Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Pengaruh Dosis Mulsa Jerami Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Tanaman sawi hijau telah banyak dibudidayakan di Indonesia, namun produktivitas masih tergolong rendah. Adanya penurunan produktivitas tanaman sawi dapat disebabkan oleh beberapa kompetisi antara tanaman budidaya dengan gulma. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan tidak merusak lingkungan yaitu dengan penggunaan mulsa jerami. Penelitian ini bertujuan untuk  mempelajari pengaruh dosis mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau dan mendapatkan dosis mulsa jerami yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Hipotesis dari penelitian ini adalah penggunaan mulsa jerami dengan dosis optimum dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau.Penelitian dilaksanakan bulan Juni-Juli di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu, Tanpa Mulsa, 3 ton ha-1,6 ton ha -1, 9 ton ha-1, 12 ton ha-1, 15 ton ha-1 dan 4 ulangan. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, dan bobot segar per hektar. Hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa aplikasi mulsa jerami berpengaruh nyata pada luas daun, indeks luas daun, bobot kering, dan bobot segar tanaman sawi per hektar seiring dengan penambahan dosis mulsa jerami sampai dengan 12 ton ha-1 dan menurun dengan penambahan dosis 15 ton ha-1. Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh dosis mulsa optimum mulsa jerami untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau sebesar 11,43 ton ha-1 dengan persamaan y = -0,0298x2 + 0,68x + 7,56 (R2 = 0,9108)

    Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)

    Get PDF
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan selain padi. Produksi jagung pada tahun 2015 mencapai 19,6 juta ton, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 600 ribu ton. Meskipun demikian, Indonesia masih melakukan impor jagung sebesar 3,27 juta ton dari luar negeri. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jagung. Tujuan percobaan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian pemberian pupuk kandang ayam dan PGPR pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas 2 faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri atas 3 taraf, dan faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri atas 3 taraf. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga Juni 2020 dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 28 dan 56 hst, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot 100 biji. Secara terpisah pemberian dosis pupuk kandang ayam pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering total, bobot tongkol jagung tanpa klobot, hasil panen per hektar memberikan hasil yang berbeda nyata, kecuali parameter laju pertumbuhan relatif. Perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 + PGPR 15 ml. l-1 menunjukkan respon yang baik bagi pertumbuhan dan hasil tanama

    Respon Seleksi Massa Terhadap Komponen Hasil dan Hasil Tiga Populasi Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.)

    Get PDF
    Bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur daerah tropis di Indonesia. Bayam cabut terdiri dari dua jenis yaitu bayam merah dan bayam hijau. Tanaman bayam memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Produktivitas bayam di Indonesia masih tergolong rendah. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari bayam ini mengindikasi adanya potensi yang harus dikembangkan secara lebih lanjut untuk meningkatkan produksi tanaman. Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produktivitas salah satunya adalah seleksi massa. Seleksi massa adalah metode seleksi dengan memilih tanaman yang berpenampilan fenotipe sesuai yang diinginkan dari populasi random mating.  Tujuan dari penelitian ini yaitu menduga respon seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil bayam cabut. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Malang pada bulan bulan Juni 2020 sampai dengan Agustus 2020. Penelitian disusun dengan menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat respon seleksi yang berbeda. Nilai respon seleksi  populasi AT 1 lebih tinggi dari populasi AT 2 dan AT 3 pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot segar tanaman. Hal ini menunjukan bahwa keragaman populasi AT 1 masih beragam sedangkan pada populasi AT 2 dan AT 3 sudah cukup seragam

    Pengaruh Pemberian Zeolit dan Kalium Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorghum (Sorghum Bicolour L.) Varietas Super 1

    Get PDF
    Tanaman pangan alternatif seperti sorgum perlu ditingkatkan produktivitasnya dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui aplikasi pupuk K. Hal ini karena K berperan dalam meningkatkan kuantitas maupun kualitas biji sorgum. Mengingat unsur K mempunyai sifat cepat larut dan mudah mengalami leaching dan volatilisasi, maka sangat diperlukan aplikasi zeolit. Hal ini karena zeolit dapat berperan sebagai penjerap unsur tersebut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020 di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kediri. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan dosis pupuk K (50%, 100, 150%) pada petak utama, dan dosis zeolit (0%, 50%,100%, 150%) pada anak petak. Data dianalisa menggunakan uji F, jika terjadi interaksi nyata maka dilakukan uji BNJ pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi nyata antara dosis pupuk K dan dosis zeolit pada peubah luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman saat panen, bobot malai per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji, bobot biji per petak panen, hasil panen per hektar maupun Indeks panen. Pada dosis K 50%, hasil panen per hektar tertinggi (3,26 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%, sedangkan pada dosis k 100% hasil panen tertinggi (4,63 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%, adapun pada dosis 150% K hasil panen tertinggi (5,33 ton ha-1) didapatkan pada dosis zeolit 150%

    Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Jenis Larutan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat

    Get PDF
    Cabai keriting merupakan salah satu komoditas hortikultural yang penting dan di budidayakan di Indonesia. Seiring peningkatan penduduk Indonesia, kebutuhan cabai juga meningkat. Namun, produksi cabai keriting masih tergolong rendah, faktor rendahnya produksi cabai di Indonesia disebabkan hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen dan penyempitan lahan pertanian. Konversi lahan pertanian menjadi non pertanian menyebabkan produksi cabai rendah dan bersaing dengan tanaman hortikultural lainnya. Terdapat beberapa cara meningkatkan produksi cabai, salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik substrat. Penggunaan POC dari kotoran hewan ternak seperti urin sapi, kotoran kambing dan urin kelinci sebagai nutrisi tanaman, menjadi alternatif pengganti nutrisi AB mix serta meningkat pertumbuhan dan hasil tanaman cabai dengan sistem hidroponik substrat. Substrat yang digunakan yaitu arang sekam, cocopeat dan pasir mudah di dapatkan dan memiliki harga yang relatif murah sehingga mampu menekan biaya produksi tanaman cabai. Penelitian di laksanakan November 2019-Maret 2020 di Grobogan, Jawa tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 3 macam media tanam terdiri dari M1 (arang sekam+pasir), M2 (cocopeat+pasir), dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Faktor kedua yaitu 4 macam nutrisi tanaman yang terdiri dari nutrisi AB mix (N1), POC urin sapi (N2), POC kotoran kambing (N3), dan POC urin kelinci (N4). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam M1 (arang sekam+pasir) memberikan hasil pertumbuhan dan hasil lebih baik jika di bandingkan M2 (cocopeat+pasir) dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Namun perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix

    Pengaruh Kombinasi Beberapa Varietas Dan Waktu Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tunggak (Vigna unguiculata)

    Get PDF
    Kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan kacang lokal yang mengandung protein nabati tertinggi kedua setelah kedelai dan bermanfaat untuk pemenuhan gizi masyarakat. Dalam rangka peningkatan produktivitas lahan kacang tunggak dapat digunakan sebagai pengganti rotasi tanaman jagung pada lahan marginal (lahan kering). Varietas KT 6, KT 7 dan KT 9 merupakan varietas unggul yang memiliki potensi produksi tinggi. Kacang tunggak memiliki tipe pertumbuhan vegetatif yang berlebihan sehingga dapat membatasi produksi yang dihasilkan. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan upaya pemangkasan untuk memacu pertumbuhan cabang lateral serta menekan pertumbuhan vegetatif sehingga hasil fotosintat digunakan dalam pembentukan bunga dan polong. Pemangkasan kacang tunggak dilakukan pada umur 32 dan 46 hst. Setiap varietas memberikan pengaruh terbaik berdasarkan waktu pemangkasan yang tepat, sehingga dapat diasumsikan bahwa waktu pemangkasan pada setiap varietas berbeda. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IP2TP BALITKABI Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada bulan Maret-Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan, yang diulang 4 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas kacang tunggak KT 6 tanpa pemangkasan memberikan hasil pertumbuhan yang lebih baik daripada perlakuan lainnya pada tinggi tanaman dan jumlah buku subur. Sedangkan varietas KT 7 tanpa pemangkasan memberikan hasil pertumbuhan yang lebih baik daripada kombinasi perlakuan lainnya pada jumlah cabang

    Seleksi Toleransi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Terhadap Cekaman Kekeringan Dengan Poly Etilene Glicol (PEG-6000) In Vitro

    Get PDF
    Produksi kedelai nasional setiap tahunnya diketahui tidak mampu memenuhi pasokan kebutuhan nasional. Fakta ini mendorong pemerintah untuk melakukan kegiatan impor yang berujung pada ketergantungan harga pada skala internasional. Beberapa faktor rendahnya produksi kedelai nasional dapat diatasi dengan intensifikasi melalui perbaikan benih dengan seleksi benih pada beberapa konsentrasi Poly Etilene Glicol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan genotipe kedelai yang diduga toleran terhadap kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan pada Juli-Oktober 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Bahan penelitian terdiri dari benih F6 hasil pengembangan galur populasi bersegresi dari 6 tetua kedelai yang meliputi Varietas Anjasmoro, Varietas Tanggamus, Varietas Argopuro, Varietas Grobogan, UB1, UB2 dan Poly Etilene Glicol-6000 dalam 3 konsentrasi yaitu 0%, 5% dan 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah RALF dan pengujian lanjut Scott-Knott. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadi perbedaan respon pada setiap genotipe di konsentrasi yang berbeda dengan hasil pertumbuhan terlambat pada konsentrasi 10%

    Evaluasi Karakter Durian F1 Hasil Persilangan Varietas Lai (Durio kutejensis) X Monthong (Durio zibethinus)

    Get PDF
    Durian (Durio zibethinus Murr.) telah menjadi komoditas buah utama di negara ASEAN termasuk Indonesia. Durian merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi. Di Indonesia durian memiliki keragaman genetik yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai genetis tanaman adalah dengan melakukan persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter durian hasil persilangan dari Monthong dengan Lai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2020. Penelitian dilakukan di ATP UB kebun Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengkarakterisasi karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data kualitatif hasil karakterisasi  dianalisis menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendogram dan nilai matriks kemiripan. Hasil analisis berdasarkan karakter morfologi pohon, daun, dan buah menunjukkan bahwa durian F1 dengan tetua Monthong memiliki kemiripan genetik sebesar 0.89 atau 89%. Sedangkan durian F1 dengan tetua Lai memiliki kemiripan genetik sebesar 0.87 atau 87%. Nilai matriks menunjukkan semakin besar angkanya, semakin tinggi kemiripan yang diwariskan tetuanya.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa durian F1 adalah durian hibrida hasil persilangan antara tetua Lai dengan Monthong yang memiliki banyak karakter unggul yaitu bobot buah sedang, daging buah tebal bertekstur lembut kering, rasa manis, warna daging buah kuning, dan panjang duri sedang sesuai dengan ideotipe keinginan konsumen.Â

    Evaluasi Dan Analisis Kekerabatan Tujuh Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.)

    Get PDF
    Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) adalah tanaman yang berperan penting untuk beradaptasi dengan perubahan iklim global. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah produktivitasnya yang rendah, sehingga perlu dilakukan proses pemuliaan tanaman untuk mendapatkan benih varietas baru. Tujuh galur harapan kacang Bambara perlu dievaluasi keragaman, potensi dan tingkat kekerabatannya untuk mendapatkan galur yang berpotensi menjadi varietas baru. Penilaian keragaman genetik tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui proses pemuliaan yang harus dilakukan. Keragaman genetik yang tinggi dapat mempermudah proses seleksi guna mendapatkan tanaman yang lebih unggul. Keragaman genetik yang besar terjadi apabila galur berkerabat jauh. Hal tersebut menjadi dasar perlu dilakukannya analisis kekerabatan untuk mengetahui pengelompokan galur dengan ragam genetik yang besar. Kekerabatan tanaman dapat dinilai berdasarkan morfologi tanaman, khususnya berdasarkan karakter kualitatif tanaman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat keragaman yang luas dan heritabilitas yang tinggi pada tujuh galur harapan kacang Bambara yang diamati. Kekerabatan antar galur menunjukan galur SS 342 memiliki kekerabatan terjauh dengan semua galur dengan koefisien kemiripan genetik sebesar 0,34. Kekerabatan galur terdekat adalah antara galur PWBG 6 dan PWBG 521 dengan koefisien kemiripan genetik 1

    Pengaruh Suhu Dan Curah Hujan Terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Di Sentra Produksi Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman semusim yang dimanfaatkan sebagai sayuran bumbu. Tanaman ini menjadi salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia, karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas ini. Selain digunakan sebagai bahan bumbu masakan, dunia medis dan nutrisi diyakini bahwa bawang merah memiliki khasiat yang sangat baik bagi kesehatan antara lain membantu menurunkan kolesterol dalam darah. Sentra produksi bawang merah di Jawa Timur adalah kabupaten Nganjuk. Terdapat lima Kecamatan penghasil bawang merah di Kabupaten Nganjuk yaitu kecamatan Bagor, Sukomoro, Wilangan, Gondang, dan Rejoso. Cuaca di Indonesia akhir-akhir ini sulit diprediksi, pada saat musim kemarau suhu udara begitu tinggi, sedangkan pada musim hujan memiliki curah hujan sangat tinggi. Adanya perbedaan produksi pada musim kemarau dan musim penghujan, mengakibatkan fluktuasi produksi selalu terjadi pada usaha tani bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sawahan, Kecamatan Bagor, dan Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur pada bulan November – Desember 2019. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara suhu dengan produktivitas bawang merah diberbagai dataran di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, hasil dari uji korelasi antara Suhu dengan produktivitas dan Curah hujan dengan produktivitas Bawang merah. dihasilkan dari kecamatan Sawahan, Kecamatan Bagor, dan Kecamatan Sukomoro. Kecamatan Sawahan yang mempuyai pengaruh paling tinggi yaitu sebesar 97,9%, Kecamatan Bagor yaitu sebesar  55,4%,  sedangkan Kecamatan Sukomoro pengaruhnya rendah yaitu sebesar 32,1%

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇