Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Dampak Ruang Terbuka Hijau Terhadap Lingkungan Mikro Di Kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) City Kota Tangerang Selatan (Studi Kasus di Taman Kota 1 dan Taman Kesehatan)

    Get PDF
    BSD City adalah salah satu kawasan di kota Tangerang Selatan yang memiliki berbagai fasilitas untuk kemudahan mobilitas penghuninya. Dibangunnya berbagai macam fasilitas memicu pada tergerusnya area terbuka di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari ruang terbuka hijau (RTH) terhadap pembentukan lingkungan mikro serta menentukan RTH yang berkontribusi lebih besar dalam pembentukan lingkungan mikro di antara Taman Kota 1 dan Taman Kesehatan di Kawasan BSD City. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2020 di Taman Kota 1 dan Taman Kesehatan BSD City Kota Tangerang Selatan. Adapun alat dan bahan yang digunakan selama proses penelitian yakni berupa thermohygrometer HTC-2, luxmeter ASA-803, anemometer GM816, meteran, kamera ponsel, alat tulis, serta peta kota Tangerang Selatan dan peta kedua RTH. Metode penelitian yang digunakan yakni metode observasi dengan purposive sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Taman Kota 1 BSD maupun Taman Kesehatan BSD mampu membentuk lingkungan mikro yang baik. Taman Kota 1 mampu membentuk lingkungan mikro yang lebih baik dibandingkan dengan Taman Kesehatan. Hal tersebut ditunjukkan dengan lebih rendahnya suhu udara, lebih tingginya nilai RH, serta lebih rendahnya intensitas cahaya matahari. Sementara laju kecepatan angin di antara keduanya masih relatif sama. Lingkungan mikro di dalam masing-masing RTH juga terbukti mampu memberikankontribusi lebih terhadap   lingkungan mikro dibandingkan lingkungan mikro di luar RTH

    Kajian Iklim Mikro Tanaman Kopi Sistem Agroforestri Di UB Forest

    Get PDF
    Tanaman kopi di UB Forest dipilih karena lokasi tersebut memiliki ketinggian, kelembaban, dan suhu yang sesuai akibat dari naungan berupa tanaman pinus. Berdasarkan pemaparan diatas diperlukan penelitian untuk mengamati suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang sesuai untuk pertumbuhan fase generative tanaman kopi di UB Forest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim mikro pada lahan petani agroforestri pinus dan kopi perbandingan dengan kopi, pinus dan alpukat di UB Forest.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk para petani kopi mengetahui  hubungan iklim mikro sistem agroforestri kopi, pinus dan kopi, pinus dan alpukat untuk memberikan keberhasilan dari budidaya tanaman kopi di UB Forest pada lahan petani kopi di UB Forest. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa iklim mikro di UB Forest bersifat fluktuatif atau turun naik tiap bulannya, namun cenderung lebih stabil pada lahan 1 dengan naungan pohon pinus dan pohon alpukat. Intensitas cahaya pada lahan 1 dan lahan 2 didapatkan hasil berbeda nyata karena naungan antara lahan 1 dan lahan 2 memiliki jenis yang berbeda, sedangkan untuk suhu pada bulan juli antara lahan 1 dan lahan 2 berbeda nyata namun pada bulan juni dan agustus pada pukul 12.00 memiliki perbadaan dan pada pukul 16.00 tidak memiliki perbedaan. Sedangkan untuk kelembaban pada pukul 12.00 tiap bulanya tidak memiliki perbedaan, namun pada pukul 16.00 memiliki perbedaan. Perbedaan ketinggian dan naungan menyebabkan perbedaan

    ANALISIS PERTUMBUHAN GULMA INVASIF KIRINYUH (Chromolaena odorata L.R.M dan King) PADA INTENSITAS NAUNGAN BERBEDA

    Get PDF
    Tumbuhan invasif adalah semua jenis tumbuhan yang telah menyebar ke dalam suatu komunitas dan menyebabkan gangguan terhadap jenis tumbuhan lain. Studi mengenai spesies yang diintroduksi atau spesies yang berasal dari luar belum banyak dilakukan di Indonesia. Studi mengenai pengaruh lingkungan terhadap salah satu jenis asing invasif paling berbahaya yaitu Chromolaena odorata pun masih minim sehingga diperlukan adanya penelitian terkait hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, yaitu intensitas naungan. Taraf naungan meliputi tanpa naungan/0% naungan (S1), naungan 50% (S2), naungan 70% (S3), dan naungan 90% (S4). Diulang sebanyak 6 kali, sehingga total unit percobaan sebanyak 24 unit. Metode pengambilan sampel berupa metode destruktif. Analisis Ragam menggunakan ANOVA dengan F tabel 5%. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan taraf naungan meningkatkan nilai rerata tinggi tanaman, luas daun, luas daun spesifik, dan nisbah luas daun. Disisi lain, menurunkan nilai rerata jumlah daun, bobot kering daun, bobot kering akar, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan relatif Kirinyuh (Chromolaena odorata

    Studi Fenologi Karakter Agronomi pada Beberapa Genotipe Tanaman Ercis (Pisum sativum L.)

    Get PDF

    Pertumbuhan Dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Pada Metode Hidroponik Sistem Sumbu Dengan Kerapatan Naungan Dan Konsentrasi Nutrisi Yang Berbeda

    Get PDF
    Selada merupakan sayuran yang dimakan bagian daunnya. Selada memiliki mineral dan vitamin yang baik bagi kesehatan. Selada membutuhkan lingkungan yang sejuk dengan suhu 15-25°C dan cukup air. Cahaya yang terik dapat menurunkan kelembaban dan meningkatkan suhu udara sehingga tanaman selada melakukan transpirasi dengan cepat pada siang hari. Penanaman secara hidroponik tidak membutuhkan tanah dan nutrisi dapat diatur sesuai kebutuhan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kerapatan naungan dan konsentrasi nutrisi yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada metode hidroponik sistem sumbu serta mempelajari lingkungan mikro yang terbentuk dari perlakuan kerapatan naungan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan petak terbagi yang disusun secara faktorial. Petak utama adalah perlakuan kerapatan naungan yang terdiri atas 4 taraf yaitu kerapatan naungan, 0%, 25%, 50% dan 75%. Anak petak adalah perlakuan konsentrasi nutrisi yang terdiri atas 2 taraf yaitu konsentrasi nutrisi 750 ppm dan 1000 ppm. Kombinasi perlakuan menghasilkan 8 kombinasi diulang 3 kali. Perlakuan kerapatan naungan 0% memberikan peningkatan bobot segar pertanaman 9,3%, jumlah daun 9,2% dan panjang akar 3,7% dibandingkan kerapatan naungan 25%. Konsentrasi nutrisi 1000 ppm meningkatkan bobot segar pertanaman 9,1%, jumlah daun 6,3% dan panjang akar  9,6% dibandingkan konsentrasi nutrisi 750 ppm. Perlakuan kerapatan naungan 25% menurunkan intensitas radiasi matahari sebesar 12% dan suhu udara 0,7% sedangkan kelembaban udara meningkat sebesar 1,7% dibandingkan kerapatan naungan 0%

    Pengaruh Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.)

    Get PDF
    Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang dapat hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mendapatkan cara pengendalian gulma yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu tanpa pengendalian gulma (P0), penyiangan setiap 7 hari (P1), penyiangan 20, 30, dan 45 hst (P2), herbisida oksifluorfen 240 EC (P3), herbisida oksifluorfen 240EC + penyiangan 30 hst (P4), mulsa jerami (P5), mulsa jerami + penyiangan 30 hst (P6), mulsa plastik hitam perak (P7), mulsa plastik hitam perak + penyiangan 30 hst (P8). Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain cangkul, meteran, alat tugal, pipa air, ember, penggaris, timbangan analitik, alat tulis, papan penanda, sprayer dan kamera. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang putih varietas lumbu hijau, pupuk kandang, pupuk urea, SP-36 dan KCl, mulsa jerami, mulsa plastik hitam perak, herbisida oksifluorfen 240 EC. Penelitian ini dilaksanakan mulai 18 Januari 2021 sampai dengan 3 Mei 2021, yang bertempat di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan, hasil, dan pengamatan gulma. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara perlakuan berbagai macam pengendalian gulma terhadap jumlah daun, panjang tanaman, bobot segar, bobot kering umbi, diameter umbi, dan hasil panen tanaman bawang putih (ton ha-1). Penyiangan setiap 7 hari dan aplikasi mulsa plastik hitam perak + penyiangan 30 hst efektif mengendalikan gulma tanaman bawang putih

    Pengaruh Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)

    Get PDF
    Kacang kedelai merupakan salah satu tanaman multiguna, karena dapat digunakan sebagai pangan, pakan maupun bahan baku industri. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang kedelai varietas Grobogan dan Gepak Kuning. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2021 di Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian merupakan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan. P1 = Grobogan + tanpa pupuk, P2 = Grobogan + 150 kg.ha-1 NPK, P3 = Grobogan + 200 kg.ha-1 NPK, P4 = Grobogan + 250 kg.ha-1 NPK, P5 = Grobogan + 300 kg.ha-1 NPK, P6 = Gepak Kuning + tanpa pupuk NPK, P7 = Gepak Kuning + 150 kg.ha-1 NPK, P8 = Gepak Kuning + 200 kg.ha-1 NPK, P9 = Gepak Kuning + 250 kg.ha-1 NPK dan P10 = Gepak Kuning + 300 kg.ha-1 NPK. Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK nyata meningkatkan seluruh parameter pengamatan tanaman kedelai yang meliputi tinggi tanaman, jumla daun, jumlah cabang, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot biji per tanaman bobot 100 biji dan hasil panen. Dosis pupuk NPK 250 kg.ha-1 dan NPK 300 kg.ha-1 pada varietas Grobogan dan Gepak Kuning memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan hasil panen

    Pengaruh Berbagai Komposisi Media Tanam Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bauji

    Get PDF
    Komoditas Bawang Merah memiliki peluang bisnis yang besar di Indonesia. Sebagai salah satu bahan pokok, bawang merah memiliki beragam manfaat mulai dari bumbu masakan hingga produksi obat herbal. Karena manfaat dan kebutuhan yang beragam inilah membuat tingkat konsumsi bawang merah di Indonesia tinggi.  Namun produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di Kelurahan Cinambo, Kecamatan Cisaranten Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 10 perlakuan kombinasi media tanam ialah P1 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 2 : 1) P2 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 2) P3 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (1 : 1 : 1) P4 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 1 : 1) P5 = Media tanah : pupuk kandang kambing : pasir (2 : 2 : 1) P6 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 2 : 1) P7= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1 : 2) P8        = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (1 : 1: 1) P9 = Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 1 : 1) P10= Media tanah : pupuk kandang sapi : pasir (2 : 2 : 1). Penelitian dilakukan secara distruktif dan non distruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan komposisi media tanam tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah kecuali pada luas daun. Hal ini dapat dimungkinkan bahwa varietas Bauji lebih sesuai dibudidayakan di daerah dataran rendah sampai dataran sedang

    Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Tanaman GA3, IAA, dan Sitokinin Terhadap Pematahan Dormansi pada Bawang Putih (Allium sativum L.)

    Get PDF

    KERAGAAN 13 GALUR JAGUNG UNGU (Zea mays L. var amylacea) PADA GENERASI S2

    Get PDF
    Jagung ungu memiliki keunggulan yaitu terdapat kandungan antosianin yang bersifat sebagai antioksidan didalam tubuh. Penggunaan varietas jagung ungu hibrida dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung ungu. Keragaan tanaman merupakan sumber informasi fenotip dan genetik suatu galur. Informasi penampilan atau keragaan digunakan untuk  memilih tetua yang dapat menghasilkan suatu galur dengan sifat superior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif, nilai duga heritabilitas serta koefisien keragaman genetik pada galur jagung ungu yang diuji, keseragaman dalam galur serta galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian dilakukan dengan RAK sebanyak 3 ulangan dengan menggunakan 13 galur jagung ungu masing-masing 13 tanaman. Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Karakter kuantitatif dibagi menjadi dua yaitu karakter hasil dan karakter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan karakter kuantitatif yang diamati berbeda nyata pada semua galur. Nilai duga heritabilitas dalam 13 galur jagung ungu yang diuji tergolong dalam kategori yang sedang hingga tinggi. Nilai KKG pada semua galur yang diuji dan karakter yang diamati termasuk kedalam kategori yang rendah. Sedangkan nilai KKF dari semua galur yang diuji dan karakter yang diamati berkisar antara 0.3 - 26.2%. Galur yang direkomendasikan sebagai calon yang berpotensi tetua hibrida adalah TM11 dan JM2 yang memiliki sifat seragam pada karakter intensitas antosianin pada janggel, warna permukaan biji dan jumlah susunan baris dalam keragaan jagung ungu

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇