Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
1828 research outputs found
Sort by
Kajian Iklim Mikro Pada Sistem Tanam Intercropping Jagung (Zea mays L.) dan Tanaman Sela Kedelai (Glycine max L.) dengan Jarak Tanam yang Berbeda.
Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kebutuhan jagung sebagai konsumsi sebesar 1.500 kg/kapita pada tahun 2017 dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 9,33%. Peningkatan produktivitas lahan pada jagung bisa di maksimalkan dengan memanfaatkan tanaman sela. Iklim mikro merupakan kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh langsung terhadap fisik pada suatu lingkungan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mempelajari unsur iklim mikro yang berkorelasi pada jarak tanam dan sistem tanam yang berbeda. Hipotesis dari penelitian adalah terdapat perbedaan unsur iklim mikro tanaman yang berkorelasi pada sistem tanam jagung dengan jarak tanam yang berbeda. Kegiatan penelitian berlangsung dilahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan April 2021 hingga Juli 2021. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok terhadap 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan annova dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan penggunaan sistem tanam dan jarak tanam yang berbeda pad tanaman jagung dan tanaman kedelai dapat mempengaruhi perubahan iklim mikro tanaman yaitu suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara dan intensitas radiasi matahari
Pengaruh Interval Pengendalian Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.)
Kacang hijau (Vigna radiata L.) termasuk tanaman Leguminosa yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi sehingga menjadi satu dari sumber pendapatan petani. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau dapat dilakukan dengan pengendalian gulma serta peggunaan varietas yang tepat pada tanaman kacang hijau. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKF) yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan dan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F). Perlakuan yang nyata terhadap pertumbuhan hasil tanaman kacang hijau dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan P3V1 (penyiangan 14 hst, 28 hst dan 42 hst) + varietas vima 1 mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Pada perlakuan P3 (penyiangan 14, 28 dan 42 HST), pertumbuhan gulma dapat ditekan secara efektif serta tanaman kacang hijau tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Pada setiap parameter pengamatan pertumbuhan, perlakuan P3V1 (penyiangan 14, 28 dan 42 HST + varietas vima 1) sering kali memberikan hasil yang terbaik. Pada parameter bobot kering gulma, perlakuan P0 (kontrol) memberikan data koleksi gulma paling banyak dibandingkan perlakuan lainnya. Hal tersebut dikarenakan pada perlakuan P0 tidak ada penyiangan gulma sama sekali, sehingga gulma tumbuh terus menerus. Pada pengamatan hasil panen, perlakuan P3 (penyiangan 14 hst, 28 hst dan 42 hst ) memberikan hasil kacang hijau yang paling baik pada setiap parameter pengamatan
Efektifitas Pupuk K2O Pada Pertumbuhan dan Hasil Kencur (Kaempferia galanga) Aksesi Kab. Lumajang dan Aksesi Kab. Nganjuk Pada Tingkat Naungan 25%
Kencur (Kaempferia galanga) memiliki banyak manfaat yang dapat dijadikan sebagai bahan rempah, penyedap makanan maupun minuman, dan obat tradisional maupun obat tablet. Peningkatan kebutuhan akan tanaman kencur dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kalium. Pupuk kalium dapat meningkatkan produksi kencur terhadap rimpang. Terdapat berbagai jenis tanaman kencur di wilayah Indonesia khususnya di Jawa Timur, dipilih dua aksesi pilihan yaitu aksesi Lumajang dan aksesi Nganjuk yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya interaksi antara aplikasi pemberian dosis pupuk kalium pada dua aksesi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kencur dengan tingkat naungan 25%. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga bulan Mei 2021 dilakukan di Kawasan Agro Techno Park (ATP) Jatikerto, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT), yaitu dengan petak utama aksesi Lumajang dan aksesi Nganjuk dan anak petak dosis pupuk 4 taraf meliputi 0 kg ha-1 K2O, 120 kg ha-1 K2O, 180 kg ha-1 K2O dan 240 kg ha-1 K2O dengan 3 ulangan sehingga terdapat 24 petak percobaan. Analisa data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut BNT 5%. Variabel pengamatan meliputi Jumlah Daun, Luas Daun, Volume Akar, Bobot Segar Total, Bobot Segar Rimpang, Bobot Kering Total, dan Bobot Kering Rimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter pertumbuhan menunjukkan respon yang nyata terhadap aksesi Nganjuk. Sedangkan pemberian dosis pupuk 120 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan dosis pupuk 0 kg ha-1, 180 kg ha-1 dan 240 kg ha-1.Â
Keanekaragaman Talas Hitam (Colocasia esculenta L.) Berdasarkan Sebaran dan Dominasi
Sebagai komoditas dengan fungsi yang beragam dan seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan secara total, maka talas hitam sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pangan alternatif. Oleh sebab itu penelitian terhadap spesies talas (Colocasia esculenta L.) yakni talas hitam (Alocasia plumbea nigra), kemudian dilakukan di wilayah Malang Raya sebagai salah satu sentra penghasil talas di Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran, keanekaragaman dan jarak genetik serta dominansi talas hitam pada keanekaragaman spesies (Colocasia esculenta L.) di Malang Raya berdasarkan karakter morfologi. Hipotesis yang diajukan yakni, terdapat sebaran tanaman talas hitam yang luas, keanekargaman genetik rendah dengan jarak genetik rapat, adanya dominansi talas hitam pada keanekaragaman spesies (Colocasia esculenta L.) di Malang Raya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pujon, Dau, dan Tirtoyudo dengan menggunakan convenience sampling pada 10 titik pengamatan spesies talas di masing-masing kecamatan mulai bulan April
Aplikasi Kompos Gulma Siam (Chromolaena odorata L.) Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Strurt)
Tingkat konsumsi jagung manis semakin meningkat, hal ini didukung dengan semakin meningkatnya permintaan jagung manis. Data Badan Pusat Statistik (2016) menyatakan bahwa produksi jagung manis di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2015 mengalami peningkatan. Peningkatan produksi di Indonesia belum mencukupi permintaan jagung manis. Permintaan pada tahun 2015 mencapai 20.230.000 ton (Kementrian Perindustrian, 2016). Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas jagung manis adalah menggunakan pupuk kompos. Pupuk kompos memiliki peran dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Salah satu jenis pupuk kompos yang dapat digunakan ialah pupuk kompos yang berasal dari tumbuhan siam. Tumbuhan siam berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber kompos karena memiliki kandungan unsur hara lengkap dan bahan organik yang cukup tinggi (Dewi, 2018). Pada penelitian ini mempelajari pengaruh dari beberapa dosis pupuk kompos siam dengan tujuan menentukan dosis pupuk kompos yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk kompos siam 20 ton ha-1 memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan jagung manis pada variabel tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun pada umur pengamatan 28, 42, dan 56 HST, bobot segar total pada umur pengamatan 28, 42, 56 HST dan bobot kering pada umur pengamatan 14, 28, 42 HST. Hasil panen tertinggi diperoleh pada pemberian pupuk kompos siam 20 ton ha-1 yaitu 14,32 ton ha-1 atau dengan hasil produktivitas sebesar 15% lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk anorganik
Keragaman 10 Genotip Selada (Lactuca sativa L.)
Keragaman adalah suatu sifat individu pada setiap populasi tanaman yang memiliki perbedaan antara tanaman yang lainnya. Besarnya kecilnya keragaman yang digunakan sangat menentukan keberhasilan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman di dalam 10 genotip selada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kecamatan Karangploso, km 4 Malang, Jawa Timur pada bulan Maret sampai Juni 2020. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 10 benih galur selada. Metode yang digunakan adalah seleksi individu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada variasi keragaman di dalam genotip pada 10 genotip tanaman selada yang diamati pada karakter kualitatif. Terdapat 2 variasi keragaman pada karakter kuantitatif, yaitu keragaman rendah dan keragaman sedang. Nilai KV pada P1 dan P2 menunjukkan rendah pada karakter tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan KV sedang pada karakter panjang akar dan berat segar. Nilai KV pada P3, P4, P7 dan P10 memiliki nilai rendah pada karakter tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah daun dan panjang akar. Adapun nilai KV sedang pada karakter luas daun dan berat segar. Berbeda halnya dengan P5 dan P6, semua karakter kuantitatif menunjukkan nilai KV rendah. P8 dan P10 menghasilkan nilai KV rendah pada karakter tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah daun. Karakter luas daun, panjang akar dan berat segar menunjukkan nilai KV sedang
Pengaruh Beberapa Unsur Iklim (Curah Hujan, Suhu Udara, dan Kelembaban Udara) Terhadap Produktivitas Tanaman Jahe (Zingiber officinale)
Jahe (Zingiber officinale) banyak diminati ketika Pandemik Covid 19 karena memiliki banyak manfaat. Unsur iklim mempunyai pengaruh penting dalam proses fisiologis tanaman jahe. Tujuan penelitian untuk mempelajari hubungan antara unsur iklim dengan produktivitas tanaman jahe di 3 kecamatan dan untuk menentukan unsur iklim yang dominan pengaruhnya terhadap produktivitas tanaman jahe di 3 kecamatan. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus - Oktober 2021 dengan metode survei di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan. Teknik pengumpulan data penelitian dibagi menjadi 2. Data sekunder berupa unsur iklim dan produktivitas tanaman jahe dari 2002-2021 dianalisis dengan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel apabila ditemukan hubungan dilanjutkan dengan uji regresi berganda. Data primer berupa data wawancara dianalisis dengan skala likert. Hasil menunjukkan suhu udara rata-rata terdapat hubungan terhadap produktivitas tanaman jahe di Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan. Unsur iklim suhu udara rata-rata merupakan unsur iklim yang dominan dengan pengaruh sebesar 61.1%, 50%, dan 57.8% terhadap produktivitas tanaman jahe di Kecamatan Ngantang, Singosari, dan Tajinan
Pengaruh Dosis Pengaplikasian PGPR dan Perbedaan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum)
Tomat adalah salah satu sayuran buah yang cukup diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat serta rasa yang enak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pengaruh PGPR dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2021 di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penelitian merupakan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dengan 2 faktor dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu penggunaan PGPR : P0: Tanpa PGPR, P5: 5 L/ ha, dan P10: 10 L/ ha. Faktor kedua yaitu jarak tanam: J0: 70x 50 cm, J1: 60 x 50 cm , dan J2: 50 x 50 cm . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pengaplikasian PGPR dan pengaturan jarak tanam dapat dilihat dari data tinggi tanaman pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 56,3%, data jumlah daun dari 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 51,43%, data bobot segar tanaman per minggu pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 26,76%, data bobot kering tanaman per minggu pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 46,65%, data jumlah buah per tanaman dengan presentase peningkatan sebesar 55,76%, data bobot buah per tanaman 183,56%, dan data hasil panen per-hektar dengan presentase peningkatan sebesar 69,67%. Dosis PGPR 5L/ha dan PGPR 10L/ha dapat digunakan di seluruh jarak tanam
Keragaan Dari Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S2
Penggunaan varietas hibrida merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi jagung. Proses mendapatkan hibrida berkaitan dengan keragaan. Pengamatan keragaan akan mempermudah dalam proses seleksi atau pemilihan karakter yang diinginkan oleh pemulia. Keragaan pada jagung pakan menjadi pertimbangan untuk menentukan galur yang berpotensi menjadi tetua hibrida. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaan tanaman jagung yang meliputi karakter kuantitatif, karakter kualitatif, nilai duga heritabilitas, koefisien keragaman, dan galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2021 di Desa Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 ulangan. Perlakuan adalah 18 galur jagung pakan generasi S2 dan 2 varietas pembanding masing-masing 40 tanaman. Analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Empat dari delapan belas galur memiliki potensi sebagai tetua hibrida yaitu UB10, UB14, UB15, dan UB18. Semua galur yang diuji memiliki koefisien keragaman yang tergolong rendah pada semua karakter kecuali bobot tongkol. Nilai duga heritabilitas memiliki kategori tinggi. Galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida perlu dilakukan evaluasi pada keturunannya (progeny) untuk mengetahui performa dari keturunannya
Pengaruh Tingkat Kepadatan Tanaman pada Pembentukan Iklim Mikro, Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikro. Tujuan penelitian adalah menentukan jarak tanam yang sesuai pada pembentukan iklim mikro, pertumbuhan dan hasil tiga varietas kacang tanah. Penelitian dilaksanakan Januari-April 2018 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan: V1J1: Varietas Talam 1 + jarak tanam 40 cm x 10 cm, V1J2: Varietas Talam 1 + jarak tanam 40 cm x 20 cm, V1J3: Varietas Talam 1 + jarak tanam 40 cm x 30 cm, V2J1: Varietas Takar 2 + jarak tanam 40 cm x 10 cm, V2J2: Varietas Takar 2 + jarak tanam 40 cm x 20 cm, V2J3: Varietas Takar 2 + jarak tanam 40 cm x 30 cm, V3J1: Varietas Hypoma 2 + jarak tanam 40 cm x 10 cm, V1J2: Varietas Hypoma 2 + jarak tanam 40 cm x 20 cm, V1J3: Varietas Hypoma 2 + jarak tanam 40 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan penerapan kombinasi varietas dan jarak tanam tidak menujukkan adanya interaksi. Semakin padat populasi tanaman dapat menurunkan suhu tanah dan meningkatkan kelembaban tanah. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 30 cm memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun, jumlah polong/tanaman, bobot biji/tanaman dan bobot biji/petak panen