Jurnal Produksi Tanaman
Not a member yet
    1828 research outputs found

    Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Kuantitatif Sepuluh Varietas Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Terhadap Cekaman Genangan Fase Vegetatif

    Get PDF
    Kacang hijau (Vigna radiata L.)  merupakan komoditas tanaman pangan penting di Indonesia yang bernilai gizi tinggi. Produksi dan kualitas hasil kacang hijau berpotensi menurun dikarenakan perubahan pola dan intensitas curah hujan yang menyebabkan kondisi kelebihan air atau lahan tergenang. Salah satu upaya pengembangan kacang hijau yang toleran terhadap kondisi cekaman genangan dapat dilakukan melalui kegiatan evaluasi toleransi berbagai varietas kacang hijau yang telah dilepas sebagai sumber plasma nutfah untuk memperoleh genotip kacang hijau yang toleran terhadap cekaman genangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah  untuk mengetahui karakter yang berkorelasi terhadap ketahanan kacang hijau pada kondisi cekaman genangan di fase vegetatif dengan mencari tahu keeratan hubungan karakter bobot kering akar terhadap karakter lainnya yang menjadi indikator berlangsungnya mekanisme toleransi kacang hijau terhadap cekaman genangan. Kegiatan penelitian berlangsung di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI), Jl. Raya Kendalpayak Km.8, Kecamatan Pakisaji, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan Mei 2021 hingga Juli 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok terhadap 10 varietas kacang hijau dengan taraf penggenangan selama 10 hari ketika tanaman telah berusia 20 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun, volume akar, berat kering batang, berat kering daun, dan luas daun berkorelasi positif terhadap karakter berat kering akar. Selain itu diketahui pula bahwa karakter berat kering daun memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap berat kering akar per tanaman, sedangkan karakter berat kering batang memiliki pengaruh langsung terhadap karakter bobot biji per tanaman

    Kajian Lingkungan Mikro Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Pada Beberapa Jarak Tanam Dengan Varietas Yang Berbeda

    Get PDF
    Produktivitas tanaman sawi masih tergolong rendah. Salah satu usaha dalam meningkatkan produktifitas tanaman sawi ialah dengan memperhatikan iklim mikro untuk mendukung pertumbuhannya, perlu diketahui sifat tanaman terkait dengan iklim yang sesuai dengan pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh perlakuan jarak tanam terhadap iklim mikro tanaman, untuk mempelajari pengaruh perlakuan varietas tanaman terhadap iklim mikro tanaman, untuk memplajari interaksi antara perlakuan jarak tanam dan perlakuan varietas terhadap iklim mikro tanaman, dan untuk memplajari perlakuan jarak tanam dan varietas yang memiliki daya tumbuh yang sesuai. Penelitian ini di laksanakan di Agro Techno Park, Universitas Brawijaya Jalan Cangar, Kecamatan Bumiaji, Batu, Jawa Timur dari bulan November sampai bulan Januari 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK F), yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu, jarak tanam 20 cm x 25 cm varietas tosakan, jarak tanam 20 cm x 25 cm varietas shinta, jarak tanam 20 cm x 25 cm varietas dora, jarak tanam 25 cm x 25 cm varieatas tosakan, jarak tanam 25 cm x 25 cm varietaas shinta, jarak tanam 25 cm x 25 cm varietas dora, jarak tanam 30 cm x 25 cm varietas tosakan, jarak tanam 30 cm x 25 cm varietas shinta, jarak tanam 30 cm x 25 cm varietas dora, dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan plot percobaan. Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan jarak tanam dengan varietas terhadap parameter kelembaban udara, suhu udara, dan luas daun

    Kajian Media Tanam dan Konsentrasi Larutan Nutrisi Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) Pada Tanaman Kailan (Brassica oleracea sp.)

    Get PDF
    Kailan (Brassica oleraceae sp.) merupakan sayuran yang berasal dari Negara Cina yang mirip dengan tanaman sawi dan kembang kol. Kailan mempunyai gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Kebutuhan kailan bagi masyarakat semakin meningkat seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepadatan penduduk khususnya di daerah perkotaan. Sedangkan luas lahan di perkotaan semakin sedikit untuk dilakukannya kegiatan budidaya kailan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melakukan teknik budidaya hidroponik. Selain larutan nutrisi, faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu media tanam. Kekurangan rockwool adalah harganya yang masih terbilang mahal karena masih impor. Penggunaan media tanam dari limbah rumah tangga seperti spons dapat menjadi alternatif dalam mengganti rockwool yang memiliki harga relatif mahal. Selain spons, pecahan batu bata dapat digunakan sebagai media tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2021. Perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi 6 ml.l-1 dengan media tanam rockwool memberikan hasil tertinggi pada pengamatan parameter pertumbuhan. Perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi memiliki hasil yang berbeda nyata pada parameter hasil. Sedangkan perlakuan penggunaan jenis media tanam memiliki hasil yang tidak berbeda nyata pada parameter hasil

    Pengaruh Perlakuan Giberelin dan Fosfor terhadap Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis)

    Get PDF
    Kubis bunga salah satu sayuran yang memiliki harga jual yang tinggi serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Pada tahun 2019 produksi kubis bunga mencapai 7.371,40 ton. Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 6,295,10 ton (Dinas Pertanian Kota Batu, 2021). Sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi dengan menerapkan teknologi budidaya yang efektif dan efisien. Salah satunya penggunaan hormone giberelin dan teknik pemupukan fosfor yang memiliki peranan dalam proses pembungaan dan pembuahan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui bagaimana pengatuh hormon giberelin, dosis fosfor, dan hubungan interaksi antara kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 sampai Juli 2021, Jl. Raya Karangan Donowarih, Karangploso, Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu pemberian hormon giberelin yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0 ppm atau kontrol (G0), dan 150 ppm (G1) dan dosis fosfor yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 kg/ha (P0), 100 kg/ha (P1), 150 kg/ha (P2), 200 kg/ha (P3), dan 250 kg/ha (P4). Terdapat interaksi antara perlakuan hormon giberelin dan dosis fosfor terhadap tinggi tanaman pada umur 3 minggu setelah tanam. Perlakuan pemberian hormon giberelin 150 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman kubis bunga pada semua parameter pengamatan. Perlakuan dosis fosfor 250 kg/ha dapat meningkatkan pertumbuhan khususnya tinggi tanaman dan hasil panen tanaman kubis bunga (diameter bunga, bobot segar bunga, bobot segar tanaman total, dan hasil panen per hektar)

    Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Bogor merupakan bagian dari wilayah Jawa Barat yang memiliki pertumbuhan penduduk meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang terjadi akan berpengaruh terhadap ketersediaan lahan terbuka khususnya lahan terbuka hijau. Berkurangnya lahan tersebut dapat memberikan dampak negatif seperti tingkat kenyamanan suatu kota menurun, polusi udara meningkat dan bencana alam. Ruang terbuka hijau merupakan bagian dari ruang-ruang terbuka di suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektur yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan berdasarkan iklim mikro, tingkat kebisingan, dan vegetasi di Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di Taman Kota Wisata dan Taman Permata. Alat dan bahan yang digunakan antara lain alat tulis, kamera digital, peta Taman Kota Wisata dan Taman Permata dari Citra Google Earth, Sound Level Meter dan Thermohygrometer HTC-1 digital. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan nilai Thermal Humidity Index (THI) termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Hal ini disebabkan vegetasi yang masih rendah sehingga mempengaruhi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban udara. Suhu udara, kelembaban dan nilai THI Taman Kota Wisata dan Taman Permata tidak berbeda nyata, akan tetapi Taman Permata mempunyai tingkat kebisingan 69.73 dB, lebih tinggi dibandingkan Taman Kota Wisata yang mempunyai tingkat kebisingan 63.97 dB

    Respon Pertumbuhan 4 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Cekaman Kekeringan

    Get PDF
    Produktivitas bawang merah di Indonesia dari tahun ketahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari respon pertumbuhan 4 varietas bawang merah yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi polybag 35 cm x 20 cm, gelas ukur, soil pH and moisturizer meter, jangka sorong, oven, penggaris, alumunium foil, dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih bawang merah varietas biru lancor, biru batu, tajuk dan bauji, arang sekam, POC dan PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2021 di Kampung Organik Brenjonk, Dsn. Penanggungan, Ds. Penganggungan, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Prov. Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan varietas biru lancor dan biru batu merupakan varietas toleran terhadap cekaman kekeringan, varietas tersebut menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan berbeda nyata dengan varietas yang lainnya

    Pengaruh Berbagai Media Tanam dan Kapasitas Lapang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.)

    Get PDF
    Tanaman Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dan banyak diminati oleh konsumen. Buah melon sangat disukai karena memiliki daging buah yang berair, manis, dan menyegarkan. Permasalahan mengenai kondisi tanah yang tidak sesuai merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan komposisi media tanam yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian adalah mempelajari interaksi antara perlakuan media tanam dan kapasitas lapang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di dalam rumah kaca di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dengan waktu pelaksanaan Januari-Maret 2020. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (Faktorial). Berdasarkan faktor perlakuan tersebut didapatkan 9 perlakuan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengamatan non destruktif yaitu panjang tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengamatan panen meliputi, bobot buah per buah, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. apabila terjadi pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tanaman melon yang dilakukan perlakuan 75% kapasitas lapang memberikan nilai yang lebih tinggi pada jumlah daun tanaman-1, panjang tanaman, berat segar total tanaman, berat kering total tanaman dan panjang akar dibandingkan dengan perlakuan 50% dan 100% kapasitas lapang

    Interaksi Genotipe x Lingkungan 31 Genotipe Jagung Hibrida (Zea mays L.) di Lokasi Blitar dan Situbondo, Jawa Timur

    Get PDF
    Pertumbuhan dan potensi hasil suatu tanaman dipengaruhi oleh adanya interaksi genotipe dan lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui interaksi genotipe dan lingkungan serta genotipe yang mampu beradaptasi di dua lokasi pada 31 genotipe jagung hibrida, Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–April 2020 di Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar dan di Desa Tanjungkamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design terdiri dari 34 entri/perlakuan (18 genotipe yang diuji, 9 varietas pendamping) tanpa ulangan dan 4 varietas sebagai control (diagonal check) diulang sebanyak 3 kali. Varietas yang digunakan sebagai control ialah  P13, P35, P,36, dan P37. Analisis Ragam dengan uji F, uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% dan analisis stabilitas metode Finlay dan Wilkinson (1963). Analisis ragam gabungan menunjukan interaksi genotipe dan lingkungan tidak terjadi perbedaan nyata pada karakter pengamatan tinggi tanaman (cm), tinggi tongkol (cm), kadar air (%), pe

    Peranan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Penurunan Konsentrasi CO2 Dan Tingkat Kenyamanan Di Dua Perumahan Kota Malang

    Get PDF
    Kota Malang merupakan kota yang terletak di Jawa Timur dengan jumlah penduduk 843,810 jiwa. Kota ini memiliki daya tarik pariwisata yang cukup tinggi sehingga terjadi perkembangan infrastruktur yang sangat pesat. Perkembangan perkotaaan selain menghasilkan dampak positif ternyata menghasilkan dampak negatif, salah satunya dapat menyebabkan pengelolaan ruang kota yang berat akibat oleh arus urbaniasi sehingga perlu adanya penataan yang tepat dalam pengelolaan tata ruang dalam suatu kota terutama pada kawasan hunian contohnya harus memiliki Ruang Terbuka Hijau yang sesuai. Pengambilan data dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB. Pengukuran pada pukul 04.00 WIB berfungsi sebagai kontrol yaitu pada saat suhu udara minimum dan CO2  hanya berasal dari vegetasi di dalam ruang terbuka hijau. Sedangkan pada pukul 13.00 WIB di mana suhu udara maksimum dan CO2 berasal dari aktivitas manusia di sekitar ruang terbuka hijau. Untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyerapan CO2 di kedua perumahan dan tingkat kenyamanan di kedua perumahan pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB maka di analisis menggunakan uji T dengan menggunakan data konsentrasi CO2, intensitas cahaya dan kelembaban udara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau yang terdapat pada perumahan Permata Jingga memiliki kerapatan tajuk sebesar 89,34% dan mempunyai vegetasi dengan daya serap CO2 lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa jenis vegetasi lain yang terdapat pada perumahan Griya Shanta sehingga mempunyai Kemampuan lebih tinggi dalam penyerapan CO2. Berdasarkan nilai THI yang diperoleh kawasan hunian yang ada di perumahan Permata jingga lebih nyaman jika dibandingkan dengan perumahan Griya Shanta

    Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity) Dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L. var chinensis) Pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System)

    Get PDF
    Pakcoy merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena mudah untuk didapatkan dan baik dikonsumsi segar tanpa diolah maupun dalam bentuk olahan. Selain itu, tanaman pakcoy juga diminati karena mengandung protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E dan vitamin K yang sangat baik untuk kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pakcoy yaitu melalui teknik budidaya secara hidroponik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mendapatkan nilai EC (Electrical Conductivity) dan kombinasi nutrisi yang tepat sehingga dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terbaik pada sistem hidroponik sumbu. Bahan yang digunakan didalam penelitian yaitu benih pakcoy varietas Green, Nutrisi AB Mix Kebun Sayur Surabaya, biourin kelinci, dan pH up. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 hingga Juli 2021 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan tingkat EC dan kombinasi nutrisi terhadap diameter batang. Perlakuan tingkat EC berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman pakcoy dengan pertumbuhan pakcoy terbaik dengan pemberian EC sebesar 2 mS/cm. Perlakuan kombinasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy seperti panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun per tanaman, bobot segar total, dan kadar klorofil dengan nutrisi terbaik pada nutrisi 100% AB mix dan kombinasi nutrisi 75% AB mix + 25% biourin kelinci

    1,753

    full texts

    1,828

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Produksi Tanaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇