Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Kajian Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau Lingkungan di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

    Get PDF
    Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Fakultas Pertanian universitas Brawijaya diharapkan dapat mengurangi permasalahan lingkungan, terutama menetralisir peningkatan temperatur yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan titik tak nyaman yaitu dengan nilai THI > 26 pada satu waktu di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Sehingga dapat dijadikan salah satu acuan indikator dalam perbaikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. THI > 26 dipengaruhi oleh waktu (pagi, siang, dan sore).. Penelitian dilakukan dengan metode Thermal Humidity Index (THI) melalui pengukuran suhu dan kelembaban udara. Penelitian dilakukan selama bulan April-Mei 2020 di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Terdapat lima lokasi penelitian yaitu Gedung Sentral, Gedung Sosial Ekonomi, Gazebo Fakultas Pertanian, Gedung Budidaya Pertanian dan Gedung Tanah Fakultas Pertanian.Dalam satu hari pengamatan dilakukan tiga kali pterdapat pagi, siang, dan sore pukul 07.00 WIB, 12.00 WIB, 17.00 WIB. Hasil ditemukan bahwa termasuk kategori nyaman karena memiliki THI < 26.  Hasil analisis metode THI di 4 lokasi dengan pukul waktu yang berbeda di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menujukkan bahwa pada pukul 07.00 WIB dirata-ratakan tiap jalurnya THI-nya termasuk kategori Nyaman dan juga pukul 17.00 sedangkan Pukul 12.00 WIB termasuk kategori tidak nyaman. Dapat disimpulkan titik tak nyaman pada penelitian tersebut berada pada pukul 12.00 WIB.Di karenakan pada waktu tersebut suhunya sangat panas dan sudah termasuk kategori suhu yang tidak nyaman yaitu >26,7℃ dan THI (Thermal Humidity Index) pada semua lokasi kecuali RTH di Gedung Sentral pada pukul 12.00 WIB juga termasuk kategori yang tidak nyaman

    Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Varietas Permata

    Get PDF
    Tanaman tomat adalah salah satu jenis sayuran buah yang digemari masyarakat Indonesia. Produktivitas tomat di Indonesia tahun 2017 adalah 18,04 ton/ha sedangkan tahun 2018 produktivitas 17,31 ton/ha. Berdasarkan data tersebut terjadi penurunan produktivitas dari tahun 2017 sampai tahun 2018. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi tomat adalah ketersediaan unsur hara yang rendah pada media tanam. Peningkatan produksi tomat dapat dilakukan dengan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dengan penambahan bahan organik melalui komposisi media tanam dan aplikasi pupuk NPK majemuk dengan dosis tepat dan sesuai. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK majemuk yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021 hingga Juni 2021 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini merupakan percobaan non faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 9 perlakuan yaitu: P1 = T : PK (1:1) + NPK 150 kg/ha, P2 = T : PK (1:1) + NPK 300 kg/ha, P3 = T : PK (1:1) + NPK 450 kg/ha, P4 = T : AS (1:1) + NPK 150 kg/ha, P5 = T : AS (1:1) + NPK 300 kg/ha, P6 = T : AS (1:1) + NPK 450 kg/ha, P7 = T : AS : PK (1:1:1) + NPK 150 kg/ha, P8 = T : AS : PK (1:1:1) + NPK 300 kg/ha dan P9 = T : AS : PK (1:1:1) + NPK 450 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2 dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang lebih baik

    Pengaruh Dosis Biourin Sapi dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)

    Get PDF
    Bawang merah merupakan salah satu komoditi sayuran utama di Indonesia. Namun Produksi bawang merah di Indonesia masih cenderung fluktuatif. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah memperbaiki teknis budidaya dengan mengaplikasikan biourin sapi dan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai dosis biourin sapi dan pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil bawang merah serta interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan di green house Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada bulan Oktober 2020 sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunakan RAK F 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor 1 merupakan dosis biourin sapi (B) yang terdiri dari tiga taraf 60, 120 dan 180 ml tanaman-1 (B). Faktor 2 merupakan perlakuan dosis pupuk organik (P) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 100 200 dan 300 g tanaman-1. Pengamatan dilakukan saat tanaman berumur 14, 28, 42, dan 56 hst. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada tingkat kesalahan 5%, dan dilanjutkan dengan uji BNT pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi dosis biourin sapi menunjukkan hasil berbeda nyata pada variabel jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Sedangkan pemberian berbagai dosis pupuk organik menunjukkan hasil berbeda nyata pada variabel jumlah anakan, bobot segar total tanaman, bobot kering tanaman. Pemberian biorin 180 ml tanaman-1 dengan dosis pupuk organik 300 g tanaman-1 atau perlakuan P3B3 merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi bawang merah

    Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)

    Get PDF
    Stevia merupakan tanaman herba yang dapat digunakan sebagai pemanis alami yang aman dikonsumsi. Stevia memiliki kadar kemanisan 150 – 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula tebu, namun rendah kalori (Hadiyana et al., 2015). Tanaman stevia berpotensi untuk dikembangkan sebagai pemanis alami yang sehat, namun budidaya tanaman stevia umumnya dilakukan di dataran tinggi dengan jenis tanah andosol. Sedangkan, persebaran tanah andosol di dataran menengah dan rendah hanya sedikit (Dairiah dan Sukarman, 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan komposisi media tanam berupa bahan organik agar tanaman stevia dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dataran menengah dan dataran rendah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret – Juni 2020 di lahan tegalan BPTP Jawa Timur dengan ketinggian 550 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu M1 : Tanah (1), M2 : Kompos (1), M3 : Cocopeat (1), M4 : Tanah + Kompos (1 : 1), M5 : Tanah + Cocopeat (1 : 1), M6 : Kompos + Cocopeat (1 : 1), M7 : Tanah + Kompos + Cocopeat (1 : 1 : 1).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah menghasilkan jumlah daun, bobot segar, kering total tanaman, dan luas daun yang terbaik dibandingkan komposisi media tanam lainnya. Komposisi media tanam kompos menghasilkan bobot segar dan kering batang yang tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam tanah. Komposisi media tanam tanah + cocopeat menghasilkan bobot segar dan kering akar tanaman yang tertinggi

    Perbedaan Volume Media Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Lobak Putih (Raphanus sativus L.)

    Get PDF
    Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan sayuran umbi yang dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia. Permasalahan tanaman lobak yaitu hanya ditanam di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu upaya memperluas daerah penanaman lobak adalah menanam lobak dengan urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah ada interaksi antara ukuran polybag dengan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga April 2020 di Greenhouse Fakultas Petanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ukuran polybag 30 cm x 15 cm (U1), ukuran polybag 35 cm x 17,5 cm (U2), dan ukuran polybag 40 cm x 20 cm (U3). Faktor kedua adalah cocopeat : kompos : pasir  (1:1:1) (K1), cocopeat : kompos : pasir  (1:3:1) (K2), cocopeat : kompos : pasir  (1:1:3) (K3), cocopeat : kompos : pasir (3:1:1) (K4). Komposisi media tanam yang tepat dipengaruhi oleh ukuran polybag. Polybag ukuran 30 cm x 15 cm dan 35 cm x 17,5 cm menghasilkan bobot segar tertinggi pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (3:1:1). Sedangkan ukuran polybag 40 cm x 20 cm pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1), ukuran polybag 40 cm x 20 cm dapat meningkatkan bobot segar umbi lobak, dan komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1) dapat digunakan untuk meningkatkan bobot segar umbi tanaman lobak

    Keragaman Morfologi Kalus Bawang Putih (Allium sativum L.) Akibat Perlakuan Kolkisin pada Kultur In Vitro

    Get PDF
    bahan dasar bumbu masak sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Varietas yang berkembang di Indonesia belum mampu bersaing dengan varietas bawang impor, sehingga perlu diupayakan untuk merakit varietas unggul baru. Poliploidi salah satu metode untuk meningkatkan keragaman genetik dalam program pemuliaan. Kolkisin merupakan salah satu mutagen yang menyebabkan peningkatan ploidi. Perubahan yang terjadi pada tanaman akibat pemberian kolkisin bervariasi. Kepekaan tanaman terhadap kolkisin berbeda diantara spesies sehingga konsentrasi dan lama aplikasiakan berbeda untuk setiap spesies tanaman. Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui keragaman morfologi kalus bawang putih akibat perlakuan beberapa konsentrasi dan lama aplikasi mutagen kolkisinini telah dilaksanakan di LaboratoriumSomatik Embriogenesis, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Juni sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 kombinasi perlakuan konsentrasi kolkisin (500, 1000, 1500 ppm) dan lama aplikasi kolkisin (1, 3, dan 5 hari). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Perbedaan kombinasi perlakuankolkisin memberikan perbedaan karakter morfologi yang nyata. Keragaman morfologi variabel pengamatan pada penelitian ini termasuk dalam kategori rendah sampai sedang dengan nilai berkisar 6,51-31,34%. Konsentrasi kolkisin yang memiliki keragaman tinggi berdasarkan nilai koefisien keragaman pada variabel panjang dan lebar embrio somatik yaitu kolkisin 500 dan 1000 ppm dengan lama aplikasi 1 dan 3 har

    Pengaruh Macam Pupuk Organik dan Dosis NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Asal TSS (True Shallot Seed)

    Get PDF
    Bawang Merah merupakan salah satu komoditas yang mempunyai arti penting bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan benih umbi bawang merah di Indonesia terus meningkat namun tidak diimbangi dengan peningkatan produksi nasional. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan meningkatkan ketersediaan bibit dan umbi melalui biji/TSS. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan bibit dan umbi dengan cara pemberian pupuk organik maupun anorganik yang dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Pemberian pupuk organik yang berupa pupuk kandang berfungsi memperbaiki struktur tanah, menaikkan bahan serap tanah terhadap air, meningkatkan mikroorganisme dalam tanah dan sumber zat bagi tanaman. Pemberian pupuk anorganik berupa NPK berfungsi memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah yang menunjang pertumbuhan tanaman dan pengolahan tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan macam pupuk organik dan dosis NPK yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) asal TSS (True Shallot Seed). penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2020. Penelitian dirancang dengan rancangan acak kelompok non faktorial. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan uji DMRT 5%. Parameter pertumbuhan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, indeks klorofil. Parameter hasil meliputi bobot segar umbi, bobot kering umbi. Pemberian pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 dan dosis NPK 400 kg ha-1 merupakan hasil terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L) asal TSS (True Shallot Seed)

    Kajian Umur Panen Buah pada Beberapa Jenis Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.)

    Get PDF
    Durian (Durio zibethinus Murr.) ialah salah satu jenis buah di Indonesia yang populer, karena memiliki cita rasa yang khas serta aromanya yang unik. Mayoritas masyarakat Indonesia menyukai buah durian karena memiliki kandungan yang bermanfaat seperti vitamin, kalori lemak dan protein. Oleh sebab itu permintaan konsumsumsi buah tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan. Produktivitas buah durian di Indonesia mengalami fluktuasi dan berkecenderungan meningkat, pada tahun 2015 sebesar 13,72% dan pada tahun 2018 produktifitasnya meningkat sebesar 17,49%. Durian yang memiliki kualitas buah yang baik dapat dilihat dari bentuk fisik serta aroma dan rasa daging buahnya yang manis. Umur panen pada beberapa jenis durian memiliki tingkat kemasakan dan panen yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2019 di Kebun Durian Dukuh Blawu, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa alat tulis, hand counter, penanda sampel, meteran tanah, kamera, personal computer. Bahan yang digunakan adalah data iklim, tanaman durian jenis montong, musangking, bawor dan duri hitam. Hasil analisis deskriptif dapat di jelaskan bahwa waktu bunga mekar (blooming) sampai dengan umur panen pada beberapa jenis durian memiliki umur yang berbeda. pada jenis durian musangking memiliki waktu panen yang paling cepat dengan membutuhkan waktu 118,33 hari. Sedangkan waktu panen durian yang lebih lama terjadi pada durian jenis monthong yang berlasung selama 143,00 hari. Perbedaan umur panen tanaman durian tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor lingkungan yang berupa curah hujan, suhu udara dan suhu kelembaban

    Pengaruh Olah Tanah dan Pemberian Biourin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelasi (Glycine max L. Mer-ril)

    Get PDF
    Kedelai memiliki kandungan gizi yang baik dimana pada setiap 100 gr biji kedelai mengandung 330 kalori, 35% protein. Olah tanah merupakan kegiatan awal yang bertujuan memberikan kondisi tanah yang baik, sehingga penetrasi akar, infiltrasi air dan peredaran udara bekerja dengan baik. Biourin sapi dapat merangsang pertumbuhan dari tanaman budidaya, karena mengandung zpt seperti IAA, Giberelin dan Sitokinin. Tujuan penelitian tersebut untuk melihat pengaruh dan interaksi antar perlakuan. Hipotesis yang diajukan ialah terdapat interaksi antara perlakuan olah tanah dan biourin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2020 hingga Oktober 2020 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari petak utama olah tanah yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: tanpa olah tanah, olah tanah minimum dan olah tanah maksimum dan anak petak biourin sapi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: tanpa biourin sapi, biourin sapi 400 ml L-1 dan 600 ml L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi pada pengamatan tinggi tanaman umur 61 HST dan luas daun umur 41 HST dan 51 HST. Perlakuan Olah Tanah Minimum yang dikombinasikan dengan biourin 600 ml L-1 memiliki rerata lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Sedangkan untuk pengaruh secara terpisah olah tanah dan biourin sapi memberikan pengaruh nyata pada pengamatan bobot biji per hektar dengan rerata yang lebih baik untuk olah tanah yaitu olah tanah minimum sebesar 1,53 (ton ha-1) dan untuk biourin sapi yaitu biourin 600 ml L-1 sebesar 1,54 (ton ha-1)

    Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Hasil Tanaman Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)

    Get PDF
    Unsur hara merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya tanaman krisan. Pemberian pupuk  yang tepat dan unsur hara yang seimbang dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil bunga krisan yang di inginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang dan pupuk nitrogen yang tepat dalam pertumbuhan dan produksi bunga krisan potong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2019 di dalam rumah lindung di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) sederhana dengan 10 perlakuan dan mendapat ulangan sebanyak 3 kali. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan P9 : dosis pupuk kandang sapi 15 ton ha-1 + Pupuk nitrogen 52,5 kg ha-1 dapat meningkatkan pertumbuhan krisan potong meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang dan meningkatkan hasil krisan potong meliputi panjang tangkai, diameter bunga, umur panen dan lama kesegaran bunga

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇