Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Pola Pewarisan Sifat Ketahanan Tanaman Kenaf (Hibiscus Cannabinus L) Persilangan Varietas Kenafindo 2 X Karangploso 15 Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne Incognita)
Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) adalah hari pendek, tumbuh cepat tahunan tanaman herbal, yang dibudidayakan untuk batang berserat. Itu adalah salah satu yang paling tanaman serat industri penting di dunia dan merupakan sumber serat ramah lingkungan untuk pengemasan, kurang berkembangnya kenaf di lahan kering disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya produktivitas kenaf dilahan kering dan penyakit Nematoda Puru Akar (NPA) sehingga kenaf kurang bersaing dengan komoditas lain, sehingga perlu dilakukan strategi program pemuliaan yang efektif dan efisien untuk memperoleh varietas Kenaf tahan penyakit Nematoda Puru Akar, penelitian bertujuan untuk mengetahui kriteria genotipe kenaf terhadap NPA, mengetahui nilai heritabilitas, dan mengetahui pola pewarisan sifat terhadap NPA. Penelitian dilaksanakan Oktober 2019 sampai dengan Februari 2020 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan polybag, mulsa, meteran, penggaris, jangka sorong, tugal, gembor, selang, alfaboard, kayu, gunting, sentrifuge, baskom, gelas ukur, blender, kain, timbangan analitik, cawan petri, saringan, beaker glass, botol semprot, botol sentrifugasi, mikroskop, suntikan, sendok plastik, alat tulis dan kamera. Penelitian terdiri dari Persiapan Media Tanam, Isolasi dan Perbanyakan NPA, Persiapan Inokulum, Penanaman Kenaf, Inokulasi NPA dan Panen. Berdasarkan nilai rerata dan kisaran pada enam generasi menunjukkan bahwa pengaruh tetua KIN2 lebih kuat dibandingkan tetua KR15. Ketahanan kenaf terhadap NPA dikendalikan oleh gen sederhana (simple gen) dimana tidak dipengaruhi Lingkungan. Nilai heritabilitas dalam arti sempit tergolong rendah sampai dengan sedang. Pola Pewarisan sifat yang sesuai untuk karakter ketahanan terhadap nematoda puru akar berupa faktor reproduksi dan jumlah telur per 10 g akar adalah model aditif-dominan (m[d][h])
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi PGPR Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal True Shallot Seed
Peningkatan produktivitas bawang merah dapat dilakukan melalui penggunaan TSS (True Shallot Seed). Budidaya menggunakan umbi maupun TSS membutuhkan komposisi media tanam yang berbeda. Kemampuan tanaman dalam memanfaatkan nutrisi pada media tanam salah satunya dapat ditingkatkan melalui pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ba wang merah asal TSS. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian menggunakan 2 faktor yaitu komposisi media tanam: tanah + arang sekam (1:1), tanah + kompos (1:1), dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1), dan konsentrasi PGPR: 0 mL L-1, 5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, indeks klorofil, bobot segar umbi, dan jumlah umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah + kompos (1:1) dan tanah + arang sekam + kompos (1:1:1)Â pada berbagai konsentrasi PGPR (5 ml L-1, 10 ml L-1, dan 15 ml L-1) Â memberikan hasil yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan media tanam tanah + arang sekam (1:1) dengan berbagai konsentrasi PGPR pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar umbi, dan jumlah umb
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Dua Varietas Jagung Manis (Zea mays saccarata Sturt) Terhadap Pemberian Nitrogen
Jagung manis merupakan komoditas hortikultura yang termasuk dalam jenis rerumputan atau gramniae dan mempunyai potensi tinggi untuk dibudidayakan. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata produksi jagung manis di Indonesia mencapai 19,81 juta ton dan produktivitas jagung manis di Indonesia dapat ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah penggunaan dosis pupuk yang tepat dan pemilihan varietas berdaya hasil tinggi. Tanaman jagung manis diketahui sangat respon terhadap pemupukan yang diberikan, terutama pupuk nitrogen. Nitrogen memiliki peran yang besar pada fase vegetatif pertumbuhan tanaman. Unsur N merupakan bahan utama pembentuk protoplasma, pigmen klorofil dalam hormon tanaman serta komponen ATP, sekaligus pembawa energi respirasi. Selain dengan pemberian pupuk nitrogen, keberhasilan peningkatan produksi jagung manis sangat bergantung pada penerapan inovasi teknologi meliputi varietas unggul dan penyediaan benih bermutu, serta teknologi budidaya yang tepat. Pemilihan varietas merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan produksi jagung manis. Pemilihan varietas unggul merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2020, di desa Telasih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (Randomized Block Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Nitrogen dengan 5 taraf perlakuan yaitu 0 kg.ha-1 (N0), 100 kg.ha-1 (N1), 150 kg.ha-1 (N2), 200 kg.ha-1 (N3), dan 250 kg.ha-1 (N4). Â Faktor kedua adalah varietas dengan 2 taraf yaitu Talenta (V1) dan Paragon (V2). Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada perlakuan 150 kg.ha-1 menunjukkan hasil yang terbaik
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Anorganik dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.)
Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) merupakan tanaman hortikultura yang dimanfaatkan bunganya. Produksi tanaman brokoli pada tahun 2012 hingga tahun 2015 mengalami penurunan produksi dari 135.837 menjadi 118.394 ton. Oleh karena itu, belum dapat mencukupi kebutuhan pasar lokal, apalagi untuk mencukupi pasar Internasional yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan 20-30%. Teknik perbaikan budidaya brokoli dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK anorganik dan pupuk kandang kambing. Pemberian pupuk kandang kambing bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan komposisi hara tanah. Tekstur dari kotoran kambing khas, karena berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Selain menggunakan pupuk organik, pupuk anorganik juga diperlukan untuk meningkatkan produksi brokoli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan dan hasil. Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Parameter pengamatan hasil meliputi luas daun, diameter batang, diameter bunga brokoli, berat bunga segar brokoli dan berat bunga kering brokoli. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik mampu memberikan hasil bobot basah bunga brokoli sebesar 203 %Â atau sebesar 6,85 ton dibanding perlakuan kontrol, serta peningkatan hasil sebesar 181 % atau sebesar 6,05 ton dibanding perlakuan pupuk standar. Perlakuan 800 kg ha-1 NPK + 10 ton ha-1 kandang kambing memberikan hasil yang paling baik dibanding perlakuan lainnya pada seluruh parameter pengamatan
Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan hasil Tanaman Pokcoy (Brassica rapa L.)
Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) adalah salah satu jenis sayuran yang gemar dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Permasalahan yang terjadi pada lahan saat ini adalah kurangnya bahan organik yang berada di dalam tanah sehingga mengakibatan kesuburan tanah menjadi rendah dan mempengaruhi produktivitas tanaman yang dibudidayakan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 di lahan percobaan Universitas Brawijaya di desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk kascing. Pada setiap perlakuan pada penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 satuan petak percobaan. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf, Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode destruktif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara dosis pupuk kascing dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pemberian pupuk kascing pada dosis 10 t ha-1 telah mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada berbagai perlakuan jarak tanam. Pada setiap parameter pengamatan dosis pupuk kascing 15 t ha-1 dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm memberikan hasil yang tertinggi namun tidak berbeda nyatadengan dosis pupuk kascing 10 t ha-1
Uji Kemampuan Penyerapan CO2 dan Penurunan Suhu Udara Ambien Dua Taman Kota di Kediri
Kota Kediri merupakan kota terbesar ke tiga di Jawa Timur dengan luasan 63,40 Km2 yang secara administratif kota Kediri terbagi menjadi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Perkembangan perkotaan selain menghasilkan dampak positif ternyata juga menghasilkan dampak negatif, salah satunya terhadap aspek lingkungan kota. Masalah lingkungan seperti pencemaran udara oleh material berbahaya yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor, asap pabrik dan peningkatan suhu udara. Gas CO2 memberi kontribusi terbesar dalam pemanasan global sebesar 50%.  Oleh karena itu, dalam pengembangan kawasan perkotaan, diperlukan keseimbangan antara Ruang Terbuka Non Hijau seperti kawasan industri dan perumahan dengan Ruang Terbuka Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Taman Kota untuk menurunkan konsentrasi CO2 dan suhu udara ambien dua Taman Kota di Kediri  Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan September 2020 di Kediri yang difokuskan pada dua taman yaitu Taman Hutan Joyoboyo dan Taman Hijau Simpang Lima Gumul. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CO2 meter, Thermohygrometer digital, Peta kedua taman dari citra Google Earth, aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS), alat tulis dan kamera. Sedangkan bahan yang dijadikan objek penelitian adalah data suhu udara, konsentrasi CO2 dan vegetasi (Jenis dan kerapatan vegetasi) Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi langsung secara deskripstif yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung di lapang. Pengambilan data dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB. Pengukuran pada pukul 04.00 WIB berfungsi sebagai kontrol yaitu pada saat suhu udara minimum dan CO2. Sedangkan pada pukul 13.00 WIB dimana suhu udara maksimum dan CO2. Untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyerapan CO2 dan penurunan suhu udara ambient di kedua taman pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB maka dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Hutan Joyoboyo yang memiliki kerapatan tajuk 88,42% mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam penyerapan CO2 dan menurunkan suhu udara dibandingkan dengan Taman Hijau Simpang Lima Gumul yang memiliki kerapatan tajuk 43,24%
Pengaruh Berbagai Umur Panen Beberapa Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terdahap Viabilitas Benih Saat Musim Hujan
Kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Rendahnya produksi benih kacang panjang dapat disebabkan oleh waktu panen yang tidak sesuai, terutama pada saat musim hujan pemanenan kacang panjang dilakukan lebih cepat daripada waktu masak fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen pada beberapa varietas kacang panjang saat musim hujan terhadap viabilitas benih. Kegiatan dilaksanakan di PT. BISI International Tbk., Farm Karangploso, Malang, pada bulan Desember-Maret 2020. Umur panen yang terdiri dari umur panen 20 HSB (P1), 23 HSB (P2), 26 HSB (P3), 29 HSB (P4) dan 32 HSB (P5). Varietas kacang panjang terdiri dari 4 taraf yaitu varietas KP 01 (V1), KP 12 (V2), KP 13 (V3), dan KP 15 (V4). Uji mutu fisik dan fisiologis benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen benih, Uji kadar Air, Bobot 1000 butir dan Uji daya kecambah. Hasil analisis ragam pengaruh varietas dan umur panen terhadap mutu fisik dan fisiologis benih terung dengan variabel rendemen benih, bobot 1000 butir, kadar air, daya berkecambah menunjukkan setiap varietas mempunyai viabilitas benih yang berbeda dalam setiap masa panen. Waktu terbaik untuk menghasilkan benih kacang panjang bermutu pada KP-1, KP-12 dan KP-15 adalah 23 HSB dan untuk KP-13 waktu terbaik adalah 26 HSB
Variasi Keragaman Genetik Pada Beberapa Galur Tanaman Jagung Ungu S3 (Zea Mays Var. Ceratina Kulesh) Hasil Seleksi Ear To Row
Perakitan galur jagung ungu diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki suatu karakter sifat yang diinginkan untuk dijadikan bahan materi sebagai tetua calon varietas unggul. Keragaman genetik berpengaruh penting pada keberhasilan pemuliaan tanaman. Penelitiaan ini bertujuan mengetahui dan mendapatkan informasi variasi keragaman genetik pada karakter masing-masing galur tanaman jagung ungu S3. Penelitian ini dilakukan di Desa Dadaprejo, Kota Batu pada bulan Januari sampai April 2020. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu benih galur jagung ungu sebanyak 17 galur, pupuk NPK Mutiara 16-16-16, pestisida (Diazinon, Regent), fungisida (Acrobat dan Cabrio) dan air. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Metode single plant selection. Analisis data pada karakter kualitatif dilakukan dengan analisis deskriptif dan karakter kuantitatif dengan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan pada masing-masing galur pada karakter pengamatan didapatkan nilai KK yang variasi dari rendah, agak rendah hingga tinggi. Pada seluruh galur untuk parameter tinggi tanaman, tinggi tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, lebar tongkol, jumlah biji, umur panen, umur bunga jantan dan umur bunga betina menunjukan nilai KK rendah, sedangkan beberapa galur untuk parameter bobot biji pertongkol, bobot tongkol nilai KK tergolong agak rendah dan tinggi namun parameter jumlah tongkol nilai KK tergolong sedang/agakrendah. Pada karakter kualitatif didapatkan pada sebagian karakter masih memunculkan warna karakter lain namun pada sebagian lainnya telah seragam, adapun ialah warna glume, warna anter, warna biji dan warna janggel pada galur P1, P4, P8, P16, P17 (berwarna ungu)
Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Varietas Katrina dan Varietas Parade
Rendahnya hasil kacang panjang ditingkat petani antara lain disebabkan oleh teknik budidaya yang kurang optimal karena terbatasnya pengetahuan petani terhadap budidaya kacang panjang. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kacang panjang ialah dengan menggunakan varietas yang tepat dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam yang paling sesuai pada tiap varietas kacang panjang yang diteliti. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Parameter pengamatan adalah pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pada parameter luas daun, jumlah polong, panjang polong dan berat basah polong yaitu varietas Katrina dengan jarak tanam 50 x 50 cm dibandingkan dengan jarak tanam lainnya pada varietas tersebut. Demikian pula pada varietas Parade dengan jarak tanam 50 x 50 cm menunjukkan hasil yang terbaik bila dibandingkan dengan jarak tanam lainnya pada varietas tersebut
Pengaruh Konsentrasi Nutrisi Dan Umur Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pakcoy (Brassica Rapa L ) Dengan Hidroponik Sistem NFT
Tanaman Pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C, B2, B6, B, A, tembaga, kalsium, serat, fosfor, protein, magnesium, dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.Tanaman pakcoy dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman pakcoy bila ditinjau dari aspek ekonomis dan bisnisnya layak untuk dikembangkan atau diusahakan guna memenuhi permintaan konsumen yang semakin lama semakin meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara perlakuan konsentrasi nutrisi dengan umur bibit pada pakcoy (Brassica rapa L). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pompa air, pipa, Tandon, benih pakcoy nauli F1, nutrisi ab mix dan rockwool. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dengan menggunakan fua faktor. penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021 hingga April 2021 di Hero Farm yang terletak di jalan perumahan pns malang, Jawa timur. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi dan umur bibit terhadap beberapa parameter dan pada umur bibit 5 HSS dengan pemberian konsentrasi 1150 ppm menunjukkan hasil yang paling tinggi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun berat kering dan berat basah. Kesimpulan percobaan ini yaitu terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi dengan umur bibit terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST, jumlah daun, berat basah tanaman pakcoy dan berat kering tanaman pakcoy. Pada parameter laju pertumbuhan tanaman, luas daun dan indeks klorofil tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi dengan umur bibit