya bahan organik yang berada di dalam tanah sehingga mengakibatan kesuburan tanah menjadi rendah dan mempengaruhi produktivitas tanaman yang dibudidayakan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 di lahan percobaan Universitas Brawijaya di desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk kascing. Pada setiap perlakuan pada penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 satuan petak percobaan. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf, Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode destruktif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara dosis pupuk kascing dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pemberian pupuk kascing pada dosis 10 t ha-1 telah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada berbagai perlakuan jarak tanam. Pada setiap parameter pengamatan dosis pupuk kascing 15 t ha-1 dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm memberikan hasil yang tertinggi namun tidak berbeda nyatadengan dosis pupuk kascing 10 t ha-1

    Uji Produksi 5 Varietas Tanaman Melon (Cucumis melo L) Pada Sistem Pertanian Kota (Urban Farming)

    Get PDF
    Saat ini banyak terjadi urbanisasi khususnya ke kota-kota besar. Hal ini dapat menimbulkan ledakan populasi di perkotaan dan berakibat meningkatnya kebutuhan pangan. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menanam komoditas pangan di areal perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dari 5 varietas tanaman melon yang ditanam di rooftop. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2019 hingga September 2019 di rooftop Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan ketinggian 550 mdpl. Alat yang digunakan antara lain adalah timbangan, bak semai, lanjaran, poly bag, jangka sorong, paranet dan meteran. Bahan yang digunakan adalah 5 varietas tanaman melon (Melindo-15, Gracia, Madesta, Action dan Glamour), tanah, abu sekam, pupuk kandang, pupuk majemuk NPK (16-16-16), pupuk tunggal KNO3 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diamati adalah Jumlah bunga betina, waktu munculnya bunga betina, jumlah daun, panjang tanaman, diameter batang, berat buah dan reduksi buah. Data yang didapatkan dianalisis dan diuji F dengan menggunakan analisis ragam (ANNOVA) dengan taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing varietas memiliki perbedaan pada pertumbuhan dan produksi buahnya. Dari hasil yang didapatkan, varietas Melindo memiliki potensi yang paling baik

    Studi Jenis Vegetasi Pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terhadap Tingkat Kenyamanan Di Alun – Alun Kota Madiun

    Get PDF
    Kota Madiun dapat disebut sebagai kota “GADIS†atau kepanjangan dari kota (Perdagangan, Pendidikan dan Industri) serta dalam kalangan masyarakat juga dikenal sebagai kota Pecel. Permasalahan pada taman kota Alun – alun kota Madiun karena minim ketersediaan vegetasi dan struktur jenis vegetasi. Sehingga berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan pengunjung taman kota. Jenis vegetasi dalam RTH dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan pengunjung taman kota Madiun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara ketersediaan dan struktur jenis vegetasi Ruang Terbuka Hijau terhadap tingkat kenyamanan di taman kota Madiun. Hipotesis penelitian adalah Ketersediaan vegetasi dengan struktur pohon dan semak menjadi faktor penentu tingkat kenyamanan (Kecepatan angin, tingkat kebisingan, suhu dan kelembaban), sehingga dapat membantu dalam menentukan tingkat kenyaman RTH. Penelitian dilaksanakan bulan Mei hingga Juni 2020 di taman kota Madiun. Metodelogi penelitian menggunakan metode observasi dengan menggunakan metode penetapan sampel adalah non – probability sampling dan penetapan tingkat kenyamanan ditentukan dengan 4 variabel (Thermal Humidity Index (THI), tingkat kebisingan, kecepatan angin dan persepsi masyarakat). Nilai THI, tingkat kebisingan dan persepsi masyarakat pada faktor kebisingan menunjukan kategori tidak nyaman untuk taman kota Madiun. Ketersediaan jumlah vegetasi dan struktur vegetasi memiliki hubungan terhadap tingkat kenyamanan, budaya dan ekonomi. Ketersediaan dan struktur vegetasi pohon dan semak yang tinggi akan meningkatkan tingkat kenyamanan, sehingga dapat meningkatkan interaksi pengunjung taman dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar RTH

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇